Anda di halaman 1dari 9

LEGAL OPINION

Dosen: Irfan Indrabayu

Afaf Dini Hamid


01012017

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS TRISAKTI
2016

Ref No.: 03/AHP/IV-2016


Jakarta, 28 April 2016
Kepada Yang Terhormat
PT BANK RAKYAT MERDEKA (PERSERO) TBK
Jalan Gedung Sate Kav. 11-12
Bandung
Up

: Bapak Afif Puji Prabowo


Direktur Utama

Perihal

: Pendapat Hukum Mengenai Fasilitas Kredit yang Diberikan Oleh


PT BANK RAKYAT MERDEKA (Persero) Tbk, kepada PT BANK
ANGIN RIBUT

Dengan hormat,
Kami, para Advokat dan Konsultan Hukum dari Kantor Hukum AFAF HAMID &
PARTNERS, beralamat kantor di Gedung CIMB Niaga Lt. 26, Jalan Jenderal
Sudirman 1 Jakarta Pusat, telah ditunjuk dan diminta oleh PT Bank Rakyat Merdeka
(Persero) Tbk (selanjutnya akan disebut BANK RM), suatu perseroan terbatas
yang didirikan menurut hukum dan berdasarkan peraturan perundang-undangan
yang berlaku di Republik Indonesia dan berkedudukan dan beralamat kantor di Jalan
Gedung Sate Kav. 11-12, Bandung, berdasarkan surat Nomor: 123/BRM/IV/2016,
tertanggal 25 April 2016, perihal pendapat hukum mengenai fasilitas kredit yang
diberikan oleh BANK RM kepada PT Bank Angin Ribut (selanjutnya akan disebut
BANK AR) yang bermasalah.
Bahwa Pendapat Hukum ini hanya terbatas kepada aspek-aspek hukum
sehubungan dengan fasilitas kredit yang diberikan oleh BANK RM kepada BANK
AR yang bermasalah.

Berdasarkan hal tersebut di atas, dengan ini kami sampaikan Pendapat Hukum
sehubungan dengan fasilitas kredit yang diberikan oleh BANK RM kepada BANK
AR yang bermasalah adalah sebagai berikut:
A. Latar Belakang
Sehubungan dengan diadakannya suatu perjanjian kredit modal kerja pembelian
mesin-mesin cetak (printing) yang diberikan BANK RM kepada BANK AR, suatu
perseroan terbatas yang bergerak dibidang periklanan berdomisili di Bandung,
Jawa Barat, melalui Perjanjian Kredit Nomor 456/PK/BM/AR/IV/2014 tertanggal
01 Oktober 2014 sejumlah Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh milliar rupiah),
dengan agunan berupa tanah dan bangunan serta Pertanggungan oleh BAPAK
SUNYOTO PUTRA dengan klausula tidak mengesampingkan Hak istimewa yang
dimiliki Penanggung. Jangka waktu kredit yang diberikan adalah hingga 5 (lima)
tahun

sejak

tanggal

ditandatanganinya

perjanjian.

Pembayaran

kembali

angsuran kredit dilakukan tanggal 10 (sepuluh) tiap bulannya terhitung bulan


berjalan sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian. Namun, BANK AR hanya
memenuhi kewajiban pembayaran kembali angsuran kredit sebanyak 3 (tiga)
kali, yaitu; November 2014, Desember 2014, dan Januari 2015, dan hingga bulan
April ini BANK AR tidak pernah lagi melakukan pembayaran kepada Bank RM.
Setelah dilakukan investigasi oleh pihak BANK RM, diketahui bahwa BANK AR
menggunakan kredit yang diberikan untuk keperluan pembayaran cicilan utang
kepada Bank lainnya, yaitu PT Bank Carotta, namun hingga kini utang BANK
AR masih dalam kondisi macet dan belum terlunasi. Selain itu, setelah dilakukan
penilaian atau valuasi ulang atas tanah dan bangunan yang dijadikan agunan,
BANK AR hanya memiliki nilai harga Rp 9.500.000.000,00 (Sembilan miliar lima
ratuss juta Rupiah). Posisi utang BANK AR kepada BANK RM per bulan April
2016 adalah sebesar Rp 13.459.707.063,00 (tiga belas milliar empat ratus lima
puluh Sembilan juta tujuh ratus tujuh ribu enam puluh tiga rupiah) telah terhitung
bunga dan denda.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian tersebut diatas, terdapat permasalahan-permasalahan yang
dimintakan untuk diberikan Pendapat Hukum terkait hal-hal sebagai berikut:

1. Apakah agunan berupa tanah dan bangunan yang telah diberikan oleh BANK
AR tersebut memberikan kedudukan sebagai kreditor separatis kepada
BANK RM?
2. Apakah Bapak Sunyoto Putra sebagai Penanggung BANK AR dapat ditagih
terlebih dahulu atas utang BANK AR?
3. Apabila

hanya

sebagian

saja

utang

BANK

AR

yang

dapat

ditutup/dikembalikan oleh eksekusi agunan, apakah sisa utang BANK AR


dapat dimintakan juga?
4. Dalam hal BANK AR tidak dapat mengembalikan utangnya, langkah hukum
apa yang dapat dilakukan? Apakah diperlukan penyampaian Surat Teguran
(Somatie) terlebih dahulu?
5. Apakah terdapat aspek pidana dalam pemberian fasilitas kredit modal kerja
terlebih dahulu?
C. Dokumen-dokumen
Pendapat Hukum ini kami berikan terbatas hanya berdasarkan pada peraturan
perundang-undangan yang berlaku, yaitu:
1. Peraturan Perundang-undangan
1) Undang-undang Nomor 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan
2) Kitab Undang-undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek)
Selanjutnya kami tidak menerima lebih jauh mengenai dokumen milik
perusahaan lainnya sehingga Pendapat Hukum yang kami berikan terbatas
hanya pada fakta-fakta yang diterima, dan kami asumsikan adalah benar.
D. Asumsi-asumsi
Dalam memberikan Pendapat Hukum ini kami berasumsi sebagai berikut:
1. Bahwa pemohon pendapat hukum ini yaitu BANK RM tidak memberikan
lampiran-lampiran

dokumen

apapun

kepada

kami

sehingga

kami

mengasumsikan bahwa fakta-fakta mengenai kronologi adalah benar.


2. Bahwa pendapat hukum ini kami berikan berdasarkan informasi-informasi
yang diberikan oleh BANK RM kepada kami secara tertulis melalui surat
permohonan dengan Nomor 12/BRM/IV/2016 untuk diberikan pendapat
hukum serta peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat
penyusunan Pendapat Hukum ini.

3. Kami mengasumsikan bahwa berdasarkan informasi secara tertulis dari


BANK RM yang kami terima telah cukup dan tidak ada lagi penambahan
sampai dengan tanggal disepakatinya Pendapat Hukum ini.
E. Kualifikasi dan Pembatasan
Pendapat Hukum kami harus dibaca dengan kualifikasi dan pembatasan sebagai
berikut:
1. Bahwa Pendapat Hukum ini kami persiapkan dan hanya diberikan dalam
kerangka hukum Negara Republik Indonesia, karenanya Pendapat Hukum ini
tidak dimaksudkan untuk berlaku atau ditafsirkan menurut hukum atau
yurisdiksi selain Negara Republik Indonesia.
2. Bahwa Pendapat Hukum ini tidak memberikan jaminan terjadinya suatu
keadaan atau kepastian akan kondisi suatu penyelesaian persoalan. Kami
sebagai Advokat, tunduk kepada Kode Etik Advokat, tidak dibenarkan
memberikan jaminan sebagaimana dimaksud.
3. Dalam Pendapat Hukum ini, kami tidak memberikan pendapat yang
mengharuskan dan/atau mewajibkan untuk melakukan tindakan tertentu.
Pendapat Hukum ini hanya bersifat memberikan pendapat dan bersifat kajian,
namun BANK RM sendiri yang akan memutuskan apakah akan melakukan
tindakan tersebut atau tidak.
4. Bahwa Pendapat Hukum ini kami sampaikan dalam kapasitas kami selaku
Advokat dan Konsultan Hukum yang bebas dan mandiri (independen) serta
tidak memiliki benturan kepentingan baik secara langsung maupun tidak
langsung dengan para pihak yang meminta Pendapat Hukum ini.
F. Analisa Hukum
Berdasarkan dokumen-dokumen tersebut di atas, serta informasi lisan dan/atau
wawancara, dengan ini kami sampaikan Pendapat Hukum tentang permasalahan
hukum tersebut diatas sebagai berikut:
1. Agunan Tanah dan Bangunan Tidak Memberikan Kedudukan Separatis
Kreditor

separatis

adalah

kreditur

pemegang

jaminan

kebendaan.

