Anda di halaman 1dari 21

PROSIDING

ISBN:978-602-8047-99-9

SEMNAS ENTREPRENEURSHIP

Juni 2014

Hal:1-21

Entrepreneurship melalui Sains dan


Pembelajaran Sains dalam
Mengoptimalkan Sumber Daya
Manusia: Lessons Learnt
Implementasi di Fakultas
Peternakan Universitas Jenderal
Soedirman
Prof.Dr.Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.agr.
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman
Jln. Dr. Soeparno No.60, Purwokerto Jawa-Tengah
Abstrak-Ketidakseimbangan antara kecepatan kelulusan dengan penyerapan tenaga kerja
menyebabkan banyak tenaga terdidik tidak mendapatkan pekerjaan. Untuk itu, perguruan
tinggi didorong untuk mengubah cara berpikir mahasiswa dari pencari kerja (job seekers)
menjadi pencipta pekerjaan (job creators). Perguruan tinggi idealnya mampu mendorong
tumbuhnya inovator dan bioepreneur/technopreneur baru. Fasilitasi dan pendampingan
yang sistematis melalui kegiatan kurikuler maupun ko-kurikuler perlu dilakukan untuk
membantu mahasiswa dan lulusan mencapai potensi maksimalnya sebagai inovator dan
bioepreneur/technopreneur. Diperlukan dukungan dan partisipasi berbagai pihak, teori dan
pendekatan digunakan dalam proses pendidikan untuk menghasilkan inovator dan
bioepreneur /teknopreneur handal. Secara umum, makalah ini mendeskripsikan beberapa
pengalaman implementasi program aksi kewirausahaan (utamanya berbasis sains /
bioentrepreneurship / technoentrepreneurship) pada mahasiswa, dosen, alumni Fakultas
Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dipaparkan pula mengenai (1)
Strategi institusi dalam mengemas entrepreneur melalui pembelajaran, (2) Strategi induksi
entrepreneur kedalam jenis mata kuliah yang mendukung, (3) Fasilitasi institusi untuk
mengeksplore mahasiswa tentang bioentrepreneur, dan (4) Peran institusi dalam
pendampingan dan pengembangan bioentrepreneur pada mahasiswa dan alumni. Harapan
semoga dapat menjadi

lessons learnt

untuk pengembangan sumberdaya manusia

(mahasiswa, dosen, alumni dan masyarakat) untuk mewujudkan kewirausahaan berbasis


sains dan teknologi di perguruan tinggi.

2 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal: 1-21

PENDAHULUAN
Ekonomi

berbasis

pengetahuan

masyarakat. Penerapan inovasi teknologi

(knowledge-based economy) diharapkan

dan

mampu meningkatan produktivitas, nilai

pengetahuan

tambah,

inovator dan biopreneur/technopreneur.

dan

peningkatan

keunggulan

Inovasi

dan

kompetitif.

pengembangan

ekonomi

berbasis

memerlukan

kesiapan

Peran pendidikan tinggi sangat

bioepreneurship/technopreneurship

strategis

menjadi kunci penting dalam perubahan ke

tumbuhnya invensi dan inovasi. Perguruan

ekonomi berbasis pengetahuan tersebut

tinggi harus menjadi penghasil SDM

(RAM-IPB, 2013). Kedua hal tersebut

(sumberdaya manusia) yang merupakan

dapat memberikan manfaat ekonomi dan

cikal

sosial.

biopreneur/technopreneur

baru.

meningkatkan efisiensi dan produktivitas,

membantu

dan

meningkatkan pendapatan, menciptakan

mencapai potensi maksimalnya sebagai

lapangan kerja baru, dan menggerakkan

inovator dan biopreneur/ technopreneur,

sektor-sektor ekonomi yang lain. Manfaat

fasilitasi

dan

sosialnya adalah menggerakkan perubahan

sistematis

melalui

kegiatan

kurikuler

perilaku sosial di masyarakat menjadi

maupun

ko-kurikuler

perlu

dilakukan.

masyarakat yang memiliki keunggulan

Dibutuhkan pengetahuan melalui bertukar

kompetitif, yaitu produktif dan bijak dalam

pikiran dan memperoleh pembelajaran dari

pemanfaatan sumberdaya ekonomi lokal.

pengalaman

Manfaat

ekonominya

adalah

Inovasi

dan

dan

merupakan

bakal

inovator

mahasiswa

kurikuler

tempat

dan
Untuk
lulusan

pendampingan

menjalankan
maupun

yang

kegiatan

ko-kurikuler

bagi

inovasi

dan

bioentrepreneurship/technopreneurship

pengembangan

diyakini merupakan pilar kebangkitan dan

biopreneurship/technopreneurship.

kemandirian bangsa (RAM-IPB, 2013).

Melalui Sains dan pembelajaran Sains

Indonesia dengan sumberdaya alamnya

(kajian terhadap berbagai femomena alam)

yang luar biasa, hanya dapat menjadi

dan

bangsa yang luar biasa apabila inovasi-

mengoptimalkan sumber daya manusia

inovasi lahir, memberikan nilai tambah

(mahasiswa

pada

tersedia

pengembangan

manusia

biopreneurship/technopreneurship.

sumberdaya

alam,

sumberdaya
(biopreneur/technopreneur)

dan

yang

membawanya menjadi kemanfaatan bagi

teknologi
dan

diharapkan
lulusan)
inovasi

mampu
dalam
dan

Entrepreneurship | 3

agar mampu bersaing secara global. Kedua,


Strategi Institusi dalam Mengemas

pendidikan

Entrepreneur melalui Pembelajaran

melahirkan technopreneur yang mumpuni.

(kuliah/praktekum), Praktik Kerja,

Ketiga, pendidikan tinggi pertanian harus

Farm Visit dan Kegiatan UKM

menanamkan etika dan integritas ke setiap

Fakultas

Peternakan

tinggi

pertanian

harus

Universitas

mahasiswanya agar menjadi warga negara

Jenderal didirikan pada 10 Pebruari 1966

yang berakhlak mulia. Sesuai dengan visi

dan pada saat ini

Unsoed 2020 menjadi WORLD CLASS CIVIC

memberikan layanan

pendidikan kepada masyarakat berupa (i)

UNIVERSITY

Program S1 Program Studi Peternakan, (ii)

penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi

Program D3 Program Studi Produksi

dan/atau

Ternak dan (iii) Program Magister S2

pengembangan

Program Studi Ilmu Peternakan. Ketiga

berkelanjutan

program studi tersebut telah memperoleh

pemanfaatan

peringkat

Akreditasi

dari

Badan

menjamin kualitas lulusan yang dihasilkan

Akreditasi

Nasional Perguruan

Tinggi

sesuai dengan kompetensi dan kriteria

masing-masing pada tahun 2013, 2013 dan

pasar (user) maka continuous improvement

2011. Tujuan Program Studi Peternakan

terus dilakukan secara sistematis di seluruh

(S1) adalah menghasilkan lulusan yang

aspek

bermoral, berkualitas, mandiri, dan mampu

pendidikan.

menciptakan
kompeten

lapangan

dalam

kerja

pengembangan

yang

seni

unggul

yang

relevan

sumberdaya
serta

Ilmu

sekurang-kurangnya

perdesaan

lokal.

yang diperlukan
Beban studi

dengan

penggalian

kearifan

serta

dalam

dan
Untuk

dalam

proses

program sarjana
144

SKS

dan

Pengetahuan dan Teknologi Peternakan

sebanyak-banyaknya 152 SKS. Beban

dengan

studi tersebut, ditempuh dalam rentang

memanfaatkan

sumberdaya

peternakan dan kearifan lokal. Tujuan

waktu

Program Studi Produksi (D3) adalah

Pengelompokan tujuan kurikulum beserta

menghasilkan

sebaran mata kuliah berdasarkan tujuan

berkarakter,
peternakan

Ahli

Madya

kompeten

di

terutama

yang
bidang

perunggasan

dan

berjiwa wirausaha.
Tantangan Perguran Tinggi di masa
depan yang harus diantisipasi adalah
pertama, pendidikan tinggi harus bisa
memberikan kompetensi bagi lulusannya

sampai

14

semester.

kurikulum disajikan pada Tabel 1 dan 2.


