Anda di halaman 1dari 17

Hanya sekedar Berbagi

BERBAGI INFORMASI
Beranda
Beranda
Tentang saya

DEPRESI PASCA STROKE


WELCOME

FACTITIOUS DISORDERS
FACTITIOUS DISORDERS
I. PENDAHULUAN
Factitious disorders (FD) atau gangguan buatan adalah suatu kondisi dimana orang memperlihatkan
bahwa ia mempunyai penyakit fisik atau mental, yang mana sebenarnya dia tidak benar sakit. Para
penderita FD ini memperlihatkan sakitnya kepada orang-orang disekitar mereka yang tidak
memperhatikan mereka. Pada dasarnya FD ini berkaitan dengan kondisi psikiatrik dimana individu
berpura-pura dalam memerankan sakitnya yang maksudnya hanya untuk memperlihatkan saja.(1-4)
Pada gangguan buatan ini pasien secara sengaja menghasilkan tanda gangguan medis atau mental dan
salah menggambarkan (misrepresent) riwayat penyakit dan gejalanya. Tujuan satu-satunya yang tampak
dari perilaku adalah mendapatkan peranan dari seorang pasien. Bagi kebanyakan orang, perawatan
dirumah sakit sendiri merupakan tujuan utama dan sering kali merupakan cara hidupnya. Selain itu
diantara pasien dengan FD ada yang menantang memberi suatu masalah dengan maksud untuk
menyibukkan dan untuk memancing emosi seperti marah, frustasi atau membingungkan para dokter di
klinik. Pasien dengan FD ini selalu melanggar aturan pokok yang tidak tertulis. (2,5)
Menurut sejarah tahun 1951, seorang dokter klinik (Asher) mengungkapkan suatu kasus dari seorang
pasien yang bernama Baron Von Munchausen, mempunyai kebiasaan berpindah-pindah rumah sakit satu
ke rumah sakit lain, berpura-pura mengaku ada gejala-gejala dimana mereka mengelabui berdasarkan
riwayat pribadi. Asher memberikan nama Munchausen syndrome. (2,4,6,7) Seorang dengan Sindrom
Munchausen (SM) memenuhi kriteria sebagai berikut :
1.
1.
2.
3.
4.

Banyak memperlihatkan bekas luka operasi, khususnya pada abdomen,


Memperlihatkan kegarangan atau sikap mengelak
Memberikan suatu medical history yang dramatis dan meragukan
Usaha menyembunyikan dokumen rumah sakit seperti formulir pemberhentian atau tagihan
asuransi.

Pasien dengan FD sengaja membuat atau melebih-lebihkan gejala dari penyakit dengan berbagai cara.
Mereka bisa membuat suatu gejala, dengan melukia diri mereka sendiri atau mengubah tes seperti

mengkontaminasikan sample urine sehingga membuat supaya merka terlihat sakit dan orang lain peduli
terhadap mereka.(2)
II. EPIDEMIOLOGI
Prevalensi gangguan buatan adalah tidak diketahui, walaupun beberapa klinis percaya bahwa gangguan
ini adalah lebih sering daripada yang diketahui. Gangguan tampaknya paling sering terjadi pada laki-laki,
tetapi pada penelitian lainnya didapatkan juga banyak pada wanita. Yang pasti lebih sering pada petugas
pelayanan di rumah sakit dan kesehatan (suster) serta teknisi kesehatan. Satu penelitian melaporkan
suatu angka 9% gangguan buatan pada semua pasien yang dirawat di suatu rumah sakit dan penelitian
lain menemukan demam buatan pada 3% pada semua pasien. (5)
Di US, prevalensi dari FD belum jelas, banyak para dokter ahli percaya bahwa kondisi seperti ini kurang
ditemukan karena ini melibatkan penipuan yang disengaja, yang bisa menyebabkan suatu kesalahan dari
para medis. Sebaliknya prevalensi dari FD kronis bisa sangat banyak ditemukan beberapa kasusnya.

(2,5)

Presentasi frekwensi dari bermacam-macam penyakit yang dibuat-buat juga belum jelas. Walaupun
demikian banyak peneliti yang setuju bahwa prevalensi dari pura-pura gejala psikotik adalah sangat
rendah dibandingkan dengan prevalensi dari pura-pura gejala fisik. (5)
III. ETIOLOGI
Dasar psikodinamika dari gangguan buatan adalah tidak diketahui juga. Mereka mungkin bertahan bahwa
gejala mereka adalah fisik sehingga terapi yang berorientasi psikologis adalah tidak berguna. Dari suatu
laporan kasus menyatakan bahwa banyak pasien menderita penyiksaan atau penelantaran pada masa
anak-anak, yang menyebabkan seringnya perawatan dirumah sakit selama masa perkembangan awal.
Pada keadaan tersebut tinggal di rawat inap mungkin telah dianggap sebagai suatu pelepasan dari situasi
rumah yang traumatik dan pasien mungkin menemukan bahwa sejumlah pengasuh (seperti dokter,
perawat, dan karyawan rumah sakit) adalah orang-orang yang mengasihi dan bisa merawat mereka (1-5)
Jadi gangguan ini sebenarnya berasal dari suatu bentuk kompulsif berulang, dimana mengulang konflik
kebutuhan dasar dan mencari penerimaan dan kasih saying sambil mengharapkan bahwa mereka (orang
tua) tidak akan datang. Oleh karena itu pasien mengubah (transform) dokter dan anggota staf menjadi
orang tua yang menolak.(5)
Berdasarkan penelitian, yang menyebabkan FD ini terjadi :
Didasarkan pada tendensi kegembiraan karena menderita/disiksa (masochism)
Suatu keinginan untuk menjadi suatu pusat perhatian dan merasa dipentingkan
Suatu keinginan untuk ditanggung dan mendapatkan pemeliharaan

