Anda di halaman 1dari 12

Satuan acara penyuluhan

Gizi seimbang pada balita

OLEH :

NAMA

: NI MADE ARIANI

NIM

: P07120011054

KELAS : 1.2 REGULER

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR


JURUSAN KEPERAWATAN
2012
SATUAN ACARA PENYULUHAN
GIZI SEIMBANG PADA BALITA

A. LATAR BELAKANG
Gizi seimbang adalah komposisi atau zat-zat yang cukup atau ideal untuk
menjalankan proses didalam tubuh. Kebutuhan gizi seimbang sangat penting dalam
membantu proses pertumbuhan dan perkembangan pada balita, mengingat manfaat
nutrisi dalam tubuh dapat membantu proses pertumbuhan dan perkembangan balita, serta
mencegah terjadinya berbagai penyakit akibat kurang gizi dalam tubuh seperti
kekurangan energy dan protein, anemia, defisiensi yodium.
Balita tidak bertumbuh sepesat saat masa bayi, tetapi kebutuhan nutrisi mereka tetap
merupakan prioritas utama. Di masa balita ini nutrisi memegang peranan penting dalam
perkembangan seorang anak. Masa balita adalah masa transisi, terutama di usia 1-2
tahun, dimana seorang anak akan mulai makan makanan padat dan menerima rasa dan
tekstur makanan yang baru. Di masa balita, anak Anda membutuhkan nutrisi dari
berbagai sumber dan makanan.
Berdasarkan pemahaman tersebut, maka diharapkan dengan adanya penyuluhan ini,
nantinya kebutuhan gizi seimbang pada balita bisa terpenuhi secara optimal.
B. TUJUAN
1. TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit, sasaran diharapkan mampu
memahami pentingnya pemberian gizi seimbang pada balita
2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah diberikan penyuluhan selama 45 menit, sasaran diharapkan dapat:
1. Menjelaskan pengertian gizi seimbang dengan benar
2. Menyepakati pentingnya memberikan makanan bergizi seimbang bagi balita
3. Menyebutkan jenis-jenis makanan gizi seimbang bagi balita sesuai umur
dengan tepat
4. Menyebutkan dampak kekurangan gizi dengan benar

C. MATERI :
1. Pengertian gizi seimbang

2. Pentingnya memberikan makanan gizi seimbang bagi balita


3. Jenis-jenis makanan gizi seimbang bagi balita sesuai umur
4. Dampak ketidakseimbangan gizi
D. METODE
Ceramah dan tanya jawab
E. MEDIA/ALAT/SUMBER
1. Media

: Leaflet, slide multimedia

2. Alat

: Komputer, LCD, focus sreen/layar, flashdisk

3. Sumber

Aura, 2008, Makanan Untuk Kesehatan Emosional dan Mental anak, Tabloid
Media Wanita Aura, No.37 / TH.XII. Minggu Ke-2
Hidayat. A, Alimul, 2008, Pendidikan Ilmu Keperawatan Anak, Salemba medika,
Jakarta.
http://drlizagizi.blogspot.com/2007/12/nutrisi-dan-gizi-untuk-bayi-dan-balita.html
[Accessed on 17 September].
http://www.lusa.web.id/konsep-gizi-seimbang/[Accessed on 17 September].
F. SASARAN
Sasaran dalam penyuluhan ini yaitu ibu-ibu yang mempunyai balita di wilayah desa
Suka-Suka.
G. WAKTU
Hari/Tgl :
Jam

H. TEMPAT
Penyuluhan dilakukan di balai banjar Desa Suka-Suka

Setting tempat :
1.

Keterangan:
3.

2.

1. Fokus Screen/
layar

4.

