Anda di halaman 1dari 34

PRINSIP-PRINSIP

INVESTASI
Pengertian

Investasi
Tujuan Investasi
Dasar Keputusan Investasi
Proses Keputusan Investasi

VINSENSIA RETNO W. W, SE, MM


Fakultas Ekonomi
Universitas Semarang

PENGERTIAN INVESTASI
PERANAN PENTING DARI INVESTASI
Komponen pokok yang juga mempengaruhi
pada pola konsumsi seseorang (konsumen)
adalah Investasi.
Ada dua peran yang dibawa oleh investasi
dalam Makroekonomi yaitu :
a. Investasi merupakan komponen pengeluaran
atau belanja yang cukup besar dan berubahubah
b. Investasi akan menghimpun akumulasi modal
(setiap penambahan modal).
Kalangan pebisnis mengadakan dan melakukan
investasi dengan harapan akan mendatangkan
keuntungan yaitu peningkatan hasil penjualan
dan
tentunya dengan
mengharapkan
keuntungan.

Penjualan

Biaya

Kegiatan Investasi
akan memberikan
tambahan hasil dari
penjualan.
Dengan pengorbanan
ekonomi yang sekecilkecilnya dan
mengharapkan
keuntungan yang
sebesar-besarnya.
Bila gagal perusahaan
akan enggan untuk
berinvestasi lebih
lanjut

Biaya investasi bagi


suatu perusahaan
adalah sangat penting
dalam pengakuannya,
karena berhubungan
dengan aspek lainnya
seperti : pajak, bunga
bank.
Sehingga Perusahaan
dituntut untuk
seefisiem mungkin
dalam memanfaatkan
dana investasi ari para
investor.

Definisi Investasi

Investasi merupakan komitmen atas


sejumlah dana atau sumber daya
lain yang dilakukan saat ini dengan
tujuan agar dapat memperoleh
keuntungan di masa mendatang
atau bertujuan untuk meningkatkan
kesejahteraan investor
(kesejahteraan moneter) (Kasmir,
2001). Sedangkan menurut Sharpe,
Alexander, dan Bailey (1997),
investasi dalam arti luas adalah
mengorbankan dolar sekarang untuk
dolar pada masa depan, dengan dua
atribut berbeda yang melekat yaitu
risiko dan waktu.

Definisi Investasi
Investasi merupakan penanaman sejumlah dana
dalam bentuk uang ataupun barang yang
diharapkan akan memberikan hasil yang lebih
dikemudian hari.
Investasi merupakan komitmen atas sejumlah
dana/ sumber daya yang dilakukan saat ini dengan
tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa
depan (Tandelilin, 2001:3).
Definisi lain dikemukakan oleh Hartono (2000:5)
bahwa investasi adalah penundaan konsumsi
sekarang untuk digunakan di dalam produksi yang
efisien selama periode waktu yang tertentu.

Ada beberapa pengertian tentang Investasi, pada dasarnya investasi


merupakan pengeluaran perusahaan untuk menyelenggarakan
kegiatannya, yaitu untuk menghasilkan barang dan jasa.

Secara umum investasi dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :


Investasi Tetap Perusahaan
Perubahan pada Persediaan
Investasi fisik Bangunan

INVESTASI TETAP PERUSAHAAN

Investasi Tetap pada Perusahaan dapat berupa mesin, peralatan


pendukung produksi, bangunan kantor dan pabrik.
Investasi tetap pada perusahaan ini biasanya diwujudkan dalam bentuk
aktiva tetap yang bersifat jangka panjang.
Apabila dana yang dibutuhkan sangat besar maka management
perusahaan biasanya mempertimbangkan untuk menyewa aktiva tersebut,
misal :
- Menyewa gedung
- Menyewa kendaraan kantor atau dinas

