Anda di halaman 1dari 8

1.

Konsep Dasar Motorik


Apa yang kita bayangkan jika mendengar kata motorik? Bagi kita yang
sudah sering bersingunggan mungkin akan muncul penjelasan yang sangat
panjang. Bagi kebanyakan orang ketika ditanya apa itu motorik akan menjawab
sesuatu yang bergerak atau di gerakkan. Memang benar menurut KBBI motorik
bersangkutan dengan penggerak. Beranjak dari pemahaman arti kata motorik
dalam ilmu kesehatan manapun motorik akan bersangkutan dengan gerak tubuh
manusia. Sesuai dengan perkembangan manusia itu sendiri perkembangan
motorik manusia seiring berjalannya waktu semakin hari semakin berkembang.
Pada dasarnya, perkembangan ini berkembang sejalan dengn kematangan saraf
dan otot seseorang. Sehingga, setiap gerakan sesederhana apapun, adalah
merupakan hasil pola interaksi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem
dalam tubuh yang dikontrol oleh otak. Dan patut diingat, perkembangan setiap
orang tidak bisa disamakan, tergantung proses kematangan masing -masing anak.
Dalam perkembangnnya motorik di bagi menjadi dua yakni motorik halus
dan kasar. Perkembangan motorik akan dialami oleh setiap orang. Baik itu
dilaluinya dengan proses yang cepat maupun lambat. Karena pada dasarnya
manusia diciptakan berbeda beda yang telah sesuai kapasistasnya. Banyak faktor
dan aspek yang terdapat dalam perkembangan motorik yang akan mempengaruhi
laju dari perkembangan motorik seseorang.
2. Pengertian Assesmen Motorik
Asesmen perkembangan adalah proses pengumpulan data/informasi secara
sistematis terhadap aspek-aspek perkembangan anak yang diduga berpengaruh
terhadap prestasi akademik. (Harwell dalam Soendari, T. 2008).
Sedangkan, perkembangan motorik adalah gerakan-gerakan tubuh atau
bagian-bagian tubuh yang disengaja, otomatis, cepat dan akurat. Perkembangan
motorik meliputi kemampuan dalam melakukan gerak, baik yang bersifat gerakan
kasar, gerakan halus, keseimbangan dan koordinasi. Perkembangan Motorik
adalah suatu perubahan dalam perilaku gerak yang memperhatikan interaksi dari
kematangan mahkluk hidup dan lingkungannya..

Jadi, asesmen perkembangan motorik adalah proses pengumpulan


data/informasi secara sistematis terhadap gerakan-gerakan tubuh atau bagianbagian tubuh yang disengaja, otomatis, cepat dan akurat yang diduga berpengaruh
terhadap prestasi akademik.
3. Tujuan Assesmen Motorik
Tujuan assessment perkembangan motorik adalah sebagai berikut:
a. Untuk memberikan informasi yang terkait dengan perkembangan
motorik.
b. Untuk membantu menetapkan tujuan dan perencanaan program yang
cocok berdasarkan hasil assessment
c. Sebagai acuan diagnosa subjek jika subjek memiliki kebutuhan khusus
sehingga dapat dibuat program khusus.
d. Bahan evaluasi setelah siberikan sebuah program atau terapi yang telah
ditetapkan.
4. Penjelasan Ruang Lingkup perkembangan Motorik
Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan
jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yang terkoordinasi.
Perkembangan motorik meliputi kemampuan dalam melakukan gerak, baik yang
bersifat gerakan kasar, gerakan halus, keseimbangan dan koordinasi
Aspek perkembangan motorik ialah kemampuan dalam melakukan gerak,
baik gerakan kasar maupun halus dan keseimbangan yang meliputi: melakukan
gerakan kasar, melakukan gerakan halus dan kesimbangan.
Asesmen perkembangan motorik ditujukan untuk mengetahui informasi
tentang aspek-aspek perkembangan motorik anak yang meliputi aspek motorik
kasar, motorik halus, aspek keseimbangan dan koordinasi. Ruang lingkup
perkembangan motorik mencakup:
a.
b.
c.
d.

