Anda di halaman 1dari 15

A.

DEFINISI
Sindroma

Koroner

Akut

merupakan

sindroma

klinis

akibat

adanya penyumbatan pembuluh darah koroner baik bersifat intermiten


maupunmenetap

akibat

rupturnya

plak

atherosklerosis

(Price,

1995).Sindroma Koroner Akut merupakan sekumpulan gejala yang


diakibatkanoleh gangguan aliran darah pembuluh darah koroner jantung
secara akut.Umumnya disebabkan oleh penyempitan pembuluh koroner
akibat plak aterosklerosis yang lalu mengalami perobekan dan hal ini memicu
darahterjadinya

gumpalan-gumpalan

darah

(trombosis)

(Widiastuti,

2001).Sindrom koroner akut (SKA) merupakan keadaan darurat jantung


denganmanifestasi klinis rasa tidak enak di dada atau gejala lain sebagai
akibatiskemia miokardium (Mahpayya,2004).
B. ETIOLOGI
Sumber masalah pada Sindrom Koroner Akut sesungguhnya hanya
terletak pada penyempitan pembuluh darah jantung (vasokonstriksi).
Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal, meliputi:
a. Adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah akibat
konsumsi
b. Kolesterol tinggi.
c. Sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus).
d. Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh darah akibat kejang yang terus
menerus.
e. Infeksi pada pembuluh darah.1
Terjadinya Sindrom Koroner Akut (SKA) dipengaruhi oleh beberapa
keadaan, yakni:
a. Aktivitas/latihan fisik yang berlebihan (tak terkondisikan)
b. Stress emosi, terkejut
c. Udara dingin, keadaan-keadaan tersebut ada hubungannya dengan
peningkatan aktivitas simpatis sehingga tekanan darah meningkat,
frekuensi debar jantung meningkat, dan kontraktilitas jantung meningkat.1
C. JENIS-JENIS SKA
1. Akut ST-elevasi MI (STEMI)
STEMI terjadi karena sumbatan yang komplit pada arteri koroner. Jika
tidak dilakukan pengobatan akan dapat menyebabkan kerusakan
miokardium yang lebih jauh. Pada fase akut pasien beresiko tinggi untuk
mengalami fibrilasi ventrikel atau takikardi yang dapat menyebabkan
kematian.2

2. Non-ST-elevasi MI (NSTEMI)
NSTEMI sering disebut dengan istilah non Q-wave MI atau subendocardial MI). Pada beberapa pasien dengan NSTEMI, mereka memiliki
resiko tinggi untuk terjadinya sumbatan pembuluh darah koroner, yang
dapat menyebabkan kerusakan miokardium yang lebih luas dan aritmia
yang dapat menyebabkan kematian. Resiko untuk terjadinya sumbatan
dapat terjadi pada beberapa jam pertama dan menghilang dalam seiring
dengan waktu.2
3. Unstable angina pectoris
Angina tidak stabil didefinisikan sebagai kejadian salah satu atau
beberapa dari kejadian berikut: 1. Angina yang terjadi pada periode waktu
tertentu dari mulai beberapa hari dan meningkat dalam serangan.
Peningkatan itu disebabkan karena faktor pencetus yang lebih sedikit atau
kurang. Keadaan ini sering disebut sebagai crescendo angina. 2. Episode
kejadian angina sering berulang dan tidak dapat diprediksi. Angina tidak
stabil tidak pencetus karena olahraga tidak begitu jelas.2
D. PATOFISIOLOGI
Sindrom Koroner Akut (SKA) dimulai dengan adanya ruptur plak arteri
koroner, aktivasi kaskade pembekuan dan platelet, pembentukan trombus,
serta aliran darah koroner yang mendadak berkurang. Oklusi mendadak dari
arteri koroner bila ada ruptur plaque, akan mengaktivasi sistem pembekuan.
Interaksi antara ateroma dengan bekuan akan mengisi lumen arteri, sehingga
menutup