2. Penyuluh
5.

3. Moderator
4. Sekretaris
5. Sasaran

I. RENCANA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Persiapan Media
Media yang digunakan dalam penyuluhan semua lengkap dan dapat digunakan
dalam penyuluhan yaitu :

Leaflet

Slide multimedia

b. Persiapan alat
Alat yang digunakan dalam penyuluhan ini antara lain komputer, LCD, focus
screen/layar, flashdisk
c. Persiapan Materi
Materi disiapkan dalam bentuk makalah dan dibuatkan powerpoint dan leaflet
dengan ringkas, menarik, lengkap, dan mudah di mengerti oleh peserta
penyuluhan.
d. Persiapan Peserta
Penyuluhan mengenai gizi seimbang bagi balita. Peserta telah diinformasikan
sebelum dilaksanakan penyuluhan.
2. Evaluasi Proses Penyuluhan
o Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan sasaran memahami
materi penyuluhan yang diberikan.
o Sasaran memperhatikan materi yang diberikan.
o Selama proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh
dengan sasaran.

o Kehadiran peserta diharapkan 80% dan tidak ada sasaran yang meninggalkan
tempat penyuluhan selama kegiatan berlangsung.
o 60% dari sasaran diharapkan aktif mendengarkan, dan 20% dari sasaran
diharapkan aktif bertanya.
3. Evaluasi Hasil
a.

Jangka Pendek
1) Sasaran mampu menjelaskan kembali pengertian gizi seimbang dengan
benar
2) Sasaran mampu menyebutkan kembali minimal 3 dari 6 pentingnya
makanan gizi seimbang bagi balita
3) Sasaran mampu menyebutkan kembali jenis-jenis makanan bergizi
seimbang sesuai umur
4) Sasaran mampu menyebutkan kembali dampak-dampak dari
ketidakseimbangan gizi

b.

Jangka Panjang
Meningkatkan pengetahuan peserta penyuluhan sehingga dapat menurunkan
angka kekurangan gizi pada balita.

Mengetahui

Denpasar,

April 2012

Pembimbing

Penyuluh

Drs. I Wayan Githa, M.Pd.

Ni Made Ariani

NIP. 195012311975101000

NIM. P07120011054

Lampiran 1

MATERI
A. Pengertian Gizi Seimbang
Zat gizi (nutrient) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya,
yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur prosesproses kehidupan.
Gizi seimbang adalah komposisi atau zat-zat yang cukup atau ideal untuk menjalankan
proses didalam tubuh. Selain itu, gizi seimbang juga memiliki pengertian yaitu makanan
yang dikonsumsi oleh individu sehari-hari yang beraneka ragam dan memenuhi 5
kelompok zat gizi dalam jumlah yang cukup, tidak berlebihan dan tidak kekurangan
(Dirjen BKM, 2002).
B. Pentingnya Memberikan Makanan Gizi Seimbang Bagi Balita
Pemberian makanan gizi seimbang pada balita memiliki banyak manfaat, salah satunya :
1. Mendukung proses pertumbuhan anak setiap hari, agar tak rentan terhadap penyakit di
masa tumbuh kembang. Kalaupun ada infeksi kuman atau virus, dengan daya tahan
tubuh yang bagus, anak tidak akan mudah sakit, sehingga tidak mengganggu proses
tumbuh kembang.
2. Anak dapat tumbuh dengan cepat sesuai dengan usia tumbuh kembang dan dapat
meningkatkan kualitas hidup serta mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas
3. Dapat membantu dalam aktivitas sehari-hari karena nutrisi sebagai sumber tenaga
yang dibutuhkan berbagai organ dalam tubuh.
4. Sebagai sumber zat pembangun dan pengatur dalam tubuh.
5. Pada bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan otaknya pada usia dua tahun
pertama adalah air susu ibu (ASI). Selain mengandung semua unsur gizi yang
dibutuhkan bayi, proses menyusui yang tepat juga merupakan stimulan pertumbuhan
dan perkembangan otak yang sempurna bagi bayi.
6. Mempengaruhi mental anak saat dewasa
Zat gizi tersebut adalah choline dan asam lemak tak jenuh omega-3 (berperan penting
dalam perkembangan morfologis, biokimia, dan molekuler dari otak dan organ
lainnya).. Keduanya diserap melalui plasenta dan tersekresi dalam ASI. Choline
memainkan peran penting dalam perkembangan otak dan organ tubuh lainnya.
Kekurangan choline dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Akibatnya, anak
yang kekurangan choline, kemampuan kognitifnya dan prilakunya kurang. Beberapa
peneliti telah mempelajari kadar choline yang terdapat dalam ASI.

