Anda di halaman 1dari 62

1

STANDAR KOMPETENSI

Memahamikonsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari


KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala-gejala listrik statis serta
kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.
INDIKATOR
-

Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik dengan dilakukan cara tertentu


Memberikan contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik
Melakukan percobaan sederhana untuk menunjukkan sifat muatan listrik
Menjelaskan secara kualitatif hubungan antara besar gaya listrik serta jarak antara
benda bermuatan listrik.

BAB I
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

PENDAHULUAN
Bahan ajar fisika untuk SMP KELAS IX semester ganjil dengan materi pokok
LISTRIK STATIS. Materi ini sangatlah penting, mengingat listrik merupakan suatu materi
yang banyak kaitannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kami telah mempelajari bahwa listrik merupakan salah satu bentuk energi.
Selain BBM, listrik telah menjadi bentuk energi terpenting bagi kehidupan kita.
Kalau tidak percaya, cobalah kamu ingat kembali apa yang terjadi saat aliran listrik
dari PLN terputus.
Bagaimana perasaanmu saat itu?. Kesal sekali bukan?. Kamu tidak dapat melakukan
banyak kegiatan karena ketergantunganmu pada listrik.
Kita sudah terbiasa dengan penerangan lampu listrik, menanak nasi dengan
menggunakan megic jar, mencuci pakaian dengan menggunakan mesin suci, bahkan
menonton TV, semua kegiatan ini menjadi tertunda dalam listrik padam.
Bahan ajar ini meliputi sub materi pokok muatan listrik, gaya elektrostatis serta gejala
dan penerapan gaya listrik statis, pertemuan pertama dengan materi pokok muatan listrik
dengan model pembelajaran kooperatif dengan eksprimen / demostrasi.
Pertemuan kedua dengan sub materi pokok gaya elektrostatis dengan model
pembelajaran kooperatif dengan metode diskusi informasi.
Pertemuan ketiga dengan sub materi pokok gejala dan penerapan gaya listrik statis
dengan model pembelajaran kooperatif dengan metode diskusi informasi.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

BAB II
LISTRIK STATIS
A.

1.

MUATAN LISTRIK
Listrik statis mempelajari muatan listrik yang berada dalam keadaan diam. Sebuah
benda yang memiliki jumlah proton dan electron yang sama dikatakan netral. Electron yang
mengitari inti atom dapat bergerak meninggalkan atom untuk bergabung dengan atom lain.
Atom yang semula netral jika kehilangan elektronnya akan menjadi bermuatan positif (benda
yang kekurangan electron akan bermjuatan listrik). Sebaliknhya benda yang kelebihan
electron akan bermuatan negarif. Atom atom hanya bias kehilangan atau memperoleh
electron. Hal ini dikarenakan proton sngat kuat di dalam inti atom.
Konduktor (penghantar) adalah benda yang mengandung pembawa muatan (dapat
menghantar arus listrik, contoh larutan elektrolit, tembaga, dan lainnya. Isolator adalah benda
yang tidak mengandung pembawa muatan (tidak dapat menghantarkan arus listrik, contoh
plastic, kaca, bonit danlainnya.
Ada beberapa cara untuk member muatan listrik antara lain dengan cara
penggosokan, penyentuhan, dan induksi.
Penggosokan
Jika 2 benda dari bahan yang berbeda saling digosokkan, contohnya : batang
plastik plastic yang digosok dengan kain wol akan terjadi perpindahan electron dari
kain. Wol ke batang plastik, akibatnya batang plastik menjadi bermuatan negative
(kelebihan electron) sedangkan kain wol bermuatan positif karena kain wol
kehilangan electron dan kelebihan proton. Saat batang plastik didekatkan ke potongan
kertas yang netral, terjadilah induksi listrik. Akibatnya kertas tertarik kea rah batang
plastik. Demikian pula dengan batang kaca ke kain sutra, akibatnya batang kaca
bermuatan positif sedangkan sutra bermuatan negative. Saat batang kaca didekatkan
ke potongan kertas yang netral, terjadi induksi listrik. Akibatnya kertas tertarik ke arah
batang plastik.
2. Penyentuhan
Jika suatu konduktor yang bermuatan didekatkan dengan konduktor lain yang
tidak bermuatan, kedua konduktor akan saling berbagi muatan. Akibatnya, konduktorkonduktor yang tidak bermuatan sekarang menjadi bermuatan. Proses pengaliran
muatan ini berlangsung secara singkat. Besarnya muatan listrik yang mengalir
bergantung pad kemampuan benda untuk menyimpannya
3.
Induksi
Sebuah benda yang bermuatan dapat memberikan muatannya kepada benda
netral didekatnya tanpa menyentuh. Sebgai contoh, sebuah benda bermuatan listrik
positif didekatkan pada konduktor yang tidak bermuatan dan tidak terisolasi. Elektronelektron yang terkandung dalam konduktor netral akan tertarik kearah benda yang
bermuatan tadi. Sebagian elektron ini akan berpindah kebagian yang terdekat dengan
benda, berkumpul disana dan akhirnya menjadi muatan negatif. Bagian yang
ditinggalkan elektron-elektron itu menjadi bermuatan negativf
B. SIFAT MUATAN LISTRIK
Muatan listrik ada dua jenis, yaitu muatan listrik positif dan negative.
Jika batang plastik yang telah diberikan muatan didekatakan pada batang plastik lain
yang telah diberi muatan, maka kedua batang plastik akan tolak menolak, demikian halnya
kaca denagn kaca. Sebaliknya kaca yang telah diberikan muatan didekatkan bpada batang
plastik yang telah diberi muatan juga, maka kedua batang plastik akan tarik menarik.
C. HUKUM COULOMB
Besarnaya gaya tarik menarik atau tolak menolak diteliti oleh ahli fisika dari Francis
bernama G.A Coulumb, sehingga dikenal dengan hukum coulomb yang berbunyi:

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

bersarnya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan listrik
berbanding lurus dengan besar muatan listrik masing-masing dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak antara kedua benda bermuatan listrik itu
Q 1 Q2
Secara matematis dapat ditulis F = k
r2

E=

Dengan:
F
: besarnay gaya tarik menarik atau tolak menolak (N)
Q1 Q2 : muatan masing-masing partike (C)
r
: jarak antara kedua muatan
k
: konstanta (9 x 109 Nm2/ C2))
Rumus kedua medan listrik
F
F
F
=
E.Q
E
=
q1 q2
Q
E
E = k rq2

a
b
c
a. Garis gaya antara muatan positif akan tolak menolak
b. Garis gaya antara muatan positif dengan negative akan saling tarik menarik
c. Garis gaya antara dua muatan negative akan tolak menolak
Selain dalam satuan coulomb (C), besar muatan listrik juga sering dinyatakan dalam ahli
milik coulomb (mC), mikro (C) dan stat coulomb, berikut ini merupakan konversi antara
muatan lsitrik :
1 mC
= 10-3C
1 C
= 10-6C
1 mC
= 103 C = 1000 C
1 C
= 10-3 mC = 1/1000 mC
1C
= 103 mC
1C
= 106 C
Untuk mengetahui apakah sebuah benda bermuatan listrik atau tidak digunakan
alat elektroskop. Apabila elektroskop netral, didekati dengan benda bermuatan listrik, maka
daun (foil) elektroskop itu akan bergerak menyimpan naik (terbuka lebar). Selain untuk
mengetahui apakah benda bermuatan listrik atau tidak, elektroskop juga bias digunakan untuk
menyelediki jenis muatan listrik sebuah benda. Apabila benda bermuatan listrik positif. Maka
daun elektroskop akan terbuka lebar. Sebaliknya berda bermuatan negative, maka daun
elektroskop akan merapat kearah pelat logam.
Keterangan :
Elektroskop bermuatan positif didekatkan
dengan benda bermuatan positif, daun
elektroskop makin melebar
Keterangan :
Elektroskop bermuatan positif didekatkan
dengan benda bermuatan negative, daun
elektroskop akan menguncup.
Keterangan :
Elektroskop netral yang didekatkan
dengan batang kaca bermuatan positif,
Dipakai Dalam Lingkungan
SMP Negeri
4 Bulukumba
daun elektroskop
akan
menyimpang

Keterangan :
Elektroskop netral yang didekatkan
dengan mistar bermuatan negative, daun
elektroskop akan menyimpang

Sekumpulan awan dapat bermuatan listrik ketika bergesekan dengan udara. Ketika dua
kumpulan awan bermuatan listrik berbeda jenis bergerak mendekat, pada jarak tertentu akan
terjadi loncatan listrik yang sangat besar antara kedua kumpulan awan itu sehingga terjadilah
petir. Petir merupakan loncatan listrik dari awan dan selalu berusaha mencari jalan singkatnya
agar sampai di bumi. Alat yang memanfaatkan listrik statis antara lain printer inkjet dan mesin
fotokopi.

Gambar Proses terjadinya petir

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

PETA KONSEP
ATOM

TERDIRI DARI
BERMUATAN

TERDIRI DARI

BERMUATAN

DAPAT BERPINDAH
KARENA

LKS.3.1.1
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

TERDIRI DARI
BERMUATAN

LEMBAR KERJA SISWA


MENDAPATAKAN MUATAN SECARA MENGGOSOK, INDUKSI, DAN
PENYENTUHAN (PENGOSONGAN MUATAN)
STANDAR KOMPETENSI
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala gejala listrik statis
INDIKATOR
- Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik dilakukan dengan cara tertentu
- Memberikan contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik

Tujuan :
Untuk mengetahui cara mendapatkan muatan secara menggosok, induksi dan pengosongan
muatan.
I.

MATERI
1. Benda dikatakan bermuatan listrik jika dapat menarik benda-benda kecil dan ringan
yang ada didekatnya atau dapat menolak benda bermuatan listrik lainnya atau benda
netral yang terinduksi muatan lain
2. Contoh listrik statis dalam kehidupan sehari hari adalah terjadinya petir ,tertariknya
kertas kecil kecil oleh penggaris plastik yang sudah digosok gosok pada rambut
kering , tertariknya bulu bulu rambut pada baru yang baru saja di setrika
- Setiap atom tersusun atas proton, meutron, dan
elektron
- Proton dan neutron berada di dalam inti atom
+
sedangkan elektron berada di kulit atom
--- elektron
- Proton bermuatan listrik positif (+ ) , netron tidak
+ neutr
on
bermuatan dan elektron bermuatan negatif
- Atom netral terjadi jika jumlah proton sama dengan
jumlah elektron
4
Atom Helium (2 He )
- Inti atom terdiri dari proton dan neutron
Atom bermuatan positif (proton) terjadi jika atom netral melepaskan
elektron (kelebihan proton (+) dan kekurangan elektron ( - ) atau jumlah elektron
lebih sedikit dari pada jumlah proton)
Atom bermuatan negatif (elektron) terjadi jika atom netral
menangkap elektron (kelebihan elektron) atau jumlah eletron ( - ) lebih banyak
daripada jumlah proton ( + )
3. Dua jenis muatan listrik yaitu muatan listrik positif dan negatif
4. Menimbulkan muatan listrik pada benda dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu
a. Menggosok
b. Induksi
c. Penyentuhan ( pengosongan muatan )
5. Dua jenis muatan listrik yaitu muatan listrik positif dan negatif
Contoh memberi muatan listrik dengan cara menggosok:
o
o

Plastik digosok dengan kain wol, maka elektron dari kain wol akan
berpindah ke plastik. Akibatnya kain wol kekurangan elektron dan bermuatan listrik
positif, sedangkan plastik kelebihan eletron dan bermuatan listrik negatif
Kaca digosok dengan kain sutra, maka elektron dari kaca akan
berpindah ke kain sutra. Akibatnya kaca kekurangan elektron dan bermuatan listrik
positif, sedangkan kain sutra kelebihan eletron dan bermuatan listrik negatif

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

A. 1.
2.

Alat dan bahan


- Batang plastik
- Potongan-potongan kecil kertas tissue
Prosedur kerja
- Gosoklah batang plastik dengan kain wol, dekatkan batang plastik tersebut pada
kertas tissue. Tuliskan apa yang kamu amati!
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
- Biarkan potongan-potonagan kecil tissue itu menempel pada batang plastik selama
beberapa detik. Tulis apa yang kamu amati setelah beberapa detik berlalu!
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

B.

