Anda di halaman 1dari 2

UJI VITAMIN B2

Vitamin B2 Vitamin B2 memiliki nama kimia berupa riboflavin. Vitamin ini


memiliki rumus molekul C17H20O6N4 dan berat molekulnya 376,4 gram
/molekul. Sifat: larut dalam air, memberi warna fluorosens kuning- kehijauan,
tidak larut dalam pelarut lemak, mudah rusak oleh cahaya dan sinar UV, tahan
terhadap pemanasan, oksidator, asam dan sangat sensitif terhadap basa.
Struktur dari vitamin B2 adalah sebagai berikut: Vitamin B2 terlibat dalam
banyak proses tubuh, khususnya memproduksi energi yang tersedia dari
makanan, pertumbuhan pada anak- anak, memperbaiki dan memelihara jaringan
tubuh dan mata, membantu menata kembali keasaman tubuh, memelihara
kesehatan reproduksi, memberikan perlindungan melawan amenia dan lain-lain.
Komponen dalam koenzim terdapat 2 bentuk aktif yaitu flavin adenin
dinukleotida (FAD) dan flavo mono nukleotida (FMN), keduanya gugus prostetik
penerima hidrogen. Tidak ada penyakit yang berhubungan dengan kekurangan
riboflavin. Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan gejala seperti iritasi, kulit
merah dan keretakan kulit dekat dengan sudut mata dan bibir seperti halnya
sensitivitas yang berlebihan terhadap sinar (photophobia). Hal ini dapat juga
menyebabkan keretakan pada sudut mulut (cheilosis) dan kuku (split nails).
Susu dan produk-produk susu, misalnya keju, merupakan sumber yang
baik untuk riboflavin. Untuk itu ketersediaannya dalam makanan sehari-hari
sangat penting. Hampir semua sayuran hijau dan biji-bijian mengandung
riboflavin seperti brokoli, jamur dan bayam merupakan sumber yang baik.
Demikian juga dengan daging, telur, dan ikan.
Pada percobaan uji vitamin B2 ini digunakan bahan berupa susu sapi.
Percobaan dilakukan dengan cara mencampurkan 2 ml susu + 5 mL alkohol 80%,
lalu dikocok hingga rata, kemudian sentrifuge. Setelah disentrifuge diambil
bagian supernatannya dan diamati di bawah sinar ultra violet. Setelah
pengamatan di bawah sinar ultraviolet, warna endapan hijau muda menunjukkan
uji positif.
Dari hasil uji yang dilakukan dengan menambahkan susu dengan alkohol
80% yang bertujuan melarutkan vitamin B2 yang terkandung dalam susu. Hal ini
dikarenakan alkohol bersifat polar (suka dengan air), vitamin B 2 merupakan
vitamin yang larut dalam air. Kemudian dilakukan pengocokan secara kuat fungsi
dari pengkocokkan sendiri agar seluruh vitamin dapat larut dalam air. Setelah
mengamati larutan melalui lampu UV agar warna larutan dapat terlihat. Setelah
diamati tampak warna hijau membuktikan larutan tersebut positif mengandung
vitamin B2.
Reaksi kimia yang terjadi :

HOH2C
CHOH
CHOH
H2C
H3C

H3C

CO

H
N
CO

C2H5 OH
HC

NH
C
O

HC

NH
C
O

LUMIKRON

(Poedjiadi, 1994)