Anda di halaman 1dari 17

TUGAS ELEMEN MESIN

PEGAS

DISUSUN OLEH :
PRADANA GUSTI DININGRAT
0420150021

PROGRAM STUDI TEKNIK OTOMOTIF


POLITEKNIK MANUFAKTUR ASTRA
TAHUN 2015/2016

Definisi pegas
Pegas adalah suatu komponen yang berfungsi untuk menerima beban dinamis dan
memberikan kenyamanan dalamberkendara. Dengan kondisi pembebanan yang diterima
tersebut, material pegas harus memiliki kekuatan elastik tinggidan diimbangi juga dengan
ketangguhan yang tinggi.
Aplikasi penting dari pegas, diantaranya:
1.
Untuk mengurangi, menyerap, atau mengontrol energi yang disebabkan oleh
getaran maupun hentakan tiba-tiba pada pegas, bantalan rel kereta, penyerab
hentakan (Shock Absorber), peredam getaran.
2.
Mengaplikasikan gaya pada rem, kopling, dan katup pegas yang terbebani.
3.
Mengontrol gerakan dengan cara menjaga kontak antara dua elemen pada
bubungan dan pengikutnya.
4.
Mengukur gaya, seperti pada keseimbangan pegas dan indikator mesin.
5.
Menyimpan energi seperti pada jam, mainan, dan yang lainnya
Klafikasi pegas
Pegas dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis fungsi dan beban yang bekerja
yaitu pegas tarik, pegas tekan, pegas torsi, dan pegas penyimpan energi. Tetapi klasifikasi
yang lebih umum adalah diberdasarkan bentuk fisiknya. Klasifikasi berdasarkan bentuk
fisik adalah :
1. Wire form spring (helical compression, helical tension, helical torsion,
customform).
2. Spring washers (curved, wave, finger, belleville)
3. Flat spring (cantilever, simply supported beam)
4. Flat wound spring (motor spring, volute, constant force spring)

Pegas helical compression dapat memiliki bentuk yang sangat bervariasi.


Gambar 1.1 (a) menunjukkan beberapa bentuk pegas helix tekan. Bentuk yang standar
memiliki diameter coil, pitch, dan spring rate yang konstan

Gambar 1.1 Wire form spring: (a) Helical compression spring, (b) Helical extension
spring, (c) drawbarspring, (d) torsion spring
Pegas helix tarik perlu memiliki pengait (hook) pada setiap ujungnya sebagai
tempat untuk pemasangan beban. Bagian hook akan mengalami tegangan yang relative
lebih besar dibandingkan bagian coil, sehingga kegagalan umumnya terjadi pada bagian
ini. Kegagalan pada bagian hook ini sangat berbahaya karena segala sesuatu yang ditahan
pegas akan terlepas. Salah satu metoda untuk mengatasi kegagalan hook adalah dengan
menggunakan pegas tekan untuk menahan beban tarik seperti ditunjukkan pada gambar
1.1(c). Pegas wire form juga dapat untuk memberikan/menahan beban torsi seperti pada
gambar 1.1(d). Pegas tipe ini banyak digunakan pada mekanisme garagedoor counter
balance, alat penangkap tikus, dan lain-lain.
Spring washer dapat memiliki bentuk yang sangat bervariasi, tetapi lima tipe yang
banyak digunakan ditunjukkan pada gambar 1.2 (a). Spring washer hanya mampu
menyediakan beban tekan aksial. Pegas jenis ini memiliki defleksi yang relatif kecil,dan
mampu memberikan beban yang ringan. Beam spring dapat memiliki bentuk yang
bevariasi, dengan menggunakan prinsip kantilever atau simply supported. Spring rate

dapat dikontrol dari bentuk dan panjang beam. Pegas beam mampu memberikan atau
menahan beban yang relatif besar, tetapi dengan defleksi yang terbatas.

