Anda di halaman 1dari 4

Pertanyaan Penelitian

1. Alasan dilakukan penelitian?


Penelitian adalah suatu proses berpikir yang ilmiah, logis, dan terstruktur untuk mencari jawaban
atas suatu masalah yang ada guna kesejahteraan umat manusia. Penelitian dilakukan karena
adanya masalah dalam masyarakat yang merupakan kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
Sehingga dengan penelitian diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang ada dalam
masyarakat.
2. Perbedaan tujuan umum dan tujuan khusus
Terdapat dua pendapat yang menyatakan tujuan umum, pendapat pertama mengatakan tujuan
umum adalah tujuan yang melingkupi semua tujuan penelitian. Pada tujuan umum peneliti harus
memformulasikan sedemikian rupa agar semua tujuan penelitian terangkum dalam tujuan umum.
Pendapat kedua, tujuan umum adalah tujuan yang lebih luas dari tujuan khusus, tetapi masih
logis.
Sedangkan tujuan khusus mengandung hal-hal yang lebih rinci yang ingin dicapai oleh peneliti
dan merupakan uraian yang lebih detil dari tujuan umum serta tujuan khusus harus konsisten
dengan pertanyaan penelitian.
3. Jelaskan hubungan tinjauan pustaka, kerangka teori, dan kerangka konsep
Tinjauan pustaka adalah pengkajian kembali litertur-literatur yang relevan (review of related
literature) dengan penelitian yang sedang dikerjakan. Kerangka teori adalah hubungan antara
konsep berdasarkan studi empiris, sedangkan kerangka konsep adalah hubungan antara konsep
yang dibangun berdasarkan hasil-hasil studi empiris terdahulu sebagai pedoman dalam
melakukan penelitian. Melalui tinjauan pustaka dapat ditentukan variable yang ingin diteliti, dan
sebagai batasan dalam penelitian, serta mengurangi replikasi yang kurang bermanfaat dengan
penelitian sebelumnya. Selanjutnya dari tinjauan pustaka yang ada diambil variable yang ingin
diteliti dan dituangkan dalam kerangka teori. Kerangka teori lebih kompleks dari kerangka
konsep, karena tidak semua variable dalam kerangka teori diangkat menjadi variable penelitian.
Sehingga melalui kerangka konsep disitu semua variable dalam penelitian yang akan diteliti.

4. Metode penelitian tentang kross seksional, kasus kontrol retro dan prospektif, kohort
retro dan prospektif, eksperimental kuasi pre dan pos test

Design kros seksional mencakup semua jenis penelitian yang pengukuran variablevariablenya dilakukan hanya satu kali, pada satu saat. Peneliti mencari hubungan antara
variable bebas dan bergantung dengan melakukan pengukuran sesaat pada satu waktu jadi
tidak ada follow up. Kelebihan studi ini adalah murah, mudah, dan hasilnya cepat. Jarang
terancam loss to follow up, dapat dipakai untuk meneliti banyak variable sekaligus, dapat
dipakai sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya. Kekurangannya sulit untuk
menentukan sebab dan akibat karena pengambilan data risiko dan efek dilakukan pada
satu saat yang bersamaan, dibutuhkan jumlah subyek yang banyak, tidak menggambarkan

perjalanan penyakit, insidens, dan prognosis, tidak praktis meneliti kasus yang jarang.
Design kasus kontrol merupakan penelitian epidemiologis analitik observasional yang
menelaah hubungan antara efek (penyakit atau kondisi kesehatan) tertentu dengan faktor
risiko tertentu. Design ini dipergunakan guna mengetahui atau menilai seberapa besar
peran faktor risiko dalam kejadian penyakit. Pada studi kasus kontrol, penelitian dimulai
dengan identifikasi pasien dengan efek atau penyakit tertentu (yang disebut sebagai
kasus) dan kelompok tanpa efek (disebut kontrol) kemudian secara retrospektif ditelusuri
faktor risiko yang dapat menerangkan mengapa kasus terkena efek, sedangkan kontrol
tidak. Sedangkan pada kasus kontrol prospektif yang diamati adalah efek dari faktor

risiko tersebut diamati beberapa waktu ke depan.


