Anda di halaman 1dari 10

Manajemen KIA & KB

Manajemen Program Kesehatan Ibu dan Anak


Pendahuluan
Kesehatan ibu dan anak merupakan pelayanan kesehatan utama
dgn alas an :
Kesehatan ibu merupakan faktor terpenting dlm mengelola
kesehatan keluarga yg berpengaruh pd kelanjutan generasi
suatu bangsa.
Ibu yg sehat akan berpengaruh bagi kelangsungan janin yg
dikandungannya serta mampu utk memelihara kelangsungan
hidup anak yg dilahirkannya.
Perkembangan kesehatan balita ( terutama kesehatan syaraf
dan jiwanya ) berpengaruh pd intelegensi anak kwalitas
bangsa.
Perubahan kesehatan ibu dan balita sbg indikator terbaik utk
mengukur keberhasilan program pelayanan kesehatan.
Identifikasi masalah program

Derajat kesehatan masyarakat di Indonesia masih rendah


Rendahnya derajat kesehatan terutama oleh tingginya
kematian pada balita dan kematian ibu
AKI : 309 per seratus ribu kelahiran hidup
AKB : rata rata 40 per seribu kelahiran hidup.
Faktor faktor penyebab kematian ibu terutama oleh
perdarahan waktu melahirkan, infeksi, anemia gizi dll.
Salah satu faktor terjadinya perdarahan waktu melahirkan
adalah anemia ( kekurangan darah ) karena kekurangan besi.
Infeksi disebabkan karena persalinan yg kurang steril,
karena lebih dari 50% persalinan di pedesaan ditolong oleh
paraji tidak terlatih.

Manajemen KIA & KB

Kematian balita kebanyakan disebabkan oleh diare dan


infeksi saluran pernapasan akut ( pnemonia ) dan infeksi
lainnya dan biasanya ada hubungannya dengan penyakit yg
dpt dicegah dgn imunisasi ( spt tetanus, difteria dll )
Diare kebanyakan disebabkan oleh karena higiene
perorangan yg kurang baik dan sanitasi dasar ( penyediaan
air bersih , jamban dll ) yg tak memenuhi syarat

Tujuan Umum KIA :


kesehatan masyarakat khususnya kes. wanita usia subur dan
balita.
Ruang lingkup :
Pelayanan promotif dan preventif bagi wanita usia subur : 15
49 thn
Pelayanan promotif dan preventif balita ( 0 - <5 thn ).
Bersifat integratif ( lintas program dan lintas sektoral ).
Faktor faktor yg mempengaruhi manajemen program KIA
Dari sudut perilaku masyarakat :
Persalinan oleh tenaga non medis ( paraji ) masih tinggi.
Perkawinan usia muda ( < 17 thn )
Jarak antara dua persalinan pendek / dekat ( < 2thn )
Jumlah anak banyak ( > 4 orang )
Budaya / kepercayaan pd hal hal yg magis msh besar
Dari sudut kesehatan :
Prevalensi anemia gizi pada ibu hamil masih tinggi
Bayi baru lahir dgn berat badan rendah ( BBLR ) masih
banyak.

Manajemen KIA & KB

% penyakit menular yg dpt dicegah dgn imunisasi masih


tinggi

Dari sudut manajemen pelayanan :


Jumlah dan persebaran pelayanan serta kualitasnya masih
kurang.
Kendala geografis dan topografis yg sulit.
Jenis pelayanan :
1.
Keluarga Berencana
2.
Kesehatan ibu hamil
3.
Pertolongna persalinan oleh tenaga kesehatan
4.
Ibu masa nifas
5.
Ibu masa menyusui
6.
Bayi baru lahir 40 hari ( neonatus )
7.
Bayi < 1thn
8.
Anak balita ( < 5 thn )
9.
Anak pra sekolah ( < 7thn )
10. Pelatihan dan pembinaan paraji
Tingkat pelayanan berdasarkan atas Sistem Kesehatan :
Pelayanan kesehatan dasar ( pelayanan primer kesehatan
primer ) : puskesmas, BKIA, bidan desa, bidan swasta, dokter
umum, posyandu dll
Pelayanan rujukan tk pertama : RSUD D&C, dokter spesialis
kebidanan & anak,
Pelayanan rujukan tk ke dua : RSU kls B & A
1. Pelayanan Keluarga Berencana
Tujuan :
usia kehamilan dan persalinan pertama kali.
Menambah jarak antar dua kehamilan dan persalinan

Manajemen KIA & KB

Mengatur kehamilan dan persalinan antara usia 20 35 tahun


Menghindari jumlah anak > 4 orang.

