Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL TUGAS AKHIR

DESAIN INDUCED DRAFT FANS PADA PULVERIZER COAL BOILER UNTUK


SISTEM PLTU KAPASITAS 200 MW

THE DESIGN OF INDUCED DRAFT FANS FOR PULVERIZER COAL BOILER WITH
CAPACITY 200 MW

Proposal ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat menyelesaikan pendidikan
DIPLOMA IV PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
di DEPARTEMEN TEKNIK KONVERSI ENERGI

ADITIA KURNIAWAN
121724002

TEKNOLOGI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK


TEKNIK KONVERSI ENERGI
2016

ii
LEMBAR PENGESAHAN

DESAIN INDUCED DRAFT FANS PADA PULVERIZER COAL BOILER


UNTUK SISTEM PLTU KAPASITAS 200 MW

THE DESIGN OF INDUCED DRAFT FANS FOR PULVERIZER COAL BOILER WITH
CAPACITY 200 MW

Diajukan oleh:
Aditia Kurniawan
121724002

Telah disetujui oleh:

Pembimbing 1,

Dr. Hartono Budi S, MT.


NIP. 19661107 199512 1 002Tanggal: 3 Februari 2016

Pembimbing 2,

Drs. Maridjo, MT.


NIP. 19580219 198603 1 003Tanggal: 3 Februari 2016

iii
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................................................ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 1
I.1 Latar belakang .................................................................................................................. 1
I.2 Tujuan ............................................................................................................................... 2
I.3 Rumusan Masalah............................................................................................................. 2
I.4 Batasan Masalah ............................................................................................................... 2
I.5 Metodologi........................................................................................................................ 3
I.6 Sistematika Penulisan ....................................................................................................... 3
BAB II DASAR TEORI ............................................................................................................ 5
II.1 Sistem PLTU ................................................................................................................... 5
II.2 Fans ................................................................................................................................. 7
II.2.1 Centrifugal Fans ...................................................................................................... 7
II.2.2 Axial Fans ................................................................................................................ 9
II.3 Induced Draft Fans ....................................................................................................... 12
II.3 Perancangan Induced Draft Fans .................................................................................. 13
II.3.1 Penentuan Laju Massa Gas Buang ......................................................................... 13
II.3.2 Penentuan Volume Gas Buang ............................................................................... 14
II.3.3 Penentuan Kebutuhan Tekanan Statis .................................................................... 14
II.3.3 Penentuan Kebutuhan Daya Fans ........................................................................... 15
II.3.4 Penentuan Kebutuhan Daya Motor ........................................................................ 15
BAB III PERANCANGAN INDUCED DRAFT FANS .......................................................... 16
III.1 Tahapan Perancangan Induced Draft Fans .................................................................. 16
III.2 Metode Analisis Desain Induced Draft Fans............................................................... 17
III.3 Rencana Anggaran Biaya ............................................................................................. 17
III.4 Rencana pengerjaan Skripsi ......................................................................................... 18
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................ v

iv
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Komponen Utama pada PLTU .......................................................................... 5
Gambar 2.2 Diagram T-s siklus rankine ............................................................................... 6
Gambar 2.3 Aliran Udara Centifugal Fans Jenis Backward-Inclined Fans .......................... 8
Gambar 2.4 Aliran Udara Centifugal Fans Jenis Radial-Tip ................................................ 9
Gambar 2.5 Centifugal Fans Jenis Forward-Curved ............................................................ 9
Gambar 2.6 Axial Fan Jenis Propeller ................................................................................ 10
Gambar 2.7 Axial Fan Jenis Tube Axial ............................................................................. 11

