Anda di halaman 1dari 13

TUGAS III

METODOLOGI PENELITIAN SISTEM INFORMASI

JUDUL:
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
CU ARIH ERSADA DESA GAJAH

DISUSUN OLEH:
Enny Apulina Surbakti
122112215
AIS-A Pagi

JURUSAN SISTEM INFORMASI


STMIK MIKROSKIL
2015

1. Latar Belakang
Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan indikator keberhasilan pembangunan
ekonomi suatu negara (Todaro & Michael, 2006). Oleh karena itu, setiap negara
menginginkan perubahan ekonomi nagaranya kearah yang lebih baik lagi termasuk Indonesia.
Menurut data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) No. 17/02/Th.XVIII, 5 Februari
2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014 mencapai angka terendah selama lima
tahun terakhir, yaitu sebesar 5,02 persen (Badan Pusat Statistik, 2015). Ditengah keadaan
perekonomian Indonesia yang sedang menurun, banyak lembaga lembaga keuangan yang
bermunculan yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas
nasional ke arah peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu lembaga keuangan yang
saat ini sedang berkembang dalam perekonomian masyarakat adalah Credit Union (CU).
CU Arih Ersada yang berpusat di Gloria Kasih (Sibolangit,Sumut)

adalah satu dari

banyaknya CU yang ada di Indonesia. CU Arih Ersada memiliki beberapa cabang, salah
satunya di Desa Gajah (Tanah Karo) dan biasa disebut dengan CU Arih Ersada Desa Gajah.
Sampai sekarang ini CU Arih Ersada Desa Gajah sudah memliki lebih dari 500 orang anggota.
Keberhasilan suatu lembaga keuangan dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu kepercayaan
masyarakat terhadap lembaga keuangan tersebut dan kinerja dari lembaga keuangan tersebut
(Basar & Ismady, 2009). Oleh karena itu, CU Arih Ersada Desa Gajah yang sudah mendapat
kepercayaan dari sebagian masyarakat Desa Gajah perlu meningkatkan kinerja dalam
melayani nasabahnya.
Dari hasil pengamatan diketahui bahwa pembuatan laporan yang harus diberikan kepada
kantor pusat sangat lama dan tidak efisien, hal ini disebabkan karena lamanya proses
transaksi.
CU Arih Ersada Desa Gajah membutuhkan suatu teknologi informasi yang berguna untuk
mempermudah dalam pencatatan transaksi dan pembuatan laporan. Oleh karena itu, CU Arih
Ersada Desa Gajah memerlukan sistem informasi akuntansi agar kinerja semakin baik dan
kepuasan serta kepercayaan masyarakat akan CU Arih Ersada Desa Gajah semakin
bertambah.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka dapat dirumuskan
masalah sebagai berikut:
Bagaimana mengembangkan Sistem Informasi Akuntansi yang dibutuhkan oleh CU Arih
Ersada Desa Gajah untuk mempermudah proses transaksi dan pembuatan laporannya?
2

3. Ruang Lingkup
Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi yang dapat mempermudah proses pencatatan
transaksi dan pembuatan laporan pada CU Arih Ersada Desa Gajah.

4. Tujuan dan Manfaat


Mengembangkan Sistem Informasi Akuntansi yang berguna untuk mempermudah dan
mempercepat proses pencatatan transaksi dan pembuatan laporan yang akan diserahkan ke
kantor pusat CU Arih Ersada.

