Anda di halaman 1dari 9

Faktor-faktor yang memengaruhi minat keperilakuan dalam studi ini adalah sikap,

norma subjektif, kegunaan persepsian, kemudahan penggunaan persepsian, dan image. Studi
ini merupakan replikasi dan pengembangan model Technology Acceptance Model (TAM)
dari studi sebelumnya. Masalah utama yang diteliti dalam jurnal ini adalah apa saja faktorfaktor yang mempengaruhi minat keperilakuan untuk menggunakan sistem informasi
akuntansi berbasis teknologi informasi. Penelitian ini berfokus pada mengapa seseorang
menerima atau menolak penggunaan SIA berbasis teknologi melalui determinan konstruk
minat keperilakuan. Determinan minat keperilakuan adalah faktor yang memengaruhi
konstruk minat keperilakuan.
Dalam perumusan masalah, peneliti merumuskan lima pertanyaan penelitian antara lain
sebagai berikut:
a. Apakah sikap berpengaruh terhadap minat keperilakuan untuk menggunakan SIA
berbasis teknologi informasi?
b. Apakah

norma

subjektif

berpengaruh

terhadap

minat

keperilakuan

untuk

menggunakan SIA berbasis teknologi informasi?


c. Apakah kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh terhadap minat keperilakuan
untuk menggunakan SIA berbasis teknologi informasi?
d. Apakah kegunaan persepsian berpengaruh terhadap minat keperilakuan untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi informasi?
e. Apakah image berpengaruh terhadap minat keperilakuan untuk menggunakan SIA
berbasis teknologi informasi?

Dari kelima rumusan masalah tersebut diatas, peneliti menentukan tujuan penelitian
adalah sebagai berikut:
a. Untuk menguji pengaruh sikap terhadap minat keperilakuan untuk menggunakan SIA
berbasis teknologi informasi.
b. Untuk menguji pengaruh norma subjektif terhadap minat keperilakuan untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi informasi.
c. Untuk menguji pengaruh kemudahan penggunaan persepsian terhadap minat
keperilakuan untuk menggunakan SIA berbasis teknologi informasi
d. Untuk menguji pengaruh kegunaan persepsian terhadap minat keperilakuan untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi informasi.
e. Untuk menguji pengaruh image terhadap minat keperilakuan untuk menggunakan SIA
berbasis teknologi informasi.
1

Dalam penelitian ini, sedikitnya terdapat tiga kontribusi penelitian utama yaitu
kontribusi teori, kontribusi praktik, dan kontribusi untuk penelitian selanjutnya. Pada
kontribusi teori, studi ini bertujuan menguji determinan minat keperilakuan dalam TAM dan
TAM2. Studi ini membuktikan bahwa tidak semua konstruk TAM dan TAM2 yang
digunakan dalam studi ini dapat memengaruhi minat keperilakuan seseorang untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi. Hanya konstruk kegunaan persepsian dan sikap
memengaruhi minat keperilakuan seseorang untuk menggunakan SIA berbasis teknologi.
Konstruk

