Anda di halaman 1dari 7

Review Bab 8

Penangkal Petir dan Lift

Penangkal Petir (Grounding System)

Petir yang terjadi dekat dengan tempat kita berada sering merasakan adanya semacam
sengatan listrik ke tubuh kita. Secara teoritis petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara
awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak
terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya
sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan
positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar,
maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron). dimana muatan akan diteruskannya ke
bumi.Karena sifat petir adalah meneruskan muatan ke bumi, maka muatan akan mengejar tempat
paling dekat padanya sebagai penghantar ke bumi.
Untuk mengantisipasi resiko bilamana petir berada dekat rumah kita, perlu membuat sistim
penangkal petir (grounding system) di rumah kita. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi resiko
kita dari sambaran petir dan juga barang barang elektronik dari arus lebih yang diakibatkan oleh
petir yang mengenai sekeliling rumah. Tetapi dengan pembuatan penangkal petir berarti bukan
100% membuat kita aman dari resiko petir tersebut. Secara umum bagian instalasi penangkal petir
konvensional yang bisa diterapkan di bangunan rumah tinggal dan sistim pemasagan penangkal petir
adalah sebagai berikut :
1) Batang Penangkal Petir, sering disebut Splitzen.
2) Pengkabelan (Konduktor). Adalah merupakan penghantar aliran dari penangkal petir
ke pembumian (pentanahan). Kable yang digunakan untuk yang jauh dari jangkauan
biasanya jenis kabel BC ( kabel tembaga terbuka) dan untuk yang mudah dalam
jangkauan menggunakan kabel BCC atau NYY (kabel tembaga terbungkus).
3) Terminal,
4) Pembumian/ Pentanahan. Adalah bagian yang meneruskan hantaran ke tanah.
Menggunakan sejenis pipa tembaga (cooper rod) diameter 1/2 inch panjang 3-4 m.

Sistim Pemasangan Instalasi Penangkal Petir dan Pembumian :


1. Splitzen adalah bagian yang ditempatkan ditempat tertinggi di atas bangunan rumah
. Dapat juga dilakukan denganmenambah ketinggian dengan menambah pipa
untuk mendapatkan radius yang lebih besar dari sambaran petir. Bahan yang
digunakan adalah dari batang tembaga, saat ini jenis splitzen ini ada berbagai
macam dipasaran ada jenis splitzen tunggal ataupun bentuk trisula. Spliten
dihubungkan ke terminal atau langsung ke pipa tembaga dengan kabel BC 50 mm .

2. Untuk keamanan barang barang elektronik didalam rumah, anda bisa memasangkan
sub terminal dengan menggunakan plat tembaga dengan ukuran kira kira 5 cm x 20
cm. Kemudian sub terminal ini diintegrasikan ke Terminal dengan menggunakan
kabel BCC/ NYY 15 mm.
3. Untuk mengamankan tegangan lebih dari jaringan listrik, anda bisa menambah
arester di sistim instalasi listrik , dimana arester kemudian di hubungkan ke
terminal grounding dengan menngunakan kabel BC/NYY ukuran 15 mm.
4. Terminal adalah pusat yang menghubungkan beberapa kabel sebelum diteruskan ke
pembumian / pentanahan. Bahan terminal dapat menggunakan plat tembaga dengan
ukuran 10 x 30 cm.Terminal bisa dibuatkan diluar bangunan rumah dengan
menempatkannya di sebuah bak kontrol. Kemudian terminal dihubungkan ke sistim
pembumian dengan menggunakan kabel BC ukuran 50 mm.
5. Sebagaimana persyaratan dalam pentanahan dimana dianjurkan nilai tahanan sitim
pembumian adalah dibawah 3 ohm untuk kemanan barang-barang elektronik . Pada
dasarnya untuk sistim pembumian yang bagus adalah berhubungan dengan tanah
dimana pipa dipasangkan, dimana kekedapan tanah yang tinggi adalah tempat yang
paling bagus untuk mendapatkan nilai tahanan pembumian yang rendah. Dianjurkan
tidak menanam pipa didaerah berpasir ataupun berbatu, karena biasanya nilai
tahanan pembumian akan semakin tinggi.

6. Untuk
mendapatkan
hasil yang maksimal
anda bisa menambahkan
beberapa pipa tembaga
yang
saling
terintegarasi. Atau cara
lain bisa dilakukan
dengan
menanam
pipa
dalam hingga
lebih dari 20 m.
Bilamana nilai tersebut tidak dapat dicapai, sitim pembumian dapat ditambahkan
dengan memasangkan cooper plate yang ditanamkan bersamaan dengan bentonite.
-

Jenis penangkal petir external


1) Penangkal Petir Pasif ( Faraday / Franklin )
Penangkal Petir Faraday atau Franklin atau biasa di istilahkan Penangkal Petir
Pasif atau istilah umumnya penangkal petir konvensional. Penangkal Petir Elektrostatik
atau Membran Sistem atau biasa disebut Penangkal Petir Aktif atau istilah umumnya
penangkal petir modern Jenis penangkal petir ini menunggu sambaran petir yang
mengenainya kemudian menyalurkan seluruh energinya ke tanah , bentuk perlindungannya
seperti kerucut dengan sudut radius 45 derajat. Penempatan haruslah sangat tepat dengan
melihat beberapa faktor kemungkinan sambaran petir dari dasar kemungkinan ini maka
letak pemasangan penangkal petir bisa dengan berbagai bentuk Runcing menjulang tinggi
seperti stik pancing. Runcing tapi pendek dengan kabel penghantar di pasang mendatar
mengikuti sisi luar bangunan untuk bangunan berstruktur besi / baja bisa pula hanya
memasang ujung runcing di sisi atas tanpa jarak standart ( berjauhan ) dan tanpa kabel
penghantar , sedangkan penghantarnya memanfaatkan struktur besi saja dan di sisi kaki HBeam di pasang grounding.

