Anda di halaman 1dari 16

DIAGNOSIS BANDING

ANAK DENGAN IKTERUS

SMF ILMU KESEHATAN ANAK


RSD dr. SOEBANDI JEMBER
2012

Definisi
Kata ikterus (jaundice) berasal dari
kata Perancis jaune yang berarti
kuning.
Ikterus adalah perubahan warna
kulit, sklera mata atau jaringan
lainnya (membran mukosa) yang
menjadi kuning karena pewarnaan
oleh deposit bilirubin (pigmen
empedu kuning-oranye) pada
jaringan tersebut yang meningkat
kadarnya dalam sirkulasi darah.

Neonatus ikterus > 5


mg dL
Anak-anak dan orang
dewasa > 2 mg dL.
Ikterus yang ringan dapat
dilihat paling awal di sklera
Kadar bilirubin serum
normal adalah bilirubin
direk : 0-0.3 mg/dL, total
bilirubin: 0.3-1.9 mg/dL

Metabolisme Bilirubin

METABOLISME BILIRUBIN
Fase Prahepatik
a. Pembentukan Bilirubin.
b. Transport plasma.
. Fase Intrahepatik
a. Liver uptake.
b. Konjugasi.
. Fase Pascahepatik
a. Ekskresi bilirubin.

PATOFISIOLOGI
Ikterus Prahepatik
Ikterus ini terjadi akibat produksi bilirubin
yang meningkat, yang terjadi pada hemolisis
sel darah merah (ikterus hemolitik).
Peningkatan pembentukan bilirubin dapat
disebabkan oleh :
1. kelainan pada sel darah merah seperti
anemia hemolitik dan anemia bulan sabit
2. malaria,
3. sepsis,
4. obat-obatan,
5. reaksi transfusi

Ikterus Hepatik
Kerusakan sel hati akan menyebabkan
konyugasi bilirubin terganggu, sehingga
bilirubin direk akan meningkat.
Kerusakan sel hati bendungan didalam hati
bilirubin darah akan mengadakan
regurgitasi kedalam sel hati peninggian
kadar bilirubin konyugasi di dalam aliran
darah.
Ikterus jenis ini dapat terjadi pada:
1. hepatitis oleh virus, bakteri, parasit,
2. sirosis hepatis
3. tumor
4. bahan kimia seperti fosfor, arsen.

Ikterus Pascahepatik (Obstruktif)


Bendungan dalam saluran empedu peninggian
bilirubin konyugasi regurgitasi kembali kedalam
sel hati dan terus memasuki peredaran darah.
pengeluaran bilirubin kedalam saluran pencernaan
berkurang tinja akan berwarna dempul karena
tidak mengandung sterkobilin.
Terjadi pada keadaan Obstruksi didalam lumen
sal.empedu :
Batu empedu,
Askaris
Kelainan di dinding sal.empedu :
Atresia biliaris
Tumor saluran empedu.

Tekanan dari luar saluran empedu :


Tumor caput pancreas,
Pancreatitis,
Metastasis tumor di
lig.hepatoduodenale

Patofisiologi
Hiperbilirubinemia tak
terkonjugasi/indirek
Over produksi
Peningkatan jumlah hemoglobin yang dilepas
dari sel darah merah yang sudah tua atau yang
mengalami hemolisis akan meningkatkan
produksi bilirubin.
Penurunan ambilan hepatik
Pengambilan bilirubin tak terkonjugasi dilakukan
dengan memisahkannya dari albumin dan
berikatan dengan protein penerima. Beberapa
obat-obatan seperti asam flavaspidat,
novobiosin dapat mempengaruhi uptake ini.

Penurunan konjugasi hepatik


Terjadi gangguan konjugasi bilirubin
sehingga terjadi peningkatan
bilirubin tak terkonjugasi. Hal ini
disebabkan karena defisiensi enzim
glukoronil transferase. Terjadi pada:
Sindroma Gilberth, Sindroma Crigler
Najjar I, Sindroma Crigler Najjar II.

Hiperbilirubinemia konjugasi / direk


terjadi karena penurunan eksresi bilirubin
ke dalam empedu.
Gangguan ekskresi bilirubin dapat
disebabkan oleh kelainan intrahepatik
dan ekstrahepatik
Kelainan hepatoseluler dapat berkaitan
dengan :
1. Hepatitis,
2. Sirosis hepatis,
3. Zat yg meracuni hati fosfor, klroform,
obat anestesi
4. Tumor hati multipel

Kelainan extra hepatik yang paling sering berupa


Obstruksi saluran bilier ekstrahepatik.
Penyebab tersering obstruksi bilier ekstrahepatik
adalah:
1. Sirosis hepatis,
2. Abses hati,
3. Hepatokolangitis,
4. Tumor maligna primer dan sekunder.
Obstruksi didalam lumen sal.empedu :
5. Batu empedu,
6. Askaris
Kelainan di dinding sal.empedu :
7. Atresia bawaan,
8. Tumor saluran empedu.

Diagnosis
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik
Langkah pertama pendekatan diagnosis pasien
dengan ikterus ialah melalui anamnesis,
pemeriksaan fisik yang teliti serta pemeriksaan
faal hati
Anamnesis ditujukan pada
1. riwayat timbulnya ikterus,
2. warna urin dan feses,
3. rasa gatal,
4. keluhan saluran cerna,
5. nyeri perut,
6. nafsu makan berkurang,
7. riwayat transfusi,
8. obat-obatan, suntikan.

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan fisik meliputi perabaan hati,
kandung empedu, limpa, mencari tandatanda stigmata sirosis hepatis, seperti spider
naevi, eritema palmaris, bekas garukan di
kulit karena pruritus, tanda-tanda asites.
Anemi dan limpa yang membesar anemia
hemolitik.
Kandung empedu yang membesar
sumbatan pada saluran empedu bagian
distal sering disebabkan oleh tumor

Pengobatan
Pengobatan ikterus sangat
tergantung penyakit dasar
penyebabnya.
Jika penyebabnya adalah penyakit
hati (misalnya hepatitis virus) self
limiting disease.
Sumbatan bilier ekstra-hepatik
biasanya membutuhkan tindakan
pembedahan.

Anda mungkin juga menyukai