Anda di halaman 1dari 4

STATUS PASIEN

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


RSU ANUTAPURA PALU
I. IDENTITAS PASIEN
Nama

: Ny. N

Umur

: 39 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Pekerjaan

: Pegawai

Agama

: Islam

Status

: Menikah

Tanggal pemeriksaan : 8 November 2015


II. ANAMNESIS
1. Keluhan Utama :
Penonjolan pada kelamin
2. Riwayat penyakit sekarang :
Pasien datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU Anutapura
Palu dengan keluhan adanya penonjolan pada bagian kelaminnya.
Penonjolan tersebut dialami kurang lebih sejak 2 minggu terakhir. Pada
saat disadari, penonjolan tersebut sudah tampak sebesar biji jagung
dengan permukaan yang kasar,tidak nyeri dan tidak gatal. Namun lamakelamaan tonjolan tersebut semakin membesar. Pasien mengaku pernah
menggunakan carian pembersih untuk organ intim namum tonjolan
tersebut berubah warna menjadi lebih hitam.
Pasien mengaku tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya dan
hanya melakukan hubungan seksual dengan suaminya namun pasien
tidak mengetahui apakah suaminya hanya melakukan hubungan seksual
dengan dirinya atau tidak karena suami pasien memiliki pekerjaan
diluar kota.

V.

RESUME
Seorang wanita 39 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSU

Anutapura Palu dengan keluhan adanya papul pada organ genitalnya yang
disadari sejak 2 minggu terakhir. Pasien tidak merasakan gatal pada bagian
tersebut. Riwayat kontak seksual hanya dengan pasangannya. Status
venereologis : tampak adanya papul, berbatas tegas, lentikular, sirkumskrip dan
verikosa pada bagian labium minus pudendi.
VI

DIAGNOSIS KERJA
Dermatitis Kontak Alergi

VII ANJURAN PEMERIKSAAN


Tes Asam Asetat (Acetowhite test)
VIII

DIAGNOSIS BANDING
1. Moluskum Kontangiosum
2. Veruka vulgaris
PEMBAHASAN

Seorang wanita Ny.N berusia 39 tahun datang ke Poliklinik Kulit dan


Kelamin RSU Anutapura dengan keluhan adanya papul pada organ genitalnya
yang disadari sejak 2 minggu terakhir. Tidak ada rasa gatal. Riwayat kontak
seksual hanya dengan pasangannya. Status veneriologis : tampak ada
papul,berbatas tegas, lentikular, sirkumskrip dan verikosa pada bagian labium
minus pudendi. Dari hasil anamnesis dan status dermatologis, pasien didiagnosis
dengan kondiloma akuminata.
Kondiloma akuminata adalah infeksi menular seksual yang disebabkan
oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe tertentu dengan kelainan berupa
fibroepitelioma pada kulit dan mukosa, bertangkan dan permukaan berjonjot.
Human Papilloma Virus (HPV)

(1,4)

adalah virus DNA yang merupakan virus

epiteliotropik (menginfeksi epitel) dan tergolong dalam famili papovaviridae.


Dengan cara hibridisasi DNA, sampai saat ini telah dapat diisolasi lebih dari 100
tipe HPV, namun yang dapat menimbulkan kondiloma akuminata sekitar 23 tipe.
HPV belum dapat dibiakkan dalam kultur sel (in vitro) sehinga penelitian terhadap
virus tersebut sangat terbatas. Telah diketahui bahwa ada hubungan antara infeksi
HPV yang mempunyai resiko rendah (low risk) dan HPV yang mempunyai resiko
tinggi (high risk). HPV tipe 6 dan 11 paling sering ditemukan pada kondiloma
akuminata yang eksofilik dan pada displasia derajat rendah, sedangkan HPV tipe
16 dan 18 serin g ditemukan pada displasia derajat tinggi dan keganasan. (1)
Masa inkubasi kondiloma akuminata berlangsung antara 1-8 bulan dan
tersering di dapatkan 2-3 bulan. HPV masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi
pada kulit, sehingga kondiloma akuminata sering timbul di daerah yang mudah
mengalami trauma pada saat hubungan seksual. (1)
Penyakit ini dijumpai pada usia produktif terutama pada orang dewasa.
Diperkirakan bahwa 30-50% orang dewasa yang aktif seksual terinfeksi oleh HPV

REFLEKSI KASUS

November, 2015

KONDILOMA AKUMINATA

Oleh:
Nama

: Octavianna Bekti Rahayu

Stambuk

: 10 777 006

Pembimbing : dr. Nur Hidayat, Sp.KK

DEPARTEMEIN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT
PALU
2015