Anda di halaman 1dari 2

2.

4 Teori teori Perkembangan Dalam masa Remaja


Perkembangan remaja berkaitan dengan teori utama dari para tokoh tokoh psikologi,
yaitu kognitif ,psikoanalisa,belajarsocial,tingkahlaku dan ekologi. Perkembangan remaja sangat
kompleks dan mempunyai banyak sisi. Secara keseluruhan, bermacam-macam teori membantu
melihat keseluruhan mengenai remaja, yaitu sebagai berikut :
2.4.1

Teori Psikoanalisa
Ahli teori psiko analitik menegaskan bahwa pengalaman pada masa dini dengan
orangtua akan sangat membentuk perkembangan. Ciri-ciri tersebut dipelajari dalam teori
psikoanalisa utama ,yaitu dari Sigmun Freiud, ia mengatakan bahwa kepribadian
memiliki tiga struktur, yaitu id, ego, superego. Id adalah kepribadian yang terdiri dari
naluri yang merupakan sumber energy psikis seseorang. Ego adalah kepribadian yang
berfungsi menghadapi tuntutan realistis. Superego adalah struktur kepribadian yang
merupakan cabang moral dari kepribadian.
Dari teori berdasarkan Freut tersebut, ia percaya bahwa 3 teori tersebut di penuhi
oleh ketegangan dan konflik. Untuk mengurangi ketegangan ini, remaja menyimpan
informasi dalam pikiran tidak sadar mereka.Ia juga mengatakan bahwa tingkah laku
sekecil apapun mempunyai makna khusus bila kekuatan tidak sadar di balik tingkah laku
tersebut di tampilkan.
Cara ego mengatasi konflik antara tuntutannya untuk realistis ,keinginan id dan
kekangan dari superego yaitu dengan menggunakan mekanisme pertahanan diri(defense
mechanisme) artinya metode dari psikoanalisa untuk metode yang tidak disadari ego
merusak realitas karena itu melindungi dirinya dari rasa cemas.
2.4.2

Teori Kognitif

Menurut teori piaget remaja secara aktif mengkontruksikan dunia kognitif mereka
sendiri, informasi tidak hanya di curahkan kedalam pikiran mereka dengan memasukkan
gagasan gagasan baru, karena tambahan informasiakan mengembangkan pemahaman,
ada 4 tahapan dari pieget adalah

Tahap sensorimotorik yang berlangsung dari lahir sampai usia 2 tahun. Pada tahap
ini ,anak mengkontruksikan mengenai dunia dengan mengoordinasikan pengalaman
sensoris (melihat, dan mendengar) dengan tindakan fisik dan motoric.
Tahap praoperasional berlangsung kira kira usia 2-7 tahun. Pada tahap ini anak mulai
memprentasikan dunia dengan kata kata,citra dan gambar.
Tahap operasional konkrit yakni berlangsung dari kira kira usia 7-11 tahun. Pada
tahap ini anak dapat melakukan operasi dan penalaran logis, menggantikan pemikiran
logis.
Tahap operasional formal terjadi pada usia 11 dan 15 tahun. Pada tahap ini individu
bergerak melebihi dunia pengalaman yang actual dan konkrit dan mengubah cara
berpikir tentang perkembangan berpikiran anak dan remaja.

2.4.3 Teori tingkah laku dan belajar sosial


Ahli teori juga akan menyatakan bahwa alsan untuk rasa ketertarikan remaja
terhadap satu sama lain tidak disadari, remaja tidak menyadari bagaimana
warisan biologis meraka dan pengalaman hidup masa kecil telah berperan dalam
mempengaruhi kepribadian mereka di masa remaja.
Ahli teori belajar sosial mengatakan bahwa bukanlah robot yang tidak
mempunyai pikiran, yang berespon secara mekanis pada orang lain dalam
lingkungan kita. Psikolog Amerika Bandura dan Walter michel adalah arsitek
utama dalam versi teori belajar sosial kontemporer yang disebut teori belajar
kognitif. Melalui belajar observasi (modeling/imitsi), kita secara kognitif
mempresentasikan tingkah laku orang lain dan kemudian mengambil tingkah laku
tersebut. Model belajar dan perkembangan yang paling mutakhir mencakup
tingkah laku, manusia dan kognisi, dan lingkungan. Pendekatan belajar sosial
menekankankan pada pentingnya peneletian empiris dalam mempelajari
perkembangan, penelitian ini memfokuskan pada proses-proses yang menjelaskan
perkembangan faktor sosial dan kognitif yang mempengaruhi menjadi manusia
seperti sekarang ini.