Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH BIOKIMIA

METABOLISME KARBOHIDRAT

OLEH

LALU NUGRAHA DWI SAPUTRA


MAULIA HARDIANTI
MAULINA NOVA YANTI
MUSTIKA DEWI
NI KADEK AYUSAWITRI
NI KADEK RATIH SATIWA P.
NURFEMI SETIAWATI
NURULAZMI
PETRUS NURMAN F.
PRADINI RESTU W.
PUTU ANGGI WIDIA K.
PUTU DESY ANGGRAENI
R RIAN JAYA K.
RANI MARDYANTI H.
RIADUN NUPUS
RIZKIKA ARIANI S.
ROMI ADIPRANATA
SILVI MAHELGA
SITI NURLIA RAMDHANI
TYAS JUMRATUL AIMAN
UMMU FATIHAH A.
WIWIN SAFITRI
YOSSI PAHLEVI D.
YUNITA ASTARINI
YUYUN SUKMA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar belakang masalah


Salah satu kebutuhan utama makhluk hidup adalah makanan.

Makanan merupakan bahan utama yang kita butuhkan untuk


menghasilkan energi guna melaksanakan semua aktivitas hidup.
Perubahan makanan menjadi energi, tentu terjadi dalam sel
sebagai suatu satuan fungsional dan struktural terkecil yang
menyusun tubuh makhluk hidup.
Dalam makhluk hidup, sel merupakan unit penyusun terkecil. Di
dalam sel tersebutlah terjadi aktivitas perubahan reaksi-reaksi
untuk menghasilkan energy yang dibutuhkan oleh manusia.
Metabolisme adalah suatu proses perubahan reaksi kimia yang
terjadi di dalam tubuh. Metabolisme terdiri dari pembentukan
makanan (anabolisme) dan juga penguraian makanan menjadi
senyawa yang lebih sederhana (katabolisme). Pentingnya proses
metabolisme dalam tubuh berpengaruh penting pada kesehatan.
Karena

didalamnya

menyangkut

organ-organ

yang

dijadikan

tempat mesin untuk membantu menguraikan senyawa-senyawa


kompleks (karbohidrat, lemak, dan protein) seperti lambung, usus
halus, hati, dan pancreas.
Berdasarkan uraian di atas, hal inilah yang mendorong penulis
untuk membuat makalah yang berjudul metabolisme karbohidrat,
lemak, dan protein.
1.2 Rumusan masalah
Rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan metabolisme?
2. Bagaimana proses meatabolisme karbohidrat?
3. Berapakah jumlah kalori yang dihasilkan dari metabolisme
karbohidrat?
1.3 Tujuan penulisan
Tujuaan penulisan makalah ini adalah sebagi berikut:
1. Untuk mengetahui pengertian metabolism.
2. Untuk mengetahui proses metabolisme karbohidrat.

3. Untuk mengetahui jumlah kalori yang dihasilkan dari proses


metabolisme.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Karbohidrat
Secara umum definisi karbohidrat adalah senyawa organik yang
mengandung atom Karbon, Hidrogen dan Oksigen, dan pada
umumnya

unsur

Hidrogen

clan

oksigen

dalam

komposisi

menghasilkan H2O. Di dalam tubuh karbohidrat dapat dibentuk


dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak. Akan
tetapi sebagian besar karbohidrat diperoleh dari bahan makanan
yang dikonsumsi sehari-hari, terutama sumber bahan makan yang
berasal dari tumbuh-tumbuhan (Hutahalung, 2004).
Sumber karbohidrat nabati dalam glikogen bentuk glikogen,
hanya dijumpai pada otot dan hati dan karbohidrat dalam bentuk
laktosa hanya dijumpai di dalam susu. Pada tumbuh-tumbuhan,
karbohidrat di bentuk dari basil reaksi CO2 dan H2O melalui proses
foto sintese di dalam sel-sel tumbuh-tumbuhan yang mengandung
hijau daun (klorofil). Matahari merupakan sumber dari seluruh
kehidupan, tanpa matahari tanda-tanda dari kehidupan tidak akan
dijumpai (Hutagalung, 2004).
Karbohidrat atau Hidrat Arang adalah suatu zat gizi yang fungsi
utamanya sebagai penghasil enersi, dimana setiap gramnya
menghasilkan 4 kalori. Walaupun lemak menghasilkan enersi lebih
besar, namun karbohidrat lebih banyak di konsumsi sehari-hari
sebagai bahan makanan pokok, terutama pada negara sedang
berkembang.

