Anda di halaman 1dari 83

Pertumbuhan dan diferensiasi sel

Pertumbuhan
Yang pertama dari pertumbuhan adalah dengan
pertambahan dari jumlah sel. Pertambahan ini
didapat dengan pembelahan sel.
Pembelahan sel dimulai dengan pembelahan
DNA inti (kromosom)
Kromosom membelah secara semi-konservatif

Pembelahan kromosom

Pembelahan kromosom

Pembelahan sel pada eukariota


Sel eukariota berbeda dengan sel bakteri karena DNA
yang jauh lebih banyak dan terdapat dalam sejumlah
kromosom yang organisasinya lebih kompleks
dibandingkan pada bakteri. Kromosom mengandung
histon dan terikat dalam bentuk kumparan yang
padat.
Kromosom pertama kali diobservasi oleh Walther
Fleming tahun 1882 ketika memeriksa sel larva
salamander yang sedang berkembang. Fleming melihat
benang-benang kecil di dalam nukleus yang tampak
sedang terbelah dan disebut sebagai mitosis, berasal
dari kata yunani mitos yang berarti benang

Pembelahan sel pada eukariota


Kromosom eukariota tersusun dari kromatin,
sebuah kompleks DNA dan protein. Setiap
200 nukleotida akan tergulung dalam kompleks
oktamer histon yang disebut nukleosom.
Selanjutnya terjadi lagi kondensasi lanjutan yang
membentuk heterokromatin untuk bagian yang
padat dan eukromatin untuk bagian yang
kurang padat.

Pembelahan sel pada eukariota


Dengan perkecualian pada gamet, setiap sel pada
manusia adalah diploid, artinya mengandung 2 kopi
yang hampir identik dari 23 kromosom, sehingga
jumlahnya menjadi 46 kromosom. Gamet yang hanya
mengandung 23 kromosom disebut sebagai haploid.
Kadang pada beberapa organ dijumpai jumlah
kromosom yang luar biasa, misalnya sel hati kadang
mengandung tetraploid, sementara eritrosit tidak
mempunyai kromosom sama sekali.

Pembelahan sel pada eukariota


Siklus sel meliputi 5 fase. G1SG2MC
G1 adalah fase pertumbuhan primer pada sel dan
mengambil proporsi terbesar dalam kehidupan sel
S adalah fase dimana replika genom disintesa
G2 adalah fase persiapan untuk separasi genom. Fase ini
meliputi replikasi mitokondria dan organel lainnya,
kondensasi kromosom, dan restrukturisasi dari
mikrotubulus dan pembentukannya di spindel.
M adalah fase dimana badan mikrotubulus dibentuk dan
diikatkan ke kromosom, menarik dua kromatid anak.
Disebut juga mitosis dan merupakan fase penting
untuk pemisahan dua genom anak.

Pembelahan sel pada eukariota


C adalah fase dimana sel terbelah, membentuk dua sel
anak. Fase ini disebut juga sebagai sitokinesis.
Kadang terdapat fase yang disebut sebagai G0 yaitu fase
dimana sel berhenti tumbuh dan membelah diri atau
fase istirahat.
Waktu yang dibutuhkan oleh setiap sel bervariasi
diantara semua organisme. Pada sel mamalia waktu
yang dibutuhkan kurang lebih 24 jam, tapi pada sel
hati kadang mencapai 1 tahun.

Mitosis
Walau mitosis merupakan proses yang
berkelanjutan, secara umum dibagi menjadi 4
fase: profase, metafase, anafase, telofase.
Sementara persiapan sebelum mitosis disebut
sebagai interfase
Interfase meliputi G1, S dan G2, penting untuk
keberhasilan mitosis.
Selama fase G1 sel mengalami sebagian besar
pertumbuhannya.

Mitosis
Selama fase S setiap kromosom akan bereplikasi dan
membentuk dua anak kromatid yang tetap terikat
satu dengan lainnya pada sentromer. Sentromer
adalah bagian kromosom yang berkonstriksi dan
mengandung sekuens DNA spesifik yang akan terikat
dengan protein yang disebut kinetokor.
Pada fase G2 kromosom akan memulai proses
kondensasi menjadi bentuk yang lebih kompak.
Selama proses G2 juga akan dimulai pembentukan
kompleks yang akan menarik kromosom ke kutub
yang berbeda. Pada sel hewan, terdapat klas khusus
mikrotubulus nuklear yang disebut sebagai sentriol.
Tubulin juga akan dibentuk selama proses ini.

