Anda di halaman 1dari 2

RS JANTUNG

HASNA MEDIKA
CIREBON

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR ASESMEN NYERI


No Dokumen

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
1/2

Ditetapkan oleh
Direktur RS. Jantung Hasna Medika
dr. Nurdin

PENGERTIAN

Perawat atau dokter melakukan asesmen awal mengenai


nyeri terhadap semua pasien yang datang ke bagian IGD,
poliklinik, ataupun pasien rawat inap.

TUJUAN

Mengetahui tingkat nyeri yang dialami penderita yang


dirawat di RS Jantung Hasna Medika

KEBIJAKAN

Keputusan Direktur No.0420 /KEP/DIR-RSJHM/V/2016


tentang panduan menejemen nyeri di Rumah Sakit
Jantung Hasna Medika

PROSEDUR

1. Asesmen nyeri dapat menggunakan Visual Analogue


Scale
a) Indikasi: digunakan pada pasien dewasa dan anak
berusia > 9 tahun yang dapat
b) menggunakan ekspresi wajah pasien yang
dikonversi ke angka 010.
2. Tanyakan mengenai faktor yang memperberat dan
memperingan nyeri kepada Pasien :
Bapak/ibu/saudara/i..apakah yang memperberat/
memperingan rasa nyeri yang Bapak/ibu/sdr/i rasakan?
3. Tanyakan juga mengenai deskripsi nyeri:
a. Lokasi nyeri : dimana nyeri yang Bapak/ibu/sdr/I
rasakan?
b. Kualitas dan atau pola penjalaran / penyebaran :
Bagimana rasa nyerinya? Diiris? Ditusuk? Ditekan?
Apakah nyeri tersebut dijalarkan?
c. Onset, durasi, dan faktor pemicu : Kapan nyeri
itu timbul?berapa lama setiap kali nyeri itu timbul?
Apakah ada hal hal yang memicu nyeri?
d. Riwayat penanganan nyeri sebelumnya dan
efektifitasnya:
Apakah yang Bapak/ibu/sdr/I lakukan untuk
mengurangi nyeri sebelumnya? Seberapa besar
hal itu menolong Bapak/ibu/sdr/i
e. Efek nyeri terhadap aktivitas sehari-hari: apakah
nyeri yang Bapak/ibu/sdr/I rasakan mengganggu
kegiatan sehari hari ?

RS JANTUNG
HASNA MEDIKA
CIREBON

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL

PROSEDUR

UNIT TERKAIT

PROSEDUR ASESMEN NYERI


No Dokumen

Tanggal Terbit

No. Revisi
0

Halaman
2/2

Ditetapkan oleh
Direktur RS. Jantung Hasna Medika
dr. Nurdin

f. Obat-obatan yang dikonsumsi pasien : apakah


ada obat yang diminum untuk mengurangi nyeri
sebelumnya?
4. Pada pasien dalam pengaruh obat anestesi atau dalam
kondisi sedasi sedang, asesmen dan penanganan nyeri
dilakukan saat pasien menunjukkan respon berupa
ekspresi tubuh atau verbal akan rasa nyeri.
5. Asesmen ulang nyeri: dilakukan pada pasien yang
dirawat lebih dari beberapa jam dan menunjukkan adanya
rasa nyeri, sebagai berikut:
a. Lakukan asesmen nyeri yang komprensif setiap kali
melakukan pemeriksaan fisik pada pasien.
b. Dilakukan pada: pasien yang mengeluh nyeri, 1 jam
setelah tatalaksana nyeri, setiap empat jam (pada
pasien yang sadar/bangun), pasien yang menjalani
prosedur menyakitkan, sebelum transfer pasien, dan
sebelum pasien pulang dari rumah sakit.
c. Pada pasien yang mengalami nyeri kardiak (jantung),
lakukan asesmen ulang setiap 5 menit setelah
pemberian nitrat atau obat-obat intravena.
d. Pada nyeri akut / kronik, lakukan asesmen ulang
tiap 30 menit 1 jam setelah pemberian obat nyeri.
6. Tuliskan hasil asesmen nyeri pada status pasien.

Instalasi Rawat Inap


Instalasi Rawat Jalan
Instalasi Dawat Darurat
Instalasi Kamar Operasi