C. Jenis-jenis makanan gizi seimbang bagi balita sesuai umur


Untuk Balita 12 24 Bulan
Tetap berikan ASI sesuai dengan keinginan anak sampai berusia 2 tahun
Asupan makanan sehari untuk anak harus mengandung 10-15% kalori, 20-35%
lemak, dan sisanya karbohidrat. Setiap kg berat badan anak memerlukan asupan
energi sebanyak 100 kkal. Asupan lemak juga perlu ditingkatkan karena struktur
utama pembentuk otak adalah lemak. Lemak tersebut dapat diperoleh antara lain dari
minyak dan margarine.
Sejak usia 1 tahun anak dapat diperkenalkan pada makanan seperti makanan orang
dewasa, berupa nasi lembek, sayur, lauk dan buah
Pada usia 1 2 tahun, makanan pendamping yang berupa makanan orang dewasa
tersebut sebaiknya diberikan minimal 3 kali sehari
Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari (diantara waktu makan pagi dan siang
serta diantara makan siang dan sore/malam), seperti bubur kacang hijau, buah-buahan,
biskuit, nagasari, kue. Ingat makanan selingan bukanlah makanan jajanan, seperti
kerupuk, chiki atau permen
Pada usia 1 2 tahun anak dilatih untuk makan makanan yang lebih bervariasi.
Semakin bertambah umur anak makanan yang diberikan dapat semakin keras seperti
layaknya makanan yang dimakan oleh orang dewasa.
Untuk Bayi 24 Bulan Atau Lebih
Sejak usia 2 tahun anak anak sudah bisa makan makanan orang dewasa berupa nasi,
sayur, lauk, serta buah dan sebaiknya diberikan minimal sebanyak 3 kali sehari
Berikan juga makanan selingan 2 kali sehari
Sejak usia 2 tahun makan yang diberikan harus lebih bervariasi
Bila sudah tidak minum ASI, susu perlu ditambahkan kedalam menu sehari-hari anak
D. Dampak ketidakseimbangan gizi
Jenis penyakit gangguan gizi yang sering menimpa penduduk terutama anak balita di
Indonesia adalah :
1. Gangguan Kesehatan akibat Kekurangan Energi dan Protein (KEP)

Ada dua bentuk KEP yaitu marasmus dan kwashiorkor. Baik marasmus maupun
kwashiorkor keduanya disebabkan oleh kekurangan protein. Akan tetapi pada
marasmus di samping kekurangan protein terjadi juga kekurangan energi. Sedangkan
pada kwashiorkor yang kurang hanya protein, sementara kalori cukup. Marasmus
terjadi pada anak usia yang sangat muda yaitu pada bulan pertama setelah lahir,
sedangkan kwashiorkor umumnya ditemukan pada usia 6 bulan sampai 4 tahun.
Ada empat ciri yang selalu ditemukan pada penderita kwashiorkor yaitu sebagai
berikut :

Adanya oedema pada kaki, tumit dan bagian tubuh lain seperti bengkak karena
ada cairan tertumpuk.

Gangguan pertumbuhan badan. Berat dan panjang badan anak tidak dapat
mencapai berat dan panjang yang semestinya sesuai dengan umurnya.

Perubahan aspek kejiwaan, yaitu anak kelihatan memelas, cengeng, lemah dan
tidak ada selera makan.

Otot tubuh terlihat lemah dan tidak berkembang dengan baik walaupun masih
tampak adanya lapisan lemak di bawah kulit.

Ciri utama penderita marasmus adalah sebagai berikut :

Anak tampak sangat kurus dan kemunduran pertumbuhan otot tampak sangat jelas
sekali apabila anak dipegang pada ketiaknya dan diangkat. Berat badan anak
kurang dari 60% dari berat badan seharusnya menurut umur.

