Anda di halaman 1dari 10

RANGKUMAN

DASAR-DASAR MANAJEMEN
(Praktik Manajemen Di Lingkungan Global)

Disusun oleh:
1.
2.
3.
4.

Laelatul Badriyah
( 11150920000005 )
Yuanita Wulandari ( 11150920000011)
Aniqo Muzaya
( 11150920000029 )
Nuranisa Firzatullah ( 11150920000030 )

AGRIBISNIS
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

A. Pandangan Perspektif Global


1. Pandangan Parokialisme
Pandangan parokialisme adalah cara pandang terhadap dunia semata-mata
melalui pandangan dan perspektif diri sendiri dan tidak menyadari bahwa orang
lain memiliki cara hidup dan bekerja yang berbeda-beda.
Ada kemungkinan tiga sikap global dalam pandangan perspektif global, yaitu:
a. Pandangan Etnosentris

Pandangan etnosentris adalah keyakinan parokialisme bahwa


pendekatan dan praktik kerja terbaik adalah yang dimiliki oleh negara
asal/sendiri atau home country (negara dimana kantor-kantor utama milik
perusahaan berada).
Para manajer yang berpandangan etnosentris meyakini bahwa orangorang di negara-negara lain tidak memiliki kemampuan, keahlian,
pengetahuan, atau pengalaman yang dibutuhkan untuk membuat
keputusan bisnis terbaik, seperti yang dimiliki oleh orang-orang dari
negara sendiri dan mereka tidak mempercayakan keputusan atau teknologi
penting kepada para karyawan dari negara lain.
b. Pandangan Polisentris
Pandangan polisentris adalah pandangan bahwa para karyawan di
negara tuan rumah atau host country (negara lain dimana organisasi
menjalankan bisnis) mengetahui pendekatan dan praktik kerja terbaik
untuk mnejalankan negara tersebut.
Para manajer yang berpandangan polisentris meyakini bahwa semua
operasi luar negeri bersifat berbeda dan sulit dipahami serta mereka
cenderung mempersilahkan para karyawan di negara tuan rumah
menyimpulkan cara terbaik perusahaan beroperasi.
c. Pandangan Geosentris
Pandangan geosentris adalah pandangan yang berorientasi dunia yang
berfokus untuk menggunakan pendekatan dan orang terbaik dari seantero
dunia. Pandangan geosentris menuntut dihapuskannya pandangan parokial
dan dikembangkannya pemahaman mengenai perbedaan antarkebudayaan.
Tipe pendekatan ini yang dibutuhkan para manajer sukses dalam
lingkungan global masa kini.
Para manajer yang berpandangan geosentris meyakini bahwa mereka
memiliki wawasan global dan mencari pendekatan dan orang terbaik,
tanpa memandang asal negaranya.
B. Memahami Lingkungan Global
1. Persekutuan Perdagangan Regional
a. Uni Eropa atau European Union (EU)
Uni Eropa adalah persekutuan ekonomi dan politik dari 27
negara demokratis di eropa dan tiga negara (Kroasia, Masedonia, dan
Turki) dalam proses penerimaan sebagai anggota. Lima belas negara
telah mengadopsi euro, dan semua negara anggota baru wajib
mengadopsinya. Langkah pertama, pada bulan Desember 2007, Lisbon
Treaty (Reform Treaty) yang ditandatangani para kepala negara dari 27
negara anggota. Traktat lisbon ini menyediakan kerangka legal bersama
bagi EU dan alat dalam mengahadapi tantangan dari dunia yang
berubah, seperti perubahan iklim dan demografi, globalisasi,
keamanan, dan energi.