Analisis
1.

Jenis muatan apakah yang dimiliki batang plastik dan kain wol sebelum digosok ?
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

2.

Jenis muatan apakah yang dimiliki


digosokkan?

batang plastik dan kain wol setelah saling

.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
3.

Pada saat batang plastik didekatkan pada potongan-potongan kecil tissue, mengapa
potongan-potongan kecil tissue ini tertarik oleh batang plastik?
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

4.

Setelah beberapa saat potongan-potongan kecil kertas tissue yang menempel pada
batang plastik akan terlepas .Mengapa potongan-potongan kecil tissue terleapas
lagi?
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

KESIMPULAN :
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................
.............................................................................................................................

TUGAS RUBRIK
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

10

C. Kegiatan lebih lanjut


Pada prosedur di atas kami telah mengamati setelah beberapa detik potongan-potongan
kecil kertas tissue terlepas dari batang plastik . Seandainya kamu diminta merumuskan
suatu hipotesis, diantara hipotesis dibawah ini, lingkarilah hipotesis yang kamu pilih!
1. Apabila batang plastik digosokkan kain wol dengan waktu yang lebih lama, maka
jumlah potongan-potongan kecil tissue yang menempel pada batang plastik akan lebih
banyak.
2. Apabila batang plastik digosokkan kain wol dengan waktu yang lebih pendek, maka
jumlah potongan-potongan kecil kecil kertas tiussue yang menempel pada batang
plastik akan lebih banyak.
3. Lama waktu menngosokkan batang plastik dengan kain wol tidak berpengaruh pada
potonagn-potongan kecil kertas tissue yang menempel pada batang plastik
Pelajari rencana atau prosedur percobaan berikut untuk mengikuti hipotesis tersebut
diatas!
1. Gosok batang plastik dengan kain wol selama 5 detik.
2. Catat waktu itu pada tabel di bawah.
3. Dekatkan batang plastik pada potongan-potongan kecil kertas tissue dan hitung
jumlah potongan-potongan kecil kertas tissue yang menempel pada batang plastik.
4. catat jumlah potongan-potongan kecil kertas tissue yang menempel pada tabel di
bawah.
5. gosok batang plastik dengan kain wol selama 15 detik.
6. catat waktu itu pada tabel di bawah
7. Dekatkan batang plastik pada potongan-poyongan kecil kertas tissue dan hitung
jumlah potonagan-potonagn kecil kertas tissue yang menempel pada batang plastik.
8. Catat jumlah potongan-potongan kecil kertas tissue yang menempel pada tabel di
bawah
9. Laksanakan percobaan sesuai prosedur di atas dan catat data yang kamu peroleh pada
tabel di bawah ini !
Lama menggosok batang
Jumlah potongan-potongan kecil kertas
plastik
tissue yang menempel pada batang plastik
(detik)
5
15
10. Berdasarkan data pada tabel di atas, rumuskan kesimpulan
.................................................................................................................................
11. Apakah hipotesismu didukung data atau tidak?
.................................................................................................................................
.................................................................................................................................
12 .Kesimpulan
..............................................................................................................................

D. Tugas
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

11

1.

2.

3.

4.

Variabel adalah suatu besaran yang dapat bervariasi atau berubah pada suatu situasi
tertentu. Pada hipotesis yang kamu pilih itu dua variabel, di antara pilihan berikut ini,
lingkarilah dua variabel yang dimaksudkan tersebut!
a. Tissue
b. Batang plastik
c. Lama menggosok batang plastik
d. Jumlah potongan-potongan kecil kertas tissue
e. Jenis batang plastik
f. Jenis tissue
g. Jenis wol
h. cara menggosok batang plastik
Variabel yang sengaja diubah tersebut variabel manipulasi. Pada variabel tersebut,
apakah variabel manipulasinya?
a. Tissue
b. batang plastik
c. Lama menggosok batang plastik
d. Jumlah potongan-potongan kecil kertas tissue
e. Jenis batang plastik
f. Jenis tissue
g. Jenis wol
h. Cara menggosok batang plastik
Variabel yang berubah akibat pengubah variabel manipulasi disebut variabel respon.
Pada variabel tersebut, apakah responnya?
a. Tissue
b. Batang plastik
c. Lama menggosok batang plastik
d. Jumlah potongan-potongan kecil kertas tissue
e. Jenis batang plastik
f. Jenis tissue
g. Jenis wol
Variabel yang dapat mempengaruhi hasil eksprimen, tetapi dijaga agar tidak berpengaruh
disebut variabel control. seandainya kamu diminta untuk menguji hipotesis diatas dalam
suatu percobaan apa saja variabel controlnya?
a. Tissue
b. Batang plastik
c. Lama menggosok batang plastik
d. Jumlah potongan-potongan kecil kertas tissue
e. Jenis batang plastik
f. Jenis tissue
g. Jenis wol

LKS.3.1.2
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

12

LEMBAR KERJA SISWA


MUATAN LISTRIK
STANDAR KOMPETENSI
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan muatan listrik untuk memahami gejala gejala listrik statis
INDIKATOR
- Menjelaskan benda dapat bermuatan listrik dilakukan dengan cara tertentu
- Memberikan contoh peristiwa yang menghasilkan benda yang bermuatan listrik

Tujuan :
Mengamati gejala yang terjadi antara benda-benda bermuatan listrik jika didekatkan
Mengetahui sifat-sifat muatan listrik
I.
1.

MATERI
Mengapa penggaris plastik yang digosok dapat menarik sobekan kecil kertas? Hal ini
dapat dijelaskan:
Benda netral jika didekatkan pada benda bermuatan, maka akan terjadi pemisahan
muatan di mana muatan listrik yang tidak sejenis akan saling mendekat dan muatan
listrik yang sejenis akan saling menjauh
Contoh:
Ketika plastik yang bermuatan negatif didekatkan pada sobekan-sobekan kertas
yang semula netral, maka pada kertas terjadi pemisahan muatan.

+--+-+-++-+-+

2.

3.
4.
5.

---+++
---+++

-------------

Kertas netral
Pemisahan muatan
Plastik bermuatan
a. pada kertas
Pemisahan muatan pada benda yang semula netral setelah didekati benda yang
bermuatan menunjukkan bukti bahwa muatan listrik sejenis tolak menolak dan
muatan listrik tidak sejenis tarik menarik
Sifat muatan listrik
a.
Muatan listrik sejenis akan saling tolak
b.
Muatan listrik tidak sejenis akan saling tarik
Pada prinsipnya, benda dapat bermuatan listrik dikarenakan adanya perpindahan
elektron dari benda ke penggosok atau sebaliknya menjadi bermuatan.
Ketika terjadi perpindahan elektron dari kain wol ke penggaris plastik, kain wol
menjadi kekurangan elektron. Namun, pada saat yang bersamaan, terjadi
perpindahan elektron dari tangan kita ke kain wol, akibatnya, kain wol kembali netral.
Demikian pula pada kain sutra.
Bunyi hukum Coulomb Besar gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua
benda bermuatan listrik sebanding dengan muatan masing-masing benda dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya
Gaya Coulomb adalah gaya tarik menarik atau tolak menolak yang terjadi ketika dua
benda bermuatan saling didekatkan.
Satuan muatan listrik dalam SI adalah Coulomb (C)
1 C = 106 C

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

13
1 C = 103 mC
1 C = 10-6 C
1 C = 10-3 mC
1 mC = 103 C
1 mC = 10-3 C

6.

Rumus hukum Coulomb :


Ket:
F

: Gaya tarik menarik (satuan SI = Newton)

: konstanta Coulomb

Q1

: Muatan benda I

Q2

: Muatan benda II

: Jarak antara benda I dan II

Potensial listrik pada suatu titik (P) yang ditimbulkan oleh sebuah muatan listrik

dirumuskan:
Ket:

: Potensial Listrik satuan dalam SI Volt ( V )

: muatan listrik satuan dalam SI Coulomb ( C )

: Jarak antara benda I dan II satuan dalam SI meter ( m )

: Konstanta Coulomb (9 x 109N m2/C2)

: Usaha satuan dalam SI Joule ( J )

Alat dan Bahan


Dua mistar plastic
Dua batang kaca
Dua helai kain wol kering
Dua helai kain sutra kering
Statif
Benang secukupnya
Cara Kerja
1. Gantung salah satu batang plastic dengan seutas tali
2. Gosok kedua batang plastik pada kain wol
Dekatkan penggaris yang telah digosok tersebut pada batang plastik lain yang digantung.
Perhatikan apa yag terjadi!

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

14

0 1 2 3 4 5 6
7 8 9

Batang plastik
3.

Gosok batang kaca dengan kain sutra

4.

Gosok pula batang kaca yang digantung dengan kain sutra!

5.

Dekatkan batang kaca yang telah digosok dengan kain sutra tersebut pada batang kaca
lain yang digantung. Perhatikan apa yang terjadi!

01 2 3 4 5 6 7
8 9

kaca

7. Gantung salah satu batang plastik yang telah digosok dengan kain wol dengan seutas tali
8. Gosok kaca dengan kain sutra
9. Dekatkan kaca yang telah digosok dengan kain sutra dengan batang plastik yang telah
digosok dengan kain wol yang telah digantung
10.Perhatikan apa yang terjadi
11. Kesimpulan
.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

15

TUGAS RUBRIK
ULAR AJAIB
Tujuan :
Mengaplikasikan peristiwa tarik menarik antara benda-benda bermuatan
Alat dan Bahan
1. Kertas halus 10 cm x 10 cm
2. Gunting
3. Tutup pulpen
4. Pulpen
5. Kain wol
Langkah kerja :
1. Gunting kertas hingga membentuk ular spiral
2. Letakkan ular kertas di atas penutup kaleng
3. Bengkokkan kepalanya kea rash atas
4. Gosokkan pulpen pada kain wol

PULPEN

Ular kertasmuakan tampak menari-nari jika didekatkan dengan pulpen bermuatan


5. Peganglah pulpen didekatm ular kertas. Kamu akan melihat ular kertasmu menari-nari.
Dapatkan kamu menjelaskan peristiwa ular menari tersebut.
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
KESIMPULAN
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................
.........................................................................................................................................

