Anda di halaman 1dari 4

KASUS DEMAM TIFOID

Identitas
Nama

: An. B

Usia

: 18 tahun

Berat badan

: 43 Kg

Tinggi badan

: 153 cm

Jenis Kelamin : Laki-laki


Alamat

: Jl. Garuda Sakti, Panam

Anamnesis
Demam sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit, keringat dingin, batuk, pilek, sakit
kepala, nyeri diseluruh tubuh, lidah putih/kotor, mual, muntah, BAK berwarna kuning,
obstipasi, anoreksia, epistaksis.
Riwayat penyakit sekarang
Orang tua pasien mengatakan demam sudah selama 3 hari, demamnya ini timbul perlahan,
demam meningkat pada sore hingga malam hari dan menurun saat pagi hari. Demam tidak
disertai menggigil dan tidak ada kejang. Pasien dibawa kedokter dan diberi obat penurun
panas, demam pasien turun tapi 1 sampai 2 jam kedepan demam kembali. Sakit kepala (+),
mual (+), muntah (+). Pasien merasa lemas dan tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, perut
terasa nyeri pada saat ditekan, batuk (+) berdahak, pilek (+), BABcair dengan frekuensi 2
x/hari , darah (-), berwarna kekuningan disertai ampas.
Riwayat alergi
Riwayat alergi disangkal pasien
Data Organ Vital
Suhu
Tekanan darah

: 38,5 oC
: 100/60

Frekuensi pernapasan : 20 x/menit

Frekuensi nadi

: 80 x/menit

Pemeriksaan darah
Leukosit

: 6.000/mm3

Hb

: 12 g/dl

HCT (hematocrit)

: 35 %

Trombosit

: 320 x 103/l

Pemeriksaan Laboratorium
Uji widal

: Aglutinin O 1/320
Aglutinin H 1/160

Pada spesimen darah ditemukan adanya bakteri Salmonella typhi (+)


Diagnosa
Demam Tifoid
Jawablah pertanyaan dibawah ini:
1.
2.
3.
4.

Jelaskan maksud dari terminologi medis di atas


Tentukan tatalaksana terapi pada pasien tersebut
Sebutkan first line terapi dari demam tifoid
Setelah beberapa hari terapi ternyata perbaikan dari kasus pasien tidak terlihat, sebutkan

terapi apa untuk menyelesaikan kasus tersebut


5. Sebutkan terapi apa yang diberikan kepada pasien yang ternyata pada uji sensitivitas
antibiotika yang diberikan mengalami MDR (Multi Drug Resistance)

Jawab :
1. Terminology medis
-

Obstipasi adalah

Anoreksia adalah

Epistaksis adalah

2. Tentukan tatalaksana terapi pada pasien tersebut

Penyelesaian kasus dengan metode soap :


Subjective
Nama

: An. B

Usia

: 18 tahun

Berat badan

: 43 Kg

Tinggi badan

: 153 cm

Jenis Kelamin : Laki-laki


Alamat

: Jl. Garuda Sakti, Panam

Riwayat penyakit sekarang : Orang tua pasien mengatakan demam sudah selama 3 hari,
demamnya ini timbul perlahan, demam meningkat pada sore hingga malam hari dan
menurun saat pagi hari. Demam tidak disertai menggigil dan tidak ada kejang. Pasien
dibawa kedokter dan diberi obat penurun panas, demam pasien turun tapi 1 sampai 2 jam
kedepan demam kembali. Sakit kepala (+), mual (+), muntah (+). Pasien merasa lemas dan
tidak nafsu makan, nyeri ulu hati, perut terasa nyeri pada saat ditekan, batuk (+) berdahak,
pilek (+), BABcair dengan frekuensi 2 x/hari , darah (-), berwarna kekuningan disertai
ampas.
Riwayat alergi : Riwayat alergi disangkal pasien
Objective
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Suhu
Tekanan darah
Frekuensi pernafasan
Frekuensi nadi
Leukosit
Hb
HCT
Trombosit

Kadar
38,5 C
100/60
20 x/ menit
80 x/menit
6000/mm3

Normal
37 C
120/80
12 20 x/menit
60 100 x/menit
4000-

12 g/dl
35 %
320 x 103/l

10.000/mm3
14 18 gr/dL
40 48 %
200.000400.ooo/Mel
darah

Assessment :
-

Dari diagnosis dokter pasien menderita demam tifoid hal ini jga dapat diperkuat
dengan hasil uji widal dan salmonella typhi yang positif (+)

Lakukan wawancara pada pasien untuk menanyakan apakah gejala yang timbul berat
atau sudah mengganggu

Tatalaksana Terapi :
1. Terapi non-farmakologi :
-

Perawatan
o Isolasi
o Tirah baring sampai 7 hari bebas panas lalu mobilisasi secara bertahap

Diet
o Bebas serat tidak merangsang
o Tidak menimbulkan gas
o Mudah dicerna
o Tidak dalam jumlah banyak
o Bila perlu makan personde atau IVFD
o Bubur saring sampai tujuh hari bebas panas, bubur biasa 3 hari, kemudian
makan biasa

2. Terapi farmakologi :
-

Anda mungkin juga menyukai