Anda di halaman 1dari 39

Hubungan Kadar Karboksihemoglobin (COHb)

dalam darah dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja


Bengkel Kendaraan Bermotor di Kota Pontianak
SIDANG PENELITIAN

Penguji 1 : dr. Mitra Handini, M. Biomed


Penguji 2 : dr. Didiek Pangestu Hadi

Pembimbing 1: dr. Willy Handoko, M. Biomed


Pembimbing 2 :dr. Nawangsari, M.Biomed

PUTRI UMAGIA DRILNA


I11112067
01/02/2016

PENDAHULUAN
PENDAHULUAN

01/02/2016

LATAR
LATAR
BELAKANG
BELAKANG
Pertumbuhan di
Pertumbuhan
bidang di
bidang
1
transportasi
1
transportasi

Pencemaran
Pencemaran
1
udara
1
udara

Pontianak : 475.085 unit (2011)


Pontianak : 475.085
unit
(2011)
792.515
unit
(2013)
792.515 unit (2013)

Kelelahan
Kelelahan
3
Kerja
3
Kerja

Karbon Monoksida
Karbon Monoksida
1
1

(CO)
(CO)

Pengguna Jasa
Pengguna Jasa

Kecepatan
Kecepatan
pemulihan
pemulihan
3
fungsi otot
3
fungsi otot
Kekurangan
Kekurangan
oksigen dan adanya
oksigen
dan adanya
penimbunan
hasilpenimbunan
hasil- 3
hasil metabolit
hasil metabolit 3

Pembentukan
Pembentukan
COHb
COHb
Berbahaya bagi
Berbahaya
bagi
Pekerja
Pekerja
Bengkel
Bengkel
kapasitas
kapasitas
darah untuk
darah
untuk
menyalurkan
menyalurkan
oksigen (O2)
oksigen (O2)
ke jaringan
ke jaringan
jaringan
jaringan
2
tubuh
2
tubuh

1.Sugiarti. Gas Pencemar Udara dan Pengaruhnya bagi Kesehatan Manusia. Jurnal Chemica Vol. 10 Nomor I Juni
1.Sugiarti.
2009. P. Gas
50-8.Pencemar Udara dan Pengaruhnya bagi Kesehatan Manusia. Jurnal Chemica Vol. 10 Nomor I Juni
01/02/2016
3
2009.
P. S.
50-8.
2.Juli
Kesehatan Lingkungan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. 2011.
2.Juli
S. Kesehatan
Gadjah Mada
University
Press. Yogyakarta.
2011.
3.Wardhana
WA. Lingkungan.
Dampak Pencemaran
Lingkungan.
Yogyakarta:
Andi. 2004.

RUMUSAN
RUMUSAN
MASALAH
MASALAH
Apakah
Apakahterdapat
terdapathubungan
hubunganantara
antarakadar
kadar
karboksihemoglobin
karboksihemoglobin (COHb)
(COHb) dalam
dalam
darah
darah dengan
dengan kelelahan
kelelahan kerja
kerja pada
pada
pekerja
bengkel
kendaraan
bermotor
di
pekerja bengkel kendaraan bermotor di
Kota
KotaPontianak?
Pontianak?

01/02/2016

TUJUAN
TUJUAN
PENELITIAN
PENELITIAN
Umum

Mengetahui
hubungan kadar
karboksihemoglobi
n (COHb) dalam
darah dengan
kelelahan kerja
pada pekerja bengkel
kendaraan bermotor
di Kota Pontianak.
01/02/2016

Khusus

Mengetahui kadar karboksihemoglobin


(COHb) pekerja bengkel kendaraan
bermotor di Kota Pontianak

Mengetahui tingkat kelelahan kerja


pekerja bengkel kendaraan bermotor di Kota
Pontianak

MANFAAT
MANFAAT
PENELITIAN
PENELITIAN
Sebagai
Sebagai
Pengelola Bengkel
Institusi
Masyaraka
Pengelola
Bengkel
sarana
Peneliti
Kendaraan
Institusi
sarana
Pendidika
Masyaraka
Hasil
Hasil
Hasil
t
Penelitilatihan
Kendaraan
Bermotor
Hasil
n
latihan Pendidika
t
Bermotor
penelitian
penelitian
penelitian
n Hasil
penelitian
Hasil
menyusun
menyusun
ini
ini
ini
penelitian
ini
penelitian
karya
karya tulis
tulis
diharapkan
diharapka
diharapkan
ini
diharapka
ini
ilmiah
ilmiah dan
dan
dapat
n
dapat
diharapka
n dapat
dapat
diharapka
melakukan
melakukan
menamba
menamba
menamba
n
menamba
n dapat
dapat
penelitian
penelitian
h
h
h
menamba
h
menamba
mengenai
mengenai
informasi
informasi
khasanah
h
khasanah
h
hubungan
hubungan
tentang
informasi
tentang
informasi
informasi
informasi
kadar
kadar
pencemar
mengenai
pencemar
mengenai
mengenai
mengenai
karboksihem
karboksihem
an
udara
an udara
adanya
pengaruh
adanya
pengaruh
oglobin
oglobin
di
pencemar
di
pencemar
pencemar
pencemar
(COHb)
(COHb)
lingkungan
an
lingkungan
an
an udara
udara
an udara
udara
dalam
dalam darah
darah
kerja
kerja
yang
di
yang
di
dengan
dengan
terhadap
dapat
terhadap
lingkunga
dapat
lingkunga
tingkat
tingkat
penurunan
terjadi
penurunan
n
terjadi
n kerja.
kerja.
kelelahan
kelelahan
kualitas
kualitas
pada
pada
kerja
kerja pekerja
pekerja
kerja
para
lingkunga
kerja para
lingkunga
bengkel
bengkel
pekerja.
n
pekerja.
n kerja.
kerja.
kendaraan
kendaraan
bermotor
bermotor di
di
01/02/2016
Kota
Kota
Pontianak.