5. Tinjauan Pustaka
5.1.

Sistem Informasi Akuntansi


Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling bekerja sama untuk
mencapai tujuan tertentu (Winarno, 2006). Masing-masing komponen tersebut
memiliki fungsi yang berbeda-beda, antara lain:
a. Input berfungsi untuk menerima masukan dari luar sistem.
b. Proses berfungsi untuk mengubah input menjadi output.
c. Output berfungsi untuk mengirimkan hasil olahan kepada pihak di luar sistem.
d. Kontrol berfungsi untuk mengendalikan komponen lain agar berfungsi seperti
yang diharapkan.
e. Batas sistem berfungsi untuk memisahkan sistem dengan lingkungannya atau
dengan sistem lainnya.
f. Sistem juga memiliki tujuan lain yang hendak dicapai.
Informasi diartikan sebagai suatu data yang diorganisasikan yang dapat
mendukung ketepatan pengambilan keputusan (Bodnar & Hopwood, 2004).
Kualitas dari suatu informasi (quality of information) (Jogiyanto, 2001) adalah
sebagai berikut:
a. Akurat (accurate), bararti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan
tidak bias atau menyesatkan. Akurat berarti informasi harus jelas dan
mencerminkan maksudnya.
b. Tepat pada waktunya (time lines), berarti informasi yang akan datang pada
penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan
memiliki nilai lagi.
c. Relevan (relevance), berarti informasi tersebut memiliki manfaat untuk
pemakainya.

Sistem informasi (SI) didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang saling


berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan
data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi (Oetomo, 2006).
Dengan kata lain, sistem informasi merupakan elemen-elemen yang salling
berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk menciptakan dan membentuk aliran
informasi yang akan mendukung pembuatan keputusan dan melakukan kontrol
terhadap jalannya perusahaan.
Akuntansi adalah sekumpulan tata cara pencatatan kegiatan operasional
perusahaan secara harian, baik yang berhubungan dengan uang, maupun yang tidak
(Susanto & IslandScript, 2011). Yang kemudian hasil pencatatan tersebut akan diolah
untuk dijadikan laporan secara berkala.
Akuntansi sebagai suatu sistem informasi (Bodnar & Hopwood, 2004),
mengidentifikasi, mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi
ekonomi mengenai suatu entitas ke berbagai kelompok orang.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi itu sendiri
merupakan sebuah sistem informasi yang terdiri dari elemen-elemat yang terintegrasi
untuk menghasilkan suatu informasi.
Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti orang dan
perlengkapan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya
menjadi informasi (Bodnar & Hopwood, 2004). Istilah sistem informasi akuntansi
menurut Bodnar dan Hopwood (2004) memiliki cakupan yang antara lain mencakup
siklus pemrosesan transaksi, penggunaan teknologi, dan pengembangan sistem
informasi.
Tujuan dari penyusunan sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut
(Mulyadi, 2001):
a. Untuk menyediakan informasi bagi pengelola usaha baru. Kegiatan
pengembangan sistem informasi akuntansi terjadi jika perusahaan baru
didirikan atau suatu perusahaan menciptakan usaha baru yang berbeda dengan
usaha yang dijalankan selama ini.
b. Untuk meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan sistem yang sudah
ada. Perkembangan usaha perusahaan menurut sistem akuntansi untuk
menghasilkan laporan dengan mutu informasi yang lebih baik dan tepat
penyajiannya, dengan struktur informasi yang sesuai dengan tuntutan
kebutuhan manajemen.

c. Memperbaiki pengendalian dan pengecekan intern. Akuntansi merupakan alat


pertanggungjawaban kekayaan suatu organisasi. Pengembangan sistem
informasi akuntansi seringkali ditujukan untuk memperbaiki perlindungan
terhadap
pengguna

kekayaan

organisasi

kekayaan

sehingga

organisasi

dapat

pertanggungjawaban
dilaksanakan

terhadap

dengan

baik.

Pengembangan sistem informasi akuntansi bertujuan untuk memperbaiki


pengecekan intern agar informasi yang dihasilkan dapat dipercaya.
d. Untuk menekan biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.
Pengembangan sistem informasi akuntansi sering digunakan untuk menghemat
biaya

informasi

yang

merupakan

barang

ekonomi,

sehingga

untuk

memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya.


5.2.