Aspek filosofis :
Besifat sukarela utk mencapai Norma Keluarga Kecil Bahagia
dan Sejahtera. ( NKKBS )
Aspek organisatoris :
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN )
di pusat sbg penentu perencana dan kebijakan nasional
beserta organisasi di bawahnya ( Propinsi, Kabupaten-Kota,
Kecamatan, Desa/Kelurahan )
Mendata PUS, peserta KB, jenis alkon yg digunakan serta
jenis dan jumlah pelayanan KB di tiap daerah.
Pelaksana pelayanan oleh sarana pelayanan pemerintah,
lembaga soial, lembaga masyarakat, swasta perorangan
( puskesmas, bidan swasta, dokter umum / spesialis, rumah
sakit dll )
Aspek teknis medis
Mengatur kesuburan : membatasi, menghentikan atau
memperbaiki kesuburan.
Kriteria : mudah didapat, harga terjangkau, penggunaan
aman.
Kriteria pelayanan KB Mandiri :
Tak ada paksaan
Bebas memilih sarana pelayanan KB yg dikunjungi
Bebas memilih jenis alat kontrasepsi yg digunakan
Alat kontrasepsi yg digunakan
Mengatur kesuburan sementara : pil, IUD, kondom dll
Menghentikan kesuburan : KB mantap / sterilisasi : MOP /
MOW

Manajemen KIA & KB

2. Manajemen Pelayanan Kesehatan Ibu hamil ( Bumil )


Tujuan Umum :
Menjaga / memperbaiki kesehatan bumil agar kesehatan bumil
dan bayi yg dikandungnya sehat, dilahirkan sehat, tidak cacat
dgn berat badan yg ideal serta mampu menghasilkan asi yg
mencukupi.
Tujuan khusus :
Menapis ( skrining ) kehamilan risiko tinggi dan persalinan
risiko tinggi
( risti ) dan menghindari kelahiran BBLR.
Jenis pelayanan :
Promotif
Preventif
Kuratif
Risiko kehamilan / persalinan :
Usia waktu hamil ( sanggat muda / tua )
Postur tubuh ( tinggi badan ) : < 145 cm / ukuran panggul
sempit
Berat badan kurang / berlebihan
Riwayat kehamilan / persalinan sebelumnya ( perdarahan,
keracuna kehamilan / toksemia gravidarum )
Kesehatan bumil : anemia, hipertensi, diabetes melitus dll
Kriteria risti utk ditindaklanjuti :
Kehamilan risiko rendah : persalinan oleh paraji terlatih,
bidan di rumah
Kehamilan risiko tinggi : dokter umum / spesialis di
puskesmas / RSU persalinan risiko tinggi

Manajemen KIA & KB

Standar pemeriksaan kesehatan dan tindakan pada ibu


hamil di sarana pelayayan kesehatan dasar / puskesmas :

Tinggi badan & berat badan


Tinggi fundus uteri
Tekanan darah
Imunisasi TT ( TT1 pd trimester pertama, TT2 pada trimester
ke tiga
Pemberian tablet besi 90 buah ( 30 30 30 setiap tri
mester )
( biasa disebut pelayanan 5 T )

Istilah program pemeriksaan kehamilan


K1:
Pemeriksaan kesehatan bumil oleh tenaga kesehatan baik di
dalam atau di luar gedung pada trimester pertama dengan
tindakan 5 T serta digunakan utk menapis kemungkinan adanya
kehamilan risiko tinggi.
K4:
Pemeriksaan kesehatan bumil oleh tenaga kesehatan pd trimester
terakhir di dalam / di luar gedung sekurang2nya 4 kali dgn
tindakan 5 T, digunakan utk menapis kemungkinan adanya
persalinan risiko tinggi dirujuk ke sarana pelayanan lebih
tinggi.
3. Pertolongan persalinan
Tujuan :
Persalinan aman, mengurangi risiko gangguan kesehatan dan
atau kematian bagi ibu bersalin dan bayi yang dilahirkan.
Prinsip persalinan aman :