lumen

pembuluh

darah

koroner

yang

sudah

mengalami

aterosklerosis. Hipoksemia pada daerah distal dari sumbatan menyebabkan


iskemia dan selanjutnya nekrosis miokardia. Kematian sel miokardium akibat
iskemia disebut infark miokard, dimana terjadi kerusakan, kematian otot
jantung, dan terbentuk jaringan parut tanpa adanya pertumbuhan kembali otot
jantung. Pada infark miokard, fungsi ventrikel kiri mengalami gangguan
kontraktilitas. Hal tersebut mengakibatkan daya kontraksi menurun,
perubahan daya kembang dan gerakan dinding ventrikel menurun, sehingga
volume sekuncup menurun. Infark miokard juga mengakibatkan suplai O2
menurun. Ketika suplai O2 menurun, tubuh akan berusaha untuk

menyeimbangkan pasokan O2 dengan cara melakukan metabolism anaerob,


metabolisme anaerob tersebut menghasilkan timbunan asam laktat yang
menyebabkan nyeri.3

Kolesterol tinggi
Aterosklerosis
Ruptur plaque
Oklusi mendadak arteri koroner
Ateroma
Pathway

Lumen arteri terisi

Pembuluh darah aterosklerosis


Hipoksemia
Iskemia
Nekrosis miokardium
Infark Miokard

Daya kontraksi
Daya kontraksi
Intoleransi AktivitasMetabolisme anaerob
Penurunan Curah Jantung
Gangguan perfusi

Gangguan Rasa Nyaman Nyeri

E. MANIFESTASI
Gejala sindrom koroner akut berupa keluhan nyeri ditengah dada, seperti:
rasa ditekan, rasa diremas-remas, menjalar ke leher,lengan kiri dan kanan,
serta ulu hati, rasa terbakar dengan sesak napas dan keringat dingin, dan
keluhan nyeri ini bisa merambat ke kedua rahang gigi kanan atau kiri,
bahu,serta punggung. Lebih spesifik, ada juga yang disertai kembung pada
ulu hati seperti masuk angina atau maag.
Gejala kliniknya meliputi:
a. Terbentuknya thrombus yang menyebabkan darah sukar mengalir ke otot
jantung dan daerah yang diperdarahi menjadi terancam mati.
b. Rasa nyeri, rasa terjepit, kram, rasa berat atau rasa terbakar di dada
(angina). Lokasi nyeri biasanya berada di sisi tengah atau kiri dada dan
berlangsung selama lebih dari 20 menit. Rasa nyeri ini dapat menjalar ke
rahang bawah, leher, bahu dan lengan serta ke punggung. Nyeri dapat
timbul pada waktu istirahat. Nyeri ini dapat pula timbul pada penderita
yang sebelumnya belum pernah mengalami hal ini atau pada penderita
yang pernah mengalami angina, namun pada kali ini pola serangannya
menjadi lebih berat atau lebih sering.
c. Selain gejala-gejala yang khas di atas, bisa juga terjadi penderita hanya
mengeluh seolah pencernaannya terganggu atau hanya berupa nyeri yang
terasa di ulu hati. Keluhan di atas dapat disertai dengan sesak, muntah atau
keringat dingin.3
F. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
a. EKG
STEMI : Perubahan pada pasien dengan Infark Miokard Akut,
meliputi : hiperakut T, elevasi segmen ST yang diikuti dengan
terbentuknya Q pathologis, terbentuknya bundle branch block/ yang
dianggap baru. Perubahan EKG berupa elevasi segment ST 1 mm pada 2

sadapan yang berdekatan pada limb lead dan atau segment elevasi 2 mm
pada 2 sadapan chest lead.
NSTEMI : Perubahan EKG berupa depresi segment ST 1 mm
pada 2 sadapan yang berdekatan pada limb lead dan atau segment depresi
2 mm pada 2 sadapan chest lead.
b. Enzim Jantung
- CKMB : Kreatinin Kinase dan isoenzimnya dipandang sebagai
indicator paling sensitive dalam menegakkan diagnosa infark
miokardium. CK-MB adalah isoenzim yang ditemukan hanya pada sel
jantung. Apabila terjadi kerusakan pada sel-sel jantung, nilai CK-MB
-

akan meningkat.
Troponin T : spesifik untuk kerusakan otot jantung, dapat dideteksi 4-8

jam pasca infark


LDH : Laktat dehidrogenase dapat mendeteksi 0pasien yang menderita
infark miokard akut. Untuk mendiagnosa MI, menggunakan LDH 1 dan
LDH2. Normalnya LDH2 lebih tinggi dibandingkan

