Anda di halaman 1dari 8

PENGUJIAN HIPOTESIS DUA KELOMPOK

MEMBANDINGKAN KECEPATAN INTERNET KARTU 3 (THREE) DI


LOKASI YANG BERBEDA

oleh:
Muhammad Tsani Alrasyid
Siti Anggun Khoerunissa
Program Studi Teknik Informatika
Sekolah Tinggi Teknologi Garut
Jln. Mayor Syamsu No.2 Telp/Fax. (0262)232773 Garut 44151, Indonesia
www.sttgarut.ac.id
ABSTRAK
Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara pengumpulan,
pengolahan, penyajian, dan analisis data serta penarikan kesimpulan berdasarkan
sifat-sifat data. Di dalam penyajian data statistik ada yang disebut dengan tabel
perbandingan. Dalam hal ini, akan dipaparkan mengenai contoh kasus dalam
membandingkan kecepatan internet kartu 3 (Three) di lokasi yang berbeda yaitu
cibatu dan kadungora . Data tersebut dilakukan dengan uji SPEED TEST
sebanyak 50 dan 10 kali.

Kata Kunci : ping, download, upload, uji hipotesis


I.

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Masalah


Ping (sering disebut sebagai singkatan dari Packet Internet Gopher) adalah
sebuah program utilitas yang dapat digunakan untuk memeriksa Induktivitas

jaringan berbasis teknologi Transmission Control Protocol/Internet Protocol


(TCP/IP).
Download adalah proses transmisi sebuah file dari sebuah sistem computer
ke sistem komputer yang lainnya. Dari internet, user yang melakukan proses
download adalah proses dimana seorang user meminta / request sebuah file dari
sebuah komputer lain (web site,server atau yang lainnya).
Upload adalah sering dikatakan juga dengan Unggah, yaitu merupakan
suatu cara untuk mengirimkan File (contohnya seperti file: gambar, program,
musik, dokumen pdf, dan lain-lain).
b. Identifikasi Masalah
Bagaimana langkah menyelesaikan permasalahan
Keputusan apa yang didapat
c. Tujuan
Mengetahui keputusan permasalahan
Mengetahui kebenaran data
II.

LANDASAN TEORI

Statistika adalah ilmu yang mempelajari cara-cara pengumpulan,


pengolahan, penyajian, dan analisis data serta serta penarikan kesimpulan
berdasarkan sifat-sifat data. Dalam statistika dikenal dengan adanya populasi dan
sampel. Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti, sedangkan sampel
adalah sebagian dari objek yang akan diteliti dan diharapkan memberikan
gambaran tentang sifat dari keseluruhan objek/populasi.
Dalam jurnal ini akan dijelaskan tentang data yang disajikan dengan tabel
perbandingan.
III.

KERANGKA KERJA

1. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan di rumah masing-masing, yaitu saya di
Wanaraja dan rekan saya di Samarang.
2. Merekap Data
Setelah data kecepatan internet tersebut terkumpul, kemudian data tersebut
direkap.
3. Pembuatan tabel perbandingan

4. Perbandingan kecepatan internet antara TP-LINK dengan MIFI Smartfren


IV.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Tabel perbandingan download sebanyak 50 kali

n
x
s

Cibat Kadun
u
gora
50
50
4,909
27.95
8
2
6,204
0.696
658
256

Permasalahan : Apakah rataan kecepatan download file di lokasi cibatu lebih


rendah di banding kadungora?
Jawab :
H0
: c = k
H1
: c < k
Taraf nyata 5%
Wilayah kritis

z=

|x1 x2|d 0

1/n 1)+ ( 2/ n 1)
2

|4,90927,952|0

( 6,2042 / 50)+ (0,6922 / 50)

=26,49

Keputusan
: Tolak H0, artinya rata-rata kecepatan download di wilayah
kadungora lebih rendah dibanding cibatu pada taraf nyata 5%.
2. Tabel perbandingan kecepatan Upload sebanyak 50 kali

n
x
s

Kadun
Cib
gora
atu
50
50
0.30
1,1
0.0
0,61
21

Permasalahan : Apakah rata-rata kecepatan upload di wilayah kadungora lebih


cepat daripada wilayah cibatu?