Mitosis
Setelah kromosom berkondensasi pada fase G2,
kromosom akan tampak untuk pertama kalinya
di bawah mikroskop cahaya dan memasuki fase
pertama mitosis: Profase.
Proses kondensasi terus berlangsung selama
profase, pembentukan rRNA berhenti ketika
kromosom yang membawa kode rRNA
berkondensasi, sehingga nukleolus menjadi
hilang.

Mitosis
Pembentukan badan mikrotubular juga akan
berlangsung terus selama profase. Kedua sentriol
yang terbentuk pada fase G2 akan mulai berpisah dan
membentuk aksis mikrotubulus yang disebut sebagai
benang spindel. Bila sentriol mencapai kutub sel,
mereka membentuk jembatan mikrotubulus yang
disebut badan spindel.
Selama pembentukan badan spindel, amplop nukleus
akan pecah dan komponennya di serap oleh
retikulum endoplasmik.

Mitosis
Setiap kromosom mempunyai 2 kinetokor, yang
masing2 terikat pada sentromer kromatid
anak. Kelompok mikrotubulus kedua kemudian
akan muncul dari kutub menuju sentromer.
Mikrotubulus ini akan terhubung dengan
kinetokor dari setiap kromatid anak, sehingga
setiap kromatid anak akan bergerak menuju ke
kutub yang berbeda.

Mitosis
Pada metafase, kromatid anak akan tersusun dibagian
tengah dari sel. Bila dilihat dengan mikroskop cahaya,
akan tampak seperti berada di ekuator dari sel.
Bidang imajiner melalui ekuator ini disebut bidang
metafase. Pada bidang inilah kurang lebih pembelahan
sel akan terjadi.
Pada akhir metafase, sentromer akan terbagi. Setiap
sentromer akan terbagi menjadi 2 dan membebaskan
kedua kromatid anak satu dari lainnya. Pemisahan
sentromer ini terjadi serentak pada semua
kromosom walau mekanisme kebersamaan ini belum
jelas.

Mitosis
Anafase merupakan fase tersingkat dari mitosis.
Kromatid anak akan ditarik menuju kutub yang
berbeda. Terdapat 2 pergerakan:
1. Kutub akan bergerak menjauh. Mikrotubulus
benang spindel yang terikat pada kutub
menjauh satu sama lainnya. Karena kromosom
terikat pada kutub oleh benang spindel lainnya,
mereka juga akan berpisah dan tampak
memanjang.

Mitosis
2. Sentromer bergerak menuju kutub disebabkan
mikrotubulus yang mengikat mereka
memendek. Proses pemendekan ini bukanlah
suatu kontraksi, tetapi disebabkan subunit akan
dibuang dari ujung kinetokor. Pembuangan
subunit ini mengakibatkan kromatid akan
tertarik menuju kutub dari sel

Mitosis
Pada telofase, badan spindel akan dibongkar,
amplop nuklear akan terbentuk disekitar tiap
set dari kromatid anak yang saat ini kembali
disebut kromosom, karena sudah mempunyai
sentromer sendiri lagi. Kromosom akan segera
melonggar dan mulai memungkinkan ekspresi
gen, termasuk gen rRNA, sehingga nukleolus
kembali terbentuk.

Sitokinesis
Mitosis berakhir pada akhir telofase, walau demikian sel
eukariotik yang membelah selain membagi genom
menjadi 2 nukleus, juga organel sitoplasmik harus
dibagi, termasuk mitokondria dan kloroplas.
Replikasi organel terjadi sebelum sitokinesis,
seringkalipada fase S atau G2. Proses pembelahan sel
belum selesai pada akhir mitosis. Fase dimana sel
membelah disebut sitokinesis, biasanya meliputi
pembelahan sel menjadi 2 bagian yang kurang lebih
sama besarnya.

Sitokinesis
Pada sel hewan sitokinesis terjadi dengan cara
kontraksi dari ikat filamen aktin. Pergeseran
filamen ini melewati satu dan lainnya akan
menimbulkan kerut cleavage sepanjang keliling
dari sel. Bila kontraksi berlanjut, kerut akan
semakin dalam dan akhirnya memanjang
sampai bagian tengah sel dan sel akan terbagi
menjadi 2.

Kontrol dari siklus sel


Peristiwa2 dalam siklus sel kurang lebih diatur
dengan cara yang sama pada seluruh eukariota.
Protein yang mengatur siklus sel termasuk
dalam protein yang sangat konservatif dan
hampir serupa pada manusia maupun pada sel
ragi.
Tujuan dari pengaturan proses siklus adalah
pengaturan lama dari siklus sehingga terdapat
waktu yang cukup untuk setiap peristiwa tapi
tidak berlebih.