Di

negara

sedang

berkembang

karbohidrat

dikonsumsi sekitar 70-80% dari total kalori, bahkan pada daerahdaerah miskin bisa mencapai 90%. Sedangkan pada negara maju
karbohidrat dikonsumsi hanya sekitar 40-60%. Hal ini disebabkan
sumber bahan makanan yang mengandung karbohidrat lebih
murah harganya dibandingkan sumber bahan makanan kaya

lemak maupun protein. Karbohidrat banyak ditemukan pada


serealia (beras, gandum, jagung, kentang dan sebagainya), serta
pada biji-bijian yang tersebar luas di alam (Hutagalung, 2004).

2.2 Jalur Metabolisme Karbohidrat


Terdapat beberapa jalur metabolisme
glikolisis,

oksidasi

piruvat,

siklus

asam

karbohidrat
sitrat,

yaitu

glikogenesis,

glikogenolisis serta glukoneogenesis. Secara ringkas, jalur-jalur


metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut:
1. Glukosa sebagai bahan bakar utama metabolisme akan mengalami
glikolisis (dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. Dalam
tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
2. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA.
Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
3. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam
sitrat. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
4. Jika sumber glukosa berlebihan, melebihi kebutuhan energi kita
maka glukosa tidak dipecah, melainkan akan dirangkai menjadi
polimer glukosa (disebut glikogen). Glikogen ini disimpan di hati
dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek. Jika kapasitas
penyimpanan glikogen sudah penuh, maka karbohidrat harus
dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka
panjang.
5. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi,
maka glikogen dipecah menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa
mengalami glikolisis, diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan
siklus asam sitrat.
6. Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga
habis, maka sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein
harus

digunakan.

Jalur

ini

dinamakan

glukoneogenesis

(pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein


harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami
katabolisme untuk memperoleh energi.

Gambar jalur metabolisme karbohidrat


2.2.1 Glikolisis
Glikolisis

adalah

rangkaian

reaksi

kimia

penguraian

glukosa (yang memiliki 6 atom C) menjadi asam piruvat


(senyawa yang memiliki 3 atom C), NADH, dan ATP. Glikolisis
memiliki sifat-sifat, antara lain: glikolisis dapat berlangsung
secara aerob maupun anaerob, glikolisis melibatkan enzim
ATP dan ADP, serta peranan ATP dan ADP pada glikolisis
adalah memindahkan (mentransfer) fosfat dari molekul yang
satu ke molekul yang lain. Pada sel eukariotik, glikolisis
terjadi di sitoplasma (sitosol). Glikolisis terjadi melalui 10
tahapan yang terdiri dari 5 tahapan penggunaan energi dan 5
tahapan pelepasan energi. Berikut ini reaksi glikolisis secara
lengkap:
1.

Glukosa

mengalami

fosforilasi

menjadi

glukosa-6

fosfat

dengan dikatalisir oleh enzim heksokinase atau glukokinase


pada sel parenkim hati dan sel Pulau Langerhans pancreas. ATP
diperlukan sebagai donor fosfat dan bereaksi sebagai kompleks

Mg-ATP. Satu fosfat berenergi tinggi digunakan, sehingga hasilnya


adalah ADP. (-1P)
Mg2+
Glukosa + ATP
2.

glukosa 6-fosfat + ADP

Glukosa 6-fosfat diubah menjadi Fruktosa 6-fosfat dengan


bantuan enzim fosfoheksosa isomerase. Enzim ini hanya
bekerja pada anomer -glukosa 6-fosfat.
-D-glukosa 6-fosfat -D-fruktosa 6-fosfat

3.