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar belakang
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan
masyarakat akan energi listrik menjadi sangat besar. Untuk memenuhi kebutuhan
energi listrik di Indonesia, pemerintah melalui badan usaha milik negara (BUMN)
yakni PT PLN telah mengeluarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik
(RUPTL) untuk periode tahun 2015-2024. Dalam RUPTL tersebut disebutkan
bahwa tahun 2015-2019, PT PLN bersama dengan Independent Power Produsen
(IPP) dalam hal ini adalah pihak swasta akan membangun beberapa pembangkit
tenaga listrik yang terdiri atas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Air
(PLTA), Geothermal (PLTP) serta Gas dan Uap (PLTGU) dengan kapasitas
terpasang sebesar 35.000 MW. Dari total 35.000 MW tersebut, sebagian besar akan
disuplai oleh PLTU.
PLTU merupakan pembangkit tenaga listrik yang paling komplek diantara jenis
pembangkit lainnya. PLTU terdiri atas komponen utama dan komponen Balance of
Plant (BOP) yang saling terintegrasi satu dengan yang lainnya. Komponen utama
PLTU terdiri atas boiler, turbin, generator, kondensor, dan pompa. Sedangkan
komponen BOP terdiri atas peralatan bantu seperti Coal Handling, Water
Treatment, Start Up Boiler, sistem pendinginan, sistem pelumasan dan perlatan
pembantu komponen utama. Tanpa adanya dukungan dari komponen pembantu,
suatu PLTU tidak akan mampu bekerja dengan baik.
Salah satu komponen auxiliary dari boiler yang memiliki fungsi yang sangat
penting pada suatu PLTU adalah Induced Draft Fans (ID Fan). Induced Draft Fan
adalah kipas yang digunakan untuk mengalirkan gas buang hasil pembakaran di
ruang bakar boiler menuju chimney. Induced Draf Fan bekerja untuk
mempertahankan tekanan pada furnace boiler dibawah tekanan atmosfer dengan
cara menghisap flue-gas dan mengalirkannya untuk dibuang ke atmosfer melalui
chimney sehingga sirkulasi udara pembakaran pada boiler tetap seimbang.
Besarnya tekanan dan volume flue-gas yang dihisap oleh ID Fan diatur oleh
besarnya sudut dari blade pitch ID fan. Semakin besar bukaan sudut dari blade pitch
maka tekanan yang dihisap akan semakin besar. Selain itu, besarnya tekanan dan

laju alir massa flue-gas juga bisa diatur melalui pengaturan putaran ID fan tersebut
menggunakan damper dan VFD.
Dengan pentingnya peran ID fan dalam sistem PLTU, maka pada skripsi kali ini
penulis akan merancang ID fan untuk PLTU dengan kapasitas 200 MW.

I.2 Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai skripsi ini adalah:
1. Mengetahui cara kerja induced draft fan pada PLTU.
2. Mendesain induced draft fan untuk PLTU dengan kapasitas 200 MW.
3. Mengetahui performa induced draft fan yang digunakan untuk sistem PLTU
dengan kapasitas 200 MW.

I.3 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah pada skripsi ini adalah:
1. Penentuan kesetimbangan massa gas buang untuk induced draft fan pada
PLTU dengan kapasitas 200 MW.
2. Penentuan spesifikasi dari fan dan motor yang digunakan untuk induced
draft fan pada PLTU dengan kapasitas 200 MW.
3. Analisis pengaruh pembeban terhadap kinerja induced draft fan untuk
PLTU dengan kapasitas 200 MW.

I.4 Batasan Masalah


1. Perencanaan perhitungan mencakup balance massa flue-gas, spesifikasi
fan, dimensi fan, pemilihan bahan fan serta gambar teknik desain induced
draft fan menggunakan standar yang ada.
2. Perancangan ini tidak meliputi instalasi ducts untuk flue-gas yang dialirkan
oleh induced draft fan, sistem pendinginan dan sistem pengaturan laju
massa flue-gas serta analisis aliran fluida yang dihisap oleh induced draft
fan.
3. Perencanaan perhitungan ini hanya mencakup pemilihan spesifikasi motor
penggerak fan, tidak membahas sistem kelistrikan, sistem kendali dan
sistem proteksi untuk motor penggerak.

I.5 Metodologi
1. Studi Pustaka
Metode ini merupakan suatu metode dimana buku-buku dan internet
dijadikan sumber penunjang pembuatan skripsi, serta berbagai referensi dari
skripsi / TA tahun-tahun sebelumnya.
2. Diskusi
Metode diskusi dilakukan dengan cara tanya jawab dengan pembimbing dan
staf pengajar lainnya yang mengerti dan kompeten dibidang yang dipilih
sebagai tema skripsi.
3. Perancangan Desain Sistem PLTU
Metode ini dilakukan dengan merancang sistem PLTU kapasitas 200 MW
menggunakan software. Dimana di dalam software tersebut, dapat dilakukan
simulasi dan diketahui laju massa gas buang yang akan menjadi referensi dalam
mendesain induced draft fans.
4. Perancangan Desain Induced Draft Fans
Proses perancangan induced draft fans dilakukan dengan menganalisis laju
massa gas buang hasil simulasi sistem PLTU pada software. Kemudian
melakukan perhitungan untuk menentukan spesifikasi induced draft fan
berdasarkan buku refesensi.
5. Pembuatan Laporan
Pembuatan laporan merupakan hasil dari perancangan desain induced draft
fans untuk sistem PLTU 200 MW.

