Anda di halaman 1dari 15

DINAMIKA KELOMPOK

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Ilmu Alamiah Dasar


Dosen Pengampu:Sri Mulyani, M.Pd
Di Susun Oleh :
1. Arni Susanti

(1115500013)

2C
BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2016

BAB I
P E N D AH U L U AN
2

A. Latar Belakang
Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri tetapi membutuhkan orang lain
untuk kelangsungan hidupnya. Terciptanya kehidupan bersama antara manusia sangat penting
untuk berlangsungnya kegiatan interaksi antara satu dengan yang lain. Interaksi sosial
merupakan kunci dari semua kehidupan sosial karena tanpa interaksi sosial, tak mungkin
terjadinya hubungan timbal balik satu sama lain.
Proses interaksi ini sangat penting untuk mencapai tujuan bersama dalam kehidupan
berkelompok agar tetap menjaga eksistensi sebuah kelompok yaitu bagaimana solidaritas
sosial yang terbangun diantara anggota kelompok tersebut sebagai suatu keseluruhan. Dalam
kelompok harus muncul kesadaran kolektif sebagai anggota kelompok sehingga antara
sesama anggota kelompok tumbuh perasaanperasaan atau sentiment atas dasar kesamaan
sehingga dapat tercipta rasa solidaritas sosial dan bisa mencapai tujuan bersama dalam
organisasi. Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial yang memiliki naluri untuk
senantiasa hidup dengan orang lain. Solidaritas antar manusia sudah harus diterapkan dari
sejak dini, Mengingat pentingnya solidaritas yang mengatasnamakan perbedaan dapat
memperkaya relasi, budaya dan persatuan, maka solidaritas harus diusahakan dan
dipertahankan. Cara untuk membangun solidaritas dari yang paling sederhana adalah
menghormati orang yang sedang beribadah, mengucapkan selamat kepada orang yang
merayakan hari raya, dan tidak memilih-milih teman. Saling menghargai terhadap orang yang
tidak sesuku, berbeda kepercayaan dan status, juga sangat ditekankan dalam hal solidaritas.
Kesadaran dari dalam diri setiap manusia juga merupakan salah satu faktor yang paling
penting untuk menciptakan solidaritas.

Suatu hubungan sosial akan lahir dari interaksi yang senantiasa berjalan, makadari itu kita
sebagai mahkhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan senantiasa membutuhkan
manusia lain dalam kehidupan harus saling menghargai satu sama lain dalam kehidupan
bertetangga serta memiliki rasa solidaritas yang tinggi agar dapat terjalinnya hubungan yang
yang harmonis . Dalam rangkaian perjalanan hidupnya manusia secara alamiah tidak dapat
hidup sendiri, manusia senantiasa berinteraksi dengan manusia yang lain sehingga dengan
sendirinya manusia telah terlibat dalam kelompok. Didalam kelompok inilah proses
sosialisasi berlangsung untuk yang pertama kalinya di lingkungan keluarga dan manusia
belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Interaksi sosial pada dasarnya adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu,
individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.
Semoga dengan kita memiliki tingkat interaksi dan solidaritas hubungan yang tinggi
kehidupan kita akan lebih baik dan rukun lagi.
B. Rumusan Masalah
a. Apa itu solidaritas dan solidaritas dalam kelompok?
b. Bagaimana Pentingnya solidaritas dalam kehidupan manusia dan kelompok?
c. Apa Manfaat solidaritas untuk individu maupun kelompok?
d. Hal-hal apa sajakah yang terjadi jika tidak ada solidaritas?
C. Tujuan Masalah
a.
b.
c.
d.

Mengetahui apa itu solidaritas dan solidaritas kelompok.


Mengetahui Pentingnya solidaritas dalam kehidupan manusia dan kelompok.
Mengetahui manfaat solidaritas untuk individu maupun kelompok.
Mengetahui hal-hal yang terjadi jika tidak ada solidaritas.

