Anda di halaman 1dari 5

MOTOR LISTRIK / EL-2501

3211401045

I.

RANGKUMAN MOTOR AC 3 FASA


& 1 FASA
Windi Puspitasari/ KBK MEKATRONIKA

Motor Induksi 3 Fasa


1. Motor listrik AC secara garis besar dibedakan menjadi dua jenis yaitu motor
induksi (asinkron) dan motor sinkron. Motor-motor induksi merupakan motor
listrik yang paling banyak digunakan di industri. Konstruksinya yang
sederhana, kokoh, harganya yang murah dan, maintenance yang mudah.
2. Motor induksi berputar pada kecepatan konstan dari tanpa beban sampai beban
penuh. Walaupun kecepatan motor AC tergantung pada frekuensi, sehingga
kecepatan agak sulit untuk dikontrol. Namun penggunaan variable frequency
electronic drives (inverter) paling sering digunakan untuk motor-motor
induksi.
3. Konstruksi motor induksi terdiri dari stator (bagian motor yang diam), rotor
(bagian motor yang berputar), dan Celah udara (ruang antara stator dan
rotor).
4. Konstruksi stator terdiri dari:
Frame/Rumah stator dari besi tuang
Inti stator dari besi lunak atau baja silicon
Slot/Alur dan gigi, materialnya sama dengan inti, alur (slot) tempat
meletakkan belitan
Belitan stator dari tembaga
5. Konstruksi rotor terdiri dari :
Inti rotor, bahannya sama dengan inti stator
Alur dan gigi materialnya sama dengan inti, alur tempat meletakkan
belitan
Belitan rotornya bahannya dari tembaga, konstruksi lilitan akan
memberikan dua macam rotor yaitu:
a.
Motor induksi dengan rotor sangkar atau squrriel cage
b.
Motor induksi rotor lilit
Poros atau as
6. Berdasarkan jenis rotornya motor induksi dibagi menjadi:
Motor induksi rotor sangkar tupai (squirrel cage induction motor)
Motor induksi rotor lilit (wound rotor induction motor)
7. Berdasarkan arus dan tegangan motor induksi dibagi menjadi:
Tiga fase
Satu fase
8. Berdasarkan framenya motor induksi dibagi menjadi:
Totally Enclosed Fan Air Cooled (TEFC)
Open drip-proof (ODP)

Totally enclosed, non ventilated (TENV)


9. Motor induksi adalah suatu mesin listrik yang merubah energi listrik
menjadi energi gerak dengan menggunakan gandengan medan listrik dan
mempunyai slip antara medan stator dan medan rotor.
10. Bagian motor induksi 3 fasa:
Stator adalah bagian dari mesin yang tidak berputar dan terletak
pada bagian luar. Dibuat dari besi bundar berlaminasi dan
mempunyai alur alur sebagai tempat meletakkan kumparan.
Rotor sangkar adalah bagian dari mesin yang berputar bebas dan
letaknya bagian dalam. Terbuat dari besi laminasi yang mempunayi
slot dengan batang alumunium / tembaga
yang
dihubungkan
singkat pada ujungnya.
Rotor kumparan dihubungkan bintang (Y) dibagian dalam dan
ujung yang lain dihubungkan dengan slipring ke tahanan luar.
Kumparan dapat dikembangkan menjadi pengaturan kecepatan
putaran motor. Pada kerja normal slipring hubung singkat secara
otomatis, sehingga rotor bekerja seperti rotor sangkar.
11. Keuntungan motor induksi 3 fasa:
Konstruksi sangat kuat dan sederhana terutama bila motor dengan rotor
sangkar.
Harganya relatif murah dan kehandalannya tinggi.
Effesiensi relatif tinggi pada keadaan normal, tidak ada sikat sehingga
rugi gesekan kecil.
Biaya pemeliharaan rendah karena pemeliharaan motor hampir tidak
diperlukan.
12. Kerugian motor induksi 3 fasa:
Kecepatan tidak mudah dikontrol
Power faktor rendah pada beban ringan
Arus start biasanya 5 sampai 7 kali dari arus nominal
13. Rumus perhitungan kecepatan sinkron:
ns

120 f

P
ns : kecepatan sinkron
f : frekuensi sumber
p : jumlah kutup (pole)
14. Rumus perhitungan slip:
Slip saat motor berputar dengan arah maju

Ns Nr
S=
Ns
Nr
S=1
Ns

Slip saat motor berputar dengan arah mundur


Ns (Nr)
S=
Ns
Nr
S=1+
Ns
S = 1 + (1
S) S = (2
S)
II.

Motor Induksi 1 Fasa


1. Macam-macam motor induksi 1 fasa:
Split Phase, Motor split phase merupakan motor dengan beban torsi
rendah atau sedang. Contoh : kipas, blower, pompa sentrifugal, mesin
cuci.
Capacitor Start, Contoh : compressor, pompa, conveyor, refrigerator,
peralatan AC, mesin cuci, dan peralatan yang pengasutan dengan
beban berat.
Capacitor Run, Contoh : kipas, blower, pompa sentrifugal, beban
dengan tingkat kebisingan rendah.
Capacitor Start & Run, Motor Capacitor Start & Run merupakan motor
dengan torsi tinggi dan tingkat kebisingan rendah. Contoh :
compressor, pompa, conveyor, refrigerator.
Shaded Pole, Motor shaded pole merupakan motor dengan beban torsi
arus rendah. Contoh : kipas, pengering rambut, dan mainan.
2. Konstruksi motor induksi Fasa Tunggal hampir sama dengan motor induksi
tiga fasa rotor sangkar, yang membedakannya pada kumparan stator yang
berupa kumparan Fasa Tunggal. Motor induksi Fasa Tunggal biasanya
dilengkapi saklar sentrifugal yang diperlukan saat pengasutan, saklar akan
memutuskan suplai tegangan ke kumparan bantu setelah motor mencapai
kecepatan 75% s.d 100% dari kecepatan nominal motor.
3. Prinsip kerja motor induksi 1 fasa:
Dengan menghubungkan motor induksi Fasa Tunggal ke sumber tegangan
bolak-balik Fasa Tunggal, maka kumparan stator akan menghasilkan fluksi
yang berbentuk sinusoidal. Fluks magnet ini hanya merupakan fluks pulsasi,
bukan merupakan fluks medan putar, sehingga tidak memutarkan rotor yang
dalam keadaan diam, hanya putaran fluksi yang dihasilkan. Jadi motor
induksi Fasa Tunggal tidak dapat start sendiri. Untuk dapat start sendiri,
motor memerlukan alat bantu, alat bantu ini ada yang digunakan saat start
atau selama motor bekerja.
4. Daya yang dihasilkan oleh rotor:
= (1 )

5. Torsi yang dihasilkan oleh rotor:


=

(1 )

2
= (1 )

6. Torsi yang dihasilkan saat arah maju:


2
=

Torsi yang dihasilkan saat arah mundur:


2
=
2
1
=
2
7. Rangkaian ekivalen dari motor AC 1 fasa tanpa rugi inti:

8. Rangkaian ekivalen dari motor AC 1 fasa dengan rugi inti diparalel (rc):

9. Rangkaian ekivalen dari motor AC 1 fasa dengan rugi inti diseri (rc):

10. Berikut ini adalah karakteristik dari motor AC 1 fasa berdasarkan tipe-tipe
dari motornya.