PERUBAHAN PADA PERSEDIAAN

Pengertian Investasi juga berkaitan dengan perubahan persediaan yang dimiliki oleh
sebuah perusahaan.
Persediaan disini maksdnya adalah : Persediaan Bahan baku, Bahan setengah jadi
maupun barang jadi yang siap dijual.
Perusahaan akan memiliki persediaan yang disimpan untuk memenuhi permintaan
yang di prediksi akan meningkat dimasa yang akan datang.
Sehingga bila perusahaan sangat mengandalkan bahan baku utama pada
persediaan di pasar, sementara ketersediaan bahan baku itu memiliki ketidak
pastian, maka perusahaan akan mengalami kesulitan dalam memperkirakan biaya
produksi yang dibutuhkan.
Jumlah Persediaan perusahaan dipengaruh juga oleh faktor internal maupun faktor
eksternal.
Faktor internal dapat berupa kapasitas gudang penyimpanan, gudang pengawet dan
tenaga kerja khusus untuk mengawasi persediaan.
Faktor eksternal dapat berpa ketersediaan bahan baku di pasar, fluktuasi harga
bahan baku dan ketidakpastian terhadap musim tertentu ( bila produk pertanian)

INVESTASI FISIK BANGUNAN


Perumahan merupakan suatu aktiva atau harta yang umur ekonomisnya panjang.,
sehingga bentuk aktiva ini dapat digolongkan sebagai sebuah investasi.
Bila stok investasi perumahan memiliki kemiringan negatif, artinya semakin
rendah harga rumah maka makin besar kuantitas perumahan yang diminta.
Permintaan akan investasi perumahan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
a. Jumlah kekayaan yang dimiliki (uang)
b. Perubahan harga
c. Pengembalian rill neto ( tingkat nilai jual pada saat akan dijual atau pengaruh harga
pasar/market atau nilai jual yang diakibatkan mencicil ke Bank)

Macam-macam bentuk investasi

Investasi langsung (direct investment) adalah investasi


pada asset riil (Real Assets) misalnya : pembelian asset
produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan /
perkebunan, dan lain-lain.
Investasi tidak langsung (indirect investment) atau
investasi portofolio adalah investasi pada asset finansial
(financial assets):
Investasi di pasar uang : deposito, sertifikat BI.
Investasi di pasar modal : saham, obligasi, opsi,
warrant.
Investor memiliki berbagai alternatif pilihan yang dapat
digunakan untuk menginvestasikan modal yang mereka
miliki.

Pilihan aset untuk investasi dapat berupa:


a) Real aset merupakan income generating
aset seperti tanah, bangunan, pabrik, hak
cipta, merek dagang dan sebagainya.
b) Financial aset, yaitu selembar kertas yang
mempunyai nilai karena memberikan
klaim kepada pemiliknya atas penghasilan
atau aset yang dimiliki oleh pihak yang
menerbitkan aset finansial tersebut.
Misalnya: saham, obligasi, opsi, kontrak
futures dan sebagainya.

Investasi dalam aset keuangan dapat dilakukan


dalam 2 bentuk yaitu:
1. Investasi langsung dengan membeli aset keuangan yang
bisa diperdagangkan di pasar uang (money market),
pasar modal (capital market) maupun di pasar turunan
(derivative market).
2. Investasi tidak langsung. Investor melakukan jenis
investasi ini dengan pembelian surat berharga dari
perusahaan investasi.

Jenis perusahaan investasi yang dapat dipilih


adalah:
1. Close end investment companies adalah
perusahaan yang hanya menjual sahamnya pada
waktu emisi perdana (IPO) dan tidak
menawarkan tambahan lembar saham lagi.
2.Open end investment companies adalah
perusahaan yang masih menjual saham baru
kepada investor setelah emisi perdana (IPO).
Selain itu, investor juga dapat menjual kembali
sahamnya ke perusahaan yang bersangkutan.
Jenis perusahaan ini dikenal juga dengan istilah
perusahaan reksadana (mutual fund).

Umumnya investasi dibedakan menjadi


dua, yaitu:
1. Investasi pada aset-aset financial (financial
asset) yang dilakukan di pasar uang,
misalnya berupa sertifikat deposito,
commercial paper, surat berharga pasar
uang dan lainnya.
2. Investasi pada aset-aset riil (real assets)
yang berupa pembelian aset produktif,
pendirian pabrik, pembukaan
pertambangan, pembukaan perkebunan
dan lainnya.

