Anda di halaman 1dari 30

SKIZOFRENIA

PARANOID (F20.0)
Oleh :
Nur indria resky
Pembimbing :
dr. Junuda RAF, M.Kes, Sp.KJ

KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KEDOKTERAN


JIWA
RSJ DR. SOEPARTO HARDJOHUSODO
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2015

IDENTITAS PASIEN

Nama
: Nn. Murni Sahrani
Jenis Kelamin
: Perempuan
Tempat/Tanggal lahir
: Raha, 26 November 1994
Status Perkawinan
: Belum Menikah
Warga Negara
: Indonesia
Agama
: Islam
Suku Bangsa
: Muna
Pekerjaan
: Mahasiswa
Alamat
: Kemaraya
Dikirim Oleh
: Paman Pasien (Tn.La Sensu)
Dokter yang menangani
: dr. Junuda RAF, M.Kes., Sp.KJ

Keluhan utama

Sering berubah
sikap

KELUHAN DAN GEJALA


Pasien datang ke poli psikiatri RS Jiwa di antar oleh paman

dan tantenya dengan keluhan suka berubah sikap seperti ada


pikiran menjadi orang lain, sejak 1 tahun ini, pasien merasa
bisa berperan seperti orang lain. Awalnya, pasien berteman
dengan banyak orang tetapi lama-kelamaan pasien
memisahkan diri karena sadar akan penyakitnya, dan akhirakhir ini pasien tidak bisa berada di keramaian karena
merasa pikirannya bisa dibaca. Di kampus dan di kos pasien
merasa tidak nyaman karena merasa di hina oleh orang lain.
Pasien dapat mengontrol pikiran dengan cara berdzikir.
Pasien bisa lebih sensitif pada saat berubah menjadi orang
lain,
pasien
sering
mendengar
suara-suara
yang
memerintahkan pasien untuk menghina, mencaci dan
memaki, suara-suara bisikan ini pertama kali di dengar sejak
kelas 1 SMP (13 tahun), kemudian bisikan itu hilang dan
semenjak semester 3 bisikan itu muncul kembali, kadang
pasien mengikuti perintah tersebut, suara tersebut membuat
pasien takut, cemas, gelisah, dan menjadi tidak tenang.

KELUHAN DAN GEJALA


1 minggu terakhir pasien melihat bayangan saat bangun tidur, yang

membuat pasien kaget, pasien merasa seperti dirasuki oleh makhluk


halus, pasien suka merasa ketindisan oleh jin dan suka bermimpi
tentang jin, pasien merasa takut saat mendengar kabar buruk.
Menurut tante pasien, pasien sering menghayal dan biasa menangis
ketakutan atau tertawa secara tiba-tiba, kadang pasien makan
dengan banyak dan ketika minum nanti ditegur baru pasien berhenti
minum. Satu minggu terakhir ini pasien pernah di rukiah dan saat di
raha pasien sempat juga di rukiah. Pasien berteman tetapi hanya 1
orang yang menjadi teman akrab di SMA, setelah sakit pasien
menjauh dari teman-temannya karena merasa tidak nyaman, pasien
tidak memiliki masalah diperkuliahan. Akhir-akhir ini pasien merasa
cepat lelah dan susah tidur, tidak ada rasa putus asa atau rasa ingin
bunuh diri. Sebelum sakit pasien merupakan anak yang tidak mudah
bergaul dan keluar rumah, sehari-hari hanya pasien hanya
melakukan aktivitas sekolah dan rumah, pasien juga sering takut
saat sendiri di rumah. Pasien selalu menjadi juara kelas saat SD dan
SMA, tetapi saat SMP pasien tidak menjadi juara kelas karena pasien
sakit dengan keluhan yang sama.

Hendaya DAN DISFUNGSI


Hendaya
sosial
Hendaya
pekerjaa
n
Hendaya
waku
senggan
g

Ada, semenjak sakit pasien memisahkan diri


dari teman-temannya.

Ada, semenjak sakit pasien tidak merasa


aman dikampus sehingga pasien tidak lagi
masuk kuliah serta pasien juga sudah tidak
bisa membantu mengerjakan pekerjaan rumah
tangga seperti sebelumnya.

Ada, seluruh waktu pasien


melamun dan berdzikir.

diisi

dengan

Faktor stressor
psikososial

Perceraian kedua orang tuanya sejak kecil dan bibi yang


merawat pasien memiliki sifat yang keras.

