Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KIMIA FARMASI II

Review Jurnal Gravimetri

DISUSUN OLEH :
Selly P. Salikin
PO.17.26.6.14.35

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN JAYAPURA
JURUSAN FARMASI
2016/2017
Kata Pengantar

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan
karunianya penyusun mampu menyelesaikan Tugas Kimia Farmasi II tentang Mereview
Jurnal Gravimetri dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnnya.
Penyusun sangat berharap tugas review ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan. Penyusun juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas
review ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, Penyusun
berharap adanya kritik , saran dan usulan demi perbaikan tugas review yang telah penyusun
buat di masa yang akan datang , mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran
yang membangun.
Semoga review sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya review yang telah disusun ini dapat berguna bagi penyusun sendiri maupun orang
yang membacanya. Sebelumnya penyusun mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata
yang kurang berkenan dan penyusun memohon kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan di masa depan.

Jayapura , Juni 2016

Penyusun

REVIEW JURNAL GRAVIMETRI


Judul :
PENETAPAN KADAR SAPONIN PADA EKSTRAK DAUN LIDAH MERTUA
(Sansevieria trifasciata Prain varietas S. Laurentii) SECARA GRAVIMETRI
Jurnal : Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
Volume & halaman : Vol. 2, Halaman : 65 69
Tahun : 2015
Penulis : Dumanauw Jovie Mien, Wullur Adeanne Carolin & Poli Anindita Firhani
Pendahuluan
Pemanfaatan tanaman berkhasiat obat oleh masyarakat merupakan salah satu upaya
dalam menanggulangi masalah kesehatan khususnya untuk mengobati penyakit. Tanaman
Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata Prain) merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat
yang ada di Indonesia. Daun Lidah Mertua dapat mengobati penyakit diantaranya influenza,
batuk, radang saluran pernapasan, keseleo, luka terpukul, gigitan ular berbisa, borok, dan
bisul. Daun Lidah mertua mengandung senyawa saponin yang bermanfaat untuk
mempengaruhi kolagen, yaitu dalam menghambat produksi jaringan bekas luka yang
berlebihan.
Tujuan penelitian
Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk menetapkan kadar saponin dalam daun Lidah
Mertua (Sansevieria trifasciata Prain varietas S. Laurentii) menggunakan metode gravimetri.
Metode penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen di laboratorium
farmakognosi Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Manado.
Instrumen penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan untuk menentukan kadar saponin berupa alat dan
bahan.
Alat : Batang pengaduk, Blender, Corong, Corong pisah, Desikator, Erlenmeyer, Gelas piala,
Gelas ukur, Kain kasa, Kertas saring Whatman, Labu alas bulat, Neraca analitik, Oven,
Pipet, Rotavapor, Tabung reaksi,dan Waterbath.
Bahan : Akuades, Dietil eter,Etil asetat, HCl 2 N, Metanol, N-butanol, Petroleum eter
Langkah-langkah penetapan kadar saponin
Langkah-langkah yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah :
1. Pengolahan sampel yang dilakukan dengan cara mengambil daun lidah mertua,
dicuci, dipotong-potong dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan tanpa terkena
sinar matahari langsung selama 4 jam, selanjutnya di keringkan menggunakan oven
pada suhu 50C dan dihaluskan dengan menggunakan blender.
2. Mengidentifikasi saponin yang bertujuan untuk memastikan adanya saponin pada
sampel dengan cara memasukkan 0,5 g serbuk simplisia daun Lidah Mertua dalam
tabung reaksi, ditambahkan 10 ml air panas, didinginkan dan kemudian dikocok
kuat-kuat selama 10 detik hingga terbentuk busa yang mantap kemudian

ditambahkan 1 tetes HCl 2 N melalui dinding tabung reksi. Pada penambahan 1 tetes
HCl 2 N, busa tidak hilang berarti sampel mengandung saponin.
3. Mengekstrasi serbuk daun Lidah Mertua sebanyak 50 gram direfluks dengan metanol
(1:10) selama 30 menit, Sari metanolik dipisahkan dari ampas. Sari metanolik
diuapkan dengan rotavapor sampai kental. Ekstrak kental yang diperoleh ditimbang
dan dihitung rendemennya
4. Penetapan kadar saponin dilakukan dengan menimbang sebanyak 1,25 gram ekstrak
direfkus dengan 50 ml petroleum eter pada suhu 60-80C selama 30 menit. Setelah
dingin larutan petroleum eter dibuang dan residu yang tertinggal dilarutkan dalam 50
ml etil asetat.Larutandipindahkan ke corong pisah kemudian dipisahkan larutan etil
asetat. Residu yang tertinggal dilarutkan dengan n-butanol sebanyak 3 kali masingmasing dengan 50 ml. Seluruh larutan butanolik dicampur dan diuapkan dengan
rotavapor. Sisa penguapan dilarutkan dengan metanol 10 ml kemudian larutan ini
diteteskan ke dalam 50 ml dietil eter sambil diaduk. Endapan yang terbentuk dalam
campuran dituang pada kertas saring yang telah diketahui bobotnya. Endapan di atas
kertas saringkemudian dibilas dengan 10 ml dietil eter. Kertas saringdikeringkan
kemudian ditimbang sampai bobot tetap. Selisih bobot kertas saring sebelum dan
sesudah penyaringan ditetapkan sebagai bobot saponin.
Hasil penelitian
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah daun Lidah mertua mengandung saponin
yang ditandai dengan adanya busa yang mantap tidak hilang, kemudian pada proses ekstrasi
dengan menggunakan metode refluks diperoleh rendemen ekstrak sebesar 12,51% dan pada
penetapan kadar saponin menggunakan 1,25 gram ekstrak daun lidah mertua diperoleh
deviasi penimbangan sebesar 0,1%
Kesimpulan penelitian
Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kadar saponin pada daun Lidah
Mertua (Sansevieria trifasciata Prain varietas S. Laurentii) sebesar 3,1258%
Kelebihan penelitian
Kelebihan penelitian ini adalah metode gravimetri yang digunakan dalam penentuan kadar
saponin tidak membutuhkan zat pembanding sehingga lebih mudah untuk penetapan kadar.
Selain itu penulis juga menyajikan tabel untuk hasil penetapan kadar saponin sehingga
memudahkan untuk dibaca.
Kekurangan penelitian
Kekurangan penelitian ini adalah membutuhkan waktu yang cukup lama dari proses
pengolahan sampel hingga penetapan kadar.