Anda di halaman 1dari 8

1.

Pengertian Umum Tentang Persamaan Bernoulli


Prinsip Bernoulli adalah sebuah istilah di dalam mekanika fluida yang menyatakan
bahwa pada suatu aliran fluida, peningkatan pada kecepatan fluida akan menimbulkan
penurunan tekanan pada aliran tersebut. Prinsip ini sebenarnya merupakan penyederhanaan
dari Persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa jumlah energi pada suatu titik di dalam
suatu aliran tertutup sama besarnya dengan jumlah energi di titik lain pada jalur aliran yang
sama. Prinsip ini diambil dari nama ilmuwan Belanda/Swiss yang bernama Daniel Bernoulli.
Hukum Bernoulli Dalam bentuknya yang sudah disederhanakan, secara umum terdapat dua
bentuk persamaan Bernoulli; yang pertama berlaku untuk aliran tak-termampatkan
(incompressible flow), dan yang lain adalah untuk fluida termampatkan (compressible flow).
Aliran tak-termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan dengan tidak berubahnya
besaran kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut (Anonimous,
2008). Contoh fluida tak-termampatkan adalah: air, berbagai jenis minyak, emulsi, dll.
Bentuk Persamaan Bernoulli untuk aliran tak-termampatkan adalah sebagai berikut:
di mana:
v = kecepatan fluida
g = percepatan gravitasi bumi
h = ketinggian relatif terhadap suatu referensi
p = tekanan fluida
= densitas fluida
Persamaan di atas berlaku untuk aliran tak-termampatkan dengan asumsi-asumsi yaitu
aliran bersifat tunak (steady state) Tidak terdapat gesekan
Dalam bentuk lain.
Aliran termampatkan adalah aliran fluida yang dicirikan dengan berubahnya besaran
kerapatan massa (densitas) dari fluida di sepanjang aliran tersebut (Anonimous, 2008).
Contoh fluida termampatkan adalah: udara, gas alam, dll.
Kerugian yang terjadi dalam jalur pipa karena belokan, siku, sambungan, katup dan
sebagainya disebut kerugian kecil. Karena dalam banyak situasi kerugian kecil lebih penting
daripada kerugian yang disebabkan oleh gesekan pipa. Namun suatu pengecualian yang
penting adalah kerugian tinggi-tekan yang disebabkan oleh pembesaran mendadak pada jalur
pipa. (Victor L Steeter, 1985)
Jadi, dari referensi dapat disimpulkan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi
komponen kerugian pada pipa adalah kerugian kecil yaitu disebabkan gesekan pipa,belokan,
siku, sambungan dan katup sedangkan kerugian tinggi tekan disebabkan pembesaran
mendadak pada jalur pipa
Asas Bernoulli menyatakan bahwa pada pipa mendatar, tekanan fluida paling besar
adalah pada bagian yang kelajuan alirannya paling kecil. Sebaliknya, tekanan paling kecil
adalah pada bagian yang kelajuan alirannya paling besar.

Gambar: Perhitungan Bernoulli


Aplikasi Asas Bernoulli dalam
Keseharian
1. Dua Perahu Bermotor
Berbenturan
2. Aliran Air Yang Keluat Dari Keran
3. Lintasan Melengkung Baseball Yang Sedang Berputar
4. Pancaran Air Pada Selang Yang Ujungnya Dipersempit
2. Anggapan-Anggapan Untuk Menurunkan Persamaan Bernoulli
1. Zat cair adalah ideal, tidak punya kekentalan
2. Zat cair adalah homogen & tidak termampatkan
3. Aliran adalah kontinyu & sepanjang garis arus
4. Kecepatan aliran adalah merata dalam suatu penampang
5. Gaya yang bekerja hanya gaya berat & tekanan
3. Bentuk Persamaan Bernoulli

p V2
z
C
2g
Dengan :

Z : elevasi (tinggi tempat)

: tinggi tekanan

V2
2g

: tinggi kecepatan

Konstanta C adalah tinggi energi total, yang merupakan jumlah dari tinggi tempat,
tinggi tekanan dan tinggi kecepatan, yang berbeda dari garis arus yang satu ke garis arus yang
lain. Oleh karena itu persamaan tersebut hanya berlaku untuk titik-titik pada satu garis arus.
Persamaan Bernoulli dapat digunakan untuk menentukan garis tekanan dan tenaga. Garis
tenaga dapat ditunjukkan oleh elevasi muka air pada tabung pitot yang besarnya sama dengan
tinggi total dari konstanta Bernoulli. Sedangkan garis tekanan dapat ditunjukkan oleh elevasi
muka air di dalam tabung vertikal yang disambung pada pipa.

4. Garis Tenaga dan Tekanan Pada Zat Cair Ideal

p V2
E z
2g

V2
E z

2g
p

Aplikasi persamaan Bernoulli untuk kedua titik di dalam medan aliran akan
memberikan :
2

p V
p
V
z1 1 1 z 2 2 2

2g

2g

Yang menunjukkan bahwa jumlah tinggi elevasi, tinggi tekanan dan tinggi kecepatan
di kedua titik adalah sama. Dengan demikian garis tenaga pada aliran zat cair ideal adalah
konstan.

