Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MATA KULIAH

HUKUM LINGKUNGAN

HAK MASYARAKAT DALAM RENCANA PERUSAHAAN


UNTUK PEMANFAATAN CSR

Dosen Pengampu : Remrandt, SH. M.Pd

Disusun Oleh:
PURNAMA WIRAWAN
NIM. 15168011

PROGRAM STUDI ILMU LINGKUNGAN


PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016

I.

PENDAHULUAN

Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia saat ini tidak hanya


di dapat dari usaha dan tanggung jawab pemerintah saja tetapi juga melainkan
usaha dan tanggung jawab masyarakat bersama. Corporate Social Responsibility
(CSR) seringkali diinterpretasikan sebagai pengkaitan antara pengambilan
keputusan dengan nilai-nilai etika, pemenuhan kaidah-kaidah hukum serta
menghargai martabat manusia, masyarakat dan lingkungan. 1 Konsep CSR ingin
mewujudkan interaksi antara perusahaan dengan stakeholder melalui pembinaan
hubungan yang harmonis sehigga keberadaan perusahaan dapat memberikan
manfaat yang nyata bagi masyarakat sekitar.2 Keberadaan dan dampak aktivitas
perusahaan seringkali bertentangan bahkan merugikan kepentingan pihak lain.
Perbedaan kepentingan tersebut jika tidak ditindak lanjuti maka akan
mempengaruhi aktivitas dan eksistensi perusahaan, oleh karena itu seharusnya
perusahaan tidak hanya fokus pada kepentingan perusahaan saja, tetapi juga
mencermati kepentingan pihak-pihak di luar perusahaan.3
Tanggung jawab social perusahaan secara yuridis telah dinyatakan
sebagaimana di Undang undang No. 40 Tahun 20074, tentang Perseroan Terbatas
dalam pasal tersebut dijelaskan tanggung jawab sosial dan lingkungan dari
perusahaan atas eksistensinya dalam kegiatan bisnis Keputusan Menteri BUMN
Nomor : Kep-236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik
Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Dalam
melaksanakan usahanya Perseroan Terbatas atau dipersamakan di sini dengan
1 Harmoni dan A. Andriyani. Penilaian Konsumen Terhadap Corporate Social Responsibility
(CSR) Perusahaan. Jurnal Ekonomi Bisnis. 2008 Hal 13.

2 Afifah, D. Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kegiatan Corporate Social


Responsibility (CSR) oleh PT Wirakarya Sakti dalam Penguat Ekonomi Lokal. Pertanian. Bogor.
2011.

3 Sari, R.A.. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap CSR Disclosure pada Perusahaan
Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Nominal. 2012.
4 Undang undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Perseroan Terbatas. Jakarta.

perusahaan harus memperhatikan seluruh aspek, yaitu aspek keuangan, aspek


sosial, dan aspek lingkungan yang berdasarkan konsep Triple Bottom Line. Tidak
hanya mementingkan keuntungan yang akan dicapai. Perusahaan sebagai pelaku
bisnis

di dalam menjalankan usahanya

yaitu dituntut untuk semakin

memperhatikan keadaan sosial dan lingkungan yang ada di sekitarnya.


Sehingga ketika perusahaan mendapatkan suatu laba dari hasil usahanya
tersebut perusahaan harus menyadari atas pertanggung jawabannya terhadap
masyarakat disekitar perusahaan. Karena berdirinya perusahaan atas dasar untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat bukan hanya ingin mendapatkan keuntungan
pribadi saja. CSR memang tidak memberikan hasil keuangan dalam jangka
pendek namun CSR akan memberikan hasil baik secara langsung maupun secara
tidak langsung pada keuangan perusahaan di masa mendatang.5
Dalam hal ini menegaskan betapa pentingnya peranan CSR sebagai
perpanjangan tangan perusahaan untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan
pada suatu Negara karena dengan adanya pembentukan CSR ini pemerintah dalam
suatu Negara merasa terbantu untuk membangun masyarakatnya untuk lebih baik
dalam kehidupannya. Salah satu penerapan CSR yang sangat dibutuhkan saat ini
oleh masyarakat sekitar perusahaan adalah tingkat pendidikan masyarakat serta
kelancaran perekonomian di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu penerapan
CSR sebenarnya dapat dikembangan mulai dengan perbaikan tingkat pendidikan
masyarakat sehingga dengan tingkat pendidikan yang tinggi.
Pelaksanaan CSR oleh sebuah perusahaan memberikan banyak manfaat
salah satunya adalah mempertahankan atau mendongkrak reputasi dan brand
image perusahaan, layak mendapatkan social licence to operate serta mereduksi
risiko bisnis perusahaan dan biaya. Perusahaan juga dapat melebarkan dan
membentangkan akses sumber daya dan pasar dengan adanya beberapa manfaat
tersebut maka perusahaan dapat memperbaiki hubungan dengan stakeholders dan
regulator. Pada dasarnya Corporate Social Responsibility (CSR) memang
ditujukan untuk menciptakan keselarasan antara kepentingan manajemen
perusahaan dengan kepentingan stakeholders yang pada dasarnya dimaksudkan
5 Setyaningrum, D. Pengaruh Implementasi Corporate Social Responsibility Terhadap
Kesejahteraan Hidup Masyarakat (Studi Kasus pada PT.APAC INTI CORPORA, BAWEN).
Skripsi. Semarang. 2011.