Tabel

1.

Pengelompokkan

Tujuan

Kurikulum (Fak Peternakan Unsoed, 2013)

4 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal: 1-21

Tahun
I

Tujuan Kurikulum
Pada akhir tahun pertama mahasiswa mampu:
1. Menguasai ilmu dan teknologi peternakan level 1
(Ilmu Dasar Peternakan),
2. Memahami etika akademik,
Memahami pengembangan kepribadian

II

Pada akhir tahun kedua mahasiswa mampu menguasai ilmu dan


teknologi peternakan level 2
(Ilmu Produksi Ternak)

III

Pada akhir tahun ketiga mahasiswa mampu:


1. Menguasai ilmu dan teknologi peternakan level 3
(Manajemen Usaha Peternakan)
2. Menerapkan ilmu dan teknologi peternakan dalam kegiatan Praktik
Kerja

IV

Pada akhir tahun keempat mahasiswa mampu menerapkan metode


ilmiah (penelitian), magang, dan KKN

Keseluruhan

Pada akhir studi lulusan mempunyai kompetensi dalam pengembangan


ilmu dan teknologi peternakan dengan memanfaatkan sumber daya
peternakan dan kearifan lokal.
Pada akhir studi mahasiswa memperoleh:
1. Ijazah sarjana
2. Transkrip akademik
3. Sertifikat TOEFL
4. Sertifikat komputer (MS office, SPSS)
5. Pengalaman magang
6. Pengalaman pembuatan rencana bisnis peternakan

Entrepreneurship | 5

Terdapat

Peternakan

profil

lulusan

Unsoed

tamu

dari

para

praktisi

maupun

sebagai (1) Owner, (2) Worker/Pegawai, (3)

peternakan).

Dosen

Scientist, dan (4) Agent of Change. Ilmu

diundang disesuaikan dengan nama

pengetahuan dan teknologi yang diajarkan

mata kuliah yang diberikan. Pada

dan dikembangkan lebih bersifat inovatif

banyak kegiatan diisi oleh para alumni

dan

yang sudah mapan dan berpengalaman

aplikatif

keunggulan

berprofesi

(dosen

peternaakan

kreatif,

yaitu

Fakultas

serta

memiliki

kompetitif.

Lulusan

dalam

karir

perusahaan
tamu

bidang

yang

peternakan.

diharapkan selain kompeten dalam aspek

Kegiatan ini juga ditujukan untuk

yang ditekuninya juga memiliki kualitas

mengantisipasi gap antara tuntutan

lebih berupa sikap mental entrepreneur.

user dan kompetensi luluasan, serta

Sarjana peternakan yang dihasilkan dapat

mewujudkan link and match antara

berfungsi sebagai owner maupun sebagai

dunia kerja dan pendidikan di kampus.

worker/pegawai

(profesional),

ilmuan

(3) Mahasiswa Semester Akhir. Kegiatan

maupun agen pembaharu utamanya pada

Praktik

bidang

dilaksanakan pada industri peternakan,

peternakan

untuk

mencapai

Kerja

kesejahteraan bagi dirinya maupun bagi

koperasi

masyarakat dan kemajuan bangsa.

mewajibkan

Strategi dan program aksi yang


dilakukan

Fakultas

Peternakan

Lapangan

maupun

UMKM

seluruh

melaksanakan

(PKL)

selama

yang

mahasiswa
30

hari.

dalam

Pendampingan dan evaluasi kegiatan

mengemas entrepreneur antara lain sebagai

ini dilakukan oleh dosen dan staf dari

berikut;

perusahaan.

(1) Mahasiswa Baru. Pada tahap awal

(4) Mahsiswa Semester VI.

Mahasiswa

bersamaan dengan kegiatan Orientasi

melaksanakan kegiatan Farm Visit

Studi

secara

Mahasiswa

Baru

(OSMB)

pembekalan

dengan

kunjungan

menghadirkan para alumni dan praktisi

peternakan

usaha peternakan. Kegiatan ditujukan

pengolahan) untuk komuditas sapi

untuk

tentang

potong, sapi perah, unggas, domba, dan

dunia peternakan dan kewirausahaan

kambing. Kunjungan juga disinergikan

peternakan.

dengan

dilakukan

membuka

(2) Mahasiswa
terprogram
dengan

wawasan

Semester

I-VI.

Secara

bersama-sama.
adalah
(breeding,

waktu

Target
perusahaan
budidaya,

pelaksanaan

Indolivestock Expo & Forum yang

dilakukan

perkuliahan

merupakan

pameran

peternakan

mengundang

narasumber

internasional yang berasl dari lebih dari

6 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal: 1-21

(5) 60 negara. Mahasiswa memperoleh

perusahaan

untuk

setiap

periode

wawasan baru yang terkini dalam

Yudisium.

Kecenderungan

lulusan

bidang teknologi yang mendukung

yang dihasilkan sangat diperebutkan

kewirausahaan

oleh perusahaan.

Peternakan

peternakan.
telah

berperan

peserta

dengan

Mahasiswa (UKM). Untuk melatih

menampilkan stand di Indolivestock

kemandirian UKM dalam pelaksanaan

Expo & Forum tahun 2014 (di Jakarta

program

Convention

UKM

aktip

Unsoed

Fakultas

sebagai

Surabaya),

Centre),
dan

2012

2010

(di

(di

Jakarta

Convention Centre).

(8) Kewirausahaan

Unit

kegiatan
dilakukan

Kegiatan

masing-masing
program

aksi

kewirausahaan

peternakan.