BAB II
P E M B AH AS AN

A. Pengertian Solidaritas

Secara etimologi arti solidaritas adalah kesetiakawanan atau kekompakkan. Dalam bahasa
Arab

berarti

tadhamun

(ketetapan

dalam

hubungan)

atau

takaful

(saling

menyempurnakan/melindungi). Pendapat lain mengemukakan bahwa Solidaritas adalah


kombinasi atau persetujuan dari seluruh elemen atau individu sebagai sebuah kelompok.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dijelaskan bahwa solidaritas diambil dari kata
Solider

yang

berarti

mempunyai

atau

memperliatkan

perasaan

bersatu

Dengan demikian, bila dikaitkan dengan kelompok sosial dapat disimpulkan bahwa
Solidaritas adalah rasa kebersamaan dalam suatu kelompok tertentu yang menyangkut
tentang

kesetiakawanan

dalam

mencapai

tujuan

dan

keinginan

yang

sama.

Di lingkungan kita dapat merasakan adanya rasa solidaritas yang tinggi atau kebersamaan
banyak sekali kebersamaan yang akan tercipta kebersamaan dalam hal baik maupun hal
buruk misalkan para pelajar yang terlibat tawuran mereka mengatakan bahwa mereka
mempunyai rasa solidaritas yang tinngi jadi bila temannya ikut tawuran maka pelajar yang
lain juga harus ikut tawuran inilah salah satu contoh sikap solidaritas yang sangat buruk yang
banyak terjadi dan menimpa para pelajar di Indonesia, seharus nya rasa solidaritas di gunakan
untuk hal-hal yang baik misalkn dalam hal belajar bersama ataupun berqurban. Jadi dapat
disimpulkan bahwa solidaritas adalah rasa kebersamaan,rasa kesatuan kepentingan, rasa
simpati, sebagai salah satu anggota dari kelas yang sama. atau bisa di artikan perasaan atau
ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama.

B. Pentingnya

solidaritas

dalam

kelompok
5

kehidupan

manusia

dan

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial yang sangat membutuhkan orang lain
disekitarnya. Multikulturalisme yang ada di Indonesia menyebutkan bahwa Indonesia
mempunyai banyak keragaman dan kekayaan yang sangat membutuhkan solidaritas antar
sesama umat manusia demi tercapainya kehidupan yang harmonis. Mengacu pada negara
Indonesia yang mempunyai budaya beraneka ragam, agama yang diakui dan suku yang
bermacam-macam, berbicara tentang solidaritas antar umat manusia rasanya sudah biasa.
Solidaritas yang pada umumnya adalah kata yang dipakai untuk mempersatukan dan
menyamakan perbedaan disekeliling kita pun, sudah mulai pudar. Perpecahan diantara umat
manusia semakin bertambah banyak jika tidak ada solidaritas yang dimulai dari dalam diri.
Perasaan solidaritas, senasib seperjuangan, setia, sifat satu rasa yang solider diberbagai
macam kalangan, sangat minim dan banyak dilupakan demi kepuasan diri sendiri atas
kepentingan pribadi . Solidaritas itu penting karena sangat mempengaruhi perubahan sosial
budaya. Perubahan sosial yang mencakup sikap setiap orang dan kondisi suatu lingkungan
yang didominasi oleh perbedaan, dan perbedaan budaya yang menyebabkan solidaritas itu
sendiri hilang seiring berjalannya waktu, dari generasi ke generasi karena tidak diterapkan
dalam kehidupan sehari-hari ketika menghadapi perbedaan. Menciptakan keadaan sosial yang
teratur dan satu, merupakan tujuan dari solidaritas. Perbedaan yang ada disekitar kita bukan
untuk ditertawakan dan diasingkan, namun disitulah peran penting solidaritas, yaitu
menyamakan dan mempersatukan perasaan toleransi. Peran penting solidaritas dapat diukur
keberhasilannya jika solidaritas dapat menciptakan kesatuan dan kesamaan perjuangan dalam
masyarakat.

Hal-hal yang terjadi jika tidak ada solidaritas disekitar kita adalah timbulnya stereotype,
prasangka, dan primordialisme. Mempertahankan apa yang menurutnya paling baik, tidak
mau membuka diri dan selalu mencaci maki golongan lain, adalah contoh hal-hal yang
berpotensi akan terjadi jika tidak dilandasi oleh solidaritas. Solidaritas antar manusia sudah
harus

diterapkan

dari

semenjak

dini.

