Anda di halaman 1dari 9

METODE PEMBELAJARAN

Oleh :
Nama

: Rizky Juwita Maharani

NIM

: 11410003

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM


WALISEMBILAN SEMARANG
2016

METODE PEMBELAJARAN
A. PENGERTIAN METODE PEMBELAJARAN
Metode menurut Djamaludin dan Abdullah Aly dalam kapita selekta
Pendidikan Islam, berasal dari kata meta melalui, dan hodos jalan. Jadi metode
adalah jalan yang harus dilalui untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan menurut
depag RI dalam buku metodologi pendidikan agama islam) metode berarti cara
kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksaan suatu kegiatan guna mencapai
tujuan yang ditntukan. Menurut WJS. Poerwadarminta dalam kamus besar bahasa
indonesia, metode adalah cara yang teratur dan terpikir baik-baik untuk mencapai
suatu maksud.
Sedangkan pembelajaran adalah usaha sadar dari guru untuk membuat siswa
belajar, yaitu terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar,
dimana perubahan itu dengan mendapat kemampuan baru yang berlaku dalam
waktu yang relatif lama dan karena adanya usaha.
Jadi dapat disimpulkan metode pembelajaran adalah cara-cara yang
dilakukan oleh seorang guru untuk menyampaikan bahan ajar kepada siswa, atau
metode pemblajaran juga di definisikan sebagai cara-cara untuk melakukan
aktivitas yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri dari pendidik dan
peserta didik untuk saling berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga
proses belajar berjalan dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.
B. MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN
Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. dengan mempertimbangkan apakah metode tersebut cocok atau tidak untuk mengajarkan materi
pembelajaran tersebut, guru dapat memilih metode pembelajaran yang efektif
untuk mengantarkan siswa mencapai tujuan.
Metode pembelajaran menekankan pada proses belajar siswa secara aktif
dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar. Untuk melaksanakan proses
pembelajaran suatu materi pembelajaran perlu difikirkan metode pembelajaran
yang tepat. Ketepatan (efektifitas) penggunaan metode pembelajaran tergantung
pada kesesuaian metode pembelajaran dengan beberapa pertimbangan dalam
memilih metode adalah sebagai berikut, yaitu :

Kesesuaian metode dengan tujuan pembelajaran


Kesesuaian metode dengan materi pembelajaran
Kesesuaian metode dengan kemampuan guru

Kesesuaian metode dengan kondisi siswa


Kesesuaian metode dengan sumber dan fasilitas tertentu
Kesesuaian metode dengan situasi dan kondisi belajar mengajar
Kesesuaian metode dengan waktu yang tersedia
Kesesuaian metode dengan tenpat belajar

Secara umum penerapan metode pembelajaran meliputi empat kegiatan


utama, yaitu kegiatan awal yang bersifat orientasi, kegiatan inti dalam proses
pembelajaran, penguatan dan umpan balik serta penilaian.
Beberapa contoh metode pembelajaran di bawah ini adalah metode-metode
yang biasanya digunakan oleh para guru selama ini. Diantaranya:
1. Metode Diskusi (discussion Method)
Metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya
dengan memecahkan masalah (problem Solving). Kadang-kadang metode ini
disebut diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized
recitation). Adapun manfaat dari metode diskusi dintaranya, yaitu :
a. Membenatu murid untuk dapat mengambil keputusan yang lebih baik dari
b.

pada ia memutuskan sendir.


Mereka tidak terjebak dengan jalan pikirannya sendiri yang kadang-

kadang salah.
c. Segala kegiatan belajar akan memperoleh dukungan bersama dari seluruh
kelompok/kelas hingga memperoleh hasil belajar yang lebih baik.
d. Membantu mendekatkan atau mengeratkan hubungan antar kegiatan
dengan tingkat perhatian dan derajat bagi anggota kelas
e. Apabila dilaksanakan dengan cermat, maka diskusi merupakan cara
belajar yang menyenangkan dan merangsang pengalaman, karena dapat
merupakan pelepas ide-ide dan pendalaman wawasan mengenai sesuatu.
2. Metode Demonstrasi (Demontrasi Method)
Yang dimaksud dengan metode demontrasi adalah metode menga-jar
dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan
suatu kegiatan, baik secra langsung maupun melalui penggunaan media
pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang
disajikan. Definisi yang mirip menyatakan bahwa metode demontrasi adalah
metode yang digunakan untuk memperlihatkan sesuatu yang proses atau cara
suatu benda yang berkenaan dengan bahan pelajaran. Adapun manfaat dari
metode demontrasi diantaranya, adalah :
a. Menarik perhatian siswa agar lebih terfokus
b. Proses belajar siswa lebih terarah pada materi yang sedang dipelajari
c. Pengalaman dan kesan sebagai hasil pembelajaran lebih melekat dalam
diri siswa
3. Metode ceramah

