Anda di halaman 1dari 2
Bab 1 KONSEP DESAIN PESAN DAN KOMUNIKASI 1.1 PENGERTIAN DESAIN PESAN esain pesan adalah perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan (Grabowski dalam Seel dan Richey, 1994). Desain pesan merupakan bagian dari kawasan teknologi pendidikan 1994 yang masuk ke dalam kawasan desain. Kawasan desain mencakup: (1) desain sistem pembelajaran, (2) desain pesan, (3) strategi pembelajaran, dan (4) karakteristik pembelajar. Desain pesan terlebih pesan yang disampaikan adalah pesan pembelajaran harus dikemas dengan cara menarik dan mudah dipahami. Cara mengkemas pesan tentu merujuk pada definisi desain pesan pembelajaran. Fleming & Levie (1993) mengatakan bahwa desain pesan pembe- lajaran merupakan proses memanipulasi atau perencanaan memanipulasi susunan tanda dan simbol dalam rangka mempengaruhi kondisi-kondisi belajar. Pesan pembelajaran yang tidak didesain berdasarkan teori desain pesan cenderung akan sulit mempengaruhi proses belajar. Dalam proses pembelajaran, kadang ada peserta didik merasa bosan yang berujung pada kemandekan pengetahuan dan melemahnya motivasi belajar. Jika ditelusuri, bisa jadi disebab- kan karena penyajian pesan pembelajaran yang kurang memperhatikan tingkat perkembangan Kognitif peserta didik. Untuk itu, desain pesan pembelajaran akan berbeda-beda tergantung tingkat perkembangan kognitif pembelajar. Bila pesan yang disajikan untuk anak-anak, maka akan lebih baik disajikan secara konkret daripada abstrak. Begitu juga orang dewasa cenderung lebih suka bila pesan disajikan dengan teks daripada lebih banyak gambar. Untuk itu, penting pula diketahui tentang teori pemrosesan informasi, karena pesan merupakan bentuk informasi. Teori pemrosesan informasi menyatakan bahwa disampaikannya informasi dalam bentuk bahan tertulis, bunyi, visual, sentuhan, dan lain-lain kemudian diterima oleh reseptor. Reseptor Desain Pesan: Kajian Analitis Desain Visual (Teks dan Image) mengirimkan tanda-tanda dalam bentuk impuls-impuls elektrokimia ke otak. Dari selurub infor- masi yang masuk hanya sebagian kecil yang disimpan, sedangkan selebihnya hilang. Mengingat terbatasnya kapasitas memori manusia, Gagne (dalam Dahar, 1989) mengemukakan tiga bentuk Penyajian informasi yaitu: (1) proposisi, (2) produksi, dan (3) gambaran mental (iniage) 1. Proposisi Unit dasar informasi dalam sistem pemrosesan informasi manusia adalah proposisi (gagas- an). Suatu proposisi selalu terdiri atas dua unsur, yaitu suatu hubungan dan sekumpulan argumen. Suatu hubungan dalam proposisi dapat berupa kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan. Argumen merupakan topik-topik dari proposisi dapat berupa kata benda dan kata ganti. Kedua konsep hubungan dan argumen di atas dapat dicontohkan, yaitu proposisi “Budi Belajar”. Kata Budi merupakan topik (argumen) dan belajar adalah yang membatasi topik (hubungan). Kata belajar membatasi topik tentang Budi. Proposisi ini menekankan bahwa informasi tentang Budi hanya Budi belajar. Semua proposisi mempunyai kata kerja sebagai hubungan, sebab kata kerja inilah yang membatasi topik. R. Gagne (dalam Dahar, 1989) mengungkapkan bahwa fakta-fakta tidak seluruhnya disimpan dalam memori, Pesan yang disimpan adalah gagasan yang terdapat dalam teks. Proposisi digunakan untuk menyajikan pengetahuan deklaratif, sedangkan pengeta- huan prosedural disajikan oleh produksi. Pengetahuan deklaratif merupakan pengetahuan tentang “apa” sedangkan pengetahuan prosedural tentang “bagaimana”. Contoh pengeta- huan deklaratif, yaitu “desain pesan adalah perencanaan untuk merekayasa bentuk fisik dari pesan”. Contoh pengetahuan prosedural, yaitu langkah-langkah menghidupkan komputer: (1) aktifkan stavol, (2) tekan power pada CPU, dan (3) tekan power pada monitor. Kedua contoh di atas menunjukkan perbedaan antara pengetahuan deklaratif dengan pengetahuan prosedural. 2. Produksi Produksi diperlukan untuk menyajikan pengetahuan prosedural. Produksi-produksi meru- pakan aturan-aturan kondisi-aksi. Artinya, produksi-produksi memprogram terjadinya aksi- aksi tertentu pada kondisi-kondisi tertentu, Suatu produksi mempunyai dua anak kalimat, satu anak kalimat JIKA dan satu anak kalimat MAKA. Anak kalimat JIKA menentukan kon- disi-kondisi sedangkan anak kalimat MAKA memuat aksi-aksi. Contoh: Jika suatu benda berdimensi dua, mempunyai tiga sisi, dan bentuknya tertutup maka bentuk itu adalah segi tiga. 3, Gambaran Mental Menurut E. Gagne (dalam Dahar, 1989) gambaran mental merupakan penyajian-penyajian analog. Pada umumnya gambaran mental berarti suatu penyajian nonverbal dari svat objek konkret atau kejadian, misalnya suatu gambar. Gambaran mental dapat digunakan untuk menyajikan pengetahuan-pengetahuan abstrak. Penggunaan gambaran mental untuk menyajikan informasi baru, cenderung dapat menolong orang untuk mengingatnya