Peneliti
Peneliti
lain
lain
Hasil
Hasil
penelitian
penelitian
ini
ini dapat
dapat
menambah
menambah
informasi
informasi
bagi
bagi peneliti
peneliti
lain
lain yang
yang
ingin
ingin
mengemba
mengemba
ng-kan
ng-kan
penelitian
penelitian
pencemara
pencemara
n
n udara
udara di
di
lingkungan
lingkungan
kerja.
kerja.

Keaslian
Penelitian
No
1

Penelitian
Silvia et.al 2011

Judul

Metode

Hubungan Kadar COHb dengan Kapasitas Vital

Analitik Observasional

Paru Pedagang di terminal bus Purwokerto

Hasil Penelitian
Kadar COHb tidak berhubungan

Perbedaan
Variabel

dengan kapasitas vital paru setelah


mengendalikan variabel perancu.
Dari sekian variabel yang
mempunyai hubungan bermakna
dengan kapasitas vital adalah lama
masa kerja.

Wahyu Laila Isnaini,

Pengaruh Paparan Gas Karbon Monoksida (CO)

Analitik Observasional

Terdapat pengaruh antara paparan gas

2012

terhadap Kelelahan Kerja pada Pedangang

karbon monoksida dengan kelelahan

Asongan Di Terminal Tirtondi Surakarta

kerja pada pedagang asongan di

Variabel

terminal Tirtonadi
3

Ahmad Muizzudin,

Hubungan antara kelelahan kerja dengan

Analitik Observasional

2013

produktivitas kerja pada tenaga kerja bagian

kerja dengan produktivitas kerja pada

tenun di PT. Alkatex Tegal

tenaga kerja
Analitik Observasional

Terdapat hubungan antara kelelahan

Nia Erva Zuhriyah,

Analisis Kadar Karboksihemoglobin (COHb)

Tingginya kandungan COHb para

2008

dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Pekerja

pekerja bengkel menyebabkan

Bengkel

mereka mengalami gangguan

Variabel

Variabel

kesehatan seperti sakit kepala.


5

Istafada Roshadi, 2014

Hubungan Kelelahan Kerja dengan

Analitik Observasional

Terdapat hubungan kelelahan kerja

Produktivitas Kerja Karyawan di Fakultas

dengan produktivitas kerja yaitu

Dakwah dan Komunikasi UIN SUnan Kalijaga

dengan meningkatnya tingkat

Yogyakarta

kelelahan kerja maka terjadi

Variabel

penurunan produktivitas karyawan

01/02/2016

TINJAUAN PUSTAKA

01/02/2016

e
D

i
fn

si

Karbon
Monoksida

Pa
i K tof
er sio
ac
l
un og
an

01/02/2016

Su
m

be
r

a n
l
ja n a
e
G cu
a
r
Ke

Definisi
Definisi
Karbon monoksida (CO) adalah senyawa tidak berwarna, tidak
Karbon monoksida (CO) adalah senyawa tidak berwarna, tidak
berbau, tidak berasa dan merupakan gas non iritan. CO diproduksi
berbau, tidak berasa dan merupakan gas non iritan. CO diproduksi
oleh segala proses pembakaran yang tidak sempurna dari bahanoleh segala proses pembakaran yang tidak sempurna dari bahanbahan yang mengandung karbon atau pembakaran di bawah tekanan
bahan yang mengandung karbon atau pembakaran di bawah tekanan
4,5
dan temperatur tinggi seperti yang terjadi di dalam mesin.
4,5
dan temperatur tinggi seperti yang terjadi di dalam mesin.

4. Akosse S, Turkmen N, Bulut M. An analysis of carbon monoxide poisoning cases in Bursa, Turkey.
4. Eastern
Akosse S,
Turkmen N, Bulut
M.Journal
An analysis
carbon
monoxide
cases in Bursa, Turkey.
Mediterranean
Health
2010ofVol.
16(1).
2010; p: poisoning
101-6.
Eastern
Mediterranean
Health
Journal
2010 Vol.Ed.
16(1).
p: EGC.
101-6.
01/02/2016
10
5. Ganong
WF. Buku ajar
fisiologi
kedokteran.
22. 2010;
Jakarta:
2008.
5. Ganong WF. Buku ajar fisiologi kedokteran. Ed. 22. Jakarta: EGC. 2008.