Hubungan gangguan sekarang dengan


riwayat penyakit fisik dan psikis
sebelumnya
Tidak ada

Riwayat penyakit
fisik

Tidak ada riwayat kecelakaan, kejang atau demam sebelumnya.

Riwayat penggunaan zat


psikoaktif
Tidak ada

Riwayat gangguan psikiatrik


sebelumnya :
Ada, saat pasien duduk di bangku SMP usia 13 tahun pasien
mengalami keluhan yang sama setelah mengalami kerasukan
masal di sekolah tetapi hanya diobati dengan rukiah selama 2
minggu.

Riwayat kehidupan pribadi


Riwayat
prenatal
dan
perinatal
Ibu pasien mengandung selama 9 bulan, berjalan normal, ibu
tidak pernah sakit selama hamil. Pasien lahir ditolong oleh
dukun, langsung menangis, menurut dukun tidak terdapat
kelainan. Tidak ada kejang demam atau penyakit serius lainnya
yang dialami pasien.

Riwayat
(usia 1-3

masa kanak
tahun)

awal

Pasien memiliki perkembangan yang sama dengan temanteman seusianya. Pasien tidak pernah mengalami sakit yang
serius.

Riwayat masa kanak pertengahan (usia 4-11


tahun)
Pasien tidak melalui Taman kanak-kanak (TK), namun mulai
memasuki Sekolah Dasar pada usia 6 tahun di SD Raha. Pasien
tidak pernah tinggal kelas, selama di bangku sekolah dasar
pasien selalu menjadi juara kelas.

Riwayat masa kanak akhir remaja (usia


12-18 tahun)
Setelah tamat SD, pasien langsung melanjutkan sekolah di
SMP Raha selama 3 tahun, pasien menjalani sekolahnya
dengan baik, pasien tidak pernah tinggal kelas. Tetapi prestasi
pasien menurun karena pasien mengalami keluhan yang
sama karena mengalami kerasukan masal di sekolahnya.
Pasien hanya diobati dengan rukiah selama 2 minggu
kemudian sembuh. Oleh keluarganya pasien dianggap
kerasukan jin.
Pasien tamat SMP, kemudian melanjutkan di SMA 1 Raha
selama 3 tahun. Pasien tidak pernah tinggal kelas dan pasien
selalu mendapatkan juara kelas. Di SMA juga pasien
mengikuti olimpiade fisika.

Riwayat masa dewasa


Riwayat
pendidikan
Pasien sedang berkuliah di Fakultas Perikanan Universitas Halu
Oleo, semester IV. Pasien masuk ke Fakultas tersebut atas saran
kakaknya dan pamannya karena cita-cita pasien yang ingin
menjadi dosen.

Riwayat
pekerjaan

Pasien belum bekerja

Riwayat
pernikahan
Belum menikah

Riwayat
kehidupan
sosialpribadi
Pasien merupakan

yang jarang bergaul dan keluar


bersama teman-temannya, pasien hanya memiliki 1 teman akrab
saat SMA

iwayat kehidupan spiritual

Sejak kecil pasien taat dalam beribadah, rajin berdzikir, sholat dan mengaji.

Riwayat forensik
Tidak ada

Riwayat kehidupan keluarga

Pasien merupakan anak ke-4 dari 4 bersaudara. Kakak pertama perempuan sudah menikah
dan tinggal di Makassar, kakak kedua perempuan sudah menikah dan tinggal di Kendari,
kakak ketiga laki-laki belum menikah bekerja sebagai tentara yang bertugas di Makassar.
Kedua orang tua pasien bercerai pada saat pasien berumur 3 tahun, semenjak berumur 1
tahun pasien sudah di rawat dan hidup bersama nenek dan bibi pasien. Ayah pasien
berada di Malaysa dan belum menikah lagi, ibu pasien telah menikah lagi dan tinggal di
Raha. Terdapat keluhan yang sama dalam keluarganya yaitu saudara ayah dan ibu.

RIWAYAT KEHIDUPAN SEKARANG

Pasien sejak usia 1 tahun tinggal bersama bibinya yang


agak keras dan neneknya di Raha, saat kuliah di Kendari
pasien kos di dekat kampus, 1 minggu setelah sakit pasien
tinggal bersama paman dan tantenya di Kemaraya.

