Anda di halaman 1dari 42

TOPIK KHUSUS

(TPPG Semester Genap 2014/2015)


Mitigasi Bencana (Gempa)
K3
Bangunan Hijau
Audit Bangunan/Konstruksi

MITIGASI BENCANA

(TPPG)

Sumber:
Krishna S. Pribadi, Pusat Mitigasi Bencana ITB
UUNo.24/2007 - Penanggulangan Bencana
Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana di Daerah,
Bakornas,2004

Latar Belakang
Gempa Jawa Barat 2 September 2009
Bagaimana Mengelola Bencana Gempa
Pengurangan Risiko Bencana
Hal-hal yang diperlukan dalam value chain
konstruksi untuk mengurangi risiko gempa

Mitigasi (mitigation)

Alleviation: mengangkat/meringankan,
Lessening: mengurangi,
Improvement: memperbaiki,
Easing:
memudahkan.
Mitigasi Bencana Gempa untuk Gedung:
Meringankan/mengurangi /memperbaiki dan
memudahkan lingkungan terhadap
dampak
kerusakan gedung yang terjadi akibat gempa.

Latar Belakang

Indonesia Rawan Gempa


Gempa di Indonesia, 1600-2000, Latief et al, 2000

IWS

2009 Global Assessment Report on


Disaster Risk Reduction

Disaster Statistic Indonesia


(1997-2008)

No. of Event

Strong Wind
23

328

266

Flood
Flood and Landslide

Tidal Flood

Earthquake

58

Earthquake & Tsunami

44

Forest Fire

128

680

Volcanic Eruption
Landslide

D
Ea r o
rth ugh
qu t
Ts ake
Un u n
sp am
Fl e c i
i
G ash fied
en fl
er oo
St al d
o r flo
m o
d
La surg
nd e
La sli
d
Un nds e
sp lid
Tr Lo c e ci e
o
a fi
Vo pic l s ed
lca al c torm
ni yc
c lo
er ne
u
Fo pti
re on
st
fir
e

No. of Events

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
180,000
160,000
140,000
120,000
100,000
80,000
60,000
40,000
20,000
No.of Killed

Disasters in Indonesia 1900-2009 (CRED-EMDAT)

Ea Dr
rth oug
qu h t
T
Un su ake
s n
Fl pe am
G as cif i
en h ie
d
St era floo
or l f d
m lo o
La su d
nd rg e
L s
Un a nd lid e
Tr Lo spe slid
Vo o pi cal cifi e
lca cal st ed
ni cy orm
c cl
er o n
Fo u p e
r e tio
st n
fir
e

Total Affected

6,000,000
5,000,000
4,000,000
3,000,000
2,000,000
1,000,000
10,000,000
9,000,000
8,000,000
7,000,000
6,000,000
5,000,000
4,000,000
3,000,000
2,000,000
1,000,000
Damage in USD 1000

Disaster Impact 1900-2009 (CRED-EMDAT)

Gempa Jawa Barat dan


Sumatra Barat

West Java : M 7.0 - 2 Sep, 2009,


2:55:01 pm local time

West Sumatra : M 7.6 - 30 Sep, 2009,


5:16:09 pm local time

Data per 16 September 2009

Data per 16 September 2009

Data per 16 September 2009

Data per 16 September 2009

Sekolah rusak : Gempa Jabar 2009


(Sumber: Satkorlak Jabar-16 Sep.2009,BNPB)

Jumlah
kelas yang
rusak

SD Cipaingeun,
Tasikmalaya

2274 RB
1365 RS
1884 RR

SDN Parung Serab


III. Soreang

West Java EQ (Sept 2009)


Non-Eng Building

Gempa di Kabupaten Bandung (2004)


MAdrasah di Gununghalu

SDN di Kec Pacet

Bagaimana Mengelola Bencana


Gempa Bumi agar tidak
menimbulkan kerugian yang besar?

Definisi Bencana
Terminology on Disaster Risk Reduction (2009)

Disaster
a serious disruption of the functioning of a
community or a society causing
widespread human, material, economic or
environmental losses that exceed the
ability of the affected community or society
to cope using its own resources.