Kontrol dari siklus sel


Cara pengaturan adalah dengan membiarkan
selesainya satu reaksi memicu reaksi fase
berikutnya. Walau demikian, sel eukariota
mempunyai pengatur pusat terpisah untuk
mengatur proses dalam siklus sel. Pada titik
kritis tertentu, proses selanjutnya tergantung
dari saklar terus/berhentinya pada pusat yang
mendapat umpan balik dari sel.

Kontrol dari siklus sel


Siklus sel eukariota dikontrol pada 3 titik kritis :
1. Pertumbuhan sel dinilai pada titik kritis G1. Titik ini
menentukan apakah pembelahan sel akan dimulai.
Pada sel ragi, titik ini dinamakan titik START. Bila
kondisi memungkinkan untuk pembelahan sel, maka
replikasi DNA akan dimulai dengan menginisiasi fase
S. Titik ini dipakai oleh eukariota kompleks untuk
menghentikan siklus sel bila lingkungan tidak
memungkinkan atau bila sel masuk ke fase G0

Kontrol dari siklus sel


2. Replikasi DNA dinilai pada titik kritis G2.
Penilaian ini akan memicu fase M sehingga
mitosis akan dimulai
3. Mitosis dinilai pada titik kritis M. Titik ini
berada pada metafase dan memicu
penghentian mitosis serta dimulainya fase G1.

Kontrol dari siklus sel


Kontrol ini berlangsung dengan cara interaksi sejumlah
protein tertentu pada titik kritis tersebut. Terdapat 2
protein utama pada interaksi ini:
1. Cyclin
2. Cyclin dependent protein kinase (Cdks) adalah
enzim yang menambahkan fosfat kepada serin dan
treonin pada enzim sel dan protein lainnya. Misalnya
pada titik kritis G2, Cdk akan memfosforilasi histon,
filamen membran nuklear, dan protein mikrotubulus.

Kontrol dari siklus sel


Fosforilasi akan menyebabkan dimulainya
aktivitas yang membawa sel melalui titik kritis
dan memulai proses mitosis. Cyclin adalah
protein yang mengikat Cdk dan menyebabkan
Cdk berfungsi sebagai enzim. Protein ini
dinamakan cyclin karena selalu dirusak dan
disintesa ulang pada setiap siklus sel. Pada
mamalia terdapat cyclin yang berbeda saat
mengatur pada 3 titik kritis yang berbeda

Kontrol dari siklus sel


Titik kritis G2: Selama G2, sel akan mengakumulasi
cyclin G2 yang disebut mitotic cyclin terikat dengan
Cdk dan membentuk kompleks yang disebut MPF
(Mitosis promoting factor). Pada awalnya MPF tidak
aktif, tetapi setelah beberapa molekul MPF mengalami
fosforilasi dan teraktivasi oleh enzim seluler lainnya,
akan meningkatkan aktivitas dari enzim yang
memfosforilasi MPF, sehingga membentuk umpan
balik positif dan peningkatan cepat dari konsentrasi
MPF aktif. Bila konsentrasi meningkat dan melewati
ambang untuk memulai mitosis, maka fase G2 akan
berakhir.

Kontrol dari siklus sel


Titik kritis G2 (sambungan):
Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh sel untuk fase M
ditentukan oleh aktivitas dari MPF karena satu dari
berbagai fungsinya adalah untuk aktivasi protein yang
merusak siklin. Selama mitosis, level Cdk tetap tetapi
G2 cyclin yang terdegradasi akan menurun dan
menyebabkan penumpukan MPF yang kehilangan
aktivitasnya dan memulai peristiwa pengakhiran
mitosis. Setelah mitosis, akumulasi dari cyclin akan
dimulai untuk proses siklus sel berikutnya.

Kontrol dari siklus sel


Titik kritis G1: Pada eukariota uniseluler seperti ragi,
faktor utama yang mengatur mulainya replikasi DNA
adalah ukuran sel. Keputusan untuk START diambil
dengan membandingkan ukuran sitoplasma dengan
ukuran genom. Selama pertumbuhannya, sitoplasma
akan bertambah besar, sementara ukuran genom
relatif tetap, akhirnya ambang ratio akan tercapai dan
menyebabkan produksi cyclin dan memulai replikasi
DNA berikutnya dan pembelahan sel.

Kontrol dari siklus sel pada eukariota


multiseluler
Pada organisme multiseluler, keputusan untuk
pembelahan sel harus dilakukan secara bersama
sehingga hanya sel tertentu dan pada saat tertentu
yang membelah diri.
Tampaknya setiap sel yang sedang tumbuh
membutuhkan sejumlah kecil sinyal pengatur positif
yang disebut growth factors (al MPF) yang
menstimulasi pembelahan sel. Bila sel sekitarnya
sudah mangambil growth factors tersebut, sel akan
kehilangan pemicu pembelahan sel.