I.6 Sistematika Penulisan

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi tentang latar belakang, tujuan skripsi, rumusan masalah,
batasan masalah, metode yang digunakan dalam penulisan skripsi dan
sistematika penulisan skripsi.

BAB II DASAR TEORI


Pada bab ini berisi tentang dasar-dasar teori yang berkaitan dengan tema
yang diambil oleh penulis yaitu perancangan induced draft fans, sehingga

dengan bantuan referensi tersebut penulis mampu merancang sebuah induced


draft fans untuk PLTU kapasitas 200 MW.

BAB III PERANCANGAN INDUCED DRAFT FANS


Pada bab ini berisi tentang tahapan-tahapan perancangan dari induced draft
fan. Tahapan-tahapan dimulai dari menghitung laju massa gas buang secara
stokiometrik dan termodinamika, kemudian memverifikasi dengan data hasil
simulasi menggunakan software. Selanjutnya memilih spesifikasi fans dan
motor yang cocok untuk induced draft fans tersebut.

BAB IV ANALISIS PERANCANGAN


Bab ini berisi tentang analisis-analisis dari perhitungan laju massa gas
buang yang dialirkan oleh induced draft fans. Selain itu pada bab ini juga
akan dibahas mengenai pengaruh pembebanan terhadap kinerja induced draft
fans.

BAB V PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil perancangan induced draft fans
untuk sistem PLTU kapasitas 200 MW, serta spesifikasi fans dan motor yang
cocok.

BAB II
DASAR TEORI
II.1 Sistem PLTU
Pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU merupakan jenis pembangkit tenaga
listrik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Pembangkit jenis ini umumnya
digunakan untuk menopang beban-beban dasar (base load) pada jaringan
interkoneksi. PLTU terdiri atas 5 komponen utama yakni boiler, turbin, kondensor,
pompa dan generator.

Gambar 2.1 Komponen Utama pada PLTU


Sumber: Cengel. A Yunus. 2006. THERMODYNAMICS: An Engineering
Approach, Fifth Edition. McGraw-Hill: New York
PLTU membangkitkan listrik dengan cara menerapkan siklus rankine yakni
siklus termodinamika yang mengubah panas menjadi kerja. Pada prosesnya,
pemanasan air umpan hingga menjadi uap bertekanan tinggi dilakukan di boiler.
Kemudian uap tersebut dialirkan menuju turbin untuk menggerakkan turbin yang
telah dikopel dengan generator sehingga dihasilkan listrik. Selanjutnya uap yang
telah digunakan untuk memutar turbin tersebut dikondensasikan lagi di kondensor
hingga menjadi air kondensat. Pada siklus tertutup, air kondensat ini digunakan
kembali sebagai air umpan boiler menggunakan pompa.
Berikut ini cara kerja siklus rankine menggunakan diagram T-s:

Proses 1-2, fluida dalam bentuk cair (air umpan) dipompakan dari tekanan
rendah ke tekanan tinggi. Proses ini memerlukan sedikit input energi.

Proses 2-3, Fluida cair bertekanan tinggi masuk boiler masuk dimana fluida
dipanaskan hingga menjadi uap pada tekanan konstan menjadi uap jenuh.

Proses 3-4, Uap jenuh bergerak menuju turbin, menghasilkan energi listrik.
Hal ini mengurangi temperatur dan tekanan uap, dan mungkin sedikit
kondensasi juga terjadi.

Proses 4-1, Uap basah memasuki kondensor dimana uap diembunkan dalam
tekanan dan temperatur tetap hingga menjadi cairan jenuh.