Kemampuan untuk melakukan gerakan kasar (gross motor)


Kemampuan untuk melakukan gerakan halus (fine motor)
Kemampuan dalam keseimbangan (balance)
Kemampuan koordinasi (coordination)

5. Tahapan Pelaksanaan Assemen Motorik

Ada beberapa langkah atau urutan yang harus dipahami dalam melakukan
assemen menurut Mercer & Mercer (1989), yaitu :
1. Determine scope and sequence of skills to be taught
Menentukan skop atau bidang dan urutan keterampilan yang akan
diajarkan. Pada tahap ini kita juga harus paham mengenai keterampilan
yang telah dikuasi siswa dan yang belum. Selain itu kita dapat
menidentifikasi keterampilan siswa sampai kepada bagian-bagian yang
terkecil.
2. Decide what behavior to asses
Memilih tingkah laku yang akan dinilai. Penilaian tingkah laku dimulai
dari tingkat yang paling global sampai pada tingkat yang paling spesifik.
Tingkah laku global yaitu penggradasian materi kurikulum yang
melibatkan tingkah laku siswa dalam rentang keterampilan yang luas.
Misalnya dalam bidang membaca meliputi: keterampilan mengenal
huruf dan kata, pemahaman kata, dan mungkin pemahaman wacana.
Sedangkan tingkah laku yang spesifik mengacu pada penentuan secara
langsung tujuan pengajaran, misalnya: siswa perlu belajar bunyi vokal
pendek.
3. Select an evaluation activity
Memilih kegiatan evaluasi. Dalam hal ini kita perlu mempertimbangkan
apakah kegiatan itu untuk menilai rentang keteampilan umum atau untuk
menilai keterampilan khusus. Apabila penilaian tentang rentang
keterampilan dibutuhkan maka hal itu umumnya dilakukan tidak secara
kontinyu. Misalnya dua kali dalam setahun
4. Administer the evaluation device
Pengadministrasian alat evaluasi. Pengadministrasian alat evaluasi
biasanya diperlukan untuk penilaian awal. Kegiatan ini meliputi
identifikasi bidang masalah, pencatatan pola kesalahan, penilaian
keterampilan tertentu. Setelah penilaian awal dilaksanakan dan tujuantujuan pengajaran ditentukan, maka selanjutnya guru juga perlu
menentukan prosedur untuk memonitoring kemajuan.
5. Record the students performance
Pencatatan penampilan siswa. Ada dua jenis penampilan yang harus
dicatat, yaitu penampilan pekerjaan pada sehari-hari dan penguasaan
keterampilan secara keseluruhan yang biasanya dicatat dalam bagan-

bagan atau format kemajuan setiap individu yang telah disediakan untuk
keperluan tersebut.
6. Determine the specific short- and long range instructional objectives.
Penentuan tujuan pengajaran khusus jangka pendek dan jangka panjang.
Tujuan yang baik adalah tujuan yang dapat mengamati tingkah laku
yang terjadi dan menggambarkan kriteria penilaian yang berhasil.
Contoh: tujuan jangka pendek memberi materi berupa huruf-huruf
konsonan seperti: b, c, d, e, f, g dan seterusnya. Tujuan jangka panjang
memberikan materi berupa rangkaiana huruf vokal dan konsonan, siswa
dapat menyebutkan 90% fonem yang benar. Dalam hal ini yang penting
adalah bahwa tujuan jangka pendek hendaknya langsung memberi
kontribusi terhadap pencapaian tujuan jangka panjang.
6. Contoh Penyusunan Instrumen
Instrumen Asesmen Kemampuan Motorik Pada Anak Dengan Rentang
Usia 4-5 Tahun
Nama
Umur
Kelas
Sekolah

:
:
:
:

Kemampuan

1. Motorik
Kemampuan
perkembangan
dari
unsur
kematangan
dan
pengendalian
gerak
tubuh
yang berkaitan
dengan
perkembangan
pusat motorik
di otak.

Ruang
Lingkup

Motorik
Kasar.