Sumber
Sumber
Endoge
Endoge
6
n
6
n

CO
CO
Eksoge
Eksoge
7
n
7
n

Degradasi
Degradasi
heme
heme
AutoAutooksidasi
oksidasi
fenol
fenol
dan lain lain
dan lain lain
Lingkungan
Lingkungan
Hasil
Hasil
pembakaran
pembakaran
mesin tak
mesin tak
sempurna
sempurna
Asap rokok
Asap rokok

= diteliti

6. Elizabeth OO. Endogenous carbon monoxide production in disease. Clinical


6.Biochemistry.
Elizabeth OO.Vol
Endogenous
monoxide production in disease. Clinical
43. 2010; carbon
p: 1183-88.
Biochemistry.
43. air
2010;
1183-88.
7. Fardiaz
S.Vol
Polusi
danp:
udara.
Bogor: Penerbit Kanisius Yogyakarta. 2006.
01/02/2016
7. Fardiaz S. Polusi air dan udara. Bogor: Penerbit Kanisius Yogyakarta. 2006.

11

8
Patofisiologi
8
Patofisiologi
CO

Afinitas terhadap Hb 200-250x


lebih kuat daripada O2

Inhalasi paru
Sel darah merah
Terbentuk COHb dalam darah
Bersaing dengan O2 dalam mengikat Hb
Kemampuan darah mengangkut O2 menurun
Kadar O2 dalam darah menurun
Mempengaruhi organ tubuh

8. Smart R, Hodgson E. Cardiovascular toxicity introduction to biochemical toxicology.


8.United
Smart States
R, Hodgson
Cardiovascular
toxicity introduction to biochemical toxicology.
: Icon E.
Learning
System. 2001.
United States : Icon Learning System. 2001.
01/02/2016

12

Gejala
Keracunan
Gejala Keracunan
9

Konsentrasi rerata 8

Konsentrasi COHb di dalam

jam (ppm)

darah (%)

Gejala

25 50

2.55

Tidak ada gejala

50 100

5 10

Aliran darah meningkat, sakit kepala ringan

100 250

10 20

Sakit kepala, gangguan penglihatan

250 450

20 30

Sakit kepala, muka merah, mual

450 650

30 40

Sakit kepala berat, mual, muntah, lemah, pingsan

650 1000

40 50

Sering pingsan, tiba-tiba jatuh

1000 1500

50 60

Hipotensi,

kejang,

pernapasan

cheyne-stokes,

penurunan kesadaran hingga koma


1500 2500

60 70

Depresi pernapasan, gangguan irama jantung,


kejang, koma

2500 4000

70 80

Denyut nadi kecil, frekuensi pernapasan melambat,


gangguan hemodinamik, meninggal

9. Aryawan Wichaksana, Sudi Astono, Kholidah Hanum. Dampak keracunan gas karbon monoksida bagi
9. kesehatan
Aryawan pekerja.
Wichaksana, Sudi Astono, Kholidah Hanum. Dampak keracunan gas karbon monoksida bagi
01/02/2016 Cermin Dunia Kedokteran. 2002.
13
kesehatan pekerja. Cermin Dunia Kedokteran. 2002.

Kelelahan
Kelelahan
Kerja
Kerja

Kelelahan kerja ialah kondisi para pekerja yang merasa lelah secara fisik atau psikis yang akan kurang
Kelelahan kerja ialah kondisi para pekerja yang merasa lelah secara fisik atau psikis yang akan kurang
menguntungkan pekerja, perusahaan, maupun masyarakat. Kelelahan kerja dapat ditandai dengan beberapa
menguntungkan pekerja, perusahaan, maupun masyarakat. Kelelahan kerja dapat ditandai dengan beberapa
faktor seperti perasaan kelelahan bekerja (subjective feeling of fatigue), motivasi menurun, dan penurunan
aktor seperti perasaan kelelahan bekerja (subjective feeling of fatigue), motivasi menurun, dan penurunan
10,11
aktivitas mental dan fisik.
10,11
ktivitas mental dan fisik.
Somatis