TUJUAN
INVESTASI
INVESTOR MEMILIKI TUJUAN INVESTASI YANG
MUNGKIN BERBEDA SATU DENGAN YANG LAINNYA.
BEBERAPA ALASAN INVESTOR MELAKUKAN
INVESTASI BAIK PADA INVESTASI RIIL MAUPUN
INVESTASI KEUANGAN, YAITU:
- UNTUK MENDAPATKAN KEHIDUPAN YANG LEBIH
BAIK DI MASA DEPAN
- MEMPEROLEH IMBALAN YANG LEBIH BAIK ATAS
KEKAYAAN YANG DIMILIKI
- MENGURANGI TEKANAN INFLASI
- UNTUK MENGHINDARI PAJAK YANG PERLU
DIBAYARKAN

DASAR KEPUTUSAN INVESTASI


1. RETURN YAITU TINGKAT KEUNTUNGAN YANG DIPEROLEH DARI
INVESTASI. RETURN DAPAT BERUPA DUA MACAM YAITU PERTAMA,
RETURN YANG DIHARAPKAN (EXPECTED RETURN) ADALAH TINGKAT
RETURN YANG DIANTISIPASI INVESTOR DI MASA DEPAN. KEDUA,
RETURN REALIASI ATAU RETURN AKTUAL (REALIZED/ AKTUAL
RETURN) MERUPAKAN TINGKAT RETURN YANG DIDAPATKAN INVESTOR
DI MASA LALU.
SUMBER RETURN BERUPA:
>>YIELD (ALIRAN KAS/PENDAPATAN YG DITERIMA SECARA
PERIODIK).
CONTOH: APABILA BERINVESTASI DALAM OBLIGASI MAKA BESARNYA
YIELD DITUNJUKKAN DARI PEMBAYARAN BUNGA OBLIGASI, JIKA
MEMBELI SAHAM, YIELD DIPERLIHATKAN DARI BESARNYA DIVIDEN
YANG DAPAT DIPEROLEH.

>> Capital gain (loss): kenaikan (penurunan) harga sekuritas.


Penjumlahan dari kedua komponen di atas menunjukkan return total yang
dari suatu investasi.
Yield hanya akan berupa angka nol (0) dan positif (+) sedangkan capital
gain bisa berwujud angka nol (0), negatif (-) dan positif (+). Secara
matematis dapat dituliskan sebagai berikut:
Return total = yield + capital gain (loss)
2. Risiko. Ketika berinvestasi selain mengharapkan return tertentu investor juga
harus menanggung tingkat risiko. Dalam konteks manajemen investasi risiko
merupakan penyimpangan/ perbedaan antara return yang diharapkan dengan return
yang benar-benar diterima oleh investor (return aktual).
Sumber risiko:
- Risiko suku bunga.
Perubahan suku bunga akan memengaruhi harga saham secara terbalik, ceteris
paribus. Hal ini berarti jika suku bunga meningkat maka harga saham akan turun.
Contoh: apabila suku bunga naik maka return investasi yang terkait dengan suku
bunga seperti deposito juga akan naik. Situasi semacam ini dapat menarik minat
investor yang sebelumnya berinvestasi di saham untuk memindahkan dananya ke
dalam bentuk deposito.

- Risiko pasar.
Jenis risiko ini berupa fluktuasi yang ada di pasar dan dapat memengaruhi
variabilitas return suatu investasi. Fluktuasi ini umumnya diperlihatkan dari
perubahan indeks pasar saham secara keseluruhan. Beberapa faktor yang
mengakibatkan fluktuasi ini misalnya: krisis ekonomi, perubahan politik, dan lainlain.
- Risiko bisnis.
Risiko ini merupakan risiko dalam menjalankan bisnis yang terkait dengan
karakteristik tertentu dari suatu jenis industri.
- Risiko inflasi/ risiko daya beli.
Kenaikan inflasi secara umum akan mengurangi daya beli uang yang
dibelanjakan masyarakat. Oleh karena itu investor akan meminta tambahan
premium tertentu untuk mengkompensasi penurunan daya beli yang harus
ditanggungnya.
- Risiko finansial.
Risiko ini akan muncul pada saat perusahaan memutuskan untuk
menggunakan utang sebagai salah satu sumber pembiayaannya. Perusahaan
akan menanggung risiko finansial yang semakin besar apabila menggunakan
proporsi utang yang semakin besar pula.