Gambar 2.2 Diagram T-s siklus rankine


Sumber: Cengel. A Yunus. 2006. THERMODYNAMICS: An Engineering
Approach, Fifth Edition. McGraw-Hill: New York
Dalam siklus rankine ideal, pompa dan turbin adalah isentropik, yang berarti
pompa dan turbin tidak menghasilkan entropi dan memaksimalkan output kerja.
Dalam siklus rankine yang sebenarnya, kompresi oleh pompa dan ekspansi dalam
turbin tidak isentropik. Dengan kata lain, proses ini tidak bolak-balik dan entropi
meningkat selama proses. Hal ini meningkatkan tenaga yang dibutuhkan oleh
pompa dan mengurangi energi yang dihasilkan oleh turbin. Secara khusus, efisiensi
turbin akan dibatasi oleh terbentuknya titik-titik air selama ekspansi ke turbin akibat
kondensasi. Titik-titik air ini menyerang turbin, menyebabkan erosi dan korossi,
mengurangi usia turbin dan efisiensi turbin. Cara termudah dalam menangani hal
ini adalah dengan memanaskannya pada temperatur yang sangat tinggi.

II.2 Fans
Fans atau yang dikenal sebagai kipas merupakan peralatan yang sangat penting
keberadaannya bagi sebuah pembangkit tenaga listrik. Dalam suatu pembangkit
tenaga listrik, khususnya PLTU, Fans memiliki fungsi sebagai penyedia udara
untuk proses pembakaran, udara untuk membuat batu bara melayang diruang bakar
dan mengalirkan gas buang menuju chimney untuk menjaga keseimbangan udara
pembakaran pada boiler.
Dalam mengalirkan udara atau gas, fans membutuhkan penggerak mula yang
berasal dari motor induksi ataupun rotating shaft lainnya yang dikopel
menggunakan belt maupun secara langsung pada satu poros. Ketika berputar, fan
akan membangkitkan tekanan untuk melawan suatu resistance (hambatan) yang
disebabkan oleh duct (saluran udara), dampers dan komponen lainnya pada sistem
fan tersebut sehingga dapat mengalirkan udara. Besarnya laju massa udara yang
dialirkan sangat dipengaruhi oleh jenis fan, kapasitas mesin induksi yang digunakan
dan fans blade.
Fans yang digunakan untuk sistem aliran udara pada pembangkit didominasi
oleh fans jenis centrifugal dan axial. Kedua jenis fan ini memiliki kapasitas,
tekanan, pengaturan sudu, tingkat ketahanan dan korosi yang berbeda.

II.2.1 Centrifugal Fans


Centrifugal fan mengalirkan udara dan gas secara tegak lurus dengan poros
kipasnya. Centrifugal fan bekerja dengan cara meningkatkan kecepatan udara
menggunakan putaran impeller, peningkatan kecepatan ini berlangsung hingga
udara tersebut menyentuh ujung blade pada fans. Kemudian setelah menyentuh
ujung blade, kecepatan udara tersebut dikonversi menjadi tekanan.
Untuk keperluan industri yang menginginkan fans yang mampu menghasilkan
tekanan dan laju massa udara yang tinggi, centrifugal fans merupakan pilihan
yang baik. Selain itu centrifugal fans juga mampu bekerja dengan udara yang
memiliki temperatur yang tinggi, udara kotor dan kandungan air yang tinggi serta
mudah dalam penanganan pada materialnya. Jenis centrifugal fans yang paling
umum digunakan untuk aplikasi induced draft fans adalah:
1. Radial-Tip

Radial-tip fans digunakan pada industri karena memiliki tekanan statik yang
tinggi (up to 1400 mmWC) dan bekerja blade tip speed pada tingkat medium.
Radial fans mampu bekerja pada udara dengan tingkat kontaminan yang tinggi.
Selain itu fan jenis ini juga dapat bekerja dengan baik pada kondisi udara
dengan temperature yang tinggi.
2. Forward-Curved
Sesuai dengan namanya, Forward-curved fan akan mengalirkan udara
sesuai dengan arah putarannya. Fans jenis ini digunakan pada lingkungan yang
bersih dan bekerja pada temperature yang lebih rendah. Fans ini bekerja
dengan baik pada industri yang membutuhkan tip speed yang rendah namun
memiliki kerja alju udara yang tinggi. Namun fans jenis ini memiliki efisiensi
yang rendah, selain itu pemilihan driver harus dilakukan dengan hati-hati untuk
menghindari beban lebih (overload) pada motor.
3. Backward-Inclined
Backward-inclined fans lebih efisien dibandingkan dengan forward-curved
fans. Fans jenis ini jugadikenal sebagai non-overloading fans karena bisa
beroperasi dengan baik pada saat perubahan tekanan statik tanpa menyebabkan
beban lebih (overload) pada motor. Fans dapat bekerja dengan baik dalam
mengatasi laju udara yang berubah-ubah, oleh karenanya fans jenis ini sangat
cocok untuk keperluan forced draft service pada PLTU.

