Anda di halaman 1dari 9

10

SUBSISTEM PELYANAN KESEHATAN PERORANGAN


Bentuk
(1) pengobatan jalan ( ambulatory services ) : pasien tidak perlu
dirawat
(2) pengobatan perawatan ( in patient services ) : pasien
ditangani secara khusus oleh petugas kesehatan :
Perawatan diRumah Sakit
Home Care
Pelayanan Kesehaan Institusi
(1) Pengobatan Jalan
Pengobatan jalan lebih utama dari pada perawatan karena :
kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran yang pesat dpt
melakukan pemeriksaan yang akurat dan pengobatan yang
tepat serta waktu yg cepat
biaya rawat lebih mahal dari pada pengobatan jalan
sarana pengobatan lebih mudah didekatkan pada masyarakat
sehingga mudah dijangkau
masyarakat
bisa diikut sertakan merawat orang sakit di
rumah.
Kegiatan upaya pengobatan jalan

Orang yang sehat


Orang yg khawatir akan kesehatannya
Orang yang sakit
Orang yang sakit berat dan perlu dirujuk

Fungsi pelayanan medis ( kedokteran pencegahan ) :


Pelayanan komprehensif

Konsepnya adalah tetap melakukan lima tindakan pencegahan :


Promotif
Proteksi spesifik
Diagnosa dini dan terapi yang tepat
Mengurangi timbulnya kecacatan
Rehabilitasi ( medik dan sosial )
Jenjang pelayanan

Tingkat pertama : dokter umum


Tingkat lanjutan : dokter spesialis
Tingkat unggulan : dokter spesialis

Bentuk pelayanan
A. Perawatan rawat jalan :
a. Praktek sendiri ( Solo practice )
Bentuk umum ( tradisional )
Ruang perawatannya bisa menyewa atau milik sendiri
Manajemen sendiri, bisa dibantu oleh perawat / bidan /
tenaga non medis
Bersifat otonom
Keuntungan :
o Bebas dari pengaruh orang lain.
o Hubungan pribadi dgn pasien lebih baik
Kerugian :
o Terisolasi dari kolega seprofesi
o Jika
memerlukan tindakan lainnya spt lab
memerlukan waktu dan dana lagi
o Titik berat pada keuntungan finansial
o Keterbatasan keuangan pada awal / akhir kariernya.
o Sulit mengatur jam kerja
b. Praktek kombinasi ( Combined practice )

Dilakukan krn perkembangan peralatan dan ilmu


kedokteran yg sangat pesat yg memerlukan biaya tinggi
dan keinginan utk bermitra ( partnerships )
Bentuk kemitraannya macam macam :
o Dokter umum dgn beberapa dokter spesialis ttt dlm
satu kelompok
o Satu macam dokter spesialis dlm satu kelompok
o Sekelompok dokter umum dlm satu kelompok
o Praktek swasta,
kelompok medis di perusahaan,
kelompok dokter di rumah sakit
Tipe kerja sama ada tiga bentuk :
o Sharing ( ambil bagian / sumbangan ) dlm fasilitas yg
digunakan bersama , biasanya dua orang dokter
berbagi tugas / waktu , utk mengurangi biaya ruang
praktek , saling menolong jika salah seorang sedang
libur. Pasien yg berobat merupakan pasien sendiri dan
honornya juga.
o Sharing dlm pendapatan ( income ) : sharing dlm
pengeluaran dan pendapatan. Perlu ada perjanjian
resmi, pasien merupakan pasien bersama. Keuntngan
dan kerugian bersama ( lebih cocok sbg praktek
berkelompok )
o Bekerja sbg pekerja ( employee ) : beberapa dokter
bekerja pada seorang dokter senior / organisasi ttt.
Tidak mempunyai sarana dan peralatan sendiri. Hanya
sebagai pekerja. Biasanya dokter spesialis baru yang
bekerja di dosennya.