Gambar 1.2 Spring washer dan flat spring : (a) lima tipe spring washer, (b) Volute spring,
(c) Beam Spring,(d) Power spring
Power spring seperti ditunjukkan pada gambar 1.2(d) sering juga disebut pegas
motor atau clock spring. Fungsi utamanya adalah menyimpan energi dan menyediakan
twist. Contoh aplikasinya adalah pada windup clock, mainan anak-anak. Tipe yang kedua
disebut dengan constant force spring. Kelebihan pegas ini adalah defleksinya atau stroke
yang sangat besar dengan gaya tarik yang hampir konstan.

PEGAS dan MACAM MACAMNYA


Pegas heliks
Pegas mempunyai bayak macamnya yang bisa dilihat dari bentuknya. Tiap bentuk
mempunyai fungsi, standar, dan cara kerja yang berbeda-beda. Berikut macam-macam
pegas:
1. Pegas Heliks
Pegas heliks dibuat dari sebuah kawat yang digulung dan dibentuk heliks dan pegas
itu terutama ditujukan beban tekan dan beban tarik. Penampang dari pegas heliks bisa
dibuat dalam bentuk segi empat, persegi, atau lingkaran. Contoh gambar pegas heliks
tekan dalam Gambar 1.3 dan pegas heliks tarik pada Gambar 1.4

Gambar 1.3 Pegas Heliks Tekan

Gambar 1.4 Pegas Heliks Tarik

Pegas heliks bisa dikatakan menjadi sangat erat saat kawat pada pegas tergulung
rapat dan kawat tersebut mengalami puntiran. Dalam kata lain, pada pegas heliks yang
terbebani, sudut heliks akan menjadi sangat kecil, biasanya kurang dari 10. Tegangan
terbesar yang dihasilkan pada pegas heliks adalah tegangan geser karena pegas tersebut
melintir. Pada pegas heliks yang terbuka, kawat pegas yang tergulung menyebabkan
sebuah celah atau gap antara dua konsektuif gulungan kawat, ini menyebabkan sudut
pegas heliks menjadi besar.Karena aplikasi dari pegas heliks terbuka itu terbatas, maka
bahasan kita hanya akan terfokus pada pegas heliks tertutup.
Pegas helix tekan yang paling umum adalah pegas kawat dengan penampangbulat,
diameter coil konstan, dan picth yang konstan. Geometri utama pegas helix
adalahdiameter kawat d, diameter rata-rata coil D, panjang pegas bebas Lf, jumlah
lilitan Nt, danpitch p. Pitch adalah jarak yang diukur dalam arah sumbu coil dari posisi
center sebuahlilitan ke posisi center lilitan berikutnya. Indeks pegas C, yang menyatakan

ukuran kerampingan pegas didefinisikan sebagai perbandingan antara diameter lilitan


dengan diameter kawat.
C=D/d
Index pegas biasanya berkisar antara 3 12. Jika C < 3, maka pegas sulit dibuat,
sedangkan jika C> 12, maka pegas mudah mengalami buckling.
Untuk memvisualisasikan bentuk pegas helix, dapat dimulai dengan sebuah
kawatlurus dengan panjang l dan diameter kawat d seperti ditunjukkan pada gambar
1.5(b).Pada masing-masing ujung kawat dipasang lengan dengan panjang R = D/2,
dimana gaya P bekerja. Gaya P akan menimbulkan momen torsi di sepanjang batang
kawat sebesar
T = PR

Jika kawat sepanjang l tadi dibuat menjadi bentuk helix dengan N lilitan, dengan
radius lilitan R, maka akan terjadi kondisi setimbang seperti ditunjukkan pada gambar 1.5
(c). Pada penampang kawat sekarang bekerja momen torsi dan gaya geser seperti
ditunjukkan pada gambar 1.5 (d).

Gambar 1.5 Geometri dan gaya-gaya pada pegas helix: (a) geometri, (b) kawat lurus
sebelum dililitkan,(c) gaya tekan pada pegas, (d) gaya dan momen dalam.