Mengingat

pentingnya

solidaritas

yang

mengatasnamakan perbedaan dapat memperkaya relasi, budaya dan persatuan, maka


6

solidaritas harus diusahakan dan dipertahankan. Cara untuk membangun solidaritas dari yang
paling sederhana adalah menghormati orang yang sedang beribadah, mengucapkan selamat
kepada orang yang merayakan hari raya, dan tidak memilih-milih teman. Saling menghargai
terhadap orang yang tidak sesuku, berbeda kepercayaan dan status, juga sangat ditekankan
dalam hal solidaritas. Kesadaran dari dalam diri setiap manusia juga merupakan salah satu
faktor yang paling penting untuk menciptakan solidaritas. Berbicara tentang solidaritas
mungkin merupakan hal yang sangat mudah dilakukan oleh banyak orang, tetapi setelah kita
mengerti betapa pentingnya solidaritas itu dikehidupan kita, sudah selayaknya kita
mengusahakan agar solidaritas itu tetap ada dan tidak hilang. Faktor-faktor yang mendukung
adanya solidaritas dari dalam diri hendaknya ditumbuh kembangkan menjadi suatu kebiasaan
yang positif. Solidaritas tidak hanya sebatas teori saja yang memiliki tujuan dan peranan
penting dalam kehidupan setiap orang, melainkan juga suatu praktik yang bersifat rendah
hati, tulus dari dalam diri dan terus-menerus. Hendaknya setiap orang yang mencintai
perbedaan dan orang yang selalu menutup diri terhadap perbedaan, dapat mengaplikasikan
solidaritas antar orang lain, sehingga tujuan dari solidaritas itu sendiri tercapai.

C.

Manfaat solidaritas untuk individu maupun kelompok

Manfaat yang bisa kita ambil dari rasa solidaritas adalah saling membantu antar
sesama anggota kelompok dan rasa peduli untuk sesama anggota kelompok

maupun antar anggota kelompok lain, biasanya sering terjadi konflik antara
sesama anggota kelompok dimana kita bisa melihat ada atau tidak rasa solidaritas.
Banyak manfaat yang bisa kita ambil dari rasa solidaritas dan kepedulian terhadap
orang lain berarti menunjukkan rasa penting nya solidaritas dalam kehidupan
manusia di mana solidaritas dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga
kekerabatan antar anggota kelompok, tetangga, teman atau keluarga sehingga
cocok untuk menumbuhkan rasa solidaritas dalam diri kita sendiri dan menjaga
yang tidak hilang kami juga harus mampu memanfaatkan arti sebenarnya dari
solidaritas dengan kami. Berikut ini manfaat solidaritas di antaranya:
1. Dapat menumbuhkan rasa tenggang rasa angtara sesama anggota kelompok
2. Berkurangnya konflik antar sesama anggota kelompok
3. Mengurangi rasa iri dan dengki antarsesama anggota kelompok
4. Menumbuhkan keharmonisan kelompok

D. Hal hal yang terjadi jika tidak ada solidaritas


1. Stereotype
8

Stereotype adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap


kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan. Stereotipe merupakan jalan pintas
pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang
kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat. Namun, stereotipe
dapat berupa prasangka positif dan juga negatif, dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk
melakukan tindakan diskriminatif. Sebagian orang menganggap segala bentuk stereotipe
negatif. Stereotipe jarang sekali akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar,

atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang. Berbagai disiplin ilmu memiliki pendapat yang
berbeda mengenai asal mula stereotipe: psikolog menekankan pada pengalaman dengan suatu
kelompok, pola komunikasi tentang kelompok tersebut, dan konflik antarkelompok. Sosiolog
menekankan pada hubungan di antara kelompok dan posisi kelompok-kelompok dalam
tatanan sosial. Para humanis berorientasi psikoanalisis menekankan bahwa stereotipe secara
definisi tidak pernah akurat, namun merupakan penonjolan ketakutan seseorang kepada orang
lainnya, tanpa mempedulikan kenyataan yang sebenarnya. Walaupun jarang sekali stereotipe
itu sepenuhnya akurat, namun beberapa penelitian statistik menunjukkan bahwa dalam
beberapa kasus stereotipe sesuai dengan fakta terukur.