Fruktosa 6-fosfat

diubah menjadi Fruktosa 1,6-bifosfat

dengan bantuan enzim fosfofruktokinase. ATP menjadi donor


fosfat, sehingga hasilnya adalah ADP.(-1P)
-D-fruktosa 6-fosfat + ATP D-fruktosa 1,6-bifosfat
4.

Fruktosa 1,6-bifosfat dipecah menjadi gliserahdehid 3fosfat dan dihidroksi aseton fosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh
enzim aldolase (fruktosa 1,6-bifosfat aldolase).
D-fruktosa

1,6-bifosfat

D-gliseraldehid

3-fosfat

dihidroksiaseton fosfat
5.

Gliseraldehid 3-fosfat dapat berubah menjadi dihidroksi


aseton fosfat dan sebaliknya (reaksi interkonversi). Reaksi
bolak-balik

ini

mendapatkan

katalisator

enzim

fosfotriosa

isomerase.
D-gliseraldehid 3-fosfat dihidroksiaseton fosfat
6.

Gliseraldehid 3-fosfat dioksidasi menjadi 1,3-bifosfogliserat


dengan bantuan enzim gliseraldehid 3-fosfat dehidrogenase.
Dihidroksi aseton fosfat bisa diubah menjadi gliseraldehid 3fosfat maka juga dioksidasi menjadi 1,3-bifosfogliserat.
D-gliseraldehid 3-fosfat + NAD+ + Pi 1,3-bifosfogliserat + NADH
+ H+
Atom-atom hidrogen yang dikeluarkan dari proses oksidasi ini
dipindahkan kepada NAD+ yang terikat pada enzim. Pada rantai

respirasi mitokondria akan dihasilkan tiga fosfat berenergi tinggi.


(+3P)
Catatan:
Karena fruktosa 1,6-bifosfat yang memiliki 6 atom C
dipecah

menjadi

Gliseraldehid

3-fosfat

dan

dihidroksi

aseton fosfat yang masing-masing memiliki 3 atom C, dengan


demikian terbentuk 2 molekul gula yang masing-masing beratom
C tiga (triosa). Jika molekul dihidroksiaseton fosfat juga berubah
menjadi 1,3-bifosfogliserat, maka dari 1 molekul glukosa pada
bagian awal, sampai dengan tahap ini akan menghasilkan 2 x 3P
= 6P. (+6P)
7.

Pada 1,3 bifosfogliserat, fosfat posisi 1 bereaksi dengan ADP


menjadi ATP dibantu enzim fosfogliserat kinase. Senyawa sisa
yang dihasilkan adalah 3-fosfogliserat.
1,3-bifosfogliserat + ADP 3-fosfogliserat + ATP
Catatan:
Karena ada dua molekul 1,3-bifosfogliserat, maka energi yang
dihasilkan adalah 2 x 1P = 2P. (+2P)

8.

3-fosfogliserat

diubah

menjadi

2-fosfogliserat

dengan

bantuan enzim fosfogliserat mutase.


3-fosfogliserat 2-fosfogliserat
9.

2-fosfogliserat

diubah menjadi

fosfoenol

piruvat

(PEP)

dengan bantuan enzim enolase. Enolase dihambat oleh


fluoride. Enzim ini bergantung pada Mg2+ atau Mn2+.
2-fosfogliserat fosfoenol piruvat + H2O
10.