kegunaan

persepsian

lebih

dominan

memengaruhi

minat

keperilakuan

dibandingkan dengan konstruk sikap. Temuan studi ini memperkuat argumen hubungan
konstruk kegunaan persepsian dan sikap pada minat keperilakuan dalam TAM dan TAM2.
Studi ini membuktikan bahwa fenomena mengapa seseorang menerima atau menolak untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi dapat dijelaskan melalui minat keperilakuan untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi. Minat keperilakuan untuk menggunakan SIA berbasis
teknologi dalam studi ini dijelaskan melalui konstruk kegunaan persepsian dan sikap.
Pada kontribusi praktiknya, hasil studi ini dapat diterapkan pada praktik perancangan
dan implementasi SIA berbasis teknologi. Melalui studi ini dapat dijelaskan bahwa minat
seseorang untuk menggunakan teknologi dikarenakan sikap dan kegunaan persepsian. Faktor
kegunaan persepsian lebih dominan memengaruhi minat keperilakuan dibandingkan dengan
konstruk sikap dalam studi ini sehingga hal ini dapat dijadikan evaluasi bahwa minat utama
seseorang menggunakan SIA berbasis teknologi adalah karena SIA berbasis teknologi
tersebut berguna bagi pemakainya.
Melalui studi ini diharapkan vendor penyedia aplikasi SIA berbasis teknologi harus
dapat memastikan produk yang telah dibuat berguna dan dapat meningkatkan kinerja
pemakainya. Bagi manajemen perusahan yang menggunakan aplikasi SIA berbasis teknologi
diharapkan dapat menumbuhkan minat penggunaan SIA berbasis teknologi dengan
meyakinkan karyawan bahwa SIA berbasis teknologi dapat meningkatkan kinerjanya. Selain
itu, manajemen dapat menumbuhkan minat karyawan untuk menggunakan SIA berbasis
teknologi dengan membuat karyawan menyukai untuk menggunakan SIA berbasis teknologi.
Penelitian ini mempunyai kontribusi untuk penelitian selanjutnya yaitu peneliti
berharap bahwa penelitian selanjutnya diharapkan dapat menguji konstruk TAM dalam
model ini pada tempat dan waktu yang berbeda dan pengembangan model yang lebih baik.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu Theory of Reasoned Action
(TRA) dan Technology Acceptance Model (TAM) yang dijelaskan dengan baik pada

kerangka teori penelitian. Selanjutnya, model penelitian yang digunakan peneliti dalam
melakukan penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut:

Model yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitian ini mereplikasi model yang
sudah ada sebelumnya dari Lam et al (2007), Lee et al (2005), dan Yu et al (2009) yang
masing masing modelnya dapat dilihat pada gambar diatas.
Hipotesis yang dirumuskan oleh peneliti terdiri dari lima hipotesis, antara lain:
a. H1: Sikap berpengaruh positif terhadap minat keperilakuan penggunaan sistem
informasi akuntansi berbasis teknologi informasi.
b. H2: Norma subjektif berpengaruh terhadap minat keperilakuan penggunaan sistem
informasi akuntansi berbasis teknologi informasi.
c. H3: Kegunaan Persepsian berpengaruh positif terhadap minat keperilakuan
penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis teknologi informasi.
d. H4: Kemudahan penggunaan persepsian berpengaruh positif terhadap minat
keperilakuan penggunaan sistem informasi akuntansi berbasis teknologi informasi.

e. H5: Image berpengaruh terhadap minat keperilakuan penggunaan sistem informasi


akuntansi berbasis teknologi informasi.

Berikutnya adalah sampel yang digunakan oleh peneliti. Sampel studi ini adalah
karyawan hotel berbintang empat dan lima di provinsi Bali yang menggunakan SIA berbasis
teknologi. Sebanyak 75 data dapat diolah dengan menggunakan smartPLS dan hasilnya
adalah model studi dapat menjelaskan 70% determinan minat keperilakuan untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi.
Dalam gambar berikut dapat dilihat sebaran sampel yang digunakan dalam penelitian
ini. Peneliti menggunakan sebaran sampel sebagai berikut:

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengumpulan data survey.
Studi ini menggunakan mail survey. Konfirmasi atas kesanggupan perusahaan menerima
penelitian dilakukan terlebih dahulu melalui telepon dan pengajuan melalui email. Setelah
survei disetujui selanjutnya survei dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan membawa
4

langsung kuesioner ke tempat penelitian. Peneliti memilih cara membawa dan mengambil
langsung ke tempat penelitian dengan alasan untuk meningkatkan respond rate dari
pengembalian kuesioner.
Berikutnya adalah hasil pengujian hipotesis. Terdapat lima hipotesis yang telah diuji
dan memiliki hasil sebagai berikut:

a. Hipotesis Sikap Berpengaruh Terhadap Minat Keperilakuan Penggunaan SIA


Berbasis Teknologi Informasi.
Konstruk sikap dihipotesiskan melalui hipotesis H1. Hipotesis H1 di uji dengan
pengujian hipotesis satu ekor. Dari analisis Tabel 5.14 diketahui bahwa nilai t-statistics
konstruk sikap terhadap minat keperilakuan adalah sebesar 2,33. Nilai 2,33 lebih besar dari
nilai t-table untuk hipotesis satu ekor, yaitu 1,645, sehingga hipotesis H1 diterima. Hasil
pengujian hipotesis H1 menunjukan bahwa perasaan suka atau tidak suka karyawan terhadap
SIA berbasis teknologi informasi berdampak pada minat karyawan dalam menggunakan SIA
berbasis teknologi informasi. Akibatnya, semakin besar perasaan suka karyawan terhadap
SIA berbasis teknologi maka semakin tinggi pula minat karyawan untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi. Konstruk sikap dapat menjelaskan sebanyak 29%
minat karyawan untuk menggunakan SIA berbasis teknologi informasi.

b. Hipotesis Norma Subjektif Terhadap Minat Keperilakuan


Konstruk norma subjektif dihipotesiskan melalui hipotesis H2. Hipotesis H2 di uji
dengan pengujian hipotesis dua ekor. Dari analisis Tabel 5.14 diketahui bahwa nilai tstatistics konstruk norma subjektif terhadap minat keperilakuan adalah sebesar 1,69. Nilai
1,69 lebih kecil dari nilai t-table untuk hipotesis dua ekor, yaitu 1,96, sehingga hipotesis H2
ditolak. Hasil pengujian hipotesis H2 menunjukan bahwa pengaruh orang lain pada karyawan
agar menggunakan SIA berbasis teknologi informasi tidak memiliki dampak yang signifikan
terhadap minat karyawan dalam menggunakan SIA berbasis teknologi informasi.
Berdasarkan tabel 5.2 tentang rata-rata skor jawaban responden terhadap norma subjektif,
kecenderungan jawaban responden masih banyak pada skala setuju dan kurang pada skala
sangat setuju. Banyaknya responden menjawab setuju mengindikasikan bahwa mereka masih
terdapat sedikit keraguan untuk mengisi pernyataan pada konstruk ini. Konstruk norma
subjektif dapat menjelaskan sebanyak 21% minat karyawan untuk menggunakan SIA
berbasis teknologi informasi.

c. Hipotesis Kegunaan Persepsian Terhadap Minat Keperilakuan


Konstruk kegunaan persepsian dihipotesiskan melalui hipotesis H3. Hipotesis H3 di
uji dengan pengujian hipotesis satu ekor. Dari analisis Tabel 5.14 diketahui bahwa nilai tstatistics konstruk kegunaan persepsian terhadap minat keperilakuan adalah sebesar 1,74.
Nilai 1,74 lebih besar dari nilai t-table untuk hipotesis dua ekor, yaitu 1,645, sehingga
hipotesis H3 diterima. Hasil pengujian hipotesis H3 menunjukan bahwa keyakinan karyawan
bahwa dengan menggunakan SIA berbasis teknologi informasi akan meningkatkan kinerja
berdampak pada minat karyawan dalam menggunakan SIA berbasis teknologi informasi.
Sehingga semakin besar tingkat keyakinan karyawan terhadap penggunaan SIA berbasis
teknologi akan meningkatkan kinerjanya maka semakin tinggi pula minat karyawan untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi. Konstrak kegunaan persepsian dapat menjelaskan
sebanyak 30% minat karyawan untuk menggunakan SIA berbasis teknologi informasi