Metode ceramah dapat dipandang sebagai suatu cara penyampaian


pelajaran dengan melalui penuturan. Metode ceramah ini termasuk klasik.
Namun penggunaanya sangat populer.banyak guru memanfaatkan metode
ceramah dalam mengajar. Oleh karena pelaksanaanya sangat sederhana.
Sebagai suatu sistem penyampaian metode ceramah seringkali dilaku-kan
tidak berdiri sendiri. Ceramah yang baik harus divariasikan dengan metodemetode pembelajaran lain.
4. Metode Eskperimen
Pelaksanaan metode demontrasi sering kali diikuti dengan metode
eksperimen, yaitu percobaan tentang sesuatu. Dalam hal ini siswa melakukan
percobaan dan bekerja sendiri-sendiri. Pelaksanaan eksperimen lebih
memperjelas hasil belajar. Perbedaan demontrasi dan eksperimen ternyata
hanya pada pelaksanaanya saja.
5. Metode Sosiodrama
Metode Sosiodrama dan role playing dapat dikatakan sama artinya, dan
dalam

pemakaiannya

Sosiodrama

pada

sering

dasarnya

dan

dalam

pemakaian

mendramatisasikan

tingkah

disilihgantikan.
laku

dalam

hubungannya dengan masalah sosial.


6. Metode Resitasi
Pengertian metode rsitasi adalah suatu metode mengajar dimana siswa
diharuskan membuat resume dengan kalimat sendiri.
7. Metode Problem Solving
Metode Problem Solving (metode pemecahan masalah) bukan hanya
sekedar metode mengajar, tetapi juga merupakan suatu metode berfikir, sebab
dalam Problem Solving dapat menggunakan metode-metode lainnya yang
dimulai dengan mencari data sampai kepada menarik kesimpulan.
8. Metode Latihan Keterampilan
Yang dmaksud metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar
dimana siswa diajak ketempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana
cara membuat sesuatu, bagaimana cara menggunakannya, untuk apa dibuat,
apa manfaatnya, dan sebagai-nya.
9. Metode Tanya Jawab
Metode Tanya Jawab adalah cara penyajian pelajaran dalam bentuk
pertanyaan yang harus dijawab, terutama dari guru kepada siswa, tetapi dapat
pula dari siswa kepada guru.
Selain metode yang disebutkan diatas masih banyak lagi metode-metode
lainnya.

C. PRAKTIK PENGGUNAAN METODE MENGAJAR


Dalam pratiknya, metode mengajar tidak digunakan sendiri-sendiri, tetapi
merupakan kombinasi dari beberapa metode mengajar. Berikut akan dikemukakan
kombinasi mengajar.
1. Ceramah, Tanya Jawab, dan Tugas
Mengingat ceramah banyak segi yang kurang menguntungkan, maka
penggunaanya harus didukung dengan alat dan media atau mtode lain. Karena
itu, setelah guru memberikan ceramah, maka dipandang perlu untuk
memberikan kesempatan kepada siswanya mengadakan tanya jawab. Tanya
jawab ini diperlukan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap apa yang
telah disampaikan guru melalui metode ceramah. Untuk lebih memantapkan
penguasaan siswa terhadap bahan yang telah disampaikan, maka pada tahap
selanjutnya siswa diberi tugas. Misalnya membuat kesimpulan hasil ceramah,
mengerjakan pekerjaan rumah, diskusi dan sebagainya.
2. Ceramah, Diskusi, dan Tugas
Ceramah dimaksudkan untuk memberikan penjelasan/informasi mengenai bahan yang akan dibahas dalam diskusi, sehingga diskusi dapat
berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. Pada akhir
kegiatan diskusi siswa diberikan beberapa tugas yang harus dikerjakan saat itu
juga. Maksudnya untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa melalui diskusi
tersebut. Dengan demikian, tugas ini sekaligus merupakan umpan balik bagi
guru terhadap hasil diskusi yang dilakukan siswa.
3. Ceramah, Demontrasi, dan Esksperimen
Penggunaan metode demonstrasi selalu diikuti dengan eksperimen. Apa
pun yang disemonstrasikan, baik oleh guru maupu siswa tanpa diikuti oleh
eksperimen tidak akan mencapai hasil yang efektif. Dalam melaksanakan
demontrasi seorang demonstrator menjelakan apa yang akan apa yang akan
didemontrasikannya. Sehingga siswa dapat mengikuti jalannya demontrasi
tersebut dengan baik.
Metode Eksperimen