b. North American Free Trade Agreement (NAFTA) dan Perjanjianperjanjian Lainnya di Wilayah Amerika Latin.
Perjanjian NAFTA adalah perjanjian antara pemerintah
Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat yang telah mengeliminasi
halangan-halangan dagang. Pada tahun 1992, terbentuklah perjanjian
yang berkaitan isu-isu penting yang dicakup oleh North American Free
Trade Agreement (NAFTA) disepakati oleh pemerintah Meksiko,
Kanada, dan Amerika Serikat.
Pada tahun 1994, pemerintah Kolombia, Meksiko, dan
Venezuela menjadi pelopor yang menandatangani pakta ekonomi dalam
rangka mengeliminasi pajak impor dan ekspor.
Perjanjian berikutnya adalah Central American Free Trade
Agreement (CAFTA) yang mempromosikan liberalisasi dagang antara
Amerika Serikat dengan lima negara Amerika Tengah (Costa Rica, El
Salvador, Guatemala, Honduras, dan Nikaragua. Namun, hanya El
Salvador dan Costa Rica yang bergabung.
Perjanjian selanjutnya adalah Free Trade Area of the Americas
(FTAA) juga belum menuai kesepakatan.
Karena perjanjian CAFTA dan FTAA masih tertunda, akhirnya
diadakan perjanjian Southern Common Market (Mercosur) yang
beranggotakan 10 negara Amerika Selatan menganggap bahwa
Mercosur sebagai cara efektif mengombinasikan sumber-sumber daya
dalam rangka menambah kemampuan bersaing dengan kekuatan
ekonomi global lain.
c. Association of South East Asian Nations (ASEAN)
Perjanjian ASEAN adalah perjanjian aliansi perdagangan dari
10 negara Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Kamboja, Vietnam,
Singapura, Myanmar, Laos, Thailand, Brunei Darussalam, dan
Filiphina).
d. Africa Union (AU)
Perjanjian AU adalah perjanjian aliansi perdagangan yang
beranggotakan 53 negara yang berdiri pada tahun 2002 dengan visi
membangun Afrika yang terintegrasi, makmur, dan damai.
e. South Asian Association for Regional Cooperation (SAARC)
Perjanjian SAARC adalah perjanjian aliansi perdagangan yang
beranggotakan 8 negara (India, Pakistan, Sri Lanka, Bangladesh,
Bhutan, Nepal, Kepulauan Maladewa, dan Afghanistan) dengan tujuan
memfasilitasi lalu lintas bebas barang dan jasa.
f. World Trade Organization (WTO)

Perjanjian WTO adalah organisasi global yang diresmikan pada tahun


1995 beranggotakan 153 negara yang mengurus aturan perdagangan
antarnegara. Tujuan WTO adalah menolong negara-negara untuk
menjalankan perdagangan melalui sebuah sistem aturan dagang.
C. BERBISNIS SECARA GLOBAL
1. Tipe-tipe Organisasi Internasional
a. Perusahaan Multinasional atau Multinational Corporation (MNC)
Perusahaan multinasional mencakup semua perusahaan internasional yang
menjalankan operasi di banyak negara. Perusahaan multinasional memiliki
beberapa tipe, yaitu:
1) Perusahaan multidomestik adalah perusahaan internasional yang menjalankan
desentralisasi manajemen dan keputusan-keputusan lainnya ke negara lokal.
Tipe globalisasi ini mencerminkan pendekatan polisentris.
2) Perusahaan global adalah perusahaan internasional yang mensentralisasi
manajemen dan keputusan-keputusan lainnya di negara asal. Tipe globalisasi
ini mencerminkan pendekatan etnosentris.
3) Organisasi transnasional/tanpa batas wilayah adalah perusahan-perusahaan
lain memakai pengaturan yang mengeliminasi halangan geografis artifisial.
Tipe globalisasi ini mencerminkan pedekatan geosentris.
2. Cara Organisasi Go International
Cara-cara organisasi go international melalui beberapa tahap, yaitu:
a. Global Sourching (global outsourcing) adalah mengumpulkan bahan mentah
atau tenaga kerja dari seantero dunia berdasarkan biaya yang termurah dengan
tujuan untuk memanfaatkan keuntungan biaya yang lebih murah dalam rangka
menjadi lebih kompetitif dengan investasi global minimal.
b. Mengekspor adalah membuat produk secara domestik lalu menjualnya ke luar
negeri.
c. Mengimpor adalah membeli produk buatan luar negeri dan menjualnya di
pasar domestik.
d. Pemberian lisensi (licensing) adalah perjanjian dalam konteks sebuah
organisasi memberikan hak membuat atau menjual produknya kepada
organisasi lain dengan memakai teknologi atau spesifikasi prduk tersebut.
e. Pembentukan waralaba (franchising) adalah perjanjian dalam konteks sebuah
organisasi memberikan hak dalam memakai nama dan metode operasinya
kepada organisasi lain.
f. Aliansi strategis adalah rekanan antara sebuah organisasi dan rekan-rekan luar
negeri dalam konteks saling berbagi sumber daya dan pengetahuan untuk
mengembangkan produk baru atau membangun fasilitas-fasilitas produksi.
Salah satu tipe aliansi strategis adalah joint venture, yaitu para rekan