Kondisi Ujung Dan Panjang Pegas


Ujung lilitan dapat menimbulkan beban yang eksentris, sehingga dapat
meningkatkantegangan pada satu sisi pegas.Empat tipe ujung lilitan yang umum
digunakan ditunjukkan pada gambar 1.7. Ujung plain dihasilkan dengan memotong
kawat dan membiarkannya memiliki pitch yang sama dengan keseluruhan pegas. Tipe ini
paling murah, tapi alignment-nya sangat sulit dan efek eksentrisitasnya tinggi. Tipe plain
ground adalah ujung plain yang digerinda sampai permukaan ujung pegas tegak lurus
terhadap sumbu pegas. Hal ini akan memudahkan aplikasi beban pada pegas. Ujung pegas
tipe squaredatau tertutup didapat dengan mengubah sudut lilitan menjadi 0o. Performansi
aplikasi beban dan alignment akan lebih baik lagi jika ujungnya digerinda yang
ditunjukkan pada gambar (d). Tipe ini memerlukan biaya paling mahal, tetapi ini adalah
bentuk yang direkomendasikan untuk kompenen mesin kecuali diameter kawat sangat
kecil (< 0,02 in atau < 0,5 mm).

Gambar 1.7 Empat tipe ujung pegas: (a) plain, (b) plain and ground, (c) squared, (d)

2.2 Pegas daun


Pegas daun ini biasanya dibuat dari plat baja yang memiliki ketebalan 3 6
mm.susunan pegas daun terdiri atas 3 10 lembar plat yang diikat menjadi
satumenggunakan baut atau klem pada bagian tengahnya. Pada ujung plat
terpanjangdibentuk mata pegas untuk pemasangannya. Sementara itu bagian belakang
dariplat baja paling atas dihubungkan dengan kerangka menggunakan ayunan yang dapat
bergerak bebas saat panjang pegas berubah-ubah karena pengaruh perubahan beban.

Gambar 1.15pegas daun 1


Pemasangan pegas daun : yaitu pegas daun dipasang diatas poros roda belakang
dan pegas daun dipasang dibawah poros roda belakang. Kebanyakan pegas daun dipasang
tepat ditengah-tengah panjang pegas tersebut sehingga bagian depan dan belakang sama
panjang. Tetapi ada juga pemasangan pegas daun yang tidak tepat ditengah, yaitu bagian
depan lebih pendek dari bagian belakang, getaran yang timbul ketika kendaraan direm
atau meluncur dapat dikurangi. Pada kendaraan-kendaraan yang berat seperti truk dan
bus, pegas daun mengalami beda tekanan pada saat kosong dan berisi muatan penuh.
Untuk memenuhi beban saat pengangkutan pada kendaraan berat biasanya menggunakan
pegas ganda, yaitu pegas primer dan sekunder. Saat kendaraan berat tidak menerima
beban berat maka yang digunakan saat itu pegas primer, sedangkan saat diberi beban
berat maka pegas primer dan sekunder akan bekerja bersama-sama.

Sampai saat ini banyak kendaraan darat yang menggunakan suspensi model pegas
daun. Jenis suspensi ini terdiri dari beberapa susunan lempeng. Penelitian ini difokuskan
sebatas test laboratorium saja dan tidak menggunakan pengujian lapangan atau ekperimen
karenanya hasil atau kesimpulan yang diperoleh bersifat teoritis. Besarnya harga
frekuensi natural dari semua mode getaran berdasarkan hasil modal analisis diperoleh
harga diatas 100 Hz yang melampaui batas aman baik dari segi kemanan desain
konstruksi suspensi itu sendiri maupun bagi keamanan penumpangnya. Tetapi dengan
menggunakan simulasi harmonik dengan input frekuensi sebesar 1 Hz samapi dengan 10
Hz dihasilkan besarnya simpangan atau ampltudo getar tidak lebih dari 20 mm yang
masih masuk batas aman untuk kenyamanan penumpang atau manusia berdasarkan
diagram kenyamanan menurut Jane Way. Hal inilah yang menyebabkan masih
terpakainya suspensi jenis pegas daun untuk kendaraan darat oleh masyarakat pengguna
otomotif.
Pegas daun bisa disederhanakan menjadi kantilever segitiga sederhana seperti
pada gambar 1.16(b) atau papan segitiga seperti pada gambar 1.16(b). Papan segitiga
dibagi menjadi n strip dengan lebar b, ditumpuk menjadi seperti gambar 1.16 (b).