Kontrol dari siklus sel pada eukariota


multiseluler
Growth factors bekerja dengan memicu sinyal
intraseluler. Fibroblast hanya akan tumbuh
dalam kultur sel bila ditambahkan serum pada
medianya, hal ini disebabkan oleh plateletderived growth factor (PDGF). PDGF antara
lain mengatasi hambatan pengontrol sel untuk
membelah. Bila jaringan terluka, pelepasan
PDGF oleh platelet akan memicu sel
sekitarnya untuk membelahdan
menyembuhkan luka.

Kontrol dari siklus sel pada eukariota


multiseluler
Lebih dari 50 GF berhasil diidentifikasi dan tiap GF
dikenali oleh reseptor yang berbeda pada permukaan
sel. Beberapa GF dapat dikenali oleh reseptor pada
banyak sel, sementara lainnya hanya oleh sel tertentu.
Bila sel kekurangan GF, maka pertumbuhan akan
berhenti pada titik kritis G1 pada siklus sel.
Penghentian ini disebut sebagai G0. Sel hati
mengalami G0 yang panjang, demikian juga sel saraf
dan sel otot biasanya berada dalam fase G0

Kontrol dari siklus sel pada eukariota


multiseluler
PDGF dan GF lainnya menggunakan pendekatan positif
pada siklus sel. Mereka memicu sel melewati titik
kritis G1 melalui pembentukan siklin dan
mengaktivasi gen yang mempromosikan pembelahan
sel. Gen yang menstimulasi pembelahan sel disebut
sebagai protooncogenes. Bila timbul mutasi pada gen
ini, akan menjadi hiperaktif dan merubah mereka
menjadi oncogenes dan menyebabkan proliferasi
berlebih yang menjadi ciri dari sel kanker. Mutasi ini
biasanya bersifat dominan, sehingga mutasi yang
menyebabkan heterozygot juga menimbulkan
perubahan ini.

Kontrol dari siklus sel pada eukariota


multiseluler
Lebih dari 30 protooncogenes yang telah
diidentifikasi al myc, fos, jun.
Myc pada sel normal penting untuk mengatur
titik kritis G1 karena sel dengan ekspresi myc
tidak akan membelah walau dengan kehadiran
GF.
Myc dan beberapa gen lainnya yang merespon
proto-oncogenes membentuk grup lain yang
menunda, termasuk yang memproduksi cyclin
dan Cdk

Kontrol dari siklus sel pada eukariota


multiseluler
GF yang menggunakan jalur negatif untuk
mengontrol sel dan mencegahnya melewati
titik kritis G1 dengan mencegah pengikatan
Cdk pada cyclin dan mencegah pembelahan sel.
Gen yang mencegah pembelahan sel ini disebut
sebagai tumor suppressor genes. Bila
bermutasi akan timbul pertumbuhan sel yang
eksesif dan bersifat resesif (harus keduanya
bermutasi).

Kontrol dari siklus sel pada eukariota


multiseluler
Contoh dari tumor suppressor genes yang banyak
dipelajari adalah gen retinoblastoma (Rb). Rb
mengkode protein yang terdapat dalam jumlah besar
di dalam nukleus. Protein ini berinteraksi dengan
berbagai protein regulator dalam siklus sel, walau
demikian interaksi ini tergantung dengan tahapan
fosforilasinya. Pada fase G0, protein Rb mengalami
defosforilasi. Rb akan terikat pada protein regulator
seperti myc dan fos, sehingga mencegah aksi mereka
dan pembelahan sel. Bila mengalami fosforilasi, Rb
akan melepas protein2 tsb dan menyebabkan
timbulnya pembelahan sel.

Meiosis
Pada sel gamet, jumlah kromosom adalah satu atau
disebut dengan haploid. Proses reproduksi sel gamet
disebut sebagai meiosis dan karakteristik utamanya
adalah memungkinkan seorang anak mewarisi sifat
dari kedua orang tuanya.
Pada eukariota uniseluler setiap sel individu berfungsi
sebagai gamet dan bersatu dengan lainnya. Zygot akan
mengalami mitosis atau meiosis untuk menjadi
individu haploid.
Pada sel tumbuhan sel haploid dihasilkan dari meiosis
yang dibagi oleh mitosis. Sel tertentu pada fase
haploid berkembang menjadi sel sperma atau telur

Meiosis
Pada hewan, sel yang akan mengalami meiosis
dan menjadi gamet akan terpisah dari sel
somatik umumnya sejak awal perkembangan.
Sel somatik dan sel yang memproduksi gamet
adalah diploid, tetapi bila sel somatik
mengalami mitosis untuk memproduksi dua sel
anak yang identik secara genetik dan diploid,
maka sel calon gamet akan mengalami meiosis
dan menghasilkan gamet haploid.