untuk mendorong agar perusahaan lebih etis dalam menjalankan aktivitasnya


sehingga pada akhirnya perusahaan akan dapat memperoleh manfaat ekonomi
yang berkelanjutan dimasa yang akan datang.6
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk penerapan
program Corporate Social Responsibility yang telah dilakukan oleh Perusahaan,
realisasi Corporate Social Responsibility pada Perusahaan terhadap masyarakat
sekitar, untuk menganalisis sikap dan respon masyarakat sekitar perusahaan
adanya penerapan program Corporate Social Responsibility di Perusahaan.

6 Wibisono, Y. 2007. Membedah Konsep dan Apikasi CSR. Fascho Publising. Jawa Timur.

II. KAJIAN PUSTAKA


II.1.

Penerapan Corporate Social Responsibility


CSR

adalah

Suatu

mekanisme

proses

bisnis

perusahaan

yang

mengintregrasikan aspek ekonomi, aspek social, dan aspek lingkungan dalam


aktivitasnya mencari keuntungan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan
stakeholders, shareholder dan lingkungan sekitar.7
Cara perusahaan memandang CSR atau alasan perusahaan menerapkan CSR
diklasifikasikan dalam 3 katagori yaitu: sekedar basa basi dan keterpaksaan,
Upaya untuk memenuhi kewajiban dan Bukan lagi sekedar compliance tapi
beyond compliance alias compliance plus. Dalam ketiga katagori tersebut
dapat di katakan Perusahaan hanya ingin memperbaiki citra perusahaan dimata
masyarakat namun pelaksanaan kegiatan sosialnya dengan terpaksa sehingga akan
memungkinkan perusahaan tidak secara terus menerus melakukannya. perusahaan
mengimplementasikan CSR karena memang ada aturan yang mengatur dan
hukum

yang

memaksanya

sehingga

perusahaan

masih

pada

tahap

pengimplementasikan CSR hanya sebagai tren yang semakin marak berkembang


oleh lembaga perusahaan

memandang bahwa CSR bukan lagi biaya tetapi

insvestasi di masa yang akan datang.8


Adapun standar yang mempengaruhi penerapan CSR dalam perusahaan
yaitu: pertama, Caux principles for business merupakan sekumpulan rekomendasi
yang mencakup

banyak wilayah dari corporate behavior. Rekomendasi

rekomendasi tersebut berupaya untuk mengekspresikan standart umum corporate


behavior yang etis dan bertanggung jawab dan ditawarkan sebagai dasar untuk di
bicarakan dan diimplementasikan oleh kalangan bisnis dan pemimpin di seluruh
dunia. Kedua, Global Reporting Initiatives (GRI) merupakan standart pelaporan
internasional yang dapat digunakan secara suka rela dan organisasi. Pelaporan
tersebut mencakup dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial dalam kegiatan
7 Rachmi, M. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Penggungkapan CSR pada Laporan
Tahunan Perusahaan. Skripsi.. Surabaya. 2012.