BAB III
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

16

PENUTUP
I. RANGKUMAN
1. Ada dua jenis muatan listrik yaitu :
a. Muatan negative
b. Muatan positif
2. Muatan listrik sejenis tolak menolak dan muatan listrik tidak sejenis tarik menarik
3. Besarnya gaya tanrik menarik atau tolak menolak antara dua bermuatan listrik diselidiki
oleh Charles Angustin Coulomb (1736 1806), sehingga dikenal dengan hukum coulomb
yang berbunyi :
Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak antara dua benda bermuatan listrik
sebanding dengan besarnya muatan masing-masing benda dan berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak antara kedua benda itu.
F = Gaya tarik manarik / tolak menolak (Newton)
F=k

q 1q 2
r2

q = Muatan (coulomb)
r = jarak kedua benda bermuatan (m)
k = Konstan coulomb (9 x 109 Nm2/C2)

4. Induksilistrik adalah peristiwa pemisahan


penganruh benda bermuatan listrik

muatan listrik pada suatu benda karena

5. Medan listrik adalah ruang disekitar benda bermuatan listrik yang masih dipengaruhi gaya
listrik
6. Energi potensial listrik adalah energi yang diperlukan untuk memindahkan muatan listrik
dari suatu titik ke titik lainnya dalam suatu medan listrik
7. Generator merupakan alat yang digunakan untuk menimbulkan energi listrik yang besar,
contohnya Generator Vandegraaff

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

17

1. LATIHAN
A. PENILAIAN PEMAHAMAN
I. Pilihlah salah satu satu jawaban yang paling benar
1. Lihatlah gambar berikut, mana yang menunjukkan aliran electron?
a.
c.
b.

d.

2. Dari model atom dib a wah ini terdiri dari atas :


a.
b.
c.
d.

2 elektron, 2 proton, 2 neutron


2 elektron, 2 proton, 1 neutron
2 elektron, 1 proton, 2 neutron
4 elektron, 2 proton, 1 neutron

3.. Sebuah kaca yang digosok dengan kain sutera manjadi bermuatan positif karena
a. Ada electron yang dipindah dari sutera ke kaca
b. Ada proton yang berpindah dari kaca ke sutera
c. Ada electron yang be rpindah dari kaca ke sutera
d. Ada proton yang berpindah dari sutera ke kaca
4. Berikut adalah data hasil eksprimen yang benar, kecuali
BENDA
a. Kaca digosok dengan kain sutera
b. Plastik digosok dengan kain wol
c. Ebonit digosok dengan kain wol
d. Plastik digosok dengan rambut karing

BERMUATAN
POSITIF
NEGATIF
Kaca
Kain sutera
Plastik
Kain wol
Ebonit
Kain wol
Rambut kering
Plastik

5. Perhatikan gambar dibawah ini. Alat tersebut digunakan untuk


a. Menentukan gaya listrik statisadanya
b. Mengukur benda potensial listrik
c. Mendeteksi adanya muatan listrik
d. Memindahkan sutau muatan listrik dari suatu benda ke benda
lain

6. Gambar berikut yang menunjukkan kedudukan daun elektroskop yang diberi muatan listrik
secara induksi adalah
a.

c.

b.

d.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

18

8. Dua benda bermuatan listrik sejenis berada di udara. Jika jaraknya dibuat 3 x lebih besar,
maka besar gaya tolak menolak menjadi .
a. 1 / 9 kali
c. 3 kali
b. 1 / 3 kali
d. 9 kali
9. Jika jarak kedua benda besarnya sama dan muatan semua benda adalah positif, maka gaya
tolak menolak terbesar ditunjukkan oleh
a.
c.
b.

d.

10.
Perhatikan nama benda dibawah ini
1. Karet
4. Kaca
2. Tembaga
5. Gabus
3. Seng
6. Kuningan
Dari data diatas yang bersifat konduktor adalah
1,2 dan 5
c. 1,3 dan 4
a.
2,3 dan 6
d. a,5 dan 6
b.
II. Pasangkanlah pertanyaan di bawah ini dengan pernyataan di dalam kotak (soal 1 -10) dan
jawablah soal 11 dengan tepat.
a. Elektroskop b. Tarik menarik
d. Positif
e. Potensial listrik
g. Konduktor
h. Negatif
j. Induksi listrik

c. Isolator
f. Medan listrik
i. Tolak menolak

1. Atom yang kelebihan electron bermuatan


2. Atom yang kekurangan electron bermuatan
3. Peristiwa terjadi pemisahan muatan listrik pada ujung-ujung suatu benda karena bemda
tersebut didekati benda lain yang bermuatan disebut
4. Jika muatan sejenis didekatkan, maka akan terjadi gaya
5. Jika dua muatan tak sejenis didekatkan, maka akan terjadi gaya
6. Benda yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik disebut
7. benda yang tidak dapat menghantarkan arus listrik dengan baik disebut
8. Alat yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya ada muatan pada suatu benda
disebut
9. Ruangan disekitar yang masih pengaruhi gaya listrik disebut
10. Usaha yang digunakan untuk memindahkan muatan dari satu tempat ke tempat lain
persatuan muatan disebut
11. Suatu benda X bermuatan listrik +4 x 10-9 dan Y bermuatan listrik -8 x 10-9 C. jika
jarak X dan Y = 0,4 m, berapakahgaya antara X dan Y?
( k = 9 x 109 Nm2 / C2)
B. PENILAIAN KINERJA ILMIAH
1. Penilaian proyek
1. Datalah alat-alat yang dapat menimbulkan muatan listrik statis dirumahmu masingmasing. Laporkan data yang kamu peroleh pada guru fisikamu.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

19

STANDAR KOMPETENSI
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehiudpan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR
Menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya
dalam kehiduapan sehari-hari
INDIKATOR
-

Menjelaskan konseparus listrik dan benda potensial

Membuat rangakaian komponen listrik dengan berbagai variasi baik seri maupun
parallel

Menggabarkan arus listrik dan beda potensial dalam bentuk tabel dan grafik

Menyelidiki perbedaan antara arus dan beda potensial dalam suatu rangkaian
(Hukum Ohm)

Menemukan hambatan beberapa jenis bahan konduktor dan isolator

Menggunakan hukum I Kirchoff menghitungkan V dan I rangakaian

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

20

BAB I
PENDAHULUAN
Berbagai pada teknologi baik yang sederhana ataupun yang canggih banyak yang
memanfaatkan lampu untuk penerangan atau pun sebagai indicator. Lampu dapat menyala
karena ada rangkaian yang terhubung antara lampu, kawat penghantar, dan arus listrik dalam
bab ini kamu dapat mempelajari tentang listrik beya cahayaserta rangkaiannya.
Listrik secara visual tidak dapat terlihat, tetapi hamper semua orang mengenal
adanya listrik yaitudengan mengetahui dari gejala-gejalanya. Misalnya lampu menyala karena
dialiri arus listrik pada peristiwa itu bukan aliran listriknya yang tampak, tetapi gejalanya
yaitu timbul dari pijaran filament pada lampu itu.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

21

BAB II
A. Arus Listrik dan Beda Potensial Listrik
1. Pengertian Arus Listrik
Dalam suatu rangkaian listrik, terminal atau sambungan kawat penghantar
yang mempunyai potensial yang lebih tinggi disebut kutub positif, sedangkan terminal yang
mempunyai potensial yang lebih rendah disebut kutub negative. Rangkaian yang didalamnya
terapat dua kutub dinamakan rangkaian bipolar (dua kutub)
Arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negative. Arus litrik dapat
mengalir pada sebuah rangkaian listrik jika ujung-ujung rangkaian dalam keadaan tertutup.
Rangkaian listrik semacam ini disebut rangkaian listrik tertutup.
Di dalam sebuah kawat penghantar electron-elektron (bermuatan negative)
mengalir dalam arah yang berlawanan dengan arah arus listrik yang dari potensial (+) ke
potensial rendah (-)
2. Kuat Arus Listrik
Satuan kuat arus listrik adalam ampere (A). satuan ini diambil dari nama
seorang ilmuan perancis Andre ampere. Ilmuan itulah yang berhasil menemukan hubungan
antara kuat arus listrik (I), banyaknya muatan listrik (Q), dan selang waktu (t) untuk
perpindahan muatan. Hubungan tersebut dinyatakan dalam rumus

I=
Q
t

Dengan :

I = Kuat arus (A) atau coulomb / detik (C/s)


Q = Muatan listrik (C)
t = Waktu (s)
1 Ampere = 1 coulomb / 1 sekon
Besarnya kuat arus litrik sebanding dengan muatannya. Besar kuat arus listrik terbalik dengan
selang waktu.
Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik adalah amperemeter (ammeter)
3. Pengertian Beda Potensial
Arus listrik akan timbul jika ada perbedaan potensial. Beda potensial antara
dua titik dalam suatu rangkaian listrik disebut juga tegangan listrik. Beda potensial listrik
mempunyai satuan Volt (V). satuan ini diambil dari nama seorang ilmuan untuk mengukur
beda potensial dinamakan (Voltmeter.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

22

B. Rangakaian Komponen Listrik


1. Sakelar
Sakelar berfungsi untuk membuka dan menutup suatu rangkaian listrik.
Keutungan menggunakan sakelar adalah kita dapat menyalakan maupun mematikan lampu
sesuai dengan kebutuhan.
2. Sekring
Sekering dalam rangkaian listrik digunakan sebagai pengaman listrik saat
terjadi korsleting. Korseleting dapat terjadi karena hubungan singkat, yaitu terjadinya arus
yang mengalir dalam kabel tanpa mengalami hambatan atau seharus nya kabel tidak
terhubung men jadi terhubung karena isolasinya terkelupas.
C. Mengukur Arus Listrik dan Beda Potensial dalam Bentuk Tabel Grafik
Perbandingan V dan I selalu tetap. Nilai tetap yang ditunjukkan dari
perbandingan antara V dan I ini disebut hambatan (R) . hubungan antara I dan V dapat dibuat
grafikIsebagai berikut.
(Arus)

V
(Tegangan)

Grafik hubungan V dan I


Dari grafik tersebut diperoleh hasil V/I selalu konstan. Nilai ini disebut hambatan (R)
dengan demikian, dapat didefiniskan hambatan merupakan hasil bagi antara beda potensial
dengan kuat arus.
D. Hukum Ohm
Hambatan (R) didefinisikan sebagai rasio aatu perbandingan antara beda potensial V
dengan kuat arus I.
V
V= I
Dengan :
I = Arus listrik (Ampere)
V = Beda potensial
R = Hambatan (Ohm)
Satuan hambatan yang lain :
1 = 103 m
1k = 103
-6
1 = 10 M
1M = 103 K
1 M = 106
1 k = 10-3 M
Defenisi 1 adalah beda potensial yang dibutuhkan antara ujung-ujung
hambatan tersebut untuk mengalirkan arus sebesar 1 A.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

23

1. Rangkaian Seri
Untuk mencari hambatan pengganti pada beberapa resistor yang dirangkai seri
kamu dapat menggunakan persamaan berikut ini.
Rs = R1 + R2 + R3
R1

R2

R3

2. Rangakaian Paralel
Rangkaian listrik banyak sekali ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian
listrik adalah bagian dasar seluruh perlengkapan elektronik seperti radio, TV, Komputer, dan
mobil den gan fasilitas lengkap.
Pemasangan lampu hias secara parallel, yaitu ujung-ujung kabel lampu berhubungan
sehingga apabila salah satu lampu mati, maka lampu lain akan tetap menyala. Rangkaian
semacam ini disebut rangkaian parallel.
Jika tiga buah resistor disusun secara parallel dan ujung-ujung ketiga jalur
berhubungan secara bersama-sama hambatan total yang diberikan dapat dituliskan dalam
bentuk rumus :
1
1
1
1
=
+
+
Rp
R1
R2
R3
R1
R2
R3
Contoh soal
Dalam rangkaian seperti gambar di bawah ini, terdapat 3 buah resistor dirangkai parallel yaitu
2 Ohm, 4 Ohm dan 6 Ohm. Berapakah hambatan pengganti ketiga resistor tersebut?
Penyelesaian :
Diketahui
R 1 = 2 Ohm, R2 = 4 Ohm dan R3 = 6 Ohm
Ditanya
: ?
Jawab :
1
Rp