Credit Union (CU)


Credit Union (CU) atau yang biasa disebut koperasi kerdit merupakan salah
satu dari banyaknya jenis koperasi.
Di Indonesia pengertian koperasi menurut Undang-undang koperasi tahun
1997 No. 12 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian adalah: organisasi ekonomi rakyat
yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi
yang merupakan susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas
kekeluargaan (Anoraga & Widiyanti, 1993).
Prinsip Koperasi Menurut UU No. 25 Tahun 1992 :
1. Keanggotaan sukarela dan terbuka.
2. Pengelolaan dilakukan secara demokratis.
3. Pembagian SHU (Sisa hasil usaha) dilakukan secara adil sebanding dengan
4.
5.
6.
7.

besarnya jasa usaha masing-masing anggota.


Pembagian balas jasa yang terbatas terhadap modal.
Kemandirian.
Pendidikan Koperasi
Kerjasama antara koperasi .
Koperasi kredit didirikan untuk memberikan kesempatan kepada anggota-

anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga yang ringan.
Akan tetapi untuk memberikan pinjaman atau kredit koperasi memerlukan modal.
Modal koperasi yang utama adalah simpanan anggota sendiri. Dari uang simpanan
yang dikumpulkan bersama-sama itu diberikan pinjaman kepada anggota yang perlu
dibantu. Oleh karena itu, maka koperasi kredit lebih tepat disebut koperasi simpanpinjam (Anoraga & Widiyanti, 1993).
Secara teoritis, koperasi kredit ditujukan untuk tidak mengejar laba semata.
Koperasi kredit didirikan tidak hanya untuk memberi keuntungan bagi para pemegang
sahamnya. Keuntungan atau laba dari modal para anggota yang diraih koperasi kredit
digunakan untuk tujuan-tujuan demokratis, kesadaran sosial dan pengembangan
5

manusianya. Inilah ciri khas yang membedakan koperasi kredit dengan lembaga
keuangan lain seperti bank dan perusahaan-perusahaan investasi lain.
Adapun program kerja yang akan dinilai yang merupakan program kerja Credit
Union adalah:
1. Melaksanakan Rapat Anggota Tahunan.
2. Menambah jumlah anggota baru.
3. Meningkatkan pelayanan pengurus Credit Union.
4. Melakukan kegiatan pinjaman.
5. Memberikan pendidikan.
6. Berperan dalam kegiatan sosial.
Koperasi kredit yang merupakan badan usaha yang dimiliki dan dikendalikan
oleh anggotanya bersifat demokrasi dimana keanggotaan terbuka untuk siapa saja.
Idealisme koperasi kredit adalah memberikan pelayanan bagi siapa saja yang
membutuhkannya.

6. Metodologi Penelitian
Metodologi yang digunakan dalam mengembangkan sistem informasi akuntansi untuk CU
Arih Ersada Desa Gajah adalah metodologi berorientasi objek dengan tools yang akan
digunakan adalah UML (Unified Modeling Language).
Metodologi berorientasi objek adalah suatu strategi pembangunan perangkat lunak yang
mengorganisasikan perangkat lunak sebagai kumpulan objek yang berisi data dan operasi
yang diberlakukan terhadapnya (A.S. & Shalahuddin, 2014).
Keuntungan menggunakan metodologi berorientasi objek adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan produktivitas, karena kelas dan objek yang ditemukan dalam suatu
masalah dapat dipakai ulang untuk masalah lainnya yang melibatkan objek tersebut.
2. Kecepatan pengembangan, karena sistem yang dibangun dengan baik dan benat pada
saat analisis dan perancangan akan menyebabkan berkurangnya kesalahan pada saat
pengkodean.
3. Kemudahan pemeliharaan, karena dengan model objek, pola-pola yang cenderung tetap
dan stabil dapat dpisahkan dari pola-pola yang mungkin sering berubah-ubah.
4. Adanya kosistensi, karena sifat pewarisan dan penggunaan notasi yang sama pada saat
analisis, perancangann maupun pengkodean.
5. Meningkatkat kualitas sistem, karenapendekatan pengembangan lebih dekat dengan
dunia nyata adanya kosistensi pada saat pengembangannya sehingga sistem yang
dibangun memiliki sedikit kesalahan.
6

UML (Unified Modeling Language) merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan
komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung
(A.S. & Shalahuddin, 2014). UML muncul dikarenakan adanya kebutuhan pemodelan visual
untk menspsesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem pada
perkembangan teknk pemrograman berorientasi objek.
6.1.

