Anda di halaman 1dari 15

Diare Akut Dehidrasi

Berat
Presenter :
Isni Irya Maja
Pendamping :
dr. Asep Zainuddin SpPK

Data Pasien :

An. A , , 1 tahun 4 bln,


BB : 10 kg, T:38C

No. Registrasi : 191900


1 Januari 2016
RSUD Sekayu

Gambaran Klinis:

Pasien mengalami BAB cair sejak 3 hari


yang lalu, frekuensi 5 kali, air lebih banyak
dari ampas, lendir tidak ada, darah tidak
ada. Muntah ada, frekuensi 3 kali, jumlah
sekitar 3-4 sendok, isi apa yang dimakan.
Pasien lemah, namun masih mau minum
dengan lahap, demam ada, batuk pilek
tidak ada.

Pemeriksaan Fisik :

Anak tampak lemah

Kepala
Bentuk
: Normosefali
Rambut
: Hitam, lurus, tidak mudah dicabut.
Mata : cekung (+), air mata (+)
Mulut
: Mukosa mulut dan bibir kering (+), sianosis (-).

Abdomen
Inspeksi
: Datar
Palpasi : Lemas, hepar dan lien tidak teraba, turgor lambat
Perkusi
: Timpani
Auskultasi : Bising usus (+) meningkat

Diagnosis:

Keluhan pada pasien akibat mengalami


diare. Diare yang dialami pada anak ini
disebabkan oleh infeksi. Didapatkan tanda
dehidrasi yang tergolong berat pada pasien.
Upaya diagnosis sudah optimal.

Tatalaksana

i) Rehidrasi
: Mengganti previous water losses dengan IVFD/NGT
ii) Maintenance : Mencegah dehidrasi dengan mengganti on going
water losses
dengan oralit peroral
iii) Requirement : Dengan makan minum seperti biasa.

Rehidrasi cairan 30 cc/kg BB dalam 30 menit pertama(gtt 150) dan 70 cc per kg


BB dalam 2,5 jam berikutnya (gtt 70)

Parasetamol drop 3 x 1 cc

Kotrimoksazole syr 3x1 cth

Domperion drop 3 x 0,3cc

Zink syrup 1 x 2 cth selama 10 hari

Pemberian oralit setiap BAB cair.

Pemeriksaan Penunjang

Untuk mencari penyebab pasti diare yang


terjadi

Darah rutin
Feses rutin
Kultur

Laboratorium

Leukosit
13.400 (5000-14.500/mm)
Trombosit 255.000 (150-450 ribu/mm)
Hematokrit 40%
(34-40%)
Hemoglobin 13,6
(10,7-14,7 gr/dl)
Hitung Jenis
Eosinofil
2
(2-4%)
N.batang
1
(0-8%)
N.segmen 70
(50-70%)
Basofil
0
(0-1%)
Monosit
2
(2-8%)

Pendidikan

Edukasi dilakukan kepada pasien dan


keluarganya untuk membantu proses
penyembuhan, pencegahan diare dan
komplikasinya.

Edukasi meliputi tanda bahaya umum, cara


pemberian oralit dan zink, kapan ibu harus
membawa anak kontrol kembali ke pelayanan
kesehatan, dan perilaku hidup bersih dan sehat

Tinjauan pustaka

Definisi

Diare akut adalah buang air besar pada bayi atau


anak lebih dari 3 kali perhari, disertai perubahan
konsistensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa
lendir dan darah yang berlangsung kurang dari 1
minggu.

Derajat Dehidrasi
Gejala &
Tanda
Tanpa
Dehidrasi

Keadaan
Mata
Umum
Baik, Sadar

Normal

Mulut/
Lidah
Basah

Dehidrasi
Ringan

Gelisah Rewel

Cekung

Letargik,

Sangat

Kesadaran

cekung dan

Menurun

kering

Kering

-Sedang
Dehidrasi
Berat

Estimasi
Rasa Haus

Kulit

BB %

def.
cairan

Minum Normal,
Tidak Haus

Turgor baik

Tampak

Turgor

Kehausan

lambat

Sangat

Sulit, tidak bisa

kering

minum

<5

50 %

5 10 50100 %

Turgor
sangat
lambat

>10

>100 %

Penatalaksanaan

Diare tanpa dehidrasi


Beri cairan tambahan lebih sering, oralit 100 cc tiap BAB cair
Diare Dehidrasi Ringan Sedang
Rehidrasi pemberian oral namun jika gagal dapat diberikan secara
intravena sebanyak : 75 ml/kg bb/3jam
Diare Dehidrasi Berat
Usia <12 bln: 30ml/kgbb/1jam, selanjutnya 70ml/kgbb/5jam
Usia >12 bln: 30ml/kgbb/1/2-1jam, selanjutnya 70ml/kgbb/2-2
jam

Komplikasi
Syok hipovolemik
hipoglikemia
hipokalemia
KEP

Terima

kasih