UKM

melaksanakan

kegiatan

bisnis

(6) Mahasiswa Semester Akhir. Melalui

pengolahan dan penjualan produk-

kerjasama dengan Ikatan Keluarga

produk peternakan. Lokasi penjualan

Alumni Fakultas Peternakan Unsoed

produk dilakukan di dalam pada hari

(Ikafapet)

program

Senin sampai Jumat, sedangkan di luar

kerjasama untuk penguatan institusi

kampus utamanya pada hari Sabtu dan

dan alumni. Kegiatan untuk penguatan

Ahad pada tempat khalayak strategis.

telah

terjalin

kompetensi mahasiswa dan lulusan


diantarnya

adalah

memfasilitasi

(9) Kewirausahaan
Kebutuhan

Mahasiswa
Khusus.

untuk

Dilakukan

kegiatan praktik kerja lapang secara

khususnya untuk mendorong agar ada

mandiri, magang mahasiswa dan rumah

penambahan

singgah lulusan baru.

mahasiswa yang kekurangan. Kegiatan

(7) Mahasiswa Siap Wisuda. Dilakukan


kegiatan

pembekalan

pendapatan

bagi

ini dilaksanakan di lingkungan kampus

untuk

dengan memanfaatkan waktu di sela-

menyiapkan para sarjana baru untuk

sela kegiatan kuliah dan praktekum.

memasuki dubnia kerja. Pembekalan

Secara

diisi langsung oleh para alumni dan tim

membantu memfasilitasi modal usaha

dari

dan melakukan pendampingan.

perusahaan.

Kegiatan

ini

ditindaklanjuti oleh kegiatan On-

(10)

personal

(dosen/karyawan)

Kewirausahaan

Payuyuban

Campus

Recruitment

yaitu

Mahasiswa.

recruitment

oleh

yang

mahasiwa pengembang profesi dan

dilakukan

di

perusahaan
kampus

Fakultas

bisnis

Kegiatan

peternakan

antara

Mahasiswa

payuban
lain

(1)

Peternakan. Jumlah perusahaan yang

Payuyuban

Inseminasi

melakukan kegiatan ini berkisar 8-12

Buatan. Menjalankan bisnis pelatihan

Entrepreneurship | 7

(11)

untuk menjadi Inseminator ahli

ayam. Fakultas menyediakan kandang,

kawin suntik, (2) Anak Pawang atau

sedangkan

Anak

disediakan

Kandang.

menjalankan

Payuban

berbagai

pengembangan

ini

aktivitas
peternakan.

Dilaksanakan di lokasi Experimental

bibit,

pakan

dan

oleh

obat

perusahaan.

Mahasiswa melakukan pemeliharaan


dari awal sampai pemanenan.
(15)

Program

Kreativitas

Mahasiswa

Farm Fakultas Peternakan Unsoed.

(PKM) dan Iptek bagi Kewirausahaan

Anggota

(IbK). Kegiatan tersebut dikoordinir

Anak

Pawang

sebagian

bermukim di lokasi kandang sekaligus

oleh

menjalan

peternakan.

Kemahasiswaan. Fakultas Peternakan

Alumni dari paguyuban ini sangat

mendorong kegiatan PKM dan IbK

diminati oleh para pengguna dari

dengan

perusahaan.

pengusul

(12)

usaha

bisnis

Student Interest Activity Program

Universitas

melalui

memfasilitasi
untuk

pembimbing,

Bidang

kelompok
memperoleh

fasilitas laboratorium

(SIAP). Mahasiswa melakukan real

dan experimental farm untuk lokasi

bisnis usaha bisnis ayam potonng

pelaksanaan kegiatan kewirausahaan

(broiler).

peternakan.

Usaha

dilakukan

oleh

kelompok mahasiswa mulai dari hulu

(16)

Pendirian Pusat Inkubator Bisnis

sampai hilir. Kegiatan dilakukan di

Mahasiswa

lokasi teaching, research and business

dibangun gedung berlokasi di depan

farm. Pembiayaan usaha diperoleh

kampus Fakultas Peternakan Unsoed.

melalui kemitraan dengan investor.

Pembiayaan bangunan gedung berasal

Skala usaha berkisar dari 3000-10.000

dari Alumni dan akan dihibahkan

ekor setiap periode.

menjadi asset Universitas. Kegiatan

(13)

Penggemukan

Dilakukan

bersama

Sapi
antara

Potong.
alumni

dirancang

dan

Alumni.

untuk

Telah

membangun

kebersamaan antara Civitas Academika

dengan fakultas dengan model saham.

dengan

Satu saham bernilai Rp.5.000.000,-

Peternakan

dengan total nilai saham setiap periode

diterapkan secara profesional dengan

(4-6

melibatkan

bulan)

mencapai

Rp1.300.000.000,-.
(14)

Ikatan

Alumni

Unsoed.
mahasiswa

Fakultas

Pengelolaan
dan

Unit

Kegiatan Mahasiswa. Modal usaha

Kemitraan Usaha Ayam Potong.

berasal dari Civitas Academika dan

Dilakukan oleh mahasiswa dengan

Alumni Fakulatas Petenakan Unsoed

model kemitraan dengan perusahaan

melalui model kepemilikan saham.

8 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal:1-21

Tabel 2. Sebaran mata kuliah berdasarkan tujuan kurikulum (Fak Peternakan Unsoed, 2013)

Entrerpreneurship | 9

Strategi Induksi Entrepreneur pada


Mata Kuliah
Kurikulum

Fakultas

Peternakan

pendidikan

Unsoed secara khusus pada semester IV

mahasiswa

memberikan

kuliah

teknologi perternakan level 1 (Dasar Ilmu

Kewirausahaan (PTP 2406, 2.0). Tujuan

Peternakan), pada dua semester berikutnya

mata kuliah ini diarahkan untuk membekali

menguasai teknologi perternakan level 2

sikap

(Ilmu Produksi Peternakan),

layanan

mental

wirausaha,

mata

kewirausahaan,

menyusun

rencana

etika
bisnis,

dua

dua

semester

diharapkan

semester

pertama
menguasai

berikutnya

kemudian
menguasai

pengelolaan usaha, penguatan jaringan

teknologi perternakan level 3 (Manajemen

usaha.

Usaha Peternakan), sehingga siap untuk

Terkait

dengan

pengembangan

aspek wirausaha peternakan, beberapa

menciptakan pekerjaaan (job creators).

mata kuliah terkait langsung antara lain:


lmu

Ekonomi

Peternakan,

Ekonomi

Pengembangan
peternakan

juga

kewirausahaan

dilakukan

melalui

Produksi Peternakan, Koperasi dan Usaha

pengintegrasian

Menengah Kecil dan Mikro (UMKM),

mata kuliah pada setiap semester. Proses

Pemasaran, Perencanaan dan Evaluasi

pembelajaran

Agribisnis Peternakan, Sistem Produksi

diberikan dalam bentuk formal (kuliah,

dan Pengembangan Peternakan.

praktikum dan penugasan), informal (ko-

Seluruh mata kuliah yang ditawarkan

dan

dirancang untuk mencetak lulusan yang

pembelajarannya

kompeten sesuai dengan tujuan Program

dari materi yang membentuk kompetensi

Studi

dan

Peternakan

yaitu

lulusan

yang

(diinduksikan)
technopreneurship

ekstra

materi

dengan
dapat

kurikuler).

Muatan

merupakan

kombinasi

yang

diperlukan

untuk

bermoral, berkualitas, mandiri, dan mampu

menumbuhkan sikap mental technopreneur.

menciptakan

serta

Pengajar lebih bersifat fasilitator yang

Ilmu

meningkatkan efektivitas proses belajar.