Gambar 2.3 Aliran Udara Centifugal Fans Jenis Backward-Inclined Fans


Sumber: Bleier, P Frank. 1998. Fan Handbook: Selection, Application and
Design. McGraw-Hill: New York.

Gambar 2.4 Aliran Udara Centifugal Fans Jenis Radial-Tip


Sumber: Bleier, P Frank. 1998. Fan Handbook: Selection, Application and
Design. McGraw-Hill: New York.

Gambar 2.5 Centifugal Fans Jenis Forward-Curved


Sumber: Bleier, P Frank. 1998. Fan Handbook: Selection, Application and
Design. McGraw-Hill: New York.
II.2.2 Axial Fans
Axial fans memiliki aliran udara dan gas yang paralel dengan poros kipasnya.
Axial fans banyak digunakan pada industri pesawat terbang, karena mampu
menghasilkan aerodinamika udara yang baik. Selain itu axial fans memiliki
kelebihan pada konstruksinya yang compact sehingga tidak memerlukan area
yang luas, memiliki berat yang ringan serta bila ditinjau dari segi ekonomi lebih

10

murah dibandingkan dengan centrifugal fan. Axial fan dikelompokkan dalam 3


jenis yakni:
1. Propeller
Propeller fans bekerja pada putaran rendah dan temperature yang sedang.
Propeller fans mampu mengatasi perubahan laju udara yang besar dengan
perubahan tekanan statik yang kecil serta dapat mengatasi besarnya volume
udara pada tekanan yang rendah. Fans jenis ini banyak digunakan di dalam
ruangan sebagai exhaust fans dan di luar ruangan untuk aplikasi udara
pendingin kondensor. Namun fans jenis ini memiliki kekurangan pada
efisiensinya yang rendah yakni berkisar 50% atau kurang.

Gambar 2.6 Axial Fan Jenis Propeller


Sumber: Bleier, P Frank. 1998. Fan Handbook: Selection, Application and
Design. McGraw-Hill: New York.
2. Tube Axial
Tube axial fans memiliki wheel impeller dan cylindrical housing. Wheel
berputar lebih cepat dari propeller, sehingga mampu bekerja di bawah tekanan
250-400 mmWC. Fans ini juga memiliki efisiensi yang lebih baik dari
propeller yakni 65% dan banyak digunakan sebagai exhaust fans.

3. Vane Axial
Vane axial fans hampir sama dengan dengan tube axial fans, perbedaannya
terletak pada adanya penambahan guide vane yang dapat meningkatkan
efisiensi fan secara mengatur dan memperbesar laju massa udara. Hasilnya

11

vane axial memiliki tekanan statik yang lebih tinggi dengan tidak tergantung
dengan tekanan statis pada saluran. Sebagian besar fans ini digunakan untuk
tekanan diatas 500 mmWC. Fans jenis ini merupakan fan yang paling efisien
diantara jenis-jenis fans lain dan mampu diaplikasikan untuk berbagai
kebutuhan.

Gambar 2.7 Axial Fans Jenis Tube Axial


Sumber: Bleier, P Frank. 1998. Fan Handbook: Selection, Application and
Design. McGraw-Hill: New York.

Gambar 2.8 Axial Fan Jenis Vane Axial


Sumber: Bleier, P Frank. 1998. Fan Handbook: Selection, Application and
Design. McGraw-Hill: New York.