c. Praktek berkelompok ( Group practice )


Dalam bentuk ini jga ada tiga model
Ada tiga bentuk praktek berkelompok
Single specialty groups : 3 5 dokter spesialis bekerja
sama
Kelompok berbagai spesialistik ( Multispecialty groups ) :
3-5 dokter yg berbeda keahliannya bekerja sama

Kelompok dokter umum (General practice groups ) :


beberapa orang dokter umum bekerja dalam satu
manajemen ( Mis. Praktek Dokter 24 jam )
Bentuk kerja samanya macam-macam :
Fee for services : pembayaran langsung dari pasien
Pre payment system ( sistem pra upaya ) : biasanya kerja
sama dengan asuransi ( lihat nanti kan dijelaskan )

Keuntungan dan kerugian :


o
o
o

Tergantung pd karakteristik individual : pribadi yang


inividualistik lebih suka mandiri.
Pengaruh sebagai yunior menghadapi senior akan lebih
menyukai berkelompok
Mereka yang sudah terkenal ( citra ) lebih suka praktek
sendiri.

Keuntungan berkelompok :
Produktivitas lebih tinggi dpd yang solo atau praktek dua
dokter
Biaya pengeluaran lebih murah
Supervisi secara profesional lebih terjamin
Pelayanan pasien lebih dapat dipertahankan
Pasien
lebih nyaman dengan pemeriksaan yang
berkesinambungan dalam satu atap
Kesempatan dokter untuk melanjutkan pendidikan
Kesempatan utk memperoleh istirahat dan rekreasi yang
pasti.
Kepastian pendapatan bagi dokter yang baru praktek
Catatan pasien lebih terpelihara
Dll

(2) Pengobatan perawatan ( Rawat inap ) :

Pendahuluan
Perawatan rawat inap dilakukan karena pasien perlu ditangani
lebih intensif, karena pasien tidak bisa menangani sendiri perlu
pengawasan dan penilaian oleh orang lain yg lebih tahu.
Pengawasannya bisa terus menerus ( menit, jam, hari ) atau
sewaktu- waktu ( minggu , bulan )
Pengawasan dan penilaian oleh tenaga profesional ( dokter,
perawat, bidan atau lainnya ) atau oleh non profesional
( keluarga atau tenaga lain yang ditunjuk )
Bentuk :
A. Perawatan Rumah sakit
B. Rumah Bersalin
C. Pelayanan Kesehatan Institusi
D. Perawatan Kesehatan di Rumah ( Home Care )
A. Perawatan Rumah Sakit
Pendahuluan
Dahulu rumah sakit merupakan tempat orang sakit yang
memerlukan perawatan yang intensif oleh tenaga profesional
Sekarang dengan kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran serta
adanya paradigma baru bahwa fungsi rumah sakit merupakan
tempat untuk meningkatkan dan mengembangkan ilmu
kesehatan dan kedokteran maka fungsi r.s. berkembang sebagai
tempat :
Perawatan kesehatan
Pendidikan bagi tenaga kesehatan
Penelitian kedokteran dan perawatan
Konsep perawatan rumah sakit :

Pelayanan terpadu bagi individu dan keluarganya ( promotive


s/d rehabilitative )
Memberdayakan pasien dan keluarganya ( hospital without
wall )
Merupakan tempat rujukan pelayanan kesehatan di bawahnya.
Filosofi rumah sakit :
Bersifat sosial ( non profit hospital )
Mencari keuntungan ( for profit hospital )
Keuntungan dan kerugian rumah sakit :
Keuntungan :
Peralatan lebih lengkap
Pelayanan lebih profesional
Diagnosa dan terapi lebih akurat sehingga penyembuhan
bisa lebih cepat
Kerugian :
Biaya pembangunan sangat mahal ( padat modal )
Biaya perawatannya sangat mahal
Memerlukan jenis tenaga yang sangat banyak ( padat
karya )
Biaya operasinya ( kegiatan )
sering lebih tinggi
dibandingkan dengan pendapatan
Harus lebih bersifat sosial
Penempatan bangunannya harus teliti agar tidak mencemari
lingkungan