Internal

Psikis

FAKTOR12,13
FAKTOR12,13
Eksterna
l
= diteliti

Fisik
Kimia
Lingkungan
Kerja

10. Nurmianto E. Ergonomi Konsep Dasar dan Aplikasi. Edisi ke-2. Surabaya: PT. Guna Widya: 2003
10. 11.
Nurmianto
E. U,
Ergonomi
Dasar
dan Aplikasi.
EdisiBPPA.
ke-2. Surabaya:
PT. psychological
Guna Widya: 2003
Bultmann
Kant I, Konsep
Kasl SV,
Beurskens
AJ, Vanden
Fatigue and
distress in the working population, psychometrics, prevalense,
11. and
Bultmann
U, Kant
I, Kasl
SV, BeurskensResearch.
AJ, Vanden
BPPA.
Fatigue
and psychological distress in the working population, psychometrics, prevalense,
porrelates.
Journal
of Psychosomatic
2002;
52 (6):
445-52.
and12.
porrelates.
Journal of Psychosomatic
Research.
2002; 52dan
(6): Waktu
445-52. Teknik Analisis untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Surabaya:
S Wignjosoebroto.
Ergonomi,
Studi Gerak
12.Guna
S Wignjosoebroto.
Ergonomi,
Studi Gerak dan Waktu Teknik Analisis untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Surabaya:
Widya. 2003. h.
145
01/02/2016
14
Guna
2003.
h. 145
13.Widya.
Lientje
S. Buku
Panduan Pengukuran Waktu Reaksi L77. Yogyakarta: Lakassida. 2003. h. 17, 24
13. Lientje S. Buku Panduan Pengukuran Waktu Reaksi L77. Yogyakarta: Lakassida. 2003. h. 17, 24

PengukuranKelelahan
Kelelahan
Pengukuran
14,15
Kerja
14,15
Kerja
1. Kualitas dan Kuantitas Hasil Kerja
2. Uji psiko-motor (psychomotor test)
3. Perasaan kelelahan secara subjektif (subjective feelings
of fatigue)
Subjective Self Rating Test
Kuesioner Alat Ukur Perasaan
Kelelahan Kerja (KAUPK2)

14. Lientje S. Buku Panduan Pengukuran Waktu Reaksi L77. Yogyakarta: Lakassida. 2003. h. 17,
14.24Lientje S. Buku Panduan Pengukuran Waktu Reaksi L77. Yogyakarta: Lakassida. 2003. h. 17,
2415. Tarwaka.
Ergonomi untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta
01/02/2016
15
15.Unipress.
Tarwaka.2004.
Ergonomi
untuk
Keselamatan
dan
Kesehatan
Kerja
dan
Produktivitas.
Surakarta
p. 95-8

Kerangka
Kerangka
Teori
Teori

Gas buangan knalpot motor


Pembakaran tak sempurna (bensin)
CO

Afinitas terhadap Hb 200-250x


lebih kuat daripada O2

Inhalasi paru
Sel darah merah
Terbentuk COHb dalam darah

Menghambat disosiasi Oksi-Hb dan bersaing dengan O2 dalam mengikat Hb

Menghambat pernafasan sel dan kemampuan darah mengangkut O 2 menurun


Kadar O2 dalam darah menurun

Hipoksia Sel
Penurunan pemulihan fungsi otot

Faktor yang
mempengaruhi
Usia

Kelelahan kerja

Jenis Kelamin
Jenis Pekerjaan
Lingkungan

01/02/2016

16

KerangkaKonsep
Konsep
Kerangka
Umur
Jenis Kelamin

Hasibuan, 2010 16

Sikap Kerja
Suhu
Kebisingan

Wignjosoebroto, 2003 12

Kelelahan
Kerja

Pencahayaan

Kadar COHb
dalam darah

Isnaini, 2012 17

= diteliti

12. S Wignjosoebroto. Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu Teknik Analisis untuk Peningkatan Produktivitas Kerja. Surabaya: Guna Widya. 2003. h. 145
12. 16.
S Wignjosoebroto.
Ergonomi,
Studi
Gerak dan
Waktu
Analisis
untuk
Peningkatan
Produktivitas
Kerja. di
Surabaya:
Guna Inap
Widya.
2003.
h. 145 Mansyur
Yusdarli Hasibuan.
Hubungan
Kelelahan
Kerja
danTeknik
Kepuasan
Kerja
dengan
Produktivitas
Kerja Perawat
Ruang Rawat
RSU
Dr. Tengku
16. Tanjungbalai.
Yusdarli Hasibuan.
Hubungan
Kelelahan
Kerja
dan2010
Kepuasan Kerja dengan Produktivitas Kerja Perawat di Ruang Rawat Inap RSU Dr. Tengku Mansyur
Skripsi:
Universitas
Sumatera
Utara.
Tanjungbalai.
Universitas
Sumatera
Utara.
17. Wahyu Skripsi:
Laila Isnaini.
Pengaruh
Paparan
Gas2010
Karbon Monoksida (Co) Terhadap Kelelahan Kerja Pada Pedagang Asongan Di Terminal Tirtonadi
01/02/2016
17
17. Surakarta.
Wahyu Laila
Isnaini.
Pengaruh Sebelas
PaparanMaret.
Gas Karbon
Skripsi:
Universitas
2012 Monoksida (Co) Terhadap Kelelahan Kerja Pada Pedagang Asongan Di Terminal Tirtonadi
Surakarta. Skripsi: Universitas Sebelas Maret. 2012

Hipotesis
Hipotesis
Terdapat
Terdapat hubungan
hubungan antara
antara kadar
kadar COHb
COHb
dalam
dalam darah
darah dengan
dengan kelelahan
kelelahan kerja
kerja
pada
pada pekerja
pekerja bengkel
bengkel kendaraan
kendaraan
bermotor
di
kota
Pontianak
bermotor di kota Pontianak

01/02/2016

18

METODOLOGI
PENELITIAN

01/02/2016

19

Desain
dan
Waktu
Desain dan Waktu
Penelitian
Penelitian
Desain
Desain

Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional


dengan pendekatan potong lintang.