Suatu keinginan untuk cepat merasakan ketidakenakan (sifat mudah kena serang atau luka)
Suatu keinginan untuk mendapatkan perhatian pertama dari figure yang berwibawa (dokter), ini
merupakan suatu kepuasan akan ketrampilannya untuk menipu sang dokter. (2)
Beberapa pasien menunjukkan kepribadian yang telah mengambil identitas dari mereka yang berada
disekelilingnya (biasanya sanak-saudara yang pernah dirawat di rumah sakit dengan penyakit yang
mereka simulasi). Walaupun sebagian besar pasien bertindak sendiri, teman-teman atau sanak saudara
ikut berperan serta juga dalam membentuk penyakit pada beberapa keadaan. (5,8)
IV. DIAGNOSIS dan GAMBARAN KLINIS
Kriteria diagnostik untuk gangguan buatan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental
Disorders edisi keempat (DSM-IV) adalah sebagai berikut :
1.
2.
3.

Menimbulkan secara sengaja atau dibuat-buat tanda atau gejala fisik atau psikologis
Motivasi untuk perilaku adalah untuk mendapatkan peranan sakit (sick role)
Tidak terdapat keuntungan eksternal untuk perilaku (seperti tujuan ekonomi, menghindari tanggung jawab
hokum, atau memperbaiki kesejahteraanfisik seperti pada malingering) (2,5,9)

Penulisan berdasarkan pada jenis :


1.

GB dengan tanda dan gejala psikologis yang menonjol; jika tanda dan gejala psikologis

mendominasi gambaran klinis


2.

GB dengan tanda dan gejala fisik yang menonjol; jika tanda dan gejala disik mendominasi

gambaran klinis
3.

GB dengan kombinasi tanda dan gejala psikologis dan fisik; Jika tanda dan gejala psikologis

maupun fisik ditemukan tetapi tidak ada yang mendominasi gambaran klinis. (1-3,5,8)
Sedangkan berdasarkan PPDGJ III kriteria diagnosis untuk gangguan buatan ini :
Dengan tidak adanya gangguan fisik atau mental, penyakit atau cacat yang pasti, individu berpurapura mempunyai gejala sakit secara berulang-ulang dan konsisten.
Untuk gejala fisik mungkin dapat meluas sampai membuat sendiri irisan atau luka untuk menciptakan
perdarahan atau menyuntik diri dengan bahan beracun.
Peniruan nyeri dan penekanan adanya perdarahan dapat begitu meyakinkan dan menetap sehingga
menyebabkan diulanginya pemeriksaan dan operasi di beberapa klinik dan rumah sakit, meskipun
hasilnya berulang-ulang negative.

Motivasi untuk perilaku ini hampir selalu kabur dan dianggap fakstor internal, dan fungsi ini terbaik
diinterpretasikan sebagai suatu gangguan perilaku sakit dan peran sakit (disorder of illness behavior and
the sick role).
Individu dengan pola perilaku demikian biasanya menunjukkan sejumlah tanda dari kelainan ynag
berat lainnya dari kepribadian dan hubungan dengan lingkungan.
Perlu dibedakan dengan malingering, didefinisikan sebagai kesengajaan atau berpura-pura
membuat gejala atau disabilitas, baik fisik maupun psikologis, yang dimotivasikan oleh stress eksternal
atau insentif (kode Z76.5 dari ICD-10).
1.

Gangguan buatan dengan tanda dan gejala psikologis yang menonjol

Gejala buatan yang seringkali berupa depresi, halusinasi, gejala disosiatif dan konversi dan perilaku yang
aneh. Pasien mungkin datang dengan depresi, memberikan alasan palsu adanya kematian teman dekat
atau sanak saudara yang baru saja terjadi
Elemen dari riwayat penyakit yang dapat mengarahkan dukacita buatan adalah kematian akibat
kekerasan atau kematian berdarah, kematian dibawah keadaan yang dramatik. Pasien lain mungkin
datang dengan kehilangan daya ingat yang belum lama dan jauh atau dengan halusinasi auditorik
maupun visual.
Gejala psikologik buatan adalah menyerupai fenomena pura-pura semu(pseudomalingering), yang
dirasakan sebagai pemuasan akan kebutuhan mempertahankan citra diri yang utuh yang dapat dirusak
dengan memberikan masalah psikologis yang diluar kemampuan seseorang untuk mengatasinya melalui
usaha sadar. Pada kasus ini, penipuan adalah alat sementara untuk membantu ego. (5)
1.

