Anda di halaman 1dari 5

DISUSUN OLEH

: KELOMPOK IV

KETUA

: DINA AFRIYANTI (332015020)

MODERATOR
(332015021)

: MUHAMMAD REZA ADI ANSYAH

NOTULIS

: YOLA RAFIKA DEWI (332015022)

ANGGOTA

: NADA PERLIWEN (332015018)


MEI RETHA (332015023)

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
TAHUN 2015 -2016

Daftar isi
1. Pendahuluan .....................................................................................................
I
2. Permasalahan....................................................................................................
II
3. Pembahasan.......................................................................................................
III
Menejemen Berbasis Sekolah
a. pengertian.....................................................................................................
a) pola baru menejemen pendidikan masa depan...................................
b) konsep dasar MBS ................................................................................
c) Karakteristik MBS...................................................................................
a. Output yang
diharapkan ....................................................................
b. Proses...............................................................................................
c. Input pendidikan...............................................................................
d. Fungsi-fungsi yang di desentralisasika ke sekolah...........................
4. Kesimpulan dan
saran...........................................................................................IV

1. A. Pendahuluan
Salah satu permasalahan pendidikan yang di hadapi oleh bangsa indonesia
adalah rendahnya mutu pendidikan paaSalah satu permasalahan pendidikan
yang di hadapi oleh bangsa indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan
pada setiap jenjang pada satuan pendidikan khususnya pendidikan dasar
menengah.
Secara umum, menejemen berbasis sekolah (MBS) dapat di artikan sebagai
model menejemen yang memberikan otonomi lebih besar daripada sekolah
dan mendorong penmgambilan keputusan partisipatif yang melibatan secara
langsung semua warga sekolah (guru,siswa,kepala sekolah,karyawan,orang
tua siswa, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan
kebijakan pendidikan nasional.
MBS bertujuan untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui
pemberian kewenanangan otonomi kepala seolah dan mendorong sekolah
untuk melakukan mengambilan keputusan secara partisipatif.
2. Permasalahan.

Bab IV Menejemen Berbasis Sekolah.


B. Pengertian
1. polah baru menejemen pendidikan masa depan
Bukti-bukti empiri lemahnya pola lama menejemen pendidikan nasional
dan di gulilrkan otonomi daerah, maka sebagai konsekoensi logis bagi
menejemen pendidikan di indonesia adalah perlu dilakukannya penyesuaian
diri dari pola lama menejemen pendidikan menuju pola baru menejemen
pendidikan masa depan yang lebih bernuansa otonomi dan yang lebih
demokratais .
2. konsep dasar MBS
MBS dapat di depinisikan sebaga model menejemen yang bukan otonomi
lebih besar kepada seolah dan mendorong sekolah utuk melakukan
pengambilan keputusan secara partisipatif untuk memenuhi kebutuhan mutu
sekolah atau untuk mencapai tujuan mutu sekolah dalam rangka pendidikan
nasional .
Otonomi dapat diartikan sebagai kewenanagna atau kemandirian, yaitu
dalam mengatur dan mengurus dirinya sendiri, dan merdeka atau tidak
tergantung.
Pengambilan keputusan partisipatif adalah suatu saran untuk mengambil
keputusan melalui penciptaan lingkungan yang terbukah dan demokratis, di
mana warga seokalah(guru, siswa,karyawan,orang tua siswa dan tokoh
masyarakat ) di dorong untuk terlibat secara langsung dalam proses
pengambilan keputusan yang dapat berkontribuksi terhadap pencapaian
tujuan sekolah.
3. karakteristik MBS
MBS memiliki karakteristik yang perlu di pahami oleh seokalah yang
mengharapkan. Dengan kata lain, jika seokal ingin sukses dalam menerapkan

MBS, maka sejumlah karakteristik MBS tidak dapt din pisahkan dengan
karakteristik sekolah efektif (effective scool), jika MBS merupakan wadah
atau kerangkanya maka sekolah efektif merupakan isinya. Oleh karena itu,
karakteristik MBS berikut memuat secara inklusif elemen-elemen sekolah
yang dikata gorikan menjadi input, proses dan output.
a. Output yang diharapkan
seokalah harus memilki output yang diharapkan. Output sekolah adalah
prestasi sekolah yang di hasilkan oleh proses pembelajaran dan
menejemen di sekolah. Pada umumnya, output dapat diklasifikasikan
menjadi dua, yaitu output berupa prestasi akademik dan output berupa
prestasi non akademik.
b. Proses
Sekolah yang efektif pada umumnya memiliki sejumlah karakteristik
proses sebagia berikut:
1. Proses belajar mengajar yang tingkat efektifnya tinggi.
2. Kepemimpinan sekolah yang kuat.
3. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib.
4. Pengelolahan tenaga kependidikan yang efektif.
5. Sekolah memilki budaya mutu.
6. Seokalah memilki team work yang kompak dan dinamis
7. Sekoalh memilki kewenangan (kemandirian).
8. Partisipasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat.
9. Sekolah memilki keterbukaan (transparansi) menejemen.
10.Sekolah memilki kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik)
11.Sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan
12.Seoklah responsive dan antisipasi terhadap kebutuhan.
13.Komunikasi yang aktif.
14.Sekolah yang memiliki akutanbilitas.
c. Input pendidikan
1. Memilki kebijakan, tujuan dan saran mutu yang jelas .
2. Sumberdaya tersedia dan siap.
3. Staff yang kompeten dan berdedikasi tnggi
4. Memiliki harapan prestasi yang tinggi
5. Fokus pada pelangan (khususnya siswa).
6. Input menejemen .
d. Fungsi-fungsi yang di sentralisaiskan kesekolah
secara umum , pergeseran, dimensi-dimensi pendidikan dari menejemen
berbsais pusat menjadi menejemen berbasis sekolah telah di uraikan
pada butir A. adapun aspek-aspek yang dapat di garap MBS ini meliputi :
(1) Perencanaan dan evaluasi program sekolah,
(2) Pengelolahan kurikulum,
(3) Pengelolahan proses belajar mengajar,
(4) Pengelolahan ketenagaan,
(5) Penelolahan peralatan dan perlengkapan,
(6) Pengelolahan keuangan,
(7) Pelayanan siswa

(8) Hubungan sekolah-masyarakat dan


(9) Pengelolahan iklim sekolah.
FUNGSI-FUNGSI YANG DI DESENTRALISASIKAN KE SEKOLAH
INPUT
Perencanaan
dan Evaluasi
Kurikulum
Ketenagaan
Fasilitas
Keuangan
Kesiswaan
Hubungan
SekolahMasyarakat
Iklim Sekolah

Proses
Belajar
Mengajar

Prestasi
Siswa