Anda di halaman 1dari 8

Kartini Nursetya

A 241 14 005

Arifayo R. M.

A 241 14 062

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kalor didefinisikan sebagai suatu bentuk energi (panas) yang diterima oleh
suatu benda yang menyebabkan benda tersebut berubah suhu atau wujud dari suhu
tinggi ke suhu rendah. Kalor berbeda dengan suhu,sebab suhu merupakan ukuran
dalam satuan derajat panas sedangkan kalor adalah suatu kuantitas atau jumlah panas
baik yang diserap maupun yang diterima oleh suatu benda. Adapun kalor lebur es
adalah suatu kalor atau panas yang dibutuhkan oleh suatu benda agar benda tersebut
mengalami perubahan dari fase padat menjadi fase cair. Sesuai dengan prinsip hukum
azas black yaitu apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan
atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju
benda yang bersuhu rendah, aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangan
termal (suhu kedua benda sama). Alat yang biasa digunakan untuk mengukur kalor
adalah kalorimeter, lalu apa hubungannya dengan azas Black. Untuk lebih
memahami konsep dari hukum azas black, alat pengukur yang menggunakan azas
Black sebagai prinsip kerjanya, serta bagaimana penerapan azas black dalam
kehidupan sehari-hari maka akan dibahas pada makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan azas Black?
2. Apa itu kalorimeter dan korelasinya dengan azas Black?
3. Apa saja contoh penerapan azas Black dalam kehidupan sehari-hari?
1.3 Tujuan
1. Untuk memahami tentang azas Black
2. Untuk memahami tentang kalorimeter serta korelasinya dengan azas Black
3. Untuk mengetahui penerapan azas Black dalam kehidupan sehari-hari

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Azas Black
Asas Black adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dikemukakan oleh
Joseph Black. Asas ini menjabarkan:
1. Jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan, benda yang
panas member kalor pada benda yang dingin sehingga suhu akhirnya sama
2. Jumlah kalor yang diserap benda dingin sama dengan jumlah kalor yang
dilepas benda panas
3. Benda yang didinginkan melepas kalor yang sama besar dengan kalor yang
diserap bila dipanaskan
Bunyi Asas Black adalah sebagai berikut:
"Pada pencampuran dua zat, banyaknya kalor yang dilepas zat yang suhunya lebih
tinggi sama dengan banyaknya kalor yang diterima zat yang suhunya lebih rendah
Rumus Asas Black
Secara umum rumus Asas Black adalah
Qlepas = Qterima
Keterangan:
3

Qlepas adalah jumlah kalor yang dilepas oleh zat


Qterima adalah jumlah kalor yang diterima oleh zat

(M1 X C1) (T1-Ta) = (M2 X C2) (Ta-T2)


Keterangan :
M1 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
C1 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
T1 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih tinggi
Ta = Temperatur akhir pencampuran kedua benda
M2 = Massa benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
C2 = Kalor jenis benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
T2 = Temperatur benda yang mempunyai tingkat temperatur lebih rendah
Catatan : Pada pencampuran antara dua zat, sesungguhnya terdapat kalor yang hilang
ke lingkungan sekitar. Misalnya, wadah pencampuran akan menyerap kalor sebesar
hasil kali antara massa, kalor jenis dan kenaikan suhu wadah.

2.2 Pengertian Kalorimeter serta Korelasinya dengan Azas Black


Kalorimeter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur jumlah
kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia. Adapun kalor
merupakan energi yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu. Hukum pertama
termodinamika menghubungkan perubahan energi dalam suatu proses termodinamika
dengan jumlah kerja yang dilakukan pada sistem dan jumlah kalor yang dipindahkan
ke sistem. Pada kalorimeter terjadi perubahan energi dari energi listrik menjadi

energi kalor sesuai dengan hukum kekekalan energi yang menyatakan energi tidak
dapat diciptakan dan energi tidak dapat dimusnahkan.
1) Prinsip Kerja Kalorimeter
Prinsip kerja dari kalorimeter adalah mengalirkan arus listrik pada
kumparan kawat penghantar yang dimasukan ke dalam air suling. Pada waktu
bergerak dalam kawat penghantar (akibat perbedaan potenial) pembawa
muatan bertumbukan dengan atom logam dan kehilangan energi. Akibatnya
pembawa muatan bertumbukan dengan kecepatan konstan yang sebanding
dengan kuat medan listriknya. Tumbukan oleh pembawa muatan akan
menyebabkan logam yang dialiri arus listrik memperoleh energi yaitu energi
kalor / panas.
Diketahui bahwa semakin besar nilai tegangan listrik dan arus listrik
pada suatu bahan maka tara panas listrik yang dimiliki oleh bahan itu semakin
kecil. Kita dapat melihat seolah pengukuran dengan menggunakan arus kecil
menghasilkan nilai yang kecil. Hal ini merupakan suatu anggapan yang salah
karena dalam pengukuran pertama perubahan suhu yang digunakan sangatlah
kecil berbeda dengan data yang menggunakan arus besar. Tapi jika perubahan
suhu itu sama besarnya maka yang berarus kecil yang mempunyai tara panas
listrik yang besar.
2) Tipe Kalorimeter