LDH1. Apabila

kadar LDH1 melebihi LDH2 maka keadaan tersebut menunjukkan


adanya infark miokard.
c. Elektrolit.
Ketidakseimbangan dapat mempengaruhi konduksi dan kontraktilitas,
misalnya hipokalemi, hiperkalemi.
d. Sel darah putih
Leukosit ( 10.000 20.000 ) biasanya tampak pada hari ke-2 setelah IMA
berhubungan dengan proses inflamasi.
e. Ekokardiogram
Dilakukan untuk menentukan dimensi serambi, gerakan katup atau dinding
ventrikuler dan konfigurasi atau fungsi katup.
f. Angiografi koroner
Menggambarkan penyempitan atau sumbatan arteri koroner. Biasanya
dilakukan sehubungan dengan pengukuran tekanan serambi dan mengkaji
fungsi ventrikel kiri (fraksi ejeksi). Prosedur tidak selalu dilakukan pad
fase AMI kecuali mendekati bedah jantung angioplasty atau emergensi.3
G. PENATALAKSANAAN
a. Pasien dianjurkan istirahat total
b. Pasang iv line dan infuse untuk pemberian obat-obatan intra vena
c. Atasi nyeri, dengan :
- Morfin 2.5-5 mg iv atau pethidine 25-50 mg

- Lain-lain : Nitrat, Calsium antagonis, dan Beta bloker


d. Oksigen 2-4 liter/menit
e. Sedatif sedang seperti Diazepam per oral.
f. Antitrombotik
- Antikoagulan ( Unfractional Heparin/ golongan Heparin atau Low
Molecul Weight Heparin/ golongan Fraxiparin)
Antiplatelet ( golongan Clopidogrel, Aspirin)
g. Streptokinase/ Trombolitik ( Pada pasien dengan Acute STEMI onset <3
-

jam)
h. Primary PCI ( Pada pasien dengan Acute STEMI onset > 3 jam).3
I. KONSEP KEPERAWATAN
1. Fokus pengkajian
a. Anamnesa riwayat kesehatan klien dan keluarga dahulu apakah
mempunyai riwayat penyakit jantung
b. Pernafasan
- Gejala: dispnea dengan atau tanpa kerja, dispnea nocturnal, batuk
dengan atau tanpa produksi sputum, riwayat merokok, penyakit
-

pernafasan kronis.
Tanda: peningkatan frekuensi pernafasan, nafas sesak atau kuat, pucat
atau sianosis, bunyi nafas bersih atau krekels atau mengi, sputum

bersih merah muda kental.


c. Nutrisi dan metabolic
- Gejala: mual. Kehilangan nafsu makan, nyeri ulu hati
- Tanda: penurunan turgor kulit, kulit atau berkeringat, muntah,
perubahan berat badan.
d. Nyeri dan ketidaknyamanan
- Gejala: Nyeri dada yang timbulnya mendadak (dapat atau tak
berhubungan dengan aktivitas), tidak hilang dengan istirahat atau
-

nitrogliserin.
Lokasi: tipikal pada dada anterior, substernal, prekordia dapat
menyebar ke tangan, rahang, wajah. Tidak tertentu lokasinya seperti

epigastrum, siku, rahang, abdomen, punggung, leher.


Kualitas: chrushing, menyempit, berat, menetap, tertekan, seperti

dapat dilihat.
Intensitas: biasanya 10 pada skala 1-10, mungkin pengalaman nyeri

paling buruk yang pernah di alami.


