Anda di halaman 1dari 11

Makalah Pramuka anak smansa Seiba

Sejarah Kepramukaan Indonesia


A. Pendahuluan
Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang
penting, yang merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu
perlu diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.

B. Sejarah Singkat Gerakan Pramuka


Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai
negara termasuk Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda
gagasan itu dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia
dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan PanduPandu Hindia Belanda).
Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan
membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional.
Sehingga muncul bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse
Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche
Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).
Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka
K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.
Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930
organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra)
bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931
terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI
(Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu
banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA.
Setelah tokoh proklamasi kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal
28 Desember 1945 di Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.
Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan
yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia)
berdiri 13 September 1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954
dan PKPI (Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)
Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama
PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).

Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah.
Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar
menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi
kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri
Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan
Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda
karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya
badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan
kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan
gerakan pramuka dilarang keberadaannya.

C. Perkembangan Gerakan Pramuka


Ketentuan dalam Anggaran Dasar gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik
pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak
membawa perubahan sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan
pramuka ternyata lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.
Kemajuan Gerakan Pramuka akibat dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di
tiap tingkat, dari tingkat Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 %
penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961
Kwarnas Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di
bidang pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta,
Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun 1966
Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi bersama
pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka Bhayangkara,
Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang muncul maka pada tahun
1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka Kwarnas mengeluarkan
instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di dalam penyelenggaraan
transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan pramuka dilanjutkan dengan
berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan pembangunan bangsa dengan
berbagai instansi terkait.
Pengertian Kepramukaan
Kepramukaan pada hakekatnya adalah :
Suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan bagi anak dan
pemuda di bawah tanggungjawab orang dewasa;
Yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan di luar lingkungan pendidikan
keluarga dan di alam terbuka;

Dengan menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.


Sifat Kepramukaan
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepramukaan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen,
Denmark, maka kepramukaan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :

Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepramukaan di suatu


negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan
kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepramukaan di negara manapun di dunia ini
harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama
Pramuka dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat,
suku dan bangsa.
Universal, yang berarti bahwa kepramukaan dapat dipergunakan di mana saja untuk
mendidik anak-anak dari bangsa apa saja, yang dalam pelaksanaan pendidikannya selalu
menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan.
Fungsi Kepramukaan
Dengan landasan uraian di atas, maka kepramukaan mempunyai fungsi sebagai :

Kegiatan menarik bagi anak atau pemuda


Kegiatan menarik di sini dimaksudkan kegiatan yang menyenangkan dan mengandung
pendidikan. Karena itu permainan harus mempunyai tujuan dan aturan permainan, jadi
bukan sekadar main-main, yang hanya bersifat hiburan saja, tanpa aturan dan tujuan,
dan tidak bernilai pendidikan. Karena itu lebih tepat kita sebut saja kegiatan menarik.

Pengabdian bagi orang dewasa


Bagi orang dewasa kepramukaan bukan lagi permainan, tetapi suatu tugas yang
memerlukan keikhlasan, kerelaan, dan pengabdian. Orang dewasa ini mempunyai
kewajiban untuk secara sukarela membaktikan dirinya demi suksesnya pencapaian tujuan
organisasi.

Alat bagi masyarakat dan organisasi


Kepramukaan merupakan alat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
setempat, dan juga alat bagi organisasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Jadi
kegiatan kepramukaan yang diberikan sebagai latihan berkala dalam satuan pramuka itu
sekedar alat saja, dan bukan tujuan pendidikannya.
Istilah Gerakan Pramuka dan Pramuka

Gerakan Pramuka adalah nama organisasi yang merupakan wadah proses pendidikan
kepramukaan yang dilaksanakan di Indonesia.
Sebelum tahun 1961 di Indonesia pernah berdiri berbagai macam organisasi
kepramukaan seperti Pandu Rakyat Indonesia, Kepanduan Bangsa Indonesia, Hizbul
Waton dan lain-lain. Sekarang hanya satu organisasi yang disebut Gerakan Pramuka.
Pramuka merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang berusia antara 7
sampai dengan 25 tahun, dan berkedudukan sebagai peserta didik, yaitu sebagai
Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang, Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega. Kelompok
anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan, Pleatih, Pamong Saka, Staff Kwartir
dan Majelis Pembimbing.
Disamping itu kata Pramuka juga dapat diartikan praja muda karana, yaitu rakyat muda
yang suka berkarya.
Tujuan Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsipPrinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan
keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia, agar
supaya :
Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta :
tinggi mental - moral - budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
kuat dan sehat fisiknya.
Menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara
Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan
berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.
Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang
dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapain
tujuan tersebut.
Tugas Pokok
Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi
anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat
membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu
menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu


memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.
Gerakan Pramuka berkewajiban melaksanakan Eka Prasetya Pancakarsa.
Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka
disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini
tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan
Pramuka dalam iktu membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan
Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.
Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk
tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka
harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk
orang tua Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat
menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua Pramuka dan
masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaan kegiatannya, Gerakan Pramuka menggunakan Prinsip Dasar dan
Metode Kepramukaan, sistim among dan berbagai metoda penyajian lainnya. Para
Pramuka mendapat pembinaan dalam satuan-gerak sesuai dengan usia dan bidang
kegiatannya dengan memgikuti ketentuan pada Syarat Kecakapan Umum, Syarat
Lecakapan Khusus dan Syarat Pramuka Garuda.
Sasaran yang ingin dicapai dengan pendidikan kepramukaan itu ialah :
kuat keyakinan beragamanya.
tinggi mental dan moralnya, serta berjiwa Pancasila.
sehat, segar dan kuat jasmaninya.
cerdas, segar dan kuat jasmaninya.
berpengetahuan luas dan dalam.
berjiwa kepemimpinandan patriot.
berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan lingkungan.
berpengalaman banyak.
sumber salah satu situs di internet,ketika siang harinya tepat jam 13.00 wib tanggal 24
januari 2005,pengalaman pertamaku ikut pramuka ma anak - anak Al-Ishlah,.....

Berlandaskan rasa senangku terhadap pramuka dan dengan mengharapkan


keridhoan_Nya.Dengan perasaan senang plus was - was juga, akhirnya kuberanikan tuk
memulai "kiprahku" didunia ini,.....meskipun ini memang bukan pengalaman pertamaku
terjun ke "dunia" ini,tapi ketika harus melatih adik - adik pramuka atau bahkan bisa
dikatakan menjadi seorang pembina pramuka,ini memang yang pertama kalinya.Moga
dengan ini ku bisa,mengenal siapa diriku,memperbaiki diriku atau bahkan menjadikanku
seorang hero.Yap,dengan Bismillahirrahmaanirrahiim ku siapkan diriku tuk terus
melangkah di dunia ini,.....

Kiasan Dasar di Satuan Pramuka


Ternyata kiasan dasar juga melekat di setiap nama golongan dan satuan di Gerakan
Pramuka, seperti yang ada di bawah ini :
Peserta didik umur 7 - 10 tahun disebut Siaga yang mempunyai tingkatan Mula, Bantu,
Tata. Satuan terkecil dalam Siaga disebut Barung (tempat penjagaan ramu-ramuan) dan
kumpulan dari barung disebut Perindukan (tempat anak cucu berkumpul).
Umur 11 - 15 tahun disebut Penggalang yang mempunyai tingkatan Ramu, Rakit, Terap.
Satuan terkecil dalam Penggalang disebut Regu (gardu, tempat berkumpul) dan kumpulan
dari 4 regu disebut Pasukan (tempat para suku berkumpul).
Umur 16 - 20 tahun disebut Penegak yang mempunyai tingkatan Bantara, Laksana. Satuan
terkecil dalam Penegak disebut Sangga (rumah kecil untuk penjaga sawah dan ladang).
Dan kumpulan dari 4 sangga disebut Ambalan (staf ,penyangga, anak tangga).
Umur 21 - 25 tahun disebut Pandega, satuan dalam Pandega disebut Racana (pondasi
tiang/ ompak). Bila diperlukan Pandega dapat dibentuk satuan terkecil yang disebut Reka.
Untuk bisa menyelenggarakan proses pendidikan Pramuka di Gugus yang paling depan
( Gugus Depan ) diperlukan seseorang yang dapat memimpin yang disebut Pembina. Agar
diperoleh hasil pendidikan yang berkualitas diperlukan orang-orang yang dapat diandalkan
yang disebut dengan Andalan.( Pengurus Kwartir ). Kwartir memiliki pengertian yaitu
suatu Kelompok Kerja/ tugas, Panitia.