Tempat
Tempat

Penelitian dilakukan di bengkel Astra Honda Motor Kota


Pontianak dan di laboratorium non-mikroskop FK Untan.

Waktu
Waktu

Kegiatan

Bulan
2015
Okt

Pengumpul

Nov

2016
Des

Jan

Feb

an data
Pengolahan

data
Analisis

data
Penyusuna

n laporan
Pelaporan

hasil

01/02/2016

20

Populasi
Populasi
Penelitian
Penelitian
Pekerja Bengkel Kendaraan Bermotor di
Pekerja Bengkel Kendaraan Bermotor di
Kota Pontianak
Kota Pontianak

Populasi
target

Pekerja Bengkel Astra Honda Motor


Pekerja Bengkel Astra Honda Motor
kawasan Kota Pontianak
kawasan Kota Pontianak

Populasi
terjangkau

Pekerja Bengkel Astra Honda Motor


Pekerja Bengkel Astra Honda Motor
kawasan Kota Pontianak selama proses
kawasan Kota Pontianak selama proses
pengambilan data berlangsung dengan
pengambilan data berlangsung dengan
memperhatikan kriteria inklusi dan
memperhatikan kriteria inklusi dan
eksklusi
eksklusi
01/02/2016

Sampel

21

Pemilihan
Sampel
Pemilihan Sampel
danBesar
Besarsampel
sampel
dan
Z21 - /2 p (1-p) N

Besar
Besar
Sampel
Sampel

Cara
Cara
Pengambilan
Pengambilan
Sampel
Sampel
01/02/2016

n=
d2(N-1) + Z21 - /2 p
(1-p)
1,962 . 0,5 (1 0,5) 106
n=
0,152 (106 1) + 1,962 . 0,5 (10,5)
= 30, 65 ~ 31 (sampel
minimal)
purposive sampling

22

Kriteria
Kriteria
Penelitian
Penelitian
Inklusi

Eksklusi

a. Pekerja bengkel bagian mekanik


b. Jenis kelamin laki-laki
c. Usia 20 - 35 tahun
d. Indeks massa tubuh normal
e.
Pekerja
bengkel
bersedia
mengikuti penelitian

a. Pekerja dengan kadar Hb di


bawah 10 mg/dL (kadar Hb
diukur
dengan
metode
Sianmethemoglobin)
b. Pekerja dengan riwayat
penyakit
yang
dapat
mempengaruhi kelelahan kerja
seperti riwayat penyakit jantung
contohnya
penyakit
jantung
koroner dan gagal jantung,
penyakit gangguan ginjal seperti
penyakit ginjal kronik dan gagal
ginjal, penyakit asma, dan
tekanan darah di bawah 90/60
mmHg.

01/02/2016

23

Variabel
Variabel
Penelitian
Penelitian
Variabel
Variabel
Bebas
Bebas

kandungan COHb dalam


kandungan COHb dalam
darah pada pekerja bengkel.
darah pada pekerja bengkel.

Variabel
Variabel
Terikat
Terikat

kelelahan kerja pada


kelelahan kerja pada
pekerja bengkel
pekerja bengkel

01/02/2016

24

TeknikAnalisis
AnalisisData
Datadan
danEtika
EtikaPenelitian
Penelitian
Teknik
SPSS 20.0

Analisis Univariat
One Way ANOVA

Post Hoc

Kruskall Wallis
(Alternatif)

Post Hoc

Analisis Bivariat

Etika Penelitian
Etika Penelitian
Informed consent
Informed consent
Terjamin kerahasiaannya
Terjamin kerahasiaannya
Lulus
uji
kaji
etik
01/02/2016uji
Lulus
kaji
etik
4377/UN2.9/DT/2015.

nomor
nomor

surat
surat

25

Definisi
Definisi
Operasional
Operasional
No

Variabel

Definisi Operasional

Alat Ukur

Skala

Kategori

Pengukuran

Kadar persenyawaan yang terjadi


1.

Kadar
COHb

antara CO dan hemoglobin (Hb)


dalam darah yang diambil pada
sore hari di saat jam kerja akan

Metode
Hinsberg-Lang

Numerik

berkhir.

Perasaan kelelahan berupa keluhan


dan
2.

