Anda di halaman 1dari 11

Manajemen Program Gizi Masyarakat

Pendahuluan
Istilah :
Makanan : food
Gizi : nutrition, zat gizi : nutrient
Kondisi gizi
Gizi seimbang : kualitatif dan kuantitatif mencukupi
Gizi kurang : kualitatif dan atau kuantitatif kurang
mencukupi
Gizi lebih : biasanya kuantitatif berlebihan
Gizi salah = malnutrition ( kelebihan / kekurangan )
Gizi kurang : kebutuhan tubuh < pemasukan
Pemasukan
( kualitatif / kuantitatif
kebutuhan ( sakit )
Pemasukan kurang, kebutuhan normal

mencukupi,

Gizi salah ( malnutrition )yg ditemukan oleh dokter merupakan


tk terakhir masalah yg sebenarnya, krn gejala klinis yg
ditemukan merupakan kumulasi dari akar permasalahan yg
kompleks.
Gizi salah dpt dibagi dlm 2 katagori : kekurangan gizi dan
kelebihan gizi.
Umumnya yg menjadi perhatian adl kekurangan gizi yg diderita
oleh masy gol menengah bawah. Sedangkan kelebihan gizi
umunya terjadi di daerah perkotaan pd gol masyarakat ekonomi
menengah atas.
Masalah pangan dan gizi masyarakat

1.

2.
3.
4.

Kurang kalori dan protein ( KKP ) / protein calorie


malnutrion (PCM) bentuknya kwashiorkor dan marasmus
atau marasmic-kwashiorkor
Kekurangan vitamin A disebut xerophthalmia
Kekurangan garam besi dan anemia gizi
Gondok endemik akibat kekurangan iodium ( GAKI )

Faktor2 penyebab kurang gizi


1. Kemiskinan : faktor ekonomi krn kekurangan daya beli
2. Faktor ekologi : kesuburan tanah, struktur tanah, iklim dll
3. Sosial budaya : adat / tabu ( culture )spt makanan lebih
diutamakan pd bapak )
4. Pengetahuan dan pengertian : cara memasak, nilai gizi ( 4
sehat 5 sempurna )
5. Pengadaan dan distribusi pangan : spt pada saat paceklik (
food supply )
6. Bencana alam
Masalah malnutrition utama di Indonesia :
1. Kekurangan energi dan protein (KEP)
Balita
Wanita hamil gol ekonomi menengah bawah
2. Kekurangan vitamin A
Anak balita : 0.7%
3. Gondok endemik ( endemic goitre ) krn kekurangan iodium
Masyarakat umum : 23.2%
4. Anemia gizi krn kekurangan zat besi
Wanita hamil : 50 70%
Wanita hamil : 30 40%
Laki laki dewasa : 20 30%
Anak balita : 30 40%
Anak sekolah : 25 35%
Pengertian Perbaikan Gizi Masyarakat
2

Kegiatan utk mengupayakan peningkatan status gizi masyarakat


dgn pengelolaan yg terkoordinasi dari berbagai kelembagaan
Pemerintah ( kesehatan, pertanian, perdagangan dll ) serta
didukung oleh peran serta aktif masyarakat
Masalah gizi ditinjau dari sudut kesehatan masyarakat
Ketidak seimbangan antara host agent dan environtment
(Segitiga epidemiologis)
Host ( inang ) : I masyarakat baik perorangan / masy luas
Agent ( penyebab ) : P
Environtment ( lingkungan ) : L fisik, kimiawi, sosekbud
I : sakit, miskin, perilaku
P : kualitatif, kuantitatif gizi makro (KH, lemah, protein), gizi
mikro ( vitamin, mineral )
L : bencana alam, tanah tak subur,
Konsep lima tingkat pencegahan dlm kesehatan masyarakat
1.
2.
3.
4.
5.