Wajah anak tampak seperti muka orang tua. Jadi berlawanan dengan tanda yang
tampak pada kwashiorkor. Pada penderita marasmus, muka anak tampak keriput
dan cekung sebagaimana layaknya wajah seorang yang telah berusia lanjut. Oleh
karena tubuh anak sangat kurus, maka kepala anak seolah-olah terlalu besar jika
dibandingkan dengan badannya.

Pada penderita marasmus biasanya ditemukan juga tanda-tanda defisiensi gizi


yang lain seperti kekurangan vitamin C, vitamin A, dan zat besi serta sering juga
anak menderita diare.

2. Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Vitamin A


Vitamin A diperlukan untuk penglihatan. Vitamin tersebut merupakan bagian
penting dari penerima cahaya dalam mata. Selain itu vitamin A juga diperlukan untuk
mempertahankan jaringan ari dalam keadaan sehat. Kulit, pinggiran dan penutup

berbagai bagian tubuh, seperti kelopak mata, mata, hidung, mulut, paru-paru dan
tempat pencernaan, kesemuanya dikenal sebagai jaringan ari.
Vitamin A juga mempunyai beberapa fungsi yang berkaitan dengan pertumbuhan
dan perkembangan. Kekurangan vitamin A pertumbuhan menjadi terhambat dan
rangka tubuh berhenti tumbuh. Tanda awal dari kekurangan vitamin A adalah
tureunnya kemampuan melihat dalam cahaya samar. Penderita sama sekali tidak dapat
melihat apabila memasuki ruangan yang agak gelap secara tiba-tiba. Penyakit ini
umumnya diderita oleh anak-anak.
Terjadinya kekurangan vitamin A adalah sebagai akibat berbagai sebab seperti
berikut ini :

Tidak adanya cadangan vitamin A dalam tubuh anak sewaktu lahir karena semasa
dalam kandungan, ibunya kurang sekali mengkonsumsi makanan sumber vitamin
A.

Kadar Vitamin A dalam air susu ibu (ASI) rendah. Hal ini disebabkan konsumsi
vitamin A ibu yang rendah pada masa menyusui.

Anak diberi makanan pengganti ASI yang kadar vitamin A-nya rendah.

Anak tidak menyukai bahan makanan sumber vitamin A terutama sayursayuran.

Gangguan penyerapan vitamin A oleh dinding usus oleh karena berbagai sebab
seperti rendahnya konsumsi lemak atau minyak.

Kekurangan vitamin A dapat meyebabkan cacat menetap pada mata (buta) yang tidak
dapat disembuhkan. Xerophthalmia sebagai akibat kekurangan vitamin A merupakan
penyebab kebutaan tertinggi.
3. Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Zat Besi (Anemia Gizi)
Besi adalah mineral mikro yang mempunyai peran penting untuk menjaga
kesehatan tubuh. Mineral tersebut terdapat dalam darah dan semua sel tubuh. Zat besi
dalam darah merah berada sebagai bagian dari hemoglobin dan pigmen sel merah.
mineral tersebut bertindak sebagai pembawa oksigen dan karbondioksida.
Jika tidak terdapat cukup besi untuk memenuhi kebutuhan tubuh, maka jumlah
hemoglobin dalam sel darah merah berkurang dan keadaan tidak sehat timbul yang
dikenal sebagai anemia gizi. Rendahnya kadar hemoglobin dalam darah dilihat
apabila bagian kelopak mata penderita terlihat berwarna pucat. Kadar baku

hemoglobin dalam darah yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang


menderita anemia gizi adalah seperti terlihat pada tabel 1 berikut ini.
Tabel 1. Kadar Baku Hb dalam Darah
Umur (thn)
0,5 - 4