- Risiko nilai tukar mata uang.


Setiap investor akan menghadapi jenis risiko ini, yaitu fluktuasi nilai
tukar mata uang domestik (negara asal perusahaan) dengan nilai mata
uang negara lain.
Dalam konsep investasi, secara umum risiko dapat
diklasifikasikan menjadi dua:
a) Risiko sistematis (systematic risk), merupakan risiko yang sifatnya
makro karena terkait dengan perubahan yang terjadi di pasar secara
keseluruhan dan dapat mengakibatkan variabilitas return investasi.
Risiko sistematis ini akan memengaruhi semua perusahaan yang ada
di pasar.
b) Risiko tidak sistematis (unsystematic risk), adalah risiko yang
terkait dengan perubahan kondisi mikro perusahaan tertentu sehingga
secara spesifik hanya akan memengaruhi return investasi dari
perusahaan tersebut.

PROSES KEPUTUSAN INVESTASI


a) Penentuan tujuan investasi. Tujuan investasi satu investor dengan investor lain
bisa berbeda-beda, tergantung dari karakteristik individunya.
b) Penentuan kebijakan investasi. Tahap ini meliputi keputusan alokasi aset yaitu
distribusi aset ke dalam berbagai kelas aset yang tersedia seperti saham, obligasi,
real estat dan lain-lain, batasan jumlah dana, dan pajak serta biaya pelaporan yang
harus ditanggung.
c) Pemilihan strategi portofolio. Pilihan strategi portofolio yang dapat dipakai
investor ada dua yaitu pertama, strategi portofolio aktif di mana investor
menggunakan berbagai informasi dan teknik peramalan yang ada untuk mencari
kombinasi portofolio yang terbaik. Kedua, yaitu strategi portofolio pasif di mana
investor melakukan investasi dengan membentuk portofolio yang menyerupai
kinerja indeks pasar. Di sini diasumsikan bahwa semua informasi yang tersedia
akan diserap pasar dan direfleksikan pada harga saham.

d) Pemilihan aset. Tujuannya adalah mencari kombinasi portofolio yang


efisien yaitu portofolio yang memberikan return yang diharapkan yang
tertinggi dengan tingkat risiko tertentu. Dalam tahap ini investor perlu
melakukan evaluasi setiap aset yang akan dimasukkan ke dalam
portofolio.
e) Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio. Tahap ini meliputi
pengukuran kinerja portofolio dan pembandingan (benchmarking) dengan
kinerja portofolio lain. Umumnya dilakukan terhadap indeks portofolio pasar
Kelima tahap keputusan investasi ini merupakan proses yang
berkesinambungan (on going process). Apabila sampai tahap pengukuran
dan evaluasi kinerja telah dilewati tetapi ternyata hasilnya kurang baik
maka proses keputusan investasi diulang lagi dari tahap pertama sampai
ditemukan satu keputusan investasi yang dianggap paling optimal.

Faktor Penentu Investasi

Dalam kenyataan sehari-hari ada beberapa faktor yang


mempengaruhi pengeluaran investasi baik itu faktor ekonomi
maupun faktor non ekonomi, termasuk stabilitas politik, figur
kepemimpinan negara (kepala negara beserta jajaran kabinetnya)
maupun kondisi sosial kemasyarakatan juga ikut menentukan
keputusan investor untuk melakukan investasi.
Sehingga investasi bisa dikatakan sangat sensitif terhadap
perubahan dan kondisi sosio ekonomi.

Secara ekonomi, investasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :


a. Tingkat bunga
b. Perkiraan kondisi dimasa yang akan datang
c. Inovasi teknologi
d. Tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.

