Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN KASUS

ASUHAN KEPERAWATAN PADA BAYI SEHAT


YANG AKAN DILAKUKAN IMUNISASI DPT/HB +POLIO
DI PUSKESMAS GARUDA KOTA BANDUNG

SHERLY MARSELLA
NPM. 220112140084

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
PROFESI KEPERAWATAN ANAK ANGKATAN XXVIII
BANDUNG
2015

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN By. S


DENGAN IMUNISASI HB/DPT 1 (COMBO3) DAN POLIO 2
DI PUSKESMAS GARUDA BANDUNG

A. PENGKAJIAN ANAK
1. Identitas Klien
Nama
Tanggal Lahir
Umur
Agama
Kultur
Dagnosa Medis
Tgl. Dikaji
Tgl. Kunjungan
Alamat
Nama Ayah/Ibu
Pekerjaan Ayah/Ibu
Pendidikan Ayah/Ibu

:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:
:

By. S
27 Oktober 2014
2 Bulan
Islam
Sunda
Imunisasi HB/DPT 1 (Combo 3) dan Polio 2
06 Januari 2015
06 Januari 2015
Jln. Citepus 2 Padjajaran Kec. Cicendo Bandung
Tn. G/Ny. M
Karyawan Swasta/Ibu Rumah Tangga
SMU/SMU

2.

Alasan Kunjungan
Klien akan mendapatkan imunisasi Combo 1 dan polio 2

3.

Riwayat Kesehatan Sekarang


Saat ini klien dijadwalkan mendapatkan imunisasi combo ke-1. Klien dalam kondisi
sehat, tidak ada peningkatan suhu tubuh dan tidak ditemukan adanya kelainan maupun
keluhan lainnya seperti ronchi.

4. Riwayat Kehamilan dan Kelahiran


a.

Prenatal
Selama kehamilan, Ibu mengatakan bahwa dirinya dan bayinya sehat. Pada
trimester awal kehamilan klien, Ibu mengalami mual dan muntah, yang berkurang
seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Pada trimester berikutnya Ibu tidak
memiliki keluhan mual, muntah maupun keluhan lainnya.
Masa kehamilan Ibu selama 38 minggu, Ibu rutin melakukan pemeriksaan
kehamilan kepada bidan di Puskesmas Garuda setiap bulan. Ibu tidak mempunyai
kebiasaan merokok, minum alkohol, obat-obatan maupun jamu-jamuan selama

b.

hamil.
Intranatal

Bayi lahir spontan dengan presentasi kepala dengan jenis kelamin perempuan
BB=3400 gram, PB=49 cm. Persalinan ditolong oleh bidan dan tidak ditemukan
c.

penyulit selama persalinan.


Post natal
Bayi lahir dengan menangis spontan, tidak mengalami asfiksia, ikterus, maupun
penyakit infeksi post natal. Kesehatan Ibu baik, reflek hisap bayi baik, dilakukan
inisiasi menyusui dini, dan bayi minum air susu ibu secara eksklusif sampai saat
ini.

5.

Riwayat Kesehatan Masa Lalu


Ibu mengatakan anaknya tidak pernah menderita sakit berat, selama ini anaknya sehat
dan mau minum ASI ekslusif.

6.

Riwayat Kesehatan Keluarga


Ibu klien mengatakan bahwa dalam keluarganya tidak ada yang mempunyai riwayat
penyakit menular maupun penyakit keturunan. Kakak klien juga sehat dan mendapatkan
imunisasi dasar lengkap.

7.

Riwayat Imunisasi
Hepatitis 0
BCG + polio 1
HB/DPT 1+ polio 2

=
=
=

27 Oktober 2014
07 November 2014
06 Januari 2015

Pasca pemberian imunisasi, klien tidak mengalami demam. Namun pada imunisasi
sebelumnya klien pernah mengalami demam dan rewel.
8.