Berdasarkan pasal 13 ayat 1 UU No 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan


bahwa disebutkan Pemberian Hak Tanggungan wajib didaftarkan pada Kantor
Pertanahan, serta dijelaskan dalam pasal 10 ayat 2 bahwa Pemberian Hak

Tanggungan dilakukan dengan pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan


oleh PPAT sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dalam hal ini kami menilai bahwa BANK RM belum dapat dikatakan atau
berkedudukan sebagai kreditor separatis karena pendapat hukum ini
diberikan tanpa adanya lampiran dokumen apapun termasuk APHT (Akta
Pemberian Hak Tanggungan)

yang merupakan bukti pemberian agunan

tanah dan bangunan yang telah didaftarkan di Kantor Pertanahan.


2. Bougtoch (Jaminan Perorangan) Tidak Dapat Ditagih Terlebih Dahulu
Penanggungan adalah suatu perjanjian, di mana pihak ketiga, demi
kepentingan kreditur, mengikatkan dirinya untuk memenuhi perikatan debitur,
bila debitur itu tidak memenuhi perikatannya (Pasal 1820 KUH Perdata).
Maka jelaslah bahwa ada tiga pihak yang terkait dalam perjanjian
penanggungan utang, yaitu pihak kreditur, debitur, dan pihak ketiga. Kreditur
(BANK RM) di sini berkedudukan sebagai pemberi kredit atau orang
berpiutang, sedangkan debitur (BANK AR) adalah orang yang mendapat
pinjaman uang atau kredit dari kreditur. Pihak ketiga adalah orang yang akan
menjadi penanggung utang debitur kepada kreditur, manakala debitur tidak
memenuhi prestasinya dalam kasus ini pihak ketiganya yaitu Bapak Sunyoto
Putra. Pada prinsipnya, penanggung utang tidak wajib membayar utang
debitur kepada kreditur, kecuali jika debitur lalai membayar utangnya. Untuk
membayar utang debitur tersebut, maka barang kepunyaan debitur harus
disita dan dijual terlebih dahulu untuk melunasi utangnya (Pasal 1831 KUH
Perdata). Penanggungan tidak dapat menuntut supaya barang milik debitur
lebih dahulu disita dan dijual untuk melunasi utangnya jika:
a. Ia (penanggung utang) telah melepasakan hak istimewanya untuk
menuntut barang-barang debitur lebih dahulu disita dan dijual;
b. Ia telah mengikatkan dirinya bersama-sama dengan debitur utama secara
tanggung menanggung; dalam hal itu akibat-akibat perikatannya diatur
menurut asas-asas utang-utang tanggung menanggung;
c. Debitur dapat mengajukan suatu eksepsi yang hanya mengenai dirinya
sendiri secara pribadi;
d. Debitur dalam keadaan pailit; dan
e. Dalam hal penanggungan yang diperintahkan hakim (Pasal 1832 KUH
Perdata).

Dalam kasus ini PT Angin Ribut memberikan Jaminan Perorangan sebagai


penanggung yaitu Bapak Sunyoto Putra dengan tidak mengesampingkan Hak
Istimewa yang dimiliki Penanggung. Oleh karena itu Bapak Sunyoto Putra
tidak dapat ditagih terlebih dahulu atas utang PT Angin Ribut karena ia tidak
mengesampingkan Hak Istimewa. Oleh karena itu PT Bank Rakyat Merdeka
harus menagih terlebih dahulu atas utangnya kepada debitor yaitu PT Angin
Ribut.
3. Sisa Utang BANK AR Dapat Dimintakan Dengan Jaminan Umum
Apabila hanya sebagian saja utang BANK AR yang dapat ditutup atau
dikembalikan oleh eksekusi agunan, maka sisa utang BANK AR juga dapat
dimintakan kepadanya. Hal ini dilihat dari adanya jaminan umum dimana
dalam pasal 1131 KUH Perdata menyatakan Segala kebendaan si
berhutang, baik yang bergerak maupun yang tak bergerak, baik yang sudah
ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari, menjadi tanguungan untuk
segala perikatan perseorangan. Dari definisi tersebut dapat disimpulkan
bahwa jaminan umum adalah jaminan yang diberikan bagi kepentingan
semua kreditur dan menyangkut semua harta kekayaan debitur. Jadi apabila
hasil dari eksekusi agunan tanah dan bangunan itu tidak cukup untuk
melunasi utang kepada BANK RM, maka BANK RM dapat meminta sisa
utang yang masih kurang dari eksekusi tersebut kepada BANK AR yang
menyangkut semua harta kekayaannya.
4. Langkah Hukum untuk PT Angin Ribut yang Tidak Melunasi Utangnya
BANK AR tidak melunasi utangnya dalam hal ini dapat dikatakan bahwa
BANK AR telah melakukan Wanprestasi. Untuk menyatakan debitur
wanprestasi maka tata caranya dengan memberikan somasi yaitu peringatan
tertulis dari kreditur kepada debitur melalui pengadilan negeri. Somasi
minimal telah dilakukan sebanyak tiga kali oleh kreditor atau juru sita. Apabila
somasi itu tidak diindahkannya, maka kreditor berhak membawa persoalan itu
ke pengadilan. Dan pengadilanlah yang akan memutuskan, apakah debitor
wanprestasi atau tidak. Somasi adalah teguran dari si berpiutang (kreditor)
kepada si berutang (debitor) agar dapat memenuhi prestasi sesuai dengan isi
perjanjian yang telah disepakati antara keduanya.
Oleh karena itu somasi diperlukan dalam kasus ini, BANK RM harus
memberikan somasi kepada BANK AR untuk melunasi utangnya. Apabila

