Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KASUS

DERMATITIS SEBOROIK
Disusun Oleh:
Helda Inggri Awita
11000026
Pembimbing:
dr. Dame Maria Pangaribuan, Sp.KK
DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN
RSUD DJASAMEN SARAGIH
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN
2016

DEFINISI

Dermatitis seboroik
dalah kelainan kulit
papuloskuamosa
dengan predikleksi di
daerah kaya kelenjar
sebasea, skalp, wajah
dan wajah

EPIDEMIOLOGI

Prevalensi dermatitis seboroik


secara umum berkisar 3-5% pada
populasi
umum.
Pada kelompok HIV, angka
kejadian
dermatitus seboroik
lebih tinggi dibanding dengan
populasi umum. Sebanyak 36 %
pasien HIV mengalami dermatitis
seboroik.
Umumnya diawali sejak usia
pubertas, dan memuncak pada
umur 40 tahun.
-

ETIOPATOGENESIS

Walaupun ada banyak sekali teori yang ada, penyebabnya belum diketahui
pasti. Salah satu faktor predisposisinya adalah kelaianan konstitusi
berupa status seboroik, bagaimana caranya belum bisa di pastikan.
Dermatitis seboroik berhubungan erat dengan keaktifan glandula
sebasea. Glandula sebasea aktif pada saat bayi dilahirkan, namun dengan
menurunnya hormon androgen ibu, kelenjar ini menjadi tidak aktif selama
9-12 tahun. Meningkatnya lapisan sebum pada kulit, kualitas sebum,
respon imunologis terhadap pityrosporum, degradasi kulit mengiritasi
kulit sehingga terjadi mekanisme eksema. Jumlah ragi genus malassezia
meningkat didalam epidermis yang terkelupas pada ketombe ataupun
pada dermatitis seboroik. Diduga hal ini terjadi akibat lingkungan yang
mendukung. Telah banyak bukti yang mengaitkan dermatitis seboroik
dengan malassezia. Pasien dengan ketombe menunjukkan peningkatan
titer antibodi terhadap malassezia, serta mengalami perubahan imunitas
seluler

FAKTOR RESIKO

Genetik
faktor kelelahan,
stres emosional
infeksi,
defisiensi imun,
jenis kelamin pria
lebih sering daripada
wanita
usia bayi bulan 1
dan usia 18-40
tahun,
kurang tidur .

GEJALA KLINIS

Syok hipovolemik
Terjadi akibat
berkurangnya volume
darah intravaskular
Etiologi : Kehilangan
cairan dan elektrolit,
Perdarahan, Kehilangan
plasma

Syok distributif
Ditandai oleh
maldistribusi volume
intravascular yang
normal sehingga
menimbulkan hipoksia
jaringan disertai
kerusakan dan disfungsi
sel
Etiologi: sepsis,
vasodilator, depresi
miokard, atau cedera
endotel

Syok kardiogenik
Syok obstruktif
Adalah gangguan
Terjadi akibat aliran
sirkulasi yang terjadi
darah dari ventrikel
akibat penurunan curah
mengalami hambatan
jantung sistemik pada
secara mekanik
volume intravaskular
didapati pada penyakit
normal sehingga
jantung kongenital,
menimbulkan hipoksia
tamponade jantung,
jaringan
emboli paru masif, dan
Etiologi: Infark miokard
tension pneumotoraks
akut, Kerusakan katup
jantung, Gangguan
irama jantung,
Gangguan sistem
konduksi hantaran listrik
jantung

Syok dissosiative
disebabkan oleh anemia
atau
methemoglobinemia

DIAGNOSA BANDING

DIAGNOSIS

anamnesis

PENATALAKSANAAN
Tatalaksana yang dilakukan antara lain:
Tatalaksana yang dilakukan antara lain:
1. Sampo yang mengandung obat anti malassezia, misal: selenium
1. Sampo yang mengandung obat anti malassezia, misal: selenium
sulfida, zinc pirithione,ketokonazole,
sulfida, zinc pirithione,ketokonazole,
2. Untuk menghilangkan skuama tebal dapat mengurangi jumlah
2. Untuk menghilangkan skuama tebal dapat mengurangi jumlah
sebum pada kulit, yaitu mencuci wajah berulang dengan sabun
sebum pada kulit, yaitu mencuci wajah berulang dengan sabun
lunak. Pertumbuhan jamur dapat dikurangi dengan krim imidazol
lunak. Pertumbuhan jamur dapat dikurangi dengan krim imidazol
dan tururnannya, bahan antimikotik di daerah lipatan bila ada
dan tururnannya, bahan antimikotik di daerah lipatan bila ada
gejala. potensi
gejala. potensi
3. Skuama dapat diperlunak dengan krim yang mengandung asam
3. Skuama dapat diperlunak dengan krim yang mengandung asam
salisilat atau sulfur.
salisilat atau sulfur.
4. Pengobatan simptomatik dengan kortikosteroid
4. Pengobatan simptomatik dengan kortikosteroid
5. Metronidazole topikal, siklopiroksolamin, talkasitol, benzoilk
5. Metronidazole topikal, siklopiroksolamin, talkasitol, benzoilk
peroksida, dan salep litium suksinat 5 %.
peroksida, dan salep litium suksinat 5 %.
6. Pada kasus tidak membaik dengan terapi konvensional dapat
6. Pada kasus tidak membaik dengan terapi konvensional dapat
digunakan terapi sinar ultraviolet-B (UVB) atau pemberian
digunakan terapi sinar ultraviolet-B (UVB) atau pemberian
itrakonazole 100 mg/hari per oral selama 21 hari.
itrakonazole 100 mg/hari per oral selama 21 hari.
7. Bila tidak membaik dengan semua modalitas terapi, pada
7. Bila tidak membaik dengan semua modalitas terapi, pada
dermatitis seboroik yang luas dapat diberikan prednisolon 30
dermatitis seboroik yang luas dapat diberikan prednisolon 30
mg/hari untuk respon cepat.