Manajemen KIA & KB

Tenaga penolong, prosedur tindakan, tempat dan waktu


pertolongan persalinan sesuai dengan kondisi ibu yang akan
melahirkan :
Prinsip tidak terlambat :
Mengambil keputusan.
Dirujuk
Dilakukan tindakan
4. Pelayanan ibu pasca persalinan ( masa nifas ) & masa
menyusui
Tujuan :
Memulihkan kembali kondisi ibu pada kondisi optimal
sebelumnya
Tindakan :
Pemeriksaan kesehatan umum ( fisik & psikologis )
Pemeriksaan obstetrik & ginekologis
Senam
Perawatan buah dada
Nasehat gizi
Pendidikan perawatan
Frekwensi :
Dua kali waktu masa nifas
Selanjutnya 1x / bln, / disesuaikan dgn keadaan

5. Pemeriksaan kesehatan neonatus

Manajemen KIA & KB

Tujuan :
Monitoring kesehatan fisik neonatus
Tindakan :
Pemeriksaan fisik
Penimbangan berat badan
Frekwensi : 2x
6. Pemeriksaan kesehatan bayi
Tujuan :
Memantau dan menjaga kesehatan bayi fisik dan psikologis
Tindakan :
Pemeriksaan fisk : berat & tinggi badan ( KMS ) ; 1X / bln
Pementauan perkembanganan motorik & kecerdasan
Imunisasi dasara lengkap : BCG (1X), DTP ( 3X), Polio ( 3X ),
Morbilli ( 1X ), Hepatitis B ( pilihan )
7. Kesehatan anak balita
Tujuan :
Pemantauan kesehatan fisik & mental
Tindakan :
Pemeriksaan fisik, motorik , kecerdasan
Penimbangnan berat badan menurut usia ( tiap bulan )
Pemberian vitamin A dosis tinggi : 2X dlm se tahun ( februari
& agustus )
Imunisasi ulangan ( booster ) : 1 X
Pelayanan integrasi lintas program :
Program P2M : imunisasi

Manajemen KIA & KB

Program gizi : pemantauan berat badan & pemberian vitamin


A

SKDN sbg indikator partisipasi masyarakat :


S : seluruh balita di satu wilayah posyandu
K : jumlah balita yang mempunyai KMS
D : jumlah balita yang datang ke posyandu sebulan sekali
N : jumlah balita yang naik berat badannya dari bulan yg lalu
K / S : % balita yg mempunyai KMS, sbg indikator sasaran
program
D / S : %, sbg indikator partisipasi masyarakat
N / S : sebagai indikator perkembangan kesehatan / gizi balita
8. Kesehatan anak pra sekolah
Tujuan :
Pemantauan kesehatan
Tindakan :
Pemeriksaan kesehatan fisik, motorik, mental
Penimbangan berat badan
Pemeriksaan gigi geligi
Pelatihan keterampilan higiene perorangan
Frekwensi : optimal 7 X / tahun
9. Pelatihan & pembinaan paraji
Tujuan :
Menurunkan risiko kematian ibu dan bayi waktu ibu bersalin
dgn meningkatkan kemampuan paraji menapis risiko persalinan
Pelatihan paraji :

Manajemen KIA & KB

10

Dilatih oleh bidan sesuai pedoman di puskesmas diberi


Dukun Kit
Dibina sebulan sekali di puskesmas ( minimal 7 X / tahun )

Tindakan oleh paraji :


Hanya diberi kewenangan persalinan ibu dgn risiko rendah
Harus mampu menetapkan ibu hamil yg mempunyai risiko
tinggi
Harus segera merujuk jika timbul kesulitan / di luar
kemampuan ke puskesmas / bidan desa
Melakukan pemeriksaan kesehatan bumil, buteki dan bayi
sesuai dgn pedoman pelatihan bisa di rumah, posyandu,
polindes.
Persalinan pendampingan oleh bidan pd kasus2 tertentu
Sasaran program :
Semua paraji sudah dilatih
Minimal 65% persalinan oleh tenaga kesehatan
Persalinan pendampingan dianggap sbg persalinan oleh
tenaga kesehatan