Tahapan Penelitian
Pada pengembangan sistem informasi akuntansi untuk CU Arih Ersada Desa Gajah ini,

tahapan-tahapan yang akan diikuti sesuai dengan tahapan yang ada pada pendekatan Rational
Unified Process (RUP).
RUP (Rational Unified Process) adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang
dilakukan berulang-ulang (iterative), fokus pada arsitektur (architecture-centric), lebih
diarahkan berdasarkan penggunaan kasus (A.S. & Shalahuddin, 2014). RUP adalah tahapan
pengembangan sistem secara iteratif khusus untuk pemrograman berorientasi objek.
RUP memiliki empat buah tahapan yang dapat dilakukan secara iterasi. Berikut adalah
tahapan pada pendekatan RUP, yaitu:
1. Inception (Permulaan)
Pada tahap ini, terjadi pemodelan proses bisnis yang dibutuhkan (business
modeling) dan mendefinisikan kebutuhan sistem yang akan dibuat (requirements).
Business modeling dan requirements untuk sistem informasi akuntansi CU
Arih Ersada Desa Gajah diperoleh dengan cara observsi dan wawancara. Dan untuk
mengerjakannya perlu memahami ruang lingkup dari sistem informasi yang akan
dibuat dan menciptakan kasus operasional yang dibutuhkan dari CU Arih Ersada Desa
Gajah.
2. Elaboration (Perluasan/Perencanaan)
Tahap ini memfokuskan kegiatan pada perencanaan arsitektur sistem. Pada
tahap ini,terjadi pendeteksian resiko yang mungkin terjadi dari arsitektur yang akan
dibuat.
Pada tahap ini, rencana pengembangan untuk sistem infromasi akuntansi CU
Arih Ersada Desa Gajah sudah dibuat. Rancangan arsitektur sistem informsi akuntnasi
CU Arih Ersada Desa Gajah yang akan dibuat sudah diterjamahkan kedalam use case
dan diimplementasikan kedalam prototype yang akan didemonstratsikan kepada
pengguna sistem infromasi akuntansi (pengurus CU) untuk mengurangi setiap resiko
teknis yang diidentifikasi.
3. Construction (Konstruksi)
7

Pada tahap ini, terjadi pengembangan komponen dan fitur-fitur sistem. Tahap
ini lebih pada implementasi sistem kedalam kode program dan pengujian sistem yang
sudah dibuat.
Pada tahap ini, terjadi peroses pengkodean program sistem infromasi akuntansi
yang sesuai dengan prototype yang sudah dibuat. Hasil dari tahapan ini adalah sebuah
sistem informasi akuntansi untuk CU Arih Ersada Desa Gajah.
4. Transition (Transisi)
Pada tahap ini, terjadi proses instalisasi sistem agar dapat dimengerti oleh
pengguna.
Pada tahap ini akan dilakukan proses pelatihan pengguna sistem informasi
akuntansi CU Arih Ersada Desa Gajah (pengurus CU) dan juga pengujian sistem
informasi akuntansi tersebut oleh pengurus CU apakah sudah sesuai dengan harapan
mereka.
Akhir dari keempat tahapan ini adalah sistem informasi akuntnasi untuk CU Arih
Ersada Desa Gajah. Keempat tahapan pada RUP dijalankan secara berurtan dan iteratif
dimana setiap iterasi dapat digunkan untuk memperbaiki iterasi berikutnya.
6.2.

Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data adalah satu cara yang digunakan untuk mengumpulkan data

dari suatu penelitian. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data
primer adalah data yang berisi informasi tentang segala sesuatu mengenai objek yang akan
dijadikan fokus dalam penelitian atau yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Data
sekunder atau data tambahan berisi informasi tentang hal-hal lain yang ada hubungannya
dengan objek penelitian.
Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini dikelompokkan menjadi
dua yaitu: data utama dan data pendukung. Data utama adalah data yang diperoleh dari para
informan. Informan yaitu orang-orang yang terlibat langsung dalam kegiatan sebagai fokus
penelitian. Sedangkan data pendukung bersumber dari dokumen-dokumen yang berupa
catatan, rekaman, gambar, serta bahan-bahan lain yang dapat mendukung dalam penelitian ini
(Ferdian, 2010).
Berikut adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini:
1. Wawancara
Wawancara adalah teknik pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaanpertanyaan secara langsung kepada pengguna sistem. (Suryantara, 2014).
8

Pada penelitian ini wawancara dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan


secara lisan kepada pihak yang terkait dengan pokok permasalahan. Wawancara
dilakukan dengan berdialog langsung dengan pengurus dari CU Arih Ersada Desa
Gajah, kemudian dicatat seperlunya guna memperoleh informasi tertulis atau
lisan mengenai jenis transaksi, arus transaksi dan jenis laporan yang menjadi hasil
dalam CU Arih Ersada Desa Gajah.
Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengetahui ruang lingkup sistem
informasi akuntansi yang akan dikembangkan pada CU Arih Ersada Desa Gajah.
2.

Observasi
Observasi atau pengamatan adalah pengambilan data dengan melakukan
pengamatan langsung ke lapangan (Suryantara, 2014).
Pada penelitian ini observasi dilakukan dengan cara mengamati langsung
sistem yang sedang berjalan untuk lebih mengetahui secara detail proses
operasional yang berjalan dan memiliki gambaran tentang kebutuhan yang
diperlukan oleh sistem informasi akuntansi yang akan dikemnbangkan pada CU
Arih Ersada Desa Gajah.

Informasi yang diperoleh dari

ini digunakan untuk membuat uraian tertulis dan

menyusun bagan aliran data ( Data Flow Diagram (DFD)) yang akan dirancang.
6.3.

Tempat Penelitian & Objek Penelitian


Tempat penelitian adalah CU Arih Ersada Desa Gajah yang berlokasi di Jalan Udara
Ujung, Desa Gajah, Kec. Simpang Empat, Kab. Karo, Sumatera Utara.
Adapun yang menjadi objek penelitian yang akan menjadi perhatian adalah terkait
dengan dokumen atau file-file dari pencatatan transaksi yang akan disusun kedalam
laporan yang digunkan dalam sistem informasi akuntansi.

7. Kebutuhan Sistem
7.1.

Kebutuhan Non Fungsional


Kebutuhan non fungsional merupakan kebutuhan di luar fungsi daripada sistem, terdiri

dari hardware ( perangkat keras ), software ( perangkat lunak ) dan user ( pengguna ).
a. Kebutuhan minimal perangkat keras yang akan dibangun memiliki spesifikasi
sebagai berikut :
1) Processor dengan kecepatan 3.0 GHz
2) RAM sebesar 1 GB
3) Kapasitas Hardisk sebesar 250 GB
9

4) Monitor LCD 17
b. Kebutuhan minimal perangkat lunak untuk sistem yang akan dibangun adalah:
1) Sistem Operasi : Windows 7
2) Visual Studio 2012
3) SQL Server 2012
4) Aplikasi pendukung : Microsoft Office 2010
c. Kebutuhan minimal user yang menggunakan sistem adalah:
1) Menguasai sistem operasi windows 7
2) Menguasai Microsoft Office 2010

7.2.

Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional merupakan kebutuhan yang merupakan fungsi daripada sistem,

yang akan menjadi fitur-fitur yang akan digunkan pada sistem. Kebutuhan fungsional
biasanya terdiri dari masukan, proses dan keluaran.

10

Gambar 1 Usecase Diagram


Usecase diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan sistem informasi yang dibuat.
Usecase mendeskripsikan sebuah interaksi antara aktor dengan sistem informasi yang akan
dibuat (A.S. & Shalahuddin, 2014).
Dua hal utama pada usecase, yaitu :
1. Aktor, merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem
informasi yang akan dibuat.
2. Usecase, merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang
saling bertukar pesan antarunit maupun aktor.
Struktur table adalah spesifikasi file dari tiap tabel yang digunakan dalam sistem yang akan
dibangun. Struktur tabel dari sistem informasi akuntansi yang akan dibangun adalah sebagai
berikut :
1. Tabel Anggota
Nama Tabel : t_anggota
Primari Key : NBA (Nomor Buku Anggota)
Fungsi
: untuk menyimpan data anggota
No
1
2
3
4

Nama Field
NBA
Nama Anggota
Tanggal
Status

Tipe Data
Text
Text
Date
Text

Ukuran
5
30

Keterangan
Primary key

15

2. Tabel Simpanan
Nama Tabel : t_simpanan
Primari Key : NBA (Nomor Buku Anggota)
Fungsi
: untuk menyimpan data simpanan
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Nama Field
NBA
Tanggal
Simpanan Pokok
Simpanan Wajib
Simpanan Sukarela
Angsuran Pinjaman
Bunga Pinjaman
Lain-lain

Tipe Data
Text
Date
Number
Number
Number
Number
Number
Number

Ukuran
5

Keterangan
Primary key

3. Tabel Pinjaman
Nama Tabel : t_pinjaman
Primari Key : NBA (Nomor Buku Anggota)
Fungsi
: untuk menyimpan data peminjaman
11

No
1
2
3
4
5
6

Nama Field
NBA
Tanggal
Jenis Pinjaman
Boroh
Jumlah Pinjaman
Lama Pinjaman

Tipe Data
Text
Date
Number
Bit
Number
Number

Ukuran
5

Keterangan
Primary key

12

8. Daftar Pustaka

Badan

Pusat

Statistik.

(2015,

Februari).

Dipetik

April

2015,

dari

www.bps.go.id/website/brs_ind/brsInd-20150205144305.pdf
A.S., R., & Shalahuddin, M. (2014). Rekayasa Perangkat Lunak Terstruktur dan Berorientasi
Objek. Bandung: Informatika Bandung.
Anoraga, P., & Widiyanti, N. (1993). Dinamika Koperasi. Semarang.
Basar, A., & Ismady, I. (2009). Kondisi Perbankan 2009 Dan Prospek 2010. Economic
Review. No. 218.
Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2004). Sistem Informasi Akuntansi, Edisi Sembilan.
Yogyakarta: Andi.
Ferdian. (2010). Perancangan Sistem Informasi Akuntansi. Surakarta: Universitas Sebelas
Maret.
Jogiyanto, H. (2001). Analisis Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Mulyadi. (2001). Sistem Akuntansi, Edisi 3. Jakarta: Salemba Empat.
Oetomo, B. S. (2006). Perencanaan & Pembangunan Sistem Informasi, Edisi 2. Yogyakarta:
Andi.
Suryantara, I. N. (2014). Merancang Aplikasi Akuntansi dengan VB.Net. Jakarta: PT Elex
Media Komputindo.
Susanto, E. Y., & IslandScript. (2011). Mudah Merancang Sistem Akuntansi Otomatis.
Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Todaro, & Michael. (2006). Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.
Winarno, W. W. (2006). Sistem Informasi Akuntansi Edisi 2. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

13