adalah

metode

yang

siswanya

mencoba

mempraktikkan suatu roses tersebut, setelah melihat/mengamati apa yang


telah didemontrasikan oleh seorang demonstrator. Dalam pelaksanaanya
metode demontrasi dan eksperimen dapat digabungkan : artinya, setelah
dilakukan demontrasi kemudian diikuti eksperimen dengan disertai penjelasan
secara lisan (cermah).
4. Ceramah, Sosiodrama, dan Diskusi
Sebelum metode Sosiodrama digunakan, terlebih dahulu harus diawali
dengan penjelasan dari guru tentang situasi sosial yang akan didramatisasikan

oleh para pemain/pelaku. Tanpa diberikan penjelasan, anak didik tidak akan
dapat melakuan peranannya dngan baik. Karena itu, ceramah mengenai
masalah sosial yang akan didemontrasikan penting sekali dilaksanakan
sebelum melakukan sosiodrama.
Sosiodrama adalah sandiwara tanpa naskah (skrip) dan tanpa latihan,
sehingga dilakukan secara spontan. Masalah yang didramatisasikan adalah
mengenai situasi sisoal. Sosiodrama akan menarik bila pada situasi yang
sedang memuncak, kemudian dihentikn. Selanjutnya diadakan diskusi,
bagaimana jalan cerita se-terusnya atau pemecahan masalah selanjutnya.
5. Ceramah, Problem Solving, dan Diskusi
Pada saat guru memberikan pelajaran kepada siswa, adakalanya timbul
suatu persoalan/masalah yang tidak dapat diselesaikan dengan hanya
penjelasan secara lisan melalui ceramah. Untuk itu guru perlu menggunakan
metode pemecahan masalah atau Problem Solving, sebagai jalan keluarnya.
Kemudian diakhiri dengan tugas-tugas, baik individu maupun ugas kelompok,
sehingga siswa melakukan tukar pikiran dalam memecahkan masalah yang
dihadapinya. Metode ini banyak menimbulkan kegiatan belajar siswa yang
lebih optimal.
6. Ceramah, Demontrasi, dan Latihan
Metode latiha umumnya digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan
atau keterampilan dari bahan yang dipelajarinya. Karena itu, metode ceramah
dapat digunakan sebelum maupun sesudah latihan dilakukan. Tujuan dari
ceramah membrikan penjelasan kepada siswa mengenai bentuk keterampilan
tertentu yang akan dilakukan.
Sedangkan demontrasi yang dimaksud unutk memperagakan atau
mempertun-jukkan suatu suatu kesimpulan yang akan dipelajari siswa.
selain dari variasi metode yang dibuat diatas masih banyak lagi
kemungkinan adanya kombinasi metode antara metode-metode lainnya.

HASIL ANALISIS
MACAM-MACAM METODE PEMBELAJARAN
A. METODE DISKUSI
Metode diskusi memiliki berbagai kelebihan yaitu Menyadarkan anak didik
bahwa masalah dapat dipcahkan dengan berbagai jalan dan mereka saling
mengemukakan pendapat sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
Serta membiasakan anak didik mendengarkan pendapat orang lain sekalipun
berbeda dengan pendapatnya dan membiasakan sikp toleransi.
Ada beberapa kelemahan metode diskusi yaitu Tidak dapat digunakan dalam
kelompok yang besar, Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas, dan
Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.
B. METODE DEMONSTRASI
Ada beberapa kelebihan metode demontrasi, yaitu Membantu anak didik
memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda,
Memudahkan berbagai jenis penjelasan, dan Kesalahan-kesalahan yang terjadi
dari hasil ceramah dapat diperbaiki memalui pengamatan dan contoh konkret,
dengan menghadirkan obyek.
Kelemahan metode demonstrasi adalah Anak didik terkadang sukar melihat
dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan, Tidak semua benda dapat
didemonstrasikan, Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guruh yang
kurang menguasai apa yang didemonstrasikan
C. METODE CERAMAH
kelemahannya yaitu Interaksi cenderung bersifat teacher centered (guru
pusatnya), Guru kurang dapat mengetahui dengan pasti sejauh mana siswa
telah menguasai apa yang dimaksud guru apalagi berisi istilah-istilah yang
tidak/kurang dimengerti siswa.
D. METODE EKSPERIMEN
Kelebihan dari eksperimen diantaranya melatih disiplin dari siswa melalui
eksperimen yang dilakukannya teruma kaitanya dengan keterlibatan,
ketelitian, ketekunan, dalam melakukan eksperimen, Kesimpulan eksperimen
lebih lama tersimpan dalam ingatan siswa melalui eksperimen yang
dilakukannya sendiri secara langsung, Mengembangkan sikap terbuka bagi
siswa, Melibatkan aktifitas dan kreatifitas siswa secara langsung dalam
pengajaran.
Adapun kelemahan metode eksperimen antara lain : memakan waktu yang
banayak, lebih cocok untuk sains dan teknologi, dan Metode ini memerlkan
alat dan fasilitas yang lengkap.
E. METODE SOSIODRAMA
Kelebihan Metode Sosiodrama diantaranya Siswa melatih dirinya untuk
melatih, memahami, dan mengingat isi bahan yang akan didramakan dengan
demikian, daya ingatan siswa harus tajam, Siswa akan terlatih untuk
berinisiatif dan berkreatif. Pada waktu main drama para pemain dituntut untuk
mengemukakan pendapatnya sesuai dengan waktu yang tersedia, Bakat yang