Lambang Gerakan Pramuka


Lambang gerakan pramuka adalah tanda pengenal tetap yang mengkiaskan cita-cita setiap
anggota Gerakan Pramuka.
Lambang tersebut diciptakan oleh Bapak Soehardjo Admodipura, seorang pembina
Pramuka yang aktif bekerja di lingkungan Departemen Pertanian dan kemudian digunakan
sejak 16 Agustus 1961. Lambang ini ditetapkan dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional
Gerakan Pramuka No. 06/KN/72 tahun 1972.

Bentuk dan Arti Kiasan

Bentuk lambang gerakan pramuka itu adalah Silhouette tunas kelapa. Arti kiasan lambang
gerakan pramuka :
1.Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal, dan istilah cikal bakal di Indonesia
berarti penduduk asli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah
nyiur yang tumbuh itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka merupakan inti bagi
kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
2.Buah nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Jadi lambang
itu mengkiaskan bahwa tiap anggota pramuka adalah seorang yang rohaniah dan
jasmaniah sehat, kuat, dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan
dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi pada tanah
air dan bangsa Indonesia.
3.Nyiur dapat tumbuh dimana saja, yang membuktikan besarnya daya upaya dalam
menyesuaikan diri dalam mesy dimana dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun juga.
4.Nyiur tumbuh menjulang lurus ke atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi
di Indonesia. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka mempunyai cita-cita
yang tinggi dan lurus, yakni yang mulia dan jujur, dan dia tetap tegak tidak mudah
diombang-ambingkan oleh sesuatu.
5.Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Jadi lambang itu mengkiaskan tekad
dan keyakinan tiap pramuka yang berpegang pada dasar-dasar dan landasan-landasan
yang baik, benar, kuat dan nyata ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnya untuk
memperkuat diri guna mencapai cita-citanya.
6.Nyiur adalah pohon yang serba guna dari ujung atas hingga akarnya. Jadi lambang itu
mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia yang berguna, dan membaktikan diri dan
kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan negara Republik Indonesia serta
kepada umat manusia.

Penggunaan Lambang
Lambang gerakan pramuka dapat digunakan pada panji, bendera, papan nama kwartir dan
satuan, tanda pengenal administrasi gerakan pramuka. Penggunaan tersebut dimaksudkan
sebagai alat pendidikan untuk mengingatkan dan meningkatkan kegiatan gerakan pramuka
sesuai dengan kiasan yang ada pada lambang gerakan pramuka tersebut.