Bencana
Suatu gangguan yang hebat terhadap
keberfungsian suatu masyarakat, yang
menyebabkan korban manusia, kerusakan
harta dan lingkungan, yang melebihi
kemampuan masyarakat tersebut untuk
mengatasinya hanya dengan
mengandalkan kemampuan
sumberdayanya sendiri

Definisi Bencana
(UUNo.24/2007 - Penanggulangan Bencana)
Bencana adalah
peristiwa atau rangkaian peristiwa
yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan
penghidupan masyarakat
yang disebabkan,
baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun
faktor manusia,
sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,
kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan
dampak psikologis

Model Siklus Penanggulangan Bencana


Manajemen Risiko

Fase pengurangan risiko


sebelum bencana terjadi

Manajemen Dampak

Fase pemulihan setelah


bencana terjadi

Sumber : Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Di


Daerah, Bakornas,2004

Pengelolaan Bencana
(Disaster Management)
Ilmu pengetahuan yang bertujuan untuk
meningkatkan tindakan-tindakan berkaitan dengan
pencegahan, mitigasi, kesiapan, tanggap darurat dan
pemulihan, melalui pengamatan dan analisis yang
sistematik

terminologi kolektif yang mencakup semua aspek


perencanaan untuk menghadapi dan memberikan
tanggapan terhadap bencana, termasuk kegiatankegiatan pra- dan pasca- bencana
Mencakup pengelolaan (management) dari baik
risikonya maupun akibat dari bencananya.

Pengertian bahaya, kerentanan


dan bencana
ANCAMAN
BAHAYA

Batu

KONDISI
YANG
RENTAN

Gempa
!

BENCANA

Rumah hancur,
korban jiwa/
cedera, harta
rusak

Risiko Bencana
Besarnya kerugian
yang mungkin terjadi
(kehilangan nyawa,
cedera, kerusakan
harta dan gangguan
terhadap kegiatan
ekonomi) yang
disebabkan oleh suatu
peristiwa bencana
tertentu.

Pengurangan Risiko Bencana


(PRB)

Pengurangan Risiko Bencana


(2009)
The concept and practice of reducing
disaster risks through systematic efforts to
analyse and manage the causal factors of
disasters, including through reduced
exposure to hazards, lessened vulnerability
of people and property, wise management
of land and the environment, and
improved preparedness for adverse
events.

Pendekatan PRB melalui


Manajemen Risko
Memahami situasi
sekitar kita

Memahami
Ancaman Bahaya

Memahami Kerentanan/
Kelemahan Kita
Menilai Risiko Bencana
Yang Kita Hadapi

Memantau Hasil
Pengurangan Risiko

Merencanakan Tindakan
Untuk Mengurangi Risiko
Melaksanakan Tindakan
Pengurangan Risiko Bencana

Bagaimana Mengurangi
Risiko Bencana
Risiko Bencana =

Bahaya X Kerentanan
Kapasitas

Mengurangi Risiko :
Mengurangi Bahaya
(tidak selalu bisa)
Mengurangi Kerentanan
Meningkatkan Kapasitas

Kerangka Prioritas Aksi Hyogo Untuk


Pengurangan Risiko Bencana (2005),

Memastikan bahwa peredaman risiko bencana merupakan


sebuah prioritas nasional dan lokal dengan dasar
kelembagaan yang kuat untuk pelaksanaannya
Mengidentifikasi, menjajagi dan memonitor risiko-risiko
bencana dan meningkatkan peringatan dini
Menggunakan pengetahuan, inovasi dan pendidikan untuk
membangun sebuah budaya keselamatan dan ketahanan
di semua tingkatan
Meredam faktor-faktor risiko yang mendasar
Memperkuat kesiapsiagaan terhadap bencana demi
respon yang efektif di semua tingkatan

Hal-hal yang diperlukan dalam


value chain konstruksi untuk
mengurangi risiko gempa

Kerusakan bangunan karena


gempa dan penyebabnya
Building damage :

Non-engineered
buildings
Engineered buildings

Infrastructures

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Ground shaking (main


hazard)
Lateral spreading (collateral)
Liquefaction (collateral)
Landslide (collateral)
Tsunami (collateral)
Fire (collateral)

Gagal Konstruksi karena Gempa


pada Bangunan Non-Engineered
PemilikT
idak
mampu

Kualitas
material
dasar
rendah

PemilikT
idak
paham

Tidak cukup
informasi

elemen
konstruksi tidak
memadai

Kurang
pemeliharaan

Gagal
Bangunan
Karena
Gempa

Kualitas
pengerjaan
rendah

Ketrampilan
tukang
rendah

Tidak cukup
pelatihan

sambungan
antar
elemen
tidak
memadai

Gagal Konstruksi karena Gempa


pada Bangunan Engineered
Pengawasan
tidak
Proses memadai
IMB
lemah

PemDa
lemah

Kualitas
material
dasar
rendah

Perencanaan
tidak
memadai

Kemampuan
kontraktor
rendah
PemilikTidak
paham

Proses
Pengadaan
Cacat/KKN

Kurang
elemen
konstruksi tidak pemeliharaan
memadai
Gagal
Bangunan
Karena
Gempa

Kualitas
pengerjaan
rendah
sambungan
antar
elemen
tidak
memadai

Value Chain - Jasa Konstruksi


Pemilik bangunan
Pemerintah
Sektor swasta
masyarakat

Penyedia :
Perencana
Pengembang
Kontraktor
Supplier
Mandor
Tukang (batu/kayu/
besi dll)