12

II.3 Induced Draft Fans


Induced draft fans memegang peranan yang sangat penting bagi sebuah PLTU.
ID fans berfungsi untuk mengalirkan gas buang hasil pembakaran bahan bakar
untuk dibuang ke atmosfer agar keseimbangan udara pembakaran di furnace tetap
terjaga. ID fans beroperasi dengan menghasilkan udara dengan tekanan dibawah
tekanan atmosfer sehingga dapat gas buang ke atmosfer melalui chimney.
Pada kebanyakan instalasi, keandalan yang lebih besar diperoleh dengan cara
membagi kapasitas total kapasitas total fans antara dua fans yang beroperasi secara
paralel. Jika satu fans rusak, maka fans yang lainnya hanya dapat membawa 60%
atau lebih dari beban penuh boiler, tergantung dari ukuran fans tersebut. Alternatif
lainnya dapat pula dilakukan dengan menyediakan satu fans sebagai redundant,
namun hal ini harus ditinjau terlebih dahulu secara ekonomi.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan induced draft fans adalah
sebagai berikut:
1. Efisiensi yang tinggi
2. Konstruksi dan keandalan
3. Sistem proteksi
4. Kestabilan
5. Material handling
6. Sistem pendingin
Selain keenam hal tersebut, dalam pemilihan fans hal yang harus diperhatikan
pula adalah margin fans atau safety factor. Perhitungan margin fans merupakan
aspek yang paling critical dalam menentukan ukuran fans yang benar. Margin yang
dimaksudkan mengenai beberapa aspek yakni volume, tekanan kerja, temperatur
ambient dan temperatur kerja termasuk juga kondisi pada saat boiler maximum
continuous rating (MCR).
Regulasi mengenai safety margin untuk fans secara terus-menerus diperbaharui
dan didesain kembali oleh para engineers untuk menghindari kesalahan dalam
penentuan nilai margin agar tidak terlalu besar, karena dapat meningkatkan biaya
investasi dan akan meningkatkan penggunaan energi. Umumnya pelaku industri
manufaktur fans telah menyepakati nilai safety margin untuk draft fans pada boiler

13

jenis coal fire yakni sebagai berikut (Boiler and Burners Design, Prabir Basu,
2000):

10% untuk volume

10% untuk daya poros

20% untuk tekanan kerja

20% untuk temperatur

II.3 Perancangan Induced Draft Fans


Perancangan ini terdiri atas basic dan detail desain. Basic desain yang dimaksud
terdiri atas penentuan kapasitas fans sesuai dengan kebutuhan gas buang, sedangkan
detail desain terdiri atas dimensi, pemilihan bahan dan gambar teknik dari
rancangan fans. Berikut ini tahapan perancangan induced draft fans:
II.3.1 Penentuan Laju Massa Gas Buang
Gas asap merupakan produk hasil dari pembakaran bahan bakar dengan udara.
Berdasarkan reaksi pembakaran, komposisi dari gas asap yang dihasilkan dalam
setiap 1 kg bahan bakar yang di bakar dapat dihitung dengan persamaan sebagai
berikut (Djokosetyardjo, 2006):

Gas CO2

CO2 = 3,67 C [ ] ............................................................................. (1)

dimana,
C: % volume karbon dalam bahan bakar

Gas SO2

SO2 = 2 S [ ] .................................................................................. (2)

dimana,
S : % volume sulfur dalam bahan bakar

Gas H2O

H2 O = 9 (H) + H2 O [ ] ..................................................................... (3)

dimana,
H: % volume hidrogen dalam bahan bakar
H2O: % volume air dalam bahan bakar

14

Gas N2

N2 = 77% udara pembakaran + N [ ] ....................................... (4)

Kebutuhan udara =

(2,67 C+8H+SO)
0,23

....................................................... (5)

Udara pembakaran = kebutuhan udara (1 + excess air) ................ (6)


dimana,
N: % volume nitrogen dalam bahan bakar

Gas O2
O2 = 0,23 kebutuhan udara excess air .......................................... (7)

Abu
Abu = % abu dalam bahan bakar .......................................................... (8)

Total gas buang (Gptot) yang dihasilkan pada proses pembakaran secara teoritis
dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:
Kg

Gp.tot = CO2 + SO2 + H2 O + N2 + O2 + Abu [Kgud] .................................. (9)


bb

Laju massa gas buang dapat diketahui melalui persamaan berikut:


Kg

mgas buang = mbb Gptot [ s ] .................................................................... (10)


Laju massa bahan bakar (mbb) didapatkan menggunakan persamaan berikut:
mbb =

Quap
boiler LHVbb

Kg

[ ] .............................................................................. (11)
s

