Anda di halaman 1dari 2

Berikut isi sumpah Hippocrates jika dituangkan ke dalam bahasa Indonesia,

Saya bersumpah demi Appolo sang penyembuh dan Asclepios, Segala Kesembuhan,
seluruh Dewa-Dewi, bahwa sesuai dengan kemampuan dan penilaian,
Saya akan menaati sumpah dan perjanjian ini dengan menghormati orang-orang yang
mengajarkan Seni ini pada saya selayaknya orang tua saya, berbagi pengetahuan dengannya, dan meringankan bebannya bila diperlukan; memandang anak-anaknya seperti
saudara-saudara saya sendiri, dan mengajarkan mereka Seni ini, bila mereka ingin mempelajarinya, tanpa biaya atau imbalan, dan melalui bimbingan, ceramah dan cara-cara
pembelajaran yang lainnya, saya akan mengajarkan pengetahuan Seni ini kepada anakanak saya, dan anak-anak guru saya dan kepada siswa-siswa yang terkait perjanjian atau
sumpah sesuai dengan hukum dunia kedokteran, namun tidak kepada pihak-pihak lain.
Saya akan menaati sistem prosedur kesehatan yang sesuai dengan kemampuan dan
penilaian saya, saya akan memperhatikan kepentingan pasien saya, dan tidak akan
melakukan hal-hal yang membahayakan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Saya tidak akan memberikan obat yang mematikan kepada siapa pun bila diminta, atau
tidak akan memberikan saran untuk itu; dalam bentuk apapun.
Saya tidak akan memberikan obat untuk melakukan aborsi kepada wanita, dan dengan
ketulusan dan kesucian, saya akan menjalani hidup saya dan mempraktekkan Seni ini.
Saya tidak akan membedah orang tetapi akan memberikan hal ini dikerjakan oleh orang
yang dapat mengajarkannya. Di rumah mana pun yang saya kunjungi, saya akan mendatanginya untuk kepentingan si sakit, dan akan menjauhi tindakan penyelewengan dan
korupsi dengan sengaja; dan selanjutnya menjauhkan diri dari rayuan wanita dan pria
baik dari golongan orang merdeka maupun budak.
Apa pun, yang berhubungan dengan praktek profesional atau tidak berhubungan dengannya, yang saya lihat atau dengar selama saya hidup, yang tidak boleh disebarluaskan, saya
tidak akan menyebarluaskan hal-hal yang harus dirahasiakan itu. Selama saya
memegang teguh sumpah ini, semoga saya dikarunia kebahagiaan hidup, dan praktek
Seni ini dihormati oleh semua orang selamanya. Tapi bila saya melanggar sumpah ini,
semoga kebalikannya yang terjadi pada saya.
Isi sumpah Hippocrates ini dikutip dari buku Medical Ethics oleh Tarmizi Taher,
M.D. Sedangkan versi bahasa asli dan bahasa Inggrisnya bisa dilihat di situs Wikipedia
Online. Mungkin dahulu profesi kedokteran sangat dihormati baik oleh masyarakat
maupun yang mengemban sendiri, namun kini banyak pergeseran sosial yang terjadi,
seakan-akan profesi dokter hanyalah tukang bantu yang bekerja untuk membantu
menyembuhkan si sakit, sedangkan nilai seni kedokteran dan kemanusiaan yang ada
bersamanya seakan menghilang tertelan oleh paradigma baru di dunia modern ini.
Namun di balik semua keluh kesah dan tuntutan akan keprofesionalismean seorang
tenaga medis atau dalam hal ini dokter, tetap ada terlihat mereka di antara yang
banyak yang masih bermekaran dengan kuntum-kuntum kemanusiaan yang luar biasa

memukau.