Pengatur/regulator
PU (A/B/C)
Tata Kota/Tata Bangunan
Perindustrian
Dinas Pendidikan, dll

Pengguna
bangunan

Pemerintah
masyarakat

Industri pendukung
perbankan
Asuransi
Industri bahan
bangunan,dll

Masyarakat sipil :

Asosiasi profesi, pakar, akademisi/PT, peneliti, media massa,


LSM/NGO

Value Chain
Mitigasi Gempa untuk Jasa Konstruksi
Pemilik bangunan :

Pemerintah
Sektor swasta
masyarakat

Memahami bahwa ada potensi bahaya gempa serius di Jawa Barat


Memahami bahwa bangunan (rumah/fasiltas
pemerintahan/sekolah/kesehatan/fasilitas umum dll) harus berprilaku
aman terhadap bahaya gempa
Memahami prinsip-prinsip dasar bangunan yang aman terhadap
gempa
Mensyaratkan bangunan yang aman terhadap gempa bagi bangunan
miliknya, termasuk menyediakan sumber daya yang cukup
Mencari informasi terkait bangunan aman terhadap gempa dari
sumber-sumber yang layak
Memelihara bangunan dengan baik agar tidak menjadi rentan

Value Chain
Mitigasi Gempa untuk Jasa Konstruksi
Pengatur/regulator:

PU (A/B/C)
Tata Kota/Tata Bangunan
Perindustrian
Dinas Pendidikan, dll

Menyediakan informasi memadai mengenai bahaya gempa dan cara


mengurangi kerentanan bangunan terhadap gempa
Menyiapkan peraturan bangunan tahan gempa dan sistim perizinan
bangunan (IMB), standar industri bahan bangunan dsb.
Mengatur penggunaan peruntukan lahan
Memastikan peraturan bangunan, standar industri diikuti benar
Memastikan bahwa penyedia jasa (perencana, kontraktor dll
memenuhi syarat kemampuan/kompetensi yang tepat)
Memastikan semua SDM terkait pembangunan terlatih dengan baik

Value Chain
Mitigasi Gempa untuk Jasa Konstruksi
Penyedia :
Perencana
Pengembang
Kontraktor
Supplier
Mandor
Tukang
(batu/kayu/besi dll)

Memahami karakteristik ancaman bahaya


gempa di Jawa Barat
Memahami karakteristik masyarakat JaBar
Memahami cara perencanaan,
pelaksanaan, pengawasaan dan
penyediaan konstruksi yang aman
terhadap gempa, sampai ketingkat yang
sangat detail, sesuai peran masing-masing
Memastikan cara kerja yang baik dan teliti
pada semua tahapan
Memastikan penggunaan bahan konstruksi
dengan kualitas yang sesuai
Menghindari KKN yang merusak integritas
konstruksi dan menjadikannya rawan
gempa

Value Chain - Jasa Konstruksi


Pengguna bangunan :

Pemerintah
masyarakat

Memahami bagian-bagian
bangunan dengan baik (peta
evakuasi)
Memahami dan mengamankan
perlengkapan bangunan agar aman
terhadap gempa
Memelihara bangunan dengan baik
agar tidak cepat rusak dan
membahayakan bangunan
Tidak merubah sembarangan fungsi
dan pemanfaatan bangunan
Tidak merubah sembarangan
konfigurasi bangunan

Value Chain - Jasa Konstruksi


Industri pendukung
Perbankan
Asuransi
Industri bahan
bangunan,dll

Mendukung proses konstruksi


agar prosesnya lancar dan tidak
menimbulkan kerentanan baru
Memberikan produk-produk
asuransi konstruksi yang
terjangkau oleh masyarakat
Memastikan penyediaan bahan
bangunan secara lancar dan
dengan kualitas memenuhi syarat
sesuai dengan standar industri
yang berlaku

Value Chain - Jasa Konstruksi


Masyarakat sipil :
Asosiasi profesi,
pakar,
akademisi/PT,
peneliti,
media massa,
LSM/NGO

Membangun kesadaran bersama


mengenai bahaya gempa dan cara-cara
menghadapinya (termasuk bangunan
aman gempa)
Mengembangkan dan memperbarui
pengetahuan mengenai gempa dan
cara-cara mitigasi gempa secara
berlanjut
Menyediakan informasi terkini bagi
masyarakat yang membutuhkan
informasi mengenai gempa dan
bangunan yang aman terhadap gempa
Membangun keberdayaan masyarakat
untuk mampu menghadapi bahaya
gempa secara mandiri

Diskusi

Tugas:
1) UU
2) Pedoman