Meiosis
Meiosis pada sel hewan diploid akan mengalami dua kali
pembelahan sel. Terdapat 2 hal yang membedakan
meiosis dari mitosis:
1. Awal pembelahan inti, terdapat 2 versi kromosom
yang disebut sebagai homolog, dipasangkan menurut
panjangnya dan sering terjadi pertukaran genetik
selama bersatu. Proses pertukaran ini disebut sebagai
crossing over. Kromosom akan ditarik sepanjang
ekuator dan selanjutnya masing2 homolog akan
ditarik oleh mikrotubulus ke kutub yang berbeda
sehingga setiap kromosom pada kutub hanya
mempunyai satu homolog . Kromatid anak tidak
berpisah pada pembelahan inti pertama ini.

Meiosis
2. Kromosom tidak bereplikasi sebelum pembelahan inti
kedua. Proses ini identik dengan mitosis, walau
demikian karena mekanisme crossing-over, kedua
kromatid anak yang berpisah tidak identik satu
dengan lainnya.
Meiosis dibagi menjadi dua fase, meiosis I dan meiosis II.
Setiap fase dibagi lagi menjadi profase, metafase,
anafase dan telofase. Pada meiosis profase I lebih
kompleks daripada mitosis.

Pembelahan meiosis pertama


Profase I, DNA akan berkumpar menjadi padat dan
kromosom individu terlihat pertama kalinya di bawah
mikroskop cahaya. DNA sudah bereplikasi
sebelumnya sehingga setiap benang mengandung dua
kromatid anak yang terikat pada sentromernya.
Ujung kromatid akan terikat pada amplop nukleus pada
tempat spesifik.Tempat dimana homolog melekat
berdekatan sehingga anggota dari dua kromosom
yang homologi akan berdekatan. Mereka berjejer satu
dengan lainnya dalam proses yang disebut sebagai
sinapsis.

Pembelahan meiosis pertama


Sejenis protein akan dibentuk diantara kromosom yang
homolog dan membentuk struktur yang disebut
synaptonemal complex. Pita protein ini memegang kedua
kromosom secara tepat sehingga setiap gen
berseberangan dengan partnernya pada kromosom
homolog.
Sinapsis menimbulkan crossing over, serangkaian peristiwa
kompleks yang menyebabkan segmen DNA bertukaran
dengan kromatid saudaranya. Setelah crossing over
selesai, synaptonemal complex akan pecah dan
kromosom homolog akan dilepas dari amplop nuklear
dan mulai menjauh satu dari lainnya. Pada saat ini terdapat
4 kromatid untuk setiap kromosom

Pembelahan meiosis pertama


Keempat kromatid tidak terpisah satu dengan lainnya
disebabkan 2 hal:
1. Kromatid yang berasal dari satu replikasi DNA akan
terikat pada sentromernya
2. Homolog yang berpasangan terikat bersama oada
titik dimana crossing over terjadi pada
synaptonemal complex
Bukti crossing over sering terlihat pada mikroskop
cahaya sebagai struktur berbentuk X yang disebut
sebagai chiasma. Chiasma/ta bergerak ke ujung
kromosom ketika kromosom homolog berpisah.

Pembelahan meiosis pertama


Metafase I:
Stadium kedua dari meiosis I, amplop nukleus akan
hilang dan mikrotubulus membentuk spindel, seperti
pada mitosis. Chiasmata yang terbentuk pada profase
akan melanjutkan pergerakannya ke bawah
kromosom yang berpasangan dari titik asal crossing
over, hingga mencapai akhir kromosom. Pada titik ini
akan disebut chiasmata terminal. Chiasmata terminal
ini akan mengikat kromosom homolog bersama
sehingga hanya satu sisi sentromer yang menghadap
luar kompleks. Sisi lainnya menghadap ke dalam dan
bagian dari homolog satunya

Pembelahan meiosis pertama


Perlekatan pada satu sisi ini berbeda dengan
pada mitosis dimana kinetokor pada kedua sisi
sentromer terikat oleh mikrotubulus.
Setiap pasangan homolog akan berjajar pada
bidang metafase. Orientasi dari tiap pasangan
ke aksis spindel: Tiap homolog akan
berorientasi ke kutub yang berbeda secara
random