Riwayat Sosial
Klien tinggal bersama ayah, ibu, dan kakaknya. Klien tidak tinggal serumah dengan
orang yang memiliki imunitas menurun maupun orang yang dalam pengobatan yang
menurunkan imunitas. Pengasuhan klien sepenuhnya berada ditangan ibunya karena
ayahnya bekerja.

9.

Kebutuhan Dasar
a. Nutrisi
Nenek klien mengatakan hingga saat ini anaknya mendapatkan air susu ibu secara
eksklusif, tidak ditambah susu formula dan belum mendapat makanan tambahan.
b.

ASI diberikan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anaknya.


Eliminasi

BAK : Ibu klien mengatakan anaknya BAK 5-6 x/hari, berwarna kuning jernih,
bau khas urine, dan tidak ada keluhan disaat maupun sesudah BAK.
BAB : Ibu klien mengatakan anaknya BAB 1-2x/hari dengan konsistensi
lembek, berwarna kuning, berbau khas feces, dan tidak ada keluhan
saat BAB.
c.

Istirahat
Ibu mengatakan anaknya tidur + 16 jam/hari. Lebih banyak tidur pada siang hari
dan pada malam hari klien terbangun 2-3x saat lapar atau buang air kecil/besar.

d.

Aktivitas Bermain
Ibu klien mengatakan anaknya aktif, suara tangis dan tawanya semakin keras. Klien
sudah bisa tengkurap dan mengangkat kepalanya sedikit-sedikit, selain itu klien
juga sudah bisa menggenggam mainannya walaupun sedikit-sedikit terjatuh dari
genggamannya.

10. Pemeriksaan Fisik


a. Keadaan Umum : Baik, klien tampak sehat
b. Tanda-Tanda Vital :
TD : R : 38 x/menit
N : 122 x/menit
S : 36,5 0 C
c. Antropometri :
BB
= 5,5 kg
TB
= 58 cm
d.

e.

Refleks-refleks
1) Refleks Morro
2) Refleks Babynski
3) Sucking Refleks
4) Rooting Refleks
5) Palmar Graps Refleks
6) Tonick Neck Refleks
7) Stepping Refleks

:
:
:
:
:
:
:

+
+
+
+
-

Pemeriksaan Fisik :
1) Kepala

: Bentuk kepala simetris, tidak terdapat benjolan maupun lesi, tidak


terdapat hydrocephalus, tidak ada cepal hematom. rambut hitam,

2) Mata

tipis, dan bersih


: Bentuk mata simetris, sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak
anemis, pergerakan bola mata sesuai.

3) Hidung

: Bentuk hidung simetris, tampak bersih, tidak ada pernafasan

4) Mulut

cuping hidung, tidak terdapat penumpukan sekret


: Mulut tampak bersih, mukosa mulut lembab, bersih, tidak ada

5) Telinga

labiokisis ataupun labiopalatoskisis.


: Bentuk sejajar dengan mata, tampak bersih, kemampuan

6) Leher

mendengar baik.
: Kelenjar getah bening tidak teraba, pembesaran tyroid (-),

7) Dada

peningkatan vena jugolaris (-).


: Bentuk dan gerak simetris ; paru : veskuler, ronchi (-), sonor ;

8) Perut

Jantung :Bunyi jantung murni reguler.


: Bentuk abdomen datar lembut, bising usus normal (6x/menit),

tidak teraba pembesaran hati maupun limfa.


9) Ekstremitas : Tidak terdapat keluhan, kekuatan otot baik.
10) Kulit
: Berwarna putih merata, tidak ditemukan lesi.
11) Genitalia : Tidak ditemukan disfungsi pada alat genitalia.

11. Pemeriksaan Perkembangan


a.

b.