Pengetahuan dan Teknologi Peternakan

Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang

dengan

telah dilakukan secara terprogram untuk

kompeten

lapangan

dalam

kerja

pengembangan

memanfaatkan

sumberdaya

peternakan dan kearifan lokal.


Melalui

mata

kuliah

mendorong kewirausahaan mahasiswa dan


yang

bisnis peternakan;

ditawarkan ditujukan untuk memenuhi

(1) Tugas terstruktur terkait kewirausahaan

kompetensi yang diharapkan. Pada jenjang

peternakan. Mahasiswa diwajibkan

10 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal:1-21

(2) melakukan kunjungan dan berdiskusi


dengan

pelaku

peternakan

usaha

yang

dilakukan

adalah

bidang

pengembangan ternak secara kolektip

yang

(tiga kelas) dengan memberikan modal

produk-produk

dan pendampingan untuk tujuan Idul

maupun

usaha

menggunakan

usaha

peternakan. Tugas terstruktur secara

Qurban,

berkelompok

model integrasi dengan penderes gula

dipaparkan

dan

dan

pegembangan

diskusikan kepada mahasiswa yang

kelapa

lain.

pemberdayaan

(3) Penjayaan

Materi

dengan

ternak

tujuan

ekonomi

untuk

masyarakat

Kuliah.

sekaligus untuk mengembangan usaha.

Menambahkan materi peluang-peluang

Modal diperoleh dari para mahasiswa

produk

utamanya yang memperoleh biasiswa.

yang

prospektif

untuk

dikembangkan. Beberapa mata kuliah


diperkaya

dengan

kunjungan

ke

melakukan

industri

(6) Perancangan Teknologi Terapan dan


Produk

Hasil

Peternakan.

Melalui

untuk

penelitian dan pembelajaran utamanya

memberikan pengetahuan nyata tentang

adalah berbasis riset dirancang untuk

kondisi industri di lapangan.

menghasilkan teknologi terapan yang

(4) Mata acara praktekum pada industri

well provent, dan produk hasil-hasil

dan Usaha Kecil Menengah bidang

peternakan

peternakan.

berdaya saing. Berbagai teknologi dan

Untuk

membangkitkan

yang

produk

peternakan

diterapkan dan menjadi usaha bisnis

praktekum

peternakan

dan

semangat pengembangan usaha bisnis


dirancang

hasil

berkualitas

telah

mengamati dan berdiskusi dengan para

para mahasiswa, dosen dan alumni.

pelaku usaha. Mahasiswa berdiskusi

(7) Kuliah Dosen Tamu dari Praktisi

mengenai seluruh aspek usaha yang

Usaha

dilakukan

pembuatan

kuliah telah melaksanakan kegiatan

perencanaan peternakan dan rencana

secara terprogram mendatangkan para

bisnis

praktisi

termasuk

(bussines

plan).

Beberapa

Peternakan.

usaha

Beberapa

bidang

mata

peternakan

mahasiswa berhasil mewujudkan usaha

ataupun usahawan yang menggunakan

mandiri bekerjsama dengan kelompok

produk-produk

tani ternak di wilayahnya.

memberikan kuliah kepada mahasiswa.

(5) Perakitan

ide

dan

praktisi

pengembangan kewirausahaan. Telah

ditujukan

untuk

berhasil

memberikan tantangan dan pengalaman

program

pengembangan bisnis sosial. Kegiatan

di

untuk

Kehadiran

diwujudkan

motivasi

peternakan

bidangnya

menginspirasi,

dalam pengembangan bisnis terkait.

Entrerpreneurship |11

(8) Pelaksanaan kegiatan kuliah dosen

(6) Memperkaya

proses

pembelajaran

tamu dilakukan dalam dua bentuk yaitu

dengan melibatkan peserta didik dalam

(i) kuliah umum dengan mengambil

kegiatan penelitian institusi.

waktu di luar jadwal kuliah dan


dihadiri

oleh

peserta

kuliah

(7) Memperkaya

proses

pembelajaran

dan

dengan mendorong peserta didik agar

pesetrta lain, dan (ii) kuliah dosen tamu

merasa menjadi bagian dari budaya

diberikan sesuai dengan jadwal kuliah

penelitian di jurusan/fakultas.

dalam kelas.
Pada

(8) Memperkaya

dasarnya

setiap

institusi

pendidikan telah mendefinisikan posisi

proses

pembelajaran

dengan nilai-nilai yang harus dimiliki


oleh peneliti.

atau keunikannya masing-masing sesuai

Fasilitasi Institusi untuk Mengeksplore

dengan stakeholders yang mereka miliki.

Mahasiswa tentang Bioentrepreneur

Kreativitas yang dibangun harus berada

Fasilitasi

institusi

untuk

dalam framework ilmu pengetahuan yang

mengeksplore

sesuai dengan kompetensinya (Putero dan

bioentrepreneur/technoentreprenur

Budiarto, 2013). Selanjutnya dilaporkan

kepada mahasiswa antar lain;

bahwa di Griffith University Research

a) Penyediaan fasilitas tempat (teaching,

Based

Learning

dilaksanakan

dengan

beberapa strategi (Griffith Institute for


Higher Education 2008):

research and business farm),


b) Penyediaan fasilitas peralatan untuk
pengembangan produk,

(1) Memperkaya bahan ajar dengan hasil


penelitian dosen.

c) Penyediaan fasilitas di luar kampus


(kandang),

(2) Menggunakan
penelitian

pengembangan

temuan-temuan

mutakhir

dan

melacak

d) Penyediaan laboratorium (13


laboratorium),

sejarah ditemukannya perkembangan

e) Penyiapan pembimbing (pendamping),

mutakhir tersebut.

f) Jejaring alumni dan praktisi usaha

(3) Memperkaya kegiatan pembelajaran


dengan isu-isu penelitian kontemporer.
(4) Mengajarkan
penelitian

materi
di

metodologi

dalam

proses

pembelajaran.
(5) Memperkaya

Peternakan Unsoed)
g) Jejaring komunikasi dengan investor
usaha peternakan,
h) Penyediaan fasilitas untuk memasarkan

proses

pembelajaran

dengan kegiatan penelitian dalam skala


kecil.

(Ikatan Keluarga Alumni Fakultas

produk,
i) Penyediaan fasilitas Gedung Inkubator
Bisnis Mahasiswa-Alumni Usaha

12 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal :1-21

j) Gotong Royong (dalam proses

model kemitraan dengan perusahaan

penyelesaian).
Melalui

ayam. Fakultas menyediakan kandang,


fasilitasi

Fakultas

sedangkan

Peternakan Unsoed, beberapa program aksi

disediakan

kewirausahaan

Mahasiswa melakukan pemeliharaan

mahasiswa

yang

telah

dilakukan antara lain sebagai berikut;


1) Student

Interest

Activity

bibit,

pakan

oleh

dan

obat

perusahaan.

dari awal sampai pemanenan.

Program

4) Payuyuban

Mahasiswa

Inseminasi

(SIAP). Mahasiswa melakukan real

Buatan. Menjalankan bisnis pelatihan

bisnis

potong

untuk menjadi Inseminator ahli kawin

oleh

suntik. Peserta pelatihan berasal dari

kelompok mahasiswa mulai dari hulu

mahasiswa dan juga berasal dari umum

sampai hilir. Kegiatan dilakukan di

(masyarakat

lokasi teaching, research and business

dikoordinir

oleh

farm. Pembiayaan usaha diperoleh

bekerjasama

dengan

melalui kemitraan dengan investor.