8 Wibisono, Y. 2007. Membedah Konsep dan Apikasi CSR. Fascho Publising. Jawa
Timur

organisasi baik produksi barang atau jasa. Dengan menggunakan masukkan dari
pelapor dan pengguna laporan, GRI berupaya
menyusun daftar indikator yang secara spesifik untuk pelaporan dalam bidang
kinerja lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perlu dicatat bahwa GRI adalah
pelaporan non keuangan GRI tidak memberikan rekomendasi atas business
conduct namun kerangka pelaporan sangat dipertegas oleh norma norma dalam
business conduct. Ketiga, Global Sullivan Principle merupakan standart yang di
bangun dari masukan beberapa Negara multinasional. Sullivan Principle
memberikan arahan arahan kepada perusahaan perusahaan yang menjalankan
bisnis di Negara Afrika selatan pada masa apartheid. Perusahaan perusahaan ini
menyetujui prinsipprinsip tersebut dengan mengikrarkannnya di depan publik
bahwa akan menerapkan prinsip tersebut di perusahaan mereka. Untuk tetap
mendukung prinsip ini

perusahaan wajib mengirmkan surat tahunan kepada

pendeta Sullivan yang menyatakan perusahaan berkomitmen dan menguraikan


perkembangan terakhir.9
Perusahaan yang ingin menyusun Sustainability report harus mengadopsi
metode akuntansi triple bottom line yang merupakan perluasan dari konsep
akuntansi tradisional yang hanya memuat bottom line tunggal yakni hasil hasil
keuangan dari aktivitas ekonomi perusahaan.10
II.2.

Prinsip Dasar Penerapan Corporate Social Responsibility


Tiga prinsip dasar CSR yang disebut konsep 3P atau triple bottom line,

yaitu: Pertama, profit, yaitu perusahaan harus tetap berorientasi untuk mencari
keuntungan
Kedua,People,

ekonomi
yaitu

yang

memungkinkan

perusahaan

harus

untuk

memiliki

terus

berkembang.

kepedulian

terhadap

kesejahteraan manusia. Beberapa perusahaan mengembangkan program CSR


seperti pemberian beasiswa bagi pelajar sekitar perusahaan, pendirian sarana
pendidikan dan kesehatan, penguatan kapasitas ekonomi lokal, dan bahkan ada
9 Iqbal, M. Pengawasan Implementasi CSR PT INALUM Terhadap Masyarakat dan Lingkungan
Sekitar Perusahaan. Skripsi. Medan. 2009.

10 Faradilla. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Penggungkapan CSR Terhadap Nilai Perusahaan
pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI. Skripsi. Surabaya. 2012.

perusahaan yang merancang berbagai skema perlindungan sosial bagi warga


setempat. Ketiga, Plannet, yaitu perusahaan peduli terhadap lingkungan hidup dan
keberlanjutan keragaman hayati. Beberapa program CSR yang berpijak pada
prinsip ini biasanya berupa penghijauan lingkungan hidup, penyediaan sarana air
bersih, perbaikan pemukiman, pengembangan pariwisata (ekotourism), dan lainlain.11
Konsep piramida CSR, yaitu konsep yang memberikan alasan teoritis dan
logis mengapa sebuah perusahaan perlu menerapkan CSR. Isi piramida CSR
tersebut antara lain: Pertama, tanggung Jawab Ekonomis, yaitu motif utama
perusahaan adalah menghasilkan laba. Laba adalah fondasi perusahaan.
Perusahaan harus memiliki nilai tambah ekonomi sebagai prasyarat agar
perusahaan dapat terus bertahan dan berkembang. Kedua, Tanggung Jawab Legal,
yaitu perusahaan harus taat hukum. Dalam proses mencari laba, perusahaan tidak
boleh melanggar kebijakan dan hukum yang telah ditetapkan pemerintah. Ketiga,
Tanggung Jawab Etis, yaitu perusahaan memiliki kewajiban untuk menjalankan
praktek bisnis yang baik, benar, adil, dan fair. Norma-norma masyarakat perlu
menjadi rujukan bagi perilaku organisasi perusahaan. Kata kuncinya: be ethical.
Keempat, Tanggung Jawab Filantropis, yaitu selain perusahaan harus memperoleh
laba, taat hukum, dan berperilaku etis, perusahaan dituntut untuk memberi
kontribusi yang mampu memberi kontribusi sehingga dapat dirasakan secara
langsung oleh masyarakat.12
Berdasarkan dari beberapa pendapat peneliti tersebut dapat ditarik
kesimpulan bahwa tujuan prinsip dasar penerapan CSR perusahaan adalah
meningkatkan kualitas kehidupan semua pihak baik perusahaan itu sendiri
maupun masyarakat yang berada di sekitar perusahaan. Tidak hanya perusahaan
tetapi pemilik dan pegawai yang bekerja di perusahaan juga memiliki tanggung
jawab ganda, yakni kepada perusahaan dan kepada publik (masyarakat sekitar
perusahaan).
11 Suharto. Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat; Kajian Strategis
Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung. 2005.