Fosfat pada PEP bereaksi dengan ADP menjadi ATP dengan


bantuan enzim piruvat kinase. Enol piruvat yang terbentuk
dikonversi spontan menjadi keto piruvat.
Fosfoenol piruvat + ADP piruvat + ATP
Catatan:

Karena ada 2 molekul PEP maka terbentuk 2 molekul enol piruvat


sehingga total hasil energi pada tahap ini adalah 2 x 1P = 2P.
(+2P)
11. Jika tak tersedia oksigen (anaerob), tak terjadi reoksidasi NADH
melalui pemindahan unsur ekuivalen pereduksi. Piruvat akan
direduksi oleh NADH menjadi laktat dengan bantuan enzim
laktat dehidrogenase.
Piruvat + NADH + H+ L(+)-Laktat + NAD+
Dalam

keadaan

aerob,

piruvat

masuk

mitokondria,

lalu

dikonversi menjadi asetil-KoA, selanjutnya dioksidasi dalam


siklus asam sitrat menjadi CO2.
Kesimpulan:
Pada glikolisis aerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:
- hasil tingkat substrat

:+ 4P

- hasil oksidasi respirasi

:+ 6P

- jumlah

:+10P

- dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P

: - 2P

+ 8P
Pada glikolisis anaerob, energi yang dihasilkan terinci sebagai berikut:
- hasil tingkat substrat

:+ 4P

- hasil oksidasi respirasi

:+ 0P

- jumlah

:+ 4P

- dikurangi untuk aktifasi glukosa dan fruktosa 6P

: - 2P

+ 2P
Gambar Jalur Glikolisis
2.2.2

Glikogenesis
Tahap
pertama

metabolisme

karbohidrat

adalah

pemecahan glukosa (glikolisis) menjadi piruvat. Selanjutnya


piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Akhirnya asetil KoA
masuk

ke

dalam

rangkaian

siklus

asam

sitrat

untuk

dikatabolisir menjadi energi. Proses di atas terjadi jika kita

membutuhkan energi, misalnya untuk berpikir, mencerna


makanan, bekerja dan sebagainya. Jika jumlah glukosa
melampaui kebutuhan, maka dirangkai menjadi glikogen
untuk

cadangan

Rangkaian

makanan

proses

melalui

terjadinya

proses

glikogenesis.

glikogenesis

digambarkan

sebagai berikut:
1. Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat
(reaksi yang lazim terjadi juga pada lintasan glikolisis). Di otot
reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh
glukokinase.
2. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam
reaksi

dengan

fosfoglukomutase.

bantuan
Enzim

itu

katalisator
sendiri

akan

enzim
mengalami

fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam


reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1,6bifosfat.
Enz-P + Glukosa 6-fosfat Enz + Glukosa 1,6-bifosfat EnzP + Glukosa 1-fosfat
3. Selanjutnya

glukosa

1-fosfat

bereaksi

dengan

uridin

trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin difosfat glukosa


(UDPGlc).

Reaksi

ini

dikatalisir

oleh

pirofosforilase.
UTP + Glukosa 1-fosfat UDPGlc + PPi

enzim

UDPGlc

Uridin difosfat glukosa (UDPGlc) (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia


Harper)
4. Hidrolisis

pirofosfat

inorganic

berikutnya

oleh

enzim

pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi kea rah kanan


persamaan reaksi
5. Atom

C1

pada

glukosa

yang diaktifkan oleh

UDPGlc

membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4 pada residu


glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin
difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase.
Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya (disebut
glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini.
Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer
protein yang dikenal sebagai glikogenin.
UDPGlc + (C6)n UDP + (C6)n+1
Glikogen

Glikogen

Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 14


untuk

membentuk

rantai

pendek

yang

diaktifkan

oleh

glikogen sintase. Pada otot rangka glikogenin tetap melekat


pada pusat molekul glikogen, sedangkan di hati terdapat
jumlah molekul glikogen yang melebihi jumlah molekul
glikogenin.
6. Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan
penambahan glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11
residu

glukosa,

maka

enzim

pembentuk

cabang

memindahkan bagian dari rantai 14 (panjang minimal 6


residu

glukosa)

membentuk

pada

rangkaian

rantai
16

yang

berdekatan

sehingga

membuat

untuk
titik

cabang pada molekul tersebut. Cabang-cabang ini akan


tumbuh dengan penambahan lebih lanjut 1glukosil dan
pembentukan cabang selanjutnya. Setelah jumlah residu
terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total tapak

reaktif

dalam

molekul

akan

meningkat

sehingga

akan

mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis.