1
R1

1
R2

1
R3

1
Rp

1
2

1
4

1
6

6 +3+2
12
Rp =

11
12

12
11

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

24

= 1,09
Jadi, hambatan pengganti untuk ketiga resistor yang disusun parallel tersebut sebesar 1,09

E. Menentukan Perbedaan Hambatan Beberapa Janis Bahan (Konduktor), Semikonduktor,


dan Isolator.
Faktor factor yang mempengaruhi besar hambatan kawat pengahantar adalah :
- Hambatan jenis
- Luas penampang
- Panjang kawat
Semakin panjang kawat penghantar, hambatan semakin besar. Hambatan kabel
logam R berbanading lurus dengan panjang kawat I dan berbanding terbalik
dengan luas penampang kabel A. hubungan antar ketiga besaran tersebut
dinyatakan sebagai berikut :

R=
L
A
Keterangan :
= Hambatan jenis (Ohm meter)
R = Hambatan ( Ohm)
A = Luas penampang kawat (m2)
I = Panjang kawat (m)
sebagai konstanta perbandingan yang disebut hambatan jenis nilainya bergantunga
berdasarkan pada jenis bahan yang digunakan. Nilai khas dinyatakan dalam satuan Ohm
meter ( m).
Bahan-bahan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik disebut Konduktor
bahan bahan yanh daya hantarnya sangat buruk disebut isolator. Tetapi ada pula bahan yang
daya hantarnya berada di anatara konduktor dan isolator. Jenis bahan yang demikian disebut
semikonduktor.
F.

Hukum Kirchoff

Hukum I Kirchoff berbunyi : pada setiap titik persambungan (percabangan)


jumalh seluruh arus yang masuk sama dengan jumlah seluruh arus yang meninggalkan
persambungan (percabangan). Dari hukum 1 Kirchoff tersebut di dapat persamaan :

I1 =
I2

Dengan :
I1 = Jumlah kuat arus yang menuju titik cabang
I2 = Jumlah kuat arus yang meninggalkan titik cabang
Hukum persambungan kirchoff didasarkan atas hukum kekekalan muatan.
Hukum II kirchoff atau kaidah loop didasarkan atas kekekalan energi dan berbunyi : jumlah
tegangan sepanjang jalur tertutup dari suatu rangkaian sama dengan nol.
Contoh soal
Suatu rangkaian listrik terlihat seperti pada gambar yaitu arus yang mengalir I 1 = 0,4 A : I2 =
0,15 A. berapakah arus pada I3 ?
I2
I1

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

25

I3

Penyelesaian
Diketahui

: I1 = 0,4 A : I2 = 0,15 A

Dinyatakan : I3 ..?
Jawab : I1 = I2 + I3
: 0,4 A = 0,15 A + I3

: 0,25 A = I3

: 0,4 A 0,15 A = I3

Jadi 0,25 A

G. Hukum Ohm dalam rangkaian Tertutup


Di dalam setiap rangkaian listrik selalu terdapat dua macam hambatan, yaitu
hambatan dalam dan hambatan luar
a. Hambatan dalam, yaitu hambatan yang terdapat di dalam elemen dan dinyatakan dengan
lambang r
b. Hambatan luar, yaitu hambatan yang terdapat di luar elemen dan dinyatakan dengan
lambang R.
Perhatikan gambar dibawah ini.

B
Menurtu hukum Ohm : V = IR
Karena pada saat arus mengalir terdapat dua hambatan , yaitu r dan R, maka :\
V = I (R + r)
Sehingga,
E
I = ( R+r )
Keterangan
I = Kuat arus listrik (A)
E = GGL (V)
R = Hambatan luar ()
r = Hambatan dalam ()
Contoh :
Sebuah elemen ggl-nya 12 V dan hambatan dalam elemennya 0,5 dihubungkan dengan
sebuah lampu dengan hambatan 23,5 . Berapakah besarnya kuat arus yang mengalir
dalam rangkaian tersebut!
Penyelesaian
Diketahui
E = 12 V
R = 12
Ditanyakan :
Jawab :
I = ?
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

26

I=

E
( R+r )

I=

12 V
23,5 + 0,5

I=

12V
24

I = 0,5 A
Jadi, arus yang mengalir dalam rangkaian 0,5 A
Dalam praktik kehidupan sehari-hari agar diperoleh GGL yang besar dan sesuai dengan
kebutuhan, biasanya sumber tegangan disusun dari beberapa elemen.
Cara menyusun elemen seri adalah susunan elemen, kutub positif elemen yang satu
dihubungan dengan kutub elemen yanga lain.

Pada elemen yang disusun seri terjadi dua hal berikut ini :
1. GGL-nya sama dengan jumlah GGL setiap elemen
2. hambatan dalamnya juga merupakan jumlah dari setiap hambatan dalam elemen dengan
demikian, kuat arus pada elemen yang disusun seri dapat dituliskan persamaan sebagai
berikut:
nE
I = [R + ( nr ) ]
Keterangan
N = Jumlah elemen seri
I = Kuat arus listrik (A)
E = GGL (V)
R = Hambatan luar ()
r = Hambatan dalam ()
Contoh :
Tiga buah elemen ggl-nya masing-masong 4 V disusun seri dan hambatan dalam elemennya 1
dihubungkan dengan hambatan 3 .
a. Gambarkan skema susunan elemen tersebut
b. Tentukan kuat arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut
Penyelesaian
Diketahui
n=3
E = 12 V
R = 12
r = 0,5
ditanyakan :
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

27

a. Skema
b. I = ..?
Jawab :
a. Skema rangkaian
E = 4V E = 4V E = 4V
r = 1 r = 1 r = 1
R = 3

b. Kuat arus
I=I=

nE
[R + ( nr ) ]

3 x 4V
3 +(3 x 1 )

12 V
6

= 2A

Jadi rangkaian yang mengalir dalam rangkaian 2A


Susunan elemen sexara parallel adalah susunan kutub positif elsemen yang satu
dihubungkan dengan kutub positif elemen yang lain dan kutub negative elemen yang satu
dihubungkan dengan kutub negative elemen yang lain.

Pada elemen yang disusun parallel terjadi dua sebagai berikut


1. GGL nya sama dengan GGL sebuah elemen
2. Hambatan dalamnya sama dengan nilai hambatan pengganti pada penghambatan yang
disusun parallel
Dengan demikian, kuat arus pada elemen yang disusun parallel dapat dtuliskan
persamaan sebagai berikut.
I=

E
1
[R +( r)]
n

Contoh :
Dua buah elemen gglnya 12V disusun parallel dan hambatan dalam elemennya 1. Elemen
itu dihubungkan dengan sebuah penghambat yang hambatannya 9. Tentukan besarnya kuat
arus yang mengalir dan tegangan jepitnya.
Penyelesaian
Diketahui
n=2
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

28

E = 12V
R = 9
r = 2
Ditanyakan
a. I = .? b. V = ?
Jawab :
a. I =
b. V = I x R = 1,2 x 9 = 10,8 V

Lambang beberapa komponen listrik


No Lambang

Komponen

No

Lambang

Komponen

PETA KONSEP

Arus Listrik
Aliran
Ditentukan
Oleh

Aliran

dan

Ke

Dirumuskan

Alat Ukur

Alat ukur dari

Bergerak melalui suatu

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

29

Rangkaian
tertutup
memiliki

Memberikan
dorongan

Yang merupakan
aliran

Yang menghambat aliran

LKS 3.2.1
LEMBAR KERJA SISWA
KUAT ARUS DALAM RANGAKAIAN TERTUTUP
Tujuan :
Mengetahui kuat arus dalam rangkaian tertutup.
Alat dan Bahan
1. Baterai 1,5 Volt
2. Lampu pijar 2,5 Volt
3. Kabel secukupnya
4. Papan rangkaian
Cara kerja :
1. Rangkaikanlah alat seperti gambar dibawah ini

Rangkaian sederhana

Skema rangkaian sederhana


Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

30

2. Hubungkan kutub-kutub baterai dengan kabel


3. Amati lampu pijar, apakah lampu menyala? Apakah penyebab lampu menyala?
KESIMPULAN :
...........................................................................................................................................

LKS 3.2.2
LEMBAR KERJA SISWA
KUAT ARUS LISTRIK PADA SUATU RANGKAIAN LISTRIK
Tujuan :
Mengetahui cara mengatur kuat arus listrik pada suatu rangkaian listrik
Alat dan Bahan
1. Basicmeter
2. Shunt (amperemeter)
3. Baterai 1,5 Volt
4. Bola lampu senter
5. Kabel penghubung
6. Sakelar
Cara kerja :
1. Rangkaikanlah alat seperti skema gambar dibawah ini! Kabel yang terhubung dengan
amperemeter dipasang pada terminal 0 dan 1 A
A

2. Dalam keadaan terbuka (lampu tidak menyala), apakah jarum amperemeter bergerak
menyimpang?
3. Nyalakan lampu dengan menghubungkan sakelar
4. Dalam keadaan lampu menyala, apakah jarum amperemeter menyimpang? Jika iya,
amati penunjukan jarum amperemeter dengan menggunkan skala bawah. Masukkan
hasil pengamatanmu pada tabel.
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

31

5. Ubah batas ukur maperemeter dengan memindahkan kabel yang berada di terminal ke
terminal 5 A. amati, angkah berapakah yang ditujukkan jarum amperemeter?
Masukkan hasil pengamatanmu pada tabel.
Batas Ukur 0 1 A

Batas Ukur 0 5 A

Kuat Arus I (A)

Angka yang
ditunjukkan
amperemeter
KESIMPULAN :
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
LKS
LEMBAR KERJA SISWA
KONDUKTOR DAN ISOLATOR
Tujuan :
Mengetahui benda apasajakah yang merupakan isolator dan konduktor
Alat dan Bahan
1.
2.
3.
4.

Baterai 3 buah
Bola lampu 1 buah
Penjepit mulut buaya 3 buah
Bahan-bahan yang akan diselidiki
- Tembaga
- Aluminium
- Besi
- Karet
- Plastik
- Kertas
Cara Kerja :
1. Susunlah alat-alat seperti gambar dibawah ini

2. Gantilah X berturut-turut dengan bahan-bahan yang akan diselidiki lainnya.


3. Amati keadaan lampu apakah menyala?
4. Tulislah hasil pengamatanmu pada tabel dibawah dengan member tanda ceklis
No
1
2

Nama Benda

Keadaan Lampu
Menyala
Tidak Menyala

Tembaga
Aluminium
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

32

3
4
5
6

Besi
Karet
Plastik
Kertas

KESIMPULAN :

LKS
LEMBAR KERJA SISWA
PENGHAMBAT SERI
Tujuan :
Untuk mengetahui besarnya hambatan total pada rangkaian yang disusun seri
Alat dan bahan
1. Penghambat 2 Ohm, 4 Ohm, 6 Ohm dan 12 Ohm
2. Batarai 1,5 Volt 4 Buah
3. Amperemeter 0-100 mA 1 Buah
4. Voltmeter 0-5 V 1 Buah
5. Sakelar 1 Buah
6. Kabel secukupnya
Cara Kerja :
1. Susunlah alat seperti dibawah ini!
A
V

2. Susunlah sakelar, amati besarnya Kuat arus pada amperemeter dan beda potensial
pada voltmeter.
3. Ganri R1, R2 dan R3 dengan pemnghambat 12 Volt. Ulangi langkah 2
4. Bandingkan hasil pada langkah 2 dan 3. Samakan kuat arus dan beda potensial dari
kedua langkah tersebut.
KESIMPULAN :
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

33

..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................
..........................................................................................................................................