2. Prasangka
Prasangka adalah sikap yang negatif terhadap sesuatu tanpa ada alasan mendasar atas pribadi
tersebut. Prasangka merupakan suatu tipe khusus dari sikap yang cenderung kearah negatif
yang memiliki konsekuensi sebagai berikut:

a. Berfungsi sebagai skema


(kerangka fikir kognitif untuk mengorganisasi,menginterprestasi dan mengambil
informasi) yang mempengaruhi cara memproses informasi.
b. Melibatkan keyakinan dan perasaan negatif terhadap orang yang menjadi anggota
kelompok sasaran prasangka.
c. Teori-teori prasangka
a) Teori kategorisasi sosial
Melalui kategorisasi kita membuat dunia yang tak terbatas ini menjadi lebih sederhana
dan bisa dimengerti oleh siapa saja. Pembedaan kategorisasi bisa didasarkan pada
persamaan atau perbedaan.
Pengkategorian cenderung mengkontraskan antara kedua belah pihak yang berbeda.
Jika satu dinilai baik maka cenderung kelompok lain di nilai buruk.
b) Teori konflik -realistis
Teori ini memandang bahwa terjadinya kompetisi dan konflik antar kelompok dapat
meningkatkan kecenderungan untuk berprasangka dan mendiskriminasikan anggota
out group.

c) Teori perbandingan sosial


Prasangka terlahir ketika orang menilai adanya perbedaan yang mencolok. Artinya
keadaan status yang tidak seimbang yang akan melahirkan prasangka.
d) Teori identitas sosial
Berdasarkan teori ini prasangka biasanya terjadi disebabkan oleh in group dan
favoritsm yaitu kecenderungan untuk mendiskriminasikan dalam perlakuan yang lebih
baik atau menguntungkan in group diatas out group. Orang memakai identitas
sosialnya sebagai sumber dari kebangggan diri dan harga diri. Semakin positif
10

kelompok dinilai maka semakin kuat identitas kelompok yang dimiliki dan akan
memperkuat harga diri.
e) Teori Deprivasi Relatif
Deprivasi Relatif adalah keadaan psikologis dimana seseorang merasakan ketidakpuasan atas
kesenjangan atau kekurangan subjektif yang dirasakannya pada saat keadaan diri dan
kelompoknya dibandingkan dengan orang lain atau kelompok lain. Keadaan deprivasi bisa
menimbulkan persepsi adanya suatu ketidakadilan sehingga menimbulkan terjadinya
prasangka.

f) Teori Frustrasi-Agresi
Menurut teori ini, prasangka merupakan manifestasi dari displaced aggrsion sebagai akibat
dari frustrasi. Asumsi dasar dari teori ini adalah jika tujuan seseorang dirintangi atau
dihalangi, maka individu tersebut akan mengalami frustrasi. Frustrasi yang dialami akan
membawa individu tersebut pada perasaan bermusuhan terhadap sumber penyebab frustrasi.
Hal itulah yang menyebabkan individu seringkali mengkambing hitamkan individu lain yang
kurang memiliki kekuasaan.
g) Teori Belajar Sosial

11

Menurut teori ini prasangka biasanya diperoleh anak-anak melalui proses sosialisasi. Anakanak banyak yang menginternalisasikan norma norma mengenai stereotipe dan perilaku antar
kelompok yang ditetapkan oleh orang tua dan teman sebaya. Selain dari orang tua dan teman
sebaya, media massa juga menjadi sumber anak untuk mempelajari stereotipe dan prasangka.
3. Primordialisme
Pandangan atau paham yang menunjukansikap berpegang teguh pada hal-hal yang
sejak semula melekat pada individu,seperti suku bangsa,ras danagama.
primordialisme sebagai identitas suatu kelompok atau golongan sosial
merupakan faktor penting dalam memperkuat ikatan golongan atau kelompok yang
bersangkutan dalam menghadapi ancaman dari luar.