Jenis Kelamin
Pria / wanita

Kadar Hb (g/100ml)
10,8

5-9

Pria / wanita

11,5

10 - 14

Pria / wanita

12,5

Dewasa pria

14,0

Dewasa wanita

12,0

Wanita hamil
10,0
Sumber : Jellife (1996) dalam Sjahmien Moehji (1986)
Zat besi terutama banyak sekali hanya terdapat dalam sayur-sayuran. Demikian juga
asam folat, sedang bitamin B12 hanya terdapat dalam bahan makanan yang berasal
dari hewan. Pencegahan anemia gizi selain dengan mengkonsumsi bahan makanan
sumber zat besi juga dapat dilakukan dengan jalan memberikan zat besi dalam bentuk
tablet kepada wanita hamil terutama dalam masa tiga bulan terakhir menjelang anak
lahir.
4. Gangguan Kesehatan Akibat Kekurangan Iodium
Kekurangan iodium akan mengakibatkan membesarnya kelenjar gondok. karena
itu, penyakit yang timbul akibat kekurangan iodium disebut penyakit gondok. Karena
penyakit pembesaran kelenjar gondok ini ditemukan di daerah-daerah tertentu untuk
jangka waktu yang lama, maka disebut penyakit gondok endemik.
Di daerah penyakit gondok endemik, pembesaran kelenjar gondok dapat terjadi
pada semua umur, bahkan seorang ibu yang menderita pembesaran gondok akan
melahirkan bayi yang juga menderita kekurangan iodium dan jika tidak diobati maka
pada usia satu tahun sudah akan terjadi pembesaran kelenjar gondoknya. Apabila
dalam jangka lama, kemungkinan akan terjadi manusia kerdil atau kretinisme di
samping gangguan perkembangan otak yang membawa akibat gangguan mental.
Terjadinya kekurangan iodium terutama akibat rendahnya kadar iodium dalam
tanah sehingga air dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di daerah itu juga rendah kadar
iodiumnya. Di samping itu beberapa jenis makanan mengandung zat yang dapat
menyebabkan terjadinya pembesaran kelenjar gondok dan disebut zat goiterogen. Zat

tersebut ditemukan dalam sayuran dari jenis Brassica seperti kubis, lobak, kol
kembang. Juga zat tersebut ditemukan dalam kacang kedelai, kacang tanah dan obatobatan tertentu. Masih ada beberapa faktor lain yang diduga dapat mengakibatkan
terjadinya pembesaran kelenjar gondok, seperti air minum yang tercemar, kadar zat
kapur dalam air yang terlalu tinggi dan sebagainya.
5. Gangguan Kesehatan Akibat Kelebihan Zat Energi
Perkembangan ekonomi yang pesat, menyebabkan peningkatan pendapatan
penduduk. Hal ini ditandai dengan terjadinya pergeseran pola konsumsi kearah yang
lebih beraneka ragam. Proporsi sumber kalori dari karbohidrat khususnya beras,
berkurang dan diikuti dengan meningkatnya lemak dan protein terutama dari sumber
hewani.
Dengan meningkatnya pendapatan ini, mereka yang hidup di kota dengan gaya
serta pola makan seperti orang barat, biasanya menjadi menderita karena kelebihan
gizi ini. Pola makan mereka biasanya mengkonsumsi terlalu banyak protein, lemak,
makanan tak berserat.
Kelebihan zat gizi dalam hal ini zat energi dalam jangka waktu yang
berkesinambungan akan menyebabkan berat badan meningkat, timbunan lemak
meningkat dan terjadi kegemukan (obesitas). Biasanya orang yang gemuk sulit
bergerak cepat, gerakan jadi lamban dan biasanya lebih lanjut mudah terkena
gangguan fungsional jantung dan ginjal.
Tambahan konsumsi energi berikutnya pada penderita kegemukan akan
menyebabkan energi bersifat racun atau mendekatkan diri pada kematian dibanding
daya manfaat yang sebenarnya. Demikian pula konsumsi protein yang berlebihan
menyebabkan beban kerja ginjal semakin berat, dan bila terus berlebih akan
menimbulkan gangguan pada ginjal. Dampak lain dari kelebihan konsumsi energi dan
protein ini selain penyakit jantung dan ginjal, juga dapat mengakibatkan penyakit
darah tinggi, kencing manis, kanker.