Kalorimeter bom adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor
(nilai kalori) yang dibebaskan pada pembakaran sempurna (dalam O2

berlebih) suatu senyawa, bahan makanan, bahan bakar.


Kalorimeter makanan adalah alat untuk menentukan nilai kalor zat makanan

karbohidrat, protein, atau lemak.


Kalorimeter larutan adalah alat yang digunakan untuk mengukur jumlah kalor
yang terlibat pada reaksi kimia dalam sistem larutan. Pada dasarnya, kalor
yang dibebaskan/diserap menyebabkan perubahan suhu pada kalorimeter.
Pengukuran kalor jenis dengan kalorimeter didasarkan pada asas Black, yaitu

kalor yang diterima oleh calorimeter sama dengan kalor yang diberikan oleh zat yang
dicari kalor jenisnya. Hal ini mengandung pengertian jika dua benda yang berbeda
suhunya saling bersentuhan, maka akan menuju kesetimbangan termodinamika. Suhu
akhir kedua benda akan sama.
2.3 Penerapan Azas Black dalam kehidupan sehari-hari
1. Menentukan jumlah energi dalam bentuk perpindahan panas untuk menaikkan
temperatur pada derajat tertentu. Sehingga dapat memperkirakan waktu yang
diperlukan untuk pemanasan.
2. Dalam kehidupan sehari-hari dengan asas Black kita bisa menerapkannya
semisal minum teh panas. Karena panas lalu kita campurkan es, keduanya akan
bertinteraksi termal dan mencapai temperatur kesetimbangan baru. Yang mana
lebih rendah dari panas semula.
3. Penetapan untuk pemilihan bahan bangunan rumah, semisal lantai. Dari asas
Black, maka energi dalam bentuk perpindahan panas haruslah sama, hanya ada
konstanta panas jenis. Jika dipilih konstanta panas jenis, C, yang tinggi, maka
lantai tersebut akan terasa lebih hangat dibanding lantai dengan panas jenis
yang lebih rendah, yang mana akan terasa lebih dingin.
6

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Asas Black adalah suatu prinsip dalam termodinamika yang dikemukakan oleh
Joseph Black. Asas ini menjabarkan:
Jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan, benda yang
panas memberi kalor pada benda yang dingin sehingga suhu akhirnya sama
Jumlah kalor yang diserap benda dingin sama dengan jumlah kalor yang
dilepas benda panas
Benda yang didinginkan melepas kalor yang sama besar dengan kalor yang
diserap bila dipanaskan
2. Kalorimeter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur jumlah
kalor yang terlibat dalam suatu perubahan atau reaksi kimia. Pengukuran kalor

jenis dengan kalorimeter didasarkan pada asas Black, yaitu kalor yang diterima
oleh Kalorimeter sama dengan kalor yang diberikan oleh zat yang dicari kalor
jenisnya. Hal ini mengandung pengertian jika dua benda yang berbeda suhunya
saling bersentuhan, maka akan menuju kesetimbangan termodinamika. Suhu
akhir kedua benda akan sama.
3. Salah satu contoh penerapan azas Black dalam kehidupan sehari-hari yaitu
penetapan untuk pemilihan bahan bangunan rumah, semisal lantai. Dari asas
Black, maka energi dalam bentuk perpindahan panas haruslah sama, hanya ada
konstanta panas jenis. Jika dipilih konstanta panas jenis, C, yang tinggi, maka
lantai tersebut akan terasa lebih hangat dibanding lantai dengan panas jenis
yang lebih rendah, yang mana akan terasa lebih dingin.
DAFTAR PUSTAKA
Dyota Narotama. 2011. Fisika Dasar 1. https://www.academia.edu/9151991/
Fisika_dasar_1. Diakses tanggal 18 Februari 2016 Pukul 20:12.
Gabby Velly. 2012. Kalorimeter dan Korelasinya dengan Asas Black. https://
www.scribd.com/doc/111553010/Kalorimeter-Dan-Korelasinya-DenganAsas-Black. Diakses tanggal 20 Februari 2016 Pukul 08:15.
Yohanes Surya. 2009. Suhu dan Termodinamika. Tangerang : PT Kandel.