Motorik Halus

Gambaran

Anak
mampu
menunjukkanket
erampilan otototot
besar
lengan,
kaki,
dan
batang
tubuh,
seperti
berjalan
dan
melompatyang
dimiliki dirinya.

Anak
mampu
menunjukkanket
erampilan otototot kecil yang
ada
diseluruh
tubuh
seperti
menyentuh dan
5

Instruksi Tugas / Pertanyaan

Apakah anak mampu duduk


dengan posisi yang baik ?
2.
Apakah
anak
mampu
menunjukkan posisi berdiri
tegak dengan benar ?
3.
Apakah
anak
mampu
melakukan
gerakan
merayap dengan benar ?
4.
Apakah
anak
mampu
memposisikan diri dengan
benar saat berjalan ?
5.
Apakah anak sudah mampu
melakukan
gerakan
memantulkan bola ?
6.
Apakah anak sudah mampu
melakukan
gerakan
menangkap bola
7. Apakah
anak
sudah
mampu
melakukan
gerakan menendang bola ?
8. Apakah
anak
sudah
mampu
melakukan
lemparan bola dengan
baik ?
9. Apakah
anak
sudah
mampu
melakukan
gerakan
merangkak
dengan benar ?
1.

1.

2.

Apakah anak sudah


mampu memegang alat
tulis / pensil dengan
benar (tripod) ?
Apakah anak mampu
melipat kertas menjadi 2

Keteranga

memegang yang
dimiliki dirinya.

3.

4.

5.
6.

7.

8.

9.

bagian yg sama?
Apakah anak mampu
menggunting
kertas
mengikuti pola ?
Apakah anak sudah
mampu
menebalkan
garis mengikuti pola ?
Apakah anak sudah
mampu merobek kertas ?
Apakah anak sudah
mampu
melakukan
gerakan
meremas
kertas ?
Apakah anak sudah
mampu
melakukan
gerakan memilin ?
Apakah anak sudah
mampu
melakukan
kegiatan mengancingkan
baju ?
Apakah anak sudah
mampu
melakukan
kegiatan mengikat tali
sepatu ?

Keseimbanga
n

Anak sadar
1.
dan mampu
mempertahan
kan
suatu
hubungan
kearah
titik
pusat
dari
gaya
tarik
bumi.
2.

3.

4.

5.

6.

7.

Apakah
anak
mampu
berjalan
diatas
titian
/
jalan
setapak ?
Apakah
anak
mampu
mempert
ahankan
diri saat
harus
berdiri
dengan
satu
kaki ?
Apakah
anak
mampu
berjalan
mengikut
i
pola
garis
tertentu ?
Apakah
anak
mampu
berjalan
jinjit ?
Apakah
anak
mampu
berjalan
dengan
membaw
a beban
di kedua
tanganny
a?
Apakah
anak
mampu
berjalan
dengan
tangan
terlentan
g
ke
samping
?
Apakah
anak
mampu
berdiri de
ngan 7
merentan
gkan
tanganny

Daftar Pustaka
Heryati, E (2009). Ruang Lingkup Asesmen Perkembangan. Makalah
Disampaikan Dalam Kegiatan Pendampingan Guru-Guru SLB negeri SeKabupaten Garut Pada Tanggal 20-21 Pebruari 2009 Kerjasama Antara
Direktorat PLSB dan Dinas Pendidikan Kab. Garut dengan Jurusan
Pendidikan Luar Biasa FIP-UPI: Bandung.
Sundari, Tjutju dan Maman A. 2013. Modul Asesmen Mata Kuliah Asesmen Anak
Berkebutuhan Khusus. Fakultas ilmu pendidikan jurusan pendidikan khusus
universitas pendidikan indonesia.
http://tellhbc.blogspot.co.id/2011/12/ruang-lingkup-perkembangan-motorik.html
diakses pada tanggal 20 april 2016
http://tp-assesmen-evaluasi.blogspot.co.id/2014/06/ruang-lingkup-asesmen
perkembangan.html diakses pada tanggal 20 april 2016

Anda mungkin juga menyukai