Anda di halaman 1dari 5

CSR Dalam Kaitannya Dengan Pasar (Konsumen)

Apa itu Coporate Social Responsibility (CSR)?


Archie B Carroll (1999) mendefinisikan Pertanggung Jawaban Sosial atau Coporate Social
Responsibility (CSR) ini sebagai suatu bentuk pertanggungjawaban perusahaan (manajer)
untuk dapat membuat berbagai keputusan melakukan aksi (kegiatan) yang harus dapat
memberi nilai tambah (manfaat) terhadapr masyarakat (value of our society), selain manfaat
praktis meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari produk/jasa yang dihasilkan. Dengan
adanya CSR ini maka perusahaan akan:
- Dapat mengenali (mengidentifikasi) aktivitas-aktivitas bisnisnya, mana yang memberi
dampak negatif secara luas (signifikan) terhadap masyarakat sekitarnya, mana yang tidak
yang dapat merusak citra perusahaan.
- Dapat secara aktif terlibat mengelola lingkungan hidup masyarakat sekitar dimana operasi
perusahaan dilakukan.
- Dapat mencari cara untuk mengsinergitaskan (kerjasama) dengan kelompok-kelompok
masyarakat lain, termasuk lembaga swadaya masyarakat (NGO), pemerintah dan perusahaan
lain untuk mengelola (mereduksi) efek negatif dari kegiatan bisnis yang dilakukan, yang
sekaligus dapat memberdayakan masyarakat sekitar Mengelola efek negatif akibat dari
pengoperasian perusahaan tidak semudah hanya dengan mengeluarkan uang sumbangan
kepada masyarakat tersebut semuanya menjadi terselesaikan.
MANFAAT BAGI PERUSAHAAN
1.

Meningkatkan Citra Perusahaan

Dengan melakukan kegiatan CSR, konsumen dapat lebih mengenal perusahaan sebagai
perusahaan yang selalu melakukan kegiatan yang baik bagi masyarakat.
2.

Memperkuat Brand Perusahaan

Melalui kegiatan memberikan product knowledge kepada konsumen dengan cara


membagikan produk secara gratis, dapat menimbulkan kesadaran konsumen akan keberadaan
produk perusahaan sehingga dapat meningkatkan posisi brand perusahaan.
3. Mengembangkan Kerja Sama dengan Para Pemangku Kepentingan

Dalam melaksanakan kegiatan CSR, perusahaan tentunya tidak mampu mengerjakan sendiri,
jadi harus dibantu dengan para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah,
masyarakat, dan universitas lokal. Maka perusahaan dapat membuka relasi yang baik dengan
para pemangku kepentingan tersebut.
4.

Membedakan Perusahaan dengan Pesaingnya

Jika CSR dilakukan sendiri oleh perusahaan, perusahaan mempunyai kesempatan


menonjolkan keunggulan komparatifnya sehingga dapat membedakannya dengan pesaing
yang menawarkan produk atau jasa yang sama.
5. Menghasilkan Inovasi dan Pembelajaran untuk Meningkatkan Pengaruh Perusahaan
Memilih kegiatan CSR yang sesuai dengan kegiatan utama perusahaan memerlukan
kreativitas. Merencanakan CSR secara konsisten dan berkala dapat memicu inovasi dalam
perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan peran dan posisi perusahaan dalam
bisnis global.
CSR Dalam Kaitannya Dengan Pasar (Konsumen)
Dalam lingkungan bisnis dewasa ini yang cepat berubah dan bersifat Global,
perusahaan ditantang untuk berperan lebih luas sebagai institusi yang tidak saja menciptakan
kemakmuran masyarakat dan keuntungan perusahaan). Konsumen juga bagian dari
masyarakat dimana perusahaan berada, maka kegiatan-kegiatan CSR (jika dirancang dengan
baik) dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan didalam meningkatkan Customer Values
secara tidak langsung, terutama bagi masyarakat konsumen yang semakin kritis dewasa ini
dan

semakin

sadar

lingkungan.

Dengan

demikian,

perusahaan

yang

berhasil

mengintegrasikan kedua sisi kegiatan (sebagaimana model pengintegrasian CSR dan Strategi
Pemasaran diatas) akan memunculkan indikator-indikator diterapkannya konsep CSR dengan
baik sebagai berikut (Porter, 2007):
- Cause Promotion, yaitu memberikan dana (atau penggalangan dana) untuk meningkatkan
kesadaran akan masalah sosial, yang sekaligus sebagai wujud komitmen tanggung jawab
social (CSR) perusahaan tersebut.
- Corporate Social Marketing, yaitu perusahaan membantu kegiatan implementasi kampanye
untuk mengubah perilaku tertentu yang negatif dimasyarakat, seperti memasang sabuk
pengaman ketika berkendaraan dsbnya agar menjadi lebih baik dan tertib berlalu lintas.

- Membangun Community Volunteering, yaitu membangun social values secara internal


didalam perusahaan itu sendiri untuk mendorong karyawan dan mitra bisnisnya yang secara
sukarela terlibat membantu masyarakat setempat, dimana keterlibatan secara sosial ini bisa
juga dijadikan sebagai salah satu persyaratan pengukuran kinerja personal karyawan
diperusahaan tersebut.
- Membangun Socially Responsible Business Practice, yaitu membangun inisiatif perusahaan
untuk mengadopsi dan melakukan praktek bisnis tertentu (sesuai dengan Marketing Mix yang
direncanakan) untuk meningkatkan kualitas komunikasi dan perbaikan lingkungan tinggal
konsumen.
Makin banyaknya isu-isu sosial yang muncul di tengah-tengah masyarakat termasuk
dalam kehidupan seorang konsumen menyebabkan konsumen mengharapkan adanya
tindakan kepedulian suatu perusahaan dalam menghadapi isu-isu sosial tersebut. konsumen
memiliki kecenderungan untuk lebih memilih produk yang membuat mereka merasa sebagai
orang yang juga mempunyai tanggung jawab sosial. Memiliki program CSR dapat menjadi
langkah yang tepat untuk dapat mempertahankan kelangsungan usaha dan menjaga
kepercayaan konsumen pada entitas tersebut. Menurut Bertens (2000), jika membicarakan
tentang tanggung jawab sosial perusahaan maka kegiatan-kegiatan yang dilakukan
perusahaan untuk tujuan sosial harus tidak memperhitungkan soal untung atau rugi ekonomi

SUMBER :
http://www.kompasiana.com/rendratris/mengintegrasikan-corporate-social-responsibility-csrdalam-strategi-pemasaran-perusahaan_551b73c0a333118e23b65eea
http://amynaaby.blogspot.co.id/2013/10/definisi-csr-manfaat-dan-keuntungannya.html

Makalah CSR ( Corporate Social Responsibility)


CSR Dalam Kaitannya Dengan Pasar (Konsumen)

Disusun Oleh :

Intan Maharani

141120236

Fuad Khoiril

141130028

Andre Erdilo

141130029

Ahmad Chunaini

141130303

Andhika Pandu A

141130313

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
2016