II.3.2 Penentuan Volume Gas Buang


Volume gas buang dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:
Vgas buang = Margin

mgas buang m3
gas buang

] ........................................................ (12)

dimana,
gas buang: massa jenis gas buang [

m3

Margin: 1,1
II.3.3 Penentuan Kebutuhan Tekanan Statis
Total tekanan statis yang dibutuhkan oleh sistem draft pembangkit dalam
mengalirkan gas buang dapat dihitung dengan cara berikut (Black and veatch,
Power Plant Engineering, hal 306):
Furnace

mmWG

15

Economizer

mmWG

Duct to AH

mmWG

AH Primary

mmWG

AH Secundary

mmWG

Duct to ESP

mmWG

ESP

mmWG

Duct to Stack

mmWG

Stack

mmWG

Total tekanan Statis

mmWG

Maka total tekanan statis P yang diperlukan adalah


P = total tekanan statis [mmWG]............................. (13)
dimana safety factor untuk tekanan statis pada perancangan ini didesain 1,2.
II.3.3 Penentuan Kebutuhan Daya Fans
Kebutuhan daya fans dihitung menggunakan persamaan berikut:
Pfans = safety factor

Vgas buang P
fans 102

[kW] .................................................. (14)

dimana,
fans : Efisiensi fans
Safety factor : 1,2
II.3.4 Penentuan Kebutuhan Daya Motor
Kebutuhan daya motor dihitung menggunakan persamaan berikut:
Pfans

Pmotor =

motor

[kW] ................................................................................... (15)

16

BAB III
PERANCANGAN INDUCED DRAFT FANS
III.1 Tahapan Perancangan Induced Draft Fans
Mulai

Studi Pustaka:
1. Referensi
2. Studi Lapangan

Pemodelan
PLTU

Desain:
Menghitung Laju Massa Gas
Buang
Menghitung Volume Gas Buang
Menghitung Tekanan Statis Gas
Buang
Menghitung Daya Fans
Menghitung Daya Motor
Menghitung Dimensi Fans

Analisis Desain Fans:


Performa
Operasi

Sesuai
Rencana

Ya

Gambar Desain

Selesai

Tidak

17

III.2 Metode Analisis Desain Induced Draft Fans


Salah satu cara untuk menganalisis suatu desain adalah dengan menganalisis
kinerja dari desain tersebut. Kinerja fans dapat dilihat dari grafik hubungan
pembebanan terhadap laju massa gas buang, laju massa gas buang terhadap daya
fans, laju massa gas buang terhadap daya motor, pembebanan terhadap daya fans
dan pembebanan terhadap daya motor.
Analisis desain induced draft fan ini dilakukan dengan cara menyimulasikan
sistem PLTU dengan pembebanan yang berbeda, sehingga diketahui laju massa gas
buang, daya fans dan daya motor untuk setiap perubahan beban, kemudian data
hasil simulasi ini digunakan untuk membuat grafik performa induced draft fans
yang didesain.
Selain itu, analisis desain ini juga dapat dilakukan dengan mengamati kinerja
gaas buang pada saat operasi yakni ketika bahan bakar yang digunakan berbeda dari
batu bara yang digunakan pada saat desain.

III.3 Rencana Anggaran Biaya


A. Proposal
Print

Rp 20.000,-

Jilid

Rp

2.500,-

B. Penelitian
Pengiriman Surat Pengantar

Rp 25.000,-

Amplop Map

Rp

Biaya Transportasi

Rp 400.000,-

2.500,-

C. Penyusunan Laporan Tugas Akhir


Print Laporan Tugas Akhir

Rp 200.000,-

Hard Cover

Rp 100.000,-

Jumlah Anggaran

Rp 750.000,-

18

III.4 Rencana pengerjaan Skripsi

DAFTAR PUSTAKA
1. Basur, Prabi. 2000. Boiler and Burners Design and Theory. Springer Spancer:
Amerika Serikat.
2. Black and Veatch. 1996. Power Plant Engineering, 1st Edition. Springer
Spancer: Amerika Serikat.
3. Bleier, P Frank. 1998. Fan Handbook: Selection, Application and Design.
McGraw- Hill: New York.
4. Cengel. A Yunus. 2006. THERMODYNAMICS: An Engineering Approach,
Fifth Edition. McGraw-Hill: New York

Anda mungkin juga menyukai