12 Saidi, Zaim, dan Abidin. Menjadi Bangsa Pemurah : Wacana dan Praktek Kedermawanan
Sosial di Indonesia. Piramedia. Jakarta. 2004.

II.3.

Manfaat Corporate Social Responsibility


Adapun manfaat yang diperoleh masyarakat dalam penerapkan Corporate

Social Responsibility yang diadakan oleh perusahaan yaitu: (a) Sumberdaya


manusia di sekitar perusahaan dapat meningkat dengan diadakannya Corporate
Social Responsibility; (b) Masyarakat sekitar perusahaan dapat meningkatkan
kelembagaan yang ada di desa mereka dengan diadakannya Corporate Social
Responsibility perusahaan; (c) Masyarakat dapat meningkatkan tabungan yang
mereka miliki; (d) Masyarakat dapat meningkatkan konsumsi dan investasi yang
dari rumah tangga warga masyarakat.13
Manfaat Corporate Social Responsibility bagi perusahaan dalam penerapan
program Corporate Social Responsibility adalah pertama, Meningkatkan Citra
Perusahaan, yaitu dengan melakukan kegiatan CSR, konsumen dapat lebih
mengenal perusahaan sebagai perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang
baik bagi masyarakat. Kedua, memperkuat Brand Perusahaan, yaitu melalui
kegiatan memberikan product knowledge kepada konsumen dengan cara
membagikan produk secara gratis, dapat menimbulkan kesadaran konsumen akan
keberadaan produk perusahaan sehingga dapat meningkatkan posisi brand
perusahaan.

Ketiga, mengembangkan Kerja Sama dengan Para Pemangku

Kepentingan, yaitu dalam melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan tentunya tidak


mampu mengerjakan sendiri, jadi harus dibantu dengan para pemangku
kepentingan, seperti pemerintah daerah, masyarakat, dan universitas lokal. Maka
perusahaan dapat membuka relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan
tersebut. Keempat, Membedakan Perusahaan dengan Pesaingnya, yaitu jika CSR
dilakukan sendiri oleh

perusahaan, perusahaan

mempunyai

kesempatan

menonjolkan keunggulan komparatifnya sehingga dapat membedakannya dengan


pesaing yang menawarkan produk atau jasa yang sama.

Kelima, menghasilkan

Inovasi dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengaruh

Perusahaan, yaitu

memilih kegiatan CSR yang sesuai dengan kegiatan utama perusahaan


memerlukan kreativitas. Merencanakan CSR secara konsisten dan berkala dapat
memicu inovasi dalam perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan peran
13 Ambadar. CSR dalam Praktik di Indonesia Wujud Kepedulian Dunia Usaha. PT Elek Media
Komputerindo. Jakarta. 2008.

dan posisi perusahaan dalam bisnis global. Keenam, membuka Akses untuk
Investasi dan Pembiayaan bagi Perusahaan, yaitu para investor saat ini sudah
mempunyai kesadaran akan pentingnya berinvestasi pada perusahaan yang telah
melakukan CSR. Demikian juga penyedia dana, seperti perbankan, lebih
memprioritaskan pemberian bantuan dana pada perusahaan yang melakukan CSR.
Ketujuh, meningkatkan Harga Saham, yaitu pada akhirnya jika perusahaan rutin
melakukan CSR syang sesuai dengan bisnis utamanya dan melakukannya dengan
konsisten dan rutin, masyarakat bisnis (investor, kreditur,dll), pemerintah,
akademisi, maupun konsumen akan makin mengenal perusahaan. Maka
permintaan terhadap saham perusahaan akan naik dan otomatis harga saham
perusahaan juga akan meningkat.14
II.4.

Masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan


Masyarakat adalah kumpulan dari sejumlah orang dalam suatu tempat

tertentu yang menunjukkan adanya kepemilikan norma-norma hidup bersama


walaupun di dalamnya terdapat berbagai lapisan atau lingkungan sosial.15
Dengan demikian masyarakat dilingkungan perusahaan dapat diartikan
sekumpulan masyarakat yang hidup berdampingan dengan perusahaan di suatu
tempat tertentu dan saling bergantung satu sama lain. Masyarakat sekitar
perusahaan merupakan salah satu hal penunjang sebagai peningkatan daya beli
produk perusahaan karena brand perusahaan tergantung pada pencitraan
masyarakat kepada perusahaan sedangkan kelestarian produksi dan kelancaran
proses produksi akan meningkatkan efensiensi produksi kedua hal tersebut akan
meningkatkan laba perusahaan dan sebagian dari pendapatan tersebut akan
disisihkan untuk pengembangan CSR perusahaan sehingga perusahaan dapat
selalu dilaksanakan programprogram CSR setiap tahuntahunnya dan selalu
berusaha kreatif seiring berkembangnya zaman dan sesuai kebutuhan masyarakat
sekitar perusahaan. Perkembangan lingkungan perusahaan berjalan sedemikian
14 Pratiwi. 2012. Corporate Social Responsibility. http://pratiwi
19.blogspot.com/2012/11/corporatesocial-Responsibility.html?m=1. Diakses Tanggal 14
November 2013 (07.22).

15 Suparlan, Y.B. 1990. Kamus Istilah Pekerjaan Sosial. Yogyakarta

cepat, sehingga membutuhkan berbagai inovasi dan kreasi kegiatan CSR yang
mampu dirasakan masyarakat.
II.5.

Tujuan Pengembangan Masyarakat disekitar Lingkungan Perusahaan


Ada beberapa tujuan pengembangan masyarakat suatu perusahaan yaitu: (a)

Perusahaan dapat mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah


daerah terutama pada tingkat desa dan masyarakat untuk meningkatkan kondisi
sosial ekonomi - budaya yang lebih baik disekitar wilayah kegiatan perusahaan;
(b) Perusahaan dalam melakukan pengembangan masyarakat dapat memberikan
kesempatan bekerja dan berusaha bagi masyarakat di sekitar perusahaan; (c)
Perusahaan juga dapat membantu pemerintah daerah dalam rangka pengentasan
kemiskinan dan pengembangan ekonomi wilayah terutama di wilayah sekitar
perusahaan tersebut.16
II.6.

Karakteristik Komunikasi Masyarakat di sekitar Lingkungan


Perusahaan
Karakteristik

komunikasi

masyarakat

sekitar

berhubungan

dengan

keterdedahan publik sasaran komunikasi dan ekspektasi komunitas terhadap


perusahaan.

Adapun

penjelasannya

adalah

sebagai

berikut:

pertama,

Keterdedahan publik sasaran komunikasi, yaitu bahwa suatu komunikasi publik


akan berhasil apabila publik sasaran terdedah oleh aktivitas komunikasi yang
dilakukan oleh perusahaan. Keterdedahan komunikasi perusahaan adalah kegiatan
pencarian informasi dan penerimaan pesan yang dialami anggota komunitas
terhadap kegiatan komunikasi perusahaan. Kedua, Ekspektasi komunitas terhadap
perusahaan, yaitu suatu bisnis yang bertanggung jawab secara sosial
mempertimbangkan tidak hanya apa yang terbaik bagi perusahaannya, tetapi
juga apa yang terbaik bagi masyarakat umum. Oleh karena itu, perusahaan perlu
untuk mengetahui apa yang diharapkan oleh masyarakat sekitar terhadap
kehadirannya agar dapat memenuhi kebutuhannya.17

16 Rudito, Bambang, A. Prasetijo dan Kusairi. Akses Peran Serta Masyarakat Lebih Jauh
Memahami Community Development. Indonesian Center for Sustainable Development. Jakarta.
2013.

II.7.

Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat di sekitar Lingkungan


Perusahaan
Peran masyarakat selama ini hanya dipandang sebagai mengurangi biaya

pembangunan sehingga pemberdayaan masyarakat selama ini hanya sebatas


penerapan program maka pada dasarnya tidak mengubah masyarakat menjadi
lebih kreatif. Partisipasi adalah proses aktif, inisiatif yang diambil oleh warga
komunitas sendiri, dibimbing oleh cara berfikir mereka sendiri, dengan
menggunakan sarana dan proses (lembaga dan mekanisme) dimana mereka dapat
menegaskan kontrol secara efektif.18
Dalam pengertian diatas dijelaskan bahwa masyarakat terlibat mulai dari
tahap pembuatan keputusan, penerapan keputusan, penikmatan hasil dan evaluasi
sehingga perusahaan hanya memberikan sarana dan proses yang dibutuhkan oleh
masyarakat disekitar perusahaan.

