Anda di halaman 1dari 17

Laporan

Kasus
Oleh :
ROBITHA KARTIKA SARI
(112011101081)
Pembimbing :
dr Bagas Kumoro, Sp.M
LAB/ SMF ILMU KESEHATAN MATA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER
RSD DR. SOEBANDI JEMBER
2016

Identitas Pasien
Nama

: Tn. S

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Umur

: 83 tahun

Alamat

: Jln. Manggar 10/6, Jember

Pekerjaan

: Pensiunan

Agama

: Islam

Suku

: Jawa

Tgl Pemeriksaan

: 3 Juni 2016

Anamnesis
Keluhan Utama
Penglihatan kabur.
Riwayat Penyakit Sekarang

OD

Riwayat iridektomi 8 tahun yang lalu. Setelah operasi, pasien merasa penglihatannya
kabur secara perlahan dengan disertai sensasi melihat kabut tanpa disertai mata merah akan
tetapi pasien sudah tidak merasakan cekot-cekot seperti yang dirasakan sebelum operasi
iridektomi.

OS
Sejak 1 bulan yang lalu pasien merasa penglihatan pada mata kirinya mulai agak kabur.
Kabur dirasakan perlahan seperti ada kabut asap yang menutupi penglihatannya. Kabur tidak
disertai silau ketika melihat sumber cahaya, tidak melihat ganda, tidak disertai rasa kemeng
atau cekot-cekot disekitar mata, tidak mual muntah, tidak seperti melihat warna merah kuning
hijau seperti pelangi saat melihat sumber cahaya, tidak merasa lapang pandangnya
menyempit, tidak melihat benda kecil melayang ataupun bintik-bintik hitam, tidak disertai
mata merah, tidak berair, tidak terasa mengganjal/ngeres, tidak nyeri waktu digerakkan
ataupun saat ditekan, tidak gatal, tidak belekan, dan kelopak mata tidak bengkak. Pasien
mengatakan bahwa sebelum agak kabur tidak pernah jatuh, terpukul ataupun tertusuk sesuatu,
serta tidak kemasukan benda asing pada matanya.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat Trauma Mata (-)


Riwayat Operasi mata (+) OD post iridektomi
Riwayat Pemakaian Kacamata (-)
Riwayat Hipertensi (+)
Riwayat Diabetes Mellitus (-)

Riwayat Penyakit Keluarga

Keluarga pasien tidak ada yang mengalami gejala


serupa dengan pasien

Riwayat Pengobatan

Pasien mengaku belum pernah mengobati mata.


Pasien mengaku tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan tertentu dalam
jangka waktu lama.

Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
KU

: Baik

Kesadaran : Compos Mentis


Vital Sign
RR

: TD : 190/100 mmHg

: 22x /menit

T : 36,5 oC
Nadi : 80x/ menit

Foto Premediasil

OD

OS

Status Ophtalmologi
OD

OS

VISUS

LP(-)

3/60

TES PINHOLE

tetap

tetap

PALPEBRA

Edema (-)

Edema (-)

KONJUGTIVA

Hiperemi (-)

Hiperemi (-)

SKLERA

Putih / Normal

Putih / Normal

KORNEA

Jernih, cincin putih keabuan di


perikornea (+)

Jernih, cincin putih keabuan di


perikornea (+)

BMD

dalam

dalam

IRIS

coklat, iradier.

coklat, radier

PUPIL

reguler, 3mm,
Refleks cahaya (-),
leukokoria (+)

Reguler, 2mm,
Refleks cahaya (+),
leukokoria (+)

LENSA

keruh

keruh

TIO

12,2 mmHg

14,6mHg

Foto Post Midriasil

OD

OS

Post midriasil
OD

OS

Visus

Lp(-)

3/60

Pupil

reguler , 7mm, RC
(-)

Reguler , 7mm,
RC (+)

Lensa

Keruh

Keruh

Iris Shadow

(-)

(+)

Fundus Reflek

(-)

(+)

Resume

Pasien laki-laki, umur 83 tahun, datang dengan keluhan


mata kanan kabur setelah operase iridektomi dan mata kiri
kabur sejak 1 bulan yang lalu dan timbul perlahan. Mata
terasa seperti melihat bayangan berkabut. Pasien tidak
merasa melihat terowongan. Nyeri (-), mata merah (-) dan
tidak ada riwayat trauma pada kedua matanya.
Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 190/100 mmHg,
VOD LP(+) dan VOS 3/60. Tonometri
OS:14,6 mmHg.

OD: 12,2 mmHg

Diagnosis Kerja
Primer

OS Katarak Senilis Immatur


OD Katarak Senilis Matur

Sekunder
HT

Grade II (menurut JNC VIII)

Diagnosis Banding
ODS katarak komplikata
ODS glaukoma kronik
ODS retinopati diabetikum
ODS retinopati hipertensi

Terapi
Pro OS ECCE + IOL

Prognosis
Dubia ad bonam

Planning Of Action (POA)


POA Diagnosis

Slit Lamp
Funduskopi
TIO

POA Terapi
Pro OS ECCE +IOL

POA Edukasi

Mata kanan penglihatan kabur disebabkan oleh karena


adanya kekeruhan lensa yang disebut katarak.

Pengobatan
katarak.

Gangguan penglihatan pada mata pasien disebabkan


adanya lensa yang keruh, biasanya terdapat bilateral
tapi progesifitas kedua mata tidak sama.

Pada saat operasi berlangsung akan ditanam lensa


(IOL), untuk mencegah timbulnya penglihatan ganda
pasca operasi.

Bila setelah operasi tajam penglihatan masih kabur


mungkin disebabkan karena adanya kelainan di
belakang
lensa.
Untuk
menegakkan
diagnosa
diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

katarak

satu-satunya

dengan

operasi

POA Rehabilitasi

Penggunaan

kacamata baca pada mata


kiri post operasi ECCE + IOL dengan add
+3 dioptri 2-3 bulan setelah operasi.

Terima
Kasih