H0
: K= C
H1
: K > C
Taraf nyata 3%
Wilayah kritis

z=

|x1 x2|d 0

|0,0301,1|0

( 2 1/ n 1)+ ( 2 2/ n 1) (0,612 /50)+ (0,022 / 50)

-12,89

Keputusan
: Tolak Hipotesis H0, Artinya kecepatan upload di daerah
kadungora lebih rendah daripada di daerah cibatu pada taraf nyata 3%.
3. Tabel perbandingan kecepatan upload sebanyak 50 kali
TPlink
n
x
s

MIFI
50
50
0.30
1,1
0.02
0,61
1

Permasalahan : Apakah rata-rata kecepatan upload menggunakan kartu 3 (Three)


di daerah cibatu sama dengan di daerah kadungora ?
H0

: C = K

H1
: C K
Taraf nyata 5%
Wilayah kritis

z=

|x1 x2|d 0

|1,10,40|0

( 2 1/n 1)+( 2 2/n 1) (0,612 /50)+(0,022 /50)

9,63

Keputusan
: di tolak H0, artinya rata-rata kecepatan upload internet di
kedua wilayah tersebut tidak sama besar pada taraf nyata 5%.
4. Tabel perbandingan ping sebanyak 10 kali

n
x
s

Kadungo
Cibatu
ra
10
10
2,76
2.39
0.78
0,88

Permasalahan : Apakah rata-rata download di cibatu ?


Jawab : lebih rendah dari kadungora
H0
: C = K
H1
: C < K
Taraf nyata 5%
Wilayah kritis

2 gab

( n 11 ) . 2 1+ ( n 21 ) . 2 2 ( 101 ) 0,88+ ( 101 ) 0,78


=
=
=0,83
n1+ n22
10+102

sgab=

t=

0,83

|x1 x2|d 0

|2,762,39|0

sgab (1 /n 1)+(1/n 2) 0,83 (1 /50)+(1 /50)

2,2

Keputusan
: di tolak H0, artinya rata-rata download di daerah cibatu
lebih cepat dari daerah kadungora yaitu pada taraf nyata 5%.

5. Tabel perbandingan kecepatan download sebanyak 10 kali


TPlink

MIFI
10
10
2,76 2.39
0,88 0.78

n
x
s

Permasalahan : Apakah rata-rata kecepatan download lebih cepat daripada


wilayah cibatu?

H0
: T = M
H1
: T > M
Taraf nyata 5%
Wilayah kritis

2 gab

( n 11 ) . 2 1+ ( n 21 ) . 2 2 ( 101 ) 0,88+ ( 101 ) 0,78


=
=0,83
n1+ n22
10+102

sgab=

t=

0,83

|x1 x2|d 0

|2,762,39|0

sgab (1 /n 1)+(1/n 2) 0,83 (1 /50)+(1 /50)

2,2

Keputusan
: di terima H0, artinya rata-rata kecepatan download
kadungora lebih cepat daripada cibatu pada taraf nyata 5%.
6. Tabel perbandingan kecepatan upload sebanyak 10 kali

n
x
s

TP-link MIFI
10
10
1,11 0.30
0,85 0.03

Permasalahan
: Apakah rata-rata kecepatan
download menggunakan kartu 3 (Three) di daerah cibatu
sama dengan didaerah kadungora?
H0

: T = M

H1
: T M
Taraf nyata 5%
Wilayah kritis

2 gab

( n 11 ) . 2 1+ ( n 21 ) . 2 2 ( 101 ) 0,88+ ( 101 ) 0,78


=
=
=0,83
n1+ n22
10+102

sgab= 0,83
t=

|x1 x2|d 0

|2,762,39|0

sgab (1 /n 1)+(1/ n 2) 0,83 (1 /50)+(1 /50)

1,5

Keputusan
: di terima H0, artinya rata-rata kecepatan upload
menggunakan kartu 3 di daerah cibatu sama dengan di kadungora pada
taraf nyata 5%.

V.

KESIMPULAN

Berdasarkan data yang sudah di kumpulkan secara langsung dari tempat,


serta dari hasil analisis dan pengembangan terhadap data perbandingan kecepatan
internet menggunakan kartu 3 di daerah cibatu dan kadungora yang diolah dengan
tabel perbanding, maka dibuktikan bahwa penyajian data akan lebih mudah dan
keakuratannya menjadi lebih baik. Teteapi jika ada kesalahan pada awal dalam
memasukan data maka akan sulit untuk memperbaiki data yang berikutnya karena
harus di rubah satu persatu.
VI.
www.Speedtest.net

DAFTAR PUSTAKA