Pembelahan meiosis pertama


Anafase I:
Setelah perlekatan spindel, mikrotubulus dari benang
spindel akan mulai memendek. Selama memendek
mereka akan memecah chiasmata dan menarik
sentromer ke arah kutub dan bersama itu juga
kromosomnya.
Karena mikrotubulus terikat pada kinetokor hanya pada
satu sisi sentromer, sentromer individu tidak terpisah
untuk membentuk dua sentromer anak seperti pada
mitosis, tapi semua sentromer menuju ke satu kutub.
Ketika benang spindel berkontraksi, setiap kutub
mempunyai set lengkap kromosom haploid, masing2
berisi satu anggota pasangan homolog.

Pembelahan meiosis pertama


Telofase I:
Pada telofase I, kromosom akan bersegregasi
menjadi dua kelompok pada kutub dari sel.
Setiap kromosom bereplikasi sebelum meiosis
dimulai dan mempunyai 2 kromatid yang
berlekatan pada sentromer bersamanya.
Sitokinesis mungkin terjadi atau tidak terjadi
pada akhir telofase I. Pembelahan meiosis
kedua mungkin terjadi.

Pembelahan meiosis kedua


Meiosis kedua adalah proses mitosis sederhana yang
melibatkan produk dari meiosis I. Pada kedua kutub
sel, kelompok kromosom akan membelah secara
mitosis. Benang spindel terikat pada kedua sisi
sentromer, membagi mereka dan menggerakan
mereka ke kutub yang berbeda. Hasil dari
pembelahan mitosis ini adalah 4 haploid komplemen
dari kromosom. Nukleus akan direorganisasi dan
amplop nukleus akan terbentuk disetiap set haploid
kromosom dan akhirnya akan membentuk sel gamet.

Diferensiasi sel
Pada organisme multiseluler, sel akan
berdiferensiasi antara lain melalui ekspresi gen
yang diatur.
Pada fungi, sebagian besar perkembangan akan
menjadi sel reproduksi. Pada tumbuhan,
beberapa sel akan mempunyai fungsi khusus.
Walau demikian, tumbuhan mempunyai
fleksibilitas, sehingga perkembangan
jaringannya akan dipengaruhi juga oleh
lingkungannya.

Diferensiasi sel
Pada hewan, perkembangan diferensiasi sel lebih spesifik
dan dilakukan melalui mekanisme khusus yang tidak
banyak dipengaruhi oleh lingkungan.
Pada vertebrata, perkembangan adalah suatu proses
dinamis dimana sel yang membelah diri dengan cepat
bergerak terhadap lainnya dan membentuk dasar
geometri dari tubuh. Pada sisi yang berbeda, sel-sel
khusus akan berkembang membentuk organ tubuh,
diikuti oleh pertumbuhan dalam hal ukuran dan
bentuk. Perkembangan ini dibagi menjadi beberapa
fase secara sembarang.

Diferensiasi sel
Cleavage:
Vertebrata dimulai dengan satu sel telur yang dibuahi.
Zygot kemudian akan mulai membelah diri secara
cepat menjadi serangkaian sel yang semakin kecil
dengan jumlah yang semakin besar (blastomer),
sampai membentuk bola yang padat. Proses
pembelahan sel awal disebut dengan cleavage, tidak
diikuti dengan peningkatan ukuran akhir dari embryo.
Ujung dari zigot disebut sebagai kutub vegetal dan
animal. Secara umum blastomer pada kutub animal
akan membentuk jaringan eksternal dari tubuh,
sementara vegetal pole akan membentuk jaringan
internal dari tubuh.

Diferensiasi sel
Inisiasi dari orientasi kutub ini ditentukan oleh
lokasi dimana nukleus sperma memasuki sel
telur saat fertilisasi. Titik ini kurang lebih
merupakan bakal perut. Setelah kurang lebih
12 kali pembelahan, kecepatan cleavage
melambat dan gen-gen kunci akan mulai
ditranskripsikan dalam embryo.

Diferensiasi sel
Blastomer yang terluar akan bersatu dengan ikatan yang
kuat yaitu protein yang mengelilingi sel dan
menyatukannya dengan sel tetangganya. Hubungan ini
akan menciptakan isolasi yang menghindari massa
interior sel dari media sekitarnya. Pada stadium 16
sel, sel dari interior akan mulai memompa ion Na+
dari sitoplasmanya menuju ruang antar sel. Perbedaan
osmotik akan menyebabkan air ditarik menuju pusat
dari masa sel dan membesarnya ruang interseluler.
Ruang ini akan bersatu dan membentuk satu rongga
besar ditengah massa sel dan menghasilkan bola sel
yang kosong ditengah disebut sebagai blastula.