Design kohort merupakan jenis penelitian epidemiologis noneksperimental yang sering
digunakan untuk mempelajari hubungan antara faktor risiko dengan efek atau penyakit.
Model pendekatan yang digunakan pada rancangan kohort adalah pendekatan waktu
secara longitudinal atau time-period approach. Pada penelitian kohort kausa atau faktor
risiko diidentifikasi lebih dahulu, kemudian tiap subjek diikuti sampai periode tertentu
untuk melihat terjadinya efek atau penyakit yang diteliti pada kelompok subyek dengan
faktor risiko dan pada kelompok subyek tanpa faktor risiko. Hasil pengamatan tersebut
dianalisis dengan tehnik tertentu, sehingga dapat disimpulkan apakah terdapat hubungan
antara faktor risiko dengan kejadian penyakit atau efek tertentu yang diselidiki.

5. Apa perbedaan bias recall dengan limitation of recall?

Bias recall adalah sebuah kesalahan sistematik dalam responden mengingat dan melaporkan
faktor risiko/paparan yang telah dia alami. Responden yang mengalami suatu kondisi kesehatan
seperti melahirkan anak yang mengalami down syndrome akan lebih mengingat ataupun
sebaliknya tentang obat-obatan yang dia konsumsi selama kehamilannya daripada ibu yang
melahirkan anak normal.
6. Bagaimana cara memilih uji statistic parametric dan nonparametric
Jika data terdistribusi normal maka dipilih cara uji statistic parametric dan begitupun sebaliknya.
Statistic parametric menggunakan data interval dan rasio berdasarkan fakta yang bersifat pasti
dan berdasarkan samel. Data diambil dengan member peluang yang sama atau independen serta
tidak bias. Yang dicirikan dengan suatu populasi yang berdistribusi normal dan mempunya
varians yang sama. Contoh metode statistic parametric seperti uji-z, uji t, korelasi pearson,
anova. Statistik nonparametric adalah statistic yang tidak memerlukan pembuatan asumsi tentang
bentuk distribusi atau bebas distribusi, sehingga tidak memerlukan asumsi terhadap populasi
yang akan diuji. Contoh ujinya seperti wilcoxon, spearman, fisher, dan chi-aquare
7. Apa perbedaan chi square, fisher, KS. Simulasikan di tabel 6x6 dan 6x2 dan kapan boleh
dipakai

Uji chi-square merupakan jenis uji hipotesis yang paling sering digunakan dalam
penelitian klinis. Syaratnya jumlah subyek total > 40 tanpa melihat nilai expected, yaitu
nilai yang dihitung bila hipotesis 0 benar. Jumlah subyek antara 20 dan 40, dan semua

nilai expected pada semua sel > 5.


Uji fisher adalah hipotesis untuk proporsi 2 kelompok dengan jumlah subyek yang
sedikit. Digunakan bila pada tabel 2x2 didapatkan jumlah n total kurang dari 20, atau bila

jumlah n total antara 20-40 da terdapat nilai expected < 5.


Uji kolmogorov smirnov merupakan uji dalam statistics nonparametric yang digunakan
untuk uji dua sampel dari distribusi data yang sama. K-S Test digunakan untuk
menentukan distribusi suatu data sampel. Selain itu, dapat juga digunakan untuk menguji
kenormalan suatu data digunakan dengan cara menstrandarkan sampel kemudian
membandingkannya dengan distribusi normal. Keuntungan K-S Test adalah statistic-nya
tidak bergantung pada fungsi distribusi kumulatif dari sebaran yang akan diuji. Selain itu

keuntungan lainnya terletak pada exact test, yaitu chi square goodness of fit, bergantung
pada suatu ukuran contoh saja. Namun K-S Test juga memiliki kelemahan yaitu, hanya
dapat diaplikasikan untuk distribusi kontinyu dan cenderung sensitive pada pusat
distribusi.