Peningkatan kesehatan ( health promotion )


Perlindungan khusus ( specific protection )
Diagnosa dini dan pengobatan tepat ( early diagnosis and
prompt treatment )
Membatasi kecacatan ( disability limitation )
Reahabilitasi ( rehabilitation )

Health promotion ( contoh )


Produksi dan pengadaan zat gizi makro & mikro memadai
Peanekaragaman menu makanan rakyat

Specific protection :
Fortifikasi garam beryodium

Suplementasi zat gizi pada bahan makanan ( enrichment ) : vit A


dosis tinggi
Early diagnoses and prompt treatment :
Pemeriksaan darah dan pemberian zat makro / mikro
Pemberian zat gizi yg sesuai dgn temuan diagnose

Disability limitation
Penyuntikan lipiodol pd seluruh masyarakat di daerah endemis
kekurangan iodium
Pengobatan yg adequat pd kasus2 yg berat ( xerophthalmia yg
berat kebutaan )

Rehabilitation
Rehabilitasi sosial : daerah bencana
Rehabilitasi medis : kebutaan

Bentuk bentuk Perbaikan Gizi Masyarakat ( secara umum )


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Usaha Perbaikan Gizi Keluarga


Usaha Perbaikan Gizi Institusi
Pencegahan dan Penanggulangan Gondok Endemik
Pencegahan dan Penanggulangan Kekurangan Vitamin A
Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Gizi
Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi
Perbaikan Makanan Bayi dan Anak

1.Usaha Perbaikan Gizi Keluarga

Pengertian :
o UPGK adl kegiatan masy yg melembaga dlm upaya
perbaikan dan peningkatan gizi keluarga

Pengorganisasian :
4

o
o

Kader gizi dari masyarakat ( RT/RW/Desa ) posyandu


Petugas Pemerintah sbg pembimbing dan pembina
( Kesehatan / puskesmas, KB, Agama, Pertanian )

Sasaran :
o Keseluruhan masyarakat, utamanya di daerah pedesaan /
masy berpenghasilan rendah di perkotaan dgn sasaran
utama / titik berat pd :
Balita
Ibu hamil dan menyusui

Bentuk kegiatan program :


o Penyuluhan
o Pelayanan

Organisasi pelaksana ( kesehatan )


o Puskesmas dgn organisasi di bawahnya : Pustu, bides,
BKIA
Rumah Sakit
Posyandu
Dll

Hasil yg diharapkan ( target program ) :


o Balita ditimbang tiap bulan pemantauan
o Balita disusui smp usia 2 thn, 6 bln pertama asi eksklusif
o Anak balita ( 1-5 th) minum vitamin A dosis tinggi setiap 6
bulan ( Febr & Agustus)
o Ibu hamil diberi tablet besi 90 tablet selama hamil
o Setiap keluarga jika memasak memakai garam beryodium
o Balita diare diobati gula-garam / oralit yg tersedia di rumah

2. Usaha Perbaikan Gizi Istitusi


5

Tujuan :
Status gizi warga dari Institusi ( pesantren, Lemb Pemasyarakan
dll ) meningkat
Kegiatan program:
Pembinaan, bimbingan dan bantuan teknis gizi kpd pengelola /
kader gizi di institusi tsb dlm memberikan makanan pada
warganya.
3. Pencegahan dan Penanggulanagan Gondok Endemik
Pengertian :
Gondok endemik : jk 10% penduduk menderita gondok akibat
kekurangan Yodium
Penyebab :
Yodium kurang dlm makanan / minuman yg dikonsumsi
penduduk
Tdp zat goitrogenik dlm bahan makanan yg dikonsumsi
Kegiatan program :
Penyuntikan minyak beryodium (lipiodol) pd semua penduduk
yg berusia : 0 14 tahun jika laki2 dan wanita usia 0 35
tahun
Distribusi garam beryodium utk konsumsi semua penduduk
4. Pencegahan dan Penanggulangan Kekurangan Vit. A
Pengertian :
Jk konsentrasi vit. A dlm darah masy
xerophthalmia dan menimbulkan kebutaan
peningkatan kesakitan dan kematian balita.

menimbulkan
disertai dgn

Kegiatan program :
Distribusi vitamin A dosis tinggi terutama pada : Semua anak
balita ( 1-5 thn ) sehat :2x/thn
Anak yg xerophthalmia : hari pertama : 1 caps, hr ke dua : 1
caps, satu bln berikutnya : 1 capsul.
Balita yg sakit ( campak, panas tg, diare ) : hri 1 : 1 caps, hr
ke 2 : 1 caps, 1 caps satu bln berikutnya.
Ibu masa nifas :1 caps. sekali
Lokasi program :
Puskesmas
Posyandu
Institusi Perawatan Balita ( BKIA)
5. Pencegahan dab Penanggulangan Anemia Gizi
Pengertian
Anemia : wanita Hb < 12 gr, laki2 Hb < 13 grm
Sebab :
Asupan kurang
Gangguan penyerapan besi dlm usus
Infestasi / infeksi parasit ( cacing )
Kegiatan program :
Pemberian tablet Fe pd bumil dan buteki
Penyuluhan makanan bersumber zat besi ( e.g. di posyandu )
Pemberian obat cacing pd anak SD
6. Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG)
Pengertian :
7