Gambar 1.16Pegas daun, (a) Papan segitiga, pegas kantilever (b) Pegas daun bertumpuk
ekivalennya
Pegas daun yang umumnya digunakan pada mobil adalah bentuk semi-elliptikal
seperti ditunjukkan pada Gambar 1.17. Pegas daun ini terbentuk dari sejumlah pelat-pelat
(berbentuk seperti daun). Daun-daun ini biasanya mempunyai ciri dilengkungkan
sehingga daun-daun itu akan melayani untuk melentur menjadi lurus oleh karena kerja
beban.

Gambar 1.17Pegas Daun Semi-elliptical


Daun-daun itu disatukan bersama oleh sabuk seperti gelang yang disusutkan
melingkarinya pada posisi tengah atau dengan baut yang menembusnya di tengah. Sabuk
tersebut menggunakan efek kuat dan kokoh, oleh karena itu panjang efektif pegas untuk
melentur akan menjadi panjang keseluruhan pada pegas dikurangi lebar dari sabuk.
Dalam hal sabuk tengah (centre bolt), dua per tiga jarak di antara pertengahan sabuk-U
(U-bolt) akan dikurangi dari panjang keseluruhan pegas agar mendapatkan panjang
efektif. Pegas ditumpukkan pada rumah poros dengan menggunakan sabuk-U.
Daun yang lebih panjang dikenal sebagai daun utama (main leaf atau master leaf)
dengan ujung dibentuk menyerupai lubang mata yang mana dipasang dengan baut untuk
mengikat pegas pada tumpuannya. Biasanya pada mata tersebut, pegas disematkan pada
sengkang (shackle), yang juga diberikan bantalan yang terbuat dari bahan anti gesekan
seperti perunggu (bronze) atau karet (rubber). Daun pegas yang lainnya dikenal sebagai
graduated leaves. Agar mencegah terjadinya gesekanatau desakan pada daun yang
berbatasan, ujung-ujung dari graduated leaves diatur dalam bermacam-macam bentuk
seperti diperlihatkan oleh gambar 1.17.

Hubungan di atas memberikan tegangan dan defleksi pegas daun seragam. Ada
dua kondisi susunan pegas, yaitu susunan pegas triangular menyamping/mendatar seperti
ditunjukkan pada Gambar. 1.21 (a), dan susunan pegas triangular yang lebarnya seragam
dimana ditempatkan satu di bawah yang lain (susunan menurun / vertikal), seperti yang
ditunjukkan pada Gambar. 1.21 (b).

Gambar 1.21 susunan pegas


Konstruksi susunan pegas daun pada mobil :
Sebuah pegas daun umum digunakan dalam mobil adalah bentuk semielips seperti
ditunjukkan pada Gambar. 1.22 Hal ini dibangun dari sejumlah pelat (dikenal sebagai
daun). Daun biasanya diberikan kelengkungan awal atau melengkung. Daun disatukan
dengan menggunakan band atau baut. Band dapat memberikan efek yang kaku dan
memperkuat.

Gambar 1.22 Kontruksi Pegas daun


Seperti telah disampaikan didepan bahwa tegangan pada susunan rata lebih besar
50% dari susunan bertingkat, sehingga konstruksi pegas daun hal tersebut tidak diijinkan.
Untuk itu harus disamakan tegangannya dengan cara sebagai berikut :
Ketebalan plat pegas pada susunan penuh dibuat lebih tipis dari susunan
bertingkat

Radius kelengkungan pegas pada susunan penuh dibuat lebih besar dari susunan
bertingkat, kemudian disatukan