Kelelahan
Kerja

gejala

dirasakan
berupa

pelemahan

subyektif

karena
aspek

yang

yaitu

aktivitas,

aspek
aspek

pelemahan motivasi, dan aspek


01/02/2016
gejala fisik.

a.

pekerjaannya
Kuesioner

Ordinal

Kurang lelah bila jumlah skor


<23

b.

Lelah bila jumlah skor 23-31

c.

Sangat lelah bila jumlah skor >31


26

Alur
Alur
Penelitian
Penelitian

Pekerja
Bengkel Motor

Inklusi

Ekslusi

Informed Consent

Pengisian Kuesioner KAUPK2 Saat


Jam Istirahat atau Pulang Kerja

Pengambilan Darah
Saat Pulang Kerja

Pengukuran
Kadar COHb
dengan Metode
Hindsberg-Lang

Pengukuran Kadar
Hb dengan Metode
Sianmethemoglobin
(Hb > 10)

01/02/2016

Analisis
Data

27

HASIL DAN
PEMBAHASAN

01/02/2016

28

Analisis Univariat

01/02/2016

29

Karakteristik Usia
Karakteristik Usia
18 ini usia
Penelitian
Penelitian
ini usia
Christensen (2005) kapasitas
16dibatasi
subjek
Christensen
(2005)
kapasitas
kerja tertinggi
manusia
pada usia
subjek 14
dibatasi
20 35 tahun
kerja
tertinggi
pada
usia
20 hingga
35manusia
tahun dan
di atas
20 3512
tahun
20usia
hingga
35 tahun
danpenurunan
di atas
tersebut
terjadi
usia
tersebutkerja.
terjadi
19 penurunan
kapasitas
10
Topacoglu
19
kapasitas kerja.
Topacoglu
Frekuensi
(2014)8 18-55
Habibi (2012) penurunan
(2014)
18
6 18-55
tahun
Habibi
(2012)
penurunan
indeks
kemampuan
bekerja
18
tahun
indeks
kemampuan
bekerja
terjadi pada usia lebih dari
4
terjadi
pada20 usia lebih dari
40 tahun
2
40 tahun20
0
20 - 22 23 - 25 26 - 28 29 - 31 32 - 34 35 - 37
Kelompok Usia

18. Topacoglu H, Katsakoglu S, Ipekci A. Effect of exhaust emissions on carbon monoxide levels in employees working at
18.indoor
Topacoglu
H, Katsakoglu
Ipekci A. Effect
of exhaust
on carbon monoxide levels in employees working at
car wash
facilities. S,
Hippokratia
J. 2014;
18(1): p emissions
37-9.
ndoor
car
wash
facilities.
Hippokratia
J.
2014;
18(1):
p
37-9.
19. Habibi E, Dehghan H. et.al. A study on work ability index and physical work capacity on the base of fax equation VO 2 max
19.inHabibi
Dehghan
H. et.al.
on work
index
and
physical
work capacity
on the base of fax equation VO 2 max
male E,
nursing
hospital
staffAinstudy
Isfahan,
Iran. ability
Int J Prev
Med
2012
Nov; 3(11):
p 776-82.
n male
nursing
hospital
staff
in
Isfahan,
Iran.
Int
J
Prev
Med
2012
Nov;
3(11):
p
776-82.
01/02/2016
30
20. Christensen EH. Physical working capacity of old worker and physiological background for work test and work evaluations.
20.Bull
Christensen
EH. Physical
working
capacity
worker and physiological background for work test and work evaluations.
World Health
Organization.
2005;
13(4):ofp old
587-93.

Karakteristik berdasarkan
Kadar COHb
Median = 6,68
Median = 6,68
%
%
Rentang = 5,89
Rentang = 5,89
13,04 %
13,04 %

Topacoglu
Topacoglu
(2014) 3-8%
(2014) 183-8%
18

Aryawan(2002) manifestasi yang akan muncul antara lain


Aryawan(2002)
manifestasi
akan kepala
munculringan.
antara
21 lain
aliran darah yang
meningkat yang
dan sakit
Selain
21
aliran
darah
yang
meningkat
dan
sakit
kepala
ringan.
Selain
itu pada toksisitas akut CO manifestasi yang akan muncul
ituantara
pada lain
toksisitas
akut dispnea,
CO manifestasi
muncul
kelelahan,
palpitasi,yang
lesu,akan
muntah,
sakit
antara
lain
kelelahan,
dispnea,
palpitasi,
lesu,
muntah,
sakit
22,23
perut, sakit kepala, dan pusing.
perut, sakit kepala, dan pusing.22,23