Gangguan buatan dengan tanda dan gejala fisik yang menonjol

Gangguan buatan dengan tanda dan gejala fisik yang menonjol telah diberikan berbagai macam label,
yang terkenal adalah sindrom Munchausen. Gangguan ini juga disebut sebagai adiksi rumah
sakit (hospital addiction), adiksi banyak pembedahan (polysurgery addiction) dan sindrom pasien
professional. Ciri penting dari pasien dengan gangguan ini adalah kemampuan mereka untuk
menampilkan gejala fisik dengan sangat baik sehingga mereka dapat dirawat dan tinggal di rumah sakit.
Untuk mendukung riwayat penyakitnya, pasien mungkin menipu gejala yang mengarahkan pada suatu
gangguan yang dapat melibatkan suatu sistem organ. Mereka terbiasa dengan diagnosis sebagian besar
gangguan yang biasanya memerlukan perawatan di rumah sakit dan dapat memberikan riwayat yang
sangat baik yang dapat menipu klinisi yang paling berpengalaman sekalipun.

Presentasi klinis adalah bermacam-macam termasuk hematoma, hemoptisis, nyeri abdomen, mual,
muntah, pening, dan kejang. Urin dikontaminasikan dengan darah atau feses,. Antikoagulan digunakan
untuk mensimulasi gangguan perdarahan, insulin digunakan untuk menghasilkan hipoglikemia, dan
sebagainya. Pasien tersebut seringkali memaksa pembedahan, mengaku adanya perlekatan akibat
prosedur pembedahan sebelumnya. Keluhan nyeri, khususnya yang mensimulasi kolik ginjal,adalah
sering ditemukan, pada pasien yang menginginkan narkotik
Pada kira-kira setengah kasus yang dilaporkan, pasien meminta pengobatan dengan medikasi tertentu
biasanya analgesic. Jika didalam rumah sakit, mereka terus menuntut dan mempersulit. Saat tiap tes
dikembalikan dengan hasil yang negative, mereka menuduh dokternya tidak kompeten, mengncam
penuntutan, dan biasanya jadi menyerang. Beberapa tanda tampak segera setelah mereka yakin bahwa
mereka dihadapkan dengan perilaku pura-puranya. Mereka selanjutnya pergi kerumah sakit lain dalam
kota yang sama atau lain dan memulai lingkaran tersebut lagi.
Faktor predisposisi spesifik adalah gangguan fisik yang sebenarnya selama masa anak-anak yang
menyebabkan terapi medis yang luas, suatu dendam terhadap profesi medis, pekerjaan sebagai
paraprofessional medis, dan hubungan penting dengan dokter di masa lalu. (5)
1.

Gangguan buatan dengan kombinasi tanda dan gejala psikologis dan fisik

Pada gangguan buatan tipe kombinasi, ditemukan baik tanda maupun gejala psikologis dan fisik. Jika
kedua tipe tidak menonjol dalam presentasi klinis, diagnosis gangguan buatan dengan kombinasi tanda
dan gejala psikologis dan fisik harus dibuat.(5)
1.

Gangguan buatan yang tidak ditentukan

Beberapa pasien dengan tanda dan gejala buatan tidak memenuhi criteria DSM-IV untuk gangguan
buatan spesifik dan harus diklasifikasikan menderita gangguan buatan yang tidak ditentukan. Contoh
yang paling jelas dari diagnosis adalah gangguan buatan oleh orang yang dekat (factitious disorder by
proxy) yang juga dimasukkan dalam appendiks DSM-IV. Dalam diagnosis tersebut seseorang secara
sengaja menghasilkan tanda dan gejala fisik pada orang lain yang dibawah perawatan orang pertama.
Tujuan satu-satunya yang tampak dari perilaku tersebut adalah bagi pengasuh supaya secara tidak
langsung mendapatkan peranan sakit.(5,6,10)
Kasus gangguan buatan oleh orang yang dekat yang paling melibatkan seorang ibu yang menipu
personal medis supaya percaya anaknya sakit. Penipuan tersebut mungkin berupa riwayat medis yang
palsu, kontaminasi sampel laboratorium, mengganti catatan medis, atau menyebabkan cedera dan
penyakit pada anak.(3)
V. DIAGNOSIS BANDING

Tiap gangguan dimana tanda dan gejala fisik adalah menonjol, harus dipertimbangkan dalam
mendiagnosis banding, dan kemungkinan penyakit fisik yang sesungguhnya atau menyertai selalu
ditelisuri.
1.

Gangguan Somatoform

Pasien dengan gangguan ini biasanya tidak berbicara dengan teminologi klinis dan rutinitas rumah sakit.
Hipokondriasis berbeda dengan gangguan buatan dimana pasien ini tidak secara disadari memulai
produksi gejala dan hipokondriasis biasanya memiliki onset usia yang lebih tua. Seperti pada hal
gangguan somatisasi, pasien dengan hipokondriasis biasanya tidak mau menjalani prosedur yang
kemungkinan menyakitkan.(5,6)
1.