membentuk organisasi baru yang terpisah dan independen untuk tujuan bisnis
tertentu.
g. Cabang luar negeri (foreign subsidiary) adalah investasi langsung di luar
negeri dengan mendirikan bangunan atau kantor yang tersendiri dan
independen. Manajemen cabang ini dapat berupa organisasi multidomestik
(kendali lokal) atau organisasi global (kendali tersentralisasi).
D. MENJALANKAN MANAJEMEN DI LINGKUNGAN GLOBAL
1. Isu-isu Dalam Ruang Lingkup Lingkungan
a. Lingkungan Politik/Hukum
Isu-isu dalam lingkungan politik/hukum global yang wajib dipahami
oleh para manajer adalah stabilitas hukum dan politik suatu negara .
b. Lingkungan Ekonomi
Isu-isu dalam lingkungan ekonomi global yang perlu diwaspadai oleh
para manajer adalah nilai tukar mata uang, tingkat inflasi, dan kebijakan
perpajakan. Para manajer juga harus memahami tipe-tipe sistem ekonomi
suatu negara, antara lain:
a. Ekonomi pasar bebas (free market economy) adalah sitem ekonomi
di mana kebanyakan sumber daya dimiliki dan diberdayakan oleh
sektor swasta.
b. Ekonomi berencana (planned economy) adalah sistem ekonomi di
mana keputusan-keputusan ekonomi ditetapkan oleh pemerintah
pusat.
c. Lingkungan Kebudayaan
Setiap negara memiliki budaya tersendiri. Budaya nasional adalah
prinsip dan sikap dari warga di negara tertentu yang membentuk perilaku
dan keyakinan warga mengenai hal-hal penting.
Program riset oleh Geert Hofstede menyimpulkan bahwa setiap negara
memiliki karakter yang bervariasi dalam lima dimensi budaya nasional,
antara lain:
1.) Individualistik adalah masyarakat yang mengurus kepentingan diri
sendiri dan keluarga. Kebalikannya adalah kolektivistik, yaitu
masyarakat mengharapkan komunitas mengurusi dan melindungi
mereka.
2.) Jarak yang tinggi terkait kekuasaan adalah menerima perbedaan
yang lebar dalam kekuasaan, respek yang besar bagi mereka yang
berwenang. Kebalikannya adalah jarak yang rendah terkait
kekuasaan, yaitu mengesampingkan ketidaksetaraan seperti
karyawan tidak takut untuk bergaul dengan bos dan tidak di bawah
dominasi sang bos.
3.) Sangat menghindari ketidakpastian adalah merasa terancam oleh
ambiguitas dan mengalami kecemasan yang tinggi. Kebalikannya
adalah tidak terlalu menghindari ketidakpastian, yaitu terbiasa
dengan risiko, toleran terhadap perbedaan perilaku dan berbagai
opini.

4.) Prestasi adalah pelestarian prinsip-prinsip seperti asertivitas,


menghasilkan uang dan barang, serta kompetisi. Kebalikannya
adalah pengasuhan, yaitu pelestarian prinsip-prinsip antara lain
kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
5.) Orientasi jangka panjang adalah masyarakat mempersiapkan masa
depan dan menghargai sifat hemat dan gigih. Kebalikannya adalah
orientasi jangka pendek, yaitu masyarakat menghargai tradisi dan
masa lalu.
Program riset juga diadakan oleh GLOBE (Global Leadership and
Organizational Behavior Effectiveness) menyimpulkan bahwa setiap
negara memilki variasi dalam budaya nasinal, antara lain:
1.) Asertivitas adalah masyarakat mendorong individu agar lebih
tangguh, konfrontatif, asertif, dan kompetitif daripada tenang dan
ramah.
2.) Orientasi kemanusiaan adalah masyarakat mendorong agar berlaku
adil, tidak egois, tidak pelit, peduli, dan mengasihi sesama.
3.) Orientasi masa depan adalah masyarakat mendorong dan
mnghargai perilaku yang berorientasi masa depan seperti
perencanaan, investasi masa depan, dan penundaan kepuasan.
4.) Koletivisme institusional adalah individu didorong oleh institusi
sosial agar berintegrasi dalam kelompok, organisasi, dan
masyarakat.
5.) Diferensiasi gender adalah masyarakat memaksimalkan perbedaanperbedaan peran gender, yang diukur dengan sebesar apa status dan
tanggung jawab pengambilan keputusan yang diemban oleh kaum
wanitanya.
6.) Kolektivisme dalam kelompok adalah para anggota masyarakat
merasa bangga atas keanggotaannya dalam kelompok-kelompok
kecil, antara lain keluarganya, kelompok teman dekatnya, dan
organisasi tempatnya bekerja.
7.) Orientasi kinerja adalah masyarakat mendorong dan menghargai
para anggota kelompok agar meningkatkan dan memaksimalkan
kinerja mereka.
8.) Jarak kekuasaan adalah para anggota masyarakat menganggap
bahwa kekuasaan terbagi secara tidak merata.
9.) Penghindaran ketidakpastian adalah masyarakat mengandalkan
norma-norma dan prosedur-prosedur sosial dalam rangka
mengurangi ketidakpastian dalam meramalkan kejadian di masa
depan.
2. Tantangan-tantangan Manajemen Global Dalam Dunia Masa Kini
Tantangan-tantangan utama menjalankan bisnis secara global di dunia masa
kini mencakup keterbukaan seperti adanya interdependensi ekonomi antarnegara
dalam perdagangan dan meningkatnya ancaman terorisme yang dijalankan oleh
jaringan teror global sejati.