terdapat pada siswa dapat dipupuk sehingga dimungkinkan akan muncul atau
tumbuh bibit seni drama, Kerja sama antar pemain dapat ditumbuhkan dan
dibina dengan sebaik-baiknya, Siswa memperoleh kebiasaan untuk menerima
dan membagi tanggung jawab dengan sesama dan Bahasa lisan siswa dapat
dibina menjadi bahasa yang baik agar mudah dipahami orang lain.
Kelemahan Metode Sosiodrama yaitu Sebagian Besar anak yang tidak ikut
bermain drama mereka menjadi kurang kreatif, Banyak memakan waktu, baik
waktu persiapan dalam rangka pemahaman isi bahan pelajaran maupun pada
pelaksnaan pertunjukan, Memerlukan tempat yang cukup luas, jika tempat
bermain sempit menjadi kurang bebas dan kelas lain terganggu oleh suara
pemain dan para penonton yang kadang-kadang bertepuk tangan
F. METODE RESITASI
Kelebihan Metode Resitasi yaitu Pengetahuan yang anak didik peroleh dari
hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama dan Anak didik
berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif,
bertanggung jawab dan berdiri sendiri
Kelemahan Metode Resitasi yaitu Terkadang anak didik melakukan penipuan
dimana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan temanya tanpa mau bersusah
payah mengerjakan sendiri, Terkadang tugas dikerjakan oleh orang lain tanpa
pengawasan dan Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan
individual
G. METODE PROBLEM SOLVING
Kelebihan Metode Problem Solving diantaranya Metode ini dapat membuat
pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengan kehidupan, khususnya
dengan dunia kerja, Poses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapat
membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara
terampil, dan merangsang pengembangan kemampuan berfikir siswa secara
kreatif dan menyeluruh
Kelemahan metode Problem Solving sebagai berikut 1) harus menentukan
masalah sesuai tingkat ksulitannya dengan tingkat berfikir siswa, tingkat
sekolah dan kelasnya. 2) Proses belajar mengajar dengan menggunakan
metode ini sering memerlukan waktu yang cukup banyak dan sering terpaksa
mengambil waktu pelajaran lain. 3) Mengubah kebiasaan siswa yang belajar
dengan menggunakan dan menerima informasi dari guru menjadi belajar
dengan berfikir memecahkan masalah sendiri atau kelompok, yang kadangkadang memelukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri
bagi siswa.
H. METODE LATIHAN KETRAMPILAN
Kelebiha metode Latihan Keterampilan sebagai berikut 1) Siswa memperoleh
kecakapan motorik, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan
menggunakan alat-alat 2) Siswa dapat memperolh kecakapan mental, seperti
dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembeagian, tanda-tanda/
simbol dan sbagainya 3) Dapat membentuk kebiasaan dan menambah
ketepatan kecepatan pelaksanaan
Kekurangan metode Latihan Keterampilan antara lain: 1) Menghambat bakat
dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawah kepada
penyesuaian dan diarahkan jauh dari perngertian. 2) Menimbulkan

penyesuaian secara statis kepada lingkungan. 3) Latihan yang dilaksanakan


secara berulang-ulang terkadang merupakan hal yang monoton dan mudah
membosankan. 4) Dapat menimbulkan verbalisme.
I. METODE TANYA JAWAB
Kelebihan Metode Tanya Jawab sebagai berikut: 1) Pertanyaan dapat menarik
dan memusatkan perhatian siswa, sekalipun itu siswa sedang ribut, yang
mengantuk kembali tegar dan hilang mengantuknya. 2) Merangsang siswa
untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, termasuk daya ingatan. 3)
Mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan
mengemukakan pendapat
Kekurangan Metode Tanya Jawab sebagai berikut : 1) Siswa merasa takut,
apalagi bila guru kurang dapat mendorong siswa untuk berani, dengan
menciptakan suasana yang tidak tegang, melainkan akrab. 2) Tidak mudah
membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berfikir dan mudah dipahami
siswa. 3) Waktu sering banyak terbuang, terutama apabila siswa tidak dapat
menjawab pertanyaan sampai dua atau tiga orang. 4) Dalam jumlah siswa
yang banyak, tidak mungkin cukup waktu untuk memberikan pertanyaan
kepada setiap siswa.