Tingkat Bunga

Salah satu sumber dana yang digunakan oleh perusahaan untuk membiayai
pengeluaran investasinya adalah pinjaman kepada Bank ( Lembaga Keuangan).
Biaya atas pinjaman kepada Bank ini dinilai dan diukur dari besarnya suku bunga
yang harus dibayarkan olehperusahaan kepada Bank setiap bulannya (bisa satu
bulan, tiga bulan, enam bulan atau satu tahun tergantung perjanjian )
Tingkat bunga (%)

Kurva 5.2 Hubungan antara Investasi


dan suku bunga

r2

Tingi rendahnya suku bunga bank


disuatu negara merupakan
cerminan baiknya sistem
perbankan di negara yang
bersangkutan.

r1

Kurva investasi

I2

I1

Pada saat suku bunga sebesar r1,


maka konsumsi adalah I1,
kemudian pada saat suku bunga
naik (r2) maka pengeluaran untuk
investasi akan turun.

Dengan asumsi, makin rendah


suku bunga bank disuatu negara
maka dapat digambarkan bahwa
iklim investasi makin menarik.

Perkiraan kondisi dimasa yang akan datang

Perkiraan mengenai kondisi yang akan terjadi apda masa yang


akan datang sangat mempengaruhi keputusan seorang investor
untuk melakukan investasi. Ketidakpastian mengenai kondisi di
masa yang akan datang dapet menimbulkan risiko terhadap
investasi karena investasi memiliki gestation period atau
kesenjangan waktu dari sat menanamkan modal hingga
pengembalian modal tersebut.
Investor tidak akan menanamkan modalnya pada saat terjadi
kelesuan kegiatan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat.
Menanamkan modal pada kondisi seperti ini aka menimbulkan
ketidakpastian yang tinggi atas pengembalian modalnya.
Sehingga tidakadanya ketidakpastan ini, investor menjadi enggan
untuk menanamkan modalnya karena spekulasi dan perhitungan
mereka akan menderita kerugian yang besar karena tingkat
pengembalian (payback period) mungkin akan menjadi lama, dan
dana yang kembaliada kemungkinan tidak akan kembali semuanya.

Inovasi Teknologi

Dengan berkembangnya teknologi baru dan penggunaan aplikasinya merupakan


faktor terjadinya atau datangnya investasi, karena investor menganggap penemuan
teknologi dan terjadinya inovasi mampu meningkatkan produktivitas dan menghemat
biaya produksi. Sehingga tingkat efisiensi dengan penurunan biaya produksi maka
tingkat pengembalianinvestasi akan lebih mendekati harapan sesuai rencana
(budget).

Tingkat bunga (%)

A
8
6

C
Ekspektasi positif

B
I2
Ekspektasi negatif

300 600

Dari Kurva ini terlihat bahwwa perubahan suku bunga dan ekspektasi
Investor akan mengakibatkan perubahan pada rencana Investasi
Pada. Titik I1 menunjukkan bahwa pengeluaran investasi dipengaruhi
tingkat suku bunga , tanpa dipengaruhi oleh ekspektasi investor
terhadap keuntungan dimasa yang akan datang. Pada kondisi ini
dengan rendahnya suku bunga akan mendorong terjadinya investasi
Kurva I2 dan I3 menunjukkan dampak perubahan ekspektasi investor
Pada pengeluaran investasi.Apabila ekspektasi investor positif
terhadap laba dimasa yang akan datang, maka investor meningkatkan
Investasinya, tapi apabila ekspektasinya negatif, maka investor akan
Menurunkan investasinya.

I1
I3
Rencana investasi (milliar/tahun)

Tingkat kesejahteraan suatu masyarakat

Tingkat kesejahteraan masyarakat akan mempengaruhi besarnya


pengeluaran investasi. Semakin meningkat tingkat kesejahteraan,
maka semakin besar bagian dari kekayaannya yang digunakan
untuk investasi. Ada beberapa pilihan untuk ivestasi yang tersedia
yaitu investasi dalam bentuk perumahan, tanah, saham , tabungan
ataupun deposito.Masing-masing bentuk Investasi akan
memberikan tngkat pengembalian yang berbeda-beda tergantung
pada tingkat resikonya. Biasanya investasi yang memiliki resiko
lebih besar akan memberikan tingkat pengembalian yang tinggi.

Bila tingkat kesejahteraan masyarakat diukur dengan GNP, maka


kenaikan GNP akan diikuti dengna kenaikan investasi. Secara ratarata, pengeluaran investasi biasanya kurang dari 20% dari GNP.
Dibandingkan dengan pengeluaran konsumsi, pengeluaran
investasi biasanya lebih berfluktuasi.