SKPG adl pengamatan situasi pangan dan gizi dlm masy yg


akan digunakan utk menetapkan kebijakan, perencanaan,
pengawasan dan penilaian program pangan dan gizi.
Kegiatan Program :
a. Sistem Isyarat Dini dan Intervensi (SIDI) :
Mengolah data sbg bahan informasi ttg status pangan dan gizi
terutama di daearh yg potensial mengalami gangguan
pangan / gizi
b. Sistem Informasi Pangan dan Gizi (SIPG) :
Mengolah, mendistribusikan informasi gizi kpd pengambil
keputusan / lembaga yg memerlukan
c. Pemantauan Status Gizi (PSG) :
Mengumpulkan, mengolah dan menyediakan informasi status
gizi masy ttg besarannya dan penyebarannya
d. Pemantauan Program Gizi (PPG) :
Mengumpulkan, mengolah dan menyediakan informasi
pelaksanaan Program Gizi.
7. Perbaikan Makanan Bayi dan Anak
Tujuan :
Memperbaiki kebiasaan pemberian makan pd balita ( 0 5 thn )
Sasaran langsung :
Bumil dan bulin
Ibu yg memp anak usia 0 24 bulan
Anggota keluarga yg mengasuh balita
Sasaran tidak langsung :
Industri pembuat makan dan minuman utk balita
Petugas kesehatan di institusi kesehatan ( BKIa, Puskesmas,
RS )
8

Masyarakat luas

Kegiatan program :
Pendidikan dan penyuluhan pd masy / petugas
Peraturan perundang-undangan : dlm promosi makanan
Peningkatan pelayanan pd masy : Pusat Penitipan Anak, Bank
ASI dll
Program Gizi di Puskesmas
Program :
a. Upaya Perbaikan Gizi Keluarga (UPGK)
b. Upaya Perbaikan Gizi Institusi
c. Upaya Penanggulangan Kelainan Gizi (KEP, AKB, KVA,
GAKY )
d. Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG)
Kegiatan & materi program :
a.

Penyuluhan gizi
Pertumbuhan dan perkembangan bayi & balita berdasarkan
KMS
Makanan sehat dgn gizi seimbang
Pentingnya ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI
Pengertian KEP, KVA, GAKY dan AGB
Pemanfaatan lahan pekarangan utk keanerkaragaman
pangan
Manfaat gizi bagi sasaran prioritas : bayi s/d 24 bln, anak
balita, usia sekolah bumil dll

b.

Deteksi dini
Pengukuran antropometri ( BB, TB, LILA )
Pemeriksaan laboratorium ( Hb, Vit A, Yodium dlm darah )
9

Menentukan status gizi : KEP balita, anemia bumil dll


Mengukur kadar yodium dlm garam dapur di masy

c.

Pelayanan gizi rawat jalan


Memberikan suplementasi gizi ( Vit A, Fe, Iodium )
Pemberian Makanan tambahan Pemulihan ( PMT-P ) bagi
penderita KEP
Menerima rujukan gizi dari masyarakat

d.

Pembinaan teknik
Posyandu : penimbangan, suplementasi gizi, penyuluhan
Institusi : sekilah, pesantren, panti asuhan
dll : spt pd
posyandu

e.

Pencatatan dan pelaporan


SKDN
Cakupan suplemnetasi gizi dll program gizi
Data konsumsi pengunjung puskesmas

f.

Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi


Pemantauan status gizi masyarakat
Pemantauan konsumsi gizi masyarakat
Pemantauan Tinggi Badan Anak Baru Masuk Sekolah
Pemantauan Indeks Masa Tumbuh ( Body Mass Index /
BMI )
Survey Kelainan Gizi
Pelacakan Kejadian Luar Biasa Gizi

Manajemen Program :
Perencanaan
Pelaksanaan
Pemantauan
Penilaian
10

Koordinasi Lintas Program & Lintas Sektoral


Melibatkan dlm Tim Pangan dan Gizi tingkat Desa dan
Kecamatan
Kerjasama dgn organisasi lain :
Organisasi Profesi
Lembaga Swadaya Masyarakat
Swasta

11