PERSEPSI PASIEN TENTANG


DIRI DAN KEHIDUPANNYA

Pasien sadar jika dirinya membutuhkan


pengobatan

Pemeriksaan status mental (Rabu, 18 Maret


2015 pukul 11.00 WITA)

Fungsi intelektual (kognitif):


Orientasi

Daya ingat

Waktu : baik.
Tempat : baik
Orang : baik

Panjang:
Sedang :
Pendek :
Segera :

Gangguan persepsi

baik
baik
baik
baik

Daya
konsentrasi
dan
perhatian :terganggu, pasien
sesekali
menarik
nafas
panjang.
Pikiran abstrak : Baik
Bakat kreatif : Dosen
Kemampuan
menolong
sendiri : terganggu

Proses berfikir
Arus berfikir

Isi pikiran

Daya nilai dan


tilikan
Produktivitas :
Preokupasi : tidak
Norma sosial :
Terganggu
ada
terganggu
Kontinuitas :
Gangguan isi
Uji daya nilai : baik
Terganggu
pikiran : Waham
Penilaian realitas :
Hendaya
dikejar berupa
terganggu
berbahasa : Tidak
pasien merasa ada
Tilikan : Derajat 6
ada
yang mengancam dan : menurut pasien,
ingin di bunuh,
sadar kalau sakit
thought
dan butuh
broadcasting, pasien pengobatan
merasa pikirannya di
Pengendalian impulsbaca.ada :yang
baik
mengintip:dapat
dirinya dipercaya
Taraf yang dapat dipercaya

Pemeriksaan fisik
Satuan internus
TD
N
P
S

: 130/90
: 96x/menit
: 21x/menit
: 36,40C

TB = 162 cm
BB = 53 kg
IMT = 20,32kg/m2
(normal)

Satuan neurologis
GCS
: E4M6V5
Pupil : bulat isokor
Refleks fisiologis kesan
normal

Ikhtisar penemuan bermakna


Pasien Nn. M usia 21 tahun datang ke poli psikiatri RS

Jiwa di antar oleh paman dan tantenya dengan keluhan


suka berubah sikap seperti ada pikiran menjadi orang
lain sejak 1 tahun ini, pasien merasa bisa berperan
seperti orang lain dan bisa menjadi lebih sensitif saat
berperan menjadi orang lain. Akhir-akhir ini pasien tidak
bisa berada di keramaian karena merasa pikirannya
bisa dibaca serta tidak bisa di kampus dan di kos pasien
merasa tidak nyaman karena merasa di hina oleh orang
lain. Pasien dapat mengontrol pikiran dengan cara
berdzikir. Pasien sering mendengar suara-suara yang
memerintahkan pasien untuk menghina, mencaci dan
memaki yang didengar sejak usia 13 tahun, kemudian
bisikan itu hilang dan muncul kembali semenjak
semester 3, kadang pasien mengikuti perintah tersebut,
suara tersebut membuat pasien takut, cemas, gelisah,
dan menjadi tidak tenang.

Ikhtisar penemuan
bermakna
1 minggu terakhir pasien melihat bayangan saat bangun tidur,

yang membuat pasien kaget, pasien merasa seperti dirasuki


oleh makhluk halus, pasien suka merasa ketindisan oleh jin
dan suka bermimpi tentang jin, pasien merasa takut saat
mendengar kabar buruk. Selain itu, pasien sering menghayal
dan biasa menangis ketakutan atau tertawa secara tiba-tiba,
kadang pasien makan dengan banyak dan ketika minum nanti
ditegur baru pasien berhenti minum. Satu minggu terakhir ini
pasien pernah di rukiah dan saat di raha pasien sempat juga di
rukiah. Akhir-akhir ini pasien merasa cepat lelah dan susah
tidur, tidak ada rasa putus asa atau rasa ingin bunuh diri.
Pasien selalu menjadi juara kelas saat SD dan SMA, tetapi saat
SMP pasien tidak menjadi juara kelas karena pasien sakit
dengan keluhan yang sama. Kedua orang tua pasien telah
bercerai sejak usia 4 tahun dan pasien tinggal bersama nenek
dan bibinya yang agak keras sejak usia 1 tahun.

Ikhtisar penemuan bermakna


Ada hendaya sosial yaitu semenjak sakit pasien memisahkan diri

dari teman-temannya. Terdapat hendaya pekerjaan berupa


semenjak sakit pasien tidak merasa aman dikampus sehingga
pasien tidak lagi masuk kuliah serta pasien juga sudah tidak bisa
membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga seperti
sebelumnya, terdapat hendaya waku senggang berupa seluruh
waktu pasien diisi dengan melamun dan berdzikir.
Pada pemeriksaan status mental didapatkan kesadaran

komposmentis, berubah. Pasien merespon pertanyaan pemeriksa


dengan baik dan jelas. Aktivitas psikomotor hipoaktif, sikap
kooperatif terhadap pemeriksa. Mood disforik, ekspresi afektif
appropiate, keserasian serasi, fungsi intelektual terganggu, ada
gangguan persepsi berupa halusinasi auditorik dan halusinasi visual,
terdapat gangguan isi pikir berupa waham kejar dan thought
broadcasting, pengendalian impuls baik, arus dan produktivitas
berfikir tergangggu. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah
130/90 mmHg. Pemeriksaan neurologis dalam batas normal.