METODE LATIHAN PRAMUKA PENEGAK


Secara jujur kita aakui, jumlah peserta didik Gerakan Pramuka golongan Penegak
prosentasenya menurun jika dibandingkan dengan jumlah anak golongan Siaga dan
Penggalang. Kalau kita amati, banyak peserta didik golongan siaga yang masih mau
melanjutkan sebagai Pramuka Penggalang, namun apabila sudah memasuki usia Penegak,
kebanyakan mereka sudah tidak berambisi lagi untuk bergabung menjadi Pramuka Penegak.
Benarkah Pramuka Golongan Penegak kurang/tidak lagi menarik bagi pemuda seusia 16 20
tahun, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang ? ataukah mungkin ada factor-faktor
lain yang menyebabkan semua ini, sehingga perlu kita benahi agar kegiatan Penegak tetap
diminati peserta didik.
Apabila kita membaca sejarah kepanduan khususnya masalah kepenagakan, disitu akan kita
ketahui, bahwa lahirnya Pramuka Golongan Penegak bukanlah merupakan ide dari pendiri
kepramukaan Baden Powell untuk diikuti oleh pemuda seusia penegak. Akan tetapi,
lahinya Pramuka golongan Penegak ini justru dikerenakan tuntutan dari mereka sendiri
( pemuda golongan penegak ) untuk tetap memandu, melanjutkan kegiatannya sewaktu
mereka masih sebagai Penggalang. Dengan demikian jelaslah bagi kita, bahwa sebenarnya
Pramuka Penegak masih diminati pemuda, hanya saja bagaimana cara menciptakan porsi
kegiatan kepramukaan yang cocok pada anak seusia inilah yang agak sulit.
Berbagai gagasan latihan untuk Penegak pernah dicoba oleh Baden Powell, namun
kebanyakan gagasan itu ditarik kembali, dengan alasan kurang sesuai dengan yang
dikehendaki mereka. Padahal, agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, syarat utamanya
haruslah cocok dan sesuai dengan yang dikehendaki mereka, sehingga dapat menarik mereka
untuk berbondong-bondong bergabung menjadi Pramuka Penegak. Akhirnya ditemukanlah
bahan latihan yang cocok untuk mereka, yaitu suatu latihan yang dapat menambah dan
melangkapi hal-hal yang belum didapatkan sewaktu mereka masih menjadi Siaga dan
Penggalang, dalam rangka menciptakan warga Negara yang baik dan berguna. Sedangkan
cara memberikannya dengan mempergunakan metode kepanduan dalam suasana hidup diluar
dan bakti.
Karena kepramukaan mempunyai sifat nasional, internasional dan universal, maka metode
latihan kepenegakan di Indonesia pun disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat
dan Negara Indonesia. Dalam Gerakan Pramuka, Pramuka Penegak adalah kader-kader
Pembina, yang mempunyai tugas untuk membangun Indonesia. Mereka menggabungkan diri
dengan suka dan rela untuk bertugas :
1. membina diri sendiri dan sesama Pramuka
2. Berbakti kepada Tuhan, tanah air, bangsa dan Negara Republik Indonesia, yang kini
sedang melaksanakan pembangunan untukmencapai masyarakat adil dan makmur.
Sedangkan latihannya dilaksanakan dari, oleh dan untuk mereka sendiri. Inilah gambaran
latihan Kepenagakan yang menarik. Saya yakin, apabila prinsip ini dipegang teguh dalam
melaksanakan latihan kepenegakan, niscaya latihan tersebut akan benar-benar menarik bagi
peserta didik. Dan sekaligus dapat mengarah kepada upaya penacapaian tujuan Gerakan
Pramuka.
Lalu kenapa pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka Penegak? Menurut
pengamatan kami, factor-faktornya dapat kami simpulkan sebagai berikut :

Bentuk latihan yang menoton dan mengulang latihan penggalang.


Salah satu factor yang menyebabkan pemuda kurang berminat untuk menjadi Pramuka
Penegak adalah karena banyak di antara Pembina Penegak yang menyajikan acara latihannya
seperti pada latihan penggalang. Sehingga kesannya di mata anak didik, latihan kepenegakan
itu menoton dan membosankan. Lebih-lebih bagi mereka yang dahulunya aktif waktu
menjadi penggalang jelas tidak tertarik untuk masuk menjadi Penegak.
Hal ini sebenarnya janganlah sampai terjadi. Meskipun ada beberapa mata acara latihan yang
sama untuk anak penggalang dan penegak, suatu missal, cara mempergukan kompas, tetapi
model penyampaiannya dan luas isi materi antara penggalang dan Penegak jelas berbeda.
Untuk anak penggalang materi yang disampaikan mungkin sebatas pengenalan kompas,
bagian-bagian dan fungsinya, serta cara mempergukannya secara praktis. Tetapi untuk anak
Penegak akan lebih lagi, selain materi yang disampaikan di Penggalang, masih ditambah lagi
tentang sejarah asal usul kompas, macam-macam bentuk kompas dari yang paling sederhana
sampai ke paling modern, cara memilih jenis kompas, cara merawat, cara membuat kompas
yang sederhana. Dan kalau perlu, mereka juga harus dapat menerangkan dan melatih orang
lain terutama adik-adik siaga dan penggalang dalam mempergunakan kompas. Lebih baik
lagi kalau mereka dapat menuliskan hal-hal tersebut hingga tersusun menjadi bentuk buku.
Yang menyampaikan materinya juga tidak harus Pembina, tetapi mereka dapat saling
berdiskusi dari pengetahuan dan bahan-bahan yang mereka peroleh sendiri. Sehingga mereka
saling menambah dan melengkapi. Dengan demikian pengetahuan mereka tentang kompas
akan semakin luas.
Demikian juga untuk mata acara yang lain, hendaknya janganlah selalu Pembina yang
menyampaikan, sehingga akan terkesan terlalu menggurui. Berilah jalan dan dorongan
kepada mereka, terutama pengurus Dewan Ambalan. Untuk dapat menyampaikan materi
latihan kepada teman-temannya. Cara lain yang dapat kita tempuh adalah dengan
memberikan masalah dan pertanyaan yang berhubungan dengan materi latihan. Para Penegak
disuruh membahas masalah tersebut atau mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan itu dengan
cara berdiskusi atau membaca buku-buku. Kalau perlu tugaskan kepada mereka untuk
menghubungi tokoh-tokoh atau instansi yang jelas menguasai atau ada hubungannya dengan
materi tersebut.
Dengan demikian peserta didik akan sadar kekhilapannya dan cepat kembali ke jalan yang
semestinya.
Terlebih untuk Ambalan yang masih baru didirikan, sebagai langkah awal Pembina harus
banyak berperan. Baik dalam memberikan contoh cara memimpin jalanya latihan, mengurus
administrasi maupun dalam membuat usulan kegiatan, petunjuk pelaksanaan, evaluasi dan
laporan kegiatan. Pembina juga harus menjelaskan secara rinci tugas-tugas para Dewan
Ambalannya sesuai dengan ketentuan yang benar.
Dengan demikian diharapkan Dewan Ambalan pertama yang berfungsi dengan baik dan
benar. Ini sangat penting sekali, sebab biasanya pengurus masa bakti berikutnya sebagian
besar mencontoh kerbiasaan Dewan Ambalan sebelumnya. jika awalnya sudah terbiasa suatu
hal yang kurang baik dikhwatirkan akan menjadi tradisi turun temurun dalam Ambalan
tersebut.