Gangguan Kepribadian

Pasien ini seringkali diklasifikasikan memiliki gangguan kepribadian antisocial; tetapi orang antisosial
biasanya tidak secara sukarela menerima prosedur invasive atau menjalani kehidupan yang ditandai oleh
perawatan di rumah sakit yang berulang dengan jangka panjang.
Karena mencari perhatian dan kadang-kadang bakat untuk hal yang dramatik, pasien dengan gangguan
buatan dapat diklasifikasikan sebagai gangguan kepribadian histrionik. Tetapi tidak semua pasien dengan
gangguan buatan memiliki bakat dramatik, banyak dari mereka adalah menarik diri dan lemah lembut. (5)
1.

Skizofrenia

Diagnosis skizofrenia seringkali didasarkan pada gaya hidup kacau dari pasien, tetapi pasien dengan
gangguan buatan biasanya tidak memenuhi kriteria diagnostik untuk skizofrenia kecuali mereka memiliki
waham yang terpaku bahwa mereka adalah benar-benar sakit dan berkelakuan atas dasar keyakinan
tersebut dengan meminta perawatan di rumah sakit.(5)
1.

Malingering

Malingering atau pura-pura sakit. Gangguan buatan harus dibedakan dari berpura-pura. Orang yang
berpura-pura memiliki suatu tujuan lingkungan yang jelas dan dapat dikenali dalam menghasilkan tanda
dan gejalanya. Mereka mungkin meminta perawatan di rumah sakit untuk mendapatkan kompensasi
financial, menghindari polisi, menghindari pekerjaan, atau semata-mata mendapatkan tempat tidur dan
tempat kosong untuk bermalam; tetapi mereka selalu memiliki akhir perilaku yang terlihat. Selain itu
mereka biasanya dapat berhenti menghasilkan tanda dan gejanya jika tidak dianggap menguntungkan
lagi atau jika resikonya terlalu tinggi dan pasien membahayakan hidup dan tubuhnya. (5,7)
1.

Penyalahgunaan Zat

Walaupun pasein dengan gangguan buatan mungkin memiliki suatu riwayat penyulit penyalahguanaan
zat, mereka seringkali tidak semata-mata dianggap sebagai penyalahgunaan obat tetapi memiliki
diagnosis yang ada bersama-sama.(5)
1.

Sindroma Ganser

Sindroma ganser, suatu keadaan kontroversial yang paling tipikal berhubungan dengan penghuni penjara,
ditandai oleh pemakaian jawaban yang mendekati. Orang dengan sindroma ini menjawab pertanyaan
sederhana dengan jawaban tidak tepat yang mengherankan. Sebagai contohnya saat ditanya tentang
warna sebuah mobil biru, orang tersebut menjawab merah. Sindroma ganser mungkin merupakan suatu
varian dari berpura-pura, dimana pasien menghindari hukuman atau tanggung jawab atas tindakannya. (5,7)
VI. PENATALAKSANAAN
Mengobati gangguan buatan ini tidak ada terapi psikiatrik khusus yang efektif. Pasien dengan gangguan
mensimulasi penyakit berat, meminta dan mengajukan terapi yang tidak diperlukan, yang mana dalam
waktu yang sama pasien tersebut menyangkal pada dirinya sendiri dan orang lain tentang penyakitnya
yang benar. Jadi otomatis pasien menghindari terapi dengan jalan secara tiba-tiba meninggalkan rumah
sakit atau tidak datang pada perjanjiaan follow-up.(5,6)
Dari penjelasan ini, disimpulkan bahwa terapi paling baik adalah dalam bentuk penatalaksanaan, bukan
dengan penyembuhan. Satu hal yang paling penting diutamakan untuk keberhasilan penatalaksanaan
adalah dengan pengenalan awal dokter terhadap gangguan tersebut. (3,5)
Pengenalan awal dokterr terhadap gangguan buatan; selanjutnya dokter dapat mencegah pasien
menjalani prosedur diagnostik yang menyakitkan dan membahayakan. Ini dapat terwujud dari hubungan
yang baik antara dokter psikiatrik maupun staf medis dengan pasien.
Reaksi pribadi dari dokter dan anggota staf medis merupakan hal yang penting juga dalam mengobati
dan menegakkan hubungan kerja dengan pasien. Anggota staf harus menerima dengan jujur pernyataan
dari pasien.
Dokter tidak boleh merasa marah jika pasien menghina kecakapan diagnostiknya, dan yang paling
harus dihindari permusuhan dengan pasien yang menyebabkan mereka lari dari rumah sakit. Hal ini bisa
terjadi karena dokter merasa dibohongi dan ditipu.
Penggunaan metode konfrontasi adalah kontroversial, akan tetapi pada suatu waktu dalam mengobati
pasien harus dibuat menghadapi kenyataan.
Walaupun beberapa kasus psikoterapi individual telah dilaporkan dalam literature, tidak ada kesesuain
pendapat tentang pendekatan yang terbaik. Pada umumnya, bekerja sama dengan dokter primer adalah
lebih efektif dibandingkan bekerja dengan pasien sendirian. (5,6)
VII. PROGNOSIS