Evaluasi
multiaksial
Aksis I

Berdasarkan hasil dari anamnesis ditemukan adanya pola perilaku


yang secara klinis bermakna seperti sering berubah sikap, merasa
berubah menjadi orang lain, merasa pikirannya dibaca, merasa
dihina, merasa takut, cemas dan gelisah, suka melamun, menangis
ketakutan dan tertawa secara tiba-tiba, sulit tidur, cepat lelah.
Terdapat hendaya sosial, hendaya pekerjaan, dan hendaya waktu
senggang, sehingga kasus ini telah memenuhi kriteria pedoman
diagnostik dan digolongkan dalam gangguan jiwa.
Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik tidak didapatkan
penyakit/gangguan sistemik otak atau lainnya yang dapat
menyebabkan disfungsi otak sehingga dapat digolongkan dalam
gangguan jiwa non-organik
Dari anamnesis ditemukan adanya halusinasi auditorik, waham kejar
dan thought broadcasting, ekspresi afek appropiate, mood disforik
dan gejala tersebut telah berlangsung selama kurun waktu 1 tahun
sehingga telah memenuhi kriteria pedoman diagnostik dan kasus ini
dapat digolongkan sebagai skizofrenia.
Dari anamnesis diperoleh adanya halusinasi audiotorik yang
memberikan perintah dan adanya waham dikejar sehingga dapat
digolongkan sebagai Skizofrenia Paranoid (F20.0)
Berdasarkan hasil uraian diatas maka dapat disimpulkan diagnose
pasien adalah Skizofrenia Paranoid (F20.0)

Diangnosa Banding
Depresi berat dengan gejala psikotik

(F32.3)
Gangguan skizoafektif tipe depresif
(F25.1)
Gangguan campuran Anxietas dan
Depresi (F41.2)

Aksis II

Berdasarkan anamnesis pasien memiliki riwayat sering merasa cemas jika


tinggal sendiri, pasien juga tidak mudah bergaul dan tidak keluar rumah
serta hanya memiliki 1 orang teman akrab maka digolongkan dalam Gangguan
Kepribadian YTT (F60.9)
Aksis III

Terdapat bintik-bintik hitam pada kedua tungkai.


Aksis IV

perceraian orang tua dan bibi yang merawat pasien memiliki sifat yang keras.
Aksis V

50-41 = gejala berat (serious), disabilitas berat.

Daftar
problem

Prognosis : Dubia Ad bonam


Faktor pendukung : Adanya dukungan dari seluruh keluarga pasien
untuk kesembuhan pasien.
Faktor penghambat : Keluarga pasien lebih meyakini kalau pasien
hanya kerasukan sehingga lebih membutuhkan pengobatan
alternatif (rukiah)
Rencana terapi
Psikofarmaka :
Haloperdol 0,5 mg
Alprazolam 1 mg
m.f pulv in caps dtd 2x1
Risperidon 2 mg 2x1
Trihekxylpenydil 2 mg 2x1
Psikoterapi :
Psikoterapi individual
Psikoterapi supportif
Terapi kelompok
Sosioterapi : memberikan penjelasan kepada keluarga dan
orang-orang terdekat pasien tentang keadaan pasien dan
menciptakan lingkungan yang kondusif agar dapat membantu
proses penyembuhan pasien.
Pemeriksaan penunjang
Fisik-biologis
: Tidak ada
Psikometri
: Tidak ada

