Anda di halaman 1dari 25

Journal

Reading

Validation of Siriraj Stroke


Score in Southest Nigeria
Disusun Oleh:
Selvia Emilya 1110312149
Pembimbing:
Prof.Dr.dr.H. Darwin Amir, Sp.S (K)

PENDAHULUAN
WHO

PENDAHULUAN
CT
Scan/
MRI
Tidak
tersedia di
Nigeria
kawasan
miskin

Diagno
sis
Tipe
Stroke
SSS
sering
digunak
an

Mendoro
ng
penelitia
n ini
dilakuka
n

METODE
Penelitian prospektif
Selama 2 tahun (November 2011Oktober 2013) di Federal Medical
Centre.
Inklusi:
- diagnosis klinis stroke
- 18 tahun ke atas
- memiliki CT scan otak (dalam 14
hari gejala)

METODE
Eksklusi:
- stroke berulang atau rekuren
- pemeriksaan CT scan setelah 14 hari
dari onset
- hasil CT scan perdarahan subarachnoid
- mendapat terapi antikoagulan sebelum
stroke
- kelemahan motorik bilateral
- meninggal atau meninggalkan rumah
sakit dalam
waktu < 24 jam setelah masuk.

METODE
Kuesioner terstruktur
Data yang dikumpulkan:
- usia pasien, jenis kelamin
- durasi gejala sebelum presentasi
- hipertensi dan diabetes.
- TD pertama yang dicatat dari
onset stroke
- GCS, marker ateroma
- adanya sakit kepala atau muntah
dalam
waktu 2 jam dari onset.

METODE
Diagnosis klinis dari jenis stroke oleh
dokter konsultan.
Laporan CT scan oleh konsultan ahli
radiologi.
SSS
dihitung
dengan
rumus:+ (2
(2.5
tingkat
kesadaran)
sakit kepala) + (2 [muntah] +
[0,1 tekanan darah diastolik]
-12- [3 marker ateroma]).
Skor < -1: menyarankan infark
Skor > + 1: menyarankan perdarahan
Skor
-1
sampai
+1:
dianggap

METODE
Tabel 1 Penghitungan SSS
Variabel

Klinis

Kesadaran (berdasarkan GCS) 15


9-14
3-8
Muntah
Tidak
Ada
Sakit kepala (dalam 2 jam)
Tidak
Ada
Tekanan diastolik (mmHg)
Ateroma markers
Tidak
Satu atau lebih
Konstanta

Skor
0 x 2,5
1 x 2,5
2 x 2,5
0x2
1x2
0x2
1x2
x 0,1
0x3
1x3
12

ANALISIS DATA

Data dianalisis menggunakan


SPSS versi 20,0 (IBM Corporation,
Armonk, Ny, USA)

HASIL
2.307 pasien dewasa dirawat selama
penelitian.
306 pasien (15,6%) merupakan pasien
stroke.
113 pasien (31,4%) memenuhi kriteria
inklusi
Usia rata-rata : 66,5 2,6 tahun.
74 (65,5%) memiliki stroke iskemik
39 (34,5%) memiliki stroke hemoragik.

HASIL
SSS akurat memprediksi:
- infark otak pada 60 pasien stroke
iskemik (81,1%)
- perdarahan intraserebral pada 36
pasien stroke hemoragik (92,3%)
SSS menemukan intermediet 17 subjek
(15 stroke iskemik dan 2 stroke
hemoragik akut).

HASIL
Subjek dikelompokkan berdasarkan
rentang usia dan jenis kelamin.
Insiden lebih banyak di usia 60-69
tahun (23 pasien (31,1%) stroke
iskemik dan 11 pasien (28,95%)
stroke hemoragik)

HASIL
Berdasarkan jenis kelamin:
- 47 laki-laki (63,5%) dan 27 wanita
(36,5%) mengalami stroke iskemik.
- 16 laki-laki (41,0%) dan 23 wanita
(59,0%) memiliki stroke hemoragik.
Pria lebih banyak mengalami stroke
iskemik.
Perempuan lebih banyak mengalami
stroke hemoragik (P < 0,05).

HASIL
Hipertensi:
- 56 pasien (75,7%) pada stroke iskemik
akut.
- 28 pasien (71,8%) stroke hemoragik akut.
Diabetes mellitus:
- 29 pasien (39,2%) pada stroke iskemik
akut.
- 4 pasien (10,3%) pada stroke hemoragik
akut.

HASIL
Sakit kepala secara bermakna dikaitkan
dengan perdarahan otak dibandingkan
dengan iskemik.
Prediksi dari perdarahan otak: TD diastolik >
90 mmHg, koma, muntah, tekanan rata- rata
arteri > 110 mmHg dan TD sistolik > 180
mmHg.
Marker ateroma adalah sangat prediktif dari
stroke iskemik.

HASIL
Sensitivitas, spesifisitas, PPV, NPV,
dan akurasi SSS:
- stroke iskemik akut: 92%, 94%,
97%,86% dan 93%.
- stroke hemoragik: 94%, 92%,
86%, 97% dan 93%.

DISKUSI
Ini adalah studi prospektif pertama pada
validitas SSS dari wilayah Nigeria Timut.
Sampel lebih besar dibandingkan dengan
studi sebelumnya di Nigeria.
360 pasien (15,6%) ke rumah sakit
selama periode penelitian mengalami
stroke hanya 113 (31,4%) mempunyai
CT scan.

DISKUSI
SSS sangat bisa memprediksi stroke
iskemik akut dan stroke hemoragik akut
(PPV 97% dan 86%) dengan akurasi
prediksi secara keseluruhan 93%.
Akurasi prediksi ini lebih tinggi dari nilai
yang dilaporkan di barat daya Nigeria
(80%) dan timur laut Nigeria (84,6%)
mungkin ukuran sampel yang kecil (
sampel kami).

DISKUSI
Hasil penelitian:
66,4% : stroke
iskemik
33,6% : stroke
hemoragik

Sesuai
dengan
penelitian
sebelumny
a

DISKUSI
Hipertensi faktor risiko utama stroke :
- stroke iskemik 56 pasien (75,7%)
- stroke hemoragik 28 pasien (71,8%)
DM faktor risiko kuat untuk stroke
iskemik:
- stroke iskemik 29 pasien (39,2%)
- stroke hemoragik 4 pasien(10,3%)
Temuan ini serupa dengan studi
prospektif lain di Negara Afrika lainnya

DISKUSI
Sakit kepala, muntah, TD diastolik > 90
mmHg : prediksi stroke hemoragik sesuai
dengan penelitian Kolapo et al.
Ateroma marker: prediksi stroke iskemik akut.
Nyandaiti dan Bwala: TD diastolik >110
mmHg (variabel diskriminan membedakan
infark serebral dengan pendarahan otak)
yang mirip dengan temuan dalam penelitian
ini.

DISKUSI
CT scan seharusnya tersedia dengan
biaya terjangkau di kebanyakan rumah
sakit di Nigeria untuk diagnosis stroke
yang akurat.
Manajemen rumah sakit dan pemerintah
harus berusaha untuk memiliki fasilitas
ini dengan biaya terjangkau.

KESIMPULAN

SSS cukup handal membedakan stroke


iskemik akut dan stroke hemoragik akut
Neuroimaging tetap menjadi standar
emas dalam mendiagnosis jenis stroke

KETERBATASAN
Ukuran sampel relatif kecil. Sebaiknya
lebih besar lagi dan melibatkan
banyak pusat.
Sebagian besar tidak memiliki CT scan
sehingga tidak dimasukkan dalam
penelitian dapat mempengaruhi
hasil penelitian

TERIMA KASIH