Tanda: wajah meringis, perubahan postur tubuh, menangis, merintih,
meregang, menggeliat, menarik diri, kehilangan kontak mata, respon

otomatis perubahan frekuensi atau irama jantung, tekanan darah,


pernafasan, warna kulit atau kelembaban, kesadaran.
e. Sirkulasi dan TTV
- Tekanan darah: dapat normal atau tidak, perubahan postural dicatat
-

dari tidur sampai duduk atau berdiri.


Nadi: dapat normal, penuh atau tidak kuat atau lemah atau kuat
kualitasnya

dengan

pengisian

kapiler

lambat,

tidak

teratur

( disritmia ).
Bunyi jantung: bunyi jantung ekstra : menunjukkan gagal jantung atau

penurunan kontraktilitas atau complain ventrikel.


Murmur: Bila ada menunjukkan gagal katup atau disfungsi otot

jantung.
Irama jantung dapat teratur atau tidak teratur
Distensi vena juguler, perifer, edema umum
Warna: Pucat atau sianosis, kuku datar, pada membran mukosa dan

bibir.
f. Aktivitas dal latihan
Gejala atau tanda: kesulitan melakukan tugas perawatan diri.
g. Neurosensori
Gejala : pusing, berdenyut selama tidur atau saat bangun (duduk atau
istirahat)
h. Integritas ego
- Gejala: menyangkal gejala penting atau adanya kondisi, takut mati,
perasaan ajal sudah dekat, marah pada penyakit atau perawatan yang
-

tak perlu, kuatir tentang keluarga, kerja dan keuangan.


Tanda: menolak, menyangkal, cemas, kurang kontak mata, gelisah,
marah, perilaku menyerang, focus pada diri sendiri atau nyeri.

2. Diagnosa yang mungkin muncul


3.
-

Data

7. DS:
Laporan secara verbal
8. DO:
Posisi untuk menahan nyeri
Tingkah laku berhati-hati
Gangguan tidur (mata sayu,
tampak capek, sulit atau gerakan
kacau, menyeringai)
Terfokus pada diri sendiri
Fokus menyempit (penurunan
persepsi waktu, kerusakan proses
berpikir,
penurunan
interaksi
dengan orang dan lingkungan)
Tingkah laku distraksi, contoh :
jalan jalan, menemui orang lain
dan/atau
aktivitas,
aktivitas
berulang-ulang)
Respon
autonom
(seperti
diaphoresis, perubahan tekanan
darah, perubahan nafas, nadi dan
dilatasi pupil)
Perubahan autonomic dalam tonus
otot (mungkin dalam rentang dari
lemah ke kaku)
Tingkah laku ekspresif (contoh :
gelisah,
merintih,
menangis,
waspada,
iritabel,
nafas
panjang/berkeluh kesah)

4.

Masalah

9.
10.

Nyeri akut
(00132)

5.

Etiologi

11. penurunan
12.
suplay
oksigen
13.
ke
miokard

6.

Diagnos

14. Nyeri aku


b.d.
penurunan
15.
suplay
oksigen
k
miokard.4
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.

Perubahan dalam nafsu makan dan


minum

27. DS:
- Melaporkan secara verbal adanya
kelelahan atau kelemahan.
- Adanya
dyspneu
atau
ketidaknyamanan saat beraktivitas.
28. DO:
- Aritmia, takikardia, bradikardia
- Palpitasi, oedem
- Kelelahan
- Peningkatan/penurunan JVP
- Distensi vena jugularis
- Kulit dingin dan lembab
- Penurunan denyut nadi perifer
- Oliguria, kaplari refill lambat
- Nafas pendek/ sesak nafas
- Perubahan warna kulit
- Batuk, bunyi jantung S3/S4
- Kecemasan
- Respon abnormal dari tekanan
darah atau nadi terhadap aktifitas
- Perubahan ECG : aritmia, iskemia
29.
34. DS:
- Bangun lebih awal/lebih lambat
- Secara verbal menyatakan tidak
fresh sesudah tidur
35.
DO :
- Penurunan kemempuan fungsi
- Penurunan proporsi tidur REM
- Penurunan proporsi pada tahap 3
dan 4 tidur.
- Peningkatan proporsi pada tahap 1
tidur
- Jumlah tidur kurang dari normal

30.
Penurunan
curah
jantung
(00029)

32.