Prognosis pada sebagian besar kasus adalah buruk. Beberapa pasien biasanya menghabiskan waktu
dipenjara, hal ini biasanya karena tindak kriminal ringan, seperti pencurian, penggelandangan, dan
kelakuan yang terganggu. Pasien juga memiliki perawatan dirumah sakit psikiatrik yang intermiten. (3,5)
Walaupun tidak ada data yang bisa menguatkan hasil akhir dari pasien, beberapa diantaranya bisa terjadi
meninggal akibat medikasi, instrumentasi atau pembedahan yang tidak diperlukan. Dalam hal ini pasien
seringkali melakukan simulasi yang sangat pandai dan mengambil resiko, beberapa pasien mungkin
meninggal tanpa dicurigai adanya gangguan.(5)

HOME

UMUM

KEHAMILAN

ANAK

WANITA

SEKSOLOGI

NUTRISI

REMAJA

PRIA

Gangguan Buatan
DEFINISI
Gangguan buatan adalah gangguan mental yang serius di mana seseorang menipu orang lain
dengan tampil sakit, oleh sengaja sakit, atau dengan mencederai diri sendiri. Gejala gangguan
buatan dapat berkisar dari ringan (sedikit gejala yang dilebih-lebihkan) hingga berat (sebelumnya
disebut sindrom Munchausen). Orang mungkin membuat gejala atau bahkan mengutak-atik tes
medis untuk meyakinkan orang lain bahwa pengobatan, seperti operasi berisiko tinggi,
diperlukan.
Sebuah gangguan buatan tidak sama dengan menciptakan masalah medis untuk manfaat praktis,
seperti keluar dari pekerjaan atau memenangkan gugatan. Meskipun orang-orang dengan
gangguan buatan tahu mereka menyebabkan gejala atau sakit mereka, mereka mungkin tidak
mengerti alasan untuk perilaku mereka.
Gangguan buatan adalah hal misterius dan sulit diobati. Namun, bantuan medis dan psikologis
sangat penting untuk mencegah cedera serius dan bahkan kematian yang disebabkan oleh
menyakiti diri sendiri akibat gangguan ini.
GEJALA
Gejala gangguan buatan melibatkan meniru atau menciptakan penyakit atau cedera. Orang
tersebut berusaha keras agar penipuan mereka tidak diketahui orang lain, sehingga mungkin sulit
untuk menyadari bahwa gejala mereka sebetulnya merupakan bagian dari gangguan mental yang
serius.

Gangguan buatan berdampak pada gangguan lain (sebelumnya disebut sindrom Munchausen
oleh proxy) adalah ketika seseorang membuat orang lain sakit, dan membutuhkan perhatian
medis. Biasanya ini melibatkan orang tua yang menyakiti anaknya. Bentuk pelecehan anak dapat
menempatkan anak dalam bahaya serius dari cedera atau perawatan medis yang tidak perlu.
Tanda-tanda gangguan buatan dan gejala mungkin termasuk :

Masalah medis pintar dan meyakinkan

Sering rawat inap

Gejala tidak jelas atau tidak konsisten

Kondisi yang memburuk tanpa alasan yang jelas

Kondisi yang tidak merespon seperti yang diharapkan untuk terapi standar

Semangat untuk sering melakukan pengujian atau operasi berisiko

Pengetahuan yang luas tentang istilah medis dan penyakit

Mencari pengobatan dari banyak dokter atau rumah sakit yang berbeda, yang mungkin
termasuk menggunakan nama palsu

Memiliki beberapa pengunjung saat dirawat di rumah sakit

Keengganan untuk memungkinkan para profesional kesehatan untuk berbicara dengan


keluarga atau teman-teman atau penyedia perawatan kesehatan lainnya

Berdebat dengan staf rumah sakit

Sering meminta penghilang rasa sakit atau obat lain

Bagaimana
orang-orang
dengan
gangguan
buatan
penyakit
palsu
Karena orang-orang dengan gangguan buatan ahli dalam hal berpura-pura membuat gejala dan
penyakit atau menimbulkan luka nyata pada diri mereka sendiri, mungkin sulit bagi para
profesional medis dan orang-orang tercinta untuk mengetahui apakah penyakit itu nyata atau
tidak.
Orang dengan gangguan buatan membuat gejala atau penyebab penyakit dalam beberapa cara,
seperti :

Melebih-lebihkan gejala yang ada. Bahkan ketika kondisi medis yang sebenarnya ada,
mereka mungkin melebih-lebihkan gejala muncul lebih sakit atau lebih mengganggu dari
yang sebenarnya.