LKS
LEMBAR KERJA SISWA
PENGHAMBAT PARALEL
Tujuan :
Alat dan bahan
1. Penghambat 2 Ohm, 4 Ohm, 6 Ohm dan 12 Ohm
2. Batarai 1,5 Volt 4 Buah
3. Amperemeter 0-100 mA 1 Buah
4. Voltmeter 0-5 V 1 Buah
5. Sakelar 1 Buah
6. Kabel secukupnya
Cara Kerja :
1. Susunlah alat-alat seperti skema dibawah!
A
V

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

34

2. Tutuplah sakelar, amati besarnya kuat arus pada amperemeter dan beda potensial pada
voltmeter
3. Ganti R1, R2 dan R3 dengan penghambat 1 Ohm. Ulangi langkah 2
4. Bandingkan hasil padalangkah 2 dan 3. Samakabesar kuat arus dan beda potensial dari
kedua langkah tersebut.
1
1
1
1
+
5. Coba bandingkan nilai R . Pengganti dengan R 1 + R 2 R 3 !
KESIMPULAN :
...........................................................................................................................................

LKS
LEMBAR KERJA SISWA
HUBUNGAN KUAT ARUS DENGAN BEDA POTENSIAL LISTRIK
Tujuan :
Mengetahui hubungan antara kuat arus dengan beda potensial listrik
Alat dan bahan
1. Sebuah voltmeter (basicmeter dan multineter)
2. Sebuah amperemeter (basicmeter dan shunt)
3. Sebuah hambatan
4. Sebuah sakelar
5. Lima buah baterai 1,5 V
6. Kabel secukupnya
7. Lampu
Cara kerja :
1. Rangkai alat seperti pada skema dibawah ini! Voltmeter dipasang parallel pada ujung
rheostat, sedangakan amperemeter dipasang pada rangkaian.
V

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

35

2. Amati hasil pengukuran bedapotensial dank au arus yang dutunjukkan voltmeter dan
amperemeter sebanyak lima kali secara berturut-turut. Mula-mula hubungkan kabel
terminal 0 amperemeter ke titik 1 untuk penggunaan 1 buah baterai, kemudian ke titik
2 untuk penggunaan 2 buah baterai, hingga titi ke 5 untuk penggunaan 5 baterai!
3. Masukan hasil pengamatan pada tabel
4. Lengkapi tabel dengan menghitung hasil bagi antar nilai bedapotensial V dengan kuat
arus I dan tiap percobaan.
Percobaan
Jumlah
Beda
Kiat Arus
V
Baterai
Potensial (V)
(I)
I
I
1 Buah
II
2 Buah
III
3 Buah
IV
4 Buah
V
5 Buah
Penyelesaian :
1. Dari hasil pengematanmu, buat grafik yang menggambarkan hubungan antara beda
potensial V dengan akuat arus I dari tiap percobaan.

KESIMPULAN :
...........................................................................................................................................
...........................................................................................................................................
BAB III
Rangkuman
1. Kuat arus listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir melalui penghantar tiap
satuan waktu dan dinyatan dalam satuan ampere (A).
2. ambatan listrik didefiniskan sebagai perbandingan antara beda potensial dengan arus listrik
dan dinyatakan didalam satuan ohm ()
3. Hambatan pengganti pada rangkaian seri Rs : R1 + R2 + R3
4. Hambatan pengganti pada rangkaian parallel adalah

1
Rp

1
R1

1
R2

1
R3

5. Bahan-bahaj penghantar memiliki daya hantar listrik yang berbeda-beda karena hambatan
jenisnya berbeda-beda.
6. Hukum I Kirchoff berbunyi : pada setiap titik persambungan, jumlah seluruh arus yang
masuk sama dengan jumlah seluruh arus yang meninggalkan persambungan.
7. Hukum II Kirchoff berbunyi : jumlah tegangan sepanjang jalur tertutup dari suatu
rangkaian sama dengan nol.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

36

A. ULANGAN
I.

Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat

1. Tabel berikut menyatakan hubungan antara kuat arus (I), hambatan (R), arus (I) dan
tegangan (v)
V ( Volt)
R (Ohm)
2
2
2
4
2
8
2
10
Dari di atas dapat disimpulkan bahwa kuat arus listrik .
a. Sebanding dengan tegangan
b. Sebanding dengan hambatan
c. Berbanding terbalik dengan tegangan
d. Berbanding terbalik dengan hambatan
2. 1.
2.
3.
R = 100

R = 400

I (Ampere)
1,00
0,05
0,25
0,20

4.

R = 200

R = 50

Jika hambatan di atas dihibingkan dengan beda potensial 24 Volt, maka kuat arus terbesar
mengalir pada penghantar yang ditunjukkan nomor .
a. 1
b. 2
c. 3
d. 4
3. Perhatikan rangkaian berikut ini

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

37

Jika I3 = I5 = 1/3 I
I2 = 1A
Kuat arus yang mengalir pada I4 sebesar
a. ampere
4.

1
c. 1 2

b. 1 ampere

ampere

d. 2 ampere

Lampu-lampu pijar di rumah umumnya dirangkaikan secara parallel karena


a. dengan rangkaian ini lampu memerlukan arus paling kecil
b. jika 1 lampu, maka lampu lainnya tetap berpijar
c. dengan hambatan ini lampu memerlukan daya paling besar
d. jika satu lampu putus, maka lampu lainnya padam.
5. Perhatikan pengganti antara titik A dan B pada rangkaian berikut ini adalah

a. 4 Ohm

b. 8 Ohm

c. 12 Ohm

d. 16 Ohm

Jika dalam waktu 5 menit mengalir 60 coulumb muatan listrik melalui kawat penghambat
maka besar kuat arus listriknya adalah .
a. 0,2 A
b. 0,5 A
c. 3,0 A
d. 6,0 A
6.

Bila masing-masing penghambat besarnya sama, rangkaian manakah yang mempunyai


hambatan pengganti paling kecil.
a.
c.

b.

7.
8.

d.

Melalui sepotong kawat penghantar yang hambatannya 0,1 k mengalir arus 2 ampere,
sehingga besarnya beda potensial adalah ..
a. 0,02 Volt
b. 20 Volt
c. 200 Volt
d. 2000 volt
Perhatikan rangkaian berikut ini
I1

I2

40 Ohm

30 Ohm

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

38

Bila amperemeter menunjukkan angka 0,5 ampere maka


a. Kuat arus pada I1 = 0,5 A
b. Kuat arus pada I2 = 0,5 A
c. Kuat arus pada I1 > I2
d. Kuat arus pada I1 = I2 berjumlah 0,5 A
9. Hambatan pengganti dari penghambat penghambat yang terangkai pada gambar berikut
adalah
25 Ohm
70 Ohm

a. 90,5 Ohm

0,5 Ohm

100
Ohm

b. 570,5 Ohm

c. 590 Ohm

d. 695 Ohm

10. Gunakan hukum Ohm untuk melengkapi tabel berikut


No
1
2

V
I
R
12 Volt
Ampere
28 Ohm
6 Volt
0,2 ampere
Ohm
a. I = ampere dan R = 30 Ohm
b. I = ampere dan R = 12 Ohm
c. I = 0,4 apmere dan R = 30 Ohm
d. I = 0,4 ampere dan R = 60 ohm
II. Pasangkanlah pertanyaan dibawah ini dengan pernyataan dalam kotak pada soal berikut.
a. Amperemeter
b. Ohmmeter
d. Arus listrik
e. sekering
g. Hambatan
h. Voltmeter
i. Semikonduktor

c. Sakelar
f. Arus electron
j. Kuat arus listrik

1. Arus yang mengalir dari tempat yang memiliki potensial tinggi ketempat yang
memiliki potensial rendah disebut ..
2. Arus yang mengalir dari tempat yang memiliki potensial rendah ketempat yang
memiliki potensial tinggi disebut
3. Jumlah muatan listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar tiap satu satuan waktu
disebut
4. Alat yang digunakan untuk mengukur beda potensial disebut .
5. Alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik disebut .
6. Alat yang membuka dan menutup suatu rangkaian listrik disebut
7. Alat untuk mencegah terjadinya korsleting disebut
8. Alat untuk mengukur besar hambatan disebut .
9. Benda yang memiliki sifat diantara konduktor dan isolator disebut .
10. Hasil bagi antara tegangan terhadap kuat arus disebut
III.

Jawablah dengan singkat dan jelas.


1. Jelaskan keuntungan lampu rangkaian parallel, serta beri 2 conoth dalam kehidupan
sehari-hari
2. Hitunglah besar kuat arusnya bila beda potensial 12 volt dengan hambatan sebesar 4
ohm
3. Berapa luas penampang kaawat bila mempunyai panjang 500 cm dengan hambatan
sebesar 1000 ohm dan hambatan jenis besi sebesar 1 x 107 ohm meter
4. Dari gambar berikut berapa besar I4, dengan I1 = 6 A, I2 = 2 A, I3 = 0,5, A ?
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

39

I2
I1

I3
I4

5. Besar kuat arus listrik yang mengalir rangkaian bila terdapat tiga buah resistor
dirangkaian parallel dengan R1 = 2, R2 = 4, R3 = 4, dan GGL sebesar 12 volt
R1
R2
R3
E
6. Kuat arus listrik dalam suatu raying ngkaian 2A, muatan listrik yang mengalir selama
2 menit adalah
a. 1C
b. 4C
c. 60 C
d. 240 C
B. Penilaian Kinerja Ilmiah
1. Data dirumahmu alat apa saja yang menggunakan sumber arus listrik?
2. Data dirumahmu mana yang menunjukkan instalasi listrik yang rangkai parallel dan
dirangkai seri?
Sebuah aki dapat menyimpan muatan hingga 360.000 coulomb. Aki itu dapat menghasilkan
arus 10 A. usia pakai aki tersebut tanpa adanya penambahan muatan listrik adalah sekitar .
a. 6 jam

c. 36 jam

b. 10 jam

d. 100 jam

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

40

STANDAR KOMPETENSI
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan prinsip kerja elemen dari arus yang ditimbulkannya serta
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
INDIKATOR
-

Menjelaskan konsepgaya gerak listrik sumber arus listrik

Menjelaskan susunan dan cara kerja elemen listrik primer dan skunder

Mengukur tegangan antara kutub-kutub sumber tegangan dengan tegangan jepit


(tagangan yang terpakai)