Gambar 1.23 Menyamakan tegangan


Pertimbangkan bahwa dalam kondisi beban maksimum, tegangan semua daun
sama. Kemudian pada beban maksimum, defleksi total susunan daun bertingkat akan
melebihi defleksi total susunan daun rata. Susunan Pegas Bertumpuk
Karena defleksi maksimum pegas Belleville kecil, maka untuk mendapatkan
defleksi total yang lebih besar, pegas ditumpuk secara seri seperti pada gambar 1.28 (b).
Gaya yang diperlukan untuk mendefleksi sama besar, tetapi defleksi yang terjadi
bertambah besar. Susunan pararel seperti pada gambar 1.28 (a) akan menghasilkan
defleksi total yang sama dengan gaya yang lebih besar. Kombinasi seri-pararel bisa
dilakukan, seperti pada gambar 1.28 (c). Susunan seri dan seri-pararel tidak stabil, dan
diperlukan guide pin atau lubang, dimana gesekan yang terjadi akan mengurangi beban
yang tersedia. Pada susunan pararel juga akan gesekan antar daun.

Gambar 1.28Susunan pegas Belleville

2.4 Pegas puntir


Pegas puntir adalah pegas yang dapat menahan beban puntir secara maksimal ,
bentuknya bermacam-macam. Ada yang menyerupai pegas helik dan juga ada yang
menyerupai lembaran kawat yang berbentuk spiral.
Pegas ini juga termasuk dalam pegas ulir puntir atau pegas spiral seperti yang
terlihat dalam Gambar 1.29. Pegas ulir puntir biasanya digunakan untuk menahan beban
secara konstan seperti pada meja gambar teknik atau juga pada peralatan elektronik, dan
pegas spiral biasanya digunakan pada jam tangan dan jam dinding.

Gambar 1.29Pegas Ulir Puntir

Gambar 1.30Pegas Spiral

Sifat-sifat
Memerlukan sedikit tempat
Energi yang diabsorsi lebih besar daripada pegas lain
Tidak mempunyai sifat meredam getaran sendiri
Dapat menyetel tinggi bebas mobil
Langkah pemegasan panjang
Mahal

2.5 Pegas plat spiral

Pegas plat spiral terdiri dari bahan tipis, panjang dan merupakanmaterial elastis
seperti yang ditunjukkan pada Gambar. 1.31. Sering digunakandalam jam dan produk
yang membutuhkan sebagai media untuk menyimpan energy.

Gambar 1.31Pegas Plat Spiral


2. Pegas Cakram dan Pegas Spesial
Pegas cakram terbentuk dengan gabungan beberapa cakram yang disatukan
dengan baut atau tube di tengah. Pegas ini biasanya digunakan untuk aplikasi yang
membutuhkan pegas yang padu atau padat, kekakuan tinggi.
Pegas spesial bisa berbentuk cairan atau udara (air suspensions), pegas karet,
pegas cincin, dan yang lainnya. Fluida bisa bertindak sebagai pegas berkompresi. Pegas
ini hanya digunakan untuk kepentingan khusus.
3. Pegas Ulir Tekan Konis dan Penampang Segi Empat Panjang
Pegas yang ditujukan pada Gambar 1.32. merupakan pegas ulir tekan konis dan
yang ditujukan pada Gambar 1.33 merupakan pegas ulir tekan dengan penampang segi
empat panjang. Pegas ini biasa digunakan untuk aplikasi khusus dan tingkat ulirnya
semakin bertambah sesuai dengan beban yang dibutuhkan. Pegas ulir tekan konis
mempunyai bentuk yang puncaknya lancip sedangkan pegas ulir tekan penampang segi
empat panjang mempunyai puncak berbentuk parabol.

Gambar 1.32 Conical Spring

Gambar 1.33 Volute Spring

Daftar pustaka
http://dokumen.tips/documents/makalah-pegas-55f833431f3e6.html
di lihat tgl 5 jun 2016
http://engineeringxxx.blogspot.co.id/2012/05/makalh-pegas.html
di lihat tgl 5 jun 2016