Membuat riwayat medis palsu. Mereka mungkin memberikan orang-orang terkasih,


penyedia layanan kesehatan atau kelompok dukungan riwayat medis yang palsu, seperti
mengaku pernah memiliki kanker atau AIDS. Atau mereka mungkin memalsukan catatan
medis untuk menunjukkan suatu penyakit.

Memalsukan gejala. Mereka mungkin membuat gejala palsu, seperti sakit perut, kejang
atau pingsan.

Membahayakan diri sendiri. Mereka mungkin membuat diri mereka sakit, misalnya,
dengan menyuntikkan diri dengan bakteri, susu, bensin atau feses. Mereka mungkin
melukai, memotong atau membakar diri mereka sendiri. Mereka mungkin mengambil
obat, seperti pengencer darah atau obat diabetes, untuk meniru penyakit. Mereka juga
dapat mengganggu penyembuhan luka, seperti membuka kembali atau menginfeksi luka.

Merusak. Mereka mungkin memanipulasi alat-alat medis untuk merubah hasil, seperti
memanaskan termometer. Atau mereka mungkin mengutak-atik tes laboratorium, seperti
mencemari sampel urin mereka dengan darah atau zat lain.

Kapan
Anda
harus
ke
dokter
?
Orang dengan gangguan buatan mungkin menyadari risiko cedera atau bahkan kematian akibat
menyakiti diri atau perawatan yang mereka cari. Namun, mereka tidak dapat mengendalikan
perilaku kompulsif mereka dan tidak mungkin untuk mencari bantuan. Bahkan ketika
dihadapkan dengan bukti seperti rekaman video bahwa mereka menyebabkan penyakit
mereka, mereka sering menyangkal dan menolak bantuan psikiater.
Jika Anda berpikir orang yang Anda cintai mungkin melebih-lebihkan atau berpura-pura tentang
masalah kesehatannya, mungkin akan membantu jika Anda mencoba percakapan lembut tentang
keprihatinan Anda. Cobalah untuk menghindari kemarahan, penilaian atau konfrontasi.
Menawarkan dukungan, perhatian dan, jika mungkin, membantu dalam menemukan pengobatan.
Jika orang yang Anda cintai menyebabkan cedera yang ditimbulkan sendiri atau mencoba bunuh
diri, hubungi 911 atau bantuan medis darurat atau, jika Anda dapat dengan aman melakukannya,
bawalah dia ke ruang gawat darurat segera.
PENYEBAB
Penyebab gangguan buatan tidak diketahui. Namun, orang-orang dengan gangguan ini mungkin
telah mengalami penyakit parah ketika mereka masih muda atau mungkin mendapat kekerasan
secara emosional atau fisik.
Faktor
Risiko
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko pengembangan gangguan buatan, termasuk :

Trauma masa kanak-kanak, seperti kekerasan secara emosional, fisik atau seksual

Sebuah penyakit serius selama masa kanak-kanak

Seorang kerabat dengan penyakit serius

Rasa identitas atau harga diri yang buruk

Kehilangan orang yang dicintai melalui kematian, sakit atau ditinggalkan sejak awal
kehidupan

Keinginan tak terpenuhi untuk menjadi seorang dokter atau kesehatan profesional lainnya

Bekerja di bidang perawatan kesehatan

Gangguan kepribadian

Gangguan buatan dianggap langka, tapi tidak diketahui ada berapa banyak orang yang
mengalami gangguan tersebut. Beberapa orang menggunakan nama palsu untuk menghindari
deteksi, beberapa kunjungan ke banyak rumah sakit dan dokter yang berbeda, dan beberapanya
tidak pernah ditemukan semua yang membuat sulit untuk membuat perkiraan yang dapat
diandalkan.
Komplikasi
Orang dengan gangguan buatan bersedia mempertaruhkan hidup mereka untuk terlihat sakit.
Mereka sering memiliki gangguan mental lain juga. Akibatnya, mereka menghadapi banyak
kemungkinan komplikasi, termasuk :

Cedera atau kematian dari kondisi medis diri sendiri secara sengaja

Masalah kesehatan yang parah dari operasi yang tidak perlu atau prosedur lainnya

Kehilangan organ atau anggota tubuh dari operasi yang tidak perlu

Alkohol atau penyalahgunaan zat lainnya

Masalah yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, hubungan dan kerja

Persiapan
Sebelum
ke
Dokter
Seseorang dengan gangguan buatan mungkin pertama kali dapat menerima perawatan untuk
kondisi ini ketika penyedia layanan kesehatan menimbulkan kekhawatiran bahwa masalah
psikologis mungkin menjadi faktor dalam penyakit tersebut. Jika orang tercinta Anda memiliki
gejala yang mengindikasikan gangguan buatan, penyedia layanan perawatannya dapat

menghubungi Anda terlebih dahulu untuk berbicara tentang riwayat kesehatan orang yang Anda
cintai.
Jika Anda berpikir orang terkasih Anda mungkin memiliki gangguan buatan, hubungi penyedia
perawatannya dan memulai percakapan sendiri. Berikut beberapa informasi untuk membantu
Anda bersiap-siap untuk konsultasi itu.
Apa
yang
dapat
Untuk mempersiapkan konsultasi, buatlah catatan tentang :

Anda

lakukan?