6. Persamaan Bernoulli Untuk Zat Cair Riil


Pers. Bernoulli untuk zat cair ideal : tidak ada kehilangan tenaga karena dianggap zat
cair tidak punya kekentalan (invisid) sehingga tidak ada gesekan antar partikel zat cair
maupun dengan dinding batas.
Pers. Bernoulli untuk zat cair riil : kehilangan tenaga diperhitungkan karena
kekentalan zat cair juga diperhitungkan
7. Kehilangan Tenaga
Ada 2 macam :
1. Kehilangan tenaga primer (hf) : terjadi karena adanya gesekan antara zat cair dan dinding
batas
2. Kehilangan tenaga sekunder (he) : terjadi karena adanya perubahan tampang aliran.

p V
p V
z1 1 1 z 2 2 2 he h f
2g
2g

Rumus Umum Kehilangan Tenaga

V2
hk
2g
Untuk kehilangan Tenaga Primer

k f

L
D

k
Untuk Kehilangan Tenaga Sekunder

Keterangan:
K

konstanta

kecepatan aliran

A
1 1
A2

koefisien gesekan

panjang pipa

diameter pipa

A1

luas tampang pipa 1 (hulu)

A2

luas tampang pipa 2 (hilir)

7.Koefisien Koreksi Energi


Dalam analisis aliran satu dimensi, kecepatan aliran pada suatu tampang dianggap
konstan. Pada kenyataannya, kecepatan pada penampang adalah tidak merata. Kecepatan di
dinding batas adalah nol dan bertambah dengan jarak dari dinding batas. Untuk itu diperlukan
koefisien koreksi ().

p V
p V
z1 1 1 1 z 2 2 2 2

2g

2g
2

8. Pemakaian Persamaan Bernoulli


1. Tekanan hidrostatis
2. Tekanan stagnasi
3. Alat pengukur kecepatan
4. Alat pengukur debit

8.1 Tekanan Hidrostatis


Dengan mrnggunakan persamaan Bernoulli untuk titik 1 dan 2 seperti yang
ditunjukkan pada gambar dibawah ini, dapat dihitung besar tekanan yang bekerja pada
permukaan benda dalam zat cair diam. Persamaan tersebut dapat ditulis dalam bentuk:

Olehn karena zat cair dalam keadaan diam maka V1=V2=0 sehingga persamaan
tersebut menjadi:
p2=p1+(z1+z2) atau p2=p1 h
Apabila tekanan di titik 1 (p1) adalah tekanan atmosfer maka besar tekanan di titik 2
adalah:
P2= h +pa= h
Yang merupakan tekanan hidrostatis.

8.2 Tekanan Stagnasi


Gambar dibawah menunjukkan sebuah benda yang berada di dalam zat cair mengalir
(misalnya pilar jembatan di sungai). Garis arus yang sampai disekitar benda tersebut akan
berubah arah kecuali garis arus yang ditengah yang memotong benda tersebut di titik S di
mana garis singgungnya membentuk sudut siku dengan garis arus tersebut. Zat cair pada titik
tersebut mempunyai kecepatan nol. Titik S disebut titik stagnasi dan tekanan pada titik
tersebut adalah tekanan stagnasi. Jika pada titik berjarak tertentu dari S mempunyai tekanan
p0 dan kecepatan v0, maka tekanan stagnasi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
Bernoulli untuk titik 0 dan S.

8.3 Alat Pengukur Kecepatan (Tabung Pitot)


Tabung pitot (dibaca Pitou sesuai fonologi Prancis) adalah instrumen untuk
melakukan pengukuran tekanan pada aliran fluida. Tabung pitot ditemukan oleh insinyur
berkebangsaan Prancis, Henri Pitot pada awal abad ke 18, dan dimodifikasi oleh ilmuwan
berkebangsaan Prancis, Henry Darcy di pertengahan abad ke 19. Tabung pitot telah
digunakan secara luas untuk menentukan kecepatan dari pesawat terbang dan mengukur
kecepatan udara dan gas pada aplikasi industri.
Prinsip stagnasi merupakan dasar dari Tabung Pitot yang digunakan untuk mengukur
kecepatan aliran zat cair. Gambar dibawah menunjukkan pipa berbentuk L yang berada dalam
zat cair yang mengalir dengan salah satu ujungnya menghadap arah datangnya aliran, sedang
ujung yang lain ke atas dan berhubungan langsung dengan udara luar (tekanan atmosfer).
Titik stagnasi terjadi pada ujung bagian pipa yang mendatar dan tekanannya akan lebih besar
dari tekanan zat cair di sekitarnya sebesar tinggi kecepatannya V2/2g, yang ditunjukkan oleh
kenaikan zat cair di dalam tabung.

12. Alat Pengukur Debit (Venturi Meter)


debit aliran melalui pipa dapat diukur dengan menggunakan venturi meter. Bentuk
paling sederhana dari venturi meter ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian pipa mengecil
(konvergen), leher dan pipa membesar (divergen), seperti yang ditunhukkan dalam gambar
dibawah. Alat ini dipasang pada pipa yang akan diukur debit alirannya. Zat cair yang
mengalir melalui venturi meter akan dipercepat pada bagian pipa konvergen. Karena
percepatan tersebut maka kecepatan zat cair di dalam leher akan lebih besar dari pada
kecepatan pada pipa dimana venturi meter ditempatkan. Kenaikan kecepatan ini akan
mengakibatkan terjadinya penurunan tekanan. Untuk mengukur perbedaan tekanan di pipa
dan di leher venturi meter maka kedua bagian tersebut dihubungkan oleh tabung kecil
(monometer) yang diisi dengan zat cair yang berbeda.