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan Investasi:

1.Mengenali diri sendiri


Berapa banyak uang yang akan anda perlukan di masa depan? (perencanaan masa depan).
Jika anda tidak tahu tujuan financial anda sendiri, anda akan terus merasa kekurangan
karena anda tidak tahu seberapa banyak yang sebenarnya menurut anda cukup.
Jadi, pertama-tama anda perlu menentukan berapa banyak yang anda butuhkan untuk
membayar semua pengeluaran dalam hidup anda, dan untuk dapat pensiun dalam keadaan
yang relatif layak dan nyaman.

Seberapa besarkah tingkat risiko yang dapat anda terima?


Setiap reksa dana memiliki tingkat risiko yang berbeda yang telah dijelaskan pada topik
sebelumnya.Tapi saat anda melihat risiko, mungkin anda merasa anda adalah seorang yang
konservatif yang hanya bisa menerima risiko yang kecil. Sebenarnya anda mungkin bisa
saja menerima risiko yang lebih besar dari yang anda kira, hanya saja anda perlu
mengetahui bahaya yang menyertai risiko tersebut dan mempelajari strategi untuk
melindungi diri.

Berapa lama anda mau menunggu sebelum anda dapat mengambil profit? (jangka waktu)
Seperti telah dibahas pada topik sebelumnya mengenai jangka waktu anda dalam berinvestasi,
disini terdapat aturan bahwa semakin lama jangka waktu investasi anda, maka semakin besar
pula peluang investasi anda untuk menghasilkan profit. Jika dipaksa untuk memperoleh dalam
waktu singkat, maka kemungkinan besar anda akan gagal. Hal ini dikarenakan pasar tidak
dapat diprediksikan.

2.Mengenali komitmen anda


Penganggaran keuangan.
Membuat anggaran keuangan adalah cara yang paling realistik untuk memastikan bahwa
pengeluaran uang tersebut telah sesuai seperti yang direncanakan.

konsisten dan konsekuen


Dalam penganggaran keuangan bagian yang tersulit adalah konsisten dalam penerapannya.
Jangan pernah mencari masalah dengan berpikir bahwa pengeluaran bulan ini akan dapat
ditutupi dengan mengurangi pengeluaran bulan depan. Karena pada kenyataannya jarang
sekali kita dapat melakukan hal itu.
Lalu bagaimana agar kita konsisten? Cara paling efisien adalah dengan menetapkan tujuan
yang dapat memotivasi agar kita konsisten sehingga tujuan bisa tercapai.

3.Menetapkan Tujuan

Setiap perjalanan punya tujuan dan mungkin ada lebih dari satu tujuan ingin anda capai. Tetapi
karena berbagai kendala beberapa tujuan harus dipilih untuk diutamakan.
Setelah memilih tujuan mana dulu yang ingin dicapai, maka anda perlu memperhitungkan jumlah uang
untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga anda tahu berapa banyak uang yang anda butuhkan.

4.Disiplin
Disiplin bukan hal yang mudah dilakukan, tetapi coba anda pikir banyak orang yang disiplin
terkadang karena satu dan lain hal tidak dapat memenuhi tujuannya, dan akan lebih banyak orang
yang tidak disiplin yang tidak dapat memenuhi tujuannya.

Investasi bertujuan untuk memberikan kesempatan agar dana yang diinvestasikan berkembang ketika
digunakan sebagai dana investasi pada waktu yang akan datang. Jika demikian halnya, untuk apa
dana yang dimiliki sekarang? Bagaimana kalau nilai dana yang dipegang itu mengalami penurunan?
Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh investor.
Variabel lain yang juga harus diperhatikan investor dalam tahap ini yaitu periode investasi (time
horizon). Periode investasi yang ditetapkan investor menjadi patokan untuk menentukan instrumen
investasi yang akan diinvestasikan. Bila investor mempunyai periode investasi selama 5 tahun maka
investor bisa melakukan investasi ke instrumen investasi yang mempunyai periode 5 tahun seperti
obligasi 5 tahun dan saham.