Riwayat kesehatan orang terkasih Anda serinci mungkin. Cobalah untuk memasukkan
sebanyak mungkin mengenai keluhan kesehatan, diagnosa, perawatan medis dan
prosedur orang terkasih Anda. Jika Anda memiliki nama dan kontak informasi untuk
perawat kesehatan profesional atau fasilitas yang menyediakan perawatan, bawalah data
tersebut bersama Anda.

Setiap perilaku atau keadaan saat ini yang Anda amati yang menyebabkan Anda khawatir
bahwa orang terkasih Anda mungkin memiliki gangguan buatan.

Hal-hal penting dari sejarah pribadi orang terkasih Anda, termasuk kekerasan atau trauma
lain yang terjadi selama masa kanak-kanak dan masalah signifikan baru-baru ini.

Obat yang saat ini dikonsumsi orang terkasih Anda, termasuk suplemen dan over-thecounter dan obat resep, serta dosisnya.

Pertanyaan Anda untuk penyedia layanan kesehatan sehingga Anda konsultasi Anda
berjalan efektif.

Untuk gangguan buatan, beberapa pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter Anda meliputi :

Apa yang mungkin menyebabkan gejalanya?

Apakah ada kemungkinan penyebab lain?

Bagaimana Anda akan menentukan diagnosis?

Apakah kondisi ini kemungkinan sementara atau tahan lama?

Perawatan apa yang direkomendasikan untuk mengatasi gangguan ini?

Seberapa tinggi kemungkinan pengobatan bisa memperbaiki gejala?

Bagaimana Anda akan memantau kesejahteraan orang terkasih saya dari waktu ke waktu?

Apakah Anda berpikir terapi keluarga akan membantu dalam hal ini?

Apa langkah selanjutnya yang harus kami ambil?

Apa
yang
dapat
diharapkan
Dokter mungkin menanyai Anda sejumlah pertanyaan, termasuk :

dari

dokter?

Cedera atau penyakit apa yang baru-baru ini dikeluhkan orang terkasih Anda?

Cedera atau penyakit apa yang pernah menyebabkannya perlu menjalani perawatan?

Apakah dia didiagnosis dengan masalah kesehatan tertentu?

Perawatan apa yang pernah dijalaninya, termasuk obat-obatan dan operasi?

Seberapa sering dia mengganti dokter atau rumah sakit di masa lalu?

Apakah ada penyedia perawatan medis, teman atau keluarga yang memiliki kekhawatiran
bahwa dia yang menyebabkan atau memberikan kontribusi untuk penyakitnya sendiri?

Bagaimana gejala yang dialaminya mempengaruhi karier dan hubungan pribadinya?

Apakah Anda tahu jika ia pernah mencederai diri sendiri atau mencoba bunuh diri?

Apakah Anda tahu jika dia pernah disiksa atau diabaikan saat masa kanak-kanak?

Apakah ia menderita trauma lain, seperti penyakit serius atau kehilangan orang tua,
selama masa kanak-kanak?

Apa lagi yang membuat Anda menduga bahwa dia mungkin memiliki gangguan buatan?

Apakah Anda berbicara dengannya tentang keprihatinan Anda?

Tes
dan
Diagnosis
Mendiagnosis gangguan buatan seringkali sangat sulit. Orang dengan gangguan buatan ahli
dalam memalsukan banyak penyakit dan kondisi yang berbeda. Dan seringkali memiliki kondisi
medis yang nyata dan bahkan mengancam jiwa, meskipun kondisi ini mungkin akan merugikan
diri sendiri.
Penggunaan seseorang dari beberapa penyedia layanan kesehatan dan rumah sakit, penggunaan
nama palsu, dan peraturan privasi dan kerahasiaan dapat mempersulit dalam mengumpulkan
informasi tentang pengalaman medis sebelumnya atau bahkan tidak mungkin.
Penyedia perawatan kesehatan mungkin menduga gangguan buatan ketika :

Riwayat medis seseorang tidak masuk akal

Tidak ada alasan terpercaya tentang keberadaan penyakit atau cedera

Penyakit tidak mengikuti pola biasa

Ada kurangnya penyembuhan tanpa alasan yang jelas, meskipun perawatan yang tepat

Ada gejala atau hasil tes lab yang bertentangan atau tidak konsisten

Tertangkap dalam tindakan berbohong atau menyebabkan cedera

Untuk membantu menentukan apakah seseorang memiliki gangguan buatan, penyedia kesehatan
mental melakukan wawancara rinci dan menjalankan tes untuk kemungkinan masalah fisik.
Untuk dapat didiagnosis dengan gangguan buatan, seseorang harus memenuhi kriteria dalam
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang diterbitkan oleh American
Psychiatric Association. Kriteria DSM untuk gangguan buatan (sebelumnya, ketika berat, disebut
sindrom Munchausen) meliputi :