Diferensiasi sel
Gastrulasi
Salah satu dinding blastula akan terdorong
kedalam pada kutub vegetal, membentuk
gastrula. Sel pada kutub vegetal akan bergeser
dengan menggunakan ekstensi yang disebut
lamellipodia menuju sel tetangganya, sehingga
lembaran sel pada kutub vegetal akan
berkontraksi dan terdorong kedalam dan
memulai invaginasi.

Diferensiasi sel
Gastrulasi akan membentuk aksis utama dari vertebrata,
mengubah blastula menjadi embrio yang simetris
secara bilateral dengan tabung saluran cerna pada
bagian tengahnya dan membuka ke luar. Pada saat ini,
embrio akan mempunyai 3 lapisan germinal. Sel-sel
yang menginvaginasi dan membentuk tabung usus
primitif adalah endoderm, akan membentuk lambung,
paru, hati dan kebanyakan dari organ dalam lainnya.
Sel yang tetap berada di luar disebut ektoderm dan
akan membentuk jaringan kulit dan sistem saraf.

Diferensiasi sel
Sel-sel yang memisahkan diri dari sel yang
menginvaginasi dan memasuki ruang antar usus dan
dinding luar disebut mesoderm dan akan membentuk
notokord, tulang, pembuluh darah, jaringan
penyambung dan otot.
Setelah gastrulasi selesai, sebagian ektoderm akan
menebal pada permukaan dorsal embryo dipicu oleh
kehadiran notokord. Penebalan ini disebabkan
elongasi dari sel ektodermal tertentu. Sel tersebut
akan membentuk baji dengan kontraksi dari
kumparan filamen aktin pada salah satu ujungnya.

Diferensiasi sel
Perubahan ini menyebabkan sel bergulung menjadi satu
tabung dan kemudian akan menjadi otak dan medula
spinalis.Tabung ini disebut sebagai neural tube dan
prosesnya disebut sebagai neurulasi
Selanjutnya berbagai kelompok sel akan berpindah pada
lokasi2 tertentu, termasuk sel neural crest yang
terpisah dari neural tube membentuk sejumlah
struktur termasuk beberapa alat sensorik. Sel yang
berpisah dari blok pusat otot disebut somit dan
membentuk otot rangka. Demikian juga prekursor
dari sel darah dan gamet.

Diferensiasi sel
Pada akhir dari migrasi sel dan kolonisasi, dasar
dari vertebrata telah terbentuk, walau embrio
hanya berukuran beberapa mm dan hanya
mempunyai 100.000 sel. Pada perkembangan
selanjutnya, jaringan akan membentuk organ
dan embrio akan tumbuh menjadi ratusan kali
besarnya.

Diferensiasi sel
Terdapat 6 mekanisme penting untuk perkembangan
dari berbagai organisme:
1. Pergerakan sel. Sel bermigrasi dalam berbagai
tahapan perkembangan dan menempuh jarak jauh
sebelum mencapai tempat akhir dimana dia akan
berkembang. Kebanyakan jaringan mengandung sel
yang berasal dari berbagai bagian embryo. Salah satu
cara sel bergerak adalah dengan menarik diri mereka
disepanjang molekul adhesi seperti protein
Cadherin.

Diferensiasi sel
Cadherin menjangkau plasma membran dan
keluar dari permukaan sel. Bagian sitoplasmik
dari molekul terikat ke aktin atau intermediate
filament dari sitoskeleton dimana bagian
ekstraseluler mempunyai 5 segmen 100 AA
yang terikat sambung menyambung. 3 atau
lebih dari segmen ini mempunyai tempat
pengikatan Ca2+ yang sangat penting untuk
perlekatan cadherin dengan sel lainnya.

Diferensiasi sel
Terdapat berbagai tipe cadherin yang masing2
mempunyai tipe segmen yang berbeda. Bila sel
bermigrasi ke jaringan yang berbeda, cadherin
yang dibentuk olehnya juga akan berubah. Sel
yang mengekspresikan dua cadherin yang
berbeda akan memisahkan diri dan
membentuk 2 kelompok sel.