Kepemilikan ( di Indonesia )
1. Pemerintah :

a. Pusat :
Departemen Kesehatan ( RSCM, RSHS )
Departemen Lain Non Kesehatan ( RS ABRI )
Perusahaan Negara ( RS Pelni )
b. Daerah :
Propinsi
Kabupaten Kota
2. Non pemerintah :
a. Lembaga Keagamaan
b. Yayasan Sosial
c. Swasta Murni ( non sosial )
Tingkat Kemampuan ( lihat Sistem Kesehatan ) Rumah Sakit
Pemerintah
Rumah Sakit Kelas A
Memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan sub spesialis
luas
Sebagai Rumah Sakit Pusat tempat rujukan tertinggi ( top
referral hospital )
Tempat pendidikan dokter s/d subspesialis
Contoh : RSCM
Rumah Sakit Kelas B
Memberikan pelayanan spesialis kedokteran luas dan sub
spesialis terbatas
Harus ada di setiap ibukota propinsi
Tempat rujukan dari rumah sakit kabupaten
Sebagai rumah sakit pendidikan ttt
Rumah Sakit Kelas C
Memberikan pelayanan spesialis terbatas sekurang
kurangnya : penyakit dalam, penyakit anak, kebidanan dan
bedah

Didirikan di ibu kota kabupaten- kota


Sebagai tempat rujukan puskesmas

Rumah Sakit Kelas D


Rumah sakit yang pelayanannya bersifat umum dan pelayanan
gigi
Bersifat transisi karena keterbatasan sumber daya untuk
menjadi RS Kelas C
Terdapat di ibu kota kabupaten
Sebagai temnpat rujukan puskesmas
Rumah Sakit Kelas E
Rumah sakit Khusus yang merawat pasien dengan penyakit
penyakit khusus
Contoh : RS Jiwa, RS Paru2, RS Jantung, RS Ibu dan Anak
dlsb.
Sifat pengelolaan dana
a. Swasta murni ( private )
Penerimaan dan pengeluaran dikelola dengan teliti agar terdapat
keuntungan bagi pemilik modal.
Kurang manusiawi di Indonesia ada UU tentang aspek sosial
rumah sakit swasta dimana sekurang-kurangnya 20% tempat
tidur bagi masyarakat kurang mampu.
b. Sosial ( public )
Penerimaan lebih kecil dari pengeluaran
Dana untuk keberlangsungan rumah sakit diperoleh dari subsidi
( pemerintah dari pajak )
Biasanya merupakan RS milik Pemda / Lemabaga Keagamaan
c. Campuran swasta dan sosial ( public private mix )
Pelayanaan sosial bersama sama dengan pelayanan swasta
( contoh tingkat kelas tempat perawatan : VIP. Kls 1 s/d kls
4)

Pasien boleh memilih : risiko membayar lebih mahal


Demi kenyaman
Pendapat dari swasta digunakan untuk subsidi bagi
pelayanan publik
Kelebihan pendapatan untuk meningkatkan mutu
pelayanan.
Merupakan kebijakan sekarang dari RS Pemerintah dan RS
Keagamaan

B. Pelayanan kesehatan di rumah ( home care )


Perawatan lanjutan dari rumah sakit atau puskesmas
( perkesmas )
Menitik beratkan pada pembinaan pasien dan keluarganya.
Pelaksana perawat kesehatan yang ditunjuk
Untuk mengurangi waktu perawatan yang tidak perlu di
rumah sakit
C. Pelayanan kesehatan institusi
Perawatan kesehatan jangka panjang
Jika dirawat di rumah sakit tidak ekonomis
Menitik beratkan pada rehabilitasi medis dan sosial
Contoh : rumah jompo, rumah buta