Pertumbuhan
BB Lahir = 3400 gram, BB saat kunjungan = 5500 gr.
PB lahir = 49 cm, PB saat kunjungan = 58 cm.
BB dan PB klien sesuai dengan BB dan PB ideal pada usianya.
Perkembangan
1) Motorik Kasar
Klien sudah dapat tengkurap dan membalikan badannya sendiri. Klien sudah
dapat mengangkat kepalanya dengan kedua tangan sebagai penopangnya.
2) Motorik halus
Klien sudah dapat menggenggam mainananya dengan kedua tangannya.
3)

Bahasa
Suara tangis dan tawa klien lebih keras dan jelas.

4) Personal Sosial
Klien dapat tersenyum spontan

12. Analisa Data


NO

DATA

ETIOLOGI

1.

DS :
Ibu klien mengatakan
setelah imunisasi
sebelumnya anaknya demam
DO :-

vaksinasi combo

MASALAH
Resiko Hipertermi

Reaksi antigen dari vaksin dalam


tubuh

Merangsang limfosit T dan


limfosit B membentuk antibodi

Pelepasan sitokinin oleh leukosit


dalam sirkulasi vaskuler

Interaksi reseptor vaskuler dalam


pusat termoregulasi di
hipothalamus

Suhu tubuh meningkat

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko terjadinya hipertermi berhubungan dengan reaksi vaksinasi combo

CATATAN KEPERAWATAN
WAKTU

IMPLEMENTASI

EVALUASI

Melakukan pendekatan pada Ibu dan klien


serta melakukan anamnesa

Ibu dan klien mau berkomunikasi


dengan baik dengan perawat dan
menceritakan kondisinya

Menanyakan keadaan klien yang ingin


diimunisasi

Ibu klien menjawab klien sehatsehat saja dan tidak ada keluhan.

Menjelaskan tentang tindakan yang harus


dilakukan pada anak terhadap
kemungkinan efek samping setelah
imunisasi

Ibu klien tampak menyimak


penjelasan perawat dan
mengetahui sedikit mengenai
efek sampingnya.

09.45

Memberikan imunisasi combo 1 dan polio


2 sesuai dengan prosedur

Vaksin combo 1 diberikan di


vektus lateralis kanan 0,5 ml IM
dan vaksin polio 2 tetes.

09. 55

Mencatat jadwal imunisasi klien di buku


KIA

Ibu klien mengatakan akan


membawa anaknya kembali pada
waktu tersebut

Menanyakan kembali pengetahuan ibu


mengenai imunisasi

Ibu dapat menyebutkan kembali


mengenai imunisasi

06-01-15
09.30

Memonitor suhu tubuh klien


Menjelaskan upaya untuk mengatasi
demam : anjurkan klien banyak minum,
gunakan pakaian tipis yang menyerap

S = 36,5 0 C
Ibu klien mengatakan mengerti
dengan anjuran yang harus
dilakukan saat anaknya demam

keringat, berikan kompres


Menganjurkan ibu untuk membatasi
aktivitas anak saat demam
Menganjurkan ibu untuk memberikan
antipiretik sesuai indikasi

Ibu menyimpan persediaan obat


paracetamol

CATATAN PERKEMBANGAN
WAKTU
06/01/15
09. 30

CATATAN

PARAF

S : Ibu mengatakan merasa senang karena anaknya sudah


diimunisasi combo 1 dan polio 2
O:
Ibu tampak tenang
Keadaan umum klien baik, luka bekas suntikan baik,
bengkak (-), tidak tampak tanda peradangan
A : Masalah teratasi sebagian

Sherly
Marsella

P : Pertahankan intervensi

09.55

S : Ibu mengatakan anak pertamanya pada imunisasi yang lalu


mengalami demam, dan saat ini klien belum tampak tanda
demam, Ibu juga mengatakan sudah tahu cara perawatan bila
anak demam di rumah.
O:
Suhu 36,5 o C
Ibu mampu menjelaskan kembali cara perawatan post
imunisasi
A : Masalah teratasi sebagian
P : Pertahankan intervensi

Sherly
Marsella