17 Rahmanita, S.H. Persepsi Masyarakat Sekitar Terhadap Aktivitas PT IKPP Mills Tanggerang
Kasus : RT.005/002 Kampung Baru Selatan, Kec. SerpongUtara, Kabupaten Tangerang. Skripsi.
Bogor. 2010.

18 Nasdian, F. T. 2006. Pengembangan Masyarakat (Community Development). Bagian Sosiologi


pedesaan dan Pengembangan Masyarakat Departemen Komunikasi dan Pengembangan
Masyarakat Institut Pertanian. Bogor.

III.

PEMBAHASAN

III.1. Bentuk bentuk dan Realisasi Penerapan Program Corporate social


Responsibility
Perusahaan sadar bahwa secara ekonomi keberlangsungan perusahaan
didasarkan dari peranan konsumen, keberadaan perusahaan disuatu lingkungan
akan merasa nyaman dan tenang dalam kegiatan operasionalnya jika masyarakat
sekitarnya bersifat kooperatif dengan perusahaan. Maka itulah dalam menjalankan
tugas tanggung jawab sosialnya perusahaan memposisikan bagian CSR adalah
setara dengan bagian penting lainnya. Peranan CSR perusahaan sangat penting
jika perusahaan masih tetap ingin menjalankan fungsi bisnisnya. Pada saat ini PT
Bromo Panuluh Steel (ambil contoh) sedang dalam keadaan bertumbuh sehingga
memerlukan Pengembangan Pasar dan Inovasi, salah satu caranya adalah dengan
adanya kegiatan program CSR ini. Sasaran dari program CSR ini adalah seluruh
masyarakat, tetapi lebih berfokus kepada masyarakat yang kurang mampu secara
finansial. Perusahaan menerapkan rencana program kegiatan CSR yang disusun
dalam 1 tahun sekali. Pelaksanaan CSR yang dilakukan perusahaan setiap tahun
adalah memberikan iuran RT kepada desadesa dikelurahan Wringin Anom,
memberikan sumbangan pelaksanaan hari besar seperti 17 Agustus, hari pahlawan
10 November, luar desa, dan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Ada beberapa
bentuk program CSR yang dilakukan oleh PT BPS kepada masyarakat sekitar
perusahaan yaitu : (1) Pembangunan sarana dan prasarana umum; (2) Pendidikan;
(3) Agama; (4) Pemberdayaan masyarakat; (5) Kesehatan.
Sedangkan bentuk CSR yang sudah direalisasikan oleh PT BPS yaitu:
pertama, Program Bantuan Bidang Sarana dan Prasarana Umum, yaitu berupa
bantuan perbaikan jembatan Wringin Anom, reboisasi lingkungan, perbaikan
jalan, iuran pos polisi, pembuatan saluran air. Kedua, program pendidikan, yaitu
berupa bantuan peralatan pendidikan, praktek kerja lapangan, pemberian
beasiswa. Ketiga, program agama, yaitu berupa perbaikan rumah ibadah, hari raya
Idhul fitri dan Idhul adha. Keempat, program pemberdayaan masyarakat, yaitu
berupa membuka lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, pemberian iuran ke