18. Topacoglu H, Katsakoglu S, Ipekci A. Effect of exhaust emissions on carbon monoxide levels in employees working at
18.indoor
Topacoglu
H, Katsakoglu
Ipekci A. Effect
of exhaust
on carbon monoxide levels in employees working at
car wash
facilities. S,
Hippokratia
J. 2014;
18(1): p emissions
37-9.
indoor
car washWichaksana,
facilities. Hippokratia
J. 2014;
18(1):
p 37-9.Dampak keracunan gas karbon monoksida bagi kesehatan pekerja.
21. Aryawan
Sudi Astono,
Kholidah
Hanum.
21.Cermin
Aryawan
Wichaksana,
Sudi2002.
Astono, Kholidah Hanum. Dampak keracunan gas karbon monoksida bagi kesehatan pekerja.
Dunia
Kedokteran.
Cermin
Dunia LS,
Kedokteran.
2002.
22. Nelson
Hoffman RS.
Carbon monoxide. Rosens Emergency Medicine: Concepts and Clinical Practice. Marx J,
22.Hockberger
Nelson LS, Hoffman
Carbon
monoxide.
Rosens Emergency
Medicine:
Concepts
and Clinical Practice. Marx J,
R, Walls RRS.
(eds),
7 th edition.
Philadelphia,
MOSBY Elsevier.
2010:
p 203738.
th
Hockberger
R,
Walls
R
(eds),
7
edition.
Philadelphia,
MOSBY
Elsevier.
2010:
p
203738.
23. Shochat GN, Luchessi M. Carbonmonoxide Toxicity Clinical Presentation. Medscape. availiable at:
01/02/2016
31
23.http://emedicine.medscape.com/article/819987-clinical,
Shochat
GN, Luchessi M. Carbonmonoxide Toxicity Clinical
Presentation.
Medscape. availiable at:
Accessed:
25/12/2015.
http://emedicine.medscape.com/article/819987-clinical, Accessed: 25/12/2015.

Karakteristik Kelelahan
Kerja 20

Penelitian ini
18 ini
Penelitian
didominasi
Perbedaan hasil penelitian ini dikarenakan
didominasi
16
Perbedaan
hasil
penelitian
ini dikarenakan
tingkat Lelah
perbedaan
subjek
penelitian
faktor
tingkat
Lelah
perbedaan
subjek
penelitian

14
18 orang
lingkungan antara lain kebisingan,faktor
suhu,
18 orang
lingkungan
antara
lain
kebisingan,
suhu,
12
dan pencahayaan lingkungan kerja, selain
dan
pencahayaan
lingkungan
kerja,
selain
Krisanti (2011)
itu
jenis
pekerjaan
dan
beban
kerja
juga
10
Krisanti (2011)
Frekuensi
itu
jenis
pekerjaan
dan
beban
kerja
juga
didominasi
mempengaruhi kelelahan kerja yang
didominasi
8
mempengaruhi
kelelahan kerja yang
24
ditimbulkan.
Sangat Lelah
24
ditimbulkan.
Sangat6 Lelah
4
2
0
Kurang Lelah
Lelah
Sangat Lelah
Tingkat Kelelahan Kerja

24. Krisanti RD. Hubungan antara tekanan panas dengan kelelahan kerja
24. Krisanti RD. Hubungan antara tekanan panas dengan kelelahan kerja
pada01/02/2016
tenaga kerja bagian produksi di CV. Rakabu Furniture Surakarta. 32
pada tenaga
kerja bagian produksi di CV. Rakabu Furniture Surakarta.
Skripsi: Universitas Sebelas Maret. 2011.

Analisis Bivariat

01/02/2016

33

Hubungan Kadar COHb


dengan Kelelahan Kerja
Kadar COHb (%)

Nilai p*

Perbedaan hasilMedian
penelitian
ini dikarenakan
(Minimumperbedaan subjek penelitian, lokasi
Maksimum)
penelitian, dan waktu penelitian.
Kurang Lelah
6,49 (6,27-6,94)
Lelah

6,59 (6,15-7,09)

p = 0,031

Sangat Lelah
6,76 (5,89-13,04)
Isnaini (2014) terdapat
Magang
(2014)

tidak
Isnaini (2014) terdapat
Magang
(2014)

tidak
hubungan bermakna antara
terdapat hubungan bermakna
hubungan bermakna antara
terdapat hubungan bermakna
paparan gas karbon monoksida
antara kadar COHb dalam
paparan gas karbon monoksida
antara kadar COHb dalam
di udara dengan kelelahan kerja
darah dengan kelelahan pada
di udara dengan kelelahan kerja
darah dengan kelelahan pada
pada pedagang asongan di
petugas
parkir
di
Jalan
pada pedagang asongan di
petugas
parkir
di
Jalan
25
26
Terminal Tirtonadi Surakarta.
Malioboro Yogyakarta
25
26
Terminal Tirtonadi Surakarta.
Malioboro Yogyakarta

25. Isnaini WL. Pengaruh paparan gas karbon monoksida (CO terhadap kelelahan kerja pada pedagang asongan di
25.terminal
Isnaini WL.
Pengaruh
paparan
gas karbon
monoksida
terhadap
tirtonadi
surakarta.
Skripsi:
Universitas
Sebelas(CO
Maret.
2012. kelelahan kerja pada pedagang asongan di
erminal
tirtonadi
Skripsi:
Universitas
Sebelas
2012.
26. Magang
AH.surakarta.
Kadar karbon
monoksida
dalam
darahMaret.
dan kelelahan
petugas parkir di jalan malioboro Yogyakarta.
01/02/2016
34
26.Thesis:
Magang
AH.
Kadar
karbon
monoksida
dalam
darah
dan
kelelahan
petugas
parkir di jalan malioboro Yogyakarta.
Universitas Gajah Mada. 2014.