Gambar jalur glikogenesis
2.2.3

Glikogenolisis
Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan,
maka glikogen harus dipecah untuk mendapatkan glukosa
sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan glikogenolisis.
Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari glikogenesis, akan
tetapi sebenarnya tidak demikian. Untuk memutuskan
ikatan glukosa satu demi satu dari glikogen diperlukan
enzim fosforilase. Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis
rangkaian 14 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1fosfat. Residu glukosil terminal pada rantai paling luar
molekul glikogen dibuang secara berurutan sampai kurang
lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada tiap sisi
cabang 16.
(C6)n + Pi (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat
Glikogen
Glukan

transferase

Glikogen
dibutuhkan

sebagai

katalisator

pemindahan unit trisakarida dari satu cabang ke cabang


lainnya sehingga membuat titik cabang 16 terpajan.
Hidrolisis ikatan 16 memerlukan kerja enzim enzim
pemutus cabang (debranching enzyme) yang spesifik.
Dengan pemutusan cabang tersebut, maka kerja enzim
fosforilase selanjutnya dapat berlangsung.
Gambar jalur glikogenolisis

2.2.4

Glukoneogenesis
Glukoneogenesis terjadi jika sumber energi dari karbohidrat
tidak tersedia lagi. Maka tubuh adalah menggunakan lemak
sebagai sumber energi. Jika lemak juga tak tersedia, barulah
memecah protein untuk energi yang sesungguhnya protein
berperan pokok sebagai pembangun tubuh.
Jadi bisa disimpulkan bahwa glukoneogenesis adalah
proses pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa
non karbohidrat, bisa dari lipid maupun protein.
Secara

ringkas,

jalur

glukoneogenesis

dari

bahan

lipid

maupun protein dijelaskan sebagai berikut:


1.

Lipid terpecah menjadi komponen penyusunnya yaitu


asam lemak dan gliserol. Asam lemak dapat dioksidasi
menjadi asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk dalam siklus
Krebs. Sementara itu gliserol masuk dalam jalur glikolisis.

2.

Untuk protein, asam-asam amino penyusunnya akan


masuk ke dalam siklus Krebs.
Gambar jalur glukoneogenesis

2.2.5

Oksidasi Piruvat
Dalam
oksidatif)

jalur

ini,

menjadi

piruvat

Asetil-KoA,

dioksidasi
yang

(dekarboksilasi

terjadi

di

dalam

mitokondria sel. Jalur ini merupakan penghubung antara


glikolisis dengan siklus Krebs. Jalur ini juga merupakan
konversi glukosa menjadi asam lemak dan lemak dan
sebaliknya

dari

senyawa

non

karbohidrat

menjadi

karbohidrat. Rangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam


lintasan oksidasi piruvat adalah sebagai berikut:
1.Dengan

adanya

didekarboksilasi

TDP

(thiamine

menjadi

diphosphate),

hidroksietil

TDP

piruvat

terikat

oleh

komponen kompleks enzim piruvat dehidrogenase. Produk


sisa yang dihasilkan adalah CO2.
2.Hidroksietil TDP bertemu dengan lipoamid teroksidasi,
suatu kelompok prostetik dihidroksilipoil transasetilase untuk
membentuk asetil lipoamid, selanjutnya TDP lepas.
3.Selanjutnya dengan adanya KoA-SH, asetil lipoamid akan
diubah menjadi asetil KoA, dengan hasil sampingan berupa
lipoamid tereduksi.
4.Siklus ini selesai jika lipoamid tereduksi direoksidasi oleh
flavoprotein
dihidrolipoil

yang

mengandung

dehidrogenase.

FAD,

pada

kehadiran

Flavoprotein

tereduksi

dioksidasi oleh NAD+, sehingga memindahkan ekuivalen


pereduksi kepada rantai respirasi.
Piruvat + NAD+ + KoA Asetil KoA + NADH + H+ + CO2
Gambar jalur oksidasi piruvat