Tantangan-tantangan ini juga mencakup perbedaan kebudayaan yang


signifikan antarnegara bersifat mendasar dan pokok seperti perbedaan tradisi,
sejarah, keyakinan religius, dan prinsip yang sudah mengakar.
E. GLOBALISASI DAN BISNIS
Globalisasi bisnis terdiri tiga faktor :
1. Kedekatan : manajer sekarang bekerja dalam kedekatan yang jauh lebih besar
daripada sebelumnya, berhadapan denga pelanggang, pesaing, pemasok, dan
pemerintah lebih banyak dan jauh beragam. Kedekatan ini, suatu fungsi dari
menyusutan dunia, sebagian masalah waktu, karna teknologi telekomunikasi
sekarang ini memungkinkan orang di seluruh dunia mengirimkan suara, video, dan
facsimile informasi dalam waktu beberapa menit.
2. Lokasi : lokasi dan integrasi dari organisasi yang beroperasi melewati beberapa batas
internasional merupakan bagian dari globalisasi. Misalnya, telepon American
Telephone and Telegraph (AT & T) dan computer untuk memindahkan telepon
didesain oleh Amerika Serikat.
3. Sikap : globalisasi mengacu pada sikap baru, terbuka mengenai manajemen secara
internasional. Sikap ini menggabungkan keingintahuan mengenai dunia diluar batasbatas nasional dengan kemauan untuk menegembangkan kemampuan guna
berpartisipasi dalam ekonomi global.
F. GLOBALISASI DAN DAYA SAING
Daya saing sebagai posisi relatif dari salah satu pesaing terhadap pesaing yang lain.
Daya saing adalah ide yang dapat dipakai dalam sejumlah keadaan yang berbeda. Sebuah
organisasi yang mempunyai keinginan untuk tetap bersaing dalam ekonomi global adalah
General Eectric Medical Systems Group. Untuk kemampuan menyerahkan produk dan jasa
bermutu dalam industry yang amat bersaing. GE Medical System Group telah
mengembangkan Global Leadership Program ( G.L.P Program Kepimimpinan Global) untuk
memberikan pandangan global kepada para manajer dari tiga regional yaitu Amarika, Eropa,
dan Asia.
1. Peran perusahaan multinasional
Perusahaan dan individu dapat memiliki aset asing yaitu investasi portofolio diluar
negeri semacam ini memberikan hak kepada perusahaan dan induvidu untuk menuntut bagian
laba, tetapi tidak mempunyai hak untuk berpartisipasi dalam manajeman. Investasi langsung
lebih jauh dari mengekspor, memberi lisensi, dan bahkan franchising, semua itu merupakan
jalan menuju globalisasi. Mempunyai ciri keterlibatkan aktif dalam manajemen investasi
diluar negeri, pada umumnya lewat perusahaan multinasional (MNE, multinasional
enterprise), sebuah perusahaan besar dengan operasi dan divisi tersebar dibeberapa negara
tetapi dikendalikan oleh satu kantor pusat secara sentral.
Manajemen dalam MNE harus menilai tiga faktor

a. Ekonomi dari berbagai negara. Sebuah isu penting termasuk mengevaluasi


infrastruktur suatu negara yaitu fasilitas yang diperlukan untuk mendukung aktivitas
ekonomi.
b. Risiko politik, yang mengacu pada kemungkinan apakah perubahan politik yang
terjadi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, akan mempengaruhi
aktivitas diluar negeri.
c. Kecocokan teknologi pada budaya yang berbeda.