31.
Perubaha
n preload

Penurunan
curah
jantung
(00029)
b.d
perubahan
preload.4

33.

36.
Deprivasi
Tidur (00096)

37.
Ketidakn
yamanan fisik

38. Deprivasi
tidur
(00096) b
d
ketidaknya
manan
fisik

sesuai usia
39.
40. Masalah
41. Tujuan dan Kriteria hasil
42.
Intervensi
Keperawa
tan
43. Nyeri
45. Setelah diberikan tindakan 46.
Kode NIC: 1400
47.
Pain Management
akut
keperawatan selama 3x24 jam
1.
Lakukan
pengkajian
nyeri
se
(00132)
nyeri
berkurang
dengan
komprehensif
termasuk
lok
b.d.
criteria hasil:
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas
penuruna - Mampu mengontrol nyeri (tahu
faktor presipitasi
n
penyebab
nyeri,
mampu
2.
Observasi
reaksi
nonverbal
44. suplay
menggunakan
tehnik
ketidaknyamanan
oksigen
nonfarmakologi
untuk
3.
Kontrol
lingkungan
yang
d
ke
mengurangi
nyeri,
mencari
mempengaruhi nyeri seperti suhu ruan
miokard
bantuan)
pencahayaan dan kebisingan
- Melaporkan
bahwa
nyeri
4. Ajarkan tentang teknik non farmakol
berkurang dengan menggunakan
napas dalam, relaksasi, distraksi, kom
manajemen nyeri
hangat/ dingin
- Mampu mengenali nyeri (skala,
5. Tingkatkan istirahat
intensitas, frekuensi dan tanda
6. Berikan informasi tentang nyeri sep
nyeri)
penyebab nyeri, berapa lama nyeri a
- Menyatakan rasa nyaman setelah
berkurang dan antisipasi ketidaknyama
nyeri berkurang
dari prosedur
- Tanda vital dalam rentang normal
7.
Kolaborasi pemberian analgetik u
- Tidak mengalami gangguan tidur
mengurangi nyeri
48.
49.
Kode NIC 3320
50.
Oxygen Therapy
1. Menginformasikan kepada pa
pentingnya penggunaan te
oksigen
2. Kolaborasi
pemberian
te
oksigen
51.
Energy Management
1 Observasi adanya pembat
pasien dalam melakukan aktivit
2 Kaji
adanya
faktor
y
menyebabkan kelelahan
3 Monitor nutrisi dan sumber en
yang adekuat
4 Monitor respon kardivask
terhadap
aktivitas
(takika
disritmia, sesak nafas, diapor
pucat, perubahan hemodinamik
5 Monitor pola tidur dan lama

52.
53.
54.

56.
60.
57. Penuruna
61. Setelah dilakukan tindakan
n Curah
keperawatan selama 3x24 jam
jantung
pasien
dapat
melakukan
(00029)
aktifitas mandiri klien teratasi
b.d
dengan kriteria hasil:
perubaha - Vital Sign dalam rentang normal
n preload - Dapat mentoleransi aktivitas,
tidak ada kelelahan
58.
Tidak ada edema paru, perifer,
59.
dan tidak ada asites
- Tidak ada penurunan kesadaran
- Tidak ada distensi vena leher
- Warna kulit normal
- Berpartisipasi dalam aktivitas
fisik tanpa disertai peningkatan
tekanan darah, nadi dan RR
- Mampu melakukan aktivitas
sehari hari (ADL) secara mandiri
- Keseimbangan aktivitas dan
istirahat
71. Deprivasi
tidur b.d
ketidakny
amanan
fisik
74.