2) Penangkal Petir Aktif ( Elektrostatic )


Untuk Penangkal petir jenis ini akan memiliki radius perlindungan yang lebih
besar dan berbentuk seperti Payung , kemampuan radius yang beras ini di hasilkan dari
penyerapan energi yang disebabkan oleh awan hujan oleh unit ini. Kedua jenis Penangkal
Petir tersebut bisa di pasang dan diaplikasikan dimana saja , tergantung dari kebutuhan dari
sebuah bangunan dan tergantung keefektifannya. Untuk bangunan dengan area yang tidak
begitu luas/sempit ( rumah tinggal ) pemasangan Faraday atau franklin sistem sudah

memadai tetapi untuk bangunan yang mempunyai area yang cukup luas misalnya seperti
gedung pada kawasan industri , daerah perkebunan , padang Golf . pemasangan jenis
elektrostatik system sangatlah ideal dan cocok untuk bangunan seperti ini.

Perbedaan kerja antara kedua jenis penangkal petir:

Lift

Lift adalah angkutan transportasi vertikal yang digunakan untuk mengangkut orang atau
barang. Lift umumnya digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi; biasanya lebih dari tiga atau
empat lantai. Gedung-gedung yang lebih rendah biasanya hanya mempunyai tangga atau eskalator.
Lift-lift pada zaman modern mempunyai tombol-tombol yang dapat dipilih penumpangnya sesuai
lantai tujuan mereka, Terdapat tiga jenis mesin, yaitu Hidraulic, Traction atau katrol tetap, dan Hoist
atau katrol ganda, Jenis hoist dapat dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu hoist dorong dan hoist tarik.
Jenis, macam dan fungi Lift :
1. Lift Penumpang
Berfungsi untuk mengangkut penumpang dan mempunyai bukaan pintu center opening
(co).

Gambar Lift Penumpang


2. Lift Observation
Adalah sama dengan lift penumpang namun pada sisi belakangnya terbuat dari kaca dan
ruang luncurnya juga di design dari kaca yang berfungsi untuk menampilkan keindahan
design arsitektur dan memberikan kenyamanan penumpang kereta karena dapat melihat tata
letak ruang dalam bangunan.
3. Lift Barang atau biasa disebut Lift Service
Berfungsi untuk mengangkut barang dalam jumlah dan berat yang tertentu dan
mempunyai bukaan pintu side opening (so), dalam keadaan darurat atau kebakaran, lift
barang harus dapat difungsikan sebagai lift kebakaran.

Gambar Lift Barang


4. Lift pasien biasa disebut Lift Bed
Mempunyai bukaan pintu side opening (so) pada 2 (dua) sisi yaitu muka dan belakang
(through door) berfungsi untuk mengangkut patient stretcher (brandkar) sehingga diperlukan
ukuran ruang kereta sebesar l =1.500 mm d = 2.300 mm.

Gambar Lift Pasien


5. Lift Automobile
Berfungsi untuk mengangkut kendaraan (mobil) sehingga memerlukan ukuran ruang
kereta sampai l =2.750 mm d =6.300 mm tergantung peruntukan jenis mobil yang akan

diangkut. Lift ini berkecepatan rendah yaitu 20, 30, 45 mpm dan mempunyai sistem bukaan
pintu atas bawah dengan 2 (dua) atau 3 (tiga) panel pintu.

Gambar Lift Automobile


6. Lift fire.
Dalam keadaan darurat/kebakaran, minimal satu diantara jajaran lift harus dapat
dipergunakan untuk evakuasi ataupun transportasi bagi fire brigade. Lift yang berfungsi juga
sebagai lift fire adalah lift service atau disebut juga lift barang. Karena kebutuhannya maka
dinding ruang luncur, kamar mesin lift, pintu lift dan saluran kabel power harus tahan api
selama minimal 1 jam, sedangkan pada lobby lantai dasar didekat lift fire harus dipasang fire
man switch untuk keperluan operasional petugas fire brigade.
-

Penggunaan lift pada bangunan bertingkat dibagi menjadi :


Bangunan rendah sampai 6 lantai,
Mengunakan kereta kapasitas 300 kg ~ 1.000 kg dengan kecepatan 60 mpm atau 75
mpm.
Bangunan menengah rendah 6 ~ 20 lantai,
Mengunakan kereta kapasitas 1.000 kg ~ 1.150 kg dengan kecepatan 90 mpm atau 105
mpm.
Bangunan menengah tinggi 20 ~ 30 lantai,
Mengunakan kereta kapasitas 1.150 kg ~ 1.350 kg dengan kecepatan 120 mpm atau 150
mpm.
Bangunan tinggi diatas 20 lantai,
Mengunakan kereta kapasitas 1.350 kg ~ 1.600 kg dengan kecepatan 150 mpm ~ 300
mpm.