2. Perusahaan memasuki pasar internasional


Hanya sedikit perusahaan yang dimulai sebagai multinasional. Lebih umum, sebuah
organisasi maju melewati beberapa tahap internasional.
a. Mengekspor yaitu menjual barang yang dproduksi secara domestik.perusahaan yang
berada pada tahap pertama daei internasional
b. Perusahaan langsung menangani minat luar negeri mereka. Pada tahap ini
kebanyakan perusahaan tidak menempatkan karyawan di luar negeri, tetapi karyawan
domestic sering kali bepergian keluar negeri untuk urusan bisnis.
c. Minat internasional membentuk wajah perusahaan secara keseluruhan melalaui cara
yng cukup berpengaruh. Walaupun pada dasarnya masih domestic,perusahaan
mempunyai kendali langsung pada kegiatan impor, ekspor,dan mungkin memproduksi
barang dan jasa diluar negeri.
G. KEWIRAUSAHAAN
1. Pengertian Wirausaha
Pengertian kewirausahaan secara umum adalah kewirausahaan adalah suatu proses
dalam mengerjakan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang bermanfaat
dalam memberikan nilai lebih.
Setelah mengetahui tentang pengertian kewirausahaan, maka sudah barang tentu tahu
apa arti wirausaha itu sendiri. Hal itu karena pengertian wirausaha sederhananya adalah orang
yang menjalankan wirausaha itu sendiri. Wirausaha atau enterpreneur adalah orang yang
memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan kesempatan bisnis mengumpulkan
sumber sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya serta
mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan (Geoffrey G. Meredit et ak,
1995)

2. Ciri ciri Wirausaha


Seseorang dikatakan wirausaha sudah tentu memenuhi definisi wirausaha itu sendiri,
untuk lebih jelasnya silahkan dibaca ciri ciri wirausaha dibawah ini:
a. Memiliki keberanian mempunyai daya kreasi
b. Berani mengambil risiko

c. Memilikisemangat dan kemauan keras


d. Memiliki analisis yang tepat
e. Tidak konsumtif
f. Memiliki jiwa pemimpin
g. Berorientasi pada masa depan

3. Tujuan berwirausaha
Berikut beberapa tujuan dari seorang wirausaha yang seharusnya:
a. Berusaha dan bertekad dalam meningkatkan jumlah para wirausaha yang baik
dengan kata lain ikut serta dalam mengader manusia manusia calon wirausaha
untuk membangun jaringan bisnis yang lebih baik
b. Ikut serta dalam mewujudkan kemampuan para wirausaha untuk meningkatkan
kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dan Negaranya
c. Ikut serta dalam menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran serta orientasi
kewirausahaan yang kokoh.
d. Menyebarluaskan dan membuat budaya ciri ciri kewirausahaan disekitarnya
terutama dalam masyarakat
e. Mengembangkan dalam bentuk inovasi dan kreasi agar tercipta dinamika dalam
kewirausahaan atau dunia bisnis sehingga kemakmuran dapat tercapai.

H. Lima tahap tipologi dari perkembangan suatu perusahaan


Lima tahap tipologi dari perkembangan suatu perusahaan dari pemasaran domestik
sampai pemasaran domestik sampai ke pemasaran transnasional, yaitu : (Keegan 1995)
1. Pemasaran domestik. Pemasaran yang diarahkan secara eksklusif pada pasar di
negaranya sendiri disebut dengan pemasaran domestik.
2. Pemasaran ekspor. Pemasaran ekspor adalah tahap pertama yang mengarahkan pada
pasar di luar negeri.
3. Pemasaran internasional. Pemasaran internasional melangkah lebih dari pemasaran
ekspor dan menjadi lebih terlibat dalam lingkungan pemasaran di negara tempat ia
menjalankan bisnisnya

4. Pemasaran multinasional. Organisasi pemasaran internasional mulai dengan


memfokuskan pada pengaruh pengalaman dan produk perusahaan.
5. Pemasaran global/transnasional. Pemasaran global/transnasional memfokuskan pada
pengaruh aset perusahaan, pengalaman, dan produk secara produk dan mengadaptasi
pada apa sebenarnya keunikan dan perbedaan pada tiap-tiap negara tersebut.

SUMBER :
1. Stephen P. Robbins dan Mary coulter. Manajemen, Edisi Kesepuluh, Jilid 1
2. JAMES.A.F.SRONER, R.EDWARD FREEMAN, DANIEL R.GILBERT.JR.
manajement,
3. Pandji Anoraga, S.E.,M.M. Manajemen Bisnis diterbitkan oleh PT
RINEKA CIPTA, Jakarta
4. http://www.apapengertianahli.com/2015/06/pengertian-kewirausahaan-danwirausaha-ciri-tujuan.html
5. https://tsaqifa08.wordpress.com/2009/11/15/organisasi-dan-manajemen-dalamlingkungan-global/posted on November 15, 2009 at 10:55 am