Anda di halaman 1dari 13

PRINSIP PRINSIP

MANAJEMEN
PRINSIP ATAU ASAS ADALAH SUATU
PERNYATAAN ATAU KETENTUAN YANG
BERSIFAT FUNDAMENTAL, DAN MENJADI
PEDOMAN / PEGANGAN SESEORANG DALAM
HENDAK BERTINDAK ATAU DALAM
MENGHADAPI MASALAH TERTENTU

PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN ADALAH :


PROSES MENGGERAKAN ORANG-ORANG DAN

MENGGERAKAN FASILITAS-FASILITAS YANG


BERLAKU SEBAGAI DASAR PETUNJUK BAGI
SESEORANG DALAM MELAKUKAN PERBUATANPERBUATANNYA ATAU MENJALANKAN
TINDAKAN-TINDAKANNYA
ATAU SUATU USAHA KERJASAMA DALAM
MELAKSANAKANUSAHA-USAHA GUNA
MENCAPAI TUJUAN YANG DIKEHENDAKI

Prinsip-prinsipUmumManajemen
Pembagian kerja
Wewenang dan tanggung jawab
Disiplin
Kesatuan komando
Kesatuan arah
Subordinasi kepentingan individu menjadi kepentingan umum
Remunerasi personil
Sentralisasi
Skalar rantai
Urutan
Ekuitas
Intiative
Setia kawan
Stabilitas personil turn-over

PROSEDUR OPERASIONAL BAKU


yang disususn oleh profesi memuat tata cara

melakukan suatu pemeriksaan yg harus


dilaksanakan oleh setiap petugas laboratorium pada
waktu melakukan pemeriksaan tersebut dan
diletakkan pada tempat yg mudah dilihat dan dibaca
olh setiap petrugas laboratorium .

Lanjut.
Jadi di laboratorium rumah sakit yang ada bisa
dikatakan telah memiliki Prosedur operasional baku
apabila telah dilengkapi dengan SK Direktur Rumah
sakit yg meliputi hal-hal berikut ini :
1.Alat yang dipergunakan
2.Reagen/bahan kimia yg dipergunakan
3.Langkah-langkah cara pemeriksaan
4.Cara Perhitungan dan evaluasi Hasil
5.Hal-hal mungkin yg perlu diperhatikan.

Dan biasanya Prosedur Operasional Baku


Harus mengandung komponen yg menjamin bahwa
bakuan tersebut telah benar dan selalu digunakan
ditempat yg tepat dan olh orang yg tepat.Misalnya
seperti ini:
Pada prosedur baku perlu diberi ciri yg menandakan
bahwa prosedur tersebut adalah yg sedang berlaku
pada saat itu.

Contoh Prosedur Baku Penerima Pasien atau


Speciment di Laboratorium
1. Persiapan Pasien Secara Umum
2. Persiapan pasien untuk pengambilan speciment
3. menghidari pemberian obat-obatan sebelum
speceme diambil
4.menghidari aktifitas fisik atau olahraga sebelum
specimen diambil
5.mempertahankan efek postur tubuh
6.mempertahankan variasi diumal (perubahan kadar
analit sepanjang hari)

Validasi Hasil Kerja


Validasi hasil pemeriksaan merupakan upaya untuk

memantapkan kualitas hasil pemeriksaan yang telah


diperoleh melalui pemeriksaan ulang oleh laboratorium
rujukan.

Contoh Validasi Analitik pada Alat


Validasi analitik untuk alat hematology analyzer diperlukan

karena :
1. Hasil cell counter mungkin tidak tepat
2. Merupakan tanggung jawab staf laboratorium
3. Wajib mengetahui kejanggalan suatu hasil pemeriksaan.
4. Merupakan bagian dari rangkaian proses kendali mutu
5. Memerlukan pengetahuan sifat alat
6. Memerlukan pengetahuan keterbatasan / limitasi alat
7. Memerlukan dan menguasai kalibrasi
8. Memerlukan dan menguasai kontrol mutu
9. Kemampuan menilai kebenaran hasil

Pemeriksaan darah lengkap umumnya telah

menggunakan mesin penghitung otomatis (hematology


analyzer). Pemeriksaan dengan mesin penghitung
otomatis dapat memberikan hasil yang cepat. Namun,
analyzer memiliki keterbatasan ketika terdapat sel yang
abnormal, misalnya banyak dijumpainya sel-sel yang
belum matang pada leukemia, infeksi bakterial.
Atau, ketika jumlah sel sangat tinggi sehingga analyzer
tidak mampu menghitungnya. Pada keadaan seperti ini,
pemeriksaan manual sangat diperlukan

Keuntungan dari penghitungan manual adalah bahwa mesin

penghitung otomatis tidak dapat diandalkan dalam


menghitung sel abnormal. Dalam hal ini diperlukan
pemeriksaan manual terhadap apusan darah. Pemeriksaan
secara mikroskopik akan memberikan informasi mengenai
leukosit-leukosit yang abnormal dan variasi bentuk eritrosit.
Pemeriksaan manual juga dapat memberikan informasi
mengenai adanya jenis sel lain yang biasanya tidak dijumpai
dalam darah tepi, misalnya sel plasma. Selain itu, adanya
trombosit yang menggerombol (clumps) yang menyebabkan
rendahnya jumlah trombosit pada pemeriksaan otomatis
dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan apusan darah

Upaya Validasi hasil Kerja pada Alat


Hematology Analyzer :
Buatlah sediaan apus darah tepi yang bagus.
Hitung jenis leukosit secara manual. Untuk mengkoreksi

adanya normoblast,dan lainnya.


Perhitungan sel dengan hemositometer bilik hitung untuk
jumlah masing-masing sel.
Lakukan pemeriksaan hematokrit mikro secara manual.
Sediaan segar tanpa antikoagulan lebih baik.
Hangatkan sampel bila terlalu dingin dalam freezer pada
suhu ruang.
Spesimen pasien langsung segera diperiksa tanpa
menunggu lagi.

Kesimpulan
Hasil kerja harus selalu di Validasi agar dapat

menjaga mutu dari hasil lab itu sendiri


Dimana dengan menvalidasi hasil kerja , hasil yang
dikeluarkan dapat dipertanggung jawabkan dan
digunakan .