Afinitas pengikatan
Kelelahan kerja terjadi
Afinitas pengikatan
Kelelahan kerja terjadi
karbon monoksida
karena adanya
karbon monoksida
karena adanya
untuk hemoglobin
kekurangan oksigen
untuk hemoglobin
kekurangan oksigen
adalah 200-250 kali
dan adanya
adalah
200-250 kali
dan adanya
lebih besar dari
penimbunan hasil
lebih besar dari
penimbunan hasil
oksigen.
metabolit otot yang
oksigen.
metabolit otot yang
masuk ke aliran darah.
masuk ke aliran darah.
CO menggantikan
CO
menggantikan
kedudukan
O2 pada
Jaringan yang
kedudukan O2 pada
Jaringan yang
hemoglobin dan
berfungsi dalam
hemoglobin
dan
berfungsi dalam
menurunkan
keadaan hipoksia
menurunkan
keadaan hipoksia
kapasitas
oksigen
(kekurangan oksigen)
kapasitas
oksigen
di dalam darah.
(kekurangan oksigen)
cenderung
di dalam darah.
cenderung
memproduksi laktat.
memproduksi laktat.
penyediaan
penyediaan
Toksisitas CO
oksigen akan
Toksisitas
CO
oksigen akan
terjadi
jika
CO
berpengaruh
terjadi
jika
CO
berpengaruh
sudah
terhadap
sudah
terhadap
menggantikan
kecepatan
menggantikan
kecepatan
kedudukan O2 di
pemulihan
kadar COHb
kedudukan
O2 di
pemulihan
kadar
COHb
dalam
darah
fungsi otot.
> 5%
dalam darah
fungsi otot.
> 5%
hipoksia
01/02/2016
35
hipoksia

KETERBATASAN
PENELITIAN
1.Proses wawancara terpimpin terpaksa dilakukan saat jam
1.Proses wawancara terpimpin terpaksa dilakukan saat jam
pulang kerja responden
pulang kerja responden
2.Di beberapa bengkel proses wawancara terpimpin diawasi oleh
2.Di beberapa bengkel proses wawancara terpimpin diawasi oleh
supervisor sehingga dikhawatirkan saat responden menjawab
supervisor sehingga dikhawatirkan saat responden menjawab
pertanyaan bersifat kurang objektif
pertanyaan bersifat kurang objektif

01/02/2016

36

KESIMPULAN
Nilai median jumlah kadar COHb dalam darah pada subjek
Nilai median jumlah kadar COHb dalam darah pada subjek
penelitian adalah sebesar 6,68% dengan kadar COHb keseluruhan
penelitian adalah sebesar 6,68% dengan kadar COHb keseluruhan
subjek tergolong dalam kategori rendah.
subjek tergolong dalam kategori rendah.

Tingkat kelelahan kerja yang mendominasi adalah lelah dengan


Tingkat kelelahan kerja yang mendominasi adalah lelah dengan
jumlah responden 18 orang (43,9%), sangat lelah sebanyak 17
jumlah responden 18 orang (43,9%), sangat lelah sebanyak 17
orang (41,5%), dan kurang lelah sebanyak 6 orang (14,6%).
orang (41,5%), dan kurang lelah sebanyak 6 orang (14,6%).
Terdapat hubungan antara kadar COHb dalam darah dengan
Terdapat hubungan antara kadar COHb dalam darah dengan
kelelahan kerja pada pekerja bengkel kendaraan bermotor di Kota
kelelahan kerja pada pekerja bengkel kendaraan bermotor di Kota
Pontianak (p = 0,031).
Pontianak (p = 0,031).

01/02/2016

37

SARAN
Bagi pengelola bengkel untuk mendisiplinkan pemanfaatan fasilitas
Bagi pengelola bengkel untuk mendisiplinkan pemanfaatan fasilitas
seperti alat penampung gas pembuangan knalpot (belalai) secara
seperti alat penampung gas pembuangan knalpot (belalai) secara
efektif.
efektif.
.
.
Bagi peneliti lain bisa dilakukan studi lanjutan mengenai pengaruh
Bagi peneliti lain bisa dilakukan studi lanjutan mengenai pengaruh
faktor lain contohnya kebisingan yang dapat mempengaruhi
faktor lain contohnya kebisingan yang dapat mempengaruhi
kelelahan kerja para pekerja bengkel kendaraan bermotor di Kota
kelelahan kerja para pekerja bengkel kendaraan bermotor di Kota
Pontianak.
Pontianak.

01/02/2016

38

TERIMA KASIH

01/02/2016

39