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

41

BAB I
PENDAHULUAN
Beberapa jenis baterai seperti baterai handphone, baterai jam dinding, baterai arloji
dan baterai untuk peralatan elektronik setelah dipakai sekian waktu akan habis. Saat ini,
banyak tersedia baterai yang dapat diisi kembali dengan menggunakan changer. Pada bab ini
akan mempelajari konsep gaya gerak listrik, susunan dan cara kerja elemen listrik primer dan
sekunder, serta cara mengukur gaya gerak listrik suatu sumber tegangan dan tegangan jepit.
Energi listrik anyak diperlukan manusia, energi listrik yang dialiri oleh PLN ternyata
tidak mencukupi berbagai keperluan yang begitu kompleks. Oleh karena itu, diperlukan
sumber energi lain yaitu baterai dan akumulator. Dua sumber energi tersebut lebih praktis dan
dapat dibawah kemana-mana. Ukuran maupun muatannya dapat diatur sesuai kebutuhan.
Sebagai sumber energi listrik, baterai dan akumulator tersebut memiliki Gaya
arusGerak Listri (GGL). Gaya gerak listrik adalah beda potesial antara kedua ujung atau
sumber arus listrik . beda potesial ini yang menyebabkan electron mengalir.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

42

BAB II
KONSEP GAYA GERAK LISTRIK (GGL) SUMBER ARUS LISTRIK
Alat untuk memindahkan beda potensial disebut sumber tegangan lsitrik atau
sumber listrik. Ada dua jenis arus listrik, yaitu arus listrik searah (Dirrect current = DC) dan
arus listrik bola balik (Alternating current = AC). Ada beberapa jenis sumber listrik, antara
sumber listrik elektronika, sumber listrik mekanik, dan symber listrik sel surya. Sumber listrik
elektrokimia mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Sumber listrik mekanik
mengubah energi mekanik (gerak) menjadi energi listrik. Sumber sel surya mengubah energi
surya menjadi enaergi listrik.
Beda potensial listrik terjadi apabila ada perbedaan kandungan muatan listrik antara
dua titik. Jika pada ujung-ujung suatu penghantar (Konduktor) terdapat beda potensial listrik,
maka pada penghantar itu akanmengalir arus listrik. Arus listrik mengalir dari potensial tinggi
ke potensial rendah sedangkanelektron mengalir dari potensial rendah ke potensial tinggi.
Beda potensial listrik adalah banyaknya energi yang diperlukan untuk memindahkan
setiap muatan listrik dari satu titik ke titik yang lainnya, yang secara matematis
W
ditulis : V Q
Keterangan :
V = Beda potensial (V)
W = energi atau usaha (J)
Q = Muatan listrik (C)
Pengertian dari 1 v adalah beda potensial dari dua titik bila energi 1J diperlukan untuk
memindahkan 1 C muatan listrik dari satu titik ke titik lainnya.
Satuan energi lainnya :
Erg
1 erg = 10-7 joule 1 joule = 107 erg
Satuan potensial listrik
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

43

1 mV = 10-3 V
1 V = 10-6 V

1V
1V

Satuan muatan listrik yang lain :


1C
= 106 C
1C
= 103 mC

= 103 mV
= 106 V
1 mC = 103 C

Sumber arus listrik yang disebut juga elemen listrik, elemen listrik ada dua macam,
yaitu elemen listrik primer dan lemen listrik sekunder. Elemen listrik primer adalah sumber
arus listrik yang kandungan muatan listriknya tidak diperbaharui. Artinya apabila sudah habis
terpakai elemen tidak dapat diisi ulang. Contoh elemen listrik primer adalah elemen volta dan
elemenkering (baterai)
Bagian-bagian sebuah elemen volta antara lain :
- Bajana kaca
- Anoda dan elektroda positif (kutub positif) dari lempeng tembaga (Cu)
- Katoda atau leketroda negative (kutub negative) dari lempengan tembaga (Zn)
- Elektrolit dari larutan asam sulfat (H2SO4)
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Peristiwa menempelnya
gelembung-gelembung gas hydrogen pada tembaga ketika berlangsungnya reaksi kimia dalam
elemen volta.
Bagian-bagian dalam elemen volta antara lain :
- Anoda (kutub positif) dari batang karbon (C)
- Katoda (kutub negative) dari seng (Zn) sebagai tabung elemen
- Elektrolit dari ammonium klorida (NH4CI) dengan mangan oksida (MnO2) dan
serbuk karbon untuk mencegah terjadinya polarisasi.
Campuran ammonium klorida dengan mangan oksida pada elemen kering disebut senyawa
salmiak.
Elemen listrik sekunder adalah elemen listrik yang kandungan muatan listriknya dapat
diperbaharui melalui pengisian ulang atau penyetruman. Contoh elemen listrik sekunder
adalah akumulator.
Bagian-bagian dari sebuah akumulator antara lain :
- Anoda (kutub positif) dari timbale peroksida (PbO2), berwarna sokelat
- Katoda (kutub negative) dari timbale murni (Pb), berwarna abu-abu
- Elektrolit dari larutan asam sulfat (H2SO4)
- Bejana yang terbuat dari karet keras atau plastic
Pada saat akumulator digunakan, terjadi perubahan energi kimia menjadi energi listrik.
Kutub-kutubnya mengalami perubahan sebagai berikut.
- Kutub positif, yaitu timbale peroksida (PbO2), secara perlahan-lahan berubah
menjadi timbale sulfat (PbSO4).
- Kutub negative yaitu timbale murni (Pb), secara perlahan-lahan berubah menjadi
timbale sulfat (PbSO4)
Pada saat pengisian akumulator, terjadi perubahan energi lsitrik menjadi energi kimia. Kedua
kutubnya yang tadinya timbale sulfat (PbSO4) akan kembali menjadi timbale peroksida
(PbO2) dan timbale murni (Pb).
Alat
ukurbeda potensial listrik antara lain voltmeter, multimeter, dan basicmeter yang dilengkapi
multipler. Beda potensial sebuah elemen dibedakan menjadi 2 , yaitu gaya gerak listri (GGL)
dan tegangan jepit. Gaya gerak listrik (GGL) adalah nilai beda potensial elemen pada saat tida
ada arus listrik mengalir dari elemen itu. GGL biasanya di lambangkan dengan huruf E.
tegangan jepit adalah nilai beda potensial elemen pada saat elemen itu digunakan mengalirkan
dari elemen itu. GGl biasanya dilambangkan dengan huruf V atau V jepit.
Nilai gaya gerak listrik selalu lebih besar dari pada tegangan jepit atau E > V jepit. Selisih
antara gaya gerak listrik (GGL) dengan tegangan jepit disebut tegangan yang merugi E-V
jepit = V rugi
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

44

V rugi = E V jepit
Hubungan antara GGL dengan tegangan jepit dan tegangan yang hilang adalah
= V + Vr
Ket.

= GGL (Volt)
V =egangan jepit (Volt)
Vr = Tegangan pada hambatan dalam (Volt)

PETA KONSEP
ELEMEN

Merupakan

Memiliki

Diukur dengan

Terdiri dari

Terdiri dari

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

45

LKS
GAYA GERAK LISTRIK DAN TEGANGAN JEPIT
Tujuan :
Mengamati hasil pengukuran beda potensial suatu elemen listrik ketika sedang digunakan dan
ketika tidak digunakan.
Alat dan bahan
1. Voltmeter atau besicmeter yang dilengkapi multimeter
2. Baterai 1,5 V
3. Saklar
4. Kabel penghubung secukupnya
5. Lampu
Cara kerja :
1. Rangkai alat dan bahan seperti pada skema di bawah ini!
V

2. Nyalakan lampu dengan menghubungkan sakelar.


3. Dalam keadaan lampu menyala, ukur beda potensial antara kutub-kutub baterai. Catat
hasil pengukuran yang ditunjukkan Voltmeter
4. Padamkan nyala lampu dengan cara memutuskan atau membuka saklar
5. Dalam keadaan saklar terputus (lampu padam), ukur potensial antara kutub-kutub
baterai. Catat hasil pengukuran yang ditunjukkan voltmeter pada tabel dibawah ini!.
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

46

No
Keadaan Lampu
1
Menyala
2
Padam
KESIMPULAN

Beda Potensial

....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................

BAB III
PENUTUP
1. Sumber arus listrik ada 2 (dua) macam yaitu :
a. Sumber arus searah (DC = Direct Current) misalnya batu baterai, Aki, elemen
volta dan dynamo arus searah.
b. Sumber arus bolak balik (AC = Alternating Current) misalnya Generator, dan
dynamo arus bolak balik
2. Elemen primer adalah sumber arus searah yang tidak dapat diperbaharui lagi, atau
memerlukan penggatian bahan pereaksi agar dapat digunakan lagi.
3. Elemen sekunder adalah sumber arus searah yang dapat diperbaharui bahan-bahan
pereaksinya, sehingga dapat digunakan berulang-ulang
4. Elemen primer dan sekunder dibagi menjadi dua jenis yaitu elemen baasah dan
elemen kering
5. Elemen basah ad alah elemen yang menggunakan bahan perekasi beruoa larutan
6. Elemen kering adalah elemen yang menggunakan bahan perekasi berupa padatan
7. Voltmeter adalah alat untuk mengukur beda potensial / tegangan listrik atauGGL.
Voltmeter harus dipasang secara parallel terhadap sumber arus atau alat listrik yang
akan diukur tegangannya.
8. Gaya Gerak Listrik (GGl) adalah beda potensial antara kedua ujung atau kutub sumber
arus listrik saat sumber arus itu tidak terhubung kerangkaian listrik.
9. Tegangan jepit adalah beda potensial antara kedua ujung atau kutub sumber arus
listrik saat sumber itu mengalirkan arus dalam kerangkaian listrik
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

47

10. Semua elemen memiliki hambatan dalam sehingga mengalami kehilangan tegangan.
Hal ini yang menyebabkan tegangan jepit selalu lebih kecil dari GGL elemen itu.

LATIHAN
A. PENILAIAN PEMAHAMAN
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar.
1. Perhatikan gambar berikut ini!
3
X
4
2
1

Pemasangan Voltmeter yang benar untuk mengukur arus listrik terletak pada nomor
a. (1)
c. (3)
b. (2)
d. (4)
2. Kelompok sember arus dibawah ini yang termasuk sumber arus searah adalah .
a. Batu baterai, elemen Volta, dan listrik PLN
b. Dinamo sepeda, aki, dan generator
c. Listrik PLN, dynamo sepeda, dan generator
d. elemen volta, dan batu baterai
3. Perhatikan gambar elemen kering dibawah ini, yang berfugsi kutub negative adalah
1
2
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

48

3
4
a. 1
b. 2

c. 3
d. 4

4. Sumber-sumber arus searah adalah .


a. indicator, dynamo, dan akumulator
b. Baterai, elemen dan sekering
c. Akumulator, elemen kering, dan elemen volta
d. Transformator, elemen volta dan dynamo
5. Asam yang digunakan dalam sebuah akumulator sebagai elektrolit adalah
a. Asam sirat
c. Asam sulfide
b. Asam nitra
d. Asam sulfat
6. Pada sebuah aki terdapat tulisan 12 V, 4 A apakah arti tulisan itu?
a. Aki mempunyai GGL 12 Volt dan dapat mengalirkan arus 40 A dalam 1 sekon
b. Aki mempunyai GGL 12 volt dan dapat mengalir arus 40 A dalam 1 jam
c. Aki mempunyai GGL 40 Volt dan dapat mengalirkan arus 12 A dalam 1 sekon
d. Aki mempunyai GGl 40 Volt dan dapat mengalirkan arus 12 A dalam 1 jam

II. Pasangkanlah pernyataan di bawah ini dengan pernyataan di dalam kotak (soal 1 10) dan
jawablah soal 11 dengan tepat.
a. Batu baterai
e. elemen kering
i. Aki

b. elemen primer
f. Generator
j. Depolarisator

c. Voltmeter
g. Tegangan jepit

d. GGL
h. Tegangan

1. Gaya yang menyebabkan electron biasa mengalir dalam penghambat disebut .


2. Contoh sumber arus DC adalah .
3. contoh sumber arus AC adalah .
4. Sumber arus listrik yang tidak dapat diperbaharui lagi disebut
5. Elemen elektrokimia yang dapat memperbaharui bahan-bahan preaksinya disebut
6. Nilai yang ditunjukkan oleh jarum voltmeter saat elemen memberikan arus listrik disebut
7. Alat untuk mengukur tegangan disebut .
8. Zat yang berfungsi untuk mencegah polarisasi gas hydrogen disebut .
9. Batu baterai dapat juga disebut
10. Elemen yang menggunakan larutan asam sulfat PbO2 sebagaikutub positif dan Pb sebagai kutub
negative disebut .

