Anda di halaman 1dari 11

Prinsip Stratigrafi

Stratigrafi berasal dari kata strata (stratum) yang berarti lapisan (tersebar)
yang berhubungan dengan batuan, dan grafi (graphic) yang berarti pemerian/
gambaran atau urut-urutan lapisan. komposisi dan umur relatif serta distribusi
peralapisan tanan dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan
sejarah bumi. Dari hasil perbandingan atau korelasi antarlapisan yang berbeda
dapat dikembangkan lebih lanjut studi mengenai litologi (litostratigrafi),
kandungan

fosil

(biostratigrafi)

dan

umur

relatif

maupun

absolutnya

(kronostratigrafi). Jadi stratigrafi adalah ilmu yang mempelajari pemerian


perlapisan batuan pada kulit bumi. Secara luas stratigrafi merupakan salah satu
cabang ilmu geologi yang membahas tentang urut-urutan, hubungan dan kejadian
batuan di alam (sejarahnya) dalam ruang dan waktu geologi.
Stratigrafi dalam arti luas adalah ilmu yang membahas aturan, hubungan dan
kejadian (genesa) macam-macam batuan di alam dengan ruang dan waktu,
sedangkan dalam arti sempit ialah ilmu pemerian batuan (Sandi Stratigrafi
Indonesia, 1996).
Stratigrafi
Ilmu stratigrafi muncul di britania raya pada abad ke-19. Perintisnya
adalah William smith. Kala itu diamati bahwa beberapa lapisan tanah muncul
pada urutan yang sama (superposisi). Kemudian ditarik kesimpulan bahwa lapisan

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

tanah yang terendah merupakan lapisan yang tertua, dengan beberapa


pengecualian.
Karena banyak lapisan tanah merupakan kesinambungan yang utuh ke
tempat yang berbeda-beda maka, bisa dibuat perbandingan pada sebuah daerah
yang luas. Setelah beberapa waktu, dimiliki sebuah sistem umum periode-periode
geologi meski belum ada penamaan waktunya.
Ada beberapa prinsip dasar yang berlaku didalam pembahasan mengenai
stratigrafi, yaitu:
1. Hukum atau prinsip yang dikemukakan oleh Steno (1669), terdiri dari:
Prinsip Superposisi (Superposition Of Strata)
Didalam suatu urutan perlapisan batuan maka lapisan paling bawah relatif
lebih tua umurnya daripada lapisan yang berada diatasnya selama belum
mengalami deformasi. Konsep ini berlaku untuk perlapisan berurutan.

Umur relatif batuan sedimen

Prinsip Kesinambungan Lateral (Lateral Continuity)


Lapisan yang diendapkan oleh air terbentuk terus-menerus secara lateral dan
hanya membaji pada tepian pengendapan pada masa cekungan itu terbentuk.

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

Prinsip Akumulasi Vertikal (Original Horizontality)


Lapisan sedimen pada mulanya diendapkan dalam keadaan mendatar
(horizontal), sedangkan akumulasi pengendapannya terjadi secara vertikal
(principle of vertical accumulation).

Pembajian
Menipisnya suatu lapisan batuan pada tepi cekungan sedimentasinya

Penipisan Lapisan Sedimen pada Tepian Cekungan


Perubahan Fasies
Perbedaan sifat litologi dalam suatu garis waktu pengendapan yang sama, atau
perbedaan lapisan batuan pada umur yang sama (menjemari).

Penghilangan Lapisan Secara Lateral


Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

Pemancungan atau Pemotongan karena Ketidakselarasan


Dijumpai pada jenis ketidakselarasan Angular Unconformity di mana urutan
batuan di bawah bidang ketidakselarasan membentuk sudut dengan batuan
diatasnya. Pemancungan atau pemotongan terjadi pada lapisan batuan di bawah
bidang ketidakselarasan.

Gambar Pemancungan
Dislokasi karena sesar
Pergeseran lapisan batuan karena gaya tektonik yang menyebabkan terjadinya
sesar atau patahan.