somasi tersebut telah diberikan sebanyak 3 kali kepada BANK AR, dan
BANK AR tidak mengindahkannya, maka BANK RM dapat mengajukan
gugatan kepada Pengadilan Negeri dan juga dapat mengajukan pailit
terhadap BANK AR kepada Pengadilan Niaga. Dimana dalam Pasal 2 ayat 1
UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan adalah syarat-syarat yuridis agar
suatu debitur dapat dinyatakan pailit adalah sebagai berikut:
a. Adanya debitur yang tidak membayar utang. Dalam hal ini BANK AR
tidak membayar utang kepada BANK RM
b. Adanya lebih dari satu kreditur. Dalam hal ini kreditur dari BANK AR yaitu
BANK RM dan PT Bank Carotta
c. Adanya lebih dari satu utang. Dalam hal ini BANK AR memiliki utang
kepada BANK RM dan PT Bank Carotta
d. Minimal satu utang sudah jatuh tempo. Dalam Hal ini utang BANK AR
kepada BANK RM dan PT Bank Carotta sudah jatuh tempo
e. Minimal satu utang sudah dapat ditagih. Dalam hal ini utang BANK AR
kepada BANK RM dan PT Bank Carotta sudah dapat ditagih.
Dalam hal ini syarat-syarat kepailitan oleh BANK AR telah terpenuhi.
5. Tidak Terdapat Aspek Pidana
Bahwa dalam pemberian fasilitas kredit modal kerja kepada BANK AR kami
tidak melihat adanya aspek pidana, melainkan kami hanya melihat dari aspek
perdata. Dimana dapat hal ini BANK AR selaku debitur telah melakukan
wanprestasi kepada BANK RM dalam hal pemenuhan prestasi perjanjian
kredit. Maka menurut pasal 1238 KUH Perdata BANK AR dianggap telah
melakukan wanprestasi, karena tidak memenuhi prestasi sebagaimana
mestinya sehingga dapat dimintakan ganti rugi sebagaimana dalam pasal
1243 KUH Perdata.
G. Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan

uraian-uraian

dan

penjelasan-penjelasan

diatas,

kami

menyimpulkan hal-hal sebagai berikut:


1. Bahwa agunan tanah dan bangunan yang diberikan oleh BANK AR tidak
memberikan kedudukan separatis kepada BANK RM, karena Pendapat
Hukum ini diberikan dengan tidak adanya lampiran dokumen dari BANK RM
mengenai adanya APHT.

2. Bahwa penanggung (Bapak Sunyoto Putra) tidak dapat ditagih terlebih


dahulu karena penanggungan itu dengan klausula tidak menyampingkan hak
istimewa.
3. Apabila hasil dari eksekusi agunan tanah dan bangunan itu tidak cukup untuK
melunasi utang BANK AR, maka BANK RM masih tetap dapat meminta
pelunasan utangnya kepada BANK AR atas dasar Jaminan Umum.
4. Bahwa Apabila BANK AR tidak dapat melunasi utangnya, maka BANK RM
dapat memberikan somasi, apabila setelah diberikan somasi BANK AR tetap
tidak memenuhi prestasi maka BANK RM dapat mengajukan gugatan kepada
Pengadilan Negeri serta mengajukan permohonan pailit ke Pengadilan Niaga.
5. Dalam pendapat hukum ini tidak melihat dari aspek pidana, melainkan dari
aspek perdata yaitu adanya wanprestasi yang dilakukan oleh BANK AR.
Demikian Pendapat Hukum ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya
kami ucapkan terimakasih.

Hormat Kami,
AFAF HAMID & PARTNERS

Afaf Dini Hamid, S.H., LL.M.

Hamid Husain, S.H., M.H.