Diferensiasi sel
2. Induksi
Pada mamalia, semua blastomer akan mendapat
determinan yang sama dan pembentukan tubuh
ditentukan oleh interaksi antar sel, sebuah pola
perkembangan yang disebut perkembangan regulatif.
Contoh pentingnya interaksi antar sel adalah bila
kutub vegetal dipisahkan akan membentuk endoderm
dan kutub animal akan membentuk sifat2 ektoderm,
tapi tidak akan pernah membentuk sifat2 mesoderm.
Tapi apabila kedua sel tersebut ditempatkan
bersebelahan, beberapa sel kutub animal akan
berkembang menjadi mesoderm. Perpindahan jalur
perkembangan dari suatu sel ke yang lainnya sebagai
akibat interaksi disebut sebagai induksi.

Diferensiasi sel
Perubahan ini karena adanya sekresi protein dari sel
yang menginduksi sebagai bentuk sinyal interseluler.
Kadang terdapat sekelompok sel yang disebut
organizer yang memproduksi sinyal molekul yang
terlarut dan memberikan informasi posisi dari sel
lainnya. Organizer mempunyai pengaruh penting pada
jaringan sekitarnya. Semakin dekat sekelompok sel
dengan organizer, semakin tinggi sinyal molekul yang
didapat. Sinyal ini disebut sebagai morfogen.

Diferensiasi sel
Sebuah morfogen mempunyai beberapa efek yang berbeda
tergantung dari jarak antara organizer dengan lokasi sel.
3. Determinasi
Sel ovum mamalia simetris bentuknya sehingga semua sel
pada blastoderm awal sampai 8 sel adalah simetris. Sel-sel
ini disebut sebagai totipoten, artinya mampu
mengekspresikan semua gen dalam genomnya. Bila mereka
dipisahkan, setiap sel mampu berkembang menjadi individu
utuh. Sebaliknya bila dua sel totipoten dikombinasikan,
mereka juga mampu membentuk individu normal yang
disebut chimera (karena mengandung sel dari lini genetik
yang berbeda).

Diferensiasi sel
Sel mamalia baru berbeda setelah fase 8 sel, sebagai
akibat interaksi antar sel. Pada saat ini, perkembangan
masing2 sel sudah dipastikan dan menjadi irreversibel.
Proses ini disebut sebagai determinasi. Sel yang akan
menjadi otak pada awal blastula, akan berkembang
mengikuti sel sekitarnya, tapi bila dilakukan pada akhir
gastrula, sel tetap akan berkembang menjadi sel sarat.
Determinasi berbeda dengan diferensiasi. Pada
diferensiasi, sel berkembang menjadi spesialisasi
tertentu pada akhir jalur perkembangan. Sel sudah
akan dideterminasikan untuk menjadi jaringan
tertentu jauh sebelum diferensiasi dimulai.

Diferensiasi sel
Proses determinasi ditentukan oleh protein pengatur
gen tertentu yang menentukan ekspresi gen dan
menginisiasi perkembangan. Bila gen yang
memproduksi protein ini diaktifkan, salah satu
efeknya adalah memperbanyak ekspresi dari gen itu
sendiri, sehingga menimbulkan serangkaian reaksi
yang tidak dapat dibalik.
Sering sel yang dideterminasi akan menempati posisi
tertentu yang disebut sebagai positional labels.

Diferensiasi sel
4. Pembentukan pola
Seringkali sel hewan menggunakan informasi posisi
sebagai dasar pembagian ruang dari tubuh. Pada
Drosophila, sebelum fertilisasi, terdapat asimetri pada
sel telur disebabkan oleh gen yang disebut bicoid
pada mRNA maternal, menandakan titik yang akan
menjadi bagian anterior embryo. Fertilisasi akan
menyebabkan translasi menjadi protein bicoid
membentuk morfogen. Pola ini akan mengaktifkan
berbagai macam kelompok gen yang akan
menentukan pembentukan pola pada embryo

Diferensiasi sel
5. Ekspresi dari gen homeotik
Setelah pembentukan pola, serangkaian gen homeotik
akan berfungsi sebagai saklar induk untuk
menentukan pembentukan dari berbagai segmen. Gen
homeotik dianggap sebagai kode untuk protein yang
berfungsi sebagai faktor transkripsi, mengaktivasi
modul program genetik tertentu yang akan memulai
produksi dari bagian tubuh yang spesifik. Mutasi pada
gen ini akan menyebabkan terbentuknya bagian tubuh
normal pada tempat yang salah.

Diferensiasi sel
6. Kematian sel terprogram
Sebagian sel tidak akan berkembang dan akan
mati. Kematian sel ini diprogram dan bukan
kecelakaan. Sel yang mati karena diprogram ini
akan menciut dan mengalami proses yang
disebut apoptosis. Sisanya akan diambil oleh sel
sekitarnya. Terdapat berbagai gen yang
berperan dalam program ini. Pada sel manusia,
gen bax mengkode program kematian, bcl-2
merepresinya.