d. Hipotesis Kemudahan Penggunaan Persepsian Terhadap Minat Keperilakuan


Konstruk kemudahan penggunaan persepsian dihipotesiskan melalui hipotesis H4.
Hipotesis H4 di uji dengan pengujian hipotesis dua ekor. Dari analisis Tabel 5.14 diketahui
bahwa nilai t-statistics konstruk kemudahan penggunaan persepsian terhadap minat
keperilakuan adalah sebesar 0,07. Nilai 0,07 lebih kecil dari nilai t-table untuk hipotesis satu
ekor yaitu 1,645, sehingga hipotesis H4 ditolak. Hasil pengujian hipotesis H4 menunjukan
kemudahan untuk menggunakan SIA berbasis teknologi informasi tidak memiliki dampak
pada minat karyawan dalam menggunakan SIA berbasis teknologi informasi. Berdasarkan
tabel 5.4 tentang rata-rata skor jawaban responden terhadap kemudahan penggunaan
persepsian, kecenderungan jawaban responden masih banyak pada skala setuju dan kurang
pada skala sangat setuju. Banyaknya responden menjawab setuju mengindikasikan bahwa
mereka masih terdapat sedikit keraguan untuk mengisi pernyataan pada konstruk ini.
Konstrak kemudahan penggunaan persepsian dapat menjelaskan sebanyak 1% minat
karyawan untuk menggunakan SIA berbasis teknologi informasi

e. Hipotesis Image Terhadap Minat Keperilakuan


Konstruk image dihipotesiskan melalui hipotesis H5. Hipotesis H5 di uji dengan
pengujian hipotesis dua ekor. Dari analisis Tabel 5.14 diketahui bahwa nilai t-statistics
konstruk image terhadap minat keperilakuan adalah sebesar 1,87. Nilai 1,87 lebih kecil dari
nilai t-table untuk hipotesis dua ekor yaitu 1,96, sehingga hipotesis H5 ditolak. Hasil
pengujian hipotesis H5 menunjukan bahwa image penggunaan SIA berbasis teknologi
6

informasi tidak memiliki dampak pada minat karyawan dalam menggunakan SIA berbasis
teknologi informasi. Berdasarkan tabel 5.5 tentang rata-rata skor jawaban responden terhadap
kemudahan penggunaan persepsian, kecenderungan jawaban responden masih banyak pada
skala setuju dan kurang pada skala sangat setuju. Banyaknya responden menjawab setuju
mengindikasikan bahwa mereka masih terdapat sedikit keraguan untuk engisi pernyataan
pada konstruk ini. Konstrak image dapat menjelaskan sebanyak 24% minat karyawan untuk
menggunakan SIA berbasis teknologi informasi.

Secara garis besar, keterbatasan penelitian ini adalah sebagai berikut:


a. Pertama, keterbatasan studi meliputi kurang banyaknya hotel yang dapat peneliti
jangkau pada saat proses permohonan ijin penelitian. Peneliti dalam studi ini hanya
menyebarkan 41 surat permohonan penelitian ke dalam hotel tersebut. Dalam desain
metode pengumpulan data pada, telah peneliti sebutkan bahwa peneliti akan meminta
konfirmasi atas kesanggupan perusahaan menerima penelitian akan dilakukan terlebih
dahulu. Dalam desain awal konfirmasi atas kesanggupan perusahaan menerima
penelitian hanya dilakukan melalui telepon untuk meminta email bagian personalia
selanjutnya peneliti akan mengirimkan email berupa surat ijin penelitian dan contoh
kuesioner. Namun, pada saat di lapangan desain ini kurang disetujui oleh pihak
personalia hotel sehingga peneliti melakukan konfirmasi atas kesanggupan penelitian
melalui datang langsung ke setiap hotel. Atas dasar ini peneliti hanya mampu
menyebarkan hanya pada 41 hotel yang ada di daerah bali.

b. Kedua, yang menjadi keterbatasan studi ini adalah minimnya hotel yang dapat
menerima studi ini. Dalam studi ini hanya 12 hotel dari 41 hotel yang menerima
peneliti untuk melakukan studi. Peneliti berpendapat SIA berbasis teknologi yang
digunakan oleh karyawan dalam 12 hotel ini kurang mampu untuk dilakukan
generalisasi hotel yang ada di Bali. Hal ini dikarenakan setiap hotel memiliki
kebijakan penggunaan teknologi yang berbeda-beda.