BAGAIMANA CARA MENJADI


ANGGOTA GERAKAN PRAMUKA
Menjadi anggota Gerakan Pramuka caranya sangat mudah dan secara umum melalui tahapan
sebagai berikut :

Menjadi Pramuka Penegak


Dari Pramuka Penggalang dalam satu Gugusdepan.
Diserahkan oleh Pembinanya dan diterima oleh Pembina Penegak dalam suatu upacara, ia
berstatus sebagai Tamu Ambalan.

1) Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak
Bantara berstatus sebagai calon Penegak Bantara.

2) Setelah berhasil menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara, ia


akan dilantik oleh Pembinanya dalam suatu Upacara dan mengucapakn janji Tri Satya.
Disemati Tanda Kecakapan Umum (TKU) Bantara, Tanda Topi Penegak dan akan
mendapat Kartu Tanda Anggota berstatus Pramuka Penegak.

3) Selanjutnya wajib meningkatkan kecakapan umumnya dan meraih berbagai kecakapan


khusus serta mengikuti kegiatan kepenegakan sampai batas usia Penegak berakhir.

Dari Pramuka Penggalang dari lain Gugusdepan.


Menyerahkan Surat keterangan pindah dari Gugusdepanya.

1. Diterima dalam suatu Upacara ditempatkan disalah satu Sangga berstatus sebagai
Tamu Ambalan.

2. Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak
Bantara berstatus sebagai Calon Penegak Bantara.

3. Setelah berhasil menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Penegak Bantara ia akan


dilantik oleh pembinanya dalam suatu upacara dan mengucapakn janji Tri Satya.
Disemati Tanda Kecakapan Umum (TKU) Bantara, Tanda Topi Penegak dan akan
mendapat Kartu Tanda Anggota berstatus Pramuka Penegak.

Dari remaja/pemuda yang belum pernah jadi Pramuka.


Datang ke Gugusdepan menyatakan minatnya menjadi Pramuka.

1. Diterima dan ditempatkan di Ambalan melalui upacara dengan status Tamu Ambalan.
2. Mengikuti latihan rutin dan menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum Penegak Bantara.
3. Setelah selesai dan berhasil ia akan dilantik oleh pembinanya dalam suatu upacara
serta mengucapkan janji Tri Satya, setelah itu disemati Tanda Pelantikan, Tutup Kepala,
Setangan Leher dan Tanda Kecakapan Umum Bantara.

4. Selanjutnya wajib meningkatkan Kecakapan Umumnya dan meraih berbagai kecakapan


khusus serta mengikuti kegiatan Kepenegakan sebelum batas usia Penegak Berakhir.

5. Pramuka Penegak yang usianya lewat 20 tahun oleh Pembinanya akan dilepas dalam
suatu upacara dan pindah ke golongan Pramuka Pandega.