karang taruna setempat. Kelima, program kesehatan, yaitu perusahaan


menyalurkan program kesehatan melalui pukesmas yang berada dikelurahan
Wringin Anom berupa sumbangan dana dan pemberian dukungan terhadap
program-program yang diadakan oleh pukesmas setempat. Bantuan ini dilakukan
oleh perusahaan dikarenakan perusahaan melihat warga kelurahan Wringin Anom
tingkat kesehatannya masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat bahwa
kebijakan umum perusahaan dalam menempatkan CSR perusahaan sebagai
investasi sosial perusahaan supaya tercipta lingkungan bisnis yang harmonis
diantara kepentingan para stakeholdernya.
Terkait dengan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa penerapan program
CSR PT Bromo Panuluh Steel mengunakan strategi membantu menyelesaikan
masalah utama masyarakat yang sifatnya mendesak serta mengembangkan potensi
masyarakat. Karena pada dasarnya kegiatan CSR merupakan salah satu unsur
yang penting dalam terbentuknya sustainability yang merupakan proses terpenting
dalam pengelolaan biaya dan keuntungan kegiatan bisnisnya dengan stakeholders
baik secara internal maupun eksternal. Pengaruh positif tersebut dapat didapatkan
karena strategi dalam menerapkan CSR perusahaan merupakan salah satu bentuk
respon perusahaan atas kebutuhan masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan
hidupnya.
III.2. Sikap dan Respon Masyarakat terhadap Program Corporate social
Responsibility
Dalam hal ini PT Bromo Panuluh Steel pada saat melaksanakan program
CSR perusahaan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan sehingga
perusahaan dan tokoh masyarakat sekitar merundingkan program yang akan
dilaksanakan perusahaan atau keinginan warga dengan memberikan proposal
kepada perusahaan. Dalam observasi lapangan yang dilakukan oleh peneliti
terdapat beberapa kegiatan atau program CSR yang dilakukan PT Bromo Panuluh
Steel yang belum diketahui oleh masyarakat seperti pemberian bantuan kepada
pukesmas terdekat karena hanya diketahui oleh pihak perusahaan dan pukesmas
saja sedangkan programprogram CSR yang dilakukan secara fisik seperti
pembangunan jembatan, reboisasi lingkungan, pemberian beasiswa, perbaikan

rumah ibadah, hari raya idul fitri dan idul adha, lapangan pekerjaan, serta
pelatihan keterampilan pada umumnya dapat diketahui oleh masyarakat sekitar
perusahaan.
Sikap dan respon masyarakat terhadap program CSR sangat baik hal ini
dibuktikan dengan banyaknya warga kelurahan Wringin Anom yang datang untuk
membantu pelaksanaan program tersebut tetapi dalam garis besar respon dan
sikap yang diberikan masyarakat terhadap program-program kegiatan CSR
perusahaan disambut dengan baik. Meskipun ada beberapa orang yang tidak bisa
mengikuti karena bekerja. Tidak hanya itu dari penyebaran kuisioner yang
dilakukan oleh peneliti tentang penilaian masyarakat terhadap program CSR yang
dilakukan didapat 20% responden menjawab sangat baik, 60% responden
menjawab baik, 13% responden menjawab kurang baik, dan 7% responden
menjawab tidak baik. Respon dan sikap masyarakat dirasakan baik kepada
program-program kegiatan CSR yang sudah dilakukan oleh perusahaan.
Masyarakat dan perusahaan saling mendukung satu sama lain, dimulai dari
perencanaan kegiatan sampai dengan kegiatan CSR tersebut selesai. Warga dalam
mengikuti program perencanaan kegiatan pelatihan dan keterampilan dapat ikut
andil dalam memberikan usulan, mencari alat alat yang digunakan untuk
pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pada saat menikmati hasil banyak masyarakat yang merasakan hasil dari
kegiatan tersebut mendapatkan ilmu pengetahuan dalam peningkatan hasil
pertanian pada kondisi lingkungan yang banyak industri seperti didaerah
kelurahan Wringin Anom meskipun belum meratanya keterampilan dikelurahan
ini. Pada tahap evaluasi pada kegiatankegiatan yang dilakukan oleh perusahaan
warga dapat berkesempatan menyampaikan keluhan dan pandangan mereka pada
saat selesainya diadakan kegiatan tersebut Pada tahap evaluasi pada kegiatan
kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan warga dapat berkesempatan
menyampaikan keluhan dan pandangan mereka pada saat selesainya diadakan
kegiatan tersebut.

IV.