III. Jawablah dengan singkat dan jelas


1. Sebutkan nama alat untuk mengukur kuat arus dan beda potensial
2. Gambarkan dan berilah keterangan bagian-bagian elemen volt
3. Alat listrik sebesar 100 A mengalir melalui sebuah penghantar. Berapanyaknya electron yang
melewati penampang kawat penghantar tersebut dalam waktu 2 sekon? Anggap 1 C = 6,25 x 10 18
eletron.
4. Amperemeter dalam suatu rangkaian menunjukkan angka 5,0A.
a. Apa arti hasil pengukuran tersebut
b. Berapa besar muatan listrik yang berpindah dari suatu titik ke titik yang lain.
5. Untuk memindahkan 600 coulomb mulai titik A ke B diperlukan 900 joule dari sumber tegangan.
Tentukan :
a. beda potensial antara kedua titik tersebut

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

49
b. Kuat arus yang dialirkan tiap detiknya

B. PENILAIAN KINERJA ILMIAH


I. Penilaian proyek
Buah jeruk ataupun apel merupakansumber tegangan yang bias dibuktikan dengan jarum voltmeter
yang bergerak.
Buatlah tabel data berbagai umbi ataupun buah dan masukkan data besar beda potensialnya. Beri
kesimpulan dari pengamatanmu dengan meperhatikan jarum voltmeter.

No
1
2
3
4
5

Umbi atau buah


Sebuah jeruk
Sebuah apel
Sebuah kentang
Sebuah jeruk dan apel
Sebuah jeruk dan dua buah apel

Terbaca di Voltmeter

Keterangan

II. Penilaian produk


Setelah melakukan pengukuran beda potensial berbagai umbi dan buah pada kegiatan penilaian proyek
di atas, pilihlah salah satu umbi atau buah yang menurut kelompokmu paling cocok sebgaai sumber
tegangan. Selanjutnya legkapilah umbi atau buah tersebut dengan rangkaian kabel dan voltmeter
kemudian, tunjukkan di depan kelas dan presentasekanlah..

STANDAR KOMPETENSI DASAR


Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari
KOMPETENSI DASAR
Mendeskripsikan hubungan energi dan daya listrik serta pemanfaatannya

INDIKATOR
-

Menjelaskan hubungan antar V,1 dengan energi listrik yang dugunakan


Menjelaskan hubungan antara daya listrik, energi listrik, dan satuannya (kWh dan

joule)
Menerapkan konsep energi dan daya listrik dalam perhitungan penggunaan listrik

di rumah tangga berdasarkan angka yang tertera pada kWh meter


Menunjukkan perubahan energi listrik menjadi bentuk lain
Mempraktekkan penghematan listrik dalam kehidupan sehari-hari
mengemukakan alasannya.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

dan

50

BAB I
PENDAHULUAN
Pemakaian energi listrik sudah sedemikian luasnya, bahkan dewasa ini manusia sulit
melepaskan diri dari ketergantungan terhadap listrik. Era peradaban modern memang
dibangun berdasarkan energi salah satunya adalah energi listrik. Banyak prosuk-produk
teknologi yang hanya dapat bergfungsi dengan menggunakan energi listrik. Salah satu sumber
energi listrik yang dapat diperbaharui adalah energi angin. Tentu kalian sudah melihat kincir
angin baik di dalam buku, maupun melihatnya secara langsung. Bagimanakah gerakan kincir
angin itu sehingga dapat menghasilkan arus listrik? Bagaimanakah proses perubahan energi
gerak baling-baling menjadi energi listrik? Alat-alat apa saja yang memanfaatkan energi
listrik dan menggunakannya menjadi energi bentuk lain?.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

51

BAB II
A. Arus, Tegangan dan Energi Listrik
Di rumah, mungkin kamu atau adikmu memiliki mainan berupa mobil-mobilan atau kereta api
yang digerakkan oleh baterai. Baterai yang dapat menggerakkan mainan ini dapat menunjukkan
bahwa ada proses perubahan energi jika mobil-mobilan itu kamu nyalakan. Di dalam baterai terdapat
zat-zat kimia. Artinya, di dalam baterai terdapat energi kimia. Energi kimia ini berubah menjadi energi
listrik. Dan energi listriklah yang mampu menggerakkan mobil-mobilan energi gerak.
Besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber tegangan diperbaharui oleh beberapa factor, yaitu :
a.
Beda potensial
Contohnya pada alat pemanas, semakin besar beda potensial semakin tinggi naiknya suhu air,
jadi, energi yang dilepaskan dan diubah menjadi kalor sebanding dengan beda potensial.
b.
Besar arus
Semakin besar arus yang mengalir pada alat semakin besar pula naiknya suhu air. Jadi, energi
yang dilepaskan dan diubah menjadi kalor sebanding dengan kuat arus yang mengalir lewat alat
tersebut.
c.
Lama Arus Mengalir
semakin lama arus mengalir lewat alat semakin besar naiknya suhu air. Jadi, energi yang
dilepaskan dan diubah menajdi kalor sebanding dengan waktu.
Jika beda potensial di tulis V, kuat arus ditulis I, dan waktunya ditulis t, maka energi yang dilepaskan
oleh alat dan diubah menjadi energi kalor W adalah
W = Vlt
Dengan :
V = Beda Potensial (Volt)
I = Kuat Arus (Ampere)
t = Waktu (sekon)
W = Energi yang dilepaskan oleh sumber tegangan (joule)
Untuk memindahkan muatan dari suatu tempat ke tempat lain diperlukan energi. Besarnya energi ini
dapat di tulis dalam persamaan sebagai berikut :
W = QV
Keterangan :
W = Energi (Joule)
Q = Besar muatan yang dipindahkan (Coulomb)
V = Beda potensial (Volt)
Karena I = Q / t, sehingga Q =It, maka
W = (It) V
Agar lebih mudah diingat, persamaan di atas di tulis :
W = Vlt
Satuan W adalah SI adalah joule adalah (disingkat J)

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

52
Satuan energi dalam SI memang Joule. Namun untuk energi kalor sering
digunakan antara lain, yaitu kalori (kal) dan kilokalori (kkal). Hubungan antara satuan kalori dan
satuan jolule adalah :
1 Kal = 0,24 Joule
Karena itu dalam peristiwa perubahan energi listrik menjadi energi kalor, berlaku persamaan energi
yang bersatuan kalori :
W = 0,24 Vlt
Dengan demikian, persamaan W = Vlt dapat diubah menjadi :
W = (IR) It atau W = I2 Rt
B. Daya Listrik
Daya listrik adalah besarnya usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan dalam waktu 1 sekon, jika
dalam waktu 1 sekon sumber tagangan telah melakukan usaha sebesar W, maka daya alat tersebut
adalah :
P =W/t
Dengan W adalah usaha dalam satuan joule dan t adalah waktu dengan satuan sekon. Satuan daya P
adalah joule ./ sekon atau J / s dan selanjutnya diberi nama satuan Watt.
1 Joule / sekon = 1 watt atau
J/s = 1 Watt
Karena W = Vlt, maka :
P = (Vlt) / t atau P = V I
Dengan :
V = Beda potensial (Volt)
I = Kuat arus yang mengalir (Ampere)
P = Daya alat tersebut (Watt)
Kelipatan satuan watt antara lain, miliwatt (mW), kilowatt (kW), atau megawatt (mW)
1 miliWatt
= 1mW = 0,001 W= 103 W
1 kilowatt
= 1 kW = 1000 W = 103 W
1 MegaWatt
= 1MW = 1.000 W = 106 W
Menurut hukum Ohm : V= IR sehingga
P = I2 R
Dan karena I = V / R, maka
P = V2 / R
Jika pada alat-alat listrik kita dapat tulisan, misalnya 220 V 50W, artinya bahwa alat tersebut akan
dapat bekerja dengan baik jika dipasang pada tegangan 220 V, dan daya yang digunakan alah 50Watt.
Daya 50 watt sendiri berarti dalam tiap sekon alat-alat tersebut menggunakan energi lsitrik sebesar 50
Joule.
C. Penghitung Pemakaian Energi Listrik di Rumah
Karena satuan P adalah Watt dan satau waktu t adalah sekon, maka satuan usaha atau energi watt,
sekon atau Ws. Satuan ini dianggap terlalu kecil dalam pengukuran pemakaian listrik sehari-hari.
Untuk itu, perlu ditentukan satuan yang lebih besar yaitu watt jam atau watt. Hour atau Wh.
1 kWh = 1000 x 3600 Ws
1 kWh = 3.6 x 106 Ws
1 kWh = 3.6 x 106 Ws
D. Berapa alat yang digunakan memanfaatkan energi listrik untuk diubah menjadi energi lain
Beberapa alat yang memanfaatkan energi listrik untuk diubah menjadi energi lain, yaitu
Setrika listrik
Lampu PIjar
Lampu tabung (tube lamp / TL)
E. Menghemat Energi Listrik
Sikap menghemat energi juga harus selalukita tunjukkan d alam kehidupan sehari-hari. Misalnya :
Mematikan lampu dan alat-alat lsitrik lainnya yang sudah tidak digunakan.
Pemakaian lampu tabung akan lebih menghemat energi dibandingkan lampu
Memilih alat-alat yang berdaya rendah sehingg hemat dalam memakai energi.

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

53

BAB III
Kesimpulan :
Jika sebuah sumber tegangan melakukan usaha dengan mengalirkan arus listrik, maka sumber
tegangan itu akan melepas energi.
Jika beda potensial ditulis V, kuat arus ditulis I, dan waktu ditulis t, maka energi yang dilepaskan oleh
alat dan diubah menjadi energi kalor W adalah :
W = Vlt joule atau W = 0,24 I2 Rt kal
Daya listrik adalah besarnya usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan dalam waktu 1 sekon
Jika dalam waktu t sekon sumber tegangan telah melakukan usaha sebesar W, maka daya alat tersebut
a dalah
P=W/t
Meteran listrik (kWh-meter) menggunakan s atuan kilowatt-jam atau kilowatt-hour (kWh).
1 kWh = 3,6 x 106 joule
Energi listrik dapat diubah menjadi berbagai macam energi, misalnya kalor, cahaya, kimia, bunyi, dan
gerak.
Sikap menghemat energi harus selalu kita tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
mematikan lampu pada saat tidak terpakai. Dan memilih alat-alat listrik elektronik yang hemat energi.