DATA PASIEN

IDENTITAS PASIEN
Nama
: Nensi Veranati Purba
Jenis Kelamin: Perempuan
Umur
: 44 tahun
Alamat
: Sidamanik
No. RM
: 19.82.13
Tanggal Masuk : 28 Maret 2016

RIWAYAT PENYAKIT
KU : Bintil- bintil merah berminyak yang terasa gatal di
bagian daun telinga kiri dan kanan, kepala, leher, rahang
atas kiri dan kanan, sejak 3 bulan yang lalu.
Telaah : Awalnya muncul bintil- bintil yang terasa gatal di
bagian daun
telinga kiri dan kanan, kepala, rahang atas
kiri dan kanan sampai
ke belakang leher. Hal ini dialami
os sejak 3 bulan yang lalu.Gatal
dirasakan terusmenerus, dan semakin gatal pada saat cuaca panas
dan
berkeringat, dan bila os memakan makanan laut (udang).
Os sudah berobat ke klinik dan diberi obat makan dan
salep, tetapi
keluahan tidak berkurang. Kemudian os
pergi ke piloklinik kuliT
dan kelamin RSUD Djasamen Saragih.

STATUS DERMATOLOGIS
Ruam

: papul eritem, skuama berminyak, erosi, dan ekskoriasi

Lokasi
dan kanan

: daun telinga kiri dan kanan, kepala, leher, rahang atas kiri

DD

: Dermatitis Seboroik
Psoriasis Seboroik
Tinea Fasialis

DS

: Dermatitis Seboroik

Terapi
:
Metil prednisolon 3 x 4 mg
Cetirizin 1 x 10mg
Azitromycin 1 x 250 mg
Nerilon cr
Fuson cr
Neurodex 1x1
Locoid SL
Pinetrasol gel

GAMBAR LOKALISATA

PEMBAHASAN
KASUS

TEORI

bintil- bintil merah di bagian daun


telinga kiri dan kanan, kepala, leher,
rahang atas kiri dan kanan,

Hal ini dengan sesuai teori yaitu


bahwa Lokasi yang terkena
seringkali didaerah kulit kepala
berambut, alis, lipat nasolabial,
telinga dan liang telinga,bagian
atas-tengah dada dan punggung,
lipat gluteus, inguinal, genital,
ketiak.

Pasien mengeluhkan bintil merah


yang terasa gatal. Gatal dirasakan
terus- menerus, dan semakin gatal
pada saat cuaca panas dan
berkeringat, dan bila os memakan
makanan laut (udang).

Hal ini dengan sesuai teori yaitu


dermatitis seboroik pada orang
dewasa umumnya terasa gatal dan
menyengat

Ruam yang di temukan papul


eritem, skuama berminyak, erosi,

Hal ini dengan sesuai teori yaitu


Dapat ditemukan skuama kuning

KESIMPULAN

1. Dermatitis seboroik dalah kelainan kulit papuloskuamosa


dengan predikleksi di daerah kaya kelenjar sebasea, skalp, dan
wajah.
2. Pasien wanita berusia 44 tahun di diagnosis dermatitis seboroik
3. Berdasarkan hasil anamnesis yaitu : bintil- bintil merah,
bersisik yang terasa gatal di bagian daun telinga kiri dan
kanan, kepala, leher, rahang atas kiri dan kanan, sejak 3 bulan
yang lalu, pasien mempunyai riwayat alergi terhadap makanan
laut seperti udan dan telur, dan pada pemeriksaan dermatologi
di temukan : papul eritem, skuama berminyak, erosi, dan
ekskoriasi.
4. Penatalaksanaan yang di berikan adalah metil prednisolon 3 x 4
mg, cetirizin 1 x 10 mg, azitromycin 1 x 250 mg, nerilon cr,
fuson cr, neurodex 1x1, locoid sl, pinetrasol gel.

TERIMA KASIH .