PENUTUP

Bentuk-bentuk kegiatan CSR yang ada di PT Bromo Panuluh Steel meliputi


berbagai bentuk program kegiatan mulai dari pembangunan sarana dan prasarana
umum, pendidikan, agama, pemberdayaan masyarakat, kesehatan;
Kegiatan CSR yang sudah direalisasikan berupa pembangunan sarana dan
prasarana umum, pendidikan, agama, pemberdayaan masyarakat, kesehatan.
Perusahaan (PT Bromo Panuluh Steel) dalam melaksanakan program Corporate
Social Responsibility dilaksanakan oleh bagian personalia perusahaan yang
program kerjanya didasarkan penyusunan setiap tahun;
Sikap dan respon masyarakat kelurahan Wringin Anom terhadap adanya
program CSR perusahaan dari beberapa kegiatan yang sudah dilakukan
mendapatkan respon yang baik terutama pada waktu perencanaan program CSR
perusahaan, meskipun dalam pelaksanaannya ada beberapa masyarakat yang tidak
bisa mengikuti kegiatan CSR hal tersebut disebabkan oleh faktor internal
masyarakat. Dana kegiatan CSR diambil perusahaan dari penyisihan laba bersih
pada tahun sebelumnya;
Berdasarkan analisis trend dalam prosentase penerapan program CSR yang
dilakukan oleh perusahaan berpengaruh pada tingkat penjualan produk
perusahaan, dalam kurun waktu 5 tahun penjualan perusahaan terus meningkat.
Peningkatan tersebut diimbangi dengan meningkatnya anggaran CSR yang
dianggarkan oleh perusahaan, sedangkan dalam kurun waktu 4 tahun biaya
promosi perusahaan terus mengalami penurunan hal tersebut dikarenakan
perusahaan memfokuskan promosi melalui kegiatan CSR perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Afifah, D. 2011. Persepsi dan Partisipasi Masyarakat Terhadap Kegiatan


Corporate Social Responsibility (CSR) oleh PT Wirakarya Sakti dalam Penguat
Ekonomi Lokal. skripsi. Program Sarjana Institut Pertanian. Bogor.
Ambadar. 2008. CSR dalam Praktik di Indonesia Wujud Kepedulian Dunia
Usaha. PT Elek Media Komputerindo. Jakarta.
Faradilla. 2012. Pengaruh Kinerja Keuangan dan Penggungkapan CSR Terhadap
Nilai Perusahaan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI. Skripsi.
Program Sarjana STIESIA. Surabaya
Harmoni dan A. Andriyani. 2008. Penilaian Konsumen Terhadap Corporate
Social Responsibility (CSR) Perusahaan. Jurnal Ekonomi Bisnis. 13 (1).
Iqbal, M. 2009. Pengawasan Implementasi CSR PT INALUM Terhadap
Masyarakat dan Lingkungan Sekitar Perusahaan. Skripsi. Program Sarjana
Universitas Sumatra Utara. Medan.
Nasdian, F. T. 2006. Pengembangan Masyarakat (Community Development).
Bagian Sosiologi pedesaan dan Pengembangan Masyarakat Departemen
Komunikasi danPengembangan Masyarakat Institut Pertanian. Bogor.
Pratiwi.
2012.
Corporate
Social
Responsibility.
http://pratiwi19.blogspot.com/2012/11/corporatesocial-Responsibility.html?m=1. Diakses
Tanggal 14 November 2013 (07.22).
Rachmi, M. 2012. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Penggungkapan
CSR pada Laporan Tahunan Perusahaan. Skripsi. Program Sarjana STIESIA.
Surabaya.
Rahmanita, S.H. 2010. Persepsi Masyarakat Sekitar Terhadap Aktivitas PT IKPP
Mills Tanggerang Kasus : RT.005/002 Kampung Baru Selatan, Kec.
SerpongUtara, Kabupaten Tangerang. Skripsi. Program Sarjana Institut
Pertanian. Bogor.
Saidi, Zaim, dan Abidin. 2004. Menjadi Bangsa Pemurah : Wacana dan Praktek
Kedermawanan Sosial di Indonesia. Piramedia. Jakarta.
Sari, R.A. 2012. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap CSR Disclosure
pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal
Nominal 1 (1).
Setyaningrum, D. 2011. Pengaruh Implementasi Corporate Social Responsibility
Terhadap Kesejahteraan Hidup Masyarakat (Studi Kasus pada PT.APAC INTI
CORPORA, BAWEN). Skripsi. Program Sarjana Fakultas Ekonomi
Universitas Diponegoro. Semarang.
Suharto. 2005. Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat; Kajian
Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung.

Suparlan, Y.B. 1990. Kamus Istilah Pekerjaan Sosial. Yogyakarta


Undang undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Perseroan Terbatas.
Jakarta.
Wibisono, Y. 2007. Membedah Konsep dan Apikasi CSR. Fascho Publising. Jawa
Timur.