c. Ketiga, kurangnya motivasi responden untuk mengisi kuesioner. Ini dapat dilihat
melalui 22 kuesioner yang tidak dapat digunakan. Data tersebut tidak dapat digunakan
karena responden menjawab tanpa membaca dengan baik makna dari indikator dalam
kuesioner. Keempat, metode penyampelan yang digunakan kurang tepat untuk
dilakukan generalisasi. Hal terakhir yang menjadi keterbatasan studi ini adalah
7

terdapat jumlah indikator yang minim untuk dapat dijadikan interpretasi, yaitu pada
konstruk norma subjektif hanya menggunakan satu indikator dan kemudahan
penggunaan persepsian hanya menggunakan dua indikator. Hartono dan Abdillah
(2009:165) berpendapat bahwa rules of thumbs dari jumlah indikator untuk dapat
dijadkan justifikasi dari hasil PLS adalah sebaiknya minimum tiga indikator

Dan yang terakhir adalah implikasi penelitian. Konstruk yang digunakan dalam studi
ini berasal diambil dari studi sebelumnya (Lee et al., 2005; Lam et al., 2007; Yu et al., 2009).
Studi sebelumnya menggunakan teori TAM dan TAM2 untuk menjelaskan minat seseorang
untuk menggunakan teknologi. Berdasarkan hasil pengujian statistik terdapat beberapa
implikasi studi baik pada teori dan praktik pemanfaatan SIA berbasis teknologi. Implikasi
studi ini pada teori terkait psikologi pemanfaatan SIA berbasis teknologi adalah studi ini
menambah pembuktian studi sebelumnya terkait konstruk yang memengaruhi minat
seseorang menggunakan SIA berbasis teknologi. Dalam studi ini terdapat dua konstruk yang
memengaruhi minat keperilakuan seseorang untuk menggunakan SIA berbasis teknologi
yaitu sikap dan kegunaan persepsian.
Studi ini memiliki implikasi pada praktik perancangan dan implementasi bagi analis
sistem informasi maupun manajemen perusahaan. Bagi pihak analis sistem informasi dan
manajemen studi ini telah memberikan simpulan bahwa minat seseorang untuk menggunakan
SIA berbasis teknologi disebabkan karena user merasa suatu aplikasi itu bermanfaat dan
mereka senang akan hal tersebut.
Studi ini tidak membuktikan bahwa faktor yang memengaruhi minat karyawan adalah
kemudahan penggunaan SIA berbasis teknologi. Simpulan dari hal ini adalah SIA berbasis
teknologi yang digunakan masih dikategorikan susah untuk dipahami sehingga baiknya pihak
manajemen memberikan training yang dibantu oleh analis sistem atau vendor yang menjual
aplikasi pada hotel terkait penggunaan SIA berbasis teknologi. Studi ini membuktikan bahwa
dukungan pihak yang terdekat karyawan belum mampu memberikan pengaruh terhadap
minat penggunaan SIA berbasis teknologi sehingga saran untuk pihak manajemen adalah
memberikan motivasi bagi penggunaan SIA berbasis teknologi. Image dalam studi ini tidak
dapat memberikan pengaruh atas minat karyawan terhadap penggunaan SIA berbasis
teknologi.
Peneliti berpendapat ini dikarenakan kurang adanya penjelasan dari pihak manajemen
akan pentingnya menggunakan SIA berbasis teknologi Pihak manajemen seharusnya dapat
menjelaskan pentingnya SIA berbasis teknologi yang diterapkan sehingga setelah karyawan
8

mengetahui hal tersebut bisa timbul image yang baik jika menggunakan SIA berbasis
teknologi jika dibandingkan dengan seseorang yang tidak menggunakan SIA berbasis
teknologi.