Variabel lain yang juga harus diperhatikan investor dalam tahap ini yaitu periode
investasi (time horizon). Periode investasi yang ditetapkan investor menjadi patokan untuk
menentukan instrumen investasi yang akan diinvestasikan. Bila investor mempunyai
periode investasi selama 5 tahun maka investor bisa melakukan investasi ke instrumen
investasi yang mempunyai periode 5 tahun seperti obligasi 5 tahun dan saham.

Tahap yang dilakukan oleh investor adalah mengumpulkan informasi mengenai


seluruh instrumen investasi yang ada, dan bagaimana keinginan berbagai pihak terhadap
seluruh pasar investasi. Informasi yang dibutuhkan yaitu ekspektasi pasar atas instrumen
investasi. Bila ekspektasi pasar tersebut terlalu rendah atau terlalu tinggi dan tidak sesuai
dengan tujuan investor maka investor harus merevisi ulang tujuanya agar sesuai dengan
keadaan pasar. Bila ekspektasi pasar tidak sesuai maka investor akan menemukan siklus
investasi yang tidak sesuai.

merupakan tahap akhir dari proses portofolio yaitu melakukan perhitungan


atas portofolio yang dikelolanya. Selanjutnya, hasil pengelolaan portofolio
dalam bentuk tingkat pengembalian (return) dibandingkan dengan tingkat
pengembalian patokan (benchmark). Kepuasan manajer investasi akan
terjadi bila tingkat pengembalian portofolio lebih tinggi dari tingkat
pengembalian patokan. Ini juga menunjukkan keahlian manajer investasi
terlihat baik dari segi alokasi aset, pemilihan instrumen, dan kemampuan
market timing.

Bentuk-bentuk investasi
Dalam kehidupan sehari-hari ada beberapa bentuk investasi yang kita ketahui, di
antaranya yaitu :

.Investasi property
Investasi property ini dapat berupa penanaman sejumlah uang dalam bentuk property, hal
yang paling lazim biasa dilakukan adalah dalam bentuk emas, rumah ataupun tanah.

Investasi ekuitas
Investasi ekuitas ini umumnya berhubungan dengan pembelian dan menyimpan saham
stok pada suatu pasar modal oleh individu dan dana dalam mengantisipasi pendapatan
dari deviden dan keuntungan modal sebagaimana nilai saham meningkat. Hal tersebut
juga kadang kadang berkaitan dengan akuisisi saham (kepemilikan) dengan turut serta
dalam suatu perusahaan swasta (tidak tercatat di bursa) atau perusahaan baru ( suatu
perusahaan sedang dibuat atau baru dibuat). Ketika investasi dilakukan pada perusahaan
yang baru, hal itu disebut sebagai investasi modal ventura dan pada umumnya dimengerti
mempunyai risiko lebih besar dari pada investasi situasi-situasi dimana saham tercatat di
bursa dilakukan.

Resiko Investasi

Biasanya, ada 3 resiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka akan melakukan investasi,
yaitu :

Turunnya Nilai Investasi


Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah "Apakah uang saya akan
hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Karena tidak
ada orang yang mau kehilangan uangnya. Akan tetapi, setiap investasi pasti ada resikonya.
Perbedaannya hanya pada ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada
yang sedang, ada yang kecil.
Sekarang jika Anda berinvestasi, kita harus mempertimbangkan seberapa besar penurunan
nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 20 persen? 50
persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah
bahwa itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terusmenerus untung. Yang disebut dengan kerugian, sesekali memang harus kita alami. Karena
dengan adanya kerugian, itu adalah pengalaman yang membuat kita jadi lebih banyak belajar
dalam berinvestasi.

Sulitnya Produk Investasi itu Dijual


Resiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi
yang dibelinya itu mudah untuk dijual/diuangkan kembali. Beberapa orang mungkin senang
berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada
juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepatcepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik
dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila
suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau
menerima atau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang secara fisik robek, rusak
atau kumal.
Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah
barang-barang koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak mudah dijual kembali karena
pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang
spesifik, yaitu mereka yang hobi akan lukisan juga, tidak selalu mudah menjual lukisan.
Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan
bagi orang yang menjualnya.

Terima Kasih ...