Farm dan Laboratorium Reproduksi

Skala usaha berkisar dari 3000-10.000

Ternak.

usaha

(broiler).

bisnis

Usaha

ayam

dilakukan

ekor setiap periode.


dirintis

pada

paguyuban
Experimental

5) Anak Pawang atau Anak Kandang.


Payuban ini menjalankan berbagai

Graduate

aktivitas pengembangan peternakan.

Education (QUE Project) bersumber

Dilaksanakan di lokasi Experimental

dari

Farm Fakultas Peternakan Unsoed.

Quality

Bank

dikembangkan

1999

Kegiatan

melalui

program

tahun

Kegiatan ini

peternak).

Under

Dunia.

Kemudian

dengan

bekerjasama

dengan perusahaan ayam.

Anggota

Anak

Pawang

sebagian

bermukim di lokasi kandang sekaligus

2) Penggemukan Sapi Potong. Dilakukan

menjalan

usaha

bisnis

peternakan.

bersama antara alumni dengan fakultas

Alumni dari paguyuban ini sangat

dengan model saham. Satu saham

diminati oleh para pengguna dari

bernilai Rp.5.000.000,- dengan total

perusahaan.

nilai saham setiap periode (4-6 bulan)

6) Usaha Simpan Pinjam. Usaha simpan

mencapai Rp1.300.000.000,-. Kegiatan

pinjam ini dikelola oleh tim dengan

diutamakan

memenuhi

modal utama berasal dari sumbangan

permintaan sapi potong pada Hari Raya

alumni. Modal awal yang diberikan

Idul Adha.

sebesar US 5.000 dengan tambahan

3) Kemitraan

untuk

Usaha

Ayam

Potong.

Dilakukan oleh mahasiswa dengan

modal dari usaha yang dijalankan.

Entrerpreneurship |13

7) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).


Kegiatan

tersebut dikoordinir oleh

Universitas

maupun kepada mahasiswa. Seleksi

Bidang

melibatkan tim pengelola IbK maupun

Kemahasiswaan. Fakultas Peternakan

praktisi. Pelaksanaan kegiatan IbK

mendorong kegiatan PKM dengan

meliputi

memfasilitasi

kewirausahaan,

untuk

melalui

unsur pimpinan, Dosen Kewirausahaan

kelompok

memperoleh

pengusul

pembimbing,

pelatihan,

magang
kunjungan

kewirausahaan, praktik kewirausahaan,

fasilitas laboratorium dan experimental

pemberian

farm untuk lokasi pelaksanaan kegiatan

konsultasi

kewirausahaan peternakan

keberlanjutan program. Berikut adalah

8) Iptek
Potensi

bagi

Kewirausahaan

Unsoed

(IbK).

sebagai

asset

bantuan
bisnis

teknologi,

dan

pelaksanaan

contoh peserta program IbK; (1) Billy


Prihatna

mengembangkan

bisnis

pengembangan budaya kewirausahaan

Kambing Peranakan Etawah dengan

perlu

dan

diversifikasi produk (Pupuk Organik

diluar

Padat dan Cair), pengawetan pakan,

kampus agar menghasilkan lulusan

susu aneka rasa. Pembinaan berupa

Unsoed

penggunaan

terus

diberdayakan

disinergikan

dengan

asset

yang

kewirausahaan,

berorintasi

diantranya

melalui

fermentasi,

pakan
telah

awetan

dan

melakukan

program Iptek bagi Kewirausahaan

penanganan limbah dan pemanfatan

(IbK) yang

limbah dalam bentuk pupuk organic, (2)

bertujuan mensinergikan

kekuatan yang ada di dalam kampus

Asep Nasirin mengembangkan bisnis

dengan yang ada di luar kampus agar

Domba. Dilakukan pembinaan untuk

potensi itu memberikan andil besar

peningkatan kapasitas produksi Domba

dalam menumbuhkan jiwa wirausaha

dan perluasan pemasaran dan berhasil

mahasiswa.

mengelola

Pelaksanaan
pengembangan
melalui

program
wirausaha

Program

Kewirausahaan

Iptek

(IbK)

di

200.000.000,-

modal
dan

investor
(3)

Rp.
Dwiky

muda

Alfikriyadi Lutfi, melakukan bisnis

bagi

peningkatan kapasitas produksi Kelinci

Unsoed,

Hias.

dilakukan melalui beberapa tahapan,

Peran Institusi dalam Pendampingan

yaitu

dan Pengembangan Bioentrepreneur

peserta

sosialisasi
program

program,
IbK,

seleksi

pelaksanaan

program dan keberlanjutan program.


Sosialisasi dilakukan dengan sasaran

pada Mahasiswa/Alumni

14 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal: 1-21

Keberlanjutan

penggunaan

(peternak, kelompok tani ternak). Rumusan

memenuhi

hasil identifikasi akar permasalahan pada

kebutuhan petani ternak adalah sangat

pengembangan UMKM peternakan sapi

penting karena dihadapkan pada hambatan

potong

keterbatasan sumberdaya alam dan faktor

kelembagaan kelompok, fasilitasi iptek dan

sosial ekonomi. Untuk itu dibutuhkan

penguatan modal (Sodiq dan Hidayat,

teknologi-teknologi yang mampu diadopsi

2014). Selanjutnya, dibutuhkan strategi

dan

perbaikan

sumberdaya

alam

untuk

diterapkan

memberikan

secara

dampak

luas,
utama

dan
pada

ditemukan

sistim

peningkatan

belum

optimal

produksi

kemandirian

untuk
kelompok

peningkatan produktivitas sistim pertanian

mencakup (1) Potensi peternak individu

yang

ditingkatkan

berkelanjutan

(Devendra,

1993).

pengetahuan

dan

Quantum leaps dalam produktivitas hanya

ketrampilannya, (2) Wadahi peternak pada

dapat

penerapan

kelembagaan kelompok yang solid, (3)

teknologi, termasuk pemanfaatan hasil-

Fasilitasi teknologi terapan yang proven

hasil riset dan didukung oleh komitmen

untuk meningkatkan fisibilitas usaha, dan

untuk pengembangan investasi. Kedepan

(4) Mediasi kepada lembaga perbankan

sangat dibutuhkan mekanisme bagaimana

berupa fasilitasi informasi dan akses

mengupayakan secara kuat penggunaan

pembiayaan (Sodiq dan Setianto,

suatu teknologi dan bagaimana metode alih

dan Sodiq, 2009; 2010ab).

diperoleh

melalui

teknologi agar dapat diterima oleh petani


ternak (UMKM).

Berikut

ini

disajikan

2008;

berbagai

pengalaman implementasi Program Aksi

Pengembangan UMKM peternakan

Pemberdayaan

Ekonomi

harus memperhatikan karakteristik sistim

Pedesaan

produksi yang telah ada (Sodiq dan

technology

Setianto,

bioepreneurship/technopreneurship

2005a,

melalui

Masyarakat

fasilitasi

proven
berbasis

2007)

berbasis

kelompok

yang

akses pembiayaan yang ditujukan untuk

memberdayakan ekonomi peternak (Sodiq

penguatan usaha (bisnis) pada UMKM

dan Setianto, 2005b). Untuk akselerasi

bidang

pemberdayaan

tinggi dan alumni.

kelembagaan

ekonomi

melalui

peternakan

melalui

dan

perguruan

pengembangan agribisnis ternak potong

1. Program Percepatan Pemberdayaan

dibutuhkan sinergi kebersamaan berbagai

Ekonomi Daerah (PPED).

pihak yaitu Government (pemerintah pusat

Deskripsi Program. Kegiatan program

dan

PPED tahun 2007 berjudul Penguatan

daerah),

Businessman,

Academician,
dan

Bank-

Social-Community

Kelompok Peternak Kambing Peranakan

Entrerpreneurship |15

Etawah (PE) sebagai Ternak Dwi-Guna,

Penerapan

dan Program Integrasi Usaha Peternakan

merupakan usaha Low External Input

Kambing PE pada Usaha Penderes Gula

Sustainable

Kelapa. Tujuan umum kegiatan ini adalah

Diterapkan pula model integrasi Crop

untuk percepatan pemberdayaan ekonomi

Livestock System (CLS). Model ini sangat

daerah dalam rangka percepatan sektor rill

disarankan (Devendra, 2004 dan 2007) dan

melalui pengembangan UMKM peternakan

melalui

Kambing Peranakan Etawah dalam dua

tepat, limbah tanaman dapat diubah

bentuk (i) Penguatan Kelompok Peternak

menjadi bahan pakan sumber serat bagi

Kambing PE sebagai ternak Dwi-Guna

ternak sapi, sehingga dapat dilakukan

(penghasil anakan dan susu), dan (ii)

optimasi produksi tanaman dan ternak

Integrasi Usaha Peternakan Kambing PE

(Pamungkas dan Hartati, 2004; Priyanti

pada Usaha Industri (penderes) Gula

dan Djajanegara, 2004). Penerapan sistim

Kelapa. Tujuan khusus kegiatan ini adalah

integrasi dilakukan bekerjasama dengan

(i) Memfasilitasi UMKM

Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)

peternakan

teknologi

pakan

Agriculture

inovasi

lengkap
(LEISA).

teknologi

yang

kambing PE dalam aksesibilitas terhadap

dengan memanfaatkan forest margin dan

lembaga perbankan, dan (ii) Memfasilitasi

tumpang sari. Teknologi pemuliabiakan

UMKM peternakan kambing PE dalam

dilakukan dengan mengintroduksi pejantan

aspek kelembagaan dan kewirausahaan,

unggul (kambing Peranakan Etawah Grade

serta aspek budidaya.

A) untuk memperbaiki populasi yang ada.

Teknologi

yang

Diimplementasikan.

Penerapan kandang tipe panggung (stilted

Teknologi yang diterapkan untuk memacu

housing)

produktivitas adalah teknologi (1) pakan,

menjamin kebersihan dan kesehatan ternak

(2) pemuliabikan, (2) perkandangan, dan (3)

dan

pengolahan hasil.

kandang

pakan

complete

Diterapkan teknologi
feed

direkomendasikan

produk

susunya.

sesuai

untuk

Penempatakan

umur

fisiologis

dengan

diintroduksikan untuk menekan angka

mendayagunakan sumberdaya bahan pakan

kematian cempe prasapih dan memenuhi

lokal (limbah pertanian, perkebunan dan

Social Peck Order.

agroindustri). Penerapan teknologi pakan


lengkap mampu menjamin ketersediaan
pakan sepanjang tahun, meningkatkan
produktivitas kambing, serta meningkatkan
efisiensi usaha (Sodiq and Setianto, 2009;
Setianto dkk., 2009; Rustomo dkk., 2009).

Akses Pembiayaan dari Perbankan.


Pada tahap pertama UMKM Kelompok
tani Ternak Kambing Peranakan Etawah
mempeoleh pembiayaan dari Bank BTN
melalui skim Program Kemitraan Bina

16 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal: 1-21

Lingkungan (PKBL) kemudian ditambah

manajemen perusahaan, menjadi bidang

dari Bank Syariah Mandiri. Untuk UMKM

garapan wajib IbPE (Ditjen-Dikti, 2009).

kelompok

pola

Misi program IbPE adalah meletakkan

integrasi dengan usaha penderes kelapa

UKM pada posisi sains, teknologi dan

memperoleh

pembiayaan

ekonomi yang lebih tinggi dan kokoh.

Perkreditan

Rakyat

tani

ternak

kambing
dari

Bank

Bank
Kredit

Teknologi

yang

Diimplementasikan.

Kecamatan (BPR-BKK Purbalingga) untuk

Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE)

tiga kelompok dengan skim subsidi bunga

Tahun 2010 dan 2011 adalah IbPE Industri

50% dari pemerintah daerah, dan satu

Peternakan Kambing Peranakan Etawah di

kelompok memperoleh pembiayaan dari

Banyumas Jawa-Tengah. Teknologi yang

Bank Syariah Mandiri berupa skim Kredit

diimplementasikan meliputi (1) teknologi

Usaha Rakyat (KUR-Barokah). Semua

pemuliabiakan (bibit, perkawinan, seleksi,

pembiayaan UMKM bunga rendah (6-8%

rekording), (2) teknologi pakan berbasis

per tahun) dengan menerapkan graze

sumberdaya

period selama enam bulan. UMKM binaan

teknologi

memperoleh bantuan Corporate Social

penanganan dan pengolahan susu, dan (5)

Responsibility (CRS) dari Bank Indonesia

model pemasaran dengan memanfaatkan

berupa alat pencacah rumput (chopper) dan

teknologi informasi (Sodiq dkk., 2009).

drum fermentor untuk mendukung aplikasi

Akses Pembiayaan dari Perbankan.

teknologi complete feed, dan pejantan

Pada tahap awal, UMKM peternakan

unggul untuk memperbaiki kualitas genetik

kambing Peranakan Etawah program IbPE

populasi melalui teknologi pemuliabikan

dalam peningkatan skala usahanya telah

grading-up dan seleksi.

memperoleh penguatan modal melalui

2. Program Ipteks buat Produk Ekspor

pembiayaan dari Bank BTN skim Program

(IbPE)

Kemitraan

Deskripsi Program. Program Ipteks bagi

sebesar Rp.225.000.000 dengan bunga 6%

Produk Ekspor (IbPE) merupakan kegiatan

per tahun dan tidak dibebani biaya

pengabdian

administrasi. Masa kredit berkisar 3-5

kepada

masyarakat

dalam

bahan

pakan

budidaya,

Bina

Pada

lokal),

(4)

(3)

teknologi

Lingkungan

implementasi

(PKBL)

bentuk penerapan dan pengembangan hasil

tahun.

riset perguruan tinggi, berlangsung selama

melalui penerapan teknologi kinerja usaha

3 (tiga) tahun. Persoalan yang ditangani

peternakan meningkat dan memberikan

meliputi seluruh aspek bisnis UKM sejak

peningkatan

bahan baku sampai ke pemasaran produk.

Selanjutnya,

Demikian juga persoalan produksi dan

meningkatkan akses pembiayaan kepada

trust

kepada

UMKM

program,

perbankan.

mitra

mampu

Entrerpreneurship | 17

Bank

Mandiri

Pekalongan

sebesar

pemberdayaan kelompok tani ternak yang

(untuk

UMKM

dilakukan dengan menempatkan tenaga

Rp.500.000.000,Peternakan

Kambing

Rp.200.000.000,-

Pegumas)

(untuk

dan

Sarjana Peternakan dan Kedokteran Hewan

UMKM

maupun D-3 Ilmu-ilmu Peternakan dan

Peternakan Kambing Petramas).


Strategi

perbaikan

sistim

Kedokteran Hewan di kelompok tani.


produksi

Dengan penempatan SMD di pedesaan

untuk peningkatan aksesibilitas terhadap

diharapkan

lembaga

teknologi

perbankan

pemberdayaan

berorientasi

ekonomi

mencakup

(i)

masyarakat

dapat
dari

melakukan

Perguruan

dan

transfer

Tinggi

meningkatkan

ke
jiwa

Potensi peternak individu ditingkatkan

kewirausahaan (Deptan, 2010). Program

pengetahuan

(ii)

SMD merupakan pemberdayaan kelompok

kelembagaan

peternak yang akan melalui pendampingan

Wadahi

dan

ketrampilannya,

peternak

kelompok

yang

pada
solid,

(iii)

Fasilitasi

kelompok

sekaligus

penyaluran

dana

teknologi terapan yang proven untuk

penguatan modal usaha (untuk komuditas

meningkatkan fisibilitas usaha, dan (iv)

sapi berkisar Rp.330 sampai 360 juta per

Mediasi kepada lembaga perbankan berupa

kelompok, domba dan kambing berkisar

fasilitasi informasi dan akses pembiayaan

Rp.125-160

(Sodiq dan Setianto,

memperkuat modal usaha, sarana dan

2008; dan Sodiq,

2009; 2010ab, Sodiq, dkk., 2012)


3.

Program

Penguatan

Peternakan

Sapi

UMKM

Potong

Mitra

Deskripsi Program. Program Penguatan


UMKM Peternakan Sapi Potong Mitra
Binaan Fakultas Peternakan Universitas
Jenderal Soedirman tersebar di berbagai
(Banyumas,

Purbalingga,

Banjarnegara, Cilacap, Pemalang, Brebes,


Tegal dan Kebumen). Kegiatan terintegrasi
dengan Program Sarjana Membangun Desa
(SMD)

yang

merupakan

Direktorat

Jenderal

Kesehatan

Hewan

kegiatan

Peternakan
dalam

bertujuan

(1)

prasarana dalam mengembangkan usaha

Binaan

kabupaten

juta),

dan
upaya

peternakan; (2) meningkatkan produksi,


produktivitas dan pendapatan peternak; (3)
meningkatkan kemadirian dan kerjasama
kelompok; (4) mendorong tumbuh dan
berkembangnya pelaku agribisnis muda
dan terdidik pada usaha peternakan; dan (5)
mengembangkan

sentra-sentra

kawasan

usaha peternakan. Penguatan kelembagaan


ekonomi peternak melalui SMD

adalah

upaya pemanfaatan potensi sumber daya


lokal yang dilakukan untuk meningkatkan
nilai tambah melalui kegiatan budidaya
atau

perbibitan

ternak,

meningkatkan pendapatan dan

sehingga

18 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal: 1-21

kesejahteraan SMD, kelompok

peternak

berasal

dari

Bank

dan masyarakat sekitarnya.

Banjarnegara, serta

Teknologi

Kemitraan

yang

Teknologi

yang

Diimplementasikan.
diterapkan

mencakup

Bina

BRI

dan

skim

BPD

Program

Lingkungan

(PKBL)

berasal dari Bank Mandiri Pekalongan dan

teknologi pakan (amoniasi dan silase),

BTN Purwokerto.

pemuliabiakan dan reproduksi (perkawinan,

4. Klaster Pengembangan Sapi Potong

inseminasi buatan, rekording), pengolahan

Pengembangan

limbah dan kotoran (kompos, pupuk cair

dirancang

dan biogas). Untuk meningkatkan hasil

ekonomi kerakyatan melalui Kelompok

usaha diterapkan sistim CLS dan LEISA

Tani Ternak dalam bentuk Klaster Sapi

dengan memanfaatkan sumberdaya lokal

Potong

(limbah hasil pertanian, perhutanan dan

mengembangkan

agroindustri) (Sodiq dkk., 2010; Sodiq,

berkualitas,

2011). Model integrasi tanaman dan ternak

dilakukan secra terprogram. Implementasi

sangat disarankan (Devendra, 2004 dan

kegiatan merupakan kerjasama berbagai

2007) dan melalui inovasi teknologi yang

pihak

tepat, limbah tanaman dapat diubah

Purwokerto,

menjadi bahan pakan sumber serat bagi

Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan

ternak sapi, sehingga dapat dilakukan

Cilacap, Universitas Jenderal Soedirman

optimasi produksi tanaman dan ternak

serta Kelompok Tani Ternak (UMKM)

(Pamungkas dan Hartati, 2004; Priyanti

Peternakan

dan Djajanegara, 2004).

pengembangan

Akses Pembiayaan dari Perbankan.

difasilitasi

Beberapa

pengembangan

Kelompok

Tani

Ternak

Klaster

dalam

Sapi

upaya

sebagai

mendukung

peluang
usaha

dan

(Perwakilan

untuk

produkstip,

berdaya

saing

Bank

Pemeritah

Sapi

Potong

Indonesia
Kabupaten

Potong.

Klaster

yang

Program

Sapi

Potong

bantuan

teknis

olehPerwakilan

Bank

berupa

(UMKM) Sapi Potong Mitra Binaan

Indonesia Purwokerto yang bekerjasama

Fakultas Peternakan Universitas Jenderal

dengan pemerintah daerah dan pihak

Soedirman

memperoleh

lainnya. Urgensi pengembangan Klaster

perbankan

Sapi Potong ini antara lain (1) Membantu

telah

pembiayaan

dari

berhasil
berbagai

dengan dengan beragam skim.


nominal

pembiayaan

untuk

Jumlah
setiap

percepatan pembangunan ekonomi daerah


melalui

pengembangan

sektor

kelompok tani ternak sapi potong berkisar

utamanya

dari

Peternakan Sapi Potong, (2) Mendukung

Rp.200.000.000,-

sampai

pemberdayaan

riil

Percepatan

UKM

Rp.500.000.000,- melalui skim Kredit

program

Pencapaian

Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE)

Swasembada Daging Sapi (P2SDS), dan (3)

Entrerpreneurship | 19

Melestarikan sumberdaya ternak lokal dan

Production and Health Paper 106.

sistim pertanian berkelanjutan melalui

Food and Agricultural Organization

penerapan Low External Input Sustainable

of United Nations, Rome.

Agriculture (LEISA). Pada tahun 2014

Fakultas

Peternakan

Unsoed.

2013.

ditetapkan 5 kelompok Tani Ternak Sapi

Pedoman

Unsoed

2012/2013.

Potong di 4 kabupaten yang dikelola dan

Fakultas

Peternakan

Universitas

didampingi oleh para alumni Fakultas

jenderal Soedirman, Purwokerto.

Peternakan Unsoed.

Griffith Institute for Higher Education.


2008.

Research-Based

Learning:

REFERENCES

Strategies for Successfully Linking

Deptan. 2010. Pedoman Pelaksanaan Sarjana

Teaching and Research, University

Membangun Desa (SMD) Tahun 2010.


Direktorat

Jenderal

Peternakan,

Kementerian Pertanian RI.


Ditjen-Dikti.

1999.

Pelaksanaan
kepada

Masyarakat.

Panduan
Pengabdian
Direktorat

Penelitian dan Pengabdian kepada


Masyarakat

(DP2M),

Direktorat

Jenderal Pendidikan Tinggi, Jakarta.


Devendra, C. 2010. Food production from
animals

in

Asia:

Pamungkas, D. dan Hartati, 2004. Peranan


ternak dalam kesinambungan sistem

Buku

Hibah

of Griffith, Nathan

priority

for

expanding the development frontiers.

usaha pertanian. Lokakarya Nasional


Integrasi Ternak. Ciawi,
2004.
Priyanti, A and A. Djajanegara. 2004.
Development
production

of

Putero, S.H. dan R. Budiarto, 2013. Peran


Technopreneurship

in

Asia.

Livestock Science, 106: 1-18.


Devendra, C. 2004. Organic farmingclosing

remarks.

Livestock

Production Science. 90:67-68.


Devendra, C. 1993. Sustainable Animal
Production from Small Farm Systems
in South-East Asia. FAO Animal

integrated

Sapi Potong, Ciawi, Bogor.

4:173-184.
systems

beef

farming systems. Lokakarya Nasional

UMKM

production

cattle

towards

Academy of Sciences Malaysia Sci. J.


Devendra, C. 2007. Perspectives on animal

Bogor,

dalam

Tinggi.

Pengembangan
di

Posiding

Nasional

Inovasi

Perguruan
Konferensi
dan

Technopreneurship 2013. Bogor, 1819 Februari 2013.


RAM-IPB. 2013.

Prosiding Konferensi

Nasional

Inovasi

dan

Technopreneurship 2013. Bogor, 1819 Februari 2013.

20 | Pros Sem Nas Entrepreneurship. Hal:1-21

Rustomo, B., A. Sodiq, J. Sumarmono dan


N.A.

Setianto.

Program

2009.

Perbaikan

Sodiq, A. 2010b. Empowerment of Goat

Penguatan

Farming: Lessons Learnt from the

Produktivitas

Development of Goat Farming Group

Kambing Peranakan Etawah melalui

of

Aplikasi Teknologi Pakan Komplit di

Banyumas. The 5th International

Kabupaten Banyumas. Final Report

Seminar

Program Iptekda LIPI.

Production, 19-22 October 2010,

Universitas

Jenderal Soedirman, Purwokerto.

Peranakan
On

Etawah
Tropical

Gumelar
Animal

Yogyakarta, Indonesia.

Setianto, N.A., O.E. Djatmiko and A.

Sodiq, A. 2009. Aksesibiltas terhadap

Priyono. 2009. Adoption of Complete

Perbankan

Feed

Goat

Pembangunan Peternakan. Makalah

Research

Utama Sidang Pleno pada Pertemuan

Report Program I-MHERE. Jenderal

Teknis Fungsi-Fungsi Pembangunan

Soedirman University, Purwokerto.

Peternakan di Indonesia, Mataram

Technology

on

PE

Farming in Banyumas.

Sodiq, A. 2011a. Analisis Kawasan Usaha


Pengembangbiakan

dalam

Mendukung

NTB, 23-25 April 2009.

dan

Sodiq, A., B. Rustomo and N.A. Setianto.

Penggemukan Sapi Potong Berbasis

2009. Ipteks buat Produk Eksport

Sumberdaya Lokal Pedesaan untuk

(IbPE): Industry of PE Goat Farming

Program

in Banyumas, Central Java. Jenderal

Nasional

Pencapaian

Percepatan

Swasembada

Daging

Sapi. Agripet , 11(1):22-28.


Sodiq,

A.

2011b.

Perbibitan

Soedirman University, Purwokerto.


Sodiq, A., Munadi, S.W. Purbojo. 2010.

dan

Livestock Production System of Beef

Penggemukan Sapi Potong Berbasis

Cattle Based on Local Resources at

Sumberdaya Lokal Pedesaan. Jurnal

the Program of Sarjana Membangun

Agripet, 11(1): 45-54.

Desa. Journal of Rural Development,

Sodiq, A. 2010a. Improving Livestock

7(1):1-8.

Production System of Peranakan

Sodiq, A. and N.A. Setianto. 2009.

Etawah Goat Farming for Increasing

Production System of Peranakan

Accessibility to Bank. Proceedings

Etawah Goat under Application of

International Seminar on Prospects

Feed Technology: Productivity and

and Challenges of Animal Production

Economic

in Developing Countries in the 21st

Producion Journal, 11(3):202-208.

Century, Malang, March 23-25, 2010.

Efficiency.

Animal

Sodiq, A. dan N.A. Setianto. 2008.


Keragaan Produktivitas dan

Entrerpreneurship | 21

Kelembagaan Peternakan Kambing serta


Potensi

Pengembangannya

untuk

Aksesibilitas

terhadap

Peningkatan

Lembaga

Perbankan.

Laporan

Aksesibilitas Pembiayaan Perbankan.

Penelitian.

Program

Pascasarjana

Laporan Penelitian Tahun II, Riset

Universitas

Jenderal

Soedirman,

Purwokerto.

Soedirman

Sodiq, A. and N.A. Setianto. 2007. A BeefCattle

Development

Assessment:

Identification of Production System


Characteristics

of

Rural

Journal

Area.

Beef-Cattle
of

in

Rural

Development, 7(1):1-8.
Sodiq, A. dan N.A. Setianto, 2005a.
Kajian Pengembangan Sapi Potong
Nasional.

Laporan

Penelitian.

Kerjasama

Fakultas

Peternakan

Unsoed dengan Direktorat Jenderal


Peternakan, Jakarta.
Sodiq, A. dan N.A. Setianto. 2005b.
Analisis Pola Gaduhan Ternak Sapi
Potong

di

Indonesia.

Laporan

Penelitian.

Kerjasama

Fakultas

Peternakan

Unsoed

dengan

Direktorat

Jenderal

Peternakan,

Jakarta.
Sodiq, A dan N. Hidayat. 2014. Kinerja
dan

Perbaikan

Sistim

Produksi

Peternakan Sapi Potong Berbasis


Kelompok

di

Pedesaan.

Jurnal

Agripet, 14(1):56-64.
Sodiq, A., P. Yuwono dan K. Muatip. 2012.
Sistim Produksi Peternakan Sapi
Potong Berbasis Sumberdaya Lokal
Pedesaan

Unggulan,

dan

Strategi

Produktivitas

Universitas

dan

Jenderal