Membuat tanda-tanda atau gejala fisik atau psikologis atau menyebabkan cedera atau
penyakit dengan maksud yang disengaja untuk menipu

Berpura-pura menjadi sakit atau terluka atau mengalami masalah fungsi

Melanjutkan dengan penipuan, bahkan tanpa menerima manfaat atau imbalan yang pasti

Perilaku tidak baik dijelaskan oleh gangguan mental lain, seperti gangguan delusional
atau gangguan psikotik lain

Kriteria DSM untuk gangguan buatan berakibat pada yang lain (sebelumnya disebut sindrom
Munchausen oleh proxy) meliputi :

Membuat tanda-tanda atau gejala fisik atau psikologis atau menyebabkan cedera atau
penyakit pada orang lain dengan maksud untuk menipu

Memperlihatkan kepada orang lain sebagai orang sakit, terluka atau mengalami masalah
fungsi

Melanjutkan dengan penipuan, bahkan tanpa menerima manfaat atau imbalan yang pasti

Perilaku tidak baik yang dijelaskan oleh gangguan mental lain

Perawatan
dan
Obat-obatan
Pengobatan gangguan buatan seringkali sulit, dan tidak ada terapi standar. Karena orang-orang
dengan gangguan buatan ingin merasa sakit, mereka sering tidak mau mencari pengobatan untuk
gangguan ini. Namun, jika didekati dengan lembut, cara tidak menghakimi, orang dengan
gangguan buatan mungkin setuju untuk dirawat oleh penyedia kesehatan mental.
Tuduhan langsung gangguan buatan dapat membuat penderitanya marah dan defensif,
menyebabkan dia tiba-tiba mengakhiri hubungan dengan penyedia layanan kesehatan atau rumah
sakit dan mencari pengobatan di tempat lain. Jadi penyedia perawatan kesehatan mungkin
mencoba untuk menciptakan sebuah ide yang membuatnya mengakui bahwa gejala tersebut
hanya pura-pura.
Sebagai contoh, penyedia perawatan kesehatan mungkin meyakinkan orang yang Anda cintai
yang tidak memiliki penjelasan untuk gejala medis stres dan menunjukkan bahwa stres dapat,
pada kenyataannya, bertanggung jawab untuk beberapa keluhan fisik. Atau, penyedia perawatan
dapat memintanya setuju bahwa, jika satu atau dua perawatan medis selanjutnya tidak bekerja,
mereka akan mengeksplorasi gagasan bersama-sama bahwa mungkin ada penyebab psikologis
untuk penyakit. Atau, penyedia akan mencoba untuk mengarahkan orang yang Anda cintai
menuju perawatan dengan penyedia kesehatan mental.
Pengobatan sering berfokus pada pengelolaan kondisi, daripada mencoba untuk
menyembuhkannya. Pengobatan umumnya meliputi terapi bicara (psikoterapi) dan konseling
perilaku. Jika memungkinkan, terapi keluarga juga mungkin disarankan.
Obat dapat digunakan untuk mengobati gangguan mental lainnya yang juga hadir, seperti depresi
atau kecemasan. Pada kasus yang parah, perawatan di rumah sakit jiwa sementara mungkin
diperlukan.
Gaya
Hidup
dan
Pengobatan
Rumah
Selain perawatan profesional, tips ini dapat membantu orang yang memiliki gangguan buatan :

Tetaplah pada rencana pengobatan Anda. Menghadiri janji terapi dan mengambil obat
apapun seperti yang diarahkan. Jika Anda merasakan dorongan untuk menyakiti diri
sendiri atau menyebabkan diri Anda menjadi sakit, berbicara jujur dengan terapis atau
dokter perawatan primer untuk cara yang lebih baik untuk mengatasi emosi Anda.

Memiliki perawat medis pribadi. Memiliki satu penyedia perawatan kesehatan primer
yang dipercaya untuk mengelola perawatan medis Anda, daripada mengunjungi berbagai
penyedia, spesialis dan dokter bedah.

Ingat risiko. Ingatkan diri Anda bahwa Anda bisa menghadapi cedera permanen atau
bahkan kematian setiap kali Anda menyakiti diri sendiri atau memiliki tes berisiko atau
operasi sia-sia.

Jangan lari. Menahan dorongan diri untuk menemukan penyedia layanan kesehatan baru
atau melarikan diri ke sebuah kota baru di mana para profesional medis tidak menyadari
latar belakang Anda. Terapis Anda dapat membantu Anda mengatasi dorongan kuat.

Terhubung dengan seseorang. Banyak orang dengan gangguan buatan kekurangan


sahabat dan hubungan lainnya. Cobalah untuk menemukan seseorang yang bisa menjadi
tempat curhat, berbagi saat menyenangkan dan menawarkan dukungan Anda sendiri.

PENCEGAHAN
Karena penyebab gangguan buatan tidak diketahui, saat ini tidak ada cara yang diketahui untuk
mencegahnya. Pengakuan dan pengobatan gangguan buatan lebih awal dapat membantu
menghindari tes dan pengobatan yang tidak perlu dan berpotensi membahayakan diri