Primordialisme dapat terjadi karena faktor- faktor berikut:


a. Adanya suatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam kelompok atau
suatu perkumpulan sosial.
b. Adanya suatu sikap untuk mempertahankan keutuhan suatu kelompok atau
kesatuan sosial dari ancaman luar.
c. Adanya nilai-nilai yang berkaitan dengan sistem keyakinan, seperti nilai
agama, dan pandangan hidup
4. kehilangan rasa solidaritas terhadap sesama,
egoisme yang tak terbatas, terasingkan dalam kehidupan sosial dan
5.

kesulitan dalam bersosialisasi.

Sikap dalam menghadapi individualis, kita tidak boleh melupakan kodrat kita sebagai
makhluk sosial yang mungkin sewaktu-waktu kita pasti membutuhkan bantuan orang
lain.Selain itu, individualis tidak sesuai dengan ideologi Negara Indonesia yaitu pancasila.

12

BAB III
PENUTUP

A.SIMPULAN
Solidaritas adalah rasa kebersamaan dalam suatu kelompok tertentu yang menyangkut
tentang

kesetiakawanan

dalam

mencapai

tujuan

dan

keinginan

yang

sama.

Di lingkungan kita dapat merasakan adanya rasa solidaritas yang tinggi atau kebersamaan
banyak sekali kebersamaan yang akan tercipta kebersamaan dalam hal baik maupun hal
buruk misalkan para pelajar yang terlibat tawuran mereka mengatakan bahwa mereka
mempunyai rasa solidaritas yang tinngi jadi bila temannya ikut tawuran maka pelajar yang
lain juga harus ikut tawuran inilah salah satu contoh sikap solidaritas yang sangat buruk yang
banyak terjadi dan menimpa para pelajar di Indonesia, seharus nya rasa solidaritas di gunakan
untuk hal-hal yang baik misalkn dalam hal belajar bersama ataupun berqurban. Jadi dapat
disimpulkan bahwa solidaritas adalah rasa kebersamaan,rasa kesatuan kepentingan, rasa
simpati, sebagai salah satu anggota dari kelas yang sama. atau bisa di artikan perasaan atau
13

ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan bersama. Sedangkan
manfaat dari solidaritas itu sendiri adalah sebagai berikut :
1. Dapat menumbuhkan rasa tenggang rasa angtara sesama anggota kelompok
2. Berkurangnya konflik antar sesama anggota kelompok
3. Mengurangi rasa iri dan dengki antarsesama anggota kelompok
4. Menumbuhkan keharmonisan kelompok
Selain memiliki manfaat solidaritas memiliki bahaya tersendiri jika tidak terjadinya
solidaritas diantaranya yaitu steriotype,prasangka dan primordialisme.

B. SARAN
Solidaritas sangatlah penting dan kita setiap manusia haruslah memiliki sifat seperti
itu. Makadari itu saya sangat berharap saran dan kritik dari pembaca semua agar saya dapat
lebih mendapat banyak wawassan dan informasi tentang solidaritas dalam kelompok dan
semakin semagin terjalinnya hubungan yang harmonis dalam sebuah kelompok.

14

DAFTAR PUSTAKA
Huraerah, Abu dan Purwanto. 2006. Dinamika Kelompok Konsep dan Aplikasi.
Jakarta: Refika Aditama.
Nasution, Zulkarnain. 2010. Konflik dan Lunturnya Solidaritas Sosial Masyarakat
Desa
Nasution, Zulkarnain. 2009. Solidaritas Sosial dan Partisipasi Masyarakat Desa
Transisi . Malang: UMM Press

http://www.kompasiana.com/ireneariani/pentingnya-solidaritas-dalam-kehidupan-manusia
http://www.dosenpendidikan.com/pengertian-manfaat-dan-prinsip-terciptanya-solidaritaslengkap/
http://rubirimonda11.blogspot.co.id/2013_06_01_archive.html

15