Anda di halaman 1dari 10

KELOMPOK 4

HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY

Vina Ayu Pradiningtyas (0661 13 156)


Andrean Permana (0661 13 173)
Marwah (0661 13 189)
Bulan Tresna Heryudi (0661 13 194)
Sania Nurul Hanifa (0661 13 199)
Desma Parayu (0661 15 707)

PENGERTIAN HPLC
Kromatografi
merupakan
cara
pemisahan
yang
mendasarkan partisi cuplikan (sampel) antara fasa bergerak
dan fasa diam. Berdasarkan sifat-sifat dari kedua fasa
tersebut, maka kromatografi dapat dibedakan menjadi 5 yaitu
sistem kromatografi padat-padat, cair-padat, cair-cair, gaspadat dan gas-cair.
Pada HPLC sistem kromatografi yang digunakan adacairpadat, fasa bergerak (mobile phase) berupa cairan yaitu
pelarut dan fasa diam (stationer phase) berupa padatan yaitu
absorban yang terdapat dalam kolom analitik
HPLC merupakan metode yang tidak destruktif dan dapat
digunakan baik untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif.

MACAM-MACAM HPLC

Kromatografi partisi
Teknik ini tergantung pada partisi zat padat diantara dua
pelarut yang tidak dapat bercampur salah satu diantaranya
bertindak sebagai fasa diam dan yang lainnya sebagai fasa
gerak. Pada keadaan awal dari kromatografi cair (LSC), fasa
diamnya dibuat dengan cara yang sama seperti pendukung pada
kromatografi gas (GC). Fasa diam (polar atau nonpolar) dilapisi
pada suatu pendukung inert dan dipak kedalam sebuah kolom.
Kemudian fasa gerak dilewatkan melalui kolom. Bentuk
kromatografi partisi ini disebut kromatografi cair cair (LLC)

Kromatografi padatan cair (LSC)


Teknik ini tergantung pada teradsorpsinya zat padat pada
adsorben yang polar seperti silika gel atau alumina.
Kromatografi lapisan tipis (TLC) adalah salah satu bentuk dari
LSC. Dalam KCKT kolom dipadati atau dipak dengan partikelpartikel micro or macro particulate or pellicular (berkulit tipis 37
-44 ).Sebagian besar dari KCKT sekarang ini dibuat untuk
mencapai partikel-partikel microparticulate lebih kecil dari 20 .
Teknik ini biasanya digunakan untuk zat padat yang mudah larut
dalam pelarut organik dan tidak terionisasi. Teknik ini terutama
sangat kuat untuk pemisahan isomer-isomer.
Kromatografi penukar ion (IEC)
Teknik ini tergantung pada penukaran (adsorpsi) ion-ion di
antara fase gerak dan tempat-tempat berion dari pengepak.
Kebanyakan mesin-mesin berasal dari kopolimer divinilbenzen
stiren dimana gugus-gugus fungsinya telah ditambah. Asam
sulfonat dan amin kuarterner merupakan jenis resin pilihan
paling baik untuk digunakan Keduanya, fase terikat dan resin
telah digunakan. Teknik ini digunakan secara luas dalam life
sciences dan dikenal untuk pemisahan asam-asam amino. Teknik
ini dapat dipakai untuk keduanya kation dan anion.

Kromatografi eksklusi
Teknik ini unik karena dalam pemisahan didasarkan pada
ukuran molekul dari zat padat. Pengepak adalah suatu gel
dengan permukaan berlubang-lubang sangat kecil (porous)
yang inert. Molekul-rnolekul kecil dapat masuk dalarn jaringan
dan ditahan dalam fase gerak yang menggenang (stagnat
mobile phase). Molekul- molekul yang lebih besar, tidak dapat
masuk kedalam jaringan dan lewat melalui kolom tanpa
ditahan.
Kromatografi fase terbalik sejauh ini adalah teknik paling
banyak digunakan dalam HPLC. Teknik ini sangat popular
karena dapat diterapkan untuk analit yang kebanyakan non
polar dan senyawa-senyawa ionik dan terionkan (zwitter ion).
Fase diam yang paling sering digunakan dalam kromatografi
fase terbalik adalah fase diam yang bersifat hidrofobik di alam.

TUJUAN DAN PRINSIP HPLC

Tujuan isolasi menggunakan HPLC :


Dapat menganalisis senyawa organic yang terurai (labil)
pada suhu tinggi karena HPLC dilakukan pada suhu kamar
Untuk memisahkan molekul dari suatu campuran dan zat-zat
yang tidak mudah menguap ataupun tidak tahan panas
Untuk mengukur kemurnian suatu simplisia dengan
menggunakan HPLC
Adapun prinsip kerja dari KCKT adalah suatu tekhnik yang
mana solut atau zat terlarut terpisah perbedaan kecepatan
elusi, dikarenakan solut-solut ini melewati suatu kolom
kromatografi. Pemisahan solut-solut ini diatur oleh distribusi
solut dalam fase gerak dan fase diam.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN HPLC

lebihan HPLC :
Mampu memisahkan molekul-molekul dari suatu campuran
Mudah melaksanakannya
Kecepatan analisis dan kepekaan tinggi
Dapat dihindari terjadinya dekomposisi/kerusaakan bahan yang dianalis
Resolusi yang baik
Dapat digunakan bermacam-macam detektor
Kolom dapat digunakan kembali
Mudah melakukan sampel recovery
Sedangkan kekurangannya adalah:
1. Larutan harus dicari fase diamnya terlebih dahulu
2. Hanya bisa digunakan untuk asam organic
3. Harus mengetahui kombinasi yang optimum antara pelarut,
analit, dan gradient elusi
4. Harganya mahal sehingga penggunaannya dalam lingkup
penelitian yang terbatas

KRITERIA SENYAWA HPLC


Kriteria senyawa yang dapat dilakukan isolasi dengan HPLC
HPLC ini digunakan untuk analisis asam organik, seperti asam
formiat dan asam asetat.
Jika sampel mula-mula berbentuk padatan harus didistruksidulu
kemudian
di-treatmentsehingga
berupa
larutan homogen yang tidak terdapat endapan lagi dan
bening karena syarat sampel yang dapat dianalisa
menggunakan HPLC adalah harus tidak ada endapan dan
harusbening.
Pelarut yang banyak digunakan yaitu air dan zat-zat organik
seperti methanol.
Digunakan untuk senyawa yang tidak mudah menguap
biasanya bersifat polar, dan dengan memiliki bobot < 4000
dalton.
Sampel yang akan dianalisis dijadikan dalam volume yang
kecil dari fase bergerak dan diubah melalui reaksi kimia oleh
fase diam ketika sampel melalui sepanjang kolom. Tujuannya

CONTOH SENYAWA
Contoh senyawa yang
menggunakan HPLC :
1. Flavonoid
2. Alkaloid
3. Tanin
4. Saponin

dapat

diisolasi

dan

dianalisis

TERIMA KASIH