PETA KONSEP
ARUS LISTRIK
Yang digunakan tiap
detik disebut

ARUS LISTRIK

Di butuhkan Oleh

Sumbernya

ARUS LISTRIK
Mengubah energi listrik menjadi

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

ARUS LISTRIK

54

Contohnya

Contohnya

Contohnya

Contohnya

Contohnya

A. ULANGAN
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat.
1. Sebuah sumber tegangan telah melakukan usaha, artinya sumber tegangan itu telah melepaskan
energi. Besarnya energi yang dilepaskan oleh sumber tegangan ini bergantung pada
a. tegangan, kuat arus dan daya sumber tegangan
b. tegangan, daya sumber tegangan, dan waktu
c. tegangan, waktu, dan kuat arus
d. tegangan kuat arus dan waktu
2. Lampu pijar yang menyala karena dialiri listrik akan menghasilkan
a. energi cahaya dan kolor
b. energi cahaya saja
c. energi kolor
d. tak menghasilkan energi apapun
3. Dalam 5 menit mengalir alur sebesar 0,5 A pada kawat pemanas yang memiliki hambatan 80 ohm.
Energi yang dilepaskan adalah
a. 6 Kj
b. 0,2 Kj
c. 0 Kj
d. 0,75 Kj
4. Pada sebuah lampu pijar tertulis 220 V dan 60 W tuliskan artinya
a. Lampu tidak dapat menyala jika tidak dipasang tegangan 220 V
b. Lampu akan menyala dengan baik jika dipasang pada tegangan 220V dan tiap sekon akan
melepaskan energi sebesar 60 J
c. Lampu akan menyala dengan baik jika dipsang pada tegangan 220 V dan tiap jam akan
melepaskan energi sebesar 60 J
d. Lampu tetap akan menyala dengan baik walaupun dipasang pada tegangan dibawah 220 V dan
tiap sekon akan melepaskn energi 60 J.
5. Sebuah pesawat radio menggunakan sejumlah batu baterai yang menghasilkan beda potensial 9
volt. Jika arus yang mengalir 0,05 A, energi yang dilepaskan setelah 10 menit adalah
a. 1800 J
b. 270 J
c. 4,5 J
d. 0,045 J
6. Sudah kita ketaui bahwa energi yang dilepaskan oleh sumber tegangan sebanding dengan kuadrta
kuat arus, jika kuat arus menjadi 2X semula maka energi yang dilepaskan oleh sumber tegangan
menjadi .
a. 2X semula
b. 1/2 X semula
c. 4X semula d. 1/X semula
7. Kelebihan lampu tabung dibandingkan dengan lampu pijar adalah
a. banyaknya kalor yang timbul
b. hamper semua energi menjadi cahaya

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

55
c. lebih murah harganya
d. lebih awet
8. Sebuah pesawat TV dialiri arus listrik 0,5 A pada tegangan 220 V. jika pesawat itu menyala selama
120 jam, besarnya energi yang dipergunakan adalah .
a. 440 Kwh
b. 132 kWh
c. 44 kWh
d. 13,2 kWh
9. Fungsi gas argon di dalam lampu pijar adalah
a. Menghalangi pembakaran
b. Membantu pembakran
c. Membatu pijarnya filament
d. Membantu mengalirnya arus listrik
10.Energi matahari dapat dipergunakan untuk membangkitkan energi listrik di antaranya dengan cara
a. langsung menggerakkan turbin
b. memansakan cairan untuk menguapkan air
c. membuat logam memiliki beda potensial
d. mengalirkan air
II. Pasangkanlah pernyataan dibawah ini dengan pernyataan dibaawah kotak pada soal berikut
a. energi listrik
d. Perak nitrat
h. Gaya listrik

b. kWheter
e. Kalori
i. energi kimia

c. Energi cahaya
f. energi gerak
j. joule

g. Asam khormat

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Besarnya usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan dalam tiap detik disebut
Usaha yang dilakukan oleh sumber tegangan untuk memindahkan muatan listrik disebut
Satuan energi yang paling sering digunakan adalah
Satuan energi dalam SI adalah
Lampu pijar merupakan conoth perubahan bantuk energi dari energi listrik menjadi..
Kipas angin merupakan conoth perubahan bentuk energi dari energi listrik menjadi
Alat pengukur energi yang biasanya terdapat di rumah-rumah untuk mengukur energi listrik
digunakan disebut
8. Penyepuhan merupakan contoh perubahan bentuk energi dari ennergi listrik menjadi
9. Penyepuhan perak dengan larutan elektrolit
10. Penyepuhan khrom dengan larutan elektrolit.
III. Jawablah dengan singkat dan jelas
1. Pada sebuah lampu pijar 60W 220 V. apakah arti tulisan itu?V
2. Sebuah alat listrik dipasang pada tegangan 220V. daya lampu tersebut 75W.
Hitunglah
a. Kuat arus yang mengalir
b. Besarnya hambatan benda tersebut
c. Energi yang dipergunakan selama 10 jam
3. Ion Cu dalam larutan CuSo4 kekurangan 2 elektron. Muatan tiap ion adalah 1,6 x 10-19
coulomb. Berapakah muatan tiap ion Cu tersebut?
4. Sebuah sumber tegangan 220V dihubungsingkatkan dengan kawat berhambatan 0,05 ohm.
Berapakah kuat arus yang mengalir?
5. Sebiuah elemen pemanas 300 W terbuat dari kuat dengan hambatan 20 ohm tiap meter
panjangnya. Jika alat tersebut dipasang pada tegangan 125 V. berapakah panjang kawat yang
diperlukan untuk membuatnya
B. Penilaian Kinerja Ilmiah
1. Penilaian proyek
Mendata peralatan rumah tangga yang memanfaatkan energi listrik

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

56

Susunlah sebuah jeruk yang memuat nomor, nama alat dan perubahan energi listrik yang
menjadi. Setelah itu masukkan data perubahan semua alat yang ada di rumahmu.
II. Penilaian produk
Membuat penghasil suara bunga api
Sediakan sebuah jeruk nipis, sebuah lempeng tembaga dan sebuah panjang lempeng seng sediakan
pula 2 utas kabel dan sebuah.

1. Tancampkan lempeng tembaga dan lempeng seng pada jeruk pada tempat yang
terpisah
2. Dengan menggunakan kabel hubungkan ujung-ujung tembaga dan seng dengan
galvanometer
3. Apa yang kamu saksikan pada jarum penunjuk galvanometer
4. Jika jarum kembali ke nol, cabut lempeng tembaga dan seng, bersihkan dan tancapkan
lagi
5. Apakah jarum galvanometer bergerak lagi?
6. Buat laporan dan serahkan pada gurumu!
MODUL
PEMBELAJARAN IPA FISIKA
KELAS IX
SEMESTER GANJIL
TAHUN PEMBELAJARAN
2014 / 2015

Bulukumba,

Kepala Sekolah

Juli 2014

Guru Mata Pelajaran

ANWAR, S.Pdi, M.Si


NIP. 19630410198512 1 005

JUMARIA, S. Pd
NIP.19690620199103 2 008

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

57

MODUL PEMBELAJARAN FISIKA


KELAS IX
TAHUN PEMBELAJARAN
2014/2015
OLEH

JUMARIA S.Pd

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

58

DIPAKAI DALAM LINGKUNGAN SMP NEG 4 BULUKUMBA


i

KATA PENGANTAR
Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-NYA,
penulis dapat menyusun asebuh modul untuk dipergunakan sebagai bahan ajar dalam proses
belajar mengajar Kelas IX SMP Negeri 4 Bulukumba.
Penulis berharap agar modul ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Kepada para
siswa kami ucapkan selamat belajar. Kami menyadari bahwa modul ini masih perlu
ditingkatkan mutunya. Oleh karena itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.
Wassalam

Bulukumba,

Juli 2014

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

59

Penulis

ii

DAFTAR ISI
Halaman judul .................................................................................................... 1
Standar Kompotnsi.............................................................................................. 1
Kompotensi Dasar .............................................................................................. 1
Indikator ............................................................................................................. 1
Bab. I Pendahuluan ............................................................................................ 2
Bab II Listrik Statis ............................................................................................ 3
A. Muatan Listrik ............................................................................................... 3
B. Sifat Muatan Listrik ...................................................................................... 3
C. Hukum Coulomb ........................................................................................... 3
Peta Konsep ....................................................................................................... 6
LKS Cara Mendapatkan Muatan Listrik ............................................................ 8
Tugas C .............................................................................................................. 9
Tugas D .............................................................................................................. 10
LKS Muata Listrik ............................................................................................. 11
Tugas Ular Ajaib ................................................................................................ 12
Bab III Penutup .................................................................................................. 13
Latihan ............................................................................................................... 14
Standar Kompotnsi.............................................................................................. 16
Kompotensi Dasar .............................................................................................. 16
Indikator ............................................................................................................. 16
Bab. I Pendahuluan ............................................................................................ 17
Bab II ................................................................................................................. 18
Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

60

A. Arus Listrik dan Beda potensial Listrik ........................................................ 18


B. Rangkaian komponen Listrik ........................................................................ 19
C. Mengukur Arus Listrik dan beda Potensial Listrik ....................................... 19
D. Hukum Ohm .................................................................................................. 19
1. Rangkaian seri ........................................................................................... 20
2. Rangkaian Paralel ...................................................................................... 20
E. Menentukan Perbedaan Hambatan beberapa jenis bahan ............................. 21
F. Hukum Kirchoff ............................................................................................. 21
G Hukum Ohm dalam rangkaian tertutup ......................................................... 22
Peta Konsep ....................................................................................................... 25
LKS Kuat Arus dalam rangkaian tertutup .......................................................... 26
LKS Kuat Arus pada suatu rangkaian listrik ...................................................... 27
LKS Konduktor dan Isolator............................................................................... 28
LKS Penghambat seri ........................................................................................ 29
LKS Penghambat parallel................................................................................... 30
LKS Hubungan Kuat arus dengan beda potensial listrik.................................... 31
Bab III Penutup .................................................................................................. 32
A.Ulangan .......................................................................................................... 33
B. Penilaian kinerja ilmiah.................................................................................. 36
Standar Kompotnsi.............................................................................................. 37
Kompotensi Dasar .............................................................................................. 37
Indikator ............................................................................................................. 37
Bab. I Pendahuluan ............................................................................................ 38
Bab II Konsep Gaya Gerak Listrik.................................................................... 39
Peta Konsep........................................................................................................ 41
LKS Gaya Grak listrik dan tegangan jepit.......................................................... 42
Bab III Penutup .................................................................................................. 43
A.Latihan ........................................................................................................... 44
B. Penilaian kinerja ilmiah.................................................................................. 45
Standar Kompotnsi.............................................................................................. 46
Kompotensi Dasar .............................................................................................. 46
Indikator ............................................................................................................. 46
Bab. I Pendahuluan ............................................................................................ 47
Bab II ................................................................................................................ 48
Bab III Penutup .................................................................................................. 50
A.Latihan ........................................................................................................... 51
B. Penilaian kinerja ilmiah.................................................................................. 52

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

iii

61

KELAS IX
TAHUN PEMBELAJARAN
2014/2015
OLEH

JUMARIA S.Pd

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba

62

DIPAKAI DALAM LINGKUNGAN SMP NEG 4 BULUKUMBA

Dipakai Dalam Lingkungan SMP Negeri 4 Bulukumba