72. Setelah dilakukan tindakan


keperawatan selama 4x24 jam
masalah
gangguan
tidur
teratasi dengan kriteria hasil:
73. Menunjukkan tidur ditandai
dengan indikator berikut :
Perasaan segar setelah tidur
Tidak ada gangguan pada pola,
kualitas dan rutinitas tidur

62.
63.
64.

tidur/istirahat pasien
Bantu
pasien
u
mengidentifikasi aktivitas y
mampu dilakukan

Kode NIC 6680


Vital Signs Monitoring
1. Monitor tekanan darah, nadi, suhu,
respiratory rate pasien
55.

Kode NIC 4044


Cardiac Care: Acute
1 Evaluasi adanya nyeri dada
2 Auskultasi suara jantung
3 Auskultasi suara paru
4 Monitor balance cairan
5 Lakukan pemeriksaan EKG
6 Monitor nilai elektrolit
7 Kolaborasi medikasi terhadap n
dan iskemia

65.
66.
Kode NIC 4150
67.
Hemodynamic Regulation
1. Monitor adanya edema, dan distensi v
jugularis
2. Monitor kapileri refil, suhu dan warna kulit
3. Monitor efek pemberian terapi farmakologis
68.
Kode NIC 6680
69.
Vital Signs Monitoring
1. Monitor tekanan darah, nadi, suhu, dan
70.
75.
Kode NIC 1850
76.
Sleep Enhancement
77.
- Determinasi efek-efek medikasi terhadap
tidur
- Jelaskan pentingnya tidur yang adekuat
- Fasilitasi untuk mempertahankan aktiv
sebelum tidur (membaca)
- Ciptakan lingkungan yang nyaman
- Kolaborasi pemberian obat
78.
79.
Kode NIC 5820
80.
Anxiety Reduction
- Gunakan pendekatan yang menenangkan

- Jelaskan semua prosedur dan apa y


dirasakan selama prosedur
- Temani pasien untuk memberikan keama
dan mengurangi takut
- Berikan
informasi
faktual
meng
diagnosis, tindakan prognosis
- Libatkan keluarga untuk mendampingi kli
- Instruksikan pada pasien untuk mengguna
tehnik relaksasi
- Dengarkan dengan penuh perhatian
- Identifikasi tingkat kecemasan
- Bantu pasien mengenal situasi y
menimbulkan kecemasan
- Dorong pasien untuk mengungkap
perasaan, ketakutan, persepsi
81.
82.

83. DAFTAR PUSTAKA


84.
85. Corwin, Elisabeth J. 2007. Buku Patofisiologi. Jakarta: EGC.
86. Davey, Patrick. 2005. At a Glance medicine. Jakarta: Erlangga.
87. Sudoyo, Aru W. et al. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Ed V. PAPDI:
Jakarta.
88. Herdman, Heather. 2012. Diagnosis Keperawatan Definisi dan Klasifikasi.
Jakarta: EGC.
89. Mc.Closkey, Joanney C. 2000. Nursing Intervention Classification (NIC).
United States of America: Mosby, Inc.
90. Aleks A & Loren. An Approach to the Initial Care of Patients with Chest
Pain in an Emergency Department Located in a Non-Cardiac
CenterNurses. American Journal of Clinical Medicine. Vol. 6. No. 1. Th
2009.
91. Daga, Lal C, Upendra Kaul & Aijaz Mansoor. Approach to STEMI and
NSTEMI. Journal of Association Physicians India. Vol 59. Th 2011.
92.
93.

94.
95.
96.
97.
98.
99.
100.
101.
102.
103.
104.
105.
106.
107.LAPORAN PENDAHULUAN SINDROM KORONER AKUT (SKA)
108.DI RUANGAN POLI JANTUNG RSUD ULIN BANJARMASIN
109.TAHUN 2016
110.
111.

112.
113.
114. Oleh:
115. Rahman Indra Jaya
116. NIM

117.
118.
119.
120.PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN TAHAP PROFESI NERS A
121.FAKULTAS KEPERWATAN DAN ILMU KESEHATAN
122.UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
123.TAHUN 2016
124.

125.

126.

127.
128.
129.
130.
131.