Diskusi dan pembahasan


F20.SKIZOFRENIA
Suatu deskripsi sindrom dengan variasi penyebab (banyak belum diketahui)
dan perjalanan penyakit (tak selalu bersifat kronis atau deteriorating) yang
luas, serta sejumlah akibat yang tergantung pada perimbangan pengaruh
genetik, fisik dan sosial budaya.
Pada umumnya ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan
karakteristik dari pikiran dan persepsi, serta oleh afek yang tidak wajar
(inappropriate) or tumpul (blunted). Kesadaran yang jernih (clear
consciousness) dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun
kemuduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian
Pedoman diagnostik:
Harus ada sedikitnya satu gejala berikut ini yang amat jelas (dan
biasanya dua gejala atau lebih bila gejala-gejala itu kurang tajam atau
kurang jelas):
(a). thought eco = isi pikiran dirinya sendiri yang berulang atau
bergema dalam kepalanya (tidak keras), dan isi pikiran ulangan,
walaupun isinya sama, namun kualitasnya berbeda; atau
- thought insertion or withdrawal = isi pikiran yang asing dari luar
masuk ke dalam pikirannya (insertion) atau isi pikirannya diambil keluar
oleh sesuatu dari luar dirinya (withdrawal); dan
- thought broadcasting = isi pikirannya tersiar keluar sehingga orang
lain atau umum mengetahuinya;

Diskusi dan pembahasan


(b). delusion of control = waham tentang dirinya dikendalikan oleh suatu
kekuatan tertentu dari luar; atau
- delusion of influence = waham tentang dirinya dipengaruhi oleh suatu
kekuatan tertentu dari luar; atau
- delusion of passivity = waham tentang dirinya tidak berdaya dan pasrah
terhadap suatu kekuatan dari luar; (tentang dirinya = secara jelas merujuk
ke pergerakan tubuh/anggota gerak atau ke pikiran, tindakan, atau
penginderaan khusus);
- delusion perception = pengalaman inderawi yang tak wajar, yang bermakna
sangat khas bagi dirinya, biasanya bersifat mistik atau mukjizat;
(c) halusinasi auditorik:
- suara halusinasi yang berkomentar secara terus menerus terhadap perilaku
pasien, atau
- mendiskusikan perihal pasien diantara mereka sendiri (diantara berbagai
suara yang berbicara), atau
-jenis suara halusinasi lain yang berasal dari salah satu bagian tubuh
(d) waham-waham menetap jenis lainnya, yang menurut budaya setempat
dianggap tidak wajar dan sesuatu yang mustahil, misalnya perihal keyakinan
agama atau politik tertentu, atau kekuatan dan kemampuan diatas manusia
biasa (misalnya mampu mengendalikan cuaca, atau berkomunikasi dengan
makhluk asing dari dunia lain).

Diskusi dan pembahasan


F20.0.

SKIZOFRENIA

PARANOID

Pedoman diagnostik
Memenuhi kriteria umum diagnostik skizofrenia
Sebagai tambahan:
- Halusinasi dan/atau waham harus menonjol.
suara-suara halusinasi yang mengancam pasien atau memberi perintah, atau
halusinasi auditorik tanpa bentuk verbal berupa bunyi pluit (whistling),
mendengung (humming) atau bunyi tawa (laughing).
halusinasi pembauan atau pengecapan rasa, atau bersifat seksual, atau lainlain perasaan tubuh, halusinasi visual mungkin ada tetapi jarang menonjol,
waham dapat berupa hampir setiap jenis, tetapi waham dikendalikan (delusion
of control), dipengaruhi (delusion of influence), atau passivity (delusion of
passivity), dan keyakinan dikejar-kejar yang beraneka ragam, adalah yang
paling khas.
Gangguan afektif, dorongan kehendak dan pembicaraan, serta gejala katatonik
secara relatif tidak nyata/tidak menonjol.

Follow up
Kamis, 23 April 2015 dirumah
paman pasien
S : rasa takut pasien masih ada, merasa
pikirannya masih dibaca, merasa dihina
oleh sepupunya (anak tantenya).
O : pasien lebih tenang, tidak terlalu
banyak menarik nafas, pasien tidak
minum obat yang dikapsul karena sulit
ditelan.
A : aksis I : skizofrenia paranoid
P : Haloperdol 0,5 mg
Alprazolam 1 mg
m.f pulv in caps dtd 2x1
Risperidon 2 mg 2x1
Trihekxylpenydil 2 mg 2x1

Follow up
Senin, 4 mei 2015, melalui telefon
dengan tantenya
S : Pasien semakin parah, sering berteriakberteriak dan meminta pulang kekendari
O : pasien masih berada di raha, keluarga
pasien lebih mempercayai pasien di rukhia
dari pada pengobatan medis sehingga
pengobatan medis tidak di lanjutkan.
A : aksis I : skizofrenia paranoid
P : Haloperdol 0,5 mg
Alprazolam 1 mg
m.f pulv in caps dtd 2x1
Risperidon 2 mg 2x1
Trihekxylpenydil 2 mg 2x1