Gambar Dislokasi

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

2. Hukum yang dikemukakan oleh James Hutton (1785)


Hukum

atau

prinsip

ini

lebih

dikenal

dengan

azasnya

yaitu

uniformitarisme yaitu proses-proses yang terjadi pada masa lampau mengikuti


hukum yang berlaku pada proses-proses yang terjadi sekarang, atau dengan kata
lain masa kini merupakan kunci dari masa lampau (the present is the key to
the past). Maksudnya adalah bahwa proses-proses geologi alam yang terlihat
sekarang ini dipergunakan sebagai dasar pembahasan proses geologi masa
lampau.
3. Hukum Intrusi/Penerobosan (Cross Cutting Relationship) oleh AWR
Potter dan H. Robinson.
Suatu intrusi (penerobosan) adalah lebih muda daripada batuan yang
diterobosnya.
4. Hukum Urutan Fauna (Law of Fauna Succession) oleh De Soulovie (1777)
Dalam urut-urutan batuan sedimen sekelompok lapisan dapat mengandung
kumpulan fosil tertentu dengan sekelompok lapisan di atas maupun di bawahnya.
5. Prinsip William Smith (1816).
Urutan lapisan sedimen dapat dilacak (secara lateral) dengan mengenali
kumpulan fosilnya yang didiagnostik jika kriteria litologinya tidak menentu.
6. Prinsip Kepunahan Organik oleh George Cuvier (1769-1832).
Dalam suatu urutan stratigrafi, lapisan batuan yang lebih muda
mengandung fosil yang mirip dengan makhluk yang hidup sekarang dibandingkan
dengan lapisan batuan yang umurnya lebih tua.

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

Didalam penyelidikan stritigrafi ada dua unsur penting pembentuk


stratigrafi yang perlu di ketahui, yaitu:
1. Unsur batuan
Suatu hal yang penting didalam unsur batuan adalah pengenalan dan
pemerian litologi. Seperti diketahui bahwa volume bumi diisi oleh batuan sedimen
5% dan batuan non-sedimen 95%. Tetapi dalam penyebaran batuan, batuan
sedimen mencapai 75% dan batuan non-sedimen 25%. Unsur batuan terpenting
pembentuk stratigrafi yaitu sedimen dimana sifat batuan sedimen yang berlapislapis memberi arti kronologis dari lapisan yang ada tentang urut-urutan perlapisan
ditinjau dari kejadian dan waktu pengendapannya maupun umur setiap lapisan.
Dengan adanya ciri batuan yang menyusun lapisan batuan sedimen, maka dapat
dipermudah pemeriannya, pengaturannya, hubungan lapisan batuan yang satu
dengan yang lainnya, yang dibatasi oleh penyebaran ciri satuan stratigrafi yang
saling berhimpit, bahkan dapat berpotongan dengan yang lainnya.
2. Unsur perlapisan
Unsur perlapisan merupakan sifat utama dari batuan sedimen yang
memperlihatkan bidang-bidang sejajar yang diakibatkan oleh proses-proses
sedimetasi. Mengingat bahwa perlapisan batuan sedimen dibentuk oleh suatu
proses pengendapan pada suatu lingkungan pengendapan tertentu, maka Weimer
berpendapat bahwa prinsip penyebaran batuan sedimen tergantung pada proses
pertumbuhaan lateral yang didasarkan pada kenyataan, yaitu bahwa:

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

Akumulasi batuan pada umumnya searah dengan aliran media transport,


sehingga kemiringan endapan mengakibatkan terjadinya perlapisan selang tindih
(overlap) yang dibentuk karena tidak seragamnya massa yang diendapkannya.
Endapan di atas suatu sedimen pada umumnya cenderung membentuk sudut
terhadap lapisan sedimentasi di bawahnya.

Gambar Perlapisan

Bidang perlapisan merupakan hasil dari suatu proses sedimentasi yang berupa:

Berhentinya suatu pengendapan sedimen dan kemudian dilanjutkan oleh


pengendapan sedimen yang lain.

Perubahan warna material batuan yang diendapkan.

Perubahan tekstur batuan (misalnya perubahan ukuran dan bentuk butir).

Perubahan struktur sedimen dari satu lapisan ke lapisan lainnya.

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

Perubahan kandungan material dalam tiap lapisan (komposisi mineral,


kandungan fosil, dll).
Pada suatu bidang perlapisan, terdapat bidang batas antara satu lapisan

dengan lapisan yang lain. Bidang batas itu disebut sebagai kontak antar lapisan.
Terdapat dua macam kontak antar lapisan, yaitu :
Kontak Tajam, yaitu kontak antara lapisan satu dengan lainnya yang menunjukkan
perbedaan sifat fisik yang sangat mencolok sehingga dapat dengan mudah diamati
perbedaannya antara satu lapisan dengan lapisan lain. Perbedaan mencolok
tersebut salah satu contohnya berupa perubahan litologi.

Kontak Berangsur, merupakan kontak lapisan yang perubahannya


bergradasi sehingga batas kedua lapisan tidak jelas dan untuk
menentukannya mempergunakan caracara tertentu. Terdapat dua jenis
kontak berangsur, yaitu :

1. Kontak Progradasi
2. Kontak Interkalasi

Kontak erosional, merupakan kontak antar lapisan dengan kenampakan


bidang perlapisan yang tergerus/tererosi baik oleh arus maupun oleh
material yang terbawa oleh arus.

Untuk skala yang lebih luas, kontak antar formasi ataupun antar satuan batuan
yang memiliki karakteristik yang sama, dikenal dengan istilah hubungan

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

stratigrafi. Kontak / hubungan stratigrafi ini terdiri dari dua jenis, yaitu kontak
selaras dan kontak tidak selaras.

Kontak Selaras atau disebut Conformity yaitu kontak yang terjadi


antara dua lapisan yang sejajar dengan volume interupsi pengendapan
yang kecil atau tidak ada sama sekali. Jenis kontak ini terbagi dua, yaitu
kontak tajam dan kontak berangsur.

Kontak Lapisan Tidak Selaras atau disebut Unconformity yaitu


merupakan suatu bidang ketidakselarasan antar lapisan. Terdapat empat
macam bidang ketidakselarasan, yaitu:

1. Angular Unconformity, disebut juga ketidakselarasan sudut, merupakan


ketidakselarasan yang kenampakannya menunjukan suatu lapisan yang
telah terlipatkan dan tererosi, kemudian di atas lapisan tersebut diendapkan
lapisan lain.

Gambar Angular Unconformity


2. Disconformity, kenampakannya berupa suatu lapisan yang telah tererosi
dan di atas bidang erosi tersebut diendapkan lapisan lain.
Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

Gambar Disconformity
3. Paraconformity, disebut juga keselarasan semu, yang menunjukkan suatu
lapisan di atas dan di bawahnya yang sejajar, dibidang ketidakselarasannya
tidak terdapat tanda-tanda fisik untuk membedakan bidang sentuh dua
lapisan berbeda. Untuk menentukan perbedaannya harus dilakukan analisis
Paleontologi (dengan memakai kisaran umur fosil).

Gambar Paraconformity
4. Nonconformity, merupakan ketidakselarasan yang yang terjadi dimana
terdapat kontak jelas antara batuan beku, batuan sedimen dan batuan
metamorf.

Gambar Nonconformity

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

10

Untuk hubungan stratigrafi ini, sangat sulit untuk diobservasi dalam skala
singkapan. Hubungan stratigrafi ini dapat diketahui dari rekonstruksi peta pola
jurus.
Elemen Struktur Sedimen, struktur sedimen ini merupakan suatu
kenampakan yang terdapat pada batuan sedimen di mana kenampakannya itu
disebabkan oleh proses sedimentasi pada batuan tersebut, seperti aliran air,
deformasi, aktivitas biogenik (oleh hewan dan tumbuhan), serta aliran gravitasi
sedimen. Struktur sedimen ini harus dianalisa langsung di lapangan, dengan
tujuan untuk menentukan lingkungan pengendapan batuan serta untuk
menentukan posisi atas dan bawah